Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Tinggi Letusan 500 Meter di Atas Puncak

JAKARTA – Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami erupsi, Minggu (28/1/2024) siang. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi letusan 500 meter di atas puncak.

“Terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki pada hari Minggu, 28 Januari 2024, pukul 14:37 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 500 m di atas puncak (± 2084 m di atas permukaan laut),” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Herman Yosef S Mboro dalam keterangannya.

Untuk diketahui, Gunung Api Lewotobi Laki-laki terletak di Flores Timur, NTT dengan posisi geografis di Latitude -8.5389°LU, Longitude 122.7682°BT dan memiliki ketinggian 1584 mdpl. Menurut Herman, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah utara dan timur laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.

Herman mengingatkan agar masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung, wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 KM dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan sektoral 6 KM ke arah Utara dan Timur Laut.

“Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” ujarnya.

Selain itu, jika terjadi erupsi dan hujan abu, masyarakat dihimbau untuk tetap berada di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).

Herman juga mengingatkan masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi agar mewaspadai potensi banjir lahar dingin pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pulolera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung,” tutupnya.

BPBD Lampung Imbau Waspada Bencana Banjir, Longsor dan Puting Beliung

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Memasuki musim hujan, BPBD Provinsi Lampung meningkatkan kewaspadaan dini dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.

Hal itu merupakan tindak lanjut dari surat BMKG Nomor KL.00.01/003/KPWR/XII/2023 tentang prekiraan puncak musim hujan 2023/2024 yang terjadi di Januari hingga April 2024.

“Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan dini dalam menghadapi bencana hidrometeorologi di awal 2024, Pemerintah Provinsi Lampung sudah membuat surat edaran ke 15 kabupaten dan kota untuk mengantisipasi adanya bencana banjir, longsor, puting beliung,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Lampung Joni Toyib, Minggu (28/1/2024).

Dikatakannya, bila pihaknya akan melakukan penetapan status siaga darurat bencana hidrometeorologi selama 145 hari mendatang.

Kewaspadaan bencana mengarah pada bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan banjir rob.

Ia mengaku, ada langkah siaga lain yang juga akan dilakukan yang di antaranya dengan mengaktifkan Satgas Penanggulangan Bencana di seluruh kabupaten serta kota, melakukan pemangkasan ranting pohon dan penertiba baliho semi permanen untuk menghidari korban jiwa dan harta akibat pohon tumbang.

Selain itu, terdapat rencana penguatan lereng dan pembersihan saluran irigasi guna antisipasi bencana banjir dan gerakan tanah.

Kemudian akan dilakukan penguatan drinase dan pemeriksaan sarana prasarana, antisipasi dampak setelah kebakaran hutan dan lahan yang kemungkinan akan membawa sisa material.

“Melakukan pemantuan sampah pada batang tubuh sungai tepatnya dihulu dan hilir sungai, kemudian pembersiahan sungai dari sampah dan enceng gondok yang berpotensi menyumbat pembuangan air,” ujarnya.

Selanjutnya, mengantisipasi poteni banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir yang secara umum dapat berdampak pada aktivitas masyarakat pesisir dan pelabuhan.

Menyiapkan petunjuk evakuasi bencana, membentuk posko kesiapsiagaan untuk memantau keadaan terkini, serta melakukan edukasi ke masyarakat mengenai antisipasi potensi bencana hidrometeorologi.

“Dan untuk mengantisipasi adanya dampak bencana alam saat pelaksanaan Pemilu, biasanya pihak desa yang memang rawan banjir akan mencari tempat yang lebih tinggi dan aman,” tambahnya.

Menurutnya selama lima tahun terakhir, pihaknya melihat dalam pelaksanaan pemilihan umum belum ada tempat pemungutan suara (TPS) yang terdampak banjir.

Meski demikian pihaknya tetap berharap pelaksanaan pemungutan suara 14 Februari nanti bisa berlangsung dengan baik.

“Langkah antisipasi, kesiapsiagaan, dan kewaspadaan dalam meghadapi dampak bencana hidrometeorologi sudah disiapkan, jadi harapannya semuanya aman,” tutupnya.

74 Desa Terdampak Banjir, Kabupaten Muaro Jambi Berstatus Tanggap Darurat Penanganan Bencana Hidrometeorologi

METROJAMBI.COM – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi bersama stakeholder terkait telah menaikan status penanganan bencana hidrometeorologi dari siaga darurat menjadi tanggap darurat.

