Kedua di Luar China, Pasien Corona Meninggal di Hong Kong

Kedua di Luar China, Pasien Corona Meninggal di Hong Kong

Jakarta, CNBC Indonesia – Virus corona kembali memakan korban jiwa di luar China daratan. Pada Selasa (4/2/2020), Hong Kong melaporkan satu kematian akibat virus yang berasal dari Wuhan, China ini.

Ini menjadikan Hong Kong sebagai wilayah di luar daratan China kedua yang melaporkan kasus kematian akibat coronavirus. Sebelumnya, , pertama di luar China daratan, pada Minggu.

Korban tewas di Hong Kong merupakan seorang pria berusia 39 tahun. Pria itu telah melakukan perjalanan ke Wuhan pada 21 Januari dan kembali ke Hong Kong dua hari kemudian.

“Ia baru dirawat di rumah sakit 31 Januari,” kata otoritas kesehatan, sebagaimana dilaporkan The Washington Post, Selasa. Otoritas kesehatan menambahkan bahwa korban meninggal memiliki riwayat penyakit.

Sebelumnya pada Senin malam waktu setempat, China kembali melaporkan ada 64 kematian baru akibat virus yang mirip penyebab penyakit SARS ini. Ini menjadikan menjadi 425 orang. Semua korban yang tewas berasal dari Provinsi Hubei, tempat kota Wuhan sumber pertama virus berasal, tulis AFP.

Sementara itu, jumlah kasus baru akibat wabah ini juga bertambah sebanyak 2.345 kasus, menjadi 19.000 kasus lebih di seluruh dunia.

Virus corona sendiri telah menimbulkan kekacauan di dalam Hong Kong. Warga Hong Kong dilaporkan melakukan protes dan para pekerja medis melakukan pemogokan karena Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam menolak menutup akses di perbatasan kota dengan daratan China.

Lam memutuskan untuk tetap membuka akses karena banyak warga yang tinggal di Hong Kong bekerja di daratan, dan sebaliknya.

Akibat ini, dalam sebuah pernyataan, Otoritas Rumah Sakit di sana mengumumkan bahwa layanan darurat telah terpengaruh karena sejumlah besar staf tidak bekerja.

Mengenal 7 Virus Corona yang Jangkiti Manusia

Mengenal 7 Virus Corona yang Jangkiti Manusia

Jakarta, CNN Indonesia — Virus Corona makin menjadi perhatian banyak pihak pasca ratusan orang di Wuhan, China, meninggal dunia. Selain itu, ribuan orang lain di beberapa negara di dunia ikut terinfeksi virus ini. 

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Subandriyo menyebut virus corona yang muncul di Wuhan, China (2019-nCoV) merupakan virus corona ke-7 yang menginfeksi manusia.

Melansir Medical News Today, virus Corona bukan pertama kali ditemukan dan terjadi di Wuhan. Virus Corona sejatinya telah diidentifikasi pada 1937.

Saat itu peneliti menemukan virus Corona terdapat di tubuh unggas yang mengalami infeksi bronkitis. Virus Corona pertama itu memiliki kemampuan untuk menghancurkan stok unggas secara serius.

Setelah kejadian pertama, para ilmuwan telah menemukan bahwa virus Corona dapat menginfeksi tikus, anjing, kucing, kalkun, kuda, babi, dan hewan ternak.

Melansir Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, virus Corona yang menyerang manusia baru ditemukan pada tahun 1960-an. 

Sementara varian terbaru Corona, 2019-nCoV mewabah dan menjadi peringatan serius bagi dunia. Putusan ini diambil setelah jumlah pengidap terus bertambah dan terjadi penularan antarmanusia di luar China.

Nama virus ini sebenarnya adalah virus yang banyak ditemukan pada binatang. Tapi, kadang virus corona yang menginfeksi hewan bisa menular ke manusia dan menjadi virus corona manusia yang baru. Virus korona yang menyerang manusia pertama kali diidentifikasi pada pertengahan 1960-an.

Virus MERS ditularkan dari unta ke manusia. Sementara, virus corona yang baru ditemukan di China ditengarai ditularkan oleh ular atau kelelawar. SARS diyakini ditularkan oleh musang ke manusia.

Virus corona yang menginfeksi binatang ini terbagi menjadi empat sub-kelompok utama yang dikenal sebagai alfa, beta, gama, dan delta. Selama ini, virus corona yang menular dari binatang ke manusia adalah corona tipe alfa dan beta.

