TOT Makasar Hari Ke-2

Mengawali kegiatan hari kedua dengan adanya refleksi dari materi hari pertama oleh 4 peserta. Review belajar yang diterima mengenai kebijakan penanggulangan bencana di Indonesia tentang UU no 36, Indonesia sumber bencana karena letak geografis, adanya konflik internal, serta pengetahuan yang kurang tentang bencana. Dalam penanganan bencana ada istilah prabencana, saat bencana, pasca bencana. Dengan adanya Hosdip, diharapkan dapat menangani bencana baik internal maupun eksternal, jadi RS perlu membuat  Hosdip, serta membuat pemetaan untuk menghadapi adanya bencana. Setelah review yang disampaikan oleh peserta, dilanjutkan dengan sesi materi.
 

Materi pertama, disampaikan oleh President Asian Hospital Federation (AHF), dr. Adib Abdullah Yahya, MARS dengan materi “Manajemen RS dalam Penanggulangan Bencana”. Beliau menjelaskan bahwa dalam keadaan bencana rumah sakit harus mempunyai kesiapan pada fase pra bencana (preparedness) dan fase bencana (respon). Setiap rumah sakit harus memiliki Hazard mapping atau pemetaan daerah rawan bencana serta beberapa hal yang harus dipersiapkan rumah sakit antara lain pusat komando, system komunikasi, manajemen lalu lintas, keamanan, pengunjung, sukarelawan, penerimaan korban, lokasi utama di rumah sakit, tim lapangan, daftar kontak, rumah sakit yang terisolasi dan training. Selain itu juga, beliau menjelaskan tentang perencanaan untuk penanggulangan bencana internal dan eksternal.

Download Materi

 
Dilanjutkan dengan materi kedua, yang disampaikan oleh pemateri yang sama yaitu dr. Adib Abdullah Yahya, MARS. Pada materi yang kedua beliau menjelaskan tentang “Dasar-dasar organisasi”. Tujuan pembelajaran dari materi ini adalah agar mampu melaksanakan pengorganisasian yang tepat dari semua unsur yang ada di rumah sakit guna memaksimalkan kinerja dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien/korban akibat bencana, mampu menyusun struktur organisasi Hospital Disaster Plan dan mengimplementasikan sistem pengendalian serta mengkoordinir unsur-unsur operasional, logistik, perencanaan dan keuangan. Pada sesi ini, peserta juga dibekali tentang prinsip-prinsip pengorganisasian pada saat bencana, sistem pengendalian di rumah sakit, uraian tugas dari tiap komponen organisasi, kartu tugas (job action sheets) merupakan komponen yang menjelaskan respon baik pejabat termasuk staf yang ada dibawahnya. Diakhir sesi kedua, peserta diberi penugasan. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok untuk membahas 3 permasalahan yang diberikan, yaitu tentang struktur organisasi tim penanggulangan bencana di rumah sakit dengan menggunakan metode “crosswalk”, kemudian mengaktifkan tim bencana rumahsakit diluar jam kerja saat ada peringatan terjadi kecelakaan pesawat, dan kesiapsiagaan  menghadapai  banjir, wabah muntaber, kerusuhan massal, dan letusan gunung berapi. Setelah peserta membahas permasalahan dalam kelompok, kemudian dibahas tiap kelompok didepan kelas.

Download Materi

Sesi ketiga dilanjutkan dengan materi “Monitoring dan evaluasi Hospital Disaster Planning (HDP)”, disampaikan oleh pemateri yang sama, dr. Adib Abdullah Yahya, MARS. Pada sesi ini diharapkan peserta memahami pentingnya pelatihan/exercise secara benar untuk Hosdip dalam rangka uji coba, monitoring dan evaluasi dalam rangka tersusunnya Hosdip yang dapat diterapkan di rumah sakit. Selain itu, diharapkan peserta mampu menyusun program pelatihan secara bertahap dan berkala, serta mengevaluasi kondisi rumah sakit disesuaikan dengan tuntutan Hosdip pada tingkat kesiapan rumah sakit menghadapi bencana dan melakukan revisi Hosdip yang sudah ada. Dalam materi ini peserta diberikan penjelasan tentang program evaluasi latihan dan insiden, metodologi, tujuan, Latihan dan Evaluasi Insiden, Jenis latihan, serta Proses Evaluasi Latihan dan Insiden.

Download Materi

 
Sesi keempat dilanjutkan oleh dr. Muh. Nur Alim M., Sp. BTKV dengan materi ”Analisis Risiko Bagi Rumah Sakit pada Kejadian Bencana”. Pada sesi ini diharapkan peserta mampu melakukan analisis risiko pada kejadian bencana baik yang terjadi di rumah sakit maupun diluar rumah sakit yang dapat digunakan untuk menyusun perencanaan rumah sakit dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana. Selain itu, peserta diharapkan mampu melakukan identifikasi karakteristik  kejadian bencana  dan potensi kerusakan yang terjadi, melakukan analisis risiko terjadinya  krisis kesehatan akibat  bencana, serta mengidentifikasi dan melakukan analisis kebutuhan rumah sakit  untuk penanganan krisis kesehatan akibat bencana. Pada sesi ini, dibahas juga tentang penanganan di lokasi bencana dan lapangan, pengiriman tim kelapangan untuk bencana, evakuasi pasien pada bencana di rumah sakit serta penanganan pengungsi.

