Workshop Finalisasi Draft Pergub Penanggulangan Masalah Kesehatan Reproduksi dalam Situasi Bencana

 

Pada 21 September lalu telah diselenggarakan workshop finalisasi  draft Pergub tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Masalah Kesehatan Reproduksi dalam Situasi Bencana di DIY. Selama hampir tiga bulan draft Pergub beserta lampiran SOP-nya dirumuskan oleh tim ahli (Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran UGM dan AKSARA Yogyarakat) dan instansi terkait (Dinas Kesehatan, BPPM DIY, Dinas Sosial, BPBD, BKKBN, IBI dan lainya) untuk penyempurnaan naskah draft dan SOP Pergub ini.

Latar belakang lahirnya draft Pergub ini adalah untuk menanggapi kekhawatiran kurang tertanganinya masalah-masalah kesehatan reproduksi pada situasi bencana karena masih banyak masyarakat yang menganggap hal ini merupakan masalah pribadi masing-masing. Selain itu, muncul kekhawatiran kasus-kasus kekerasan seksual yang semakin meningkat pada situasi bencana. Sebenarnya pada akhir tahun 2014 lalu, kesehatan reproduksi telah masuk sebagai salah satu sub dalam Klaster Kesehatan dalam penanggulangan bencana. Sebagaimana diketahui bahwa penanggulangan bencana di Indonesia sejak 2014  awal telah ditetapkan menggunakan basis atau pendekatan klaster. Sederhananya pendekatan klaster adalah penyatuan dan berkolaborasinya berbagai instansi dan organisasi yang memiliki fungsi yang sama, salah satunya ada Klaster Kesehatan.

Melalui draft Pergub ini, dapat dikatakan Yogyakarta merupakan daerah pertama yang menginisiasi model pendekatan klaster untuk penyelenggaraan penanggulangan masalah kesehatan reproduksi dalam situasi bencana di daerah. Semoga draft ini cepat menjadi Pergub sehingga dapat menjadi model monitoring dan evalusi pelaksanaan sub klaster di daerah bagi pusat dan derah lainnya di Indonesia.

Global Online Consultation for World Humanitarian Summit

global-online

Global Online Consultation for World Humanitarian Summit

global-online

Selamat berjumpa kembali Pembaca Website Bencana Kesehatan di minggu ketiga bulan September ini. Kali ini kami menginformasikan mengenai Global Online Consultation yang diselenggarakan oleh World Humanitarian. Dalam konsultasi online ini, mereka mengundang sebanyak-banyaknya pihak untuk turut memberikan konstribusinya baik dalam memberikan ide, pengalaman, maupun komentar tentang proposal besar yang telah mereka buat untuk world humanitarian.

Ada empat topik yang dikonsultasikan secara online (1) Dignity: How can we ensure humanitarian action empowers and reaches all people and delivers equality for women and girls? (2) Safety: What political and humanitarian action is needed to ensure that people are kept safe in crises? (3) Resilience: How can we build people’s resilience to recurrent and protracted crises? (4) Partnership: How can we build partenership to ensure reliable and relevant humanitarian response?

Untuk dapat bergabung pada salah satu topik di atas, Bapak Ibu terlebih dahulu harus melakukan log in pada website berikut  Perlu diingat bahwa batas konsultasi online ini hanya sampai 9 Oktober mendatang. Hasil konsultasi online ini akan dibawa pada Global Consultation Meeting di Geneva 14-16 Oktober 2015. Suarakan pendapat dan saran Bapak dan Ibu untuk implementasi kemanusiaan, inilah saatnya.

 

Modul International Training Consortium Disaster Risk Reduction (ITCDRR)

Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan (PPKK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Selasa, 22 September 2015 mengadakan uji coba modul pembelajaran ITCDRR bersama dengan para akademisi dan praktisi  di Yogyakarta. Kali ini Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, Pusat Kebijakan Manajamen Kesehatan, Fakultas Kedokteran UGM memberikan kesempatan dan fasilitas untuk penyelenggaran kegiatan ini.