Sejauh ini tercatat ada empat corona alfa yang sudah menyerang manusia, yaitu HCoV-229E; HCoV-NL63; HCoV-OC43; dan HCoV-HKU1. Sementara untuk corona beta, sudah ada tiga yang diidentifikasi, SARS, MERS-CoV, dan 2019-nCoV.

Virus Corona alfa tidak seganas virus corona beta. Faktanya, banyak orang di seluruh dunia yang terinfeksi dengan virus corona jenis ini, seperti dilansir dari situs badan kesehatan (CDC) Amerika Serikat (AS).

Corona alfa hanya menyebabkan penyakit saluran pernapasan bagian atas ringan hingga sedang, seperti flu biasa. Virus Corona alfa pun biasanya hanya menginfeksi dalam waktu singkat.

Sedangkan SARS; MERS; dan 2019-nCoV merupakan virus Corona beta yang menyebabkan penyakit saluran pernapasan bawah seperti pneumonia atau bronkitis. Penyakit ini bisa merenggut nyawa lantaran ia menginfeksi paru-paru dan membuat penderita sulit bernapas.

Kesulitan bernapas ini membuat pasokan oksigen di tubuh berkurang hingga akhirnya bisa menyebabkan kematian.

Tujuh virus corona yang sudah diketahui dapat menginfeksi manusia adalah:

1. HCoV-229E (alpha coronavirus)

Virus ini pertama kali dilaporkan menginfeksi manusia pada pertengahan 1960-an. Mereka yang terinfeksi virus ini dilaporkan memiliki tanda-tanda flu biasa. Virus ini lebih mudah menyerang anak-anak dan lanjut usia. Sejauh ini, belum dilaporkan penularan virus ini sampai menimbulkan korban jiwa, seperti dilaporkan jurnal Hindawi.

2. HCoV-NL63 (alpha coronavirus)

Kasus manusia yang terinfeksi virus ini pertama kali diisolasi di Amsterdam pada 2004. Virus itu menginfeksi seorang bayi tujuh bulan. Ia menderita infeksi pernapasan mirip bronkhitis, seperti tertulis pada Institut Kesehatan nasional AS (NCBI). 

3. HCoV-OC43 (beta coronavirus)

Virus corona tipe ini adalah virus yang biasa menyebabkan flu. Ini adalah varian virus corona yang lebih umum di beberapa bagian dunia. Penelitian terbaru menunjukkan virus ini dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan bawah yang parah pada anak-anak.

Subtipe OC43 (HCoV-OC43) adalah virus corona manusia yang lebih umum di beberapa bagian dunia.Penelitian terbaru menunjukkan virus ini dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan bawah yang parah pada anak-anak, seperti dilaporkan NCBI.

4. HCoV-HKU1 (beta coronavirus),

Virus ini ditemukan pada 2005 pada pasien di Hong Kong. Mengutip Institut Kesehatan Nasional AS, saat itu virus ini menginfeksi kakek berusia 71 tahun yang baru kembali dari Shenzhen, China.

5. Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS),

SARS-CoV merupakan sindrom pernafasan akut yang parah dan pertama kali diidentifikasi di China pada November 2002. Para ilmuwan juga belum yakin hewan apa yang menjadi sumber penularan virus ini ke manusia.

Diperkirakan virus ini bermula dari kelelawar yang kemudian menyebar ke hewan lain, seperti musang. Manusia pertama yang terinfeksi virus ini berada di provinsi Guangdong, China Selatan, seperti tertulis di situs WHO.

Virus corona ini mengakibatkan wabah dengan 8.098 kemungkinan kasus termasuk 774 kematian pada 2002-2003, atau sekitar 9 persen pasien yang terjangkit SARS tewas.

6. Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV)

Alat pendeteksi panas tubuh digital untuk mengantisipasi virus corona. (ANTARA FOTO/David Muharmansyah)

MERS-CoV pertama kali diidentifikasi di Arab Saudi pada 2012. Hingga 1 Agustus 2013, terdapat 94 kasus MERSCoV dan 47 meninggal. Negara yang terjangkit: Saudi Arabia, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, Inggris, Jerman, Perancis, Italia dan Tunisia.

WHO menyebut bukti ilmiah saat ini menunjukkan bahwa unta dromedaris adalah inang penampung utama untuk MERS-CoV. Unta ini juga menjadi hewan penular infeksi MERS pada manusia. Namun, peran pasti unta dromedari dalam penularan virus dan rute penularan yang tepat masih belum diketahui.