Download Materi

Sesi terakhir ditutup oleh materi Dasar-Dasar Logistik oleh dr. Ari Prasetyojati, Sp.EM. Tujuan dari penyampaian materi ini adalah diharapkan  peserta mampu memahami dasar-dasar logistik (perbekalan kesehatan), mampu melakukan pendampingan dalam pembuatan SOP, mampu melakukan pendampingan dalam pembuatan SOP mengenai pembuatan perencanaan kebutuhan logistic, mampu melakukan pendampingan dalam pembuatan SOP mengenai pengadaan logistic, mampu melakukan pendampingan dalam pembuatan SOP mengenai penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, pendistribusian, pencatatan, pelaporan dan penghapusan logistic. Dalam penjelasan beliau, kita bisa ketahui tentang penilaian jumlah sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang tersedia di rumah sakit yang berhubungan dengan logistic, dan Pembuatan perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, pendistribusian Pencatatan dan pelaporan serta penghapusan kebutuhan logistik

Download Materi

Gallery Kegiatan Hari Ke 2

{gallery}tot_m2{/gallery}

{jcomments on}

TOT Makasar Hari Ke-1

Sebelum memulai sesi materi, dilangsungkan Sesi Perkenalan yang di buka oleh Natsir, S.Pd, M.M, Pusdiklat Aparatur Kemenkes RI. Hal ini bertujuan agar para peserta dengan tim saling mengenal. Sesi perkenalan selanjutnya diteruskan dengan permainan pindah tempat duduk berdasarkan identitas masing-masing peserta. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian dua kelompok untuk menyusun paku oleh masing-masing kelompok.
 
Kemudian dilanjutkan dengan Fear and Expectation. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk melihat sebuah film bersama-sama yaitu mengenai Fear and Expectation. dr. Bella Dona, M.Kes memfasilitasi peserta untuk mengungkapkan kekhawatiran dalam mengikuti pelatihan ini. Sejak mulai dari mendapatkan undangan, kemudian datang pada pelatihan ini. Setelah itu, peserta juga diminta untuk menuliskan mengenai harapan dalam mengikuti proses dan/atau setelah mengikuti pelatihan ini. Kesimpulan dari hasil Fear and Expectation asalah Kurang PD, tanggung jawab, pesimis, bosan bisa ditanggulangi dengan komitmen yang jelas. Komitmen ini bisa membuat kita menjadi trainer yang handal sehingga kita mampu membangun siaga bencana dan dibantu pemerintah dalam hal anggaran

 

Pada sesi pertama, materi pembuka disampaikan oleh dr. Soeko Kementerian Kesehatan mengenai Kebijakan Kementerian Kesehatan dalam Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit. Beliau menyampaikan kebijakan penanggulangan bencana di Indonesia, peran aktif rumah sakit dalam penanganan bencana, pengembangan jejaring rumah sakit untuk kedaruratan medic dan bencana. Beliau menjelaskan bahwa dalam system jejaring, IGD merupakan penanggung jawab system di rumah sakit, dalam jejaring ini, apabila terjadi bencana, maka IGD di rumah sakit terbesar menjadi pusat dan memimpin dalam system informasi jejaring.

Download Materi

 
Sesi kedua mengenai Kebijakan dan Strategi Nasional dalam Penanggulangan bencana. Materi sesi kedua ini disampaikan oleh dr. Indro Murwoko dari Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan. Beliau menjelaskan tentang Kebijakan dalam penanggulangan bencana, keberadaan dan peran dari PPKK yang berada dibawah sekretaris Jenderal Secara Administrasi, Tugas dan Fungsi dari PPKK dalam menanggulangi bencana yang terjadi.

Download Materi

Gallery Kegiatan Hari Ke 1

{gallery}tot_m1{/gallery}

{jcomments on}

TOT Makasar

alt

TRAINING OF TRAINER

Peningkatan Kapasitas SDM dalam Penyusunan Perencanaan
Rumah Sakit dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana

Makasar, 20 – 23 Juli 2011

alt

Pengantar

Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan WHO, USAID dan Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan (PMPK)  FK  UGM menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) Kapasitas Petugas Dalam Perencanaan Rumah Sakit Dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana, yang dilaksanakan pada tanggal 20-23 Juli 2011. Pelatihan ini bertempat di Hotel Aryaduta Sulawesi Selatan, Makasar. Tujuannya adalah agar peserta mampu mendampingi penyusunan dokumen perencanaan penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana di rumahsakit. Peserta acara ini berjumlah 14 peserta yang berasal dari   IDI, Fakultas Kedokteran, Dinkes Provinsi, RS Provinsi, Dinkes Kab/Kota, dan RS Kab/Kota. Kegiatan dibuka secara resmi  oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah. Sambutan pembuka beliau berharap semoga dengan ikut TOT ini, peserta mampu menjadi trainer dan dapat out put mengenai penanganan bencana yang baik di rumah sakit dan mendapatkan ilmu yang penting untuk rumah sakit masing-masing. Wilayah di Regional 9 merupakan bagian yang tidak terpisahkan, sehingga akan turut membantu setiap ada hal yang berkaitan dengan misi kita.

