Pelatihan Dasar Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit

 

BATCH 2:  MATERI   REPORTASE   VIDEO_H-1    VIDEO_H-2

 

PENGANTAR

Apakah rumah sakit Bapak/Ibu sudah siap menghadapi bencana dan krisis kesehatan? Mungkin Bapak/ Ibu bisa mengatakan bahwa dari fasilitas sudah siap atau dari tenaga kesehatan sudah siap. Namun apakah cukup dengan kedua hal tersebut? Bagaimana dengan SOP, struktur pengorganisasian dan analisis risiko? Apakah rumah sakit Bapak/ Ibu sudah menyiapkannya?. Coba Bapak/ Ibu melihat kembali atau mempelajari kembali konsep disaster management cycle, PMK Nomor 75 Tahun 2019 tentang Krisis Kesehatan dan Hospital Safety Index (HSI). Ketiga hal tersebut bisa menjadi dasar yang kuat bagi bapak/ibu untuk mengetahui betapa pentingnya Rumah Sakit menyiapkan dokumen Hospital Disaster Plan (HDP) untuk meningkatkan kesiapsiagaan RS dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan.

Sejauh ini, hampir semua rumah sakit telah memiliki dokumen Hospital Disaster Plan (HDP), baik HDP sebatas dokumen tertulis maupun dokumen yang sudah pernah disosialisasikan, diuji coba di atas meja/ table top exercise (TTX), disimulasikan, direvisi dan dikembangkan. Perlu disadari bahwa memiliki dokumen HDP tidak serta merta membuat penanganan respons bencana menjadi mudah, lancar dan tidak ada masalah karena kekacauan atau chaos akan tetap terjadi di awal masa respons untuk setiap jenis bencana. Namun, durasi kekacauan akan menjadi lebih singkat dengan adanya perencanaan dan peningkatan kapasitas yang dipersiapkan saat sebelum terjadi bencana dibandingkan dengan rumah sakit yang tidak memiliki perencanaan sama sekali. Fungsi HDP lebih dari sekedar dokumen perencanaan, tetapi panduan yang operasional dan budaya kesiapsiagaan bencana.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kami dari Divisi Manajemen Bencana Kesehatan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FKKMK UGM mengajak Bapak / Ibu bergabung dalam Pelatihan Dasar Penyusunan HDP.

TUJUAN KEGIATAN

  1. Peserta memahami penyusunan rencana penanggulangan bencana di rumah sakit (HDP) harus menyesuaikan dengan karakteristik di tiap rumah sakit.
  2. Peserta mampu memahami komponen-komponen dokumen HDP berdasarkan template yang ada.

OUTPUT KEGIATAN

Peserta memahami dan menyusun komponen hospital disaster plan : struktur pengorganisasian, manajemen risiko bencana

TARGET PESERTA

Peserta berasal dari tim bencana rumah sakit yang masih aktif dan/ atau anggota baru yang meliputi unsur:

  • Unsur Manajemen (pengorganisasian/ sistem komando bencana rumah sakit; operasional, keuangan, perencanaan, sekretaris)
  • Unsur tim yang mengerjakan analisis risiko, HVA, dan HSI (*K3RS)
  • Unsur logistik, perencanaan, SDM, dan fasilitas

LINK PENDAFTARAN 

https://bit.ly/Registrasi-HDP2024


NARASUMBER

  1. dr. Hendro Wartatmo, SpB-KBD
  2. dr. Bella Donna, M.Kes
  3. Madelina Ariani, MPH
  4. Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
  5. Happy R Pangaribuan, MPH

WAKTU PELAKSANAAN

Pelatihan ini akan dilaksanakan sebanyak 5 Batch (Gelombang) selama tahun 2024 dimana dalam setiap batch terdapat 2 kali pertemuan. Peserta bebas memilih mengikuti pelatihan pada batch keberapa, dengan pembagian waktu sebagai berikut :


Batch I   : Rabu s/d Kamis/ 13 dan 14 Maret 2024


Batch II : Selasa-Rabu/ 21 dan 22 Mei 2024

MATERI      REPORTASE      VIDEO_H-1      VIDEO_H-2


Batch III : Rabu-Kamis/ 20 dan 21 November 2024


 

RUNDOWN KEGIATAN

Waktu JPL Materi/Kegiatan Narasumber
  T P L    
Pertemuan I
08.30 – 09.00       Registrasi dan Pre Test  
09.00 – 09.10       Pembukaan dan Pengantar dr. Hendro Wartatmo, Sp.B-KBD
09.10 – 09.55 1     Materi 1: Akreditasi dan Strategi Penyiapan HDP di RS dr. Bella Donna, M.Kes
09.55 – 10.40 1     Materi 2: Analisis Risiko, HVA, Hospital Safety Index Madelina Ariani, SKM, MPH
10.40 – 11.25 1     Materi 3 : Sistem Komando dan Pengorganisasian dr. Bella Donna, M.Kes
11.25 – 12.10 1     Materi 4 : Logistik Medik dan Manajemen Relawan apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
    3   Penugasan Mandiri  
Sub Total 4 3      
Pertemuan II  
09.00 – 09.45 1     Materi 5 : identifikasi fasilitas saat Bencana Happy R. Pangaribuan, SKM, MPH
09.45 – 10.30 1     Materi 6 : SOP saat Bencana Madelina Ariani, SKM, MPH
10.30 – 11.15 1     Materi 7 : Data Informasi dan Peta Respon apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
11.15 – 12.00 1     Materi 8: Komponen HDP dan teknik penyusunan dr. Bella Donna, M.Kes
12.00       Penutupan dan Post Test  
    3   Penugasan Mandiri  
Sub Total 4 3      
Total 8 6

 

BIAYA KEPESERTAAN

Biaya kepesertaan Pelatihan dan Pendampingan sebesar Rp 3.500.000 / instansi. Peserta pelatihan dikenai biaya sebagai tim (Anggota tim maksimal 5 orang/institusi).

Peserta akan mendapatkan sertifikat ber-SKP Plataran Sehat

Pembayaran peserta dapat dilakukan dengan melalui transfer ke rekening panitia dengan Kode Unik 39, contoh  Rp.3.500.039. No. Rekening sebagai berikut:

No Rekening               : 9888807171130003
Nama Pemilik              : Online Course/ Blended Learning FK UGM
Nama Bank                 : BNI
Alamat                        : Jalan Persatuan, Bulaksumur Yogyakarta 55281 

Narahubung Pelatihan

Pendaftaran :
Hagung Putra/ +62 813-2611-6064 / [email protected]

 

Konten         :
Happy R Pangaribuan, MPH/ 085325546433 /  [email protected]

 

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan keperawatan
Universitas Gadjah Mada
Gedung Litbang FK-KMK Lantai 1, Jl. Medika Yogyakarta 55281
Website     : http://www.bencana-kesehatan.net/

 

Arsip Pengantar Februari

hdp2024

Salam Jumpa Bapak/Ibu Pemerhati Manajemen Bencana Kesehatan. Edisi Minggu ini kami sajikan beberapa Artikel/ Jurnal/ Berita dan Agenda sebagai berikut.