Uji coba modul ini bertujuan untuk menyesuaikan materi-materi ITCDRR sebelumnya dengan kondisi dan kebutuhan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan saat ini. ITCDRR merupakan kegiatan pelatihan rutin kebencanaan bidang kesehatan yang diselenggarakan secara internasional oleh WHO dan PPKK. Tahun ini ITCDRR telah dilaksanakan di Medan pada pertengahan tahun lalu dan yang kedua akan dilaksanakan di Yogyakarta pada akhir bulan Oktober ini.

Systematic Literature Review: Dampak Psikologis dan Kesehatan Jiwa Gempa Bumi Jepang Timur 2011

Systematic Literature Review:

Dampak Psikologis dan Kesehatan Jiwa Gempa Bumi Jepang Timur 2011

Pada 11 Maret 2011, Jepang mengalami kombinasi bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya yaitu gempa bumi, tsunami dan bencana nuklir (Great East Japan Earthquake -GEJE/ Gempa Besar Jepang Timur). Penelitidalam jurnal ini berusaha untuk mengidentifikasi kesehatan mental dan psikososial akibat kombinasi bencana ini. Metode yang digunakan ialah systematic literature review. Empat puluh sembilan studi yang diambil memenuhi kriteria inklusi. Sebagian besar dari individu yang terkena bencana tersebut mengalami tekanan psikologis yang cukup besar. Hasil uji kesehatan mental meliputi gangguan pasca trauma, seperti stres, depresi, dan gejala kecemasan. Lalu muncul pula perubahan kesehatan fisik, seperti tidur dan gangguan makan. Di Fukushima, radioaktif yang bocor menyebabkan ketakutan besar dan ketidakpastian pada sejumlah besar orang. Hal ini menyebabkan kesulitan besar diantara warga yang terkena dampak, terutama di kalangan ibu-ibu dari anak-anak dan pekerja pabrik nuklir. Stigma menjadi tantangan tambahan untuk warga Fukushima. Review mengidentifikasi beberapa kelompok dengan kerentanan, seperti pekerja bencana, anak-anak, orang terlantar, pasien dengan gangguan kejiwaan, dan mereka yang berduka. Selengkapnya:

Modifikasi Cuaca untuk Penanganan Bencana Asap

 

http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/643410/big/kabut-asap-riau-140221c.jpg

Jurnal BNPB yang terbit tahun 2013 ternyata memuat artikel yang menarik, seputar penanggulangan bencana asap. Judul artikel tersebut, ‘Pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca Untuk Penanggulangan Bencana Asap Kebakaran Lahan dan Hutan’. Teknologi modifikasi  cuaca telah sering diterapkan untuk mitigasi bencana yang disebabkan oleh faktor iklim dan cuaca. Salah satu contohnya bencana asap akibat kebakaran hutan yang hampir setiap tahun terjadi di Indonesia, ketika musim kemarau tiba khususnya di Kalimantan dan Sumatera. Upaya pemadaman kebakaran hutan dengan memanfaatkan TMC dianggap sebagai salah satu upaya yang paling efektif karena langsung bisa memadamkan api sebagai penyebab munculnya kabut asap. Selengkapnya silakan akses  di halaman 5 dari jurnal tersebut

Telah Terselenggara Forum Kebijakan Kesehatan Indonesia ke VI di Padang

menkesri-15

Telah terselenggara kegiatan Forum Nasional Kebijakan Kesehatan Indonesia yang ke VI di kota Padang. kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari mulai dari tanggal 24 hingga 26 Agustus 2015 di Hotel Bumi Minang Padang. dalam acara tersebut hadir pula Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. dr. Nila Moeloek. dalam Keynote Speech yang disampaikannya, Stunting menjadi salah satu pekerjaan rumah besar yang harus dicari solusinya. Selain stunting, masih banyak ditemukan fakta menarik terkait situasi kesehatan di Indonesia saat ini. materi presentasi selengkapnya dapat di simak pada link berikut

materi presentasi

Dalam kegiatan ini ada sekitar 450 peserta yang mengikuti Forum KKI ke VI ini, dengan 90 hasil penelitian mengenai kebijakan kesehatan yang dipaparkan selama 2 hari seminar. Ada banyak topik menarik yang dibahas dalam forum ini, untuk itu silahkan klik link dibawah untuk menyimak reportase kegiatan, materi presentasi, dan video pada setiap sesinya.

   

OCEAN Chapter WADEM

70th-id

70th-id

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 Tahun di 17 Agustus 2015 ini. Dirgahayu Indonesia. Semoga bangsa kita semakin tangguh disegala bidang

Ya, Agustus adalah bulan kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia. Pembaca website bencana, kita bersama bersuka cita merayakan kemerdekaan negara ini. Sumbangsih kita sebagai penggiat bencana dan kemanusiaan adalah mengupayakan ketangguhan bangsa kita dalam menghadapi segala jenis ancaman bencana saat ini dan masa yang akan datang.

Pembaca website bencana sekalian, salah satu bentuk nyata upaya tersebut adalah aktifnya kita melakukan diskusi dalam bidang kita. Kami menyediakan ruang khusus untuk itu yakni dalam Community of Practice (CoP) bencana kesehatan. Kami akan segera memulai kegiatan ini September mendatang, untuk itu silakan saudara simak pengantarnya dan segeralah mendaftar untuk menjadi bagian dari CoP bencana kesehatan di Indonesia. Selengkapnya .

Pembaca sekalian, minggu lalu kita telah menyimak reportase dari hasil penilaian tim kami atas pemulihan bencana gempa Nepal, pembaca ingin kembali menyimaknya Silakan . Minggu ini kami kembali memberikan news letter terbaru dari rekan kami OCEAN Chapter WADEM. Kami secara rutin mendapat kiriman news letter ini dan dengan senang hati membagikannya kembali kepada saudara sekalian.  Banyak informasi bermanfaat untuk kita simak seperti laporan mengena kejadian bencana di beberapa negara, forum diskusinya, dan informasi mengenai agenda seminar terdekat. Bagi mahasiswa yang membutuhkan bimbingan dan mencari kelompok diskusi mengenai manajemen bencana sektor kesehatan, dapat melihat informasinya pada news letter ini. Silakan simak selengkapnya

Pembaca sekalian, jangan lewatkan Forum Nasional Kebijakan Kesehatan Indonesia pada 24-27 Agustus mendatang di Padang. Pembaca sekalian, khususnya yang berada di Padang dan sekitarnya yang berminat dan selama ini berkecimpung dalam penanggulangan bencana dan pendidikan bencana sektor kesehatan untuk dapat hadir pada Kelas Pokja Penanggulangan Bencana. Silakan pembaca menyimak TOR lengkapnya

Hari Kemanusiaan Sedunia

Pembaca website bencana kesehatan, senang sekali diawal Agustus ini kita dapat bertemu kembali. Tahukah pembaca sekalian bahwa pada tanggal 19 Agustus setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kemanusiaan Sedunia atau World Humanitarian Day? Kali ini WHO mengajak seluruh warga dunia yang pernah merasa manfaat dari kerja tenaga kesehatan baik dalam konflik, situasi bencana, atau situasi sulit di daerah terpencil tetapi tetap berjuang dan bekerja untuk kesehatan masyarakat untuk terlibat menuliskan kisah mereka dengan mengirimkan ke [email protected] pembaca juga dapat menyimak tujuan lengkapnya pada link berikut

Minggu ini kami coba membagikan informasi mengenai Pengukuran kesehatan masyarakat pada masa tanggap darurat atau Community Asessment for Public Health Emergency Response (CASPER). CASPER dapat digunakan dengan terlebih dahulu mengaktifkan software epiinfo pada PC pengguna dan selanjutnya tools ini dapat digunakan untuk survey secara cepat pada masa tanggap darurat bencana ataupun digunkan pada masa normal. Silakan pembaca menyimak file presentasi Selengkapnya

Pembaca sekalian tentu masih ingat dengan kejadian bencana gempa Nepal beberapa bulan silam? Tim kami, dr. Hendro Wartatmo berkesempatan untuk berkunjung ke Nepal dan melakukan pemulihan disana. Bagaimana ceritanya dan apa yang dapat kita pelajari untuk perkembangan manajemen bencana di Indonesia? Silakan pembaca menyimak Reportase kami

Tidak terasa tinggal 20 hari lagi kita akan berkumpul pada event besar para penggiat dan peneliti kebijakan kesehatan pada Forum Nasional Kebijakan Kesehatan Indonesia pada 24-27 Agustus mendatang di Padang. Pembaca sekalian, khususnya yang berada di Padang dan sekitarnya yang berminat dan selam ini berkecimpung dalam penanggulangan bencana dan pendidikan bencana sektor kesehatan untuk dapat hadir pada Kelas Pokja Penanggulangan Bencana. Silakan pembaca menyimak TOR lengkapnya

Community of Practice (COP) mengenai Hospital Disaster Plan yang dikembangkan oleh Divisi Manajemen Bencana, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM masih memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat rumah sakit, tim penanggulangan bencana rumah sakit dan daerah, perguruan tinggi kesehatan, atau siapapun Anda yang tertarik untuk belajar dan berdiskusi mengenai Hospital Disaster Plan untuk bergabung dalam program ini. Silakan bagi pembaca yang ingin mengetahu lebih lanjut mengenai COP HDP ini bisa mengklik pada link disamping kanan website ini atau pada link berikut

 

Coomunity of Practice Manjemen Bencana

http://sp.beritasatu.com/media/images/original/20120917104544172.jpg

Hasil penelitian Divisi Manajemen Bencana, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM tentang kesiapsiagaan penanggulangan bencana di rumah sakit di beberapa daerah seperti Ende (Nusa Tenggara Timur), Seram (Bagian Barat Provinsi Maluku) serta di Kabupaten Aceh Timur menunjukkan bahwa kesiapsiagaan rumah sakit dalam penanggulangan bencana masih pada level rendah. Rumah sakit belum memiliki rencana penanggulangan bencana (Hospital Disaster Plan). Masih banyak rumah sakit yang belum memahami bagaimana untuk memulai melaksanakan hospital disaster plan. Beberapa rumah sakit memiliki dokumen hospital disaster plan, tetapi hanya sebatas dokumen saja untuk memenuhi persyaratan akreditasi rumah sakit. Dokumen hospital disaster plan yang ada tidak operasional.

Bagi Bapak/Ibu yang tertarik berdiskusi lebih lanjut mengenai hospital disaster plan ini, dapat bergabung melalui Community of Practice Hospital Disaster Plan (COP HDP). Pada COP HDP ini kita akan memaparkan materi-materi yang terkait hospital disaster plan dari para pakar. Bapak/Ibu sekalian juga dapat mendiskusikan permasalahan terkait HDP yang terjadi di rumah sakit Bapak/Ibu.

Bagi Bapak/Ibu yang belum terdaftar dan tertarik menjadi anggota komunitas ini, silakan mendaftar

Lessons Learnt: Health Services Assessment 3 Months after Nepal’s Earthquake

Reportase Laporan Hasil Keberangkatan dr. Hendro untuk Assessment Gempa Nepal

Lessons Learnt: Health Services Assessment 3 Months after Nepal’s Earthquake

Reportase oleh Madelina Ariani


dr. Hendro menceritakan keberangkatan beliau bersama dua orang lainnya yang berasal dari YEU atau YAKKUM Emergency Unit dan juga dari Pusbankes 118 DIY. Mereka bertiga bertujuan untuk melakukan assessment pasca tiga bulan gempa Nepal. Manarik dari cerita beliau adalah kedatangan mereka disana tidak sesuai dengan harapan.

Mereka datang ke Nepal dan langsung ingin mendaftarkan diri ke Badan Penanggulangan Bencana Nepal, semacam BNPB di Indonesia. Mereka juga mendatangi Kementerian Kesehatan Nepal. Namun tidak ada informasi yang mereka dapatkan, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk bergabung dengan Health Emergency Operation Center yang barangkali pusat ini mirip dengan pos tanggap darurat dan kesehatan jika di Indonesia. Di sinilah akhirnya mereka dapat berdiskusi dengan kepalanya.

Ada beberapa hal yang akhirnya menjadi hasil dari proses perjalanan mereka:

  1. Bantuan untuk recovery dirasakan pemerintah dan NGO setempat sudah cukup

  2. Seluruh ajuan proposal recovery harus masuk dan terdaftar di pemerintah, dan hingga saat ini proposal yang diajukan sudah cukup banyak dan tinggal menunggu disahkan oleh pemerintah.

  3. BNPB setempat tidak berdiri sendiri seperti di Indonesia, melainkan dibawah kementerian sosial.

Hari –hari berikutnya mereka terus melakukan pemantauan lokasi, mereka mengunjungi tempat pengungsian, lokasi gempa, sekolah, rumah sakit, puskesmas, hingga puskesmas pembantu. Mereka juga mengcek pelaksanaan mental health dan layanan kesehatan. Semua memang terlihat sudah kembali seperti semula. Namun, pertanyaan mendasarnya, apakah itu sudah cukup? Tidakkah upaya recovery ditujukan untuk memperbaiki keadaan jauh lebih baik dari keadaan semula?

Diskusi pagi ini sangat menarik, terutama ketika peserta diskusi menanyakan mengenai kebutuhan apa yang harusnya mereka dapatkan? Apa yang bisa kita lakukan? Bagaimana sebenarnya menghadapi gap persepsi antara keinginan mau menolong dengan rasa cukup oleh pemerintah lokal?

Jika kita mengambil kasus Tsunami Aceh dan Gempa Padang misalnya, kita dari UGM berkeinginan membantu dan disambut dengan baik oleh pemerintah disana. Artinya ada persepsi yang sama. Dan ini kurang kita dapatkan pada kasus Nepal ini. Hal ini menarik didiskusikan agar penanganan bencana kedepannya bisa lebih baik.

Tentunya juga ada hal positif yang bisa diambil dari pengalaman ini, diantara ketegasan Nepal untuk menolak bantuan barang bekas masuk ke negaranya juga kemampuan pulih dari masyarakatnya sendiri. Jika kita bandingkan dengan kejadian bencana yang pernah terjadi di Indonesia maka kasus Nepal ini mirip dengan tsunami Aceh dan gempa Padang. Bedanya kita bisa lebih terbuka dengan bantuan dari luar sedangkan mereka lebih terkesan “pilih-pilih”. Saat ini dapat kita katakana sistem penanggulangan bencana yang kita buat lebih baik dari pada Nepal, tetapi butuh upaya kita untuk benar-benar menjalankan sistem yang sudah kita bangun.

Diskusi pagi ini berjalan sangat menarik selama satu setengah jam. Rekomendari akhir dari pembicara untuk pengembangan kelompok kerja bencana dalam upaya penanggulangan bencana kedepannya adalah pengembangan jejaring dengan NGO dalam dan luar negeri untuk upaya sharing dan kerjasama, serta bagaimana kelompok kerja bancana dapat menyebarluaskan success story dari upaya capacity building penanggulangan bencana di bidang kesehatan yang pernah dilakukan di Aceh, Padang, dan Yogyakarta.

 

Penggunaan “Pengetahuan Bencana” dalam Pengurangan Resiko Bencana

DKM

DKM

Pembaca website bencana kesehatan, selamat bertemu kembali di awal Juli 2015. Pembaca sekalian, dalam pengantar minggu ini banyak sekali informasi yang kami berikan kepada pembaca, mulai dari artikel yang akan kita bahas, tawaran pelatihan bencana, tawaran grant penelitian dalam kebencanaan, dan event. Pembaca dapat mengakses informasi ini pada menu agenda mendatang di atas dan pada menu informasi sebelah kanan website bencana ini

Artikel yang kita angkat minggu ini berjudul The disaster-knowledge matrix: reframing and evaluating the knowledge challenges in disaster risk reduction, silakan . Artikel yang diterbitkan oleh jurnal International Journal of Disaster Risk Reduction Volume 13 ini mendiskusikan mengenai tantangan dalam mengimplementasikan kebijakan dan praktek penyelenggaraan bencana yang berbasis penelitan ada pengetahuan bencana atau disaster-knowledge. Untuk menyakinkan pembaca, penulis mencoba mengilustrasikan penggunaan evaluasi ilmu pengetahuan dalam pengembangan kebutuhan dan evaluasi penyelenggaraan penanggulangan bencana di lapangan. Hasil gambaran ini menunjukkantransmisi dan kebutuhan basis ilmu pengetahuan dalan upaya pengurangan resiko bencana. Menariknya, penulis juga mengangkat contoh kasus kesuksesan dan kegagalan arus informasi antar stakeholder di daerah. Penulis juga mengangkat studi kasus negara Austria dan Mexico.