AMBON, KOMPAS.com — Status kejadian luar biasa rabies diberlakukan di Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, menyusul adanya warga yang meninggal karena rabies dan belasan warga lainnya terjangkit rabies. Upaya pengobatan dan pencegahan tidak mudah dilakukan karena sulitnya sarana transportasi laut.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Bencana, Dinas Kesehatan Maluku, dr Ritha Tahita, Rabu (1/2/2012), mengatakan, kasus gigitan anjing rabies di Maluku Barat Daya pertama kali terjadi akhir Desember 2011 dan hingga kini sudah ada 17 kasus dengan korban satu warga meninggal dunia.