Pengantar Website Bencana

Edisi : 15 Februari 2024


hdp2024

Tahun 2024 Divisi Manajemen Bencana Kesehatan Pusat Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM kembali menyelenggarakan pelatihan, webinar dan bimbingan teknis terkait manajemen penanganan bencana sektor kesehatan. Metode pelatihan yang dilaksanakan sangat beragam, yaitu melalui online dan offline. Target pelatihan juga menyasar seluruh pihak-pihak terkait seperti rumah sakit, puskesmas, dinas kesehatan, universitas, mahasiswa, LSM/NGO, organisasi profesi dan lain-lain. Fokus tujuan pelatihan  untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan dan kesadaran peserta dalam manajemen penanganan bencana sektor kesehatan. Lalu, apa saja pelatihan yang akan dilaksanakan, silakan simak di bawah ini : 

{slider title=”Pelatihan Dasar Penyusunan Hospital Disaster Plan” open=”false” class=”blue icon”}

  Waktu Pelaksanaan : 

  • Batch I   :  Rabu s/d Kamis/ 13 dan 14 Maret 2024
  • Batch II  : Selasa-Rabu/ 21 dan 22 Mei 2024
  • Batch III : Selasa-Rabu/16 dan 17 Juli 2024
  • Batch IV :  Rabu-Kamis/ 11 dan 12 September 2024
  • Batch V  : Rabu-Kamis/ 20 dan 21 November 2024

  Metode : online

  Biaya : Rp 3.500.000 / instansi (Anggota tim maksimal 5 orang/institusi) 

PENDAFTARAN

{slider title=”Pelatihan Dan Pendampingan Penyusunan Hospital Disaster Plan” open=”false” class=”blue icon”}

  Waktu Pelaksanaan : 

Batch I : 

  • Pertemuan 1: Jumat, 5 April 2024
  • Pertemuan 2: Jumat, 19 April 2024
  • Pertemuan 3: Jumat, 3 Mei 2024
  • Pertemuan 4: Jumat, 17 Mei 2024
  • Pertemuan 5: Jumat, 31 Mei 2024

Batch II : 

  • Pertemuan 1: Kamis, 5 September 2024
  • Pertemuan 2: Jumat, 20 September 2024
  • Pertemuan 3: Jumat, 4 Oktober 2024
  • Pertemuan 4: Jumat, 18 Oktober 2024
  • Pertemuan 5: Jumat, 1 November 2024

 Metode : online

  Biaya  :  Rp 7.500.000 / instansi (Anggota tim maksimal 5 orang/institusi) 

Benefit : Materi Pembelajaran, Draft Hospital Disaster Plan dan Sertifikat ber-SKP

PENDAFTARAN

{slider title=”Bimbingan Teknis Penyusunan Hospital Disaster Plan” open=”false” class=”blue icon”}

  Waktu Pelaksanaan :

  • Batch I  : Rabu-Jumat / 26-28 Juni 2024
  • Batch II : Rabu-Jumat / 4-6 Desember 2024

  Metode : offline

  Biaya    : Rp 4.000.000 / orang

Benefit   : Materi Pembelajaran dan Sertifikat ber-SKP

 PENDAFTARAN

{slider title=”Pelatihan Dasar Penyusunan Klinik Disaster Plan dan Puskesmas Disaster Plan” open=”false” class=”blue icon”}

  Waktu Pelaksanaan : Rabu-Kamis / 29-30 Mei 2024
Metode : online

  Biaya : Rp 2.500.000 / instansi (Anggota tim maksimal 5 orang/institusi)

Benefit : Materi Pembelajaran dan Sertifikat ber-SKP

 PENDAFTARAN

{slider title=”pelatihan Dan Pendampingan Penyusunan Klinik Disaster Plan dan Puskesmas Disaster Plan” open=”false” class=”blue icon”}

  Waktu Pelaksanaan :

  • Pertemuan 1: Kamis, 4 Juli 2024
  • Pertemuan 2: Kamis, 18 Juli 2024
  • Pertemuan 3: Kamis, 1 Agustus 2024
  • Pertemuan 4: Kamis, 15 Agustus 2024
  • Pertemuan 5: Kamis, 29 Agustus 2024

  Metode : online

Biaya : Rp 5.000.000 / instansi (Anggota tim maksimal 5 orang/institusi)

Benefit : Materi Pembelajaran, Draft Dokumen Klinik Disaster Plan/Puskesmas Disaster Plan dan Sertifikat ber-SKP

PENDAFTARAN

INFORMASI SELENGKAPNYA KLIK DISINI

{slider title=”PELATIHAN PENYUSUNAN DINAS KESEHATAN DISASTER PLAN” open=”false” class=”blue icon”}

  Waktu Pelaksanaan : Kamis-Jumat/27-29 November 2024

  Metode : Hybrid (offline dan online)

  Biaya :

  • offline sebesar: Rp. 4.000.000/orang.
  • online sebesar: Rp. 1.000.000/orang.

Benefit : Materi Pembelajaran dan Sertifikat ber-SKP

PENDAFTARAN

INFORMASI SELENGKAPNYA KLIK DISINI

{slider title=”Webinar Disaster Health Management” open=”false” class=”blue icon”}

  Waktu Pelaksanaan :

  • Batch 1 : Sabtu, 30 Maret 2024
  • Batch 2 : Sabtu/ 20 Juli 2024

Metode : Hybrid (offline dan online)

  Biaya :

  • Praktisi ahli, pemangku kebijakan, dan masyarakat umum: Rp. 200.000/orang
  • Mahasiswa: Rp100.000/orang

Benefit : Materi Pembelajaran dan Sertifikat ber-SKP

PENDAFTARAN

INFORMASI SELENGKAPNYA KLIK DISINI

{slider title=”Seminar manajemen logistik kesehatan” open=”false” class=”blue icon”}

  Waktu Pelaksanaan : Kamis-Jumat/3-4 Oktober 2024

Metode : Offline

  Biaya :

Praktisi ahli, pemangku kebijakan, dan masyarakat umum: Rp. 500.000/orang
Mahasiswa: Rp250.000/orang

Benefit : Materi Pembelajaran dan Sertifikat ber-SKP

 

PENDAFTARAN

INFORMASI SELENGKAPNYA KLIK DISINI

{slider title=”Webinar Penyusunan Simulasi Hospital Disaster Plan (HDP) di Rumah Sakit” open=”false” class=”blue icon”}

  Waktu Pelaksanaan :

  • Batch 1 : Rabu-Kamis/ 12-13 Juni 2024
  • Batch 2 : Rabu – Kamis/ 6-7 November 2024

Metode : Online

  Biaya :

  • Personal –  per orang 750.000
  • Rp 2.500.000 / instansi (Anggota tim maksimal 5 orang/institusi)

Benefit : Materi Pembelajaran dan Sertifikat ber-SKP

PENDAFTARAN

INFORMASI SELENGKAPNYA KLIK DISINI

{slider title=”Webinar Pelatihan Manajemen EMT” open=”false” class=”blue icon”}

  Waktu Pelaksanaan :

  • Batch 1 : Kamis-Jumat/ 5-6 Juni 2024
  • Batch 2 : Rabu – Kamis/ 9-10 Oktober 2024

Metode : Online

  Biaya :

  • Biaya per orang 750.000
  • Rp 2.500.000 / instansi (Anggota tim maksimal 5 orang/institusi)

Benefit : Materi Pembelajaran dan Sertifikat ber SKP

PENDAFTARAN

INFORMASI SELENGKAPNYA KLIK DISINI

{/sliders}

Manajemen Risiko Tanah Longsor dengan Menggunakan Teknik Geospasial: Wawasan Komparatif dari Cina dan Indonesia

Tanah longsor didefinisikan sebagai pergerakan tanah dan batuan yang membentuk lereng. Tanah longsor dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan kematian bagi masyarakat di daerah rawan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan membandingkan pola manajemen risiko longsor di Cina dan Indonesia dari penelitian yang dilakukan pada tahun 2019-2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR). Dalam pencarian literatur menggunakan Scopus, Mendeley memiliki periode publikasi 2019-2023. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen risiko bencana juga berfokus pada lebih dari sekedar pengetahuan masyarakat dalam tanggap darurat bencana. Artikel ini dipublikasikan pada 2024 di ASEAN Natural Disaster Mitigation and Education Journal 

SELENGKAPNYA


Reportase  Field Training Exercise (FTX) Penanggulangan Krisis Kesehatan (Health Emergency/ HE) di Provinsi Sulawesi Selatan

ftx h1 8PKMK – Setelah melaksanakan uji coba pedoman berupa Table Top Exercise (TTX), kali ini PKMK FK-KMK UGM kembali bekerja sama dengan AIHSP (Australia Indonesia Health Support Partnership) melaksanakan Field Training Exercise (FTX) Penanggulangan Krisis Kesehatan (Health Emergency/ HE) di Provinsi Sulawesi Selatan pada Rabu-Kamis, 31 Januari-1 Februari 2024. Pada hari pertama, dilaksanakan kegiatan Pembukaan dan Academic Session. Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan bidang Pemerintahan, dr. Andi Mappatoba, MBA., DTAS. Dalam sambutannya, Andi menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini dan harapannya agar seluruh pemangku kebijakan di Provinsi Sulawesi Selatan khususnya di bidang kesehatan dapat lebih serius dalam mempersiapkan diri dalam perencanaan penanggulangan bencana alam dan non-alam

SELENGKAPNYA

Mitigasi dan Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Mengantisipasi Tsunami

Tsunami pada 2004 yang menimbulkan ribuan korban jiwa memaksa masyarakat Aceh untuk melakukan mitigasi dan kesiapsiagaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat di Muara Batu, Aceh Utara, Indonesia dalam menghadapi bencana tsunami. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitigasi bencana tsunami di Kecamatan Muara Batu adalah sebagai berikut: (1) pembangunan pemecah gelombang oleh pemerintah dan penanaman pohon kelapa oleh warga di sepanjang pantai dan (2) pemberian edukasi tentang kebencanaan telah dilakukan. Sementara itu, terkait kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tsunami, disimpulkan sebagai berikut: (1) kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tsunami tergolong siap;(2) pengetahuan dan sikap masyarakat rumah tangga dalam menghadapi bencana tsunami tergolong siap; (3) kebijakan masyarakat dalam menghadapi bencana tsunami tergolong rendah; (4) rencana tanggap darurat masyarakat dalam menghadapi bencana tsunami tergolong siap; (5) sistem peringatan dini tsunami masih menggunakan tradisi turun-temurun dengan menggunakan sirine dan pengeras suara di meunasah dan/atau mushola; (6) tingkat mobilisasi sumber daya masyarakat masih rendah. Artikel ini dipublikasikan pada 2023 di jurnal NCBI 

SELENGKAPNYA

Field Training Exercise (FTX) Dokumen Pedoman Pusat Kendali Operasi Kedaruratan Kesehatan/Pusdalopkes (Health Emergency Operation Center/HEOC) di Provinsi Sulawesi Selatan

Table Top Exercise (TTX) Pedoman “Pusat Kendali Operasi Kedaruratan Kesehatan/Pusdalopkes (Health Emergency Operation Center/HEOC)” di Provinsi Sulawesi Selatan telah dilaksanakan pada Selasa, 19 Desember 2023. TTX dilaksanakan untuk melihat sejauh mana pemahaman para pelaku di dalam pedoman terhadap berlangsungnya operasi kedaruratan kesehatan dan struktur pengorganisasian (rantai komando/ tupoksi) dalam bentuk diskusi.

SELENGKAPNYA


Reportase

Table Top Exercise (TTX) Penanggulangan Krisis Kesehatan (Health Emergency/ HE) di Provinsi Bali

ttx bali 2

PKMK UGM bekerjasama dengan AIHSP melaksanakan Table Top Exercise Penanggulangan Krisi Kesehatan di Bali pada 24-25 Januari 2024. Kali ini diselenggarakan uji coba dokumen yang menjadi salah satu aktivitas penting dalam membentuk ketahanan dalam penanggulangan bencana. Setelah kegiatan, koordinasi selanjutnya akan dilakukan melalui WhatsApp Group dan rapat daring yang digelar secara rutin hingga mendekati hari H.

SELENGKAPNYA


Sistem Peringatan Dini Gempa Bumi: Status dan Perspektif Terkini

Seiring dengan meningkatnya urbanisasi di seluruh dunia, bahaya gempa bumi menimbulkan ancaman yang kuat terhadap nyawa dan harta benda di daerah perkotaan yang berada di dekat patahan aktif utama di daratan atau zona subduksi di lepas pantai. Sistem peringatan dini gempa bumi dapat menjadi alat yang berguna untuk mengurangi bahaya gempa bumi, jika kota memiliki lokasi yang baik terhadap sumber gempa bumi dan warganya terlatih dengan baik untuk menanggapi pesan peringatan gempa bumi. Dasar fisika dari sistem peringatan dini gempa bumi telah dipahami dengan baik, yaitu gelombang S dan gelombang permukaan yang merusak merambat dengan kecepatan sekitar setengah kecepatan gelombang P, dan gelombang seismik merambat dengan kecepatan yang jauh lebih lambat daripada sinyal yang ditransmisikan oleh telepon atau radio. Artikel ini dipublikasikan di jurnal Springer Link.

SELENGKAPNYA

A decision-making approach for operational earthquake forecasting

Pengambilan keputusan untuk mengurangi dampak bahaya alam, seperti gempa bumi, selalu menjadi topik yang menantang. Hal ini terutama terjadi pada periode peningkatan seismisitas (misalnya pada periode sebelum gempa atau gempa susulan dari gempa bumi besar) ketika warga merasa cemas dan menginginkan saran, tetapi ketika peluang terjadinya gerakan tanah yang berpotensi merusak dalam beberapa hari ke depan tetap rendah. Dalam studi ini, metode pengambilan keputusan berdasarkan beberapa kriteria dikombinasikan dengan analisis biaya-manfaat untuk membuat kerangka kerja pengambilan keputusan hibrida untuk membantu memutuskan diantara tindakan mitigasi kerugian potensial (atau bahkan tidak mengambil tindakan apa pun). Kerangka kerja yang diusulkan ditujukan untuk tiga studi kasus hipotesis dengan menggunakan Patras (Yunani) sebagai contoh lokasi dengan tingkat kegempaan yang tinggi. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan yang diusulkan cukup fleksibel untuk beradaptasi dengan masalah-masalah baru, pengguna akhir dan pemangku kepentingan. Selain itu, terungkap bahwa tindakan mitigasi yang masuk akal dapat dilakukan dan bermanfaat secara finansial selama periode peningkatan bahaya seismik untuk mengurangi potensi konsekuensi gempa bumi. Akhirnya, studi kasus menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh bisa sangat sensitif terhadap masukan ke dalam kerangka kerja oleh karena itu sangat penting untuk melibatkan pengguna akhir untuk membantu membatasi masukan tersebut ketika membuat perhitungan tersebut. Artikel ini dipublikasikan pada 2021 di jurnal Science Direct

SELENGKAPNYA


“Recommendation for Public Health Emergency Operation Center (PHEOC) in Regional”

PHEOC di Indonesia sedang menyoroti bagaimana kemampuan daerah mengelola kedaruratan kesehatan masyarakat di 37 Provinsi Indonesia. Selama tanggap darurat, pengambilan keputusan tepat waktu dari informasi yang akurat dan komprehensif sangat penting dalam pengelolaan situasi. PHEOC berperan pada setiap fase bencana dan krisis kesehatan. Misalnya saat terjadi krisis kesehatan PHEOC dapat menggunakan sistem komando, tidak hanya terintegrasi dengan struktur organisasi Dinkes yang sudah ada. Tentunya kebijakan komando ini harus diatur segera mungkin dan wajib dimiliki daerah. Artikel berikut merekomendasikan tiga model kebijakan untuk pengembangan PHEOC tingkat regional. Model pertama adalah menempatkan PHEOC di luar Dinas Kesehatan dan dibawah pemerintahan sebagai tim ad hoc (contoh : BPBD, gugus tugas). Model kedua adalah PHEOC regional berfungsi di luar sistem pemerintahan. Model ketiga adalah PHEOC ada di Dinas Kesehatan Provinsi, model ini memanfaatkan kapasitas sumber daya kesehatan setempat yang berkontribusi pada peningkatan sistem mitigasi dan respons. Ketiga model ini mempunyai rantai komando yang berbeda dan masing-masing memiliki manfaat tersendiri.