7. 2019 Novel Coronavirus atau 2019-nCoV

Virus corona jenis baru, 2019-nCoV, dapat menular dari hewan ke manusia dan antar manusia. Gejala yang dialami orang ketika terjangkit virus ini antara lain batuk, flu, demam, sesak nafas, kesulitan pernafasan, gagal nafas, gagal ginjal, hingga mengakibatkan kematian.

Sampai saat ini, kemunculan virus corona jenis baru di pusat kota Wuhan, China, maupun laju perkembangan dan mutasi virus corona belum dikaitkan dengan dampak perubahan lingkungan seperti berkurangnya tutupan lahan dan perubahan iklim atau cuaca.

Untuk itu, perlu penelitian lebih lanjut untuk melihat ada tidaknya kaitan antara perubahan iklim dengan perkembangan mutasi virus tersebut

Mengutip Antara, Virus Corona 2019-nCoV resmi diumumkan WHO, Organisasi Kesehatan Dunia, pada 9 Januari 2020. Tanda-tanda virus ini sendiri sudah dilaporkan sejak pertengahan 2019.

Virus corona jenis baru ini dikaitkan dengan wabah pneumonia yang terjadi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Hingga Jumat (31/1) jumlah korban meninggal akibat wabah virus corona baru di China 213 orang. sementara mereka yang terjangkiti virus tersebut mencapai hampir 2.000 orang di China. Sementara total yang terjangkit virus itu mencapai 9.356 orang.

Sejumlah kasus terkait orang dengan positif terjangkit virus 2019-nCoV telah ditemukan di Vietnam, Thailand, Filipina, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Australia dan Amerika Serikat. (eks)

Rencana Penanggulangan Bencana Di Rumah Sakit

Rencana Penanggulangan Bencana Di Rumah Sakit

(Hospital Disaster Plan)


 

PENGANTAR

Banyaknya korban yang datang ke rumah sakit saat bencana harus dapat diantisipasi, sehingga rumah sakit sebagai tempat rujukan bagi korban bencana harus mampu menjadi tempat yang aman dan layak untuk para pasien. Untuk meminimalkan risiko bencana, rumah sakit harus mempunyai perencanaan dan prosedur untuk penanganan bencana, sehingga dapat menangani korban dalam jumlah yang sangat banyak dalam situasi bencana bahkan dapat mengidentifikasi potensial terjadinya bencana di lingkungan rumah sakit. Rumah sakit dalam hal ini memegang peranan utama dalam kesiapan penanggulangan bencana dan dalam menangani korban bencana. Dua hal pokok yang harus dapat dilakukan oleh rumah sakit agar siap menghadapi bencana adalah dukungan kemampuan tehnis medis (Medical Support) dan dukungan kemampuan menejerial (Management Support).

Rencana penanggulangan bencana di rumah sakit tertuang pada Undang – undang RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, pasal 29 yang salah satu poinnya berbunyi bahwa “Rumah sakit mempunyai kewajiban memiliki sistem pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana”. Pembahasan Akreditasi Rumah sakit tahun 2012 pada elemen penilaian akreditasi pada Standar Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) mengenai Kesiapan menghadapi bencana pada Standar MFK 6 yang berbunyi “Rumah Sakit membuat rencana manajemen kedaruratan dan program penanganan kedaruratan komunitas, wabah dan bencana baik bencana alam atau bencana lainnya”. Salah satu elemen penilaian MFK 6 adalah rumah sakit telah mengidentifikasi bencana internal dan eksternal yang besar, seperti keadaaan darurat di masyarakat, wabah, dan bencana alam atau bencana lainnya serta kajadian wabah yang bisa menyebabkan terjadinya risiko yang signifikan. Pada 2018, penilaian akreditasi rumah sakit sudah menggunakan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) edisi I. Salah satu elemen penilaian di dalam SNARS adalah bagaimana rumah sakit mampu melakukan self assesment mengenai kesiapan rumah sakit dalam menghadapi bencana.

Hospital Disaster Plan (HDP) atau Rencana Penanganan Bencana di rumah sakit merupakan salah satu bentuk kesiapan rumah sakit yang disusun dalam bentuk suatu dokumen yang berisikan rencana tindakan yang akan dilakukan, siapa yang akan melakukan, apa yang diperlukan, dan dengan cara bagaimana semuanya tersebut dilakukan dalam menghadapi bencana yang terjadi baik itu bencana internal maupun bencana eksternal. Selain itu, HDP merupakan salah satu sistem untuk memenuhi kebutuhan menuju Safe Hospital dan sistem ini juga dapat digunakan dalam keadaan krisis kesehatan sehari – hari di rumah sakit.

