Serial Workshop Online Aktivasi Hospital Disaster Plan berbasis Incident Command System dalam Menghadapi Pandemi COVID-19

pdf

Kerangka Acuan Kegiatan

 

Pengantar

Seluruh rumah sakit yang telah terakreditasi sudah pasti memiliki perencanaan penanggulangan bencana untuk rumah sakit atau Hospital Disaster Plan (HDP). Namun, karena nilai untuk HDP hanya 20 persen dan bisa lolos tanpa membuat perencanaan, tidak jarang rumah sakit hanya membuat dokumen dan tidak mensosialisasikannya ke seluruh staf. Lebih lanjut, RS sering tidak menjadikan ancaman bencana sebagai budaya yang harus dikenal dan diantisipasi oleh rumah sakit. Oleh karena itu, jika terjadi bencana internal atau pun kedatangan korban eksternal, atau mengirimkan tim ke daerah bencana atau mengalami bencana alam, rumah sakit mengalami kesulitan dalam aplikasi HDP.

Hal yang kerap menjadi masalah, ketika terjadi bencana rumah sakit mengabaikan kembali dokumen perencanaannya. Siapa yang sudah ditunjuk sebagai komandan, siapa yang akan bertugas secara operasional, bidang data informasi mengurusi apa, bagaimana analisis risiko rumah sakit sebelumnya untuk perencanaan surge hospital menghadapi lonjakan kasus, bagaimana berkomunikasi dengan dinas kesehatan untuk rujukan pasien, bagaimana menanamkan pemahaman pada seluruh staf bahwa mereka harus mengikuti alur yang telah dibuat saat aktivasi tim bencana, dan sebagainya.

Situasi tersebut lebih berat terjadi pada bencana non alam seperti saat ini, pandemi global COVID-19. Walaupun pada dasarnya konsep penanganan pandemi ini sama dengan konsep penanganan bencana, namun terdapat perbedaan yang sangat besar. Perbedaannya terletak pada prinsip dasar penanganan karena perbedaan sifat agen kausatifnya. Pandemik saat ini disebabkan virus yang sangat menular. Bukan bencana yang bersifat trauma tidak menular. Oleh karena itu, penangananya menjadi lebih sulit karena masalahnya jauh lebih kompleks. Semua rumah sakit yang pernah kami dampingi Hospital Disaster Plan-nya belum ada yang memasukkan pandemi global sebagai ancaman bencana yang mungkin terjadi, yang ada hanya sebatas KLB DBD dan malaria.

Mengingat pentingnya pengorganisasian tim bencana di rumah sakit atau incident command system (ICS) dalam menghadapi situasi bencana, maka PKMK menggagas kursus refreshing dalam bentuk workshop online. DI dalam kegiatan ini, kejelasan tugas fungsi dan alur pelaporan harian yang di luar dari situasi normal atau birokrasi sehari- hari akan dibahas.

Diharapkan melalui workshop ini, Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK- KMK UGM akan membantu menfasilitasi rumah sakit yang sudah memiliki dokumen HDP dapat segera mengoperasikan dokumen tersebut dan bagi rumah sakit yang belum memiliki dokumen HDP dapat menyusunnya sesuai dengan kebutuhan penanganan COVID-19 khususnya dalam mengaktifkan ICS di rumah sakit.

Tujuan

  • refreshing cara pengaktifan Incident Command System (ICS) di rumah sakit dalam kerangka Hospital Disaster Plan.
  • mendiskusikan permasalahan dalam pelaksanaan HDP untuk covid-19

Output

  • peserta memahami aktivasi ICS di rumah sakit
  • rumah sakit memiliki dan mengaktifkan tim bencana untuk menghadapi COVID-19
  • rumah sakit mempunyai dokumen HDP yang diperbaharui karena adanya COVID-19.

Peserta dan persyaratan

Diikuti oleh 3 sampai 5 orang yang terdiri dari :

  • tim HDP rumah sakit,
  • pimpinan dan manajemen rumah sakit,
  • staf lainnya yang memilik tugas berkaitan dengan pelaksanaan HDP

Hal yang perlu dijawab masing – masing rumah sakit sebelum mengikuti workshop:

  1. Apakah rumah sakit sudah memiliki dokumen perencanaan penanggulangan bencana di rumah sakit/ Hospital Disaster Plan?
  2. Apakah di dalam dokumen Hospital Disaster Plan tersebut telah ada tim bencana/ struktur organisasi bencana/ incident command system (ICS)?
  3. Apakah saat ini ICS/ struktur organisasi bencana itu sudah diaktifkan?
  4. Selama dua minggu ini, masalah apa yang dihadapi rumah sakit terkait sistem komando/ ICS/ tim bencana ini?

Agenda Kegiatan

{tab title=”Pertemuan 1″ class=”danger”}

HDP dalam SNARS dan Penugasan

Selasa, 31 Maret 2020, Pukul 08.30 -10.00 WIB

Tujuan Umum Pembelajaran:
Memahami Rencana Penanggulangan Bencana di RS (HDP) sesuai SNARS

Pembicara   : dr. Bella Donna, M.Kes
Fasilitator    : Madelina Ariani, SKM, MPH

Tujuan Pembelajaran Khusus

(TPK)

Pokok Bahasan dan

Sub Pokok Bahasan

Metode

Memahami regulasi manajemen disaster

Memahami Regulasi Manajemen Disaster :

  1. Kebijakan
  2. Struktur organisasi
  3. Peran dan tanggung jawab staf
  4. SDM alternatif
  5. Fasilitas alternatif
  6. Komunikasi
  • Ceramah
  • Tanya jawab
  • Diskusi
  • Penugasan

Memahami mengidentifikasi bencana internal dan bencana eksternal

Memahami mengidentifikasi Bencana Internal dan Bencana Eksternal :

  1. Analisis risiko (bencana non alam)
  2. Skenario (COVID-19)
Memahami melakukan self-assessment RS

Memahami melakukan self-assessment RS :

Indikator Kesiapsiagaan self-assessment

Overview ICS

Overview ICS :

  1. Latar Belakang ICS
  2. Prinsip ICS
  3. Organisasi dengan ICS

 

Materi

pdf Materi Pendahuluan dr Hendro Wartatmo

pdf Materi dr. Bella Donna, M.Kes

pdf Cek list Kesiapan saat Bencana

pdf Survey 1 Peserta Workshop HDP ICS – edit madel – 31 Maret 2020

Referensi

pdf Major-Incident-Medical-Management-and-Support-Third-Edition

pdf HICS_Guidebook_2014_11

pdf Hospital safety index form

pdf Hospital safety index guideline for evaluator

 


PENUGASAN


report icon Bahan penugasan di sini

monitor Kirim penugasan di sini

 

 {slider title =”Arsip Video” class=”icon”}

{slider title =”Reportase Kegiatan” class=”icon”}

Hari I : Selasa, 31 Maret 2020

Komponen HDP dalam Akreditasi SNARS : Menilai Kesiapan Rumah Sakit Saat Ini

31 3 2020

Materi ini disampaikan oleh dr. Bella Donna, M.Kes dari Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK – KMK UGM. Dalam menilai kesiapan yang ada saat ini di rumah sakit penting untuk memahami regulasi manajemen bencana, identifikasi bencana internal dan eksternal, melakukan self-assessment rumah sakit dan overview Incident Command System (ICS). Surge capacity di rumah sakit bertujuan untuk mengembangkan integritas struktural, strategi komunikasi, mengelola sumber daya (termasuk sumber alternatif), dan kegiatan klinis (termasuk tempat pelayanan alternatif). Rumah sakit melakukan self assessment kesiapan menghadapi bencana dengan menggunakan Hospital Safety Index dari WHO. ICS sebagai alat untuk perintah, kontrol dan koordinasi sumber daya selama kejadian. ICS ini terdiri dari prosedur pengorganisasian personel, fasilitas, peralatan, dan komunikasi selama kejadian. Mengapa menggunakan ICS? ICS ini akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi persel tanggap dan menetapkan fokus yang jelas pada tujuan dan garis wewenang.

Diskusi

  • RSPAU Hardjolukito ditunjuk oleh Sultan HB X (Gubernur DI. Yogyakarta) sebagai RS Rujukan, sekarang tengah dipersiapkan gedung dan alat – alatnya. Jika RSPAU Hardjolukito kekurangan SDM, maka bisa dibantu oleh tenaga kesehatan dari rumah sakit yang bukan rujukan. Bagian manajemen support sudah bisa menyiapkan skenario dan ini terkait pengaturan SDM. Alur juga perlu disiapkan sehingga bantuan yang datang bisa dikelola, misaalnya ceklis apa saja yang dibutuhkan oleh RSPAU Hardjolukito. Kebutuhan ceklist ini bisa dilihat dalam Hospital Incident Command System (HICS).
  • Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah akan membuat rumah sakit rujukan sehingga membutuhkan panduan khusus dalam pengembangan rumah sakit rujukan tersebut, seperti wisma atlit di Jakarta. UGM tidak memiliki guideline khusus terkait pendirian RS Rujukan. Kemenkes sudah mengeluarkan buku pedoman kesiapsiagaan COVID-19, silakan masing – masing daerah membuat satu kebijakan untuk pengembangan rumah sakit rujukan. Misalnya di DIY ada dibentuk WAG yang beranggotakan Persi DIY, IDI DIY, FKKMK, rumah sakit dan Dinkes yang aktif berdiskusi, sehingga memiliki beberapa opsi dalam pengembangan rumah sakit rujukan ini yaitu surge hospital dan surge in hospital. Untuk Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah akan didampingi oleh Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK – KMK UGM.
  • RS Islam Surabaya belum termasuk dalam rumah sakit rujukan, sementara di Surabaya terdapat 14 rumah sakit rujukan dan sudah penuh. RS Islam Surabaya tetap menerima pasien ODP dan PDP. Sementara menggunakan ruangan isolasi TB dengan tetap memperhatikan syarat ruang isolasi COVID-19. Hal yang menjadi kendala ICS RS Islam Surabaya belum jalan, harapannya dengan adanya workshop ini akan membantu RS Islam Surabaya untuk mengaktifkan ICS mereka.

Kegiatan hari ini ditutup dengan penjelasan penugasan melalui laman website http://bencana-kesehatan.net/index.php/16-hospital-disaster-plan/pelatihan-hdp/3917-serial-workshop-online-aktivasi-hospital-disaster-plan-berbasis-incident-command-system-dalam-menghadapi-pandemi-covid-19. Semua materi dan penugasan di – upload di website tersebut.