Untuk Mengikuti Pelatihan selengkapnya silahkan klik Tombol dibawah ini:

altaltalt

Lampiran:

In-House Training hari ke-lima

Hari Kelima

1. Presentasi draft Struktur Organisasi dan tugas pokok dan fungsinya

    Struktur Organisasi RSUD Sidoardjo
    Struktur Organisasi Tim Bencana RSUD Sidoardjo

2. Penempelan Emergency Sign

    Instalasi Bedah Sentral di jadikan ruang bedah definitif

    Ruang florence berubah menjadi ruang Pertemuan
    Ruang parkir ambulance di jadikan tempat ruang dekontaminasi
    Ruang poliklinik rawat jalan berubah menjadi ruang triase kartu kuning (delayed) saat bencana
    Ruang Triase Kartu Merah
    Ruangan kosong yang belum terpakai untuk Ruang Incident Command Post
    Ruang Media
    Penunjuk arah menuju kamar mayat

3. Mengembangkan unit Pelatihan
    Oleh : Prof. Dr. Laksono Trisnantoro., M.Sc., PhD


Deskripsi:

Materi penutupan disampaikan dalam bentuk diskusi, sebelumnya peserta telah dibagi ke dalam kelompok regionalnya masing-masing. Diharapkan nantinya pada tiap-tiap regional memiliki Plan of Action yang akan dikerjakan selanjutnya. Diskusi berlangsung selama 4 tahap.

4. Plan of Action masing-masing Regional dan RSUD Sidoarjo       
    Deskripsi:

    Para peserta yang terbagi dalam kelompok Regionalnya masing-masing, kemudian membuat
    Plan of Action (POA).
Adapun POA yang telah disusun adalah sebagai berikut:

A. POA RSUD Sidoardjo
Adapun Plan of Action RSUD Sidoardjo adalah sebagai berikut:

    • Minggu I  : Sosialisasi ke semua pihak struktural, sosialisasi  instalasi yg bersangkutan, kepala staff dan kepala ruangan
    • Minggu II : Pembuatan SOP di masing-masing unit, membuat  Labeling yang permanent, pembuatan shower untuk ruang dekontaminasi, pembuatan pintu darurat di sebelah selatan kamar jenazah.
    • Minggu III : Tim Bencana melakukan rapat Pleno dan mengikutsertakan Rumah Sakit Bayangkara untuk ikut terlibat dalam tim bencana RSUD Sidoardjo.
    • Minggu IV : Pandampingan HDP bersama tim

B. POA Regional Banjarmasin

    • Juni-Minggu II : Sosialisasi yang berupa seminar dan teleconference untuk rumah sakit se-Kalimantan Selatan.
    • Juni-Minggu IV s/d Juli-Minggu IV : Memfasilitasi minat pengembangan HDP dan melakukan pendampingan terhadap kegitan HDP di 2 Rumah Sakit terpilih.
    • Agustus-Minggu I : Persiapan simulasi HDP dan evaluasi terhadap pelaksanaan HDP di RSU Ansari Saleh.

C. POA Regional Jawa Timur

    • Juni-Minggu I : konsolidasi dan Sosialisasi
    • Juni-Minggu IV s/d Juli-Minggu III : Pembenahan HDP berupa: brain, software, hardware, dan pelatihan.
    • Juli-Minggu III : latihan/uji coba (in-house training)
    • Juli-Minggu IV : Simulasi & Evaluasi

D. POA Regional Makasar

    • Juni-Minggu I     : Persiapan Tim dilakukan oleh TIM TOF
    • Juni-Minggu II    : Audiensi bagian Direktur di RS Labu Baji dan RSUD Pare-Pare
    • Juni-Minggu IV  : Perencanaan kegiatan pelatihan HDP
    • Juli-Minggu I      : Pelaksanaan pelatihan HDP
    • Juli-Minggu III    : Evaluasi pelaksanaan HDP
    • Juli-Minggu IV   : Pemantauan

E.  POA Manado

    • Juni-Minggu I    : Rapat Koordinasi Tim Fasilitator, Dinaskes/PPK
    • Juni-Minggu II   : Sosialisasi Regional 9/RSUD Bitung, RSUP. Prof. R.D.Kandou
    • Juni-Minggu III  : Penyusunan anggaran/biaya/proposal
    • Juni-Minggu IV  : Evaluasi/respon kesiapan
    • Juli-Minggu I      : Kesiapan membahas hasil Sidoardjo
    • Juli-Minggu II s/d Minggu IV : Pembahasan rancangan pelaksanaan

Penutupan:

1. PPK DEPKES Dr. Lucky

Dr Lucky: Acara telah terlaksana sesuai dengan rencana, perencanaan dibidang bencana harus dilakukan. Kedepan rencana untuk 100 rumah sakit telah selesai, ini memerlukan kerjasama antara Kemenkes, PMPK UGM, dan WHO. Tugas perguruan tinggi memberikan pendampingan, penelitian, kita membutuhkan mereka, kemenkes penggunanya, dan rs adalah partisipannya. RSUD Sidoardjo kedepan menjadi tempat kemitraan, kita melihat, melakukan, dan perilakunya tepat.

2. PMPK FK UGM

Prof dr Laksono: atas nama PMPK UGM, saya mengucapkan terima kasih kepada RS SIDOARDJO yang telah bersedia menjadi tempat pertama dan baru ini menggunakan model baru yang merupakan adopsi dari ilmu-ilmu dari luar negeri. Ini yang kita harapkan, dengan adanya pelatihan ini, kita mencoba mempraktekan Hospital Disaster Plan secara aplikatif. Kami berharap banyak fasilitator yang akan terus membantu kita membuat HDP di 1200 RS di Indonesia. Kami dari UGM akan terus membantu, semoga kepercayaan ini akan selalu terjalin.

3. RSUD Sidoarjo

Dr Budi: kami mewakili RS Sidardjo mengucapkan terima kasih karena kami telah menjadi RS penelitian dan percontohan. Jika dalam pelatihan-pelatihan sebelumnya terkesan sulit dalam implementasinya, akan tetapi pelatihan kali ini sangat aplikatif di RS kita. Saya setuju, ada jaringan, ada website. Ini merupakan suatu keberuntungan untuk RS Sidoardjo. Kami telah siap dan nanti kami akan menyelesaikan HDP ini. Dengan adanya website ini kita bisa share dengan baik, kita bersama belajar untuk penanggulangan bencana di masing-masing RS kita. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas apa yang telah dilakukan di RS Sidoradjo, dan kami siap melanjutkan ini.

II.   Galeri foto

III.  Provider:

  1. PPK-Kementrian Kesehatan Indonesia
  2. WHO
  3. PMPK-UGM

IV.   Peserta:

1.    Regional Jatim
2.    Regional Bali
3.    Regional Kalimantan Selatan
4.    Regional Sulawesi Selatan
5.    Regional Sulawesi Utara

V.    Narasumber:

1.    Mudjiharto, SKM., MM
2.    Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, MSc., PhD
3.    dr. Lucky Tjahjono, M.Kes
4.    dr. Emil Ibrahim, MARS
5.    dr. Vijay Nath Kyaw Win
6.    dr. Hendro Wartatmo. SpB., KBD
7.    dr. Adib A. Yahya, MARS
8.    Prof. Dr.Ir. Iman Satyarno, M.E
9.    Dr. Sudibyakto
10.  dr.  Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
11.  Wisnu Martha Adiputra, SIP, MSi.
12.  dr. Ali Yahya Haedar
13.  dr. Bella Donna, M.Kes
14.  Sutjipto,MSc.,DAP&E
15.  dr. Hanevi Djasri, MARS
16.  dr. Adib A. Yahya
17.  Dr. Rahmat Hidayat, M.Psi

VI.    Fasilitator:

1. dr. Hendro Wartatmo. SpB., KBD
2. dr. Bella Donna, M.Kes

Daftar Nama Peserta per Regional:

•    Regional Jawa Timur

1. dr. dr. Ika Judianto, Sp.EM  (ketua)
2. dr. Sylvia Sari
3. dr. Puji Andayani, SKM
4. Tri Haryadi
5. Wahyu Bhakti

•    Regional Makasar

1. dr. Andry Usman, SpOT
2. dr. Heru Budianto
3. dr. Hesti Arbie
4. dr. Muhammadong, SKM, Mkes
5. dr. Prihantono
6. dr. Wasis Udaya, SpPD (ketua tim)
7. H. Lukman SKM, Mkes
8. Sumarni Saleh, SKM

•   Regional Manado

1. dr. Alvarez Z Moningka, Sp.OT  (ketua tim)
2. dr. Billy Mamanua, M.Biomed
3. dr. Hanny J.A Nayoan, M.Kes., Sp.Fk
4. dr. Hanry A.T. Takasenseran
5. dr. Jehosua Samratson V Sinolungan, MKes., DK
6. Jeavery S Bawatong, S.Kep, NS
7. Oldi Rember, S.Kep., NS
8. Syane Paula Petronela Doodoh, SKM

•    Regional Banjarmasin

Ketua tim   : Yuseran, SKM
Anggota tim

  1. dr. Akhyarudin Noor
  2. Edy Sabhara, SKM, Mkes
  3. Emma Susanti, S.Kep
  4. Herlina, dr. 
  5. M. Iqbal
  6. Mulkan Syahit
  7. Tut Barkinah, S.Si,T, MPd
  8. Yuseran, SKM

Hospital Disaster Plan Hari Ketiga

  1. Non Structural Component-Logistic
    Oleh : dr. Sulanto Saleh Danu., Sp.FK

         
          Deskripsi singkat:

Pada modul ini diberikan pengertian, pemahaman serta kepentingan komponen non-structural dirumah sakit pada situasi bencana. Bencana Rumah sakit dapat terjadi internal (yang menimpa RS) dan eksternal, dimana RS menerima korban bencana dalam jumlah banyak pada waktu bersamaan dalam situasi kapasitas dan sumberdaya rumah sakit  yang terbatas. Komponen non-structural merupakan komponen pokok operasional rumah sakit dan merupakan modal terbesar suatu rumah sakit (dapat mencapai 75% dari seluruh investasi yang ditanamkan). Pada bencana (baik pra-saat-paska) rumah sakit harus memiliki perencanaan operasional (Planning-yang tertuang dalam HDP) untuk evakuasi-pengamanan-operasional pelayanannya komponen non-structural.

Materi presentasi

  1. Media Management and Communication
    Oleh : Wisnu Martha Adiputra., SIP., M.Si

         
          Deskripsi singkat:

Penyampaian konsep dan penerapan komunikasi bencana dalam aktivitas rumah sakit, memberikan deskripsi atas komunikasi bencana serta mengenal implementasi komunikasi bencana di rumah sakit. Bagaimana peran media pada saat bencana? Dalam situasi bencana media ingin cepat dan lengkap informasinya, sementara rumah sakit dalam keadaan bencana sering berada dalam situasi yang chaos (kekacauan), emosional, dan pasti proses komunikasi itu tidak akan berjalan seperti keadaan normal, sehingga memungkinkan terjadinya miss communication

.Materi presentasi

  1. Surveilance
    Oleh : Sutjipto, SKM, M.Kes., DAP&E

         
          Deskripsi singkat:

Surveilans merupakan kegiatan yang dilakukan terus menerus, sistematik terhadap penyebaran penyakit serta kondisi yang berpengaruh terhadap risiko penularan penyakit melalui kegiatan pengumpulan data, pengolahan, analisis, interpretasi data serta penyebaran informasi epidemiology yang dihasilkan. Surveilans harus disertai keputusan sebagai respons terhadap informasi epidemiology yang dihasilkan. Didaerah bencana surveilans-respons penyakit, faktor risiko dan gizi harus dilaksanakan agar angka kesakitan dan angka kematian korban bencana dapat ditekan serendah mungkin.