SELENGKAPNYA


Gempa Bumi Jepang Januari 2024

Gempa bumi berkekuatan 7,5 SR mengguncang Jepang pada 1 Januari 2024, yang berpusat tak jauh dari Noto, Prefektur Ishikawa. Japan Meteorological Agency (JMA) atau Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami akibat gempa tersebut. Peringatan waspada tsunami juga diumumkan di Pulau Sakhalin di Rusia yang dekat Jepang dan Kota Vladivostok. Sementara Pemerintah Jepang menyatakan tak ada kerusakan di pembangkit listrik tenaga nuklir di Ishikawa. Dilansir dari bbc news, korban jiwa meninggal per tanggal 2 Januari bertambah sekitar 30 orang. Pencarian dan penyelamatan masih terus diupayakan di wilayah terdampak gempa. Ribuan orang khususnya yang tinggal di daerah pesisir dievakuasi dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

SELENGKAPNYA


Reportase Kegiatan

Tabletop Exercise (TTX) Penanggulangan Krisis Kesehatan (Health Emergency/HE)
di Provinsi Sulawesi Selatan

ttx sulsel 2PKMK – Dalam rangkaian penyusunan sebuah pedoman, diperlukan uji coba pedoman untuk menilai apakah dokumen yang sudah disusun dapat operasional dan sesuai kebutuhan di lapangan. Selain itu, uji coba dokumen juga menjadi penting sebagai upaya melihat pemahaman para pihak yang nantinya terlibat dalam sebuah sistem yang disusun. Kali ini, PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan AIHSP (Australia Indonesia Health Support Partnership) melaksanakan Table Top Exercise (TTX) Penanggulangan Krisis Kesehatan (Health Emergency/ HE) di Provinsi Sulawesi Selatan pada Selasa-Rabu, 19-20 Desember 2023.

SELENGKAPNYA


Buku pedoman bantuan hidup dasar dan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan sehari-hari dapat diakses melalui : DOWNLOAD DOKUMEN


livereport papua banner


pelatihan ddp daerah

Reportase Field Training Exercise (FTX) Penanggulangan Krisis Kesehatan (Health Emergency/ HE) di Provinsi Sulawesi Selatan

h1 ftx 2024

Reportase

Field Training Exercise (FTX) Penanggulangan Krisis Kesehatan (Health Emergency/ HE)
di Provinsi Sulawesi Selatan

Rabu, Kamis,

31 Januari – 1 Februari 2024


PKMK – Setelah melaksanakan uji coba pedoman berupa Table Top Exercise (TTX), kali ini PKMK FK-KMK UGM kembali bekerja sama dengan AIHSP (Australia Indonesia Health Support Partnership) melaksanakan Field Training Exercise (FTX) Penanggulangan Krisis Kesehatan (Health Emergency/ HE) di Provinsi Sulawesi Selatan pada Rabu-Kamis, 31 Januari-1 Februari 2024.

{tab title=”Hari 1″ class=”Red”}

 

h1 ftx 2024

Pada hari pertama, dilaksanakan kegiatan Pembukaan dan Academic Session. Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan bidang Pemerintahan, dr. Andi Mappatoba, MBA., DTAS. Dalam sambutannya, Andi menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini dan harapannya agar seluruh pemangku kebijakan di Provinsi Sulawesi Selatan khususnya di bidang kesehatan dapat lebih serius dalam mempersiapkan diri dalam perencanaan penanggulangan bencana alam dan non-alam, sesuai dengan skenario kegiatan kali ini. Andi mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang dengan sepenuh hati telah menyusun dokumen Pedoman HEOC Provinsi Sulawesi Selatan dan mengingatkan untuk terus bersemangat dalam upaya perbaikan dokumen, salah satunya dengan rangkaian uji coba. Beliau menutup dengan mengucapkan selamat melaksanakan gladi lapangan untuk seluruh peserta, panitia, dan undangan yang terlibat.

ftx h1 2

Memasuki kegiatan Academic Session, sesi dipandu oleh Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid. Sesi pertama diisi oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Amson Padolo, S.Sos., M.Si., yang menyampaikan materi mengenai “Kebijakan Penanggulangan Bencana dan Koordinasi dalam Rangka Pencegahan dan Mitigasi Bencana”. Beliau menjelaskan bagaimana sistem komando dalam bencana berjalan, peran klaster, dan pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam proses penanggulangan bencana.

ftx h1 3

Selanjutnya, Tim Penyusun Pedoman HEOC Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Fajar Qadri, S.Kep., Ns memaparkan bagian-bagian dan isi dari Pedoman HEOC. Fajar mengemukakan bagaimana proses penyusunan pedoman hingga akhirnya dilakukan uji publik dan mencapai tahap uji gladi lapangan. Konten dan konsep dari Pedoman HEOC inilah yang menjadi materi utama dalam kegiatan uji gladi.

ftx h1 4

Materi terakhir kemudian disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. M. Ishak Iskandar, M. Kes., mengenai Kebijakan Penanganan Rabies di Provinsi Sulawesi Selatan. Provinsi Sulawesi Selatan termasuk daerah yang rawan terjadi KLB Rabies karena banyak warganya yang hidup bersama hewan penyebab rabies. Rabies juga menjadi kasus yang akan diujikan saat gladi lapang. Perwakilan kelompok disabilitas dalam sesi diskusi selepas pemaparan mengemukakan perhatiannya terhadap GHPR dan dinamika diskusi bersama seluruh peserta menunjukkan Rabies telah menjadi perhatian bersama di Provinsi Sulawesi Selatan.

ftx h1 5

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan gladi bersih untuk menjelaskan alur kegiatan, pos-pos kegiatan, dan seluruh instrumen yang akan digunakan selama gladi. Kegiatan gladi bersih dipandu oleh tim PKMK FK-KMK UGM bertempat di Kompleks Kantor Pusat Krisis Regional Sulawesi Selatan.

ftx h1 6

 

{tab title=”Hari 2″ class=”Blue”}

Pada Kamis, 1 Februari 2024, dilaksanakan Field Training Exercise. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan termasuk Kepala Dinas Kesehatan yang terlibat dari awal gladi hingga sesi akhir. Hadir pula perwakilan dari lintas sektor yakni BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Biddokkes POLDA Sulawesi Selatan, Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, DP3A Provinsi Sulawesi Selatan, PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, EMT MDMC, EMT PMI, dan EMT TCK Pusat Krisis Regional Sulawesi Selatan. Kegiatan kali ini mengangkat topik complex disaster di mana terdapat kombinasi antara krisis kesehatan akibat KLB dan Wabah namun juga disertai dengan bencana banjir di Provinsi Sulawesi Selatan. Secara umum, kegiatan berjalan lancar dan bahkan melibatkan kelompok disabilitas untuk memunculkan kasus GEDSI (Kesetaraan Gender, Disabilitas dan Inklusi Sosial).