{/sliders} 

Reporter : Happy R Pangaribuan
Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab title=”Pertemuan 2″ class=”warning”}

Prinsip Hospital Incident Command System dan Implementasinya (HICS) dan Penugasan

Rabu, 1 Maret 2020, Pukul 08.30 -10.00 WIB

 

Tujuan Umum Pembelajaran : Memahami Sistem Komando di RS

Pembicara   : 1. dr. Hendro Wartatmo, Sp.BD(K)BD
                   2. dr. Bella Donna, M.Kes

Fasilitator    : Madelina Ariani, SKM, MPH

 

Tujuan Pembelajaran Khusus

(TPK)

Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan Metode

Memahami ICS dalam rumah sakit (HICS)

Memahami ICS dalam layanan kesehatan atau Rumah sakit (HICS):

  • Definisi HICS
  • Prinsip HICS
  • Komponen dalam HICS
  • Keuntungan ICS dalam HICS
  • Ceramah
  • Tanya jawab
  • Diskusi
  • Penugasan

Lima fungsi manajemen ICS

Lima fungsi manajemen ICS

  • Komando insiden
  • Operasional
  • Perencanaan
  • Logistik
  • Administrasi dan keuangan
 

MATERI

pdf Materi H2 – Workshop ICS HDP – Hendro 1 April 2020

 

 


PENUGASAN


report icon Bahan penugasan di sini

monitor Kirim penugasan di sini

 

{slider title =”Arsip Video” class=”icon”}

{slider title =”Reportase Kegiatan” class=”icon”}

Kegiatan dimulai dengan review penugasan hari pertama. Fasilitator menunjukkan infografis jawaban dari peserta yaitu apakah sudah memiliki HDP, apakah ada ICS dan apakah ICS sudah diaktifkan. Hampir 50% peserta belum mengaktifkan ICS.

hdp rs 2

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Penyampaian Materi Incident Command System (ICS)

Incident Command System (ICS)

Materi ini disampaikan oleh dr. Hendro Wartatmo dari Pokja Bencana FK -KMK UGM. Pada materi ini dr. Hendro menegaskan bahwa tanpa ICS di rumah sakit maka operasional penanganan COVID-19 tidak akan berjalan. ICS sebagai alat untuk perintah, kontrol dan koordinasi sumber daya selama suatu kegiatan dan / atau kejadian. Di dalam ICS terdapat 5 fungsi manajemen yaitu operasional, logistik perencanaan, keuangan dan komando. Komando bertanggung jawab secara keseluruhan, operasi melaksanakan rencana, perencanaan menyusun kebutuhan dalam beberapa jam/hari mendatang, logistik memberikan dukungan dan keuangan melacak biaya dan pengadaan. Beberapa kasus yang ditemukan selama ini, misalnya ada SK yang sudah ditentukan penanggung jawab, namun tidak jalan karena pembagian tugasnya tidak jelas. Seharusnya mereka bisa dimasukkan ke ICS. Mengapa struktur sehari – hari tidak bisa dipakai? Karena di rumah sakit ada beberapa bidang yang harus ada dalam kondisi darurat. Misalnya dalam sehari – hari rumah sakit tidak ada seksi penerimaan relawan, kalau ada bantuan siapa yang mengaturnya? Intinya di struktur ICS bisa ada pembagian tugas yang jelas, sistem komunikasi yang jelas dan perencanaan lain jika terjadi masalah.

 

Diskusi

  • Komandan ICS itu kerjanya 24 jam dan tidak harus direktur , boleh dipilih dua orang sebagai komandan jadi ada yang menggantikan.
  • RSUD Sleman belum mengaktifkan ICS, saat ini sudah ada surat satgas untuk penanganan COVID-19 ini sendiri. Pemateri menyampaikan nama – nama yang di satgas supaya ditambahkan dalam struktur ICS. Hal yang perlu diperhatikan adalah nama- nama dan pembagian tugas sudah ada, tapi alur komunikasi antar unit belum ada. Jika ada kotak – kotak belum dipahami bisa ditanyakan. Misalnya liaison itu adalah penghubung eksternal rumah sakit. Bagaimana dengan pos komando? Bagaimana membentuk komunikasinya? Di dalam ICS ada namanya fasilitas, kita tidak bisa menggunakan struktur umum karena pada sehari – hari fasilitas tidak ada. Pos komando mengendalikan kerjaan anak buahnya, adanya hanya ketika krisis. Pos komando harus ditempat yang mudah dicapai, ada ruangan bisa untuk meeting. Tempat yang disediakan khusus untuk ketua mengendalikan operasionalnya (what if).
  • RSA UGM sudah punya satu gugus tugas covid, tapi tidak dibawah HDP, apakah bisa disebut ICS? Pemateri menjelaskan jika tidak di dalam HDP tidak menjadi masalah. Jika hanya ada pembagian tugas, belum ada alur komunikasinya belum bisa disebut ICS. Ini yang penting, sistem komunikasinya silakan disusun dalam protap tersebut. Contoh jika kamar ICU itu kekurangan APD, maka stok harus minta kemana? Harus ijin ke komandan tidak? Hal – hal seperti itu yang diatur dalam sistem komunikasi. Jika sudah ada diatur berarti bisa disebut sebagai ICS.
  • RSPAU Hardjolukito sudah membentuk tim siaga bencana dan sudah stand by di posko tiap hari, dibantu dinkes prov untuk kelengkapan APD. Artinya ICS sudah mulai berjalan. Artinya sekarang RSPAU memperkuat bagaimana membangun komunikasi ini ke eksternal, seperti informasi ke rumah sakit lainnya bahwa RSPAU Hardjolukito sudah siap menerima rujukan.
  • RSUP Karyadi Semarang sampai sekarang cukup stabil, low pasien. Alur penerimaan pasien, perubahan ruangan berjalan sudah baik. ICS di RS juga sudah baik. Hal yang menjadi masalah adalah sifatnya teknis, misalnya bagaimana setelah meninggal? Tidak semua pemakaman bersedia selama 24 jam. Sudah diusulkan ke gubernur supaya bisa melaksanakan pemakaman secara mendadak. Pemudik dari Jakarta cukup banyak, mengusulkan ke direktur ada satu area di gedung diubah jadi tempat rujukan. Pemateri menyampaikan masalah pemakaman beurusan ke eksternal, harus paham jalurnya bagaimana. Liaison officer – nya saja yang menyampaikan ke eksternal, jadi komandan tidak terlalu repot. Untuk masalah gedung baru, itu tugas bagian perencanaan.
  • RSUD Selong Lombok Timur belum memiliki SK tim di dalam rumah sakit. Dalam skala kabupaten sudah dibuat satu SK dimana rumah sakit diberi tugas operasional logistik dan pendanaan. Rumah sakit penting untuk membentuk ICS di internal rumah sakit karena dalam rumah sakit juga perlu ada perencanaan, komandannya siapa. Personel RS yang ada di satgas kabupaten bisa dimasukkan jadi liaison officer, jadi liaison officer itulah yang masuk ke kabupaten.
  • Bagaimana klinik kecil dalam membuat ICS? Rumah sakit ada levelnya, tidak usah semua jadi level 3 misalnya patokan level 3 kesiapan fasilitas (APD, ventilator dll). Misalnya RS Tipe C dalam 5 fungsi manajemen ICS (komandan, operasional, perencanaan, keuangan, logistik) memiliki fungsi apa? Jadi bisa membentuk ICS sesuai levelnya. Tetap membuat ICS dengan orang yang ada sesuai kapasitas rumah sakit.

 

Workshop hari ini ditutup dengan penjelasan penugasan 2 melalui laman website http://bencana-kesehatan.net/index.php/16-hospital-disaster-plan/pelatihan-hdp/3917-serial-workshop-online-aktivasi-hospital-disaster-plan-berbasis-incident-command-system-dalam-menghadapi-pandemi-covid-19#pertemuan-2. Workshop akan berlanjut besok dengan memahami sistem komando di Rumah Sakit.

Reporter : Happy R Pangaribuan

{/sliders}

 

{tab title=”Pertemuan 3″ class=”info”}

HICS dalam Penanggulangan COVID-19 dan Penugasan

Kamis, 2 April 2020, Pukul 08.30 -10.00 WIB

Tujuan Umum Pembelajaran: Memahami Sistem Komando di RS

Pembicara  : 1. dr. Hendro Wartatmo, Sp.BD(K)BD
                  2. dr. Bella Donna, M.Kes

Fasilitator   : Madelina Ariani, SKM, MPH

 

Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan Metode

1. Memahami sistem pengorganisasian di rumah sakit pada saat bencana COVID-19

Sistem pengorganisasian di rumahsakit pada saat bencana:

  • Organisasi tentang penanganan bencana (organisasi fungsi)
  • Sistem komando di rumahsakit dalam penanggulangan bencana COVID-19
  • Standar SDM (leadership) dalam organisasi penanggulangan bencana
  • Penjelasan tentang tugas pusat pengendalian, keuangan, logistik, dan operasional
  • Ceramah
  • Tanya jawab
  • Diskusi
  • Penugasan
2.   Mampu menyusun organisasi dan kualifikasi SDM

Mampu menyusun organisasi dan kualifikasi SDM :

Struktur Organisasi dan kualifikasi SDM

 

MATERI

pdf MIIMS-strukturOrg

pdf OrganisasiICS-RS

 


PENUGASAN


report icon Bahan penugasan di sini

monitor Kirim penugasan di sini

 

{slider title =”Arsip Video” class=”icon”}

{slider title =”Reportase” class=”icon”}

hdp rs 3

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Penyampaian Materi Pengorganisasian Incident Command System di Rumah Sakit

Kegiatan ini dimulai dengan mereview hasil penugasan 2 peserta. Fasilitator memberikan 2 contoh penugasan peserta yang menggunakan ICS dan MIMMS dalam struktur pengorganisasian di RS.

Pengorganisasian Incident Command System (ICS) di Rumah Sakit

Materi ini disampaikan ileh dr. Hendro Wartatmo dari Pokja Bencana FK-KMK UGM. Tujuan dari ICS ini adalah untuk menjawab what doing what, communication, what if. ICS bukan satu-satunya sistem. Salah satunya Major Incident Medical Management and Support (MIMMS). Dalam MIMMS tetap ada command sistem, SOP, jobdes dan sistem manajemen. Dan ada juga syarat-syaratnya, misalnya standar pelatihan pada tenaga medis, bidang medis harus menguasai ATLS, ACLC, first responder Langkah penyusunan ICS ditentukan dulu kegiatan yang akan dilakukan, dalam hal ini sesuai kapasitas RS (level 1,2, atau 3). Level tersebut tergantung resources yang ada di rumah sakit misalnya ketersediaan APD. Karena pembagian APD dalam penangan COVID ini sesuai dengan level rumah sakit. Kemudian tetapkan personilnya sesuai kegiatan.

hdp rs 3 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Sesi Diskusi”

Diskusi :

  • RS Kendal merupakan RS baru dan baru sekitar 5 bulan beroperasi. Saat ini sedang menyusun HDP dan ICS. Pada ICS sudah dibentuk dan ditetapkan orang-orangnya. Jika saat bencana RS terkena dampaknya termasuk orang yang ada di ICS itu, bagaimana mengaktifkannya?

3 fungsi yang harus ada yaitu pembagian tugas, komunikasi, rencana cadangan. Rencana cadangan itu tentang how if someone missing? Kalau orangnya banyak, maka harus dicadangkan dan kalau sedikit maka akan membutuhkan orang dari luar rumah sakit. Artinya dalam satu daerah harus ada networking. Jadi networking dengan providernya harus direncakan juga.

  • RSA UGM: Apakah ke depannya akan terjadi eskalasi jumlah pasien, karena ini mas a karantina wilayah. Kemudian di rumah sakit untuk kepemimpinan dilaksanakan oleh dokter spesialis Paru, sementara mereka harus melakukan pelayanan.

Data itu sangat penting sekali, di Jogja sekarang belum ada perhitungan dan ini perhitungan baru mau dibuat. Mengenai fungsi rangkap seorang spesialis di manajemen medical dan support, dalam kondisi normal tidak masalah. Namun dalam kondisi sekarang ini, susah kalau merangkap. Secara teoritis tidak masalah, namun dalam teknis akan terkendala karena COVID ini masalah transmisi. Spesialis paru sebaiknya dialihkan ke bidang operasional sebagai coordinator. Kalau front liner full operasional, tapi kalau manajer tidak perlu dokter paru.