Materi presentasi

  1. Quality Management in Hospital Disaster Plan
    Oleh : dr. Hanevi Djasri., MARS

         
          Deskripsi singkat:

Berbicara mengenai manajemen bencana dan manajemen mutu, bagaimana jika keduanya digabung menjadi satu? Apabila kita berbicara mengenai manajemen mutu, pertama kita harus tahu syaratnya, yaitu harus memiliki sumber daya manusia. Selain itu, ada pula mengenai pelayanan, akan tetapi untuk Hospital Disaster Plan dalam kondisi bencana sulit untuk dilakukan dengan baik. Itulah kenapa kita memerlukan simulasi. Dalam menyiapkan Hospital Disaster Plan terutama dalam menajemen mutu hanya ada 2 hal yaitu komitmen dan sumber daya manusia.

Materi presentasi

  1. Pandemi
    Oleh :WHO

         
          Deskripsi singkat:

Dalam Hospital Pandemic Preparedness Plan yang dibutuhkan adalah rencana yang sederhana dan mudah di bagikan, serta mudah dimengerti oleh setiap bagian/aktor yang berhubungan yaitu staf, pasien, relawan, institusi pendukung dan lain sebagainya. Apakah yang dinamakan pandemi pada saat bencana, yaitu ketika ada banyak korban yang berdatangan di rumah sakit dan itu melebihi batas kemampuan rumah sakit dalam menampung pasien.

Materi presentasi

  1. Principles of Disaster Medicine
    Oleh : dr. Ali Yahya Haedar

         
          Deskripsi singkat:

Konsep dari Disaster Manajemen: menangani sebaik mungkin jika jumlah pasien banyak. Jika disaster itu terjadi akan banyak korban, terutama berdatangan di rumah sakit. Kita harus menyiapkan banyak hal, terutama menyiapkan masyarakat untuk menerima pengetahuan tentang disaster. Disaster medicine suatu praktek kedokteran yang berdasarkan pengetahuan dan keilmuan serta skill yang dibutuhkan untuk diagnose dan manajemen pasien akut

Materi presentasi

  1. Pre Hospital Care – Triage
    Oleh : dr. Hendro Wartatmo., SpB., KBD

         
          Deskripsi singkat:

Menyampaikan tentang Simple triase dan rapid transport. Ada pula mengenai Re-Triase, dimana triase itu harus dilakukan disemua tempat dan dilakukan secara berulang. Incident comander pada area triase sebaiknya dilakukan oleh orang yang paling berkompeten, dapat dibilang adalah orang yang ‘pintar’ dalam bidang tersebut. Perlu juga memperhatikan waktu dalam penentuan triase pada korban, sehingga apabila diagnosis cepat maka proses penanganan dan evakuasi pasien akan semakin cepat pula.

Materi presentasi

  1. Hospital Evacuation and Surge Capacity
    Oleh :dr. Bella Donna, M.Kes

         
          Deskripsi singkat:

Banyaknya pengalaman bencana yang terjadi baik di luar maupun di Indonesia sendiri, maka pemerintah dengan dibantu beberapa organisasi selalu mencoba untuk memperbaiki keadaan yang ada. Begitu juga dengan akibat dari bencana yang menyebabkan banyak korban datang ke Rumah Sakit. Akibat dari bertambahnya jumlah pasien di Rumah Sakit yang begitu banyak dan kekhawatiran terhadap bangunan Rumah Sakit, maka banyak pasien yang ditempatkan di areal parkir. Bila fasilitas dari rawat inap sudah penuh maka pihak Rumah Sakit akan menempatkan para korban ke ruangan lain ataupun di koridor Rumah Sakit. Bila keadaan bangunan Rumah Sakit tampak tidak layak huni maka para korban akan di tempatkan di luar Rumah sakit. Keadaan ini semua yang dikenal dengan sebutan surge capacity dan perpindahan para korban disebut dengan evakuasi.

Materi presentasi

Hospital Disaster Plan Hari Pertama

1. Koordinasi dalam Manajemen Bencana
    Oleh: Drs. Mudjiharto., MM (PPK –DEPKES)


Deskripsi singkat:

Beliau memberikan penjelasan mengenai keadaan bencana di Indonesia, bahwa Indonesia merupakan negara rawan  bencana. Oleh karena itu, menjadi tugas kita bersama untuk menyiapkan diri, terutama bagi rumah sakit. Rumah sakit memiliki peranan penting saat terjadi bencana, terutama dalam penanganan korban. Berdasarkan latar belakang ini kita membuat Hospital Disaster Plan untuk menyiapkan rumah sakit dalam menghadapi bencana. Dalam Hospital Disaster Plan ini nantinya akan dibina networking agar akses kerjasama lebih mudah. Hospital Disaster Plan adalah salah satu program di pusat krisis, dimana tim dari PPK tidak bekerja sendiri akan tetapi bekerja sama dengan unit lain di Kementrian Kesehatan. Acara kali ini adalah angkatan kedua yang sebelumnya dilaksanakan di Yogyakarta untuk Wilayah Barat.

Materi Presentasi

2. Hospital Preparedness and Hospital Disaster Plan
    Oleh: dr. Emil Ibrahim., MARS


Deskripsi singkat:

Beliau menyampaikan tentang peran rumah sakit dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana. Ada satu istilah Indonesia sebagai “supermarket bencana” karena begitu banyak bencana yang terjadi di Indonesia dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan rumah sakit sebagai sebuah organisasi yang menjadi tempat pertama yang didatangi pada saat bencana. Beliau memaparkan banyak foto di daerah yang pernah terjadi bencana, serta buku pedoman tentang kesiapan rumah sakit dalam menghadapi bencana yang diterbitkan oleh Yanmed.