Status tanggap darurat penanganan bencana hidrometeorologi ini ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi selama 14 hari ke depan, terhitung tanggal 23 Januari sampai dengan tanggal 5 Februari 2024.

“Status tanggap darurat itu fleksibel ya. Artinya, kalau misal nanti ada kenaikan lagi kita bisa perpanjang, kalau misal sudah surut kita perpendek, kita lihat situasi dan keadaan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Muaro Jambi Budhi Hartono, Jumat (26/1).

Budhi Hartono mengatakan, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi telah melakukan berbagai upaya untuk membantu para warga yang terdampak banjir.

Dikatakannya lagi, pemerintah daerah juga telah memberikan bantuan berupa ribuan paket sembako kepada masyakarat yang terdampak bencana banjir ini.

“Kita bersinergi bersama TNI/Polri untuk membantu masyarakat. Kemarin kita sudah menyalurkan bantuan ribuan paket sembako secara serentak di enam kecamatan yang terdampak banjir,” katanya.

Lebih lanjut, Budhi Hartono menyampaikan, sebanyak 74 desa yang tersebar di enam Kecamatan dalam Kabupaten Muaro Jambi yang mengalami kebanjiran.

Enam Kecamatan itu, katanya, yakni Sekernan, Kumpeh, Kumpeh Ulu, Taman Rajo, Jambi Luar Kota (Jaluko), dan Maro Sebo.

“Ada beberapa yang mengungsi, kita bantu dengan pendirian tenda untuk pengungsian itu, kita berikan juga paket sembako untuk keperluan mereka selama mengungsi,” pungkasnya.

Banjarbaru Siaga Kedaruratan Banjir, Berikut 3 Wilayah Berpotensi Alami Bencana Hidrometeorologi

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – BPBD Kota Banjarbaru, sejak awal tahun lalu telah menetapkan status siaga kedaruratan banjir.

Status siaga banjir itu dibarengi dengan penugasan personel di Posko Induk BPBD Banjarbaru, selama 24 jam.

Terdapat tiga wilayah yang di Banjarbaru yang berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi yakni Kecamatan Cempaka, Landasan Ulin dan Liang Anggang.

Potensi bencana hidrometeorologi di Banjarbaru, diprediksi terjadi Bulan Januari sampai Februari 2024, dengan kata lain saat ini puncak musim penghujan masih berlangsung.

Hal itu diungkapkan oleh Pengamat Meteorologi Geofisika di Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru, Muhammad Arif Rahman.

“Potensi banjir masih mengancam tiga wilayah Banjarbaru, karena sepekan kedepan kondisi cuaca masih diperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan juga disertai kilat atau petir serta angin kencang,” katanya, Minggu (28/1/2024).

Secara normal klimatologi, musim hujan secara masih akan berlangsung hingga Bulan Mei 2024.

Saat itu kondisi cuaca diiringi dengan periode peralihan musim, dari hujan ke kemarau yang diprediksi terjadi pada Juni 2024.

Berkitan hal tersebut Arif mengimbau kepada masyarakat, untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.

Adapun ciri-cirinya yakni panas terik yang terjadi antara pukul 11.00 sampai 13.00 Wita, ditandai dengan munculnya awan cumulonimbus gelap, tebal, dan berbentuk menyerupai kembang kol.

“Usahakan sebisa mungkin tidak melakukan aktivitas di luar rumah saat hujan deras terjadi. Dan sebagai langkah antisipasi masyarakat bisa membersihkan saluran drainase tersumbat yang mengakibatkan genangan,” ujarnya.

Warga Pacitan Harap Waspada, Bencana Hidrometeorologi Masih Terus Mengancam

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Bencana hidrometeorologi terus melanda dan masih mengancam Pacitan.

Hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari terakhir menyebabkan talut penahan jalan di Desa Gondang, Nawangan, longsor.

Akibatnya empat rumah warga Pacitan terancam kerusakan.

Menurut Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Radite Suryo Anggono, longsor yang terjadi Jumat (26/1) dini hari itu akibat hujan lebat sejak beberapa hari terakhir.

Longsor mengancam satu rumah di atas jalan dan tiga rumah di bawah jalan. 

‘’Material longsoran juga mengenai rumah warga,’’ katanya, Jumat (26/1).