  • Masalah yang dihadapi RSUP Soeradji Klaten dan RS Selong Lombok Timur sama dengan RSA UGM bahwa komandan dalam ICS mereka adalah dokter spesialis paru. Kendala lainnya adalah jumlah pendatang yang mudik ke daerah merekan sementara kapasitas mereka sangat terbatas untuk penanganan COVID.

Itu adalah masalah surge capacity, bagaimana menambah ruang tambahan. Disiapkan betul bukan hanya tempatnya tetapi orangnya, memobilisir dari puskesmas. Misalnya kalau mau menggunakan wisma haji itu harus sudah diurus sejak sekarang. Dalam hal ini Pemda sangat berperan.

  • RSUD Banjarnegara : terkait dengan pengaturan relawan mohon informasi barangkali ada contoh kebijakan atau SPO nya.

Relawan harus ada yang mengatur sendiri dan ini diperjelas di ICS. Ada pendaftaran langsung relawan, kemudian dibagi (relawan medis, teknis). Orang yang mengurusi relawan ini berhubungan dengan sie operasioanal. Jadi ada pencatatan relawan yang dibutuhkan dimana. Untuk relawan yang tidak ada tempat, ditulis dulu kontaknya, sehingga bisa menghubunginya jika diperlukan. Ada formulir untuk pendaftaran relawan.

 

Kegiatan ditutup dengan penugasan 3 melalui laman website. Informasi selengkapnya terkait penugasan dan materi simak di http://bencana-kesehatan.net/index.php/16-hospital-disaster-plan/pelatihan-hdp/3917-serial-workshop-online-aktivasi-hospital-disaster-plan-berbasis-incident-command-system-dalam-menghadapi-pandemi-covid-19.

 

Reporter : Happy R Pangaribuan
Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{/sliders}

 

{tab title=”Pertemuan 4 ” class=”green”}

Presentasi dan Evaluasi

Jumat, 3 April 2020, Pukul 08.30 -10.00 WIB

Tujuan Pembelajaran Umum :
memahami penerapan dan aktivasi ICS untuk covid-19

Pembicara :  1. Dr. Hendro Wartatmo, Sp.BD(K)BD
                  2. Dr. Bella Donna, M.Kes

Fasilitator  : Madelina Ariani, SKM, MPH

Tujuan Pembelajaran Khusus Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan Metode

Memahami menyusun ICS, jadwal, dan rencana kegiatan tim selama tanggap darurat

Presentasi oleh peserta

Komentar dan masukan dari pembicara

  • Presentasi
  • Tanya jawab
  • Diskusi
Kesimpulan  
Penutupan  

 

 


PENUGASAN


report icon Bahan penugasan di sini

monitor Kirim penugasan di sini

 

{slider title =”Arsip Video” class=”icon”}

{slider title =”Reportase” class=”icon”}

03 04 2020

Kegiatan hari ini dimulai dengan review penugasan. Selanjutnya perwakilan dari beberapa peserta mempresentasikan hasil penugasan mereka dan menyampaikan kendala yang dihadapi dalam proses aktivasi Hospital Disaster Plan (HDP) berbasis Incident Command System (ICS). Beberapa RS yang presentase sebagai berikut :

RS Tadulako Palu

Kapasitas RS Tadulako Palu Hanya bisa melayani pasien ODP dan PDP, untuk pasien yang positif akan dirujuk ke RS Rujukan Sulawesi Tengah. Pasca gempa Palu, RS rusak berat jadi pelayanan dipindahkan ke klinik Undata. Kendala saat ini adalah turn over tenaga kesehatan cukup tinggi karena kunjungan pasien berkurang. Sistem koordinasi di rumah sakit berjalan dengan baik dan direkturnya aktif. Hal ini menjadi kekuatan bagi rumah sakit sendiri. RS jangan memaksakan harus melayani pasien positif jika memang keterbatasan sumber daya, tetap saja cukup sampai isolasi PDP.

RSUD Selong Lombok Timur

RS sedang merevisi ICS untuk Covid ini. Sejak bulan lalu sudah dilakukan perekrutan tenaga kesehatan sehingga untuk tenaga kesehatan sendiri tidak ada masalah. Permasalahan sekarang adalah belum melatih jika terjadi pasien PDP yang positif dan sesak nafas di ruangan. Rumah sakit hanya mempunyai 1 ventilator. Kondisi lainnya yang menjadi komandan dan penanggung jawab operasional sama yaitu dokter spesialis paru. Sementara sekarang semua puskesmas konsultasi ke dokter paru, misalkan ada ODP dari puskesmas langsung konsul ke dr paru, jika ke UGD terkadang anamnesi kurang tepat. Pemateri menyarankan bahwa sebaiknya dokter spesialis paru full sebagai operasional saja sementara untuk manajemennya diganti orang lain. RS ditetapkan sebagai RS pusat rujukan. Sehingga harus mampu pada level 3 untuk penanganan COVID, meskipun misalnya sehari-hari tarif BPJS level B. Sekarang rumah sakit perlu melanjutkan untuk RS level 3. Jika pasien banyak maka dibuat bangsal baru. Jika ada 1 ventilator, 1 dirawat di ventilator, selebihnya bisa di ruangan ICU. Terkait pengembangan ini diusulkan dari RS ke dinkes setempat kemudian ke BPBD, jadi bantuan dari pusat bisa diturunkan ke BPBD kemudian ke Dinkes kemudian diteruskan ke RS.

RSU Charlie Kendal

Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan SDM sehingga memasukkan SDM ke struktur ICS – nya yang kesulitan, ada beberapa yang merangkap. Kemudian yang kurang adalah kuantitas bukan kualitas. Plan B bisa dicarikan relawan. Relawan bisa berhubungan dengan LSM atau PMI atau dengan organisasi yang dikenal. Berdasarkan struktur ICS bisa di bagian Liason Officer untuk penerimaan relawan. Untuk penerimaan bantuan atau logistik medis bisa di safety officer atau logistik. RSU Charlie Kendal bisa menangani pasien ODP dan PDP, pasien positif akan dirujuk.

RSA UGM

ICS COVID-19 terpisah dengan HDP RSA UGM. COVID-19 ini dikepalai oleh dokter spesialis paru. Aktivasi ICS bisa dilakukan secara lisan dulu kemudian tertulis. Kalau tertulis itu terkait SPJ. COVID-19 berjalan bukan berarti pelayanan sehari-hari tidak jalan hanya saja pelayanan umum dibatasi untuk yang elektif. RSA UGM juga memiliki tim untuk kajian ilmiah. Kajian ilmiah ini melibatkan koordinasi dari berbagai unit. Para pakar dalm pengembangan kajian ilmiah ini bisa dimasukkan kedalam ICS sebagai pengarah tetapi terkait pelaksanaan teknis itu di bagian perencanaan.

RSUD Sleman

ICS sudah diperbaiki dan disesuaikan dengan hasil perbaikan penugasan dari fasilitator. Dalam SK Satgas sudah ada sekretaris, dan akan dimasukkan dalam skema. Kendala sekarang ini komandan sudah overload. Sehingga disarankan supaya komandan jangan hanya satu saja, boleh ditambah 2 atau 3 orang lagi dengan syarat pencatatan dan pelaporan tugas jelas. Jadi ada pergantian komandan, bisa pergantian dilakukan per minggu. Tim ICS ini memiliki masa jabatann, artinya SK Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit berlaku seterusnya namun SK ICS Penanganan COVID-19 ini usai setelah operasionalnya selesai.

PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta

Masih menggunakan satgas COVID-19, namun komukasinya sudah seperti ICS – nya. Setiap hari juga sudah dilakukan koordinasi. Untuk sistem informasi ada yaitu MCCC. Disana selalu update untuk kegiatan – kegiatan per hari. Selain internal juga ada pelayanan diluar misalnya informasi pencegahan covid. Jadi sistem komunikasi sudah dibangun ke eksternal.

 

Kesimpulan dari workshop hari ini adalah jika ICS sudah diaktifkan, harus melakukan evaluasi dan update melalui laporan tiap hari. Hal yang paling penting sekarang jelas pencatatannya, siapa – siapa saja tim yang terlibat dan ada laporan tiap hari. Sehingga ketika ingin mengeluarkan insentif sudah ada bukti yang jelas. Fasilitator menyampaikan bahwa workshop ini akan berlanjut dengan topik yang berbeda yaitu Sistem Komunikasi dalam ICS. Harapannya peserta tetap mengikuti workshop tersebut untuk mematangkan persiapan manajemen penanganan COVID-19.

 

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KM UGM

{/sliders}

{/tabs}

TOR PAKET BIMBINGAN TEKNIS HOSPITAL DISASTER PLAN

Term of Reference (TOR)

 PAKET BIMBINGAN TEKNIS HOSPITAL DISASTER PLAN

Diselenggarakan oleh

PUSAT KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN (PKMK)

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA


Pengantar

 

Tahun 2018, penilaian akreditasi Rumah Sakit sudah menggunakan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) edisi I. Salah satu elemen penilaian di dalam SNARS adalah bagaimana Rumah Sakit mampu melakukan Self Assesment menggunakan Hospital Safety Index (HSI) mengenai kesiapan Rumah Sakit dalam menghadapi bencana menuju Safe Hospital. Selain itu, tertuang pada Undang-undang RI No.44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, pasal 29 bahwa “Rumah sakit mempunyai Kewajiban memiliki sistem pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana”. begitu juga pada Pembahasan Akreditasi Rumah sakit tahun 2012 pada elemen penilaian akreditasi pada Standar Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) 6 dan 7 mengenai Kesiapan menghadapi bencana  dan kebakaran.

Banyak rumah sakit yang sudah memiliki dokumen atau draft Hospital Disaster Plan (HDP), terutama yang sudah atau yang akan menghadapi akreditasi. Harapannya, HDP tidak saja berakhir pada sebuah dokumen tetapi menjadi budaya di rumah sakit untuk keselamatan petugas dan pasien.

Berdasarkan hal tersebut, kami mengundang perwakilan atau tim penyusun HDP rumah sakit untuk mendapatkan bimbingan teknis Hospital Disaster Plan berdasarkan SNARS 2018.

Tujuan

Adapun tujuan dari kegiatan Bimbingan Teknis Hospital Disaster Plan ini dilakukan adalah:

    1. Peserta memahami bahwa Rencana Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit (HDP) berbeda di tiap rumah sakit
    2. Peserta mampu menyusun HDP RS berdasarkan template yang ada
    3. Peserta mampu melakukan self-assessment berdasarkan Hospital Safety Index (HSI)

Proses Kegiatan

 

      1. Pada hari pertama narasumber akan memberikan materi mengenai pengenalan awal HDP.
      2. Pada hari kedua narasumber akan memberikan materi mengenai HDP dan perhitungan Hospital Safety Index (HSI) dan fasilitator akan mendampingi penugasan serta penyusunan dokumen HDP pada masing-masing Rumah Sakit.
      3. Hari ketiga peserta akan melakukan kunjungan lapangan ke Rumah Sakit yang telah memiliki dokumen Hospital Disaster Plan.

Yang Perlu dipersiapkan oleh peserta:

      1. Draft atau dokumen HDP
      2. Profil rumah sakit (Ketenagaan, struktur organisasi, fasilitas sarana dan prasarana)
      3. Peta (map)/ denah rumah sakit, termasuk peta wilayah kerja
      4. Laptop

Output Kegiatan

      1. Peningkatakan pengetahuan sebelum dan sesudah
      2. Draft HDP/ dokumen HDP yang sesuai dengan template yang ada dan lebih lengkap dari sebelumnya

Peserta

      1. Tim Penyusun Hospital Disaster Plan
      2. Tim Akreditasi RS
      3. Perwakilan dari RS yang ditugaskan untuk menyusun HDP

Tenaga Konsultan dan Asisten Konsultan

      1. dr. Hendro Wartatmo, Sp.B-KBD
      2. dr. Handoyo Pramusinto, Sp.BS (K)
      3. dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
      4. dr. Bella Donna, M.Kes
      5. Sutono, S.Kp, M.Sc., M.Kep.
      6. Madelina Ariani, SKM, MPH
      7. Intan Anatasia, S.Farm, MSc. Apt

Tanggal Pelaksanaan

Paket Bimbingan Teknis Penyusunan Dokumen Hospital Disaster Plan:

      • Yogyakarta, Selasa – Kamis, 23 – 25 April 2018    Reportase
      • Yogyakarta, Selasa – Kamis, 11 – 12 Juli 2018
      • Yogyakarta, Selasa – Kamis, 18 – 20 September 2018
      • Yogyakarta, Selasa – Kamis, 13 – 15 November 2018

Jadwal dan Materi Kegiatan

*Jadwal kegiatan dan narasumber bisa berubah sewaktu-waktu

*Jadwal kegiatan dapat mundur/batal apabila kuota peserta tidak tercapai dan akan diinformasikan kepada peserta

Hari Pertama

Waktu

Materi/Kegiatan

08.00 – 09.00

Registrasi Ulang dan Check In Hotel

09.00 – 09.15

Sambutan dan Pembukaan

09.15 – 09.30

Pretest dan Coffee Break

09.30 – 10. 15

10.15 – 10. 45

Materi 1: Akreditasi dan Strategi Penyiapan HDP di RS

Diskusi

10.45 – 11.30

11.30 – 12.00

Materi 2:Overview Hospital Disaster Plan

Diskusi

12.00 – 13.00

ISHOMA

13.00 –  13.30

13.30 – 14.00

Materi 3: Komponen HDP

Diskusi

14.00 – 15.00

15.00 – 15.30

Materi 4: Logistik Medik dan Fasilitas

Diskusi

15.30 – 16.30

16.30 – 17.00

Materi 5: Pengorganisasian

Diskusi dan Penugasan

Hari Kedua

Waktu

Materi/Kegiatan

08.00 – 08.30

Photo Session

08.30 – 09.00

09.00 – 09.30

Materi 6: Analisis Risiko dan Hazard Mapping

Diskusi dan Penugasan

09.30 – 09.45

Coffee Break

09.45 – 10.15

10.15 – 10.30

Materi 7 : Penyusunan SOP

Diskusi dan Penugasan

10.30 – 12.00

Penyusunan Draft Hospital Disaster Plan

12.00 – 13.00

ISHOMA

13.00 – 14.30

Penyusunan Draft Hospital Disaster Plan

14.30 – 14.45

Coffee Break

14.45 – 15.30

Penyusunan draft Hospital Disaster Plan

15.30 – 16.30

16.30 – 17.00

Presentasi HDP

Diskusi

17.00 – 17.30

Post Test , Rencana Tindak Lanjut dan Penutupan

Hari Ketiga

Waktu

Materi/Kegiatan

08.00 – 09.00

Perjalanan kunjungan lapangan ke RS

09.00 – 09.20

Pembukaan di RS

          Pengantar

          Sambutan dan pembukaan

09.20 – 10.00

Presentasi tim HDP RS

10.00 – 11.00

Melihat dokumen HDP dan Fasilitas di RS

11.00 – 11.30

Diskusi

12.00 – 12.30

Perjalanan pulang ke hotel

12.30 – 13.30

ISHOMA

13.30

Check Out Hotel

     

Investasi Kegiatan

Paket I : Rp. 5.500.000,00,- (tidak menginap)

Paket II : Rp. 6.500.000,00,- ( Paket Menginap Twin Bed)

Paket III: Rp. 6.900.000,00,- (Paket Menginap Single Bed)

Diskon Rp 500.000,- untuk biaya investasi jika melakukan pendaftaran dan pembayaran 1 bulan sebelum tanggal acara berlangsung .

Biaya pendaftaran dapat di transfer melalui Virtual Account 98888-071720-10997 atas nama UGM FKU PKMK Dana Kerjasama Penelitian Umum.

*) Biaya investasi telah mencakup materi, foto kegiatan, sertifikat dan konsumsi selama pelatihan.

*) Peserta paling lambat membayar dan mengirimkan bukti bayar pada H-7 kegiatan.

*) Peserta dapat melakukan pembatalan keikutsertaan dan refund investasi kegiatan sebelum H-7 kegiatan, maka uang akan dikembalikan 100%. Jika lewat maka uang pendaftaran hanya dikembalikan sebesar 75%.

Informasi Pendaftaran

Intan Anatasia / Dewi Catur/Madelina Ariani
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Gedung IKM (sayap utara) Lt. 2
Fakultas Kedokteran UGM
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281
Telp/Fax      : 0274 – 549425
HP              : 087838679382/intan, 0818263653/dewi, 081215718330/madelina
Email           :[email protected]/[email protected]/[email protected]
Website Bencana Kesehatan: www.bencana-kesehatan.net

Reportase BIMBINGAN TEKNIS HOSPITAL DISASTER PLAN

bimtek hdp 1

Reportase

BIMBINGAN TEKNIS HOSPITAL DISASTER PLAN

 

Diselenggarakan oleh Divisi Manajemen Bencana Kesehatan,
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK), Fakultas Kedokteran,
Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada
23-25 April 2018


 bimtek hdp 1

Dok. PKMK FKKMK UGM
Foto bersama tim narasumber dan peserta

Bimbingan teknis series 2018 yang pertama diselenggarakan bulan ini (April), mengangkat tema HOSPITAL DISASTER PLAN. Kali ini Divisi Manajemen Bencana Kesehatan kedatangan tim rumah sakit jiwa dan rumah sakit umum tidak saja dari Jawa tetapi juga dari Kalimantan. Peserta berasal dari:

  1. RSJ Kalawa Atei, Kalimantan Tengah
  2. RSJ Prof. dr. Soerojo, Kabupaten Magelang
  3. RSUD Muntilan, Kabupaten Magelang
  4. RS Dr. Oen Solo Baru
  5. RS Samarinda Medika Citra, Samarinda

Seperti biasanya, bimtek ini berlangsung selama tiga hari yang terdiri dari 1 hari seminar dan workshop, 1 hari pedampingan, dan 1 hari kunjungan lapangan. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan berharap padatiga hari ini minimal untuk rumah sakit yang belum memiliki Hospital Disaster Plan dapat membuat draft sedangkan yang sudah memiliki Hospital Disaster Plan dapat melakukan perbaikan atau revisi.

Hospital Disaster Plan merupakan sistem yang tailor-made dan operasional sehingga penyusunan dan pelaksanaan sangat tergantung oleh masing-masing rumah sakit. Perkembangan selanjutnya tentang Hospital Disaster Plan sangat tergantung dari sosialisasi, pelatihan, monitoring, dan evaluasi dari masing-masing kebijakan rumah sakit. Untuk itu, melalui kegiatan ini Divisi Manajemen Bencana Kesehatan berharap dapat memfasilitasi lebih banyak rumah sakit dalam pengembagan Hospital Disaster Plan di Indonesia.

Berikut, dokumentasi kegiatan di hari pertama.

bimtek hdp 2

Dok. PKMK FKKMK UGM
Suasana pemberian materi oleh dr. Hendro Wartatmo, Sp.BD – KBD tentang Overview Hospital Disaster Plan

 bimtek hdp 3

Dok. PKMK FKKMK UGM
Pemaparan materi oleh dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK tentang logistic dan facilitas dalam HDP

bimtek hdp 4

Dok. PKMK FKKMK UGM
dr. Bella Donna, M.Kes memaparkan materi tentang HDP dalam Akreditasi dan SNARS, serta Analisis Risiko

 bimtek hdp 5

Dok. PKMK FKKMK UGM
Suasana pemberian materi oleh dr. Handoyo Pramusinto, Sp.BS(K) tentang Pengorganisasian

 bimtek hdp 6

Dok. PKMK FKKMK UGM
Suasana pemberian materi dan workshop oleh Madelina Ariani, SKM, MPH tentang perhitungan risiko dan penyusunan SOP dalam HDP

 

Dokumentasi Hari Kedua: penugasan dan presentasi

bimtek hdp 7

Dok. PKMK FKKMK UGM
Suasana paparan hasil penyusunan draft HDP oleh RS Muntilan

  bimtek hdp 8

Dok. PKMK FKKMK UGM
Suasana paparan hasil draft penyusunan HDP oleh RS Dr. Oen Solo

Paket Bimbingan Teknis dan Review Dokumen Hospital Disaster Plan

Term of Reference (TOR)

Paket Bimbingan Teknis dan Review
Dokumen Hospital Disaster Plan

Diselenggarakan Oleh:
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK)
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada


Pengantar

Rencana penanggulangan bencana di rumah sakit tertuang pada Undang-Undang RI No. 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, pasal 29 yang salah satu poinnya berbunyi bahwa “Rumah sakit mempunyai kewajiban memiliki sistem pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana”. Selain itu, dalam Pembahasan Akreditasi Rumah sakit tahun 2012 pada elemen penilaian akreditasi pada Standar Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) mengenai Kesiapan menghadapi bencana pada Standar MFK 6 menyatakan, “Rumah Sakit membuat rencana manajemen kedaruratan dan program penanganan kedaruratan komunitas, wabah dan bencana baik bencana alam atau bencana lainnya”. Salah satu elemen penilaian MFK 6 adalah rumah sakit telah mengidentifikasi bencana internal dan eksternal yang besar, seperti keadaaan darurat di masyarakat, wabah, dan bencana alam atau bencana lainnya serta kejadian wabah yang bisa menyebabkan terjadinya risiko yang signifikan.

Hospital Disaster Plan (HDP) atau Rencana Penanganan Bencana di rumah sakit merupakan salah satu bentuk kesiapan rumah sakit yang disusun dalam bentuk suatu dokumen yang berisikan rencana tindakan yang akan dilakukan, siapa yang akan melakukan, apa yang diperlukan, dan dengan cara bagaimana semuanya tersebut dilakukan dalam menghadapi bencana yang terjadi baik itu bencana internal maupun bencana eksternal.

Saat ini banyak rumah sakit yang memiliki dokumen atau draft HDP, terutama yang sudah atau yang akan menghadapi akreditasi. Namun, dokumen tersebut belum teruji keoperasionalannya, bahkan ada yang belum disosialisasikan. Harapannya, HDP tidak saja berakhir pada sebuah dokumen tetapi menjadi budaya di rumah sakit untuk keselamatan petugas dan pasien.