ftx h1 7

Setelah kegiatan, pada Jumat, 2 Februari 2024 dilaksanakan kegiatan After Action Review (AAR) yang digunakan untuk memberikan evaluasi dan masukan terhadap penyusunan dokumen pedoman HEOC. Disimpulkan bahwa perlu perbaikan mayor untuk Pedoman HEOC Provinsi Sulawesi Selatan, karena pedoman disusun sebelum Pedoman Nasional Penanggulangan Bencana dari Kementerian Kesehatan diterbitkan pada 2023, sehingga banyak konten yang sudah tidak sesuai dan perlu diperbaharui.

ftx h1 8

{/tabs}

Reporter: dr. Alif Indiralarasati (Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK UGM)

 

“Field Training Exercise (FTX) Dokumen Pedoman Pusat Kendali Operasi Kedaruratan Kesehatan/Pusdalopkes (Health Emergency Operation Center/HEOC) di Provinsi Sulawesi Selatan”

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

“Field Training Exercise (FTX) Dokumen Pedoman Pusat Kendali Operasi Kedaruratan Kesehatan/Pusdalopkes (Health Emergency Operation Center/HEOC) di Provinsi Sulawesi Selatan”

Diselenggarakan oleh AIHSP (Australia Indonesia Health Security Partnership) bekerja sama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM

Senin – Jumat, 29 Januari – 2 Februari 2024 


 

PENDAHULUAN

Table Top Exercise (TTX) Pedoman “Pusat Kendali Operasi Kedaruratan Kesehatan/Pusdalopkes (Health Emergency Operation Center/HEOC)” di Provinsi Sulawesi Selatan telah dilaksanakan pada Selasa, 19 Desember 2023. TTX dilaksanakan untuk melihat sejauh mana pemahaman para pelaku di dalam pedoman terhadap berlangsungnya operasi kedaruratan kesehatan dan struktur pengorganisasian (rantai komando/ tupoksi) dalam bentuk diskusi.

AIHSP (Australia Indonesia Health Security Partnership) bersama PKMK FK-KMK UGM (Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada) kembali melakukan pendampingan kepada Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan untuk melakukan Field Training Exercise (FTX). FTX dihadirkan untuk menguji secara spesifik komponen/ fungsi dengan menilai decision making, koordinasi dan komunikasi, serta kesiapan sumber daya dengan melihat operasionalisasi Pedoman HEOC, serta menguji perlengkapan.

TUJUAN

  1. Menguji dokumen Pedoman HEOC
  2. Mengaplikasikan Pedoman HEOC dan mendemonstrasikan kepada pemangku kebijakan dan pihak yang terlibat dalam simulasi operasi kegawatdaruratan kesehatan
  3. Meningkatkan kapasitas Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dan lintas sektor yang terlibat dalam operasi kegawatdaruratan kesehatan

PROSES KEGIATAN

Berikut rangkaian kegiatan FTX:

  1. Tahap Persiapan.

Tahap persiapan dilaksanakan secara daring dan luring. Persiapan secara daring dilaksanakan sejak bulan Desember 2023 untuk berkoordinasi dengan tim Penyusun Dokumen Pedoman HEOC terkait penyusunan skenario dan teknis pelaksanaan FTX. Persiapan secara luring dilaksanakan satu hari sebelum pelaksanaan FTX untuk mematangkan skenario dan menentukan pemain FTX.

  1. Tahap Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan dilaksanakan dalam waktu dua hari. Hari pertama adalah pemantapan pemahaman dokumen Pedoman HEOC. Hari kedua adalah pelaksanaan FTX yang dibagi menjadi tiga sesi, yakni sesi pra-krisis, krisis, dan pasca krisis. Pada hari kedua juga dilaksanakan AAR (After Action Review).

  1. Tahap Evaluasi.

Tahap evaluasi bertujuan untuk meninjau dan mendiskusikan kembali tindakan apa saja yang perlu ditambahkan dalam dokumen. Evaluasi dilaksanakan setelah pelaksanaan di hari selanjutnya setelah pelaksanaan FTX.

 

PESERTA KEGIATAN

Keterangan Nama/Lembaga

Panitia Lokal

 

Mengikuti kegiatan tanggal 30 Januari s/d 2 Februari

  1. Fajar Qadri, S.Kep., Ns
  2. Lilisari Ramadhani, M.Arsyad, S.ST
  3. Fitriani, SKM., M.Kes
  4. Hariyanto, SKM
  5. Hj. Sitti Hadidjah, SKM., M.Ked
  6. Erwing, S.Kep., Ns., M.Kep
  7. Siti Faridah, SKM., M.Kes

Evaluator

 

Mengikuti kegiatan tanggal 31 Januari s/d 2 Februari

  1. Dr. Ir. Alham R. Syahruna, S.Pt., M.Si., IPU (Bapellitbangda Provinsi Sulawesi Selatan)
  2. Prof. Dr. drg. Andi Arsunan Arsin, M.Kes (Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin)
  3. dr. Syamsu Rijal, M.Kes., Sp.PA (Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia)
  4. Awaluddin L.,SKM.,M.Kes (Wakil Sekretaris Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia cabang Provinsi Sulawesi Selatan)
  5. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI

Observer

 

Mengikuti kegiatan tanggal 31 Januari s/d 2 Februari

  1. M. Ilyas, SH., MH (Bapelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan)
  2. Sardy A. Burhan, SE, M.Ak (Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sulawesi Selatan)
  3. Indriani Darwis, SH (Biro Hukum Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan)
  4. Dr. dr. Andi Muhammad Takdir Musba, Sp.An-KMN (Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin)
  5. Faizal Burhanuddin (Palang Merah Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan)

Pemain

Dinkes Provinsi Sulawesi Selatan

 

Mengikuti kegiatan tanggal 31 Januari s/d 1 Februari

  1. Kepala Dinas Kesehatan
  2. Sekretaris Dinas Kesehatan
  3. Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan
    1. Kepala Bidang : 1 orang
    2. Kepala Seksi Penyakit Menular : 1 orang
    3. Staf Seksi Penyakit Menular bagian Surveilans : 2 orang
    4. Pengelola Program GHPR : 1 orang
  4. Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan
    1. Kepala Bidang : 1 orang
    2. Kepala Seksi Rujukan : 1 orang
    3. Staf Seksi Rujukan : 1 orang
    4. Kepala Seksi Layanan Primer : 1 orang
    5. Staf Seksi Primer : 1 orang
  5. Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan
    1. Kepala Bidang : 1 orang
    2. Kepala Tim Kerja Promosi Kesehatan : 1 orang
    3. Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Kesehatan Olahraga : 1 orang
    4. Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi : 1 orang
  6. Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan
    1. Kepala Bidang : 1 orang
    2. Kepala Seksi Alat Kesehatan : 1 orang
    3. Kepala Tim Kerja Farmasi : 1 orang
  7. Kepala Sub Bagian Umum Kepegawaian dan Hukum Dinas Kesehatan : 1 orang
  8. Kepala Sub Bidang Keuangan Dinas Kesehatan : 1 orang

Pemain

Lintas Sektor

 

Mengikuti kegiatan tanggal 31 Januari s/d 1 Februari

  1. Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja
    1. Kepala Pengelola Program Rabies : 1 orang
    2. Kepala Pengelola Program Krisis Kesehatan : 1 orang
  2. Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara
    1. Kepala Pengelola Program Rabies : 1 orang
    2. Kepala Pengelola Program Krisis Kesehatan : 1 orang
  3. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Makassar : 1 orang
  4. Pusat Krisis Kesehatan Regional Provinsi Sulawesi Selatan : 7 orang
  5. Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) EMT Pusat Krisis Kesehatan Sulawesi Selatan : 5 orang
  6. Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan : 1 orang
  7. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Sulawesi Selatan
    1. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat : 1 orang
  8. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan
    1. Kepala Bidang Kesehatan Hewan : 1 orang
  9. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan : 1 orang
  10. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Selatan : 1 orang
  11. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan : 1 orang
  12. Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan : 1 orang
  13. Kepolisian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan
    1. Bidang Operasi Pengamanan : 1 orang
  14. BPBD Provinsi Sulawesi Selatan
    1. Bagian Tanggap Darurat : 1 orang
  15. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Sulawesi Selatan : 1 orang
  16. Asosiasi Lembaga Disabilitas : 1 orang
  17. Palang Merah Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan
    1. Tim Medis Emergensi : 5 orang
  18. Emergency Medical Team (EMT) MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Provinsi Sulawesi Selatan : 5 orang
  19. Korban/ Penimbul Situasi
    1. Disabilitas : 3 orang
    2. Lanjut Usia (Lansia) : 2 orang
    3. Ibu Hamil : 2 orang
    4. Dewasa : 3 orang
  20. Tim Media Massa (penimbul situasi) : 5 orang

 

LUARAN KEGIATAN

Luaran kegiatan yang diharapkan adalah dokumentasi kegiatan FTX dan poin rekomendasi perbaikan dokumen pasca kegiatan AAR (After Action Review).

 

WAKTU PELAKSANAAN DAN SUSUNAN ACARA KEGIATAN

1. Tahap Persiapan

  1. Persiapan Luring 1
    Hari/Tanggal   : Rabu, 20 Desember 2023
    Pukul             : 09.00 – 13.00 WITA
    Tempat          : Hotel Four Points Makassar
  2. Persiapan Daring
    Dilaksanakan rutin pada:
    i.          Kamis, 28 Desember 2023 (10.00 – 11.30 WITA)
    ii.         Kamis, 4 Januari 2024 (10.00 – 11.30 WITA)
    iii.        Senin, 8 Januari 2024 (10.00 – 11.30 WITA)
    iv.        Senin, 15 Januari 2024 (10.00 – 11.30 WITA)
    v.         Senin, 22 Januari 2024 (10.00 – 11.30 WITA)
  3. Persiapan Internal
    Hari/Tanggal   : Senin, 29 Januari 2024
    Pukul             : 10.00 – 15.00 WITA
    Tempat          : Lapangan Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan
    Peserta          : Panitia Lokal dan Tim PKMK UGM
    Agenda           : Tinjauan Lokasi Kegiatan dan Perlengkapan Kegiatan
  4. Persiapan Luring 2
    Hari/Tanggal   : Selasa, 30 Januari 2024
    Pukul             : 08.00 – 16.00 WITA
    Tempat          : Aula Balai Besar Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi
    Selatan dan Lapangan Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan

2. Tahap Pelaksanaan

Hari/Tanggal    : Rabu – Kamis, 31 Januari – 1 Februari 2024
Pukul              : 08.30 – 16.00 WITA
Tempat           : Aula Balai Besar Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dan Lapangan Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan

3. Tahap Evaluasi

Hari/Tanggal            : Jumat, 2 Februari 2024
Pukul                      : 08.00 – 11.00 WITA
Tempat                   : Aula Balai Besar Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan

 

Susunan Acara Tahap Persiapan Luring 2

Waktu Materi/Kegiatan Narasumber Tempat
Selasa, 30 Januari 2024  
08.00 – 10.00 Review kesiapan skenario Tim PKMK dan Panitia Lokal Aula BBLK
10.00 – 11.30 Pemantapan penentuan pemain dan kebutuhan kegiatan Tim PKMK dan Panitia Lokal Aula BBLK
11.30 – 13.00 ISHOMA    
13.00 – 15.00 Gladi Kotor Tim PKMK dan Panitia Lokal Lapangan Kantor Dinkes Prov SulSel
15.00 – 16.00 Evaluasi Gladi Kotor Tim PKMK dan Panitia Lokal Lapangan Kantor Dinkes Prov SulSel

Susunan Acara Tahap Pelaksanaan

Waktu Kegiatan/Materi Narasumber Tempat
Rabu, 31 Januari 2024  
08.00 – 08.30 Registrasi Panitia Lokal Aula BBLK
08.30 – 09.30 Pembukaan

          Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan

          Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan

          AIHSP

Aula BBLK
09.30 – 12.00

Academic Session

  • Kebijakan Penanggulangan Bencana di Daerah → BPBD (35 menit materi + 5 menit diskusi)
  • Kebijakan dan Pedoman HEOC di Provinsi SulSel → Tim Penyusun Pedoman HEOC Prov SulSel (50 menit materi + 20 menit diskusi)
  • Kebijakan Penanganan Rabies → Dinkes Prov SulSel (30 menit materi + 5 menit diskusi)
Aula BBLK
12.00 – 13.00 ISHOMA    
13.00 – 15.00 Gladi Bersih Tim PKMK dan Panitia Lokal Lapangan Kantor Dinkes Prov SulSel
15.00 – 16.00 Penjelasan Teknis kepada Evaluator dan Observer Tim PKMK, Evaluator, dan Observer Lapangan Kantor Dinkes Prov SulSel
Kamis, 1 Februari 2024  
08.00 – 08.30 Registrasi Panitia Lokal Lapangan Kantor Dinkes Prov SulSel
08.30 – 08.40 Pembukaan Tim PKMK Lapangan Kantor Dinkes Prov SulSel
08.40 – 10.00 FTX Sesi 1 (Pra Kondisi Krisis) Observer, Evaluator, Fasilitator, Peserta Lapangan Kantor Dinkes Prov SulSel
10.00 – 12.00 FTX Sesi 2 (Kondisi Krisis) Observer, Evaluator, Fasilitator, Peserta Lapangan Kantor Dinkes Prov SulSel
12.00 – 13.00 ISHOMA    
13.00 – 15.00 FTX Sesi 3 (Pencabutan Kondisi Krisis) Observer, Evaluator, Fasilitator, Peserta Lapangan Kantor Dinkes Prov SulSel
15.00 – 16.30 AAR Tim PKMK Lapangan Kantor Dinkes Prov SulSel

 

Susunan Acara Tahap Evaluasi

Waktu Materi/Kegiatan Narasumber Tempat
Jumat, 2 Februari 2024  
09.00 – 09.30 Registrasi Tim PKMK dan Panitia Lokal Aula BBLK
09.30 – 11.30 Pemaparan lanjutan AAR Observer, Panitia Lokal, Tim Penyusun Pedoman HEOC Aula BBLK
11.30 – 12.00 Penyampaian poin rekomendasi Tim PKMK Aula BBLK
12.00 – 13.00 ISHOMA    

 

PENUTUP

Demikian kerangka acuan field training exercise dokumen Pedoman HEOC Provinsi Sulawesi Selatan. Harapannya, kegiatan ini bermanfaat dalam peningkatan sistem manajemen penanggulangan bencana di sektor kesehatan.

 

MATERI

  1. KEBIJAKAN PENANGANAN RABIES PADA MANUSIA
  2. KEBIJAKAN PB DAN KOORDINASI DALAM RANGKA PENCEGAHAN DAN MITIGASI BENCANA
  3. PEDOMAN health Emergency Operation Center (PHEOC)

Prakiraan Cuaca DI Yogyakarta 30 Januari 2024 : Potensi Hujan Lebat di Siang-Sore Hari

TRIBUNJOGJA.COM – Potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat diperkirakan melanda hampir seluruh wilayah DIY, Selasa (30/1/2024) siang-sore.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) pun mengeluarkan peringatan dini, untuk beberapa wilayah, supaya warga masyarakat mewaspadai potensi tersebut.

“Waspada potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di Kota Yogyakarta , Sleman, Bantul bagian utara, Kulon Progo bagian utara dan Gunungkidul bagian utara dan tengah,” terang prakirawan BMKG .

Secara keseluruhan, cuaca Yogyakarta pada pagi hari cenderung cerah berawan, dengan suhu berkisar antara 25-27°C.

Hujan dengan intensitas sedang-lebat diperkirakan bakal melanda beberapa wilayah pada siang hari, di mana suhu udara berada di kisaran 26-30°C

Sementara, pada malam hingga menjelang dini hari, cuaca cenderung berawan dan berpotensi hujan ringan di sejumlah titik. ( Tribunjogja.com )

Reportase Table Top Exercise (TTX) Penanggulangan Krisis Kesehatan (Health Emergency/ HE) di Provinsi Bali

ttx bali 1

Reportase

Table Top Exercise (TTX) Penanggulangan Krisis Kesehatan (Health Emergency/ HE)
di Provinsi Bali

Rabu-Kamis, 24-25 Januari 2024


PKMK – Uji coba dokumen menjadi salah satu aktivitas penting dalam membentuk ketahanan dalam penanggulangan bencana. Kali ini, PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan AIHSP (Australia Indonesia Health Support Partnership) melaksanakan Table Top Exercise (TTX) Penanggulangan Krisis Kesehatan (Health Emergency/ HE) di Provinsi Bali pada Rabu-Kamis, 24-25 Januari 2024.

A. Proses Persiapan Uji Coba

Agar dapat melaksanakan kegiatan secara efektif, efisien, lancar, dan supaya tujuan kegiatan dapat tercapai, maka diperlukan persiapan uji coba yang matang. Proses persiapan uji coba TTX di Provinsi Bali menjadi suatu hal yang cukup menantang. Bagaimana menyatukan persepsi dan kepentingan yang ada untuk mencapai tujuan bersama menjadikan tim PKMK UGM harus memutar otak dan berimprovisasi.

ttx bali 1

Dinamika yang dilaksanakan selama persiapan, terhitung selama 4 bulan sejak Oktober 2023 hingga pertengahan Januari 2024, telah menghasilkan 9 kali pertemuan dengan agenda:

  1. Menentukan peran masing-masing tim penyusun sebagai panitia lokal, evaluator, dan observer
  2. Menentukan jadwal pelaksanaan TTX
  3. Pembuatan matriks skenario dan melengkapinya (membuat inject, menentukan alur pemain, SOP yang diujikan, peserta yang terlibat, hingga peralatan yang dibutuhkan)
  4. Memastikan setiap peserta yang terlibat mendapatkan peran
  5. Mengidentifikasi instansi dan jumlah peserta yang dilibatkan dalam TTX
  6. Pembuatan kerangka acuan kegiatan dan draft undangan
  7. Penentuan lokasi dan susunan acara kegiatan TTX
  8. Menyusun alat evaluasi dan lembar jawab bagi peserta
  9. Finalisasi teknis dan strategi pelaksanaan TTX

Ketika penentuan jadwal kegiatan TTX, sempat ditemukan perbedaan pendapat hingga akhirnya kegiatan TTX terpaksa mundur dari target di awal pertemuan. Namun, sebagai kompensasi, kegiatan FTX sebagai tindak lanjut harus dilaksanakan dalam masa yang berdekatan. Selain dalam penentuan jadwal, kendala lain yang ditemukan adalah ketika menentukan komposisi pemain, yang jika menilik pada skenario justru lebih banyak melibatkan lintas sektor dibandingkan HEOC itu sendiri. Hal tersebut merupakan implikasi dari pedoman dan skenario yang sudah disusun. Namun, tim PKMK UGM dapat menemukan solusi dari problem tersebut dan kegiatan dapat disiapkan dengan baik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat susunan acara dan target pembahasan yang menjadi acuan dalam setiap rapat mingguan dengan tim Bali.

B. Pelaksanaan Uji Coba

Uji coba pedoman dilaksanakan pada Kamis, 25 Januari 2024 pukul 08.00-18.00 WITA di Hotel Prime Plaza Sanur. Acara dimulai dengan seremonial pembukaan. Sambutan diawali oleh Bappeda Provinsi Bali yang diwakili oleh I Putu Suparta Jaya menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama pemerintah Indonesia dengan pemerintah Australia yang berhasil menyusun dokumen dan menyelenggarakan kegiatan ini. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh akademisi, ahli, lintas sektor, dan tim PKMK UGM yang membantu terselenggaranya acara ini. Beliau berharap, melalui dokumen dan kegiatan ini, Bali dapat meningkatkan koordinasi lintas sektor dan melihat pandangan dari berbagai pihak.

ttx bali 2

Sambutan dilanjutkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak tahun lalu ketika menyusun dokumen pedoman HEOC. Kali ini, rangkaian uji coba dokumen mengangkat topik flu burung yang sesuai dengan Surat Edaran Dirjen P2P Kementerian Kesehatan RI berisi himbauan peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman kasus flu burung. Dengan kegiatan ini, Provinsi Bali diharapkan memiliki mitigasi pelaksanaan wabah dan krisis kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali kemudian membuka acara.

ttx bali 3

Pelaksanaan uji coba diawali dengan pengkondisian peserta. Bentuk forum melingkar dengan lingkaran pertama diisi oleh pemain dan lingkaran kedua diisi oleh observer dan evaluator yang duduk secara acak agar para peserta dapat menjaga konfidensialitasnya dalam menjawab.

Kegiatan TTX dibagi menjadi 3 fase yakni; pra krisis, krisis, dan resolusi. TTX ini mengangkat topik wabah flu burung di Provinsi Bali. Pedoman HEOC yang diujikan kali ini lebih banyak melibatkan lintas sektor dibandingkan komponen di dalam Dinas Kesehatan Provinsi Bali sendiri. Alur koordinasi dan komunikasi yang menjadi fokus uji coba pedoman ternyata belum cukup terlihat, dikarenakan peserta belum cukup memahami dokumen dan dokumen juga belum mengatur secara teknis kegiatan terkait koordinasi dan komunikasi. Sehingga jawaban yang dilontarkan para pemain hanya bersifat normatif. Beberapa peserta dinilai justru kurang memahami konteks.

Evaluator dalam kegiatan ini dihadirkan dari multi sektor, mulai dari Bappelitbangda Provinsi Bali, akademisi (FKH dan PSKM FK Universitas Udayana), ahli (PAEI), NGO (AIHSP), lintas sektor (BPBD, Detasemen Polisi Militer IX Udayana), dan juga Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Sedangkan observer kegiatan ini dihadirkan dari Bappelitbangda, PMI, Balai Besar Karantina Kesehatan Denpasar, RSUP Dr IGN Prof Ngurah, dan Dinas Pertanian Provinsi Bali.

ttx bali 4

Kegiatan TTX ditutup dengan After Action Review, yakni sesi penyampaian hasil evaluasi, masukan, kesan dan pesan terhadap jawaban yang diberikan, SOP yang dilakukan dan tidak atau justru belum ada di dalam pedoman yang telah disusun. Semua input dicatat dan menjadi bahan evaluasi untuk mempersiapkan uji coba tahap selanjutnya, yakni melihat dan menguji secara spesifik komponen dan/atau fungsi serta melihat operasionalisasinya, meski tidak menilai perlengkapan. Yakni dengan simulasi field training exercise (FTX).

C. Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut

Rapat evaluasi telah dilaksanakan pada hari yang sama selepas kegiatan TTX ditutup.

ttx bali 5

Rapat ini dihadiri oleh tim penyusun pedoman dan skenario, PKMK FK-KMK UGM, dan AIHSP. Rapat membahas tiga poin:

  1. Evaluasi teknis pelaksanaan kegiatan TTX
  2. Evaluasi berdasarkan hasil jawaban peserta, koreksi oleh evaluator dan observer, serta penjelasan konsep FTX
  3. Persiapan FTX
    1. Memastikan bentuk FTX yang akan diangkat
    2. Menyamakan persepsi tujuan pelaksanaan FTX
    3. Menentukan jadwal rapat rutin persiapan FTX
    4. Menentukan fase-fase FTX, detail skenario, dan pemain yang diundang
    5. Menentukan lokasi kegiatan dan waktu pelaksanaan
    6. Menentukan susunan acara FTX

Setelah rapat diakhiri, maka koordinasi selanjutnya akan berjalan melalui grup whatsapp dan rapat rutin secara daring hingga mendekati hari H.

Reporter: dr. Alif Indiralarasati

BNPB: 6.000 Orang Mengungsi Berminggu-minggu selama Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

JAKARTA, iNews.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengingatkan agar masyarakat mewaspadai aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terus meningkat sejak akhir tahun 2023. Bahkan, saat ini masih ada 6.000 pengungsi tertahan di pengungsian selama berminggu-minggu. Hal itu diungkapkan Suharyanto dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-16 BNPB yang dihelat di Gedung INA DRTG Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (27/1/2024). 

“Tantangan ke depan masih panjang, masih berat. Awal tahun ini sudah di mana-mana banjir, kita harus bersatu padu lagi, harus lebih cepat datang. Vulkanologi di akhir tahun 2023 banyak yang aktif, sekarang yang paling diwaspadai betul itu Gunung Lewotobi Laki-Laki karena statusnya Awas. Ada 6.000 pengungsi, di situ tertahan berminggu-minggu, sebelumnya Deputi 5 sudah ke sana, nanti saya langsung ke sana,” ujar Suharyanto, Minggu (28/1/2024).

Suharyanto mengatakan untuk mengantisipasi potensi dan dampak bencana di masa datang. BNPB bertekad untuk terus berupaya meningkatkan sistem peringatan dini multi ancaman bencana.

“Ke depan akan semakin baik dengan peringatan dini, pencegahannya. BNPB terus meningkatkan program peringatan dini untuk bencana tsunami, kemudian akan berlanjut ke bencana-bencana lainnya,” katanya. Sementara Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Gunung Lewotobi Laki-laki kembali mengalami erupsi dengan tinggi letusan 500 meter di atas puncak, Minggu (28/1/2024).

 “Terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada hari Minggu, 28 Januari 2024, pukul 14:37 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 500 m di atas puncak (± 2.084 m di atas permukaan laut),” ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Herman Yosef S Mboro.

Herman pun melaporkan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah utara dan timur laut.

“Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” ucapnya.

Diketahui, status Gunung Api Lewotobi Laki-laki saat ini Awas atau Level IV. Gunung ini terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.5389°LU, Longitude 122.7682°BT dan memiliki ketinggian 1.584 mdpl.

Korban Meninggal Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Bertambah Jadi 2 Orang

Flores Timur:  Pengungsi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten FloresTimur, Nusa Tenggara Timur meninggal bertambah satu orang menjadi dua orang.
Penjabat Bupati Flores Timur Doris Rihi, mengatakan, korban meninggal kedua bernama Petrus Kula Puka, 64, warga Desa Nobo, Kecamatan Ile Bura.

Ia bersama keluarga mengungsi ke Desa Konga, Kecamatan Titehena sejak 1 Januari 2024. Di sana, mereka tinggal di selama 26 hari dan meninggal pada Sabtu, 27 Januari pukul 05.00 Wita karena sakit asma, asam urat dan reumatik. Jenazah korban telah dibawa kembali ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

“Sebelumnya pada 9 Januari 2024 almahrum sempat dibawa ke UGD Pusat Kesehatan Masyarakat Lewolaga. Setelah itu pasien di bawah pulang lagi ke Desa Konga. Pasien sempat mau dirujuk (ke rumah sakit) tapi keluarga menolak,” ujarnya.

Menurutnya, korban meninggal pertama bernama Maria Peni Hayon, 70, asal Desa Nobo Kecamatan Ile Bura. Maria meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit St Gabriel Kewapante, Kabupaten Sikka pada Kamis, 25 Januari pukul 23.45 Wita.

Sebelum dirawat, Maria mengeluh sesak napas selama empat hari, batuk pilek, nyeri ulu hati, dan napsu makan menurun. “Maria mengungsi ke Desa Konga pada 2 Januari, dan pada 15 Januari, ia dijemput untuk menginap di rumah warga Konga dengan alasan hujan angin dengan riwayat sesak napas,” ujarnya.

Kepala Dinas Kominfo Flores Timur Hery Lamawuran mengatakan, pengungsi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki sebanyak 6.300 orang ditampung di tenda sebanyak 2.777 orang, di rumah warga sebanyak 3.463 orang, dan fasilitas umum 60 orang.

“Ada penambahan 207 pengungsi dari Desa Konga, tetapi ada juga pengurangan 200 pengungsi yang ditampung di Desa Hewa (Kecamatan Wulanggitang) karena pulang ke rumah masing-masing di Desa Waiula (Kecamatan Wulanggitang),” ujarnya. 

Masyarakat Diminta Tetap Waspada Ancaman Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

Wulanggitang, Beritasatu.com – Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat ini Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berada pada status IV atau awas.

“Ya, potensi ancaman (erupsi) masih ada. Endapan lava di permukaan masih terlihat dan terjadi guguran atau awan panas,” ujar Ketua Tim Tanggap Darurat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki PVMBG, Kushendratno di Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Wulanggitang, pada Minggu (28/1/2024) dikutip dari Antara.

Data terkini aktivitas gunung api mencatat adanya erupsi atau letusan, guguran, awan panas guguran, gempa hembusan, dan hybrid. Selain itu, masih tercatat gempa vulkanik, menunjukkan adanya suplai magma ke permukaan.

Meskipun terdapat endapan lava di permukaan, belum dapat dipastikan apakah itu merupakan kubah lava atau hanya endapan lava.

“Aktivitasnya masih tinggi, jadi status tetap dipertahankan di tingkat Awas,” tambahnya.

Rekomendasi yang dikeluarkan oleh PVMBG untuk masyarakat, meliputi larangan melakukan aktivitas di dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi dan sektoral enam kilometer ke arah timur laut. Selain itu, masyarakat diminta waspada terhadap potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Jadi, potensi bahayanya masih sama untuk status awas ini. Kami akan menunggu evaluasi minggu depan untuk melihat apakah ada perubahan status gunung ini,” ungkapnya

PVMBG ingatkan potensi ancaman erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

Wulanggitang (ANTARA) – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat tentang potensi ancaman erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang masih berstatus level IV atau Awas.

“Betul, potensi ancaman masih ada, endapan lava di permukaan masih ada dan guguran atau awan panas juga masih terjadi,” kata Ketua Tim Tanggap Darurat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki PVMBG Kushendratno di Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Wulanggitang, Minggu.

Ia menjelaskan perkembangan gunung api terkini masih merekam adanya aktivitas erupsi atau letusan, guguran, awan panas guguran, gempa hembusan, dan hybrid.

Selain itu, gempa vulkanik juga masih terekam yang mengindikasikan masih adanya suplai magma ke permukaan.

Teramati pula endapan lava di permukaan, namun belum bisa dipastikan sebagai kubah lava atau sekadar endapan lava.

“Aktivitasnya masih tinggi. Jadi statusnya masih kita pertahankan di level  Awas,” ucapnya.

Ia menyatakan rekomendasi bagi masyarakat yang dikeluarkan oleh PVMBG yakni tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi dan sektoral enam kilometer ke arah timur laut.

Masyarakat juga harus mewaspadai potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Jadi, untuk status Awas ini potensi bahayanya masih sama, kita tunggu minggu depan apakah ada evaluasi lain untuk status gunung ini,” katanya.