Materi presentasi

3. Role of University in Disaster Management of Health Sector
    Oleh: dr. Hendro Wartatmo., SpB., KBD


Deskripsi singkat:

Beliau menyampaikan pentingnya peran perguruan tinggi dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana. Ada banyak bidang ilmu yang ada di perguruan tinggi yang memiliki peran dalam bencana, misalnya teknik sipil tentang struktur bangunan, bidang studi psikologi tentang kesehatan mental, dan lain sebagainya. Dengan peran perguruan tinggi disini bertujuan untuk membantu program Hospital Disaster Plan lebih terstruktur.

Materi presentasi

4. Ethic and Legal Aspect in Disaster Management
    Oleh: dr. Vijay Nath Kyaw Win


Deskripsi singkat:

Bahwa kita sebagai manusia tidak hanya tahu tentang moral yang baik, akan tetapi bagaimana melakukan hal tersebut untuk menghargai orang lain. Hal ini ada kaitannya dengan keberadaan kita pada saat bencana, bagaimana kita dapat menempatkan orang lain aman atau sebaliknya. Pentingnya aspek hukum dalam penanganan korban juga disampaikan pada sesi ini.

Materi presentasi

TOT Jakarta Hari ke-3

Kegiatan hari ketiga dimulai dengan refleksi dari kegiatan hari kedua yang diwakili oleh 4 orang peserta selama 30 menit. Tiap peserta menceritakan kegiatan yang didapat pada hari pertama dari sudut pandang Eye, Ear, Mechanic dan House Keeper. Setelah refleksi hari kedua, kemudian masuk ke materi kegiatan.

 

 

 

 

Sesi I

Sesi pertama dibuka oleh dr. Yenny Bross, dengan materi Teknik Melatih. Beliau berharap setelah mengikuti materi ini, peserta mampu mempraktikkan kegiatan menjadi fasilitator dalam proses pembelajaran pelatihan dikelas yang meliputi langkah-langkah mempersiapkan proses pembelajaran, memilih ragam metode pembelajaran yang tepat/efektif untuk kebutuhan dan tujuan pembelajaran, memilih media dan alat bantu sesuai metode dan tujuan pembelajaran, menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, menggunakan teknik presentasi interaktif pada proses pembelajaran materi yang difasilitasi serta melakukan evaluasi hasil pembelajaran.

Teknik Mengajar – Pusdiklat

Teknik Mengajar – Pusdiklat

Sesi II

Materi kedua disampaikan oleh seorang Ahli Anestesi, dr. Christijogo, Sp.A. beliau memaparkan tentang Sistem Informasi dan Komunikasi. Tujuan dari materi yang dibawakan adalah untuk membangun suatu budaya agar bisa  mengatasi kekurangan maupun ketidak kompakan antar instansi atau subsistem atau badan di lingkungan rumah sakit dalam menghadapi bencana. Selain itu, meningkatkan kecepatan informasi sampai ke tempat tujuan, meningkatkan ketepatan dan keakuratan informasi dan informasi yang ada dapat di pertanggung jawabkan (reliable).

Sistem Informasi dan Komunikasi oleh dr. Christijogo, Sp.An

Sesi III

Materi ketiga disampaikan oleh dr. Christijogo, Sp.An tentang Komponen Hospital Disaster Plan (HDP). Beliau memaparkan bahwa komponen HDP minimal meliputi kebijakan pendukung, Hazard mapping, organisasi, Protap-SOP, Sistim Komando, Sistim Komunikasi dan informasi, Fasilitas, Form dan checklist serta Monitoring dan evaluasi dengan kelengkapan dokumen dari tiap-tiap komponen serta adanya tufoksi yang jelas dari masing-masing komponen. Dalam penjelasan beliau juga dipaparkan tentang kartu tugas dan form dari tiap Pejabat dan bidang kegiatan. Selain itu, juga tentang denah dan fasilitas evakuasi bencana di RS.

Tugas Kelompok

Banten 

Jawa Barat

Lampung

DKI Jakarta

DIY

Kalimantan Barat

Gallery Foto hari ke-3

{gallery}tot_j3{/gallery}

{jcomments on}

TOT Jakarta Hari ke-2

Hari Kamis Tanggal 16 Juni 2011, kegiatan hari kedua dimulai dengan refleksi dari kegiatan hari pertama oleh yang diwakili oleh 4 orang peserta selama 30 menit. Tiap peserta menceritakan kegiatan yang didapat pada hari pertama dari sudut pandang Eye, Ear, Mechanic dan House Keeper. Setelah refleksi hari pertama, kemudian masuk ke materi kegiatan.

Sesi I

Materi pertama, disampaikan oleh dr. Adib Abdullah Yahya, MARS. Beliau menjelaskan tentang Dasar-dasar organisasi. Tujuan pembelajaran dari materi ini adalah agar peserta mampu melaksanakan pengorganisasian yang tepat dari semua unsur yang ada di rumah sakit guna memaksimalkan kinerja dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada pasien/korban akibat bencana, mampu menyusun struktur organisasi Hospital Disaster Planing dan mengimplementasikan sistem pengendalian serta mengkoordinir unsur-unsur operasional, logistik, perencanaan dan keuangan. Selain itu, dibahas juga tentang prinsip-prinsip pengorganisasian pada saat bencana, sistem pengendalian di rumah sakit, uraian tugas dari tiap komponen organisasi, serta kartu tugas (job action sheets).

