Buku ini menjelaskan tentang “Teknik Bertahan Hidup di saat dan Pasca Bencana”. Buku ini terdiri dari 12 bab dan masing-masing bab membahas teknik-teknik bertahan hidup di berbagai setting bencana. Penulis mengawali bukunya dengan membahas bahaya dan bencana di Indonesia, pendahuluan dan prinsip dasar bertahan hidup, serta modal dasar survival. Cara menyelamatkan diri saat terperangkap di dalam bangunan runtuh, banjir dan kedaruratan air, tsunami, gunung meletus serta ruangan yang terbakar dijelaskan setelahnya. Pertolongan terhadap orang lain juga dipaparkan di dalam buku ini, seperti teknik pertolongan pertama medis dan trauma dasar serta mencari dan menolong korban di dalam bangunan. Pembaca dapat memahami secara menyeluruh tentang bencana di Indonesia, cara menolong diri sendiri dan orang lain. Bahasa yang digunakan santai dan mudah dipahami sehingga dapat menjadi pilihan pertama masyarakat awam untuk dapat waspada bencana dengan tepat. Simak penjelasan selengkapnya Klik Disini ![]()
7 LANGKAH SELAMAT DARI BANJIR : SUDAH SIAPKAH KELUARGA ANDA BILA TERJADI BENCANA?
Buku kedua memaparkan tentang “7 Langkah-Langkah untuk Selamat dari Banjir”. Buku ini merupakan panduan bagi keselamatan keluarga. Cara keluarga agar dapat bertahan hidup dalam 72 jam pertama saat banjir terjadi dijelaskan secara tuntas. Ke-7 langkah tersebut adalah kenali, buat rencana kedaruratan, siapkan tas dan tahu penggunaannya (P3K), simulasi, langkah bila terjadi banjir, jaga komunikasi dan membersihkan rumah. Buku ini dapat menjadi pilihan bagi keluarga yang berada di titik rawan banjir. Tidak hanya mampu menyelamatkan keluarga sendiri, buku ini juga mengajak pembaca agar dapat memotivasi tetangganya untuk mengurangi resiko banjir dan melakukan upaya kesiapsiagaan secara bersama-sama. Simak penjelasan selengkapnya Klik Disini ![]()
GEMPA BUMI TIDAK MEMBUNUH, BANGUNANLAH YANG MEMBUNUH (7 LANGKAH SELAMAT DARI GEMPA BUMI)
Buku “7 Langkah Selamat dari Gempa Bumi” ini dapat menjadi panduan bagi keselamatan keluarga. Identifikasi hazard yang potensial menjadi bencana di rumah dan sekitar rumah menjadi hal utama yang harus dilakukan. Keluarga harus mampu membuat rencana kedaruratan untuk menghadapi gempa bumi yang mungkin terjadi. Keluarga mempersiapkan tas pertolongan pertama dan tas survival serta mempelajari bagaimana cara menggunakannya. Menjadikan rumah aman dan melakukan simulasi dapat menjadi pilhan keluarga serta cara pertolongan dan penanganan darurat. Selanjutnya adalah menjaga komunikasi dengan keluarga serta kerabat dan hindari bahaya lainnya. Hal tersebut dipaparkan di dalam buku ini. Penggunaan gambar dalam setiap langkah penanganan dan pertolongan mempermudah pemahaman isi buku. Simak penjelasan selengkapnya Klik Disini ![]()
MENUJU SEKOLAH TANGGUH BENCANA
Buku ini terdiri dari 8 bab yang menjelaskan tentang “Menuju Sekolah Tangguh Bencana”. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa menghabiskan banyak waktunya di sekolah. Sekolah sebagai tempat mendapat informasi atau pengetahuan umum. Mengingat Indonesia yang memiliki potensi bencana yang besar, sekolah dapat menjadi salah satu bagian dalam persiapan kesiapsiagaan bencana. Rangkaian kegiatan di sekolah dibentuk berkesinambungan dan holistik baik struktural maupun non struktural tujuannya untuk menciptakan sebuah sekolah yang aman dan tangguh bencana. Kepentingan tersebut dijelaskan di bab pertama buku ini. Masing-masing bab berikutnya menjelaskan langkah-langkah sekolah menjadi tangguh bencana. Buku ini tepat untuk keluarga dan pihak sekolah sebagai bahan pembelajaran dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi penerus bangsa. Simak penjelasan selengkapnya Klik Disini ![]()
WEBINAR 30 MARET 2017 : PENGELOLAAN LOGISTIK MEDIS PADA SAAT BENCANA
Mengingatkan kembali kepada seluruh pemerhati beencana di Indonesia untuk mengikuti webinar series bulan Maret tentang “Pengelolaan Logistik Medis Pada Saat Bencana” yang disselenggarakan pada Kamis, 30 Maret 2017 Pukul 13.00-15.00 WIB. isu, kebijakan seta permasalahan lainnya dalam logistik medis dapat didiskusikan melalui webinar bulan ini. Simak TOR selengkapnya Klik Disini ![]()
Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu: indoHCF 3rd National Seminar & Workshop
Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) mengundang seluruh bagian kesehatan di Indonesia untuk bergabung dalam rangkaian kegiatan IndoHCF Innovation Award. Salah satu rangkaian kegiatannya adalah seminar dan workshop terkait dengan Emergency and Disaster serta E-health. Tanggal 22 Maret 2017 diadakan seminar tentang “Strategi Penguatan SPGDT-S dan SPGDT-B di Indonesia”. Kegiatan dilanjutkan dengan workshop tentang “Manajemen SPGDT Pra-Rumah Sakit” dan “Manajemen Penanggulangan Bencana di Bidang Kesehatan”. Pendaftaran dapat dilakuakan melalui Klik Disini ![]()
Publikasi Management Banjir di Inggris: Implementasi Catchment Based Management (CBFM) dan Natural Flood Management (NFM))
Informasi pertama terkait dengan manajemen banjir yang dapat dipelajarisecaraluas. Paper ini menjelaskan tentang manfaat dan efektivitas dari implementasi Catchment Based Management (CBFM)dan Natural Flood Management (NFM) di Inggris. Review tentang bukti ilmiah penting terkait dampak penggunaan kedua cara mengatasi permasalahan banjir seperti cara menjaga dan meningkatkan sistem monitoringlevel tinggi air, peralatan untuk praktisi, peningkatan komunikasi dan kolaborasi antar bagian dalam penanganan banjir. Penjelasan selengkapnya Klik Disini ![]()
Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrim : Raport Merah 2016, Tahun Terpanas Secara Global
Climate Council of Australia mempublikasikan laporan yang berjudul “Cranking Up the Intensity: Climate Change and Extreme Weather Events”. Tahun 2016 tercatat sebagai tahun terpanas secara global. Laporan ini memberikan informasi kepada pembaca tentang semua kejadian cuaca ekstrim seperti curah hujan ekstrim, kekeringan, cuaca panas dandinginektrim, dan lain-lain. Rangkuman kejadian-kejadian penting terkait iklim yang ekstrim di dunia khususnya di Australia dipaparkan. Melalui informasi yang diberikan, kita dapat menilai potensi kejadian di Indonesia dan solusi terbaik untuk mengatasinya. Laporan ini dapat menjadi pilihan bacaan bagi pembaca untuk menghadapi perubahan cuaca di Indonesia. Penjelasan lengkapnya Klik Disini ![]()
Webinar Series 30 Maret 2017: Pengelolaan Logistik Medis
Rekan pembaca, mengingatkan kembali untuk webinar selanjutnya terkait Logistik Medis Saat Bencana pada akhir bulan ini, tepatnya pada 30 Maret 2017. Bagi pembaca yang ingin lebih memahami tentang pengelolaan logistik medis dan ingin mendiskusikan permasalahan-permasalahan terkait topik ini dapat berpartisipasi aktif melalui webinar tersebut. TOR selengkapnya simak Klik Disini ![]()
Reportase Seminar ASM Penggunaan Logistik Medik pada Bencana

Selamat berjumpa kembali kepada seluruh pembaca setia website bencana kesehatan. Minggu ini kita masih diliputi dengan berita tentang kejadian banjir di nusantara. Peta rawan banjir dan tanah longsor di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar wilayahnya berada di titik rawan banjir dan tanah longsor. Pulau Jawa juga harus berbesar hati karena memiliki daerah dengan titik rawan banjir terbanyak di nusantara. Berdasarkan informasi yang dilaporkan oleh BNPB pada 9 Maret 2017, diketahui bahwa 3 bulan awal di tahun ini mencatat kejadian banjir sebanyak 765 kejadian. Indonesia juga tidak bisa bersantai diri, karena setelah melewati musim penghujan disertai cuaca ekstrim. Mei menjadi awal musim kemarau. Permasalahan baru juga muncul seiring dengan perubahan musim tersebut. Ancaman kebakaran hutan, kekeringan menjadi lembaran baru dalam cerita nusantara kita. Selanjutnya, peran apakah yang dapat kita berikan kepada negeri ini? Itu merupakan pertanyaan yang tepat bagi semua kalangan. Peran masyarakat awam, pemerintah sebagai pemangku kebijakan serta petugas kesehatan sebagai sentral pemberi layanan kesehatan di setiap fase kejadian menjadi harus didiskusikan. Minggu ini kami menghadirkan 4 informasi menarik untuk dibaca dan direnungkan bagi semua kalangan.
Informasi pertama tentang pelaksanaan seminar pengelolaan logistik medis pada 9 Maret 2017 lalu di KPTU UGM. Seminar Annual Scientific Meeting (ASM) ini menghadirkan 5 orang pembicara. Pada sesi pertama, fokus bahasannya terkait kebijakan logistik medis serta pembelajaran dari gempa Nepal. Pada sesi kedua; pembicara memaparkan tentang kasus infeksi serta pencegahan dan pengendalian natural disaster atau bencana alam. Hal menarik yang disampaikan pada sesi ini adalah kurang dari 24 hari pasca gempa, kasus tetanus tercatat sebanyak 50 kasus. Permasalahan dalam pendistribusian bantuan obat juga dipaparkan seperti bantuan obat tiba-tiba yang tidak diimbangi dengan kualitas obat yang tidak selalu bagus. Sedangkan pada gempa Pidie tidak ditemukan korban yang menderita tetanus sebelum maupun pada masa tanggap darurat. Reportase lengkapnya dapat disimak Klik Disini ![]()
Webinar selanjutnya dilaksanakan pada 30 Maret 2017 sebagai tindak lanjut seminar tentang pengelolaan logistik medis pada tanggal 9 Maret 2017 lalu. Diskusi mendalam tentang kebijakan logistik medis serta hal-hal menarik terkait materi ini dibahas pada webinar ini. TOR selengkapnya simak Klik Disini ![]()
Persiapan untuk menghadapi permasalahan-permasalahan saat ini dapat dilakukan dengan berbagai cara dan media. Salah satu media yang dapat digunakan adalah buku. Minggu ini kami mengulas tentang buku yang berjudul “Hospital Safety Index : Guide for Evaluators (2nd Edition)”. Buku ini memaparkan tentang penjelasan langkah-langkah bagaimana penggunaan checklist penilaian keamanan rumah sakit dan bagaimana evaluasi dapat digunakan untuk menilai keamanan struktural dan non struktural kapasitas manajemen bencana dari sebuah rumah sakit. Buku ini digunakan secara luas oleh berbagai lembaga di berbagai negara, sehingga dapat menjadi pilihan bacaan bagi para evaluator. Penjelasan lengkapnya dapat diperoleh melalui Klik Disini ![]()
Rekan pembaca, cara kedua yang dapat digunakan adalah dengan mengikuti kursus Collaborating Centre for Oxford University and CHUK for Disaster and Medical Humanitarian Response (CCOUC) mengadakan kursus di musim panas tentang metodologi penelitian untuk kebencanaan dan respon medis. Kursus dilaksanakan selama 5 hari pada Juli 2017. Materi kursus yang diberikan berupa prinsip desain penelitian, metode penelitian kuantitatif dan kualitatif, perkembangan terbaru metodologi penelitian, topik terkini pada setting kebencanaan dan kemanusiaan serta implementasi dan aplikasi penelitian di setting praktik. Bagi pembaca yang tertarik di bidang kebencanaan dan kemanusiaan dapat mengikuti kegiatan ini. Terdapat beasiswa terbatas bagi peserta terbaik dengan pemberian biaya untuk kursus dan transportasi yang dikeluarkan. Penjelasan lengkap kegiatan tersebut dapat disimak melalui Klik Disini ![]()