Derita Sinabung dan Gempa Nepal

sinabung

sinabung

Pembaca website bencana, semoga selalu dalam keadaan baik. Mei ini kita masih berduka dengan bencana Nepal yang memakan korban hingga 7000 jiwa lebih dan korban luka 13.000 jiwa lebih. Bantuan terus berdatangan ke Nepal dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Saat ini tim kesehatan sudah mendapat izin untuk beroperasi di RS Kanthipur dan RS lapangan di Satunggal distrik yang merupakan daerah terparah terkena gempa, simak selengkapnya dan . Dengan kondisi cuaca saat ini serta kollapsnya fasilitas umum, maka Nepal sangat membutuhkan bantuan dari Internasional, Selengkapnya dan .

Pembaca website bencana, di tanah air sendiri, kita masih berkutat dengan masalah letusan Gunung Sinabung. Sejak 2013 hingga saat ini seakan-akan masalah Sinabung tidak pernah berhenti dan masyarakat yang menjadi korban. Minggu ini dapat kita lihat di media massa mengenai pengusulan Sinabung menjadi bencana nasional sehingga bantuan dapat diberikan dari APBN juga, selengkapnya dan .

Pembaca website bencana, jangan lewatkan reportase kami mengenai World Congress on Disaster and Emergency Medicine April lalu di Cape Town, South Africa. Simak hasil penelitian manajemen bencana dan hal kegawatdaruratan lainnya yang berhubungan yang kami analisis dengan kondisi Indonesia saat ini, selengkapnya klik di sini .

Pasca WCDRR Sendai: Agenda Penanggulangan Bencana 2015-2030?

ban-ki-moon

ban-ki-moonPembaca website bencana kesehatan, selamat berjumpa di awal minggu pertama bulan April 2015 ini. Maret lalu kita telah melewati agenda besar dunia untuk penanggulangan bencana yakni World Conference on Disaster Risk Reduction di Sendai Jepang. Pertemua selama lima hari ini (14-18 Maret 2015) ini dalam rangka penyusunan agenda penanggulangan bencana dunia tahun 2015-2030, Silakan menyimak agenda lengkapnya pada website berikut dan mendownload buku program berikut ini .

Perlu diketahui bahwa agenda maret tersebut merupakan final dari dua agenda pertemuan sebelumnya di tahun 2014, Pembaca dapat menyimak proses dan catatan preparatory ini, silakan . Tentu kegiatan ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan mengingat dampak yang ditimbulkan bencana mengenai semua sektor kehidupan tetapi tidak semua sektor berperan aktif dalam penanggulangannya, silakan menyimak deklarasi komitmen political stakeholder, silakan begitu juga dengan voluntary komitmen, silakan .

WCDRR 2015 ini juga mermuskan framework baru dalam penanggulangan bencana lima belas tahun ke depan, pembaca sekalian dapat mendownload framework tersebut . Banyak dari kita yang tidak berkesempatan hadir dalam agenda tersebut, tetapi kita dapat mengakses kegiatan pra, saat conference, dan pasca conference di website wcdrr.org, lihat juga dokumentasi kegiatan secara lengkap,

Pengantar 3 Maret 2015

Selamat berjumpa kembali pembaca website bencana kesehatan di bulan Maret ini. Bulan ini, bersama kita akan menyimak hasil kongres dunia mengenai pengurangan risiko bencana pasca berakhirnya Hyogo framework. Kongres yang akan diselenggarakan pertengahan Maret ini dapat disimak perkembangannya pada link berikut ini

Pembaca dapat juga menyimak hasil review artikel penelitian mengenai intervensi pencegahan penyakit pada anak dalam konteks bencana dan terorisme. Artikel review ini memang tidak berhasil kami sajikan pada pembaca sekalian tetapi ulasan dan skor yang dilakukan oleh tim evidence based website mengenai artikel review ini dapat pembaca simak pada link berikut ini

Para Pembaca, jangan lewatkan seminar bencana kesehatan yang akan diselenggarakan Senin, 16 Maret 2015 di FK UGM. Sehari dalam seminar ini kita akan mendiskusikan mengenai Kaitan Peningkatan Risiko Bencana dengan Pencapaian MDGs, pada sesi lain, kita juga akan membahas mengenai penelitian dampak perubahan iklim dan kesehatan di Indonesia. Pendaftaran peserta masih dibuka hingga 10 Maret 2015. Simak TOR kegiatan

Laporan:
14th World Congress on Public Health

14wcph-1

14th World Congress on Public Health adalah forum kesehatan masyarakat yang diselenggarakan sekali dalam tiga tahun. Kali ini acara diselenggarakan di Science City, Kolkata, India. Kongres ini diselenggarakan oleh World Federation of Public Health Associations (WFPHA) dan Indian Public Health Association (IPHA) dan acara diselenggarakan pada Rabu-Minggu (11-15/2/2015). Kongres ini menghadirkan ahli kesehatan masyarakat dari berbagai belahan dunia. Pembicara berbagi pengalaman dan perspektif tentang kesehatan masyarakat dari berbagai negara, mulai dari India, Kanada, Brazil, Asia, Afrika, dan lainnya. Konferensi ini dibagi dalam lima acara besar yaitu pre-conference, plenaries & speakers, thematic sessions, concurrent sessions, dan free papers.

