Masalah Etik Pada Epidemik, Kegawatdaruratan dan Bencana

2 etik

2 etikKejadian berupa epidemik, kegawatdaruratan maupun bencana menimbulkan banyak masalah etik bagi orang-orang yang terlibat. Termasuk didalamnya adalah responder, public health specialists dan pembuat kebijakan. Panduan pelatihan ini disusun WHO untuk menjawab kebutuhan dalam menghadapi masalah tersebut. Publikasi ini tidak hanya membahas tentang etika dalam penelitian, penjelasan tentang surveilans dan perawatan pasien pada konteks ini, serta isu-isu terkait yang harus dikurangi baik saat, selama, maupun setelah kejadian tersebut. Secara lengkap publikasi ini terdiri dari 2 bagian. Bagian pertama membahas tentang isu etik pada penelitian dan surveillance, seperti konflik yang dapat muncul melalui autonomy individu. Bagian selanjutnya memaparkan terkait perawatan pasien termasuk triage, standar perawatan dan tanggung jawab profesional kesehatan pada setting kegawatdaruratan. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon 

 

Penguatan Hukum dan Pengurangan Resiko Bencana di Indonesia

2 strengtening

2 strengteningBencana di Provinsi Aceh pada 2004 lalu menyebakan dampak pada sektor kesehatan maupun sektor lainnya. Salah satu dampak positifnya adalah pembentukan peraturan perundang-undangan tentang penanggulangan bencana pada 2007. Aturan ini mengatur tentang penanggulangan bencana dan mengatur seluruh sistem manajemen bencana di Indonesia, mulai dari kesiapsiagaan hingga respon dan pemulihan. Sebagai salah satu negara yang rawan bencana penguatan hukum atau aturan untuk mendukung manajemen bencana secara keseluruhan sangat diperlukan. Penelitian ini melakukan analisis terhadap hukum atau perundang-undangan yang berhubungan dengan resiko bencnana di Indonesia dengan menggunakan Checlist on Law and Disaster Risk Reduction. Tools ini dikembangkan oleh IFRC dan UNDP. Wawancara juga dilakukan terhadap stakeholder untuk memdapatkan gambaran secara menyeluruh. Publikasi ini penting untuk menjadi dasar pembelajaran bangsa dalam meningkatkan kualitas manajemen bencananya melalui aspek hukum. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Membangun Rumah Sakit yang Aman dengan Smart Hospitals Toolkit

4 smart hospital

4 smart hospitalToolkit ini terdiri dari instrumen yang dikembangkan sebelumnya seperti hospital safety index yang digunakan oleh berbagai negara untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatannya tahan terhadap dampak hazard yang ada. Publikasi ini terdiri dari 3 bagian penting. Pada bagian pertama dipaparkan tentang hospital safety index yang dapat digunakan untuk membantu dalam menentukan kemungkinan sebuah rumah sakit atau fasilitas kesehatan akan tetap berfungsi pada situasi kegawatdaruratan dan bencana. Hal ini berdasarkan faktor fungsi struktural dan non struktural. Untuk mencapai fasilitas kesehatan yang smart/cerdas tool ini harus digunakan bersamaan dengan The Green Guide. Bagian kedua membahas tentang The Baseline Assessment Tools (BAT) yaitu alat yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dasar untuk memandu keputusan mengenai penguatan fasilitas kesehatan. Pada bagian terakhir dijelaskan tentang The Green Guide yaitu checklist yang mengindikasikan bahwa fasilitas kesehatan tersebut dapat berkontribusi dalam perubahan iklim. Checklist ini dilengkapi dengan deskripsi yang detail terkait masing-masing kategori, strategi implementasi, rekomendasi tindakan dan hubungan ke sumber-sumber lain yang dapat menyediakan informasi tambahan. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

 

Pencegahan Kebakaran Rumah Sakit dan Pedoman Untuk Evakuasi

4 dont burn rs

4 dont burn rsSalah satu hal penting yang diperhatikan dalam mendesain keamanan pada semua fasilitas kesehatan adalah pencegahan terhadap api/kebakaran. Pedoman ini dibuat untuk mengetahui kerentanan rumah sakit terhadap kebakaran. Langkah-langkah yang harus diambil untuk meminimalisir hazard terkait api/kebakaran di rumah sakit dan kebutuhan terkait dengan evakuasi. Terdapat 4 bagian yang dijelaskan yaitu pencegahan, suppression, evakuasi dan pelatihan evakuasi. Pada kejadian kebakaran yang tidak disengaja atau berbahaya; ketersediaan alat untuk menghentikan api serta kemudahan dalam mengaksesnya pada saat kejadian menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan. Kemampuan staf dalam menggunakan peralatan tersebut juga menjadi bagian lain yang harus dipersiapkan rumah sakit. Hal terakhir yaitu proses evakuasi harus dipersiapkan untuk mengatasi situasi yang mengharuskan semua pasien, pengunjung maupun staf terbebas dari bahaya. Hal ini dilakukan apabila usaha respon kegawatdaruratan yang dilakukan tidak dapat menjaga lingkungan tetap aman. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

 

Pedoman untuk Multi-Sector Initial Rapid Assessment (MIRA)

4 mira guidance

4 mira guidanceApabila terjadi bencana secara tiba-tiba, kebutuhan untuk pengkajian secara bersama-sama oleh berbagai sektor dibutuhkan. MIRA merupakan langkah pertama yang dilakukan pada keadaan ini. MIRA memang paling tepat digunakan untuk setting bencana alam yang terjadi secara tiba-tiba. MIRA diimplementasikan secara bertahap melalui pengumpulan data primer dan sekunder, analisis bersama serta pelaporan. Pelaksanannya pada 2 minggu pertama setelah bencana terjadi. Data tersebut dianalisis bersama dan akan memberikan informasi selanjutnya tentang respon terhadap analisis yang dilakukan dan rencana strateginya. Efektivitas koordinasi dari MIRA membutuhkan keseimbangan antara aktor penting dan mobilitas dari tim-tim kecil dengan kemampuan teknis yang relevan. Peran dan tanggung jawab utama dari setiap stakeholder dipaparkan, sehingga penggunaan MIRA dapat dilakukan dengan maksimal. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Klasifikasi dan Standar Minimal Tim Medis Dari Luar Negeri (Foreign Medical Team) Pada Bencana

FMT

FMTBencana yang datang tiba-tiba tanpa adanya peringatan menyebabkan cidera atau kerugian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kemampuan wilayah tersebut. Pada keadaan ini banyak FMT yang memberikan perawatan darurat kepada korban bencana. Standar FMT yang dikirim bervariasi dan terkadang tidak memenuhi standar tanggap darurat internasional. Klasifikasi dan standar minimal Foreign Medical Team (FMT) dalam publikasi ini dibuat khusus untuk bencana yang terjadi tiba-tiba (sudden onset). FMT diklasifikasikan menjadi beberapa tipe yaitu tipe 1: perawatan darurat untuk pasien rawat jalan (outpatient emergency care), tipe 2: perawatan darurat pada pasien rawat inap (inpatient surgical emergency care), tipe 3: perawatan pasien pasien rawat inap yang merupakan rujukan (inpatient referral care), tim perawatan khusus tambahan (specialised care teams). Masing-masing tipe FMT memiliki standar yang harus dipenuhi terkait dengan kapasitas dan kapabilitas tim dalam menghadapi bencana. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Manajemen Limb Injury Selama Bencana dan Konflik

manaj limb

manaj limbPublikasi ini merupakan hasil kolaborasi WHO dan ICRC dalam menjawab kebutuhan dalam peningkatan kualitas penanganan bencana. publikasi ini mengawali penjelasannya dengan menggunakan skenario bencana. Skenario bencana yang diakibatkan oleh gempa bumi dan memposisikan pembaca sebagai anggota dari suatu Emergency Medical Team (EMT). Penulis selanjutnya memaparkan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh EMT dalam merespon bencana tersebut. Beberapa kasus pada saat bencana dan konflik yang dibahas adalah manajemen fraktur tertutup, fraktur terbuka, compartement and crush syndrome, amputasi, luka bakar, dan lain-lain. masing-masing kasus tersebut dimulai dengan skenario diikuti oleh manajemen penanganannya saat bencana. Manajemen penanganannya disertai dengan gambar yang menjelaskan setiap tahapan tindakan. Publikasi ini dapat digunakan sebagai panduan lapangan dalam menangani berbagai kasus umum yang dihadapi saat bencana. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Rehabilitasi Pada Bencana Dengan Onset yang Tiba-Tiba

rehabilitasi

rehabilitasiPublikasi ini dapat digunakan sebagai tindak lanjut manajemen yang telah dilakukan saat bencana terjadi, seperti yang dibahas pada publikasi di atas. Pada publikasi ini dibahas proses rahbilitasi yang harus dilakukan pada kasus-kasus umum pada saat bencan dengan onset yang tiba-tiba. Jenis kasus yang dibahas adalah amputasi, spinal cord injury, cidera saraf perifer, fraktur, luka bakar dan cidera jaringan lunak, dan lain-lain. Rehabilitasi yang dipaparkan mencakup keseluruhan aspek seperti proses penyembuhannya, manajemen nyeri, motivasi, ROM, peran keluarga dalam rehabilitasi pasien, serta proses rehabilitasi khusus sesuai dengan jenis kasusnya. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Abstrack World Association for Disaster and Emergency Medicine (WADEM)

wadem2017

wadem2017

World Association for Disaster and Emergency Medicine (WADEM) pada tahun ini telah menyelenggarakan kongres ke-20 tentang Disaster And Emergency Medicine  pada 25-28 April 2017 di Toronto, Kanada. Terdapat serangkaian kegiatan yang diikuti oleh berbagai negara di dunia.  Cerita menarik seputar kongres dituangkan sebagai pilihan informasi bagi pembaca. 2  kegiatan yang dibahas minggu ini adalah suplemen presentasi abstrak dan pemenang poster pada kongres. Terdapat 3 kategori pemenang Poster Award pada kongres WADEM 2017 lalu. Kategori tersebut adalah penemuan yang signifikan (significant finding), presentasi yang jelas (clear presentation) dan tampilan yang estetik (aesthetic appearance). 

Abstrak Presentasi Pada Kongres Wadem Tentang Disaster And Emergency Medicine

wadem abstractSalah satu kegiatan utama dalam kongres WADEM pada April lalu adalah presentasi abstrak yang dilakukan oleh berbagai peneliti di dunia. WADEM melalui website resminya telah mempublikasikan abstrak yang tampil pada kongres. Abstrak pada publikasi terbagi dalam beberapa kategori yaitu tentang Chemical, Biological, Radiological dan Nuclear (CBRN); operasi kolaboratif yang dilakukan oleh angkatan militer; kontroversi pada pengobatan bencana;  terlalu banyaknya orang (overcrowding) dan akses ke pelayanan di departemen kegawatdaruratan. Topik lain yang dibahas adalah emergency radiology, sistem kesehatan, kesehatan masyarakat, simulasi, triage, humanitarian aid, dan lain-lain. Publikasi ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi pembaca untuk mendapatkan hasil penelitian terkini dalam berbagai aspek kebencanaan. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

 Pemenang Kategori Penemuan yang Signifikan

wadem penemuanKategori pertama yaitu penemuan yang signifikan dimenangkan oleh Doohan et al. yang berasal dari UMEA University. Judul poster yang ditampilkan pada kongres adalah “The Benefits of Social Connection among Survivors Five Years after A Bus Crash”. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengeksplorasi hubungan sosial antar survivor atau orang yang bertahan hidup setelah 5 tahun kejadian kecelakaan bus yang besar. Poster ini memaparkan pentingnya memfasilitasi hubungan antar survivor atau orang yang bertahan hidup segera setelah kejadian kecelakaan bus. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Pemenang Kategori Presentasi yang Jelas (CLEAR PRESENTATION)

wadem terjelas

Kategori kedua yaitu presentasi yang jelas (clear presentation), dimenangkan oleh Dirk Chisholm. Judul poster ini adalah “Descriptive Epidemiology of Patients Presenting to A Field Hospital McMurray Wildfires”. Kebakaran liar di Fort McMurray merupakan kejadian yang menghabiskan dana terbesar dalam sejarah Kanada. Penelitian ini mencoba untuk mendeskripsikan epidemiologi pasien yang mendapatkan pertolongan dari CANTF2 (Tim Respon Bencana Universitas Alberta) di rumah sakit lapangan selama kebakaran terjadi. Kasus yang ditemukan meliputi masalah mata, respirasi, serta tantangan terbesar adalah kejadian luar biasa dengan masalah pada gastrointestinal pada pemberi pelayanan kegawatdaruratan pada kejadian tersebut. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Pemenang Kategori Tampilan yang Estetik (AESTHETIC APPEARANCE)

wadem estetikKategori terakhir adalah tampilan yang estetik (aesthetic appearance). Kategori ini dimenangkan oleh Valentina Antopillai dari McMaster University. Poster yang ditampilkan berjudul “Human Right to Healthcare: Equitable, Evidence-Informed Policy on Refugee Healthcare in Canada”. Tampilan poster yang menarik sesuai dengan yang disyaratkan, sehingga peserta memenangkan kategori ini. Hasil studi menunjukkan bahwa dampak kebijakan kesehatan pengungsian (refuge health policy) secara luas signifikan. Hal ini meningkatkan volume orang yang terlantar untuk mencari pengungsian di Kanada. Penjelasan selengkapnya Klik Disini arrow, external, leave, link, open, page, url icon

Pelatihan Survey Kuisioner Penelitian Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan dalam Menghadapi Arus Mudik Tahun 2017

Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes RI bekerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM melakukan penelitian untuk mengukur kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menghadapi arus  mudik 2017 yang diselenggarakan di beberapa tempat di pulau Jawa dan Sumatera. Untuk itu, perlu dilakukan pelatihan kepada surveyor mengenai penggunaan pedoman wawancara dan kuisioner penelitian. TOR Kegiatan arrow, external, leave, link, open, page, url icon