Berdasarkan hal tersebut, kami mengundang perwakilan atau tim penyusun HDP rumah sakit untuk mendapatkan bimbingan teknis dan review dokumen Hospital Disaster Plan.

Tujuan

Adapun tujuan dari kegiatan Bimbingan Teknis dan Review Hospital Disaster Plan ini dilakukan adalah:

  1. Peserta memahami bahwa Rencana Penanggulangan Bencana di rumah sakit (HDP) berbeda di tiap rumah sakit
  2. Peserta mampu menyempurnakan HDP RS berdasarkan template yang ada
  3. Peserta mampu membuat Plan of Action atau POA tentang HDP di RS ke depannya

Proses Kegiatan

  1. Bimbingan Teknis Penyusunan Dokumen Hospital Disaster Plan
    Paket ini ditujukan untuk rumah sakit yang belum mempunyai dokumen Hospital Disaster Plan dan membutuhkan berbagai materi mengenai Hospital Disaster Plan secara rinci. Pada hari pertama narasumber akan memberikan materi mengenai pengenalan awal HDP. Pada hari kedua narasumber akan memberikan materi mengenai HDP dan fasilitator akan mendampingi penugasan serta penyusunan dokumen HDP pada masing-masing rumah sakit. Pada hari ketiga peserta akan mempersentasikan hasil dari penugasan di hari kedua dan akan melakukan kunjungan lapangan ke Rumah Sakit yang telah memiliki dokumen Hospital Disaster Plan.
  2. Review Dokumen Hospital Disaster Plan
    Paket ini ditujukan untuk rumah sakit yang telah mempunyai dokumen Hospital Disaster Plan tetapi masih perlu diperbaiki agar dapat digunakan secara operasional sebagai dokumen yang baik. Pada hari pertama narasumber akan memberikan materi mengenai pengenalan awal HDP. Pada hari kedua peserta fokus melakukan penugasan dan penyempurnaan dokumen HDP masing-masing rumah sakit. Pada hari ketiga peserta akan mempresentasikan hasil dari review dokumen Hospital Disaster Plan serta akan melakukan kunjungan lapangan ke rumah sakit yang telah memiliki dokumen Hospital Disaster Plan.

Hal yang Perlu Dipersiapkan Oleh Peserta:

  1. Draft atau dokumen HDP
  2. Profil rumah sakit (Ketenagaan, struktur organisasi, fasilitas sarana dan prasarana)
  3. Peta (map)/ denah rumah sakit, termasuk peta wilayah kerja
  4. Laptop

Output Kegiatan

  1. Peningkatakan pengetahuan sebelum dan sesudah
  2. Draft HDP/ dokumen HDP yang sesuai dengan template yang ada dan lebih lengkap dari sebelumnya

Peserta

  • Tim Penyusun Hospital Disaster Plan
  • Tim Akreditasi RS
  • Perwakilan dari RS yang ditugaskan untuk menyusun HDP

Tenaga Konsultan dan Asisten Konsultan

  • dr. Hendro Wartatmo, Sp.B-KBD
  • dr. Handoyo Pramusinto, Sp.B
  • dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
  • dr. Bella Donna, M.Kes
  • Sutono, S.Kp, M.Sc., M.Kep.
  • Madelina Ariani, SKM, MPH
  • Intan Anatasia, S.Farm, MSc. Apt

Tanggal Penting

Paket Bimbingan Teknis Penyusunan Dokumen Hospital Disaster Plan:

  1. Yogyakarta, Selasa – Kamis, 17 – 19 April 2018
  2. Yogyakarta, Selasa – Kamis, 18 – 20 September 2018
  3. Yogyakarta, Selasa – Kamis, 13 – 15 November 2018

Paket Review Dokumen Hospital Disaster Plan

  1. Yogyakarta, Senin – Rabu, 29 – 31 Januari 2018
  2. Yogyakarta, Selasa – Kamis, 11 – 12 Juli 2018

Jadwal dan Materi Kegiatan

*Jadwal kegiatan dan narasumber bisa berubah sewaktu-waktu
*Jadwal kegiatan dapat mundur/batal apabila kuota peserta tidak tercapai (30 peserta) dan akan diinformasikan kepada peserta

Hari Pertama  
Waktu Materi/Kegiatan Narasumber/ Fasilitator  
14.00 – 15.00 Registrasi Ulang dan Check In Hotel Panitia  
15.00 – 15.30 Pembukaan: Pembagian Kelompok, Pre Test & Coffee Break dr. Bella Donna, M.Kes  

15.30 – 16.30

16.30 – 17.00

Materi 1: Strategi Penyiapan HDP di RS

Diskusi

PERSI YOGYAKARTA  
17.00 – 19. 00 Istirahat Sore dan Dinner    

19.00 – 20.00

20.00 – 20.30

Materi 2: Overview Hospital Disaster Plan

Diskusi

dr. Hendro Wartatmo, Sp.B-KBD  
Hari Kedua  
Waktu Materi/Kegiatan Narasumber/ Fasilitator  
08.00 – 08.30 Photo Session Panitia  

08.30 – 09.30

09.30 – 10.00

Materi 3: Pengorganisasian

Diskusi dan Penugasan

dr. Handoyo Pramusinto, Sp.BS.

Intan Anatasia N.P.,M. Sc. Apt.

 
10.00 – 10.15 Coffee Break    

10.15 – 11.15

11.15 – 12.00

Materi 4: Analisis Risiko dan Hazard Mapping

Diskusi dan Penugasan

dr. Bella Donna, M.Kes

Madelina Ariani, SKM.,MPH.

 
12.00 – 13.00 Ishoma (Lunch)    

13.00 – 14. 00

14.00 – 14.30

Materi 5: Logistik Medik dan Fasilitas

Diskusi dan Penugasan

dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK

Intan Anatasia N.P.,M.Sc. Apt.

 

14.30 – 15.30

15.30 – 16.00

Materi 6: Komponen HDP

Diskusi dan Penugasan

dr. Bella Donna, M.Kes

Madelina Ariani, SKM.,MPH.

 
16.00 – 16.15 Coffee Break    
16.15 – 17.00 Materi 7 : Penyusunan draft Hospital Disaster Plan Tim PKMK FK UGM  
17.00 – 19.00 Istirahat Sore dan Dinner    
19.00 – 19.30 Materi 8: Penyusunan SOP Tim PKMK FK UGM  
19.30 – 20.30 Presentasi Kelompok dan Diskusi Peserta  
20.30 – 20.40 Penutupan: Review, Plan Of Action dan Post Test dr. Bella Donna, M.Kes  
20.40– selesai Coffee Break dan Istirahat Panitia  
Hari Ketiga
Waktu Materi/Kegiatan Narasumber/ Fasilitator
08.00 – 09.00 Perjalanan kunjungan lapangan ke RS Panti Nugroho  
09.00 – 09.20

Pembukaan di RS Panti Nugroho

          Pengantar

          Sambutan dan pembukaan

dr. Bella Donna, M.Kes

Direktur RS Panti Nugroho

09.20 – 10.00 Presentasi tim HDP RS Ketua tim/ perwakilan tim HDP RS Panti Nugroho
10.00 – 11.00 Melihat dokumen HDP dan Fasilitas di RS Panti Nugroho Fasilitator RS Panti Nugroho
11.00 – 11.30 Diskusi Tim PKMK FK UGM dan RS Panti Nugroho
11.30 – 12.00 Rencana Tindak Lanjut dan Penutup dr. Bella Donna, M.Kes
12.00 – 12.30 Perjalanan pulang ke hotel Panitia
12.30 – 13.30 Ishoma dan Lunch Panitia
13.30 Check Out Hotel Panitia

 

Jadwal Kegiatan Paket Review HDP

Hari Pertama
Waktu Materi/Kegiatan Narasumber/ Fasilitator
12.00 – 13.00 Registrasi Ulang, Check In Hotel dan Lunch Panitia
13.00 – 13.15 Sambutan dan Pembukaan Kepala Divisi Management Bencana dr. Bella Donna, M.Kes

13.15 – 14.15

14.15 – 14.45

Materi 1: Overview Hospital Disaster Plan

Diskusi

dr. Hendro Wartatmo,Sp.B-KBD
14. 45 – 15.00 Coffee Break  

15.00 – 16. 00

16.00 – 16.30

Materi 3: Komponen HDP

Diskusi

dr. Bella Donna, M.Kes
16.30 – 17.30 Materi 4: Template HDP Madelina Ariani., MPH
17.30 – 19.00 Istirahat Sore dan Dinner Panitia

 

Hari Kedua
Waktu Materi/Kegiatan Narasumber/ Fasilitator
08.00 – 08.30 Photo Session Panitia

08.30 – 09.30

09.30 – 10.00

Review dan Penugasan penyusunan HDP (Komponen HDP,HVA, SOP, Formulir dan Tanda Fasilitas) Tim PKMK FK UGM
10.00 – 10.15 Coffee Break  
10.15 – 12.00 Review dan Penugasan penyusunan HDP (Komponen HDP,HVA, SOP, Formulir dan Tanda Fasilitas) Tim PKMK FK UGM
12.00 – 13.00 Ishoma (Lunch)  
13.00 – 14.00 Review dan Penugasan Penyusunan HDP (Komponen HDP,HVA, SOP, Formulir dan Tanda Fasilitas) Tim PKMK FK UGM
14.00 – 15.00 Presentasi Kelompok dan Diskusi Tim PKMK FK UGM
15.00 – 17.00 Finalisasi Dokumen HDP Tim PKMK FK UGM
17.00 – 19.00 Istirahat Sore dan Dinner Panitia

 

Hari Ketiga
Waktu Materi/Kegiatan Narasumber/ Fasilitator
08.00 – 09.00 Perjalanan kunjungan lapangan ke RS Panti Nugroho  
09.00 – 09.20

Pembukaan di RS Panti Nugroho

          Pengantar

          Sambutan dan pembukaan

dr. Bella Donna, M.Kes

Direktur RS Panti Nugroho

09.20 – 10.00 Presentasi tim HDP RS Ketua tim/ perwakilan tim HDP RS Panti Nugroho
10.00 – 11.00 Melihat dokumen HDP dan Fasilitas di RS Panti Nugroho Fasilitator RS Panti Nugroho
11.00 – 11.30 Diskusi Tim PKMK FK UGM dan RS Panti Nugroho
11.30 – 12.00 Rencana Tindak Lanjut dan Penutup dr.Bella Donna, M.Kes
12.00 – 12.30 Perjalanan pulang ke hotel Panitia
12.30 – 13.30 Ishoma dan Lunch Panitia
13.30 Check Out Hotel Panitia

 

Investasi Kegiatan

Bimbingan Teknis Dokumen Hospital Disaster Plan
Paket I : Rp. 5.500.000,00,- (tidak menginap)
Paket II : Rp. 6.400.000,00,- ( Paket Menginap Twin Bed)
Paket III: Rp. 6.900.000,00,- (Paket Menginap Single Bed)

Review Dokumen Hospital Disaster Plan
Paket I : Rp. 4.500.000,00,- (tidak menginap)
Paket II : Rp. 5.400.000,00,- ( Paket Menginap Twin Bed)
Paket III: Rp. 5.900.000,00,- (Paket Menginap Single Bed)

Diskon Rp 500.000,- untuk biaya investasi jika melakukan pendaftaran dan pembayaran 1 bulan sebelum tanggal acara berlangsung .
Biaya pendaftaran dapat di transfer melalui Bank BNI UGM Yogyakarta No. Rekening 0203024192 atas nama Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM.