Kongres ini bertujuan untuk mendorong promosi “Rakyat Sehat-Lingkungan Sehat” dan akan mempertemukan ribuan peserta dari berbagai disiplin ilmu kesehatan masyarakat dari berbagai negara di seluruh dunia. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM mengirimkan tiga delegasi dari spesifik ilmu yang berbeda untuk melaporkan topik-topik yang menarik dan terkait dengan situasi di Indonesia di web ini. Simak reportase kegiatannya pada link berikut

 Hari I Hari II  Hari III  Hari IV  Hari V 

Simulasi Bencana untuk Menguji Hospital Disaster Plan

simulasi-bencana

simulasi-bencana

Review singkat dari media elektronik minggu ini bisa kita lihat bahwa bencana hidrometeorologi masih mengancam wilayah Indonesia. Keadaan ini makin diperparah dengan kondisi lingkungan yang buruk, seperti banyaknya drainase yang tersumbat hingga pohon-pohon tua yang tidak diperhatikan. Kondisi seperti ini semakin meningkatkan ancaman masyarakat terhadap bencana banjir dan dampak dari angin puting beliung. Dimanapun pembaca website berada kami menghimbau agar terus waspada dan siaga terhadap bencana.

Pembaca website bencana kesehatan, 28 Januari yang lalu kami membantu RSUD Wonosari Kabupaten Gunungkidul untuk melakukan simulasi bencana internal dengan kasus kebakaran di Laboratoirum. Simulasi ini bertujuan untuk menguji dokumen rencana penanggulangan bencana yang rumah sakit miliki atau Hospital Disaster Plan. Simulasi yang melibatkan pihak kepolisian, pemadam kabakaran, PMI, dan BPBD Gunungkidul ini ternyata juga diliput oleh wartawan harian lokal. Kami sangat berharap kesadaran rumah sakit untuk HDP dan simulasi semakin meningkat, tidak saja untuk akreditasi tetapi sungguh-sungguh untuk pedoman dan praktek jika bencana benar-benar terjadi di rumah sakit.

Pembaca, jangan lupa untuk terus menyimak dan mengikuti World Cenference on Disaster and Emergency Management (WCDEM) yang akan dilaksanakan 21-24 April mendatang. Bagi pembaca yang belum sempat melakukan submit abstrak masih dapat mendaftar sebagai peserta atau mengikuti kegiatan pra dan post conference. Kursus yang mereka tawarkan bagus sekali untuk peningkatan keterampilan kita dalam manajemen bencana sektor kesehatan. silakan buka website WCDEM 2015 berikut

Hubungan Antara Konsumsi Media dan Kecemasan Setelah Bencana Nuklir Fukushima Daiichi

Bencana nuklir Fukushima Daiichi menyebabkan kepanikan global dengan pelepasan radionuklida berbahaya. Dalam disaster setting, penggunaan sumber media kontemporer yang salah (yang ada saat ini) dapat menyebabkan menyebarluasnya informasi yang salah dan memicu kepanikan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun skala yang meneliti hubungan antara media dan kecemasan individu, dan untuk mengusulkan penggunaan media yang efektif untuk manajemen bencana di masa mendatang.Simak selengkapnya

MENGINGAT 10 TSUNAMI ACEH: RE-LAUNCHING E-BOOK

buku-aceh

“SATU TAHUN DAN TIGA TAHUN KEGIATAN RS DR. SARDJITO, FAKULTAS KEDOKTERAN, DAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA DI ACEH”

buku-acehPembaca website bencana kesehatan,

29 Desember 2004 tepat pukul 09.00 WIB, di ruang Tim Medis RS. Sardjito, tim bantuan medis pertama terbentuk. Tim ini dikirim untuk melakukan penyelamatan dan pertolongan pada korban gempa dan Tsunami di Aceh. Pembentukan tim ini didukung penuh oleh jajaran direksi dan kepala Staf Medis Fungsional/ instalasi RS Sardjito serta Dekan FK UGM dan diperluas dengan bantuan dari Fakultas Psikologi UGM.