Untuk itu di dalam Bimbingan Teknis HDP akan membahas bagaimana upaya penyusunan rencana penanggulangan bencana di tingkat puskesmas, apa saja komponen, indikator penilaiannya, siapa saja yang terlibat hingga sharing pengalaman dalam pengembangan HDP.

 

TUJUAN

Tujuan kegiatan ini adalah melakukan bimbingan teknis dalam penyusunan dokumen HDP, yang secara khusus peserta diharapkan dapat:

  1. Memahami penyusunan HDP harus menyesuaikan dengan karakteristik di tiap rumah sakit
  2. Menilai kebutuhan rumah sakit dalam penanggulangan bencana sesuai dengan perubahan lingkungan rumah sakit
  3. Memahami, menyusun dan/atau merevisi HDP berdasarkan template yang ada
  4. Membuat Plan of Action tentang penanganan bencana di rumah sakit

 

PROSES KEGIATAN

Pada tahap pelaksanaan, dibagi dalam 3 hari pertemuan, yaitu:

  1. Pertemuan pertama
    Para narasumber akan langsung memberikan materi terhadap peserta dengan pengenalan awal mengenai HDP serta pelaksanaan penyusunan terhadap Dokumen HDP.
  2. Pertemuan kedua
    Para fasilitator akan mendampingi peserta dalam penugasan
  3. Pertemuan ketiga
    Peserta diajak untuk melakukan kunjungan ke rumah sakit yang sudah menerapkan HDP

 

HAL YANG PERLU DIPERSIAPKAN OLEH PESERTA:

Pengetahuan yang baik mengenai rumah sakit dan daerah serta membawa:

  1. File profil rumah sakit
  2. Peta (Map) Rumah Sakit, termasuk peta wilayah kerja
  3. Laptop

 

OUTPUT KEGIATAN

Setelah melalui proses bimbingan teknis maka peserta akan mampu menyusun dan/atau merevisi HDP di rumah sakit masing-masing.

 

NARASUMBER

  1. dr. Hendro Wartatmo, Sp.BD(K)BD — HW
  2. dr. Handoyo Pramusinto, Sp.BS —- HP
  3. dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK —- SSD
  4. dr. Bella Donna, M.Kes —- BD
  5. Madelina Ariani, SKM, MPH — MA
  6. Happy Pangaribuan, SKM, MPH — HPY

 

WAKTU PELAKSANAAN

Periode I

Hari / tanggal        : Rabu – Jumat / 18-20 Maret 2020
Tempat                : Yogyakarta

Periode II

Hari / tanggal        : Rabu-Jumat / 1-3 Juli 2020
Tempat                : Medan

Periode III

Hari / tanggal        : Oktober 2020
Tempat                : Banjarmasin

 

JADWAL KEGIATAN

Hari Pertama Keterangan
Waktu Materi/Kegiatan
12.00 – 14.00 Registrasi Ulang dan Check In Hotel Panitia
14.00 – 14.15 Sambutan dan Pembukaan  

14.15 – 15.00

Materi 1: Kebijakan Penanggulangan Krisis Kesehatan dan Manajemen Klaster PKMK FK-KMK UGM

15.00 – 15.45

Materi 2: Kesiapan RS dalam Penanggulangan Bencana Daerah PKMK FK-KMK UGM
15.45 – 16.00 Coffee break  

16.00 – 16.45

Materi 3: Akreditasi (SNARS) dan Strategi Penyiapan HDP di RS PKMK FK-KMK UGM
16.45 – 17.15 Materi 4: Overview Hospital Disaster Plan PKMK FK-KMK UGM
17.15 – 18.00 Materi 5: Pengorganisasian PKMK FK-KMK UGM
18.00 – 19.00 ISHOMA  
19.00 – 19.45 Penugasan Pengorganisasian Peserta+Narsum+Fasilitator
19.45 – 20.30 Penugsan Penyusunan HDP Peserta+Narsum+Fasilitator
     
Hari Kedua  
Waktu Materi/Kegiatan  
08.30 – 08.45 Photo Session Panitia
08.45 – 10.15 Materi 6: Teknis Medis (Triase,Treatment,Transport) PKMK FK-KMK UGM (coffe break dibawa dalam ruangan)
10.15 – 11.00 Materi 7: Analisis Risiko, Hospital Safety Indeks PKMK FK-KMK UGM
11.00 – 11.45 Penugasan Analisis Risiko dan HSI Peserta+Narsum+Fasilitator
12.15 – 13.00 ISHOMA  
13.00 – 14.45 Materi 8: Logistik Medik dan Fasilitas PKMK FK-KMK UGM
14.45 – 15.30 Penugasan Logistik Medik dan Fasilitas Peserta+Narsum+Fasilitator
15.30 – 15.45 Coffee Break  
15.45 – 16.30 Materi 9. SOP dan form dalam bencana PKMK FK-KMK UGM
16.30 – 17.15 Penugasan SOP Peserta+Narsum+Fasilitator
17.15 – 18.00 Materi 10: Sistem Informasi/Komunikasi dan Manajemen Relawan PKMK FK-KMK UGM
18.00 -19.00 ISHOMA  
19.00 – 19.45 Penugasan pengembangan skenario Peserta+Narsum+Fasilitator
– 20.30

Penugasan form dan peta respon

Peserta+Narsum+Fasilitator
20.30 – 21.00 Wrap up dan penutupan Peserta+Narsum+Fasilitator
Hari Ketiga  
Waktu Materi/Kegiatan  
07.30 – 08.00 Persiapan  
08.00 -09.00 Perjalanan  
09.00 – 11.30 Kunjungan ke RS yang menerapkan HDP  
11.30 -12.00 Perjalanan pulang  
12.00 – 13.00 Makan siang bersama  
13.00 Kembali ke hotel  

 

BIAYA KEPESERTAAN

Biaya investasi sebesar Rp. 4.500.000,- . Biaya tersebut meliputi biaya pertemuan selama 3 hari, termasuk seminar kit, sertifikat dan konsumsi selama latihan. Biaya di luar akomodasi dan transportasi.

Biaya pendaftaran dapat di transfer melalui Virtual Account 98888-071720-10997 atas nama UGM FKU PKMK Dana Kerjasama Penelitian Umum.

*) Peserta paling lambat membayar dan mengirimkan bukti bayar pada H – 7 kegiatan.

*) Peserta dapat melakukan pembatalan keikutsertaan dan refund investasi kegiatan sebelum H-7 kegiatan, maka uang akan dikembalikan 100%. Jika lewat maka uang pendaftaran hanya dikembalikan sebesar 75%.

 


INFORMASI PENDAFTARAN

Administrasi       : Dewi Catur / 0818263653 / [email protected]
Konten             : Happy R Pangaribuan / 085358727172/ [email protected]

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Gedung IKM (sayap utara) Lt. 2
Fakultas Kedokteran UGM
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281
Telp/Fax      : 0274 – 549425

Website Bencana Kesehatan: www.bencana-kesehatan.net 

 

Bimbingan Teknis Puskesmas Disaster Plan

Kerangka Acuan Kegiatan
Bimbingan Teknis

 Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Dan Krisis Kesehatan Di Puskesmas
(Puskesmas Disaster Plan)


 

LATAR BELAKANG

Bencana yang terjadi mengakibatkan banyak korban jiwa yang membutuhkan pertolongan secepat mungkin. Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan primer harus siap menangani korban massal, sementara selama ini yang terjadi adalah banyak puskesmas mengalami chaos pelayanan kesehatan ketika terjadi bencana. Puskesmas sendiri merupakan lini terdepan yang memegang peranan utama untuk kesiapan bencana dan penanganan korban bencana. Dua hal pokok yang harus dapat dilakukan oleh puskesmas agar siap menghadapi bencana adalah dukungan kemampuan teknis medis (Medical Support) dan dukungan kemampuan manajerial (Management Support).

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No 75 tahun 2014 tentang Puskesmas, dan Peraturan Menteri Kesehatan No 71 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan Nasional, Puskesmas wajib diakreditasi untuk menjamin mutu dan kinerja pelayanan dan sebagai persyaratan untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu manajemen penting dalam sistem akreditasi tersebut adalah manajemen penanggulangan bencana kesehatan. Puskesmas penting untuk menyusun perencanaan penanggulangan bencana untuk meminimalkan risiko bencana, sehingga dapat menangani korban dalam jumlah yang banyak jika terjadi bencana bahkan dapat mengidentifikasi potensial terjadinya bencana di lingkungan puskesmas.

Workshop Puskesmas Disaster Plan akan membahas bagaimana upaya penyusunan rencana penanggulangan bencana di tingkat puskesmas, apa saja komponen, indikator penilaiannya, siapa saja yang terlibat hingga sharing pengalaman dalam pengembangan Puskesmas Disaster Plan.

TUJUAN

Workshop ini bertujuan untuk mendorong puskesmas dalam menyusun dan mempersiapkan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di wilayah kerja puskesmas masing – masing.

PESERTA

Perserta adalah Kepala Puskesmas, tim akreditasi puskesmas, dan/atau tim penanggulangan bencana puskesmas. Tim atau perorangan yang mewakili puskesmas diharapkan berasal dari unsur pimpinan (kepala puskesmas, KTU), operasional (dokter umum, perawat, bidan), logistik (Gizi, apoteker, tenaga kesehatan masyarakat, rumah tangga), perencanaan (administrasi, keuangan, dan medical record).

PROSES KEGIATAN

Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi pertemuan, yaitu:

  1. Pertemuan pertama
    Para narasumber akan langsung memberikan materi terhadap peserta dengan pengenalan awal mengenai Puskesmas Disaster Plan serta pelaksanaan penyusunan terhadap Dokumen Puskesmas Disaster Plan.
  2. Pertemuan kedua
    Para fasilitator akan mendampingi peserta dalam penugasan dan peserta mempresentasikan masing – masing draft Puskesmas Disaster Plan.

 

HAL YANG PERLU DIPERSIAPKAN OLEH PESERTA

Peserta diharapkan dapat membawa Profil Puskesmas seperti:

  1. Peta (Map)Puskesmas, termasuk Peta wilayah kerja dan Hazard Mapping
  2. Inventarisasi :Sarana dan Prasarana serta Fasilitas Medis dan Non Medis.
  3. Kapasitas: Jumlah Tempat tidur dan SDM Medis dan Non Medis (untuk Puskesmas Rawat Inap)
  4. Mapping Fasilitas Kesehatan

 

OUTPUT KEGIATAN

Setelah melalui proses Workshop dan pendampingan maka pihak Puskesmas akan mempunyai tenaga yang terlatih dan dokumen Puskesmas Disaster Plan yang operasional.

 

NARASUMBER

  1. dr. Hendro Wartatmo, SpB.KBD
  2. dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
  3. dr. Bella Donna, M.Kes
  4. Madelina Ariani, SKM, MPH
  5. Happy Pangaribuan, SKM, MPH

 

WAKTU PELAKSANAAN

Hari / tanggal      : Rabu – Jumat / 2 – 4 September 2020
Tempat              : Yogyakarta

 

JADWAL KEGIATAN

Hari Pertama

Waktu Materi/ Kegiatan
08.30 – 09.00 Registrasi Ulang
09.00 – 09.30 Pembukaan
09.30 – 10.15 Materi 1: Konsep penanggulangan bencana bidang kesehatan dan peran puskesmas dalam penanggulangan bencana
10.15 – 11.00 Materi 2: Puskesmas Disaster Plan dalam akreditasi puskesmas
11.00 – 11.45 Materi 3: Overview dan komponen dan penyusunan Puskesmas Disaster Plan
11.45 – 13.00 ISHOMA

13.00 – 13.45

13.45 – 14.15

Materi 3: Analisis Risiko

Penugasan penentuan analisis risiko

14.15 – 15.00

15.00 – 15.45

Materi 4: Pengorganisasian dan sistem komando penanggulangan bencana di Puskesmas

Penugasan menyusun organisasi

15.45 – 16.00 Coffee Break dan Istirahat

Hari Kedua

Waktu Materi/ kegiatan

09.00 – 09.45

09.45 – 10.15

Materi 5: Logistik Medik dan Fasilitas

Penugasan penentuan fasilitas

10.15 – 10.30 Coffe Break

10.30 – 11.15

11.15 – 12.00

Materi 6: SOP dan fasilitas

Penugasan penyusunan draft Puskesmas Disaster Plan

12.00 – 13.00 ISHOMA

13.00 – 13.45

13.45 – 15.15

Materi 7 : Manajemen relawan dan pembuatan peta respon

Penugasan penyusunan draft Puskesmas Disaster Plan

15.15 – 15.30 Coffee break
15.30 – 16.15 Presentasi draft Puskesmas Disaster Plan
16.15 – 16.30 Rencana tindak lanjut
16.30 Penutupan dan Administrasi

 

BIAYA KEPESERTAAN

Biaya kepesertaan sebesar Rp. 4.500.000,- . Biaya tersebut meliputi biaya pertemuan selama 3 hari, termasuk seminar kit, sertifikat dan konsumsi selama latihan. Biaya ini tidak termasuk akomodasi dan transportasi.

Biaya pendaftaran dapat di transfer melalui Virtual Account 98888-071720-10997 atas nama UGM FKU PKMK Dana Kerjasama Penelitian Umum.

*) Peserta paling lambat membayar dan mengirimkan bukti bayar pada H – 7 kegiatan.

*) Peserta dapat melakukan pembatalan keikutsertaan dan refund investasi kegiatan sebelum H-7 kegiatan, maka uang akan dikembalikan 100%. Jika lewat maka uang pendaftaran hanya dikembalikan sebesar 75%.

 

INFORMASI PENDAFTARAN

Administrasi       : Dewi Catur / 0818263653 / [email protected]
Konten            : Happy R Pangaribuan /085358727172/ [email protected]

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Gedung IKM (sayap utara) Lt. 2
Fakultas Kedokteran UGM
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281
Telp/Fax      : 0274 – 549425

Website Bencana Kesehatan: www.bencana-kesehatan.net 

Kesiapan Indonesia Antisipasi Pandemik Virus Corona

https://static01.nyt.com/images/2020/01/21/us/china-wuhan-coronavirus-promo-1579641872730/china-wuhan-coronavirus-promo-1579641872730-articleLarge-v20.jpg

Penyebaran virus Corona meningkat cepat, tercatat jumlah korban mencapai 80 orang dan menginfeksi hampir 3000 orang. WHO menginformasikan beberapa tindakan untuk mengurangi risiko penularan dengan menjaga kebersihan tangan, pernapasan dan konsumsi makanan yang aman. Kementerian Luar Negeri meminta Indonesia yang hendak bepergian ke Cina supaya lebih waspada. Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kemenkes, Achmad Yurianto menyampaikan bahwa pengawasan ketat dilakukan kepada pelancong asal Cina. Pemerintah Indonesia telah berkoordinasi dengan pihak terkait di seluruh bandara untuk memperketat pemeriksaan penumpang. Penumpang maskapai penerbangan dari Cina yang diperkenankan mendarat di Indonesia adalah penumpang yang sudah dipastikan lolos dari karantina kesehatan negara tersebut. Dalam artikel BBC News berikut juga dikatakan bahwa Kemenkes sudah siap seandainya virus Corona menyebar sampai ke Indonesia. Pemerintah telah menyiapkan 100 rumah sakit rujukan untuk penyakit tersebut. Logistik seperti peralatan skrining, masker dan alat pelindung diri sudah disiapkan di seluruh pintu masuk Indonesia, terkhusus daerah yang menerima penerbangan langsung dari Cina.

Selengkapnya KLIK DISINI

2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV)

https://ec.europa.eu/health/sites/health/files/preparedness_response/pics/coronavirus_h3.jpg

Wabah 2019-nCoV mendapat perhatian dari semua negara. Artikel terkait virus 2019-nCoV juga semakin mudah untuk didapatkan. Informasi pencegahan virus 2019-nCoV menyebar dengan cepat, namun masih ada informasi yang keliru yang didapat oleh masyarakat khususnya tentang penularan virus 2019-nCoV. Coronavirus adalah keluarga besar virus yang umum di banyak spesies hewan yang berbeda, termasuk unta, sapi, kucing, dan kelelawar. Novel Coronavirus (2019-nCoV) adalah virus (lebih khusus, coronavirus) yang diidentifikasi sebagai penyebab wabah penyakit pernapasan yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, Cina. Penyebaran virus tidak hanya dari hewan ke orang namun penyebaran orang-ke-orang sedang terjadi. Artikel berikut menyajikan tentang 2019-nCoV, bagaimana proses transmisi, gejala dan komplikasi serta pencegahan dan perawatan

Selengkapnya KLIK DISINI 

Virus corona: Wabah terus menyebar ke sejumlah negara di luar China, WHO nyatakan ‘darurat kesehatan global’

sebaran virus corona

sebaran virus corona

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, menyatakan wabah virus corona sebagai darurat kesehatan global, karena wabah terus menyebar ke sejumlah negara di luar China.

“Alasan utama penyataan ini bukanlah apa yang terjadi di China, tetapi apa yang terjadi di negara lain,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

WHO mengkhawatirkan wabah virus mematikan itu dapat menyebar ke negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah.

selengkapnya

Coronavirus declared global health emergency by WHO

The new coronavirus has been declared a global emergency by the World Health Organization, as the outbreak continues to spread outside China.

“The main reason for this declaration is not what is happening in China but what is happening in other countries,” said WHO chief Tedros Adhanom Ghebreyesus.

The concern is that it could spread to countries with weaker health systems.

At least 213 people have died from the virus in China.

The WHO said there had been 98 cases in 18 other countries, but no deaths. Most cases have emerged in people who have travelled from the Chinese city of Wuhan, where the outbreak began.

However, there have been eight cases of human-to-human infection – in Germany, Japan, Vietnam and the United States.

Speaking at a news conference in Geneva, Dr Tedros described the virus as an “unprecedented outbreak” that has been met with an “unprecedented response”.

Readmore

This map tracks the coronavirus in real time

The number of novel coronavirus cases is changing quickly. A real-time tracking map shows us just how quickly.

The map from Johns Hopkins University’s Center for Systems Science and Engineering follows coronavirus cases across the world.

The dashboard collects data from the US Centers for Disease Control and Prevention, the World Health Organization, the European Centre for Disease Prevention and Control, the Chinese Center for Disease Control and Prevention and the Chinese website DXY, which aggregates data from China’s National Health Commission and the CCDC. The results populate a worldwide view of coronavirus cases in real time.

See the map here The coronavirus case map updates in real time as global health agencies confirm more cases.

The clickable map pinpoints regions where patients have been diagnosed with coronavirus — the more cases in a region, the larger its dot on the map (right now, the largest dot belongs to the Hubei Province, where the outbreak originated).

The map tracks deaths, too, in total and by city.

Lauren Gardner, director of the Center for Systems Science and Engineering and a civil engineering professor at Johns Hopkins, said the map isn’t just a resource for the public — health officials can download the data, which will inform research on the coronavirus in the future.

“We built this dashboard because we think it is important for the public to have an understanding of the outbreak situation as it unfolds with transparent data sources,” she said. “For the research community, this data will become more valuable as we continue to collect it over time.”

The dashboard also puts the outbreak into perspective: There are already more than 6,000 confirmed cases in mainland China and fewer than 100 everywhere else in the world.

The CDC regularly updates its map of confirmed coronavirus cases, too, though it shows cases by country rather than by region or city.

sumber: cnn

Korban Meninggal akibat Virus Corona Naik Lagi Jadi 170 Orang

Jakarta, CNN Indonesia — Korban meninggal akibat virus corona di China bertambah menjadi 170 orang per Kamis (30/1).

Dikutip dari AFP, angka ini meningkat setelah Provinsi Hubei melaporkan 38 kematian baru dengan lebih dari 1.700 kasus yang dikonfirmasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan pemerintah China untuk segera mengambil langkah guna mengatasi wabah virus mematikan itu.

WHO akan mengadakan pertemuan pada Kamis ini untuk menentukan apakah akan menyatakan wabah virus corona masuk dalam keadaan darurat.

Virus yang menginfeksi saluran pernapasan akut seperti pneumonia itu menebar kekhawatiran dunia karena dinilai sangat mirip dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang pada 2002-2003 menewaskan ratusan orang di China dan Hong Kong.

Untuk mencegah penularan lebih luas, China telah mengisolasi Provinsi Hubei, khususnya wilayah Wuhan yang menjadi sumber virus corona.

Wuhan merupakan kota terbesar di kawasan tengah China dan menjadi salah satu titik penghubung transportasi.

Selain di China, kasus infeksi virus corona terdeteksi di sejumlah negara, yakni di Kanada, Amerika Serikat, Prancis, Sri Lanka, Thailand, Taiwan, Vietnam, Korea Selatan, Nepal, Singapura, Australia, Malaysia, Jepang, Kamboja, dan Jerman.

Kasus terbaru ditemukan di Finlandia dan Uni Emirat Arab.

Beberapa negara juga sudah mengevakuasi warganya keluar dari Wuhan. Sementara maskapai di seluruh dunia juga telah menangguhkan penerbangan dari maupun menuju China. (dea)

sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20200130071100-113-470012/korban-meninggal-akibat-virus-corona-naik-lagi-jadi-170-orang