*) Biaya investasi telah mencakup materi, foto kegiatan, sertifikat dan konsumsi selama pelatihan.
*) Peserta paling lambat membayar dan mengirimkan bukti bayar pada H-7 kegiatan.
*) Peserta dapat melakukan pembatalan keikutsertaan dan refund investasi kegiatan sebelum H-7 kegiatan, maka uang akan dikembalikan 100%. Jika lewat maka uang pendaftaran hanya dikembalikan sebesar 75%.

 

Informasi Pendaftaran


Intan Anatasia  / Dewi Catur/ Madelina Ariani
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Gedung IKM, Sayap Utara Lt. 2
Fakultas Kedokteran UGM
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281
Telp      : 0274 – 549425
HP        : Intan (087838679382), Dewi (0818263653)/D, (Madelina) 081215718330
Email     : [email protected]/dewicatur_w@ugm.ac.id/[email protected]
Website Bencana Kesehatan: www.bencana-kesehatan.net


TOR Pemantapan HDP dan Simulasi RSUD Ungaran RSUD Ungaran, Jawa Tengah

TERM OF REFERENCE (TOR)

Pemantapan HDP dan Simulasi RSUD Ungaran, Jawa Tengah

Selasa- Rabu 9-10 Agustus 2016 dan Senin, 15 Agustus 2016


 

Latar Belakang

Banyaknya korban yang datang ke rumah sakit saat bencana harus dapat diantisipasi, sehingga rumah sakit sebagai tempat rujukan bagi korban bencana harus mampu menjadi tempat yang aman dan layak untuk para pasien. Untuk meminimalkan risiko bencana, rumah sakit harus mempunyai perencanaan dan prosedur untuk penanganan bencana, sehingga dapat menangani korban dalam jumlah yang sangat banyak dalam situasi bencana bahkan dapat mengidentifikasi potensial terjadinya bencana di lingkungan rumah sakit. Rumah sakitdalam hal ini memegang peranan utama dalam kesiapan penanggulangan bencana dan dalam menangani korban bencana. Dua hal pokok yang harus dapat dilakukan oleh rumahsakit agar siap menghadapi bencana adalah dukungan kemampuan tehnis medis (Medical Support) dan dukungan kemampuan menejerial (Management Support).

Begitu penting rencana penanggulangan bencana bagi rumah sakit ini didukung dengan adanya Undang-undang RI No.44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, khususnya pada pasal 29 yang salah satu poinnya berbunyi bahwa “Rumah sakit mempunyai Kewajiban memiliki system pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana”. Selain itu, dalam Pembahasan Akreditasi Rumah sakit tahun 2012 pada elemen penilaian akreditasi pada Standar Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) mengenai Kesiapan menghadapi bencana pada Standar MFK 6 yang berbunyi “Rumah Sakit membuat rencana manajemen kedaruratan dan program penanganan kedaruratan komunitas, wabah dan bencana baik bencana alam atau bencana lainnya”. Salah satu elemen penilaian MFK 6 adalah rumahsakit telah mengidentifikasi bencana internal dan eksternal yang besar, seperti keadaaan darurat di masyarakat, wabah, dan bencana alam atau bencana lainnya serta kajadian wabah yang bisa menyebabkan terjadinya risiko yang signifikan.

Untuk menilai kesiapsiagaan penanggulangan bencana di rumah sakit maka perlu dilakukan simulasi. Simulasi bencana internal dan eksternal rumah sakit minimal dilakukan dua kali dalam satu tahun. Selain simulasi, untuk menguji dokumen Hospital Disaster Plan yang sudah dimiiliki perlu dilakukan review, tujuannya untuk menyesuaikan dengan perubahan yang berjalan di rumah sakit dengan SOP-SOP dan apa yang sudah tertulis di Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan pemantapan dokumen HDP dalam bentuk workshop dan review kembali.

Tujuan

Tujuan umum kegiatan ini adalah mereview dokumen dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana melalui simulasi yang pernah disusun oleh rumah sakit.

Tujuan khusus:

  1. Melakukan sosialisasi mengenai dokumen HDP kepada tenaga kesehatan dan staff di rumah sakit yang sebelumnya belum terlibat dalam penanggulangan bencana
  2. Menilai kebutuhan rumah sakit dalam penanggulangan bencana sesuai dengan perubahan lingkungan rumah sakit
  3. Melakukan simulasi bencana untuk menguji dokumen HDP
  4. Memberikan masukan untuk perbaikan dokumen dan pelaksanaan penanggulangan bencana di rumah sakit

Tempat dan Waktu Kegiatan

Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Sakit Daerah Umum Ungaran

Hari/tanggal   : 3 hari pelaksanaan

Waktu           : 09.00 – 16.00 WIB

Bentuk Kegiatan

Seminar, workshop dan simulasi

Tim Pendamping dari Divisi Manajemen Bencana, PKMK FK UGM

  1. dr. Hendro Wartatmo, Sp.BD(K)BD — HW
  2. dr. Handoyo Pramusinto, Sp.BS —- HP
  3. dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK —- SSD
  4. dr. Bella Donna, M.Kes —- BD
  5. Sutono, SKp, MSc —- ST
  6. Madelina Ariani, SKM, MPH — MA
  7. Intan Anatasia, Apt, MSc — IA

Rencana skenario

Pada pagi hari, Rabu 9 Agustus 2016, tiba-tiba terjadi hubungan arus pendek dan terjadi percikan api di ruang instalasi gizi rumah sakit Ungaran. Saat itu petugas gizi yang berada di instalasi gizi belum menyadari kejadian tersebut.

Dalam waktu 5 menit selanjutnya, keluar asap tebal dari ruang instalasi gizi, dan api mulai menjalar ke ruang dokter. Petugas di ruang dokter, radiologi, dan laboratorium baru menyadari dan panik karena kemudian terdengar bunyi ledakan serta muncul lidah api keluar dari ruangan tersebut. Terjadi kepanikan massal karena api mulai membesar dan menjalar ke ruangan dokter, radiologi, dan laboratorium.

Mengetahui ada kebakaran, pasien inap di lantai dua panik dan meminta untuk dievakuasi.

Kemudian beberapa media lokal datang untuk menghimpun berita langsung ke tempat kejadian. Selain itu, pada saat yang sama dari salah satu pengunjung rumah sakit merupakan seorang relawan dari LSM memiliki inisiatif ingin membantu penanganan kebakaran tersebut.

Kegiatan yang dikerjakan:

  1. Alarming (Early warning system)
  2. Aktivasi sistem
  3. Sistem komando
  4. Evakuasi
  5. Recording – Reporting
  6. Penanganan media dan relawan
  7. Evaluasi
  8. Rencana Tindak Lanjut

Jadwal Kegiatan

Pertemuan Sosialisasi dan Review HDP (Hari 1) Selasa, 9 Agustus 2016
Waktu Kegiatan Keterangan
08.00 – 08.30 Registrasi Peserta Panitia
08.30 – 08.50

Pembukaan

Tim RS dan PKMK FK UGM
08.50 – 09.00 Coffee Break Panitia

09.00 – 10.30

10.30- 11.00

11.00 – 11.30

11.30 – 12.00

12.00 – 12.30

  1. Kerangka Konsep dan Overview HDP
  2. Pengorganisasian dan Fasilitas
  3. Logistik
  4. Komponen HDP

Diskusi

  1. dr. Hendro Wartatmo, Sp.BD
  2. dr. Bella Donna, M.Kes
  3. dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
  4. Madelina Ariani, SKM,MPH
12.30 – 13.30 Istirahat, Sholat, Makan Siang

Panitia

13.30 – 14.30

Pemaparan Draft Hospital Disaster Plan Review oleh Tim PKMK FK UGM
14.30 – 16.00 Persiapan simulasi Tim PKMK FK UGM
    Reportase Kegiatan
Pertemuan Simulasi Bencana (hari 2) Rabu, 10 Agustus 2016
Waktu Kegiatan Tempat
07.00 – 09.00 Persiapan simulasi Aula RS
09.00 – 09.30 Brifing oleh tim RS dan PKMK Aula RS
09.30 – 10.00 Perpindahan tempat menuju titik simulasi (pengkondisian)  
10.00 – 12.00 Simulasi Ditempat yang ditentukan
12.00 – 13.00 Istirahat, makan, dan sholat Aula RS
13.00 – 15.00 Evaluasi Aula RS
15.00 – 16.00 Persiapan revisi untuk HDP hari 3 Aula RS
Pertemuan Revisi Dokumen HDP (hari 3) Senin, 15 Agustus 2016
Waktu Kegiatan Keterangan
08.30 – 09.00 registrasi Panitia
09.00 – 10.00 Pemaparan Draft Hospital Disaster Plan Review oleh Tim PKMK FK UGM
10.00 Coffee break  
10.00 – 11.30 Pengerjaan draft Hospital Disaster Plan Peserta dan Tim PKMK FK UGM
11.30 – 12.30 Istirahat, Sholat, Makan Siang Panitia
12. 30 – 15.00 Finalisasi draft Hospital Disaster Plan Peserta dan Tim PKMK FK UGM
15.00 Coffee break dan cetak dokumen Hospital Disaster Plan Panitia
15.00 – 16.00 Pengesahan revisidokumen Hospital Disaster Plan dan penutupan  

Reportase In House Training Hospital Disaster Plan RS Ken Saras Semarang

hdp-semarang

Reportase In House Training Hospital Disaster Plan RS Ken Saras Semarang

19 November 2015


hdp-semarang

Acara in House Training Hospital Disaster Plan (HDP) di RS Ken Saras Kabupaten Semarang diawali dengan pembukaan oleh Direktur Umum, SDM dan PP RS dr. Ajeg Tarius, Sp.PA. Beliau menyampaikan Terima kasih atas kesediaan tim dari Pusat Kebijakan Manajamen Kesehatan FK UGM  yang bersedia mendampingi RS Ken saras untuk Pelatihan HDP. Beliau berharap dengan adanya pelatihan ini rumah sakit lebih siap untuk menghadapi kejadian kegawatdaruratan dan bencana di rumah sakit. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh kepala divisi manajemen bencana PKMK FK UGM, dr. Bella Donna, M.Kes. Dalam sambutannya beliau berharap dengan pelatihan ini dapat meninjau kembali HDP yang sudah ada, dan akhirnya dokumen HDP yang ada dapat operasional.

Pelatihan HDP diawali dengan pembahasan mengenai kerangka konsep manajemen bencana yang disampaikan oleh dr Sulanto Saleh Danu, SP.FK.  Beliau menyampaikan bahwa manajemen bencana dilaksanakan pada 3 fase yaitu fase mitigasi dan kesiapsiagaan, fase tanggap darurat dan fase  pemulihan dan rehabilitasi. Sekarang terjadi perubahan paradigma dalam manajemen bencana yaitu dari merespon bencana menjadi mengurangi risiko bencana. Ada 7 prinsip dalam manajemen korban bencana yaitu adanya  command, safety, communication,assessment, triage, treatment, transfer.

Materi kedua disampaikan oleh dr, Hendro Wartatmo, SpB, KBD. Dalam presentasinya beliau menekankan bahwa kekacauan pasti akan terjadi ketika bencana, dengan perencanaan yang baik maka kekacauan yang ada dapat diminimalkan. Tujuan dari pembuatanHDP adalah agar rumah sakit  mampu menangani korban sehingga kesakitan dan kematian bisa ditekan serendah mungkin. Bagaimana caranya? Membuat prosedur tetap untuk menghadapi keadaan darurat, all hazard emergency operation plan, dan specific emergency operation plan sesuai dengan kondisi di sekitar rumah sakit.

Materi terakhir disampaikan oleh dr. Bella Donna, M.Kes yang menyampaikan tentang komponen HDP dan fasilitas. Beliau menyampaikan komponen-komponen dalam suatu HDP adalah adanya kebijakan, prosedur penanggulangan bencana, fasilitas, kartu tugas, dan form.  Fasilitas-fasilitas yang harus disiapkan oleh rumah sakit dalam penanggulangan bencana antara lain pos komando, ruang berkumpul relawan, discharge area, ruang media, dll.

Setelah pemberian materi pelatihan HDP, dilanjutkan dengan presentasi hospital disaster plan yang telah dibuat oleh RS Ken saras, dan diakhiri dengan review HDP oleh tim PKMK FK UGM.

Reportase: Oktomi Wijaya

Workshop Hospital Disaster Plan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kabupaten Ende

hosdip-ende

Workshop Hospital Disaster Plan

(Penyusunan Rencana Penanganan Bencana di Rumah Sakit)

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Ende

 Selasa- Jumat, 13, 15-17 Oktober 2015


hosdip-ende

TUJUAN

Adapun tujuan dari kegiatan In House Training ini dilakukan adalah :

  1. Peserta memahami bahwa Rencana Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit (HDP) berbeda di tiap Rumah Sakit

  2. Peserta di RS mampu membuat Plan of Action atau POA sampai operasional.

  3. Peserta di RS mampu memahami pembuatan HDP berdasarkan template yang ada.

  4. Setelah in-house training peserta mampu mempraktekkan HDP.

 

PROSES KEGIATAN

Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 3 hari yaitu

  1. Hari pertama   : pembukaan, materi, dan penugasan kelompok

  2. Hari kedua      : presentasi, peninjauan situasi RS, penugasan kelompok

  3. Hari Ketiga      : finalisasi draft HDP

 

TEMPAT

Tempat pelaksanaan In House Training adalah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ende

 

TENAGA KONSULTAN

  1. Dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK

  2. Dr. Bella Donna, M.Kes

  3. Dr. Handoyo Pramusinto, SpBS

  4. Syahirul Alim, SKp, Ns, MSc, PhD

  5. Madelina Ariani, SKM, MPH

  6. Oktomi Wijaya, SKM, MSc

 

DOKUMEN HDP RSUD KABUPATEN ENDE

Silakan di download pdf

 

TOR KEGIATAN

Silakan di download pdf

Reportase H2: WORKSHOP HOSPITAL DISASTER PLAN Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Ende

Reportase

WORKSHOP HOSPITAL DISASTER PLAN           

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Ende

Pada workshop hari ke-2 diawali pemaparan penetapan fasilitas untuk penanggulangan bencana di rumah sakit yang disampaikan oleh dr. Bella Donna, M.Kes. Dalam pemaparannya beliau menekankan rumah sakit perlu menentukan fasilitas-fasilitas yang diperlukan dalam penanggulangan bencana. Fasilitas yang perlu disiapkan antara lain fasilitas umum seperti ruang komando dan alat komunikasi. Selain itu, rumah sakit juga perlu merencanakan untuk fasilitas penanganan korban seperti area triase merah, kuning dan hijau serta fasilitas penunjang.

Setelah penetapan fasilitas dilakukan, maka dilakukan peninjauan fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah Ende. Fasilitas yang sudah ditetapkan adalah sebagai berikut:

No

Fasilitas Yang disiapkan untuk Bencana

Ruangan Sehari – hari

1

Pos Komando

Ruang Pertemuan Lantai 2

2

Ruang Media

Ruang Pengurus Barang

3

Ruang informasi

Ruang Tata Usaha

4

Staging Area/Tempat Kumpul Relawan

Rumah dinas Dokter

5

Ruang Triage                 

       Merah

       Kuning

       Hijau

       Hitam

UGD

Poliklinik

Parkiran Motor

Kamar Jenazah

6

Titik Kumpul

Asrama Putri, Taman Teletabis, Parkiran depan UGD dan Taman DOA depan Nifas 3

7

Discharge Area / Ruang Pemulangan

Rumah Tunggu Ngai Sia

8

Area Dekontaminasi

Gerbang Timur RSUD Ende

 

Setelah penetapan fasilitas untuk penanggulangan bencana selesai dilakukan, workshop hari kedua dilanjutkan dengan Focus Group Discussion pembentukan sistem komando  penanggulangan bencana di rumah sakit. Tim Penyusun HDP bersama-sama  menentukan Sistem komando di rumah sakit dipimpin oleh seorang tim ketua penanggulangan bencana di rumah sakit dan membawahi 4 bidang yaitu operasional, logistik, perencanaan dan keuangan.

Reporter : Oktomi Wijaya

TOR Hosdip NTT

TERM OF REFERENCE (TOR)

WORKSHOP HOSPITAL DISASTER PLAN           

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Ende

 

Rumah Sakit Daerah Kabupaten Ende

Selasa, Kamis, Jumat, 13, 15-16 Oktober 2015

 

 

LATAR BELAKANG

Lebih dari 80 %wilayah Indonesia berada pada status rawan bencana. Selain itu, ancaman kecelakaan transportasi, konfilik sosial, dan wabah penyakit juga menjadi ancaman serius diseluruh wilayah Indonesia. Kejadian-kejadian ini dapat menjadi ancaman internal dan eksternal bagi sebuah rumah sakit sehingga apabila rumah sakit tidak siap menghadapinya akan terjadilah kekacauan. Sayangnya hampir seluruh rumah sakit di Indonesia belum sepenuhnya dapat menangani korban bencana dengan cepat dan tepat. Hal ini terjadi karena fungsi, struktur, medical support, dan manajemen support yang kolaps.

Rumah sakitdalam hal ini memegang peranan utama dalam kesiapan penanggulangan bencana. Dua hal pokok yang harus dapat dilakukan oleh rumahsakit agar siap menghadapi bencana adalah dukungan kemampuan tehnis medis (Medical Support) dan dukungan kemampuan manejerial (Management Support).

Begitu penting rencana penanggulangan bencana bagi rumah sakit ini didukung oleh adanya Undang-undang RI No.44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, khususnya pada pasal 29 yang salah satu poinnya berbunyi bahwa “Rumah sakit mempunyai Kewajiban memiliki sistem pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana”. Selain itu, dalam Pembahasan Akreditasi Rumah sakit tahun 2012 pada elemen penilaian akreditasi pada Standar Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) mengenai Kesiapan menghadapi bencana pada Standar MFK 6 yang berbunyi “Rumah Sakit membuat rencana manajemen kedaruratan dan program penanganan kedaruratan komunitas, wabah dan bencana baik bencana alam atau bencana lainnya”. Salah satu elemen penilaian MFK 6 adalah rumahsakit telah mengidentifikasi bencana internal dan eksternal yang besar, seperti keadaaan darurat di masyarakat, wabah, dan bencana alam atau bencana lainnya serta kajadian wabah yang bisa menyebabkan terjadinya risiko yang signifikan.

Penanggulangan bencana dalam hal ini dituangkan dalam hospital disaster plan(HDP). Hospital Disaster Plan atau Rencana Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit merupakan salah satu bentuk kesiapan rumah sakit yang disusun dalam bentuk suatu dokumen yang berisikan rencana tindakan yang akan dilakukan, siapa yang akan melakukan, apa yang diperlukan, dan dengan cara bagaimana semuanya tersebut dilakukan dalam menghadapi bencana yang terjadi baik itu bencana internal di rumah sakit maupun bencana eksternal.

Program pelatihan langsung di rumah sakit (In House Training) bagi tim penyusun Hospital Disaster Plan (HDP), sengaja dibuat agar tim penyusun bisa langsung membuat dengan melihat keadaan rumah sakit mereka sendiri karena masing-masing rumah sakit berbeda HDP-nya. Ini semua dilakukan agar para fasilitator dapat membantu rumah sakit dalam membuat HDP yang Operasional dengan langsung melakukan pelatihan di Rumah Sakit yang akan membuat HDP.

Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan (PMPK) FK UGM dalam hal ini akanmelakukan pendampingan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Ende untuk mengadakan In House Training guna membuat penyusunan rencana penanganan bencana di rumah sakit (HDP) berdasarkan modul yang disusun oleh PKMK FK UGM. Melalui kegiatan ini diharapkan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Endedapat memiliki dokumen HDP yang operasional

TUJUAN

Adapun tujuan dari kegiatan In House Training ini dilakukan adalah :

  1. Peserta memahami bahwaRencana Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit (HDP)berbeda di tiap Rumah Sakit
  2. Peserta di RS mampu membuat Plan of Action atau POA sampai operasional.
  3. Peserta di RS mampu memahami pembuatan HDP berdasarkan template yang ada.
  4. Setelah in-hpeserta mampu mempraktekkan HDP.

PROSES KEGIATAN

Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 3 hari yaitu

  1. Hari pertama : pembukaan, materi, dan penugasan kelompok
  2. Hari kedua : presentasi, peninjauan situasi RS, penugasan kelompok
  3. Hari Ketiga: finalisasi draft HDP

TEMPAT

Tempat pelaksanaan In House Trainingadalah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Kabupaten Ende

PESERTA (TIM PENYUSUN HDP):

  1. Terdiri dari 20-25
  2. Terbagi dalam 4 kelompok yaitu :

1) Unsur Pimpinan :

Terdiri atas: Direktur, Direktur Pelayanan, Direktur Penunjang, Komite Medik

2) Operasional :

Terdiri atas: Kepala IGD, Dokter Umum IGD, Perawat IGD, Bidan, SMF Bedah, SMF Anestesi, Keperawatan, K3, IBS

3) Logistik :

Terdiri atas: IPSRS, IFRS, Rumah Tangga, Gizi

4) Perencanaan (Planning) dan Keuangan (Finance):

Perencanaan terdiri atas: pelayanan medik, diklat; dan Keuangan terdiri atas: administrasi dan keuangan, Medical Record

5) Security dan tim

 

TENAGA KONSULTAN

  1. Dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
  2. Dr. Bella Donna, M.Kes
  3. Dr. Handoyo Pramusinto, SpBS
  4. Syahirul Alim, SKp, Ns, MSc, PhD
  5. Madelina Ariani, SKM, MPH
  6. Oktomi Wijaya, SKM, MSc

AGENDA KEGIATAN

Hari 1, Selasa 13 Oktober 2015

Waktu

Kegiatan

Keterangan

08.00 – 09.00

Registrasi Peserta

Panitia

09.00 – 09.15

Pembukaan

Tim RS dan PKMK FK UGM

09.15 – 09.30

Coffee Break

Panitia

09.30 – 09.50

09.50 – 10.10

10.10 – 10.30

10.30 – 10.50

10.50 – 11.20

11.20 – 11.50

  1. Kerangka Konsep Bencana dan Manajemen Bencana
  1. Analisis Risiko Bencana di Rumah Sakit
  1. Overview dan pengorganisasin HDP
  2. Komponen HDP
  1. Perencanaan jalur evakuasi dalam situasi darurat dan bencana

Diskusi

  1. Syahirul Alim, PhD

11.50 – 12.30

FGD Penyusunan SOP

Seluruh Peserta dan Narasumber

Moderator:
Madelina Ariani, SKM, MPH

Notulen:
Oktomi Wijaya, SKM, MSc

12.30 – 13.30

ISHOMA

Panitia

13.30 – 15.00

Penyusunan SOP

  1. Koordinasi Tim
  2. Operasional
  3. Logistik
  4. Perencanaan dan Pembiayaan

 

  1. Oktomi Wijaya, SKM, MSc
  2. Madelina Ariani, SKM, MPH

15.00 – 15.15

Coffee Break

Panitia

15.15 – 15.30

Persiapan Hari ke-II

Narasumber

Hari 2, Kamis, 15 Oktober 2015

Waktu

Kegiatan

Keterangan

09.00 – 09.30

Penetapan Fasilitas

dr. Bella Donna, M.Kes

09.30 – 10.00

diskusi

Narasumber dan peserta

10.00 – 10.15

Coffee Break

Panitia

10.15 – 11.30

Peninjauan Situasi Rumah Sakit dan Penempelan Label Ruangan

Seluruh peserta dan Narasumber

11.30 – 13.00

ISHOMA

Panitia

13.00 – 14.30

Penugasan

Narasumber dan peserta

14.30 – 15.00

Persiapan hari ke III

Narasumber

 

reportase

 

Hari 3, Jumat, 16 Oktober 2015

Waktu

Kegiatan

Keterangan

08.00 – 09.30

Presentasi grup dan diskusi

Peserta

09.30 – 09.45

Coffee Break

Panitia

09.45 – 11.30

Melanjutkan penugasan kelompok

Peserta

11.30 – 13.00

ISHOMA

Panitia

13.00 – 14.00

Melanjutkan penugasan

Narasumber

14.00 – 15.00

Finalisasi dokumen dan penyusunan PoA

Narasumber

15.00 – 15.15

Coffee Break

Panitia

15.15 – 15.30

Closing

Tim RS dan PKMK FK UGM

 

 

WORKSHOP KLASTER KESEHATAN DAN TRANSPORTASI DALAM PENANGGULANGAN BENCANA GEMPA BUMI DI KABUPATEN ENDE

Kerangka Acuan Kegiatan

WORKSHOP KLASTER KESEHATAN DAN TRANSPORTASI DALAM PENANGGULANGAN BENCANA GEMPA BUMI DI KABUPATEN ENDE

Diselenggarakan oleh
CaRED Program bekerjasama dengan Divisi Manajemen Bencana Kesehatan
Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Hotel Grand Wisata di Ende
Senin 12 Oktober 2015

PENGANTAR

Kabupaten Ende menjadi salah satu tempat penelitian sekaligus pendampingan untuk upaya kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana yang dipilih oleh CaRED program, tentunya dengan mempertimbangkan jenis bencana dan tingkat kerawanan dan risiko bencana yang tinggi di kawasan timur Indonesia. Tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan kegiatan tersebut, hasil penelitian untuk kesiapsiagaan penanggulangan bencana sektor kesehatan di Kabupaten Ende masih terbilang rendah. Pada dasarnya dinas kesehatan dan rumah sakit di Kabupaten Ende telah memiliki dokumen perencanaan menghadapi bencana tetapi secara komponen di dalamnya masih belum pernah diuji keoperasionalannya. Berdasarkan hal tersebutlah pada tahun kedua ini dilaksanakan workshop secara khusus untuk sektor kesehatan dalam penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Kabupaten Ende.

Sejak tahun 2014, penanggulangan bencana di Indonesia telah menggunakan basis klaster. Salah satu klaster penanggulangan bencana yang dikembangkan adalah klaster kesehatan. Pendekatakan berbasis klaster adalah upaya penanggulangan bencana yang dilakukan oleh banyak pihak yang memiliki fungsi sama. Dalam klaster kesehatan, siapa saja yang melaksanakan fungsi layanan kesehatan dalam penanggulangan bencana akan berkumpul dalam klaster kesehatan ini. Di pusat atau secara nasional yang menjadi koordinator klaster kesehatan adalah Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan (PPKK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sedangkan di daerah baik itu provinsi, kabupaten, dan kota maka Dinas Kesehatanlah yang menjadi koordinator klaster kesehatan dibawah komando Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan no. 64 tahun 2013 tentang Penanggulangan Krisis Kesehatan, telah diatur tugas Dinas Kesehatan dalam penanganan bencana dan krisis kesehatan di daerah yang dibagi menjadi tiga fase (pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana). Salah satu tugas Dinas Kesehatan pada pra bencana adalah penyusunan rencana kontijensi dan operasi penanganan krisis kesehatan di daerahnya serta melaksanakan sosialisasi penyusunan rencana penanganan bencana bagi rumah sakit-rumah sakit yang ada di wilayah kerjanya.

Begitu penting rencana penanggulangan bencana bagi rumah sakit ini didukung oleh adanya Undang-undang RI No.44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, khususnya pada pasal 29 yang salah satu poinnya berbunyi bahwa “Rumah sakit mempunyai Kewajiban memiliki sistem pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana”. Selain itu, dalam Pembahasan Akreditasi Rumah sakit tahun 2012 pada elemen penilaian akreditasi pada Standar Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) mengenai Kesiapan menghadapi bencana pada Standar MFK 6 yang berbunyi “Rumah Sakit membuat rencana manajemen kedaruratan dan program penanganan kedaruratan komunitas, wabah dan bencana baik bencana alam atau bencana lainnya”. Salah satu elemen penilaian MFK 6 adalah rumah sakit telah mengidentifikasi bencana internal dan eksternal yang besar, seperti keadaaan darurat di masyarakat, wabah, dan bencana alam atau bencana lainnya serta kajadian wabah yang bisa menyebabkan terjadinya risiko yang signifikan.

Saat ini dengan adanya penilaian akreditasi bagi puskesmas maka rencana penanganan bencana dan krisis kesehatan juga menjadi isu salah satu poin penilaian. Terlepas dari masalah akreditasi, puskesmas sudah seharusnya menyiapkan rencana, sumber daya, komunikasi, dan fasilitas dalam menghadapi kemungkinan bencana dan krisis kesehatan yang ada di wilayah kerja dan sekitarnya sebab puskesmas akan menjadi pusat layanan pertolongan dan kesehatan utama bagi korban sebelum bantuan datang dari luar. Hal ini menjadi hal yang serius, terutama bagi puskesmas yang jauh akses dari kabupaten/kota, dimana puskesmas harus mampu bertahan untuk melakukan layanan kesehatan bagi korban sebelum bantuan dari luar sampai.

Berdasarkan hal-hal diatas maka disadarilah pentingnya upaya penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerah. Hal ini tidak bisa serta merta dibuat mandiri oleh Dinas Kesehatan. Untuk itu diperlukan pembuatan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan oleh semua pihak baik dalam dan luar bidang kesehatan.

TUJUAN

Tujuan umum kegiatan ini adalah tersusunya rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan untuk Kabupaten Ende.

Tujuan khususnya adalah:

  1. Mempertemukan Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas, LSM, dan BPBD untuk bersama menyusun rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan untuk Kabupaten Ende
  2. Peserta memahami pendekatan klaster kesehatan untuk penyusunan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan untuk Kabupaten Ende
  3. Terbentuknya Plan of Action (PoA) untuk penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Kabupaten Ende

 

PESERTA

Peserta kegiatan ini terdiri dari:

  • Kepala BPBD Kabupaten Ende
  • Bidang Kesiapsiagaan dan Kegawatdaruratan BPBD Kabupaten Ende
  • Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende
  • Bidang Wabah dan Bencana Dinas Kesehatan Kabupaten Ende
  • Direktur RSUD Kabupaten Ende
  • Kepala IGD dan tim penanggulangan bencana RSUD Kabupaten Ende
  • Kepala Puskesmas yang di Kota Ende (bilamana bersedia)
  • Staff dari masing-masing Puskesmas di Kabupaten Ende (bilamana bersedia)
  • Bappeda Kabupaten Ende (2 Peserta)
  • PMI (2 peserta)
  • Dinas Perhubungan (2 Peserta)
  • Dinas Pendidikan Dasar (Guru) (3 Peserta)
  • Dinas Pariwisata (2 Peserta)
  • Pemilik Hotel (3 Peserta)

 

JADWAL KEGIATAN

Senin 12 Oktober 2015

Kegiatan

pukul

keterangan

Pembukaan rangkaian acara Community Development kerjasama UGM – BPBD – Dinas PU – Dinas Kesehatan – RSUD

08.45 – 09.00

Laporan panitia (Tim UGM)

09.00 – 09.15

Sambutan dari Perwakilan CaRED UGM

09.15 – 09.30

Sambutan dan pembukaan acara oleh perwakilan Bupati Kab. Ende

reportase

Coffee Break

09.30 – 09.45

 

Pembicara 1:

Situasi kesiapsiagaan Kabupaten Ende menghadapi bencana dan krisis kesehatan saat ini

09.45 – 10.15

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende

Pembicara 2:

Tantangan pelaksanaan koordinasi layanan kesehatan terkait bencana di Kabupaten Ende

10.15 – 10.45

BPBD Kabupaten Ende

Pembicara 3 :

Perencanaan evakuasi saat terjadi bencana gempa

10.45 – 11.15

FT UGM (Ir. Djoko Murwono, M.Sc.)

Pembicara 4:

Kebijakan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Indonesia termasuk pendekatan klaster

11.15 – 11.45

FK UGM (dr. Bella Donna, M.Kes)

Diskusi

11.45 – 12.15

Moderator:

Adam Pamudji Rahardjo, PhD

 

reportase

ISHOMA

12. 15 – 13.15

Panitia

Pembicara 5:

Perhitungan risiko kesehatan dan bencana di daerah termasuk kontijensi plan sektor kesehatan.

13. 15 – 13.45

FK UGM (Syahirul Alim, SKp, Ns, M.Sc, PhD)

Pembicara 6:

Dokumen perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerah (regional disaster plan in health sector)

13.45 – 14.15

FK UGM (dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK)

Diskusi

14.15 – 14.45

Moderator: dr. Bella Donna, M.Kes

 

reportase

Coffe Break

   

Pembuatan PoA

14.45 – 15.30

Fasilitator

  1. Madelina Ariani, SKM, MPH
  2. Oktomi Wijaya, SKM, MSc

Presentasi

15.30 – 15.45

Fasilitator dan Narasumber

Penutupan

15.45 – 16.00

Adam Pamudji Rahardjo, PhD

 

reportase

 

PEMATERI DAN FASILITATOR

  • Pemateri dan tim dalam kegiatan ini adalah:
  • Ir. Djoko Murwono, M.Sc.
  • dr. Bella Donna, M.Kes
  • dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
  • Syahirul Alim, SKp, Ns, MSc, PhD
  • Madelina Ariani, SKM, MPH
  • Oktomi Wijaya, SKM, MSc

  PENUTUP

Demikian kerangka acuan kegiatan untuk workshop klaster kesehatan dalam penanggulangan bencana dan krisis kesehatan untuk Kabupaten Ende kami buat. Harapannya, workshop ini bermanfaat bagi penyelenggara dan peserta sehingga tujuan umum dan khusus dapat tercapai sesuai dengan harapan.