Dasar – dasar Pengorganisasian oleh dr. Adib Yahya, MARS


Sesi II

Dilanjutkan sesi kedua tentang Monitoring dan Evaluasi Hospital Disaster Planning (Hosdip) yang disampaikan oleh pemateri yang sama, dr. Adib Abdullah Yahya, MARS. Tujuan yang ingin dicapai setelah mengikuti materi ini adalah peserta memahami pentingnya pelatihan/exercise secara benar untuk Hosdip dalam rangka uji coba, monitoring dan evaluasi dalam rangka tersusunnya Hosdip yang dapat diterapkan di rumah sakit. Selain itu, diharapkan peserta mampu menyusun program pelatihan secara bertahap dan berkala, serta mengevaluasi kondisi rumah sakit disesuaikan dengan tuntutan Hosdip pada tingkat kesiapan rumah sakit menghadapi bencana dan melakukan revisi Hosdip yang sudah ada. Dalam penyampaian materinya, beliau menjelaskan tentang program evaluasi latihan dan insiden, metodologi, tujuan, Latihan dan Evaluasi Insiden, Jenis latihan, serta Proses Evaluasi Latihan dan Insiden

Monitoring dan Evaluasi oleh  dr. Adib Yahya, MARS

Sesi III

alt

Materi ketiga disampaikan oleh dr. Tri Wahyu Murni, Sp.BTKV, dengan judul Analisis Risiko Bagi Rumah Sakit pada Kejadian Bencana. Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah peserta diharapkan mampu melakukan analisis risiko pada kejadian bencana baik yang terjadi di rumah sakit maupun diluar rumah sakit yang dapat digunakan untuk menyusun perencanaan rumah sakit dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana. Selain itu, peserta diharapkan mampu melakukan identifikasi karakteristik  kejadian bencana  dan potensi kerusakan yang terjadi, melakukan analisis risiko terjadinya  krisis kesehatan akibat  bencana, serta mengidentifikasi dan melakukan analisis kebutuhan rumah sakit  untuk penanganan krisis kesehatan akibat bencana. Pada sesi ini, beliau membahas juga tentang penanganan di lokasi bencana dan lapangan, pengiriman tim kelapangan untuk bencana, evakuasi pasien pada bencana di rumah sakit serta penanganan pengungsi.

Analisis Resiko RS dan Pandemi dalam Penanggulangan Bencana 
      oleh DR. dr. Tri Wahyu Murni, Sp.BTKV

Sesi IV

Setelah pemateri ketiga selesai, dilanjutkan oleh dr. Ari Prasetyadjati, Sp.EM menyampaikan materi tentang Hospital Facilities for Disaster Preparedness. Beliau menjelaskan tentang fasilitas-fasilitas rumah sakit untuk kesiapsiagaan bencana, tentang pos-pos yang berperan dalam pengungsian, waktu tanggap, rencana operasi insiden, sarana dan prasarana yang diperlukan dalam kesiapsiagaan bencana.

Fasilitas RS dalam Penanggulangan Bencana  oleh  dr. Ari Prasetyajati, Sp.EM

Sesi V

Materi kelima disampaikan oleh pemateri yang sama dengan pemateri ke empat, dr. Ari Prasetyadjati, Sp.EM. Materi yang beliau sampaikan adalah tentang Dasar – Dasar Logistik Pada Hospital Disaster Plan. Melalui materi ini diharapkan  peserta mampu memahami dasar-dasar logistik (perbekalan kesehatan), mampu melakukan pendampingan dalam pembuatan SOP, mampu melakukan pendampingan dalam pembuatan SOP mengenai pembuatan perencanaan kebutuhan logistic, mampu melakukan pendampingan dalam pembuatan SOP mengenai pengadaan logistic, mampu melakukan pendampingan dalam pembuatan SOP mengenai penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, pendistribusian, pencatatan, pelaporan dan penghapusan logistik Dalam penjelasan beliau, kita bisa ketahui tentang penilaian jumlah sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang tersedia di rumah sakit yang berhubungan dengan logistik, dan Pembuatan perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pengeluaran, pendistribusian Pencatatan dan pelaporan serta penghapusan kebutuhan logistik

Dasar – dasar Logistik (Perbekalan Kesehatan) oleh dr. Ari Prasetyojati, Sp.EM

Sesi VI

Materi terakhir pada hari kedua adalah Kebijakan Rumah Sakit Dalam Penanggulangan Bencana, disampaikan oleh Dr. Chairul Radjab Nasution, Sp.PD, KGEH, FINASIM, M. Kes. Beliau menjelaskan bahwa rumah sakit diharapkan dapat menyusun Hospital Disaster Plan dan sangat diperlukan adanya jejaring kerja antar RS yang baik. Komando distribusi dan mobilisasi korban dipegang oleh Dirut RS terbesar di wilayah tersebut. Untuk meningkatkan pelayanan gawat darurat sehari-hari maka diperlukan langkah: meningkatkan kompetensi SDM sesuai dengan standar dan jenis tenaga serta perlu dibuat akreditasi kompetensi dan standar minimal gawat darurat

Kebijakan Penanggulangan Bencana di Indonesia
     oleh Dr. Chairul Radjab Nasution, Sp.PD, KGEH, FINASIM, M. Kes.

Gallery Foto Hari Ke-2

{gallery}tot_j2{/gallery}

{jcomments on}

TOT Jakarta Hari ke-1

Sesi I

Materi pertama disampaikan oleh dr. Hendro Wartatmo, Sp.B KBD tentang Manajemen Rumah Sakit dalam Penanggulangan Bencana. Tujuan penyampaian materi ini adalah agar peserta mampu menjelaskan prinsip manajemen rumah sakit dalam penanggulangan bencana, khususnya mengenai kesiap-siagaan, pengaktifan organisasi PB-RS dan penyusunan program pembinaan organisasi PB-RS. Beliau menjelaskan bahwa manajemen rumah sakit dalam situasi bencana tidak sama dengan pada situasi normal. Hal ini disebabkan oleh, dalam keadaan bencana kebutuhan melampaui kapasitas, waktu yang pendek untuk proses pengambilan keputusan, relawan, bantuan logistik dan arus informasi yang tinggi.

Managemen Rumah Sakit dalam Penanggulangan Bencana (include coffee break)
     dr. Hendro Wartatmo, Sp.B (KBD)

Sesi II

Materi kedua disampaikan oleh Mujiharto, SKM, MM, Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Bencana tentang “Manajemen Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana dan Kebijakan serta Strategi Nasional Penanganan Krisis dan Masalah Kesehatan“. Beliau menjelaskan bagaimana kebijakan bencana yang ada di Indonesia, visi dan misi serta peran pusat penanggulangan krisis kesehatan. Dalam materi yang disampaikan, peserta mengetahui organisasi Kementerian Kesehatan dalam penanggulangan bencana serta koordinasi lintas program dalam penanggulangan bencana.

Dr. Mujiharto, SKM. MM


Gallery Foto Hari Pertama
{gallery}tot_j1{/gallery}

{jcomments on}

TRAINING OF FACILITATOR

alt

Latar Belakang

Indonesia merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana, baik bencana alam maupun non alam. Semua hal tersebut sangat berpotensi menimbulkan krisis kesehatan seperti timbulnya korban massal, konsentrasi massa/pengungsian, masalah pangan dan gizi, masalah ketersediaan air bersih, masalah sanitasi lingkungan, terganggunya pengawasan vektor, penyakit menular, lumpuhnya pelayanan kesehatan, masalah Post Traumatic Stress, kelangkaan tenaga kesehatan dan miskoordinasi.

Banyaknya korban yang membanjiri Rumah Sakit saat terjadi bencana. Oleh karena itu, harus dapat diantisipasi oleh pihak Rumah Sakit, yang merupakan tempat rujukan yang aman dan layak bagi pasien-pasien yang menjadi korban bencana. Rumah Sakit harus mempunyai perencanaan dan prosedur untuk penanggulangan bencana, sehingga dapat menangani korban dalam jumlah yang sangat banyak dalam situasi bencana, bahkan dapat mengidentifikasi potensial terjadinya bencana di lingkungan Rumah Sakit. Untuk itu, perlu adanya Trainer (pelatih) yang akan melaksanakan peningkatan kapasitas para petugas di Rumah Sakit dalam penyusunan rencana penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana di Rumah Sakit.

Selain itu, modul Perencanaan Rumah Sakit dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana telah disusun sebagai panduan dalam pelaksanaan penyusunan perencanaan Rumah Sakit dalam penanggulangan bencana. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Training of Trainer (ToT) Peningkatan Kapasitas SDM dalam Penyusunan Perencanaan Rumah Sakit dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana perlu dilaksanakan untuk membekali para calon trainer dengan informasi, pengetahuan, dan keterampilan guna melatih para petugas rumah sakit dalam penyusunan perencanaan rumah sakit dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana.

Tujuan Kegiatan

Training of Trainer (ToT) peningkatan kapasitas SDM dalam penyusunan perencanaan rumah sakit dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana bertujuan agar para calon pelatih mampu melaksanakan tugas sebagai pelatih dan pembimbing dalam pelaksanaan peningkatan kapasitas petugas rumah sakit dalam penyusunan perencanaan rumah sakit dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana.

Metode Pelaksanaan

Kegiatan Training of Trainer (ToT) peningkatan kapasitas SDM dalam penyusunan perencanaan rumah sakit dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana dilaksanakan dengan penyajian materi, tanya jawab, diskusi, dan pemberian keterampilan yang mendukung peningkatan kapasitas teknis SDM/petugas kesehatan di rumah sakit dalam penyusunan perencanaan rumah sakit dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana

Nama narasumber

  1. dr. Hendro Wartatmo, Sp.B KBD
  2. dr. Adib Abdullah Yahya, MARS
  3. dr. Tri Wahyu Murni, Sp. BTKV
  4. dr. Christrijogo, Sp.An
  5. dr. Ari Prasetyojati, Sp.EM

Fasilitator

Fasilitator yang berperan dalam Training of Trainer (ToT) peningkatan kapasitas SDM dalam penyusunan perencanaan rumah sakit dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana, terdiri atas fasilitator dari:

a. UGM

  1. dr. Bella Donna, M.Kes

b. WHO

  1. Gde Yulian Yogadhita
  2. dr. Suci Melati Wulandari

c. PPK

  1. dr. Wily Pandu Ariawan
  2. dr. Indro Murwoko
  3. dr. Widiana Kusumasari

d. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

  1. Alfrina Hany,S.Kep,MNg
  2. dr. Ali Haedar, Sp.EM

Full Text Materi TOT bisa Download pada masing-masing judul materi:

Rangkaian Kegiatan TOT yang dilaksanakan:

alt

alt

alt

Sharing/diskusi antar Peserta TOT Hosdip Gabungan Jakarta, Palembang dan Makasar pada Yahoo group berikut ini: