Pendekatan One Health di Era Pandemi COVID-19 dan Bencana Alam

one health

one health

Salah satu respon tanggap darurat pada bencana alam adalah berupa evakuasi, transportasi dan pengungsian. Berbeda dengan respon tanggap darurat saat pandemi, massa tidak boleh berkumpul dan harus tetap menjaga jarak fisik dan isolasi di rumah. Bagaimana respon tanggap darurat bencana alam selama pandemi? Tentu penanganan yang dilakukan tidak terlepas dari protokol pencegahan COVID-19. Dalam artikel berikut disebutkan setelah Gempa Jepang, korban yang selamat, tinggal di pusat evakuai dalam kondisi tidak sehat yang mengarah ke wabah penyakit menular. Tinggal di tempat penampungan selama pandemic COVID-19 kemungkinan besar akan rentan terjadi penularan karena kurangnya jarak fisik dan ketidakmampuan memakai masker. Mengembangkan rencana/tanggapan kesiapsiagaan bencana dengan menggunakan pendekatan multidisiplin One Health sangat dibutuhkan sebagai bagian dari perencanaan pandemi. Konsep tiga dimensi yaitu lingkungan, sistem pangan dan obat – obatan/intervensi masuk ke dalam pendekatan One Health dalam COVID-19. Mengidentifikasi inang perantara SARS-CoV-2, penularan lintas spesimen dan penularan zoonosis merupakan salah satu pendekatan One Health dari dimensi lingkungan. Dimensi sitem pangan menetapkan sistem pangan alternatif dalam hal bahan bioaktif, keamanan, dan keberlanjutan pangan. Pada dimensi intervensi mengembangkan sistem pengawasan SARS-CoV-2 pada manusia, hewan dan lingkungan. 

Selengkapnya

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Estimasi Biaya Perbaikan Kerusakan Pasca Gempa

Proses rekonstruksi setelah gempa bumi memerlukan perkiraan biaya perbaikan untuk memutuskan apakah akan memperbaiki atau membangun kembali. Ini membutuhkan alat estimasi biaya pasca gempa yang akurat. Saat ini, belum ada model estimasi kerugian pasca gempa untuk memperkirakan biaya perbaikan secara akurat. Alat penilai kerugian yang tersedia yaitu HAZUS, alat perhitungan penilaian kinerja (PACT), alat penilai kinerja dan kerugian seismik (SLAT) dan alat prediksi kinerja seismik, yang belum secara khusus digunakan untuk estimasi biaya perbaikan pasca gempa. Makalah ini bertujuan untuk fokus pada identifikasi faktor – faktor yang perlu dipertimbangkan saat melakukan upgrade alat-alat tersebut untuk estimasi biaya perbaikan pasca gempa. Artikel ini dipublikasikan pada 2021 di jurnal Emerald Insight

Selengkapnya

Live Report: PENGELOLAAN BENCANA ALAM DI KALA PANDEMI

live report sulbar 2

{slider title=” Selasa, 9 Februari 2021″ class=”icon”} 

PKMK FK – KMK UGM bekerjasama dengan Caritas Germany, sejak respon bencana Sulawesi Tengah pada 2018 hingga saat ini telah melakukan peningkatan kapasitas untuk Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas dan masyarakat dalam merencanakan dan merespon bencana. Oleh karena itu, untuk merespon Gempa Bumi Sulawesi Barat 15 Januari 2021 lalu, PKMK telah melakukan koordinasi dan persiapan keberangkatan tim medis dengan mengandalkan kapasitas lokal Sulawesi Tengah sebagai provinsi tetangga. Simak selengkapnya dalam reportase dan video berikut ini

Reportase    Video

{slider title=” Rabu, 3 Februari 2021″ class=”icon”}

Laporan Penanganan Bencana Gempa Sulbar oleh Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM

Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM ikut membantu penanganan korban bencana Gemba Sulbar dalam bentuk bantuan Tim Manajemen dan Tim Medis. Tim Manajemen yang juga melakukan Rapid Health Assessment sudah tiba lebih dulu di Mamuju pada 16 Januari 2021, sementara itu  Tim medis tiba di Mamuju pada 21 Januari 2021. Proses perjalanan tim dan penugasan tim sesuai dengan prosedur Manajemen Klaster Kesehatan. Banyak tantangan yang dihadapi tim, terlebih bagaimana tetap bisa memberikan pelayanan dengan memperhatikan protokol kesehatan COVID-19. Salah satu temuan tim selama melakukan pelayanan adalah banyak pasien di pos pengungsian yang tidak mengggunakan masker. Bagaimana pengalaman tim dan apa saja yang menjadi lesson learnt untuk kedepannya dalam penanganan bencana alam selama masa pandemi COVID-19 (bencana non-alam). Silakan menyimak laporan kegiatan Tim Pokja Bencana FK-KMK UGM dan AHS UGM yang disampaikan pada Rabu, 3 Februari 2021

Reportase

{slider title=”Selasa, 2 Februari 2021″ class=”icon”}

Live Report Tim medis dan manajemen Pokja Bencana FK-KMK UGM, Caritas Germany dan Palu

live report sulbar 2

PKMK FK-KMK UGM bekerjasama dengan Caritas Germany, sejak respon bencana Sulawesi Tengah tahun 2018 hingga saat ini telah melakukan peningkatan kapasitas untuk Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas dan masyarakat dalam merencanakan dan merespon bencana. Oleh karena itu, untuk merespon Bencana Gempa Bumi Sulawesi Barat 15 Januari 2021 lalu, telah melakukan koordinasi dan persiapan keberangkatan tim medis dengan mengandalkan kapasitas lokal Sulawesi Tengah sebagai provinsi tetangga. Bagaimana persiapan tim dari lintas daerah dan instansi ini disiapkan, apa program kerja tim, kegiatan tim di lapangan, serta bagaimana situasi pelayanan kesehatan di tengah pendemi, suka duka dan pembelajaran akan disampaikan secara langsung pada Selasa, 2 Februari 2021 pukul 07.30 – 8.30 WIB

Video   Reportase

{slider title=”Rabu, 20 Januari 2021″ class=”icon”}

Live Report Tim Manajemen Pokja Bencana FK-KMK UGM

Pokja Bencana FK-KMK UGM mengirimkan tim manajemen untuk Rapid Health Assessment (RHA) yaitu Gde Yulian Yogadhita, M.Epid menuju Mamuju pada 16 Januari 2021. Tim ini langsung membantu mengaktifkan klaster kesehatan di provinsi Sulbar dan melakukan penilaian secara cepat.  Penilaian secara cepat melalui pengumpulan data dan informasi pada awal kejadian bencana untuk melihat kebutuhan dan kapasitas yang ada. Bagaimana proses pengaktifan dan penguatan klaster kesehatan di provinsi, apa yang menjadi kebutuhan dan tantangan sekarang ini? Silakan menyimak live report langsung dari daerah terdampak gempa Sulawesi Barat, dari dua narasumber yang bertugas disana

Video   Rekaman Audio    Reportase

{/sliders}

Outlook Kebijakan Kesehatan 2021

Layanan Kesehatan yang Bermutu dan Tangguh Terhadap Bencana: Apakah membutuhkan Pendekatan Reformasi Kesehatan?

outlook21

Sistem Kesehatan di Indonesia mengalami goncangan hebat sepanjang 2020 lalu akibat bencana non alam pandemi COVID-19. Pandemi ini berdampak dan menguji langsung Sistem Kesehatan Nasional dan Daerah (SKN dan SKD), yang mana keduanya diperhitungkan lemah untuk menghadapi ancaman ketahanan kesehatan, bencana alam, maupun bencana non alam seperti saat ini. Dalam menghadapi tantangan berat ini, ada pertanyaannya apakah Pemerintah akan melakukan strategi Reformasi Kesehatan? Apakah pendekatan reformasi ini tepat dilakukan dalam masa pandemi COVID-19 dan sesudahnya? Kegiatan Outlook ini akan mencoba membahas apa yang terjadi di tahun 2020 dan apa yang mungkin akan terjadi pada 2021. Acara diselenggarakan oleh Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK – KMK UGM pada Rabu, 13 dan 20 Januari 2021 melalui zoom meeting.

Selengkapnya

Kesiapsiagaan dan Respons Awal COVID-19 Di Vietnam Selama Pandemi dan Pelajaran untuk Implementasi Kerangka Kerja Sendai

Makalah ini bertujuan untuk menganalisis tanggapan saat ini yang diterapkan di Vietnam terhadap pandemi penyakit Coronavirus (COVID-19) dan menghubungkan langkah – langkah ini dengan tindakan prioritas yang disorot dalam Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR). Dari sana dibahas kekuatan, keterbatasan dan rekomendasi penerapan SFDRR untuk membangun ketahanan pandemi di masa mendatang. Vietnam telah secara efektif mengendalikan pandemi dengan 401 kasus yang terinfeksi dan sejauh ini tidak ada kematian. Persiapan yang matang, penerapan kebijakan tepat waktu, komunikasi risiko, dan pendekatan komprehensif adalah strategi utama. Langkah – langkah ini sama dengan empat tindakan prioritas dalam SFDRR. Artikel ini dipublikasikan pada 2020 di jurnal Emerald Insight

Selengkapnya

Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia: Tantangan dan Isu

Buku ini adalah ringkasan transdisipliner yang unik dari seni pengurangan risiko bencana (PRB) di Indonesia. Ini memberikan gambaran menyeluruh tentang tata kelola risiko bencana di semua tingkatan dan berbagai aktor termasuk beragam perspektif dari praktisi dan peneliti tentang tantangan dan kemajuan PRB di Indonesia. Buku ini mencakup topik – topik yang berkembang seperti peran budaya, agama, psikologi, dan media dalam PRB. Ini adalah bacaan penting bagi mahasiswa, peneliti, dan pembuat kebijakan yang ingin memahami sifat dan keragaman bahaya lingkungan dan pola risiko yang mempengaruhi Indonesia. Setelah pendahuluan, buku ini memiliki empat bagian utama dari diskusi utama. Bagian I menyajikan tata kelola risiko bencana dari tingkat nasional hingga lokal dan integrasinya ke dalam sektor pembangunan, Bagian II berfokus pada peran berbagai pelaku PRB, Bagian III membahas isu – isu yang muncul dalam penelitian dan praktik PRB, dan Bagian IV mengedepankan berbagai metode dan studi untuk mengukur bahaya, risiko dan ketahanan masyarakat. Buku ini dipublikasikan pada 2017 di jurnal Research Gate

SELENGKAPNYA

Seminar Progress Hasil Literature Review: SDM Kesehatan Nasional Menghadapi Bencana dan Krisis Kesehatan

banner bencana

banner bencana

Sistem kesehatan diharapkan menjadi unsur yang penting dalam situasi apapun, baik situasi normal maupun merespon situasi bencana dan krisis kesehatan bagi sebuah negara. Seperti halnya, pandemi global COVID-19 tahun ini telah menguji sistem kesehatan nasional dan daerah. Apakah sistem kesehatan yang telah terbangun mampu berdaptasi dalam situasi kegawatdaruratan dan respon bencana menjadi sebuah pertanyaan yang menarik saat ini. Padahal, reformasi kesehatan harusnya mampu memberikan perhatian penuh terhadap isu pemerataan, pengembangan pelayanan kesehatan, pembiayaan, kepemimpinan, dan organisasi sistem kesehatan yang ada. Untuk itulah, krisis kesehatan yang hadir saat dan pasca pandemi COVID-19 ini menjadi momentum bersama untuk perbaikan sistem kesehatan di Indonesia yang ternyata masih belum berdaptasi dengan tingginya ancaman ketahanan kesehatan baik karena dampak bencana alam maupun non-alam.

SELENGKAPNYA   Reportase

Praktik Manajemen Pengetahuan dalam Manajemen Bencana: Tinjauan Sistematis

 
Contoh praktik manajemen pengetahuan (Knowldege Management/ KM) biasa terjadi dalam konteks bencana. Namun, manajemen bencana adalah sistem dengan banyak komponen, dan tidak jelas bagaimana praktik KM dapat diterapkan di semua fase utama siklus manajemen bencana. Dalam konteks ini, penelitian ini akan menjawab pertanyaan – pertanyaan berikut: i) Praktik KM apa saja yang digunakan dalam penanggulangan bencana? dan ii) Apa saja implikasi dari praktik KM terhadap kinerja manajemen bencana? Selain itu, temuan utama dari studi ini mengakui adanya kesenjangan penelitian yang perlu diatasi dan dapat memberikan agenda penelitian bagi peneliti di masa mendatang. Artikel ini memberikan tinjauan sistematis dari 72 makalah yang dipilih dari database SCOPUS di KM dalam konteks manajemen bencana untuk mengevaluasi keadaan seni, menemukan celah yang ada dan menetapkan arah untuk studi lebih lanjut. Tinjauan ini mengeksplorasi penggunaan KM di semua fase manajemen bencana untuk memastikan keuntungan dari manajemen pengetahuan dalam mengurangi dampak bencana dan meningkatkan ketahanan bencana. Artikel dipublikasikan pada 2020 di jurnal Science Direct

Selengkapnya


Seminar Proposal dan Progress Penelitian Kajian mengenai Analisis Faktor Penghambat dan Pendukung Inklusi Penyandang Disabilitas dan Orang lanjut Usia dalam Layanan WASH Pasca Bencana Gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi Sulawesi Tengah Tahun 2018

Seminar Proposal dan Progress Penelitian

Kajian mengenai Analisis Faktor Penghambat dan Pendukung Inklusi Penyandang Disabilitas dan Orang lanjut Usia dalam Layanan WASH Pasca Bencana Gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi Sulawesi Tengah Tahun 2018

https://imcnews.id/uploads/images/image_750x_5cb0935b3107a.jpgDampak WASH pada bencana gempa Sulawesi Tengah belum terdokumentasikan sistematis baik dalam laporan dan penelitian hingga saat ini, termasuk WASH inklusi padahal terdapat lebih dari 1300 kegiatan penyediaan air bersih, jamban darurat, dan penyaluran hygiene kit yang dilakukan oleh lebih dari 21 anggota sub klaster WASH. Sementara intervensi WASH pada situasi bencana sangat penting untuk menurunkan risiko dan penyebaran penyakit, serta menekan angka kematian akibat situasi lingkungan dan sanitasi yang menurun. WASH merupakan hak setiap orang tetapi keadaan dan keterbatasan penyandang disabilitas, lanjut usia dan kelompok rentan lainnya dalam situasi bencana cenderung terpinggirkan dengan alasan penanganan yang cepat dan efisiensi menggunakan standar umum. Dalam situasi pra bencana, 20 persen masyarakat miskin membutuhkan akses WASH dan hal ini semakin meningkat pada situasi bencana.

Kerangka Acuan


Menjelaskan Strategi Adaptasi Masyarakat untuk Risiko Banjir Pesisir: Kerentanan dan Faktor Kelembagaan

Meningkatnya risiko banjir pesisir telah mendorong berkembangnya kota-kota yang mengadopsi perangkat pengurangan risiko dan adaptasi. Artikel ini membahas tentang jenis perangkat apa yang cenderung diadopsi oleh pemerintah daerah untuk mengelola risiko banjir pesisir dan factor – faktor yang mungkin memengaruhi pilihan tersebut; khususnya, factor – faktor yang terkait dengan kerentanan bahaya dan kapasitas kelembagaan. Berfokus pada 40 komunitas pesisir yang beragam di wilayah studi di Kanada, studi ini memanfaatkan data dari Rencana Komunitas Resmi komunitas untuk mengkarakterisasi pendekatan mereka dalam mengelola risiko banjir pesisir dalam hal peraturan penggunaan lahan, spesifikasi konstruksi, dan / atau alat proteksi banjir struktural . Data menunjukkan keragaman yang cukup besar dalam portofolio alat yang telah diadopsi oleh masyarakat. Adopsi alat ditemukan berkorelasi kuat dengan kerentanan bahaya; artinya, masyarakat dengan kondisi kerentanan fisik dan sosial ekonomi yang serupa cenderung melakukan tindakan adaptasi yang serupa. Misalnya, komunitas mapan dengan garis pantai yang sangat urban cenderung mengandalkan perlindungan banjir struktural sementara komunitas pinggiran kota dengan garis pantai setengah berkembang sebagian besar menggunakan peraturan penggunaan lahan. Faktor kelembagaan seperti ketersediaan sumber daya dan kepemimpinan lokal, yang dioperasionalkan dengan menggunakan data survei, secara mengejutkan menunjukkan sedikit korelasi dengan jenis alat yang diadopsi oleh masyarakat. Artikel ini dipublikasikan pada 2020 di Journal of Flood Risk Management

Selengkapnya