Dampak lainnya, akses jalan dusun tertutup material longsoran. Sehingga, kendaraan roda empat tidak bisa melewat hingga kemarin (27/1).

Warga sekitar dibantu petugas BPBD dan personel TNI-Polri bergotong royong membersihkan material longsoran secara manual.

‘’Beruntung tidak ada kerusakan bangunan rumah maupun korban jiwa,’’ ucapnya.

Dua hari sebelumnya, longsor juga terjadi di Dusun Pakel, Losari, Tulakan.

Material longsoran menyebabkan tembok semipermanen rumah warga setempat jebol. Selain itu, juga menyebabkan talut taman kanak-kanak (TK) ambrol hingga menutup jalan desa.

‘’Perlu ditingkatkan langkah-langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak bencana,’’ imbaunya. (hyo/sat)

Angin Puting Beliung, Hujan Deras, Sungai Meluap, Delapan Desa Terendam Bencana Hidrometeorologi

CIREBON — Bencana alam angin puting beliung, hujan deras, pohon tumbang dan aliran sungai meluap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon. Dilaporkan, tidak terdapat korban jiwa dalam musibah bencana hidrometeorogi yang terjadi mulai Kamis-Sabtu (25-27/1/2024) tersebut.

Hanya saja, bencana itu telah menyebabkan sejumlah pohon tumbang, debit air sungai meluap, dan permukiman penduduk di delapan desa di Kecamatan Mundu terendam banjir hingga ketinggian pinggang warga.

Dari laporan BPBD Kabupaten Cirebon menyebutkan, bencana angin puting beliung menerjang wilayah Kabupaten Cirebon barat pada Kamis (25/1/2024).

Belasan rumah warga Desa Purbawinangun, Kecamatan Plumbon, Cirebon mengalami rusak. Bahkan, sepuluh di antaranya rusak berat dan ambruk akibat terjangan angin puting beliung.

Sementara delapan desa yang ada di Kecamatan Mundu, Jumat (26/1/2024). Banjir sebagai dampak terjadinya hujan dengan intensitas lebat dan menyebabkan debit air meluap.

Petugas memberikan bantuan kepada warga terdampak benjaca banjir. (dok. Republika)
Petugas memberikan bantuan kepada warga terdampak benjaca banjir. (dok. Republika)

Sejumlah sungai besar hingga saluran irigasi yang ada di wilayah ini pun dikabarkan meluap. Dampaknya, ribuan rumah warga menjadi tergenang banjir hingga ketinggian pinggang orang dewasa.

Korlap Pusdalops BPBD Kabupaten Cirebon, Faozan mengatakan penyebab banjir adalah luapan sungai di Kecamatan Mundu. “Kami klarifikasi, penyebab banjir itu bukan tanggul jebol, tetapi karena luapan Sungai Kalilunyu untuk di Desa Banjarwangunan,” kata dia kepada wartawan, Sabtu (27/1/2024).

Pihaknya menghimbau, warga untuk tetap waspada bencana mengingat kondisi cuaca saat ini masuk musim penghujan. “Hujan dengan intensistas sedang hingga lebat masih terus terjadi. Jadi, tetap waspada,” katanya.

Dia juga mengingatkan warga untuk menghindari hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan dan jiwa. “Padamkan aliran listrik di dalam rumah, jika air sudah masuk ke dalam rumah,” ujarnya.

Sementara Camat Mundu H Anwar Sadat MSi mengatakan, dari laporan yang diterimanya ada delapan desa yang ada di Kecamatan Mundu terendam banjir. Kedelapan desa yang terendam banjir itu adalah Desa Pamengkang, Setupatok, Banjarwangunan, Mundu Pesisir, Luwung, Mundu Mesigit, Citemu, dan Penpen.

“Penyebabnya luapan sungai. Tak hanya satu sungai saja, seperti Banjarwangunan, dan Pamengkang, tapi juga dari luapan Sungai Kalilunyu, untuk Desa Luwung itu dari sungai Selopenganten,” ungkapnya. n Agus Yulianto

 

Merapi Kembali Muntahkan Guguran Awan Panas, Hujan Abu Kembali Guyur Tegalmulyo Klaten

Harianjogja.com, KLATEN—Guguran awan panas Gunung Merapi kembali terjadi Rabu (24/1/2024) sore. Akibatnya, hujan abu tipis kembali mengguyur beberapa wilayah Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten Jawa Tengah.

Sebelumnya, awan panas guguran, bahkan erupsi Gunung Merapi juga terjadi pada Minggu (21/1/2024) siang. “Sore ini di beberapa wilayah Tegalmulyo kena hujan abu tipis meskipun tidak sama antara wilayah atas dan bawah. Hanya hujan abu tipis,” kata Ketua Organisasi Pengurangan Risiko Bencana Desa Tegalmulyo, Subur, saat dikutip dari Solopos.com, Rabu.

Subur menjelaskan hujan abu vulkanik itu tak mempengaruhi aktivitas warga. Warga tetap beraktivitas seperti biasa. “Hujan abu berlangsung sekitar tiga menit hingga lima menit,” kata Subur.

Selain di Desa Tegalmulyo, hujan abu akibat awan panas guguran dari Gunung Merapi itu juga mengguyur wilayah Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang. Hujan abu tipis itu terjadi di wilayah atas desa tersebut seperti di kawasan Deles. “Iya [hujan abu] tetapi tipis. Kondisinya tetap aman,” kata salah satu warga, Sukiman.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Nur Tjahjono Suharto, menjelaskan hujan abu tipis terjadi di wilayah Desa Tegalmulyo. BPBD masih melakukan asesmen terkait wilayah yang terdampak hujan abu.

Berdasarkan informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melalui akun Instagram @bpptkg, Rabu, terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada Rabu (24/1/2024) pukul 15.56 WIB dengan amplitudo maksimal 51 mm serta durasi 168,28 detik.

Sementara jarak luncur awan panas guguran maksimal 1.800 meter ke arah barat daya atau Kali Bebeng. Visual Gunung Merapi berkabut dan arah angin ke timur-tenggara. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan.

Sejumlah Penyakit Kronis yang Ditanggung BPJS Kesehatan Banyak Diderita Lansia

POSBELITUNG.CO – Kartu Tanda Penduduk (KTP) adalah identitas resmi penduduk sebagai bukti diri yang diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri yang berlaku di seluruh Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kartu ini wajib dimiliki bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki Izin Tinggal Tetap (ITAP) yang sudah berumur 17 tahun atau sudah pernah kawin atau telah kawin. Anak dari orang tua Warga Negara Asing yang memiliki ITAP dan sudah berumur 17 tahun juga wajib memilki KTP.

Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) masyarakat dimudahkan dalam mengakses layanan kesehatan hanya menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada KTP saat berobat di Puskemas ataupun Rumah sakit

Pasalnya hal tersebut menjadi inovasi dan kemudahan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional  (JKN) yang ingin berobat.

Bahkan sejak beberapa tahun terakhir BPJS Kesehatan tidak lagi mencetak kartu JKN, karena NIK KTP dapat mendeteksi status kepesertaan warga.

Kebijakan pelayanan berobat dengan KTP ini sudah berlaku dan diterapkan di Bangka Belitung.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Pangkalpinang, Harry Nurdiansyah mengungkapkan, transformasi atau inovasi yang dilakukan ini bertujuan untuk memberikan layanan yang mudah, cepat, dan setara bagi seluruh peserta JKN sehingga masyarakat bisa berobat lebih simpel tanpa perlu kartu BPJS.

“KTP sekarang pengganti kartu BPJS Kesehatan, jadi masyarakat bisa berobat cukup menggunakan KTP tanpa ribet harus membawa Kartu BPJS Kesehatan karena NIK yang tertera pada KTP sudah terdeteksi apakah peserta aktif JKN atau tidak,” ujar Harry, Rabu (24/1/2024).

Kata dia, Cakupan kepesertaan JKN atau angka Universal Health Coverage (UHC) di Provinsi Bangka Belitung per Desember 2023 sebesar 97,98 persen dari total sebanyak 1.490.418 penduduk di Bangka Belitung.

Pada angka UHC saat ini Hary menyebut, keaktifan peserta JKN di Babel berada pada angka 77,48 persen. 

“Kepesertaan yang tidak aktif banyak case, misal Peserta mandiri/pbpu menunggak, Peserta PPU swasta yg sudab resign/tidak bekerja lagi, Peserta PPU Swasta yang karyawannya masih aktif tapi perusahaaanya tidak membayar iuran, Anak pegawai swasta yang sudah tidak di tanggung karena sudah melewati batas usia tertanggung. Termasuk juga yang meninggal dunia,” jelas Harry.

Dia mengimbau, seluruh faskes atau rumah sakit yang menjadi mitra BPJS Kesehatan di Bangka Belitung dapat melayani seluruh pasien BPJS tanpa membeda-bedakan status kepesertaan demi peningkatan mutu layanan JKN.

“Jika ada faskes atau rumah sakit yang menjadi mitra tidak melayani masyarakat berobat dengan KTP, maka dapat dilaporkan ke BPJS  kesehatan agar dapat kami tinjau langsung ke faskesnya,” tuturnya.

Sementara itu tedata hingga Januari 2024 BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang turut mengandeng 140 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri dari Puskesmas, Klinik Pratama, DPP, Klinik Polri, Klinik TNI yang tersebar di seluruh daerah/kecamatan di Bangka Belitung.

Sedangkan untuk Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) mencakup 26 rumah sakit swasta/umum dan klinik utama di Bangka Belitung. (Posbelitung.co/Sela Agustika)

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, BPBD Surabaya Minta Warga Waspada saat Hujan

Mengantisipasi bencana hidrometeorologi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya meminta warga waspada saat hujan dengan tidak mendekati sungai.

Agus Hebi Djuniantoro Kepala BPBD Kota Surabaya menjelaskan, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), potensi bencana hidrometeorologi di Jawa Timur diprediksi Januari hingga Maret, puncaknya Februari.

“Potensi bencana hidrometeorologi itu misalnya aliran air sungai menjadi kencang. Kemudian angin puting beliung, pohon tumbang, cuaca ekstrem (hujan deras) dan sebagainya. Tapi ini sudah kita antisipasi,” jelasnya lewat keterangan resminya pada Senin (22/1/2024).

Hebi minta warga mewaspadai dengan tidak banyak aktivitas di sungai. Apalagi saat hujan.

“Karena arus sungai yang seperti kelihatan tenang, tapi justru di bawah arusnya kencang. Kami imbau para orang tua agar dapat mencegah anak-anaknya bermain saat hujan,” imbaunya.

Sementara bagi pengendara, lanjutnya, harus memastikan kondisi ban layak jalan.

“Kalau kondisi ban sudah tipis jadi licin, berbahaya kalau digunakan saat hujan. Selain itu kami juga imbau warga agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan,” ucapnya.

Meski begitu Hebi minta masyarakat tidak khawatir berlebih karena BPBD sudah melakukan sejumlah upaya.

“Kami mohon warga tidak perlu khawatir, karena ini memang terjadi setiap tahun. Kalau kita persiapkan dengan baik, maka akan menjadi hal yang tidak membahayakan,” katanya lagi.

Ada 18 Pos Pantau dan 7 Posko Terpadu selama 24 jam dijaga petugas gabungan yang disiagakan.

“Kita mengoptimalkan dengan 8 dinas atau perangkat daerah (PD) yang lain. Di antaranya, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan, DPKP (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) dan sebagainya,” paparnya.

Buyung Hidayat Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kota Surabaya merinci lokasi tujuh Posko Terpadu dan 18 Pos Pantau.

“Yang pertama adalah Posko Terpadu Utara, lokasinya berada di Jalan Kasuari No 1 Surabaya. Kemudian, Posko Terpadu Selatan di Jalan Dukuh Menanggal No 1 (Kantor Dinas Perhubungan). Dan ketiga, Posko Terpadu Barat, ada di Kantor Kecamatan Tandes,” kata Buyung.

Selanjutnya, yang keempat adalah Posko Terpadu Timur berada di Park and Ride Arif Rahman Hakim. Sedangkan kelima yakni, Posko Terpadu Pusat berada di Jalan Sumatera No 71 Surabaya (Kantor PMI).

“Kemudian, Posko Terpadu Dukuh Pakis di Park and Ride Mayjen Sungkono dan ketujuh adalah Posko Terpadu Kedung Cowek ada di Kantor Kecamatan Kenjeran,” jelasnya.

Ke-18 lokasi pos pantau terdiri dari Pos Pantau Sedap Malam, Pos Pantau Indrapura, Pos Pantau Tugu Pahlawan, Pos Pantau Genteng, Pos Pantau Tidar, Pos Pantau Bungkul, Pos Pantau Kebun Binatang Surabaya (KBS), Pos Pantau GOR Pancasila, Pos Pantau Wiyung dan Pos Pantau Bambu Runcing.

Kemudian, Pos Pantau Taman Pelangi, Pos Gudang Menur, Pos Pantau RSIA di Jalan Kenjeran, Pos Pantau UKM MERR,  Pos Pantai Panjang Jiwo, Pos Gudang Hitech Mall, Pos Pantau Taman Sejarah dan Pos Mako Jemursari. (lta/saf/ipg)

Bencana Hidrometeorologi di Surabaya Diprediksi Terjadi pada Januari Hingga Maret 2024

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi. Peningkatan kewaspadaan dilakukan setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Timur, memasuki puncak musim penghujan.

“Kami mohon warga tidak perlu khawatir, karena ini memang terjadi setiap tahun. Kalau kita persiapkan dengan baik, maka akan menjadi hal yang tidak membahayakan,” kata Hebi, Senin (22/1/2024).

Hebi menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan dalam mengantisipasi bencana hidrometeorologi adalah mengoptimalkan 18 pos pantau dan 7 posko terpadu. Selama 24 jam, petugas gabungan dari pemkot setempat akan berjaga di Posko Terpadu tersebut.

“Kami mengoptimalkan dengan 8 dinas atau perangkat daerah yang lain, di antaranya Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan, DPKP (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) dan sebagainya,” ujarnya.

Hebi menjelaskan, berdasarkan data dari BNPB, potensi bencana hidrometeorologi di Jawa Timur, terjadi pada Januari, Februari, hingga Maret 2024. Sementara puncaknya diperkirakan terjadi pada Februari 2024. Potensi bencana hidrometeorologi yang dimaksud seperti meluapnya air sungai, angin puting beliung, pohon tumbang, cuaca ekstrem, dan sebagainya.

Hebi pun meminta masyarakat tetap mewaspadai dampak dari potensi bencana hidrometeorologi. Dia mengimbau masyarakat agar tidak mandi di sungai, baik itu anak kecil maupun orang dewasa. “Karena arus sungai yang seperti kelihatan tenang, tapi justru di bawah arusnya kencang,” ujarnya.

Selain itu, Hebi juga mengimbau para orang tua agar dapat mengawasi dan mencegah anak-anak bermain saat hujan. Terlebih bermain di dekat aliran sungai. Kepada pengendara motor dan mobil, Hebi berpesan agar dapat memastikan kendaraan yang digunakan dalam kondisi layak jalan. Jangan sampai, kondisi ban motor yang sudah tipis, justru dibiarkan dan tetap digunakan saat hujan.

“Kalau kondisi ban sudah tipis jadi licin, berbahaya kalau digunakan saat hujan. Selain itu kami juga imbau warga agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan,” ucapnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kota Surabaya, Buyung Hidayat, memaparkan lokasi 7 Posko Terpadu dan 18 Pos Pantau yang tersebar di Kota Pahlawan yakni Posko Terpadu Utara, lokasinya berada di Jl Kasuari No 1 Surabaya.

Kemudian, Posko Terpadu Selatan di JI Dukuh Menanggal No 1 (Kantor Dinas Perhubungan); Posko Terpadu Barat, di Kantor Kecamatan Tandes; Posko Terpadu Timur di Park n Ride Arif Rahman Hakim; Posko Terpadu Pusat di Jl Sumatera No 71 Surabaya (Kantor PMI); Posko Terpadu Dukuh Pakis di Park and Ride Mayjend Sungkono; dan Posko Terpadu Kedung Cowek di Kantor Kecamatan Kenjeran. Pemkot Surabaya juga mengoptimalkan keberadaan 18 pos pantau.

Ke-18 pos pantau yang dimaksud adalah Pos Pantau Sedap Malam, Pos Pantau Indrapura, Pos Pantau Tugu Pahlawan, Pos Pantau Genteng, Pos Pantau Tidar, Pos Pantau Bungkul, Pos Pantau Kebun Binatang Surabaya (KBS), Pos Pantau GOR Pancasila, Pos Pantau Wiyung dan Pos Pantau Bambu Runcing. Kemudian, Pos Pantau Taman Pelangi, Pos Gudang Menur, Pos Pantau RSIA di Jalan Kenjeran, Pos Pantau UKM MERR, Pos Pantai Panjang Jiwo, Pos Gudang Hitech Mall, Pos Pantau Taman Sejarah, dan Pos Mako Jemursari.