Selama empat tahun kemudian hingga 2008, FK UGM, RS Sardjito, dan Fakultas psikologi terus membantu masyarakat dan pemerintah Aceh dalam penanggulangan bencana. Upaya ini kemudian didokumentasikan dalam dua buah buku;

  1. Satu Tahun Kegiatan RS Dr. Sardjito, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada di Aceh: 31 Desember 2004-31 Desember 2005
  2. Tiga Tahun Kegiatan RS Dr. Sardjito, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada di Aceh: 30 Desember 2004 – 31 Desember 2007

Simak juga reportase kegiatan International Seminar on Disaster Health Management: 10 Years Tsunami Aceh: Lesson Learned and Strategy for Disaster Management in Health Sector in Indonesia, 17-18 Desember 2014, Yogyakarta. silakan

OUTLOOK BENCANA KESEHATAN 2015

outlook

outlookDalam situasi darurat bencana, sektor kesehatan memiliki peranan penting dalam penyelamatan jiwa manusia. Agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik, diperlukan manajemen bencana yang baik di sektor kesehatan. Namun dalam pelaksanaannya, masih banyak kendala yang dihadapi di lapangan seperti lemahnya koordinasi, fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas yang belum siap menghadapi bencana, skill dan petugas kesehatan yang masih kurang. Dari tantangan yang ada, ada beberapa hal yang dapat dikembangkan di tahun 2015, antara lain: pengembangan hospital disaster plan, pelatihan emergency bagi petugas kesehatan, pengarusutamaan manajemen bencana ke dalam pendidikan formal. Pengembangan Manajemen bencana di sektor kesehatan dapat dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan berbagai organisasi seperti WHO, Kemenkes, Universitas (dalam dan luar negeri), USAID, World Bank, dan LSM. Silakan simak

Buku Standar Minimum untuk Pendidikan pada saat Bencana

buku-bencana

buku-bencanaSalam tangguh bencana bagi seluruh penggiat bencana yang menjadi pembaca setia website bencana kesehatan ini. Berbicara tentang bencana kita akan  ingat dengan perlindungan lebih untuk populasi rentan. Siapa mereka? Tentunya, anak, perempuan, dan lansia.

Marak saat ini kita dengar pelatihan-pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas populasi rentan terhadap bencana, ada peningkatan peran serta lansia dalam kesiapsiagaan bencana salah satunya.

Bagaimana dengan anak-anak yang mana psikologisnya lebih rentan untuk terluka pada saat menghadapi bencana, maka sering kita dapati pendidikan pada saat bencana. Lantas kebutuhan pendidikan seperti apa yang harusnya di dapatkan anak pada setiap pase bencana? siapa yang dapat kita libatkan dalam memberikan pendidikan kepada anak? Serta bagaimana kebijakan yang dikembangkan?

Pertanyaan-pertanyaan di atas barangkali dapat terjawab oleh buku yang menjadi pilihan kita untuk disajikan bagi pembaca website bencana kesehatan  minggu ini. Buku yang digagas oleh INEE (Inter-Agency Network for Education in Emergencies) dan The Sphere Project ini telah dialihbahasakan ke Bahasa Indonesia. Simak selengkapnya buku ini,

Pembaca sekalian dapat juga menyimak hasil peneltian berikut mengenai cara yang digunakan untuk mengukur kerentanan daerah terhadap cyclones dan banjir. Indikator  yang penulis gunakan dalam artikel ini  adalah tingkat ancaman bahaya, sensitivitas, dan kemampuan beradaptasi. Tiga indikator ini dibagi lagi ke dalam sub insikator, misalnya indikator sensitivitas salah satunya adalah keadaan kesehatan daerah. Simak selengkapnya artikel ini .

Dampak Perubahan Iklim

bencana-siklus

bencana-siklus

Pembaca website bencana kesehatan, selamat berjumpa kembali di minggu kedua January 2015 ini. Sepertinya negara kita tidak berhenti terkena bencana, baik bencana alam maupun kecelakaan transportasi. Di awal tahun ini, wilayah Indonesia banyak yang terkena banjir dan tanah longsor. Bencana hidrometeorologi dan dampak perubahan iklim masih akan mengancam kita di tahun ini.

Dilansir dari sumber Responding to Climate Change (RTCC), diprediksi pada tahun 2098 akan terjadi peningkatan kematian akibat penyakit jantung lima kali lebih banyak, penyebabnya karena peningkatan gelombang panas dunia. Simak ulasan lengkap artikel ini

Studi Kebijakan Penanggulangan Bencana Alam Berbasis Masyarakat

Buku ini disusun untuk menjelaskan bagaimana sebuah kebijakan diimplementasikan (policy action )mengenai Kampung Siaga Bencana (KSB). Inisiatif ini mengandalkan partisipatif aktif masyarakat dengan dukungan dari Kemensos, Dinas Sosial Provinsi dan Dinas Sosial Kabupaten/Kota untuk mengurangi resiko bencana yang mungkin terjadi. KSB lebih banyak berfokus pada tahapan pra bencana, dimana didalamnya terdapat kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Secara kelembagaan KSB ini baru mencapai tingkat kecamatan dan masih memerlukan bantuan dan dukungan dari lembaga terkait/instansi sektoral. Simak selengkapnya melalui: