BMKG: cuaca panas di Jayapura tidak disebabkan gelombang panas

Jayapura (ANTARA) – BMKG Wilayah V Jayapura menyatakan cuaca panas di Jayapura dan sekitarnya bukan disebabkan gelombang panas yang saat ini melanda.

Fenomena gelombang panas hanya terjadi di wilayah yang beriklim sub tropis atau wilayah lintang menengah – lintang tinggi dan Indonesia terletak di wilayah lintang rendah (wilayah beriklim tropis) sehingga fenomena gelombang panas tidak dapat terjadi.

Humas BMKG V Jayapura Ezri Ronsumre kepada Antara, Senin, di Jayapura menjelaskan dari hasil pengamatan di Stasiun Meteorologi di Dok II Jayapura, suhu udara tertinggi di Kota Jayapura tercatat Jumat (5/5 ) mencapai 34,4 derajat celsius.

Ini merupakan suhu udara tertinggi di 2023, namun bukan yang tertinggi karena pernah tercatat 35,2 derajat celcius pada tanggal 14 Desember 2016.

Untuk wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura suhu udara tertinggi terjadi Ahad (7/5), mencapai 36,0 derajat celcius, namun itu masih di bawah karena pernah mencapai 36,8 derajat celcius di bulan Oktober tahun 2022 lalu, kata Ezri.

Dikatakannya, di bulan Mei, umumnya gerak semu matahari yang bergerak dari ekuator menuju belahan bumi bagian utara sehingga penerimaan sinar matahari masih cukup maksimal di banding bulan-bulan lainnya.

Selain itu, kondisi cuaca siang hari yang cenderung cerah dengan sedikit tutupan awan dan kelembaban udara yang rendah turut mendukung sehingga cuaca menjadi terasa lebih terik.

Suhu udara yang terasa hangat dan terik di Indonesia berhubungan dengan gerak semu matahari setiap tahunnya.

Gerak semu matahari melintasi garis ekuator atau garis khatulistiwa sebanyak dua kali dalam setahun dan tepat berada di garis ekuator pada tanggal 21 Maret dan 23 Oktober sehingga wilayah yang berada di sekitar garis ekuator umumnya akan menerima penyinaran yang cukup maksimal pada bulan-bulan tersebut dan suhu udara akan sedikit meningkat dari biasanya.

Ini merupakan siklus rutin yang hampir selalu dikeluhkan masyarakat setiap tahun dan kondisi ini umumnya akan kembali terasa pada bulan September, Oktober.

Ini masih dalam batas normal karena tidak terjadi peningkatan suhu udara yang signifikan atau melebihi lima (5 )derajat dari rata-rata suhu normalnya,” kata Ezri.*

Gelombang Panas Hantam Eropa, Rekor Suhu Terpanas Spanyol dan Portugal Dekati 40 Derajat Celsius!

MADRID, KOMPAS.TV – Spanyol dan Portugal mencatat bulan April terpanas mereka karena massa udara panas membawa suhu di atas 30 derajat Celsius dan mendekati 40 derajat Celsius di beberapa wilayah pada akhir bulan.

Seperti dilaporkan oleh Bloomberg, Senin (8/5/2023), April 2023 merupakan bulan April terpanas keempat yang pernah tercatat secara global sejak 1991, menurut laporan Badan Observasi Bumi Uni Eropa, Copernicus.

Beberapa bagian Afrika, sekitar Laut Kaspia, Asia Tenggara, Jepang, dan utara Amerika Utara semuanya jauh lebih hangat dari rata-rata.

Gelombang panas di wilayah Mediterania Barat akan hampir tidak mungkin terjadi tanpa perubahan iklim, sebuah laporan ilmiah yang berbeda menyimpulkan pekan lalu.

Gas rumah kaca yang dipancarkan oleh manusia telah menghangatkan planet ini sekitar 1,2 derajat Celsius sejak zaman pra-industri, dan setiap tahun sejak 2015 menjadi salah satu yang terhangat yang pernah tercatat.

Suhu rata-rata di Semenanjung Iberia pada bulan April adalah 3 derajat Celsius di atas rata-rata antara 1991 dan 2020, menurut pernyataan terpisah pada Senin oleh Badan Meteorologi Spanyol, Aemet.

Suhu maksimum selama bulan tersebut adalah 4,7 derajat Celsius di atas rata-rata, dengan 38,8 derajat Celsius tercatat di bandara kota selatan Cordoba pada tanggal 27 April.

Gelombang panas terjadi di tengah kekeringan yang meluas yang melanda wilayah tersebut untuk tahun kedua berturut-turut.

Reportase Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Maluku

maluku h2

maluku h2

Sebagai tindak lanjut dari Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Maluku yang didukung oleh UNICEF bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Pusat Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan FK-KMK UGM, kembali melakukan pendampingan kepada tim penyusun dinkes disaster plan Provinsi Maluku utuk menyelesaikan dokumen dinkes disaster plan. Dalam waktu lebih dari satu bulan semenjak kegiatan workshop yang pertama telah dilakukan pendampingan online via grup WhatsApp sehinga 85% dari dokumen sudah berhasil disusun. Pada workshop yang kedua ini dimaksudkan untuk menyelesaikan sekitar 15% bagian dokumen yang perlu dikurangi maupun yang kurang konsisten dengan skenario maupun regulasi yang ada, dikurangi karena sebaian besar isi dokumen dinkes disaster plan ini mengadopsi rencana kontingensi yang digunakan saat Ambon Direx yang lal, ada beberapa hal yang perlu disederhanakan dan dijadikan lebih operasional khususnya untuk bidang kesehatan.

Selengkapnya

PKMK UGM INVOLVEMENT IN FOCUS GROUP DISCUSSIONS (FGD) MINISTRY OF FOREIGN AFFAIRS FOR INDONESIA’S CHAIRMAN IN ASEAN

aidhm meeting

aidhm meeting

FK-KMK UGM Documentation: Greetings FGD from Yuliana Bahar as Director of ASEAN Socio-Cultural Cooperation and Madelina Ariani, SKM, MPH as FGD moderator.

Focus Group Discussions by the Ministry of Foreign Affairs of Republic Indonesia with the theme “ASEAN Health Diplomacy: Development Manufacturing of Pharmaceuticals and Medical Devices towards Regional Independence and Resilience”. This activity began with forewords delivered by Yuliana Bahar as the Director of ASEAN Socio-Cultural Cooperation, Yuliana stated that one of the priorities of Indonesia’s chairmanship in ASEAN is increasing health capacity in view of public health risk readiness also Indonesia to be Epicentrum of Growth ASEAN.

Selengkapnya

Reportase Finalisasi Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Papua Barat

pelatihan hdp papbar h1

pelatihan hdp papbar h1

Sebagai tindak lanjut dari Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk sektor kesehatan di Provinsi Papua Barat yang didukung oleh UNICEF bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Pusat Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan FK-KMK UGM, Kembali melakukan pendampingan kepada tim penyusun Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat untuk menyelesaikan dokumen Rencana Kontijensi Dinkes Disaster Plan. Dalam waktu lebih dari satu bulan sejak workshop pertama telah dilakukan pendampingan online via grup Whatsapp sehingga sebagian dari dokumen telah disusun. Workshop kedua bertujuan untuk menyelesaikan bagian dokumen yang perlu diselesaikan dari regulasi yang ada secara konsisten dan sesuai skenario.

Selengkapnya

Jelang KTT ASEAN, Polri Waspadai Potensi Bencana di NTT

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Polri mewaspadai potensi bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan melakukan mitigasi serta menyiapkan sarana dan prasarana agar tidak berdampak pada penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2023.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Ir- jen Pol Sandi Nugroho, di Jakarta, Jum- at (28/4/2023), mengatakan kerawanan bencana yang menjadi perhatian jajaran kepolisian seperti gempa bumi, abrasi, dan cuaca ekstrem. “Potensi bencana di NTT ada kerawanan gempa bumi dan ab- rasi, kemudian hidrometeorologi dan juga tingkat panas di NTT yang cukup tinggi,” kata Sandi.

Sejumlah bencana alam masih terjadi di wilayah NTT, seperti banjir di Kabupa- ten Manggarai Barat akibat luapan Su- ngai Wae Jare pada Kamis (27/4/2023). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Ge- ofisika (BMKG) juga mengimbau masya- rakat setempat terkait potensi hujan dan angin kencang.

Terpisah, Asisten Operasi (Asops) Ka- polri, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendy, mengatakan, Polri bersama pemangku kepentingan terkait, dalam hal ini TNI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), memiliki standar pro- sedur operasi (SOP) dalam menghadapi bencana saat KTT ASEAN 2023 berlang- sung.

Salah satunya adalah penanganan eva- kuasi, baik terhadap tamu naratetama, naratama, maupun delegasi lain yang ter- dampak bencana alam. Penanganan eva- kuasi akan dilakukan Paspampres, TNI, Polri, serta BNPB berdasarkan prosedur penanganan bencana alam yang sudah disepakati bersama.

“Polri juga menyiapkan peralatan SAR (pencarian dan penyelamatan) seperti perahu karet, helikopter, serta personel- personel yang memiliki kemampuan SAR dalam pelaksanaan pengamanan nanti- nya,” ujar Agung.

Saat ini, Polri sudah melakukan ber- bagai persiapan untuk mengamankan penyelenggaraan KTT ASEAN 2023 di La- buan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT pada 9-11 Mei mendatang. Persiap- an itu salah satunya mengerahkan 2.627 personel pengamanan, yang terdiri atas 947 personel dari Mabes Polri, 1.660 per- sonel dari Polda NTT, dan 20 personel dari Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain pengerahan ribuan personel, Polri juga memperkuat fasilitas di La- buan Bajo seperti keberadaan kamera pengawas (CCTV) guna memperkuat pengendalian dari command center, dari bandara sampai tempat acara dan ako- modasi. Kamera CCTV yang disiapkan dilengkapi dengan teknologi pengenal wajah (face recognition) guna mendetek- si daftar tamu atau orang-orang yang di- curigai akan melakukan tindak pidana. (antaranews.com)

BNPB Perkuat Tim Reaksi Cepat Logistik Penanganan Bencana

BOGOR – Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan BNPB melakukan apel yang diikuti oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Logistik dan Peralatan di Gudang Logistik Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (3/5). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat respons bencana, khususnya logistik kemanusiaan. 

Dalam arahan apel, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Dr. Lilik Kurniawan, S.T., M.Si.  menyampaikan, apel ini diharapkan sebagai penguatan semangat kepada para pegawai yang baru saja kembali dari libur panjang lebaran. 

“Apel pagi ini sebagai titik tolak bagi kita untuk bekerja lebih baik lagi, Kedeputian ini sudah ada sejak BNPB berdiri, saya deputi ketujuh, artinya sudah ada enam deputi lain yang sudah menggawangi, hal yang sudah baik dipertahankan, yang tidak baik diperbaiki lagi,” ujar Lilik.

Pada kesempatan itu, dirinya menyampaikan telah membentuk tim yang akan selalu bersiaga diterjunkan ke lokasi bencana.

“Apel kesiapsiagaan kali ini untuk TRC Logistik dan Peralatan (Logpal). Kita siapkan empat tim antara lain tim Alfa, Bravo, Charlie dan Delta. Pembagian ini untuk mengklasterkan apabila ada empat bencana terjadi secara bersamaan, maka empat tim ini akan kita tugaskan,” ucapnya.

“Tentu tidak cukup hanya TRC Logpal saja, Kedeputian lain, Pusdalops, Pusdatinkom dan unit lainnya, akan ada gabungan seluruh unit kerja BNPB sehingga ketika kita datang di lokasi bencana, kita sudah membawa personel lengkap,” imbuh Lilik.

Ada empat tugas di lokasi kejadian bencana untuk TRC Logpal, pertama harus bisa merencanakan dengan cepat kebutuhan logistik dan peralatan di lokasi bencana, sejak hari pertama dan kedua sudah bisa merencanakannya dalam waktu singkat untuk nantinya memberikan dukungan kebutuhan bagi daerah. Kedua pendampingan logistik dan pearalatan, tata kelola, pendistribusian, penyimpanan dan pengadaan.

Ketiga harus punya kemampuan mengkoordinasikan sumber daya yang ada di luar BNPB yang terkait logistik dan peralatan penanggulangan bencana.

Keempat memberikan dukungan pada pimpinan yang akan datang ke lokasi bencana, seperti Presiden, Menteri, Kepala BNPB dan lainnya yang akan secepat mungkin datang ke lokasi bencana.

Lilik Kurniawan mengungkapkan, peran BNPB merupakan ujung tombak dalam penanggulangan bencana dan menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“BNPB adalah garda terdepan bagi penanganan bencana di Indonesia, kehadiran kita di lokasi bencana akan menenangkan masyarakat, kepala daerah yang biasanya mereka bingung ketika terjadi bencana, kedatangan BNPB sebagai salah satu solusi,” ungkapnya.

Para personel diharapkan dapat belajar dan menambah pengetahuan dengan terus berlatih hingga nantinya akan mahir dalam penanganan bencana khususnya di lingkup logistik dan peralatan.

“Lokasi ini adalah kawah candra dimuka untuk penanganan bencana, tempat untuk berlatih, belajar dan menambah keterampilan, sehingga ketika terjadi bencana, kita sudah tahu apa yang harus dilakukan, utamanya bagi kita untuk mengoperasikan peralatan dan nantinya hingga menjadi instruktur di daerah bencana,” tegasnya.

“Bencana tidak bisa ditunda, mungkin beberapa saat ke depan akan terjadi bencana, kita tidak akan pernah tahu. Oleh karena itu Ketika situasi aman seperti sekarang, kita harus bersiap” pungkas Lilik.

Setelah apel, para personel diberikan pembekalan materi penangaan darurat bencana dan praktik pendirian tenda.

Abdul Muhari, Ph.D. 

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

sumber: https://bnpb.go.id/berita/bnpb-perkuat-tim-reaksi-cepat-logistik-penanganan-bencana

 

Reportase World Association for Disaster and Emergency Medicine (WADEM) Congress ke-22

wadem persiapan 1

REPORTASE

Congress World Association on Disaster and Emergency Medicine
(WADEM) ke 22

Killarney, Irlandia 9-12 Mei 2023

Reportase oleh Madelina A


World Association for Disaster and Emergency Medicine (WADEM) Congress ke-22 akan berlangsung pada 9-12 Mei 2023 di Killarney, Irlandia. Kongres dengan tema “Kompleksitas dan Kontinuitas” bertujuan untuk memberikan program ilmiah yang inovatif dan dinamis. Program ilmiah ini menawarkan keragaman minat dan keahlian profesional yang mengeksplorasi inovasi dan praktik terbaik secara global dalam aspek kesehatan kesiapsiagaan darurat, manajemen bencana, dan bantuan kemanusiaan. Kongres akan mencakup lebih dari 30 pembicara internasional dan lokal terkenal, serta serangkaian sesi interaktif dan inovatif yang dirancang untuk mempublikasikan pengalaman tiap delegasi dalam penanganan bencana alam dan bencana non alam. FK KMK UGM dan PKMK FK-KMK UGM turut berpartisipasi mengikuti WADEM Congres dengan mengirimkan 3 orang dosen pengajar dan peneliti : dr. Bella Donna, MPH ; Madelina Ariani, MPH ; dan Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid. Terdapat 6 abstrak kajian ilmiah yang diterima dan akan ditampilkan melalui presentasi oral dan poster. Selain presentasi oral dan poster, momen ini juga akan dimanfaatkan tim untuk meeting inisiasi kerja sama antara AIDHM/AANDHM dengan WADEM. 

{tab title=”Persiapan” class=”red”}

Persiapan keberangkatan Staff ASEAN Institute for Disaster Health Management (AIDHM) ke WADEM Congress Irlandia

Bicara tentang WADEM, sepertinya sudah menjadi rutinintas tim Divisi Manajemen Bencana Kesehatan (MBK) PKMK FK-KMK UGM untuk berpartisipasi aktif dalam Congress dua tahunan ini. Kalau penulis sendiri, Congress WADEM di Cape Town, Afrika Selatan tahun 2015 lalu adalah pengalaman yang pertama. Namun, bagi konsultan senior Divisi MBK PKMK, mereka sudah terlibat sejak awal tahun 2000-an.

wadem persiapan 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM: Sebelum pandemi di Congress WADEM 2019 di Brisbane

Kami merasakan kerinduan mendalam untuk dapat bertemu dengan rekanan bencana kesehatan di seluruh dunia saat WADEM Congress 2021 lalu ditangguhkan karena masih dalam situasi pandemi COVID-19. Namun, semacam reuni penggiat kebencanaan bidang kesehatan seluruh dunia saat WADEM Congress ke-23 diumumkan jadi dilaksanakan di Killarney Irlandia pada 2023. “Wow! di Benua Eropa,” teriak penulis dalam hati. Ini adalah pengalaman pertama menginjakkan kaki di Eropa bagi penulis. Oleh karena itu, sejak tahun lalu Divisi MBK PKMK sudah mempersiapkan abstract terbaik dari aktivitas dan penelitian yang dilakukan selama ini, berharap dapat dipresentasikan pada kelas oral ataupun poster di Congress WADEM.

Setelah penantian harap-harap cemas karena ada ribuan abstract yang diterima panitia WADEM, akhirnya pengumuman penerimaan abstrak di Desember 2022 menyatakan bahwa 5 abstract DIV MBK PKMK diterima presentasi oral dan 1 presentasi poster. Yeay, tim DIV MBK mulai mempersiapkan budget dan jadwal perjalanan sejak saat itu.

wadem persiapan 2

Dok. PKMK FK-KMK UGM: Awal ide kolaborasi AAN-DHM dan WADEM pada pertemuan Bangkok Januari 2023

Semesta mendukung, pada pertemuan ASEAN Academic Network on Disaster Health Management (AAN-DHM) pada awal 2023 di Bangkok, Thailand menyatakan bahwa ARCH Project akan menghubungi Komite WADEM untuk potensial kolaborasi DHM di ASEAN ke depannya. Otomatis, Indonesia (Kementerian Kesehatan dan FK-KMK UGM) sebagai host country Sekretariat ASEAN Institute for DHM harus berangkat juga ke WADEM Congress untuk inisiasi meeting dengan President dan Komite WADEM. Dengan demikian, semakin kuat alasan Indonesia untuk hadir pada WADEM Congress tahun ini.

Sejak itu, persiapan penyusunan proposal potensial kerjasama AAN-DHM dan WADEM serta diskusi dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Dekan FK-KMK UGM, Direktur PKMK FK-KMK UGM dan juga ARCH Project terus dilakukan. Di sela-selanya, tim DIV MBK yang juga pengurus AIDHM tetap sibuk dengan pengurusan visa, advokasi pendanaan ke Fakultas, PKMK dan Kementerian Kesehatan. Sayangnya, perwakilan Kemenkes mendadak tidak bisa berangkat sehingga rapat dengan Komite WADEM hanya diwakili oleh tim DIV MBK PKMK UGM.

wadem persiapan 3

wadem persiapan 4

Dok. PKMK FK-KMK UGM: Rapat, diskusi kegiatan AIDHM dan AANDHM yang selalu disisipkan juga agenda kolaborasi dengan WADEM pada Congress 2023.

{tab title=”Hari 0″ class=”blue”}

Perjalanan ke Kota Kastil: Killarney, Irlandia

wadem hari 0 1

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Siap berangkat Jakarta -Doha

Apa yang paling iconic ketika mendengar negara Irlandia? Anak-anak 90 -an seperti penulis pasti langsung jawab boyband Westlife, kemudian para penggemar film fiction langsung menjawab Star Wars. Sebagian lagi menjawab film-film kolosal dan kastil. Seratus persen tepat sekali jawabannya. Namun, ketika mendengar Killarney? Nol besar, tidak ada apapun yang tergambar dalam benak kami. Dalam pencarian kami di internet ternyata Killarney sebuah kota di County Kerry bagian selatan Irlandia. Di Killarney inilah WADEM Congress tahun 2023 diselenggarakan. Kami sempat bertanya, tumben kali ini WADEM Congress diselenggarakan bukan di pusat kota negara. Ada apa ya di Killarney?

Perjalanan dimulai pagi hari pukuL 07.00 WIB tepatnya6 Mei 2023. Saya, Bella, dan Gde berjanji bertemu di stasiun Tugu untuk sama-sama ke Yogyakarta International Airport. Pagi itu cerah sekali. Pesawat kami bertolak ke Jakarta sekitar pukul 09.00 pagi. Tiba di terminal domestik, kami tidak langsung ke terminal internasional karena pesawat kami baru akan check-in pukul 15.00 WIB. Kami putuskan untuk beristirahat di kedai kopi bandara Soekarno Hatta dulu.

wadem hari 0 2

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Transit di Doha

Proses check-in yang lancar, melalui imigrasi, sekitar pukul 18.00 kami menerima panggilan boarding. Dari Jakarta pesawat kami bertolak ke Doha, Qatar. Kami mengambil rute tercepat untuk sampai Dublin, alhasil satu jam transit di Doha hanya cukup untuk perjalanan dari turun pesawat, melalui pemeriksaan lagi, dan kemudian menuju pintu keberangkatan selanjutnya, hanya sempat untuk ke kamar mandi sebentar dan kami sudah harus boarding lagi. Waktu itu kami terbang saat tengah malam waktu Qatar. Pagi hari waktu Dublin kami sudah tiba dengan selamat tetapi cuaca dingin meniup kulit tropis kami, seketika kami kedinginan.

Kami harus transit di Dublin sehari karena fasilitas penjemputan dari panitia belum ada dan tidak ada jam pesawat domestik dari Dublin ke Killarney yang cocok dengan waktu kedatangan kami. Tidak ada tujuan, kami putuskan untuk ke kota saja. Paling aman adalah ke taman kota karena juga waktu check in hotel kami masih nanti siang. Alhasil, setelah mendapatkan saran, kami naik bus ke kota dengan tujuan Marrion Park.

wadem hari 0 3

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Naik bus ke pusat kota Dublin

Di Marrion Park, kami berjanji bertemu dengan ketua LPDP Irlandia, yaitu Anisa. Pertanyaan pertama yang kami tanyakan ke dia adalah, memang Kota Dublin sesunyi ini ya? Sepi ya? Setengah jam perjalanan dari bandara hingga ke tengah kota seperti melalui kota mati, toko tutup dan hanya beberapa orang berjalan kaki. Anisa tersenyum, di sini minggu pagi memang seperti kota mati. Hampir semua toko buka menjelang siang, dan orang-orang banyak menghabiskan waktu di rumah, diantaranya mungkin kelelahan setelah party hingga dini hari malam sebelumnya. Akhirnya kami paham dan benar saja menjelang siang, kota ini mulai ramai. Kami beranjak ke UCD, kampus Anisa dan akan bertemu dengan Diaspora Indonesia yang sedang berkumpul untuk berolahraga badminton. Apakah kami ikut main? Rasanya hal itu tidak mungkin karena lelah masih menjalar di seluruh tubuh kami.

Melepas lelah sambil menyemangati permainan badminton mereka, kami sempat membersihkan diri di fasilitas kamar mandi di area gedung olah raga UCD ini. Menjelang pukul 14.00 IST, Arik tangan kanan kedutaan Indonesia London yang ada di Irlandia dan istrinya Bunga mengajak kami makan siang bersama di resto Thailand di pusat kota. Sebelumnya, Lukman yang paling lama bekerja di Irlandia dibanding semuanya memberikan pilihan menu Vietnam, Malaysia atau Thailand. Rony dan kami lebih memilih menu Thailand, terbayang nyata hangat dan pedasnya Tom Yum di cuaca dingin ini serta gurihnya Pad Thai. Ada Wangi juga, asli orang Jogja tetapi harus pulang duluan karena ada janji lain.

wadem hari 0 4

Doc. PKMK FK-KMK UGM: bersama Anisa di depan Kastil Dablin dan The Temple Bar

Usai makan, Arik dan Bunga mengantarkan koper-koper besar kami ke hotel, sedangkan kami lanjut berkeliling pusat kota ditemani Anisa. Di sini pertokoan tutup pukul 19.00 IST dan berganti dengan pub-pub yang buka hingga dini hari. Oleh karena itu, kami terburu-buru untuk mendatangi toko oleh-oleh untuk menyempatkan membelikan cenderamata keluarga dan teman-teman terdekat di Indonesia. Beruntung, kami juga masih bisa menyempatkan ke Trinity College meski tidak ke perspustakaannya yang legendaris, sempat ke Dublin Castle, sebelum pulang ke hotel. Lelah? Pastinya. Tidak disangka hari ini kami berjalan lebih dari 10 km jika dilihat dari aplikasi penghitung langkah dan jarak di HP.

wadem hari 0 5

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Makan siang bersama dengan Diaspora Indonesia di Dublin

Anisa benar-benar menemani kami hingga kembali ke hotel, beberapa kali ia juga meminjamkan kartu busnya untuk kami. Di sini hampir semuanya tidak menggunakan uang tunai. Pukul 21.00 IST, tetapi belum juga waktu magrib tiba. Panjang sekali antara Ashar dan Magrib di sini padahal rasanya mata dan tubuh kami sudah tidak mau kompromi untuk sekedar membersihkan badan, benar-benar lelah rupanya. Akhirnya, malam yang panjang hanya terasa hitungan menit bagi kami. Pukul 05.00 IST kami sudah mulai bersiap karena harus ke bandara Dublin lagi pukul 07.00 IST. Bus panitia akan membawa kami ke Killarney tepat pukul 09.00 IST kurang lebih perjalanan sekitar 4-5 jam.

Busnya cukup besar, ada fasilitas kamar kecil di dalamnya. Saya duduk bersebelahan dengan Bella. Di belakang kami ada peserta dari Nepal, Jepang, dan Singapura. Sedangkan di depan kami ada dari Australia dan Amerika Serikat. Saling menyapa singkat dan kemudian hening. Sepertinya semua peserta juga kelelahan. Berulang kali saya juga tertidur, kemudian menonton film, atau sibuk mengambil video dan memfoto pemandangan ataupun rumah bergaya klasik dan beberapa kastil disepanjang jalan. Memang pilihan naik bus sepertinya tepat, meski pinggang rasanya mau putus.

wadem hari 0 6

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Menempel poster dan registrasi

Menjelang sore kami tiba di Killarney. Memutuskan untuk ke hotel terlebih dahulu, makan siang dan bersih-bersih, baru kemudian kami bersama-sama ke lokasi acara untuk melakukan registrasi dan memasang poster. Cuaca di Killarney ternyata lebih dingin dari pada di Dublin. Vibesnya seperti di desa tetapi sangat tertata bangunannya dan fasilitasnyas sama seperti di kota. Sepertinya kami betah hingga empat hari ke depan.

{tab title=”Hari 1″ class=”red”}

Pembukaan 22nd Edition of WADEM Congress

Complexity and Continuity: Caring, Coping and Overcoming in an Increasingly Challenging World

Selalu ada semangat dan pengetahuan baru pada setiap pembukaan WADEM Congress. Oleh karena itu, kami bertiga tidak boleh melewatkan momen pembukaan ini. Meski di luar hujan, tidak menyurutkan langkah kami berjalan sekitar 250 meter ke Gleneagle INEC Arena tempat Congress dilaksanakan. Beruntung apartemen kami tidak terlalu jauh dari tempat acara. Di tengah perjalanan beberapa pria berjas berjalan cepat sambil menempatkan tas di atas kepala, berharap air hujan tidak membasahi mereka. Cuaca pagi ini dingin dan berangin cukup kencang.

wadem hari 1 1

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Hujan menuju tempat conference

Benar saja, setibanya di ballroom kami sudah hampir kehabisan tempat duduk padahal sudah datang 30 menit sebelum acara pembukaan. Beruntungnya, ada saja yang enggan duduk di baris kedua paling depan, di situlah saya dan Bella duduk bersebelahan. Sedang Gde sepertinya memilih untuk mencari kursi di bagian belakang sisi atas. Ratusan penggiat bencana bidang kesehatan dan kemanusiaan telah berkumpul di ballroom ini, semuanya sibuk dengan saling menyapa, melakukan reuni dan entah apalagi yang mereka obrolkan. Kami semua seperti “kawanan burung yang telah lama terkurung dalam kandang besar dan kemudian dilepaskan”. Pandemi telah menahan langkah kami untuk berkumpul pada 2021 lalu.

Benar saja, President WADEM dan Chair Congress kali ini, Gregory Ciottone, seorang professor dari Harvard Medical School menyapa seluruh peserta dengan semangat yang membara, “Terimakasih karena sudah bertarung melawan pandemi COVID-19 dan telah menjadi tentara kemanusiaan di barisan depan dalam berbagai bencana dan krisis kesehatan selama 4 tahun ini”, katanya.

wadem hari 1 2

Doc. PKMK FK-KMK UGM: performa music, nyayian dan tarian di sesi pembukaan

Hiburan pada opening kali ini cukup berkesan bagi saya yang suka menonton film kolosal Irlandia and Inggris karena musik tradisional yang kerap dimainkan pada adegan pesta, tarian, ataupun sekedar pengantar sebuah adegan, kini dapat saya dengar dan saksikan langsung. Mereka juga menyajikan tarian khas Irish- Irish tap dancing. Ada yang memukau dari tarian ini, yakni kelincahan kaki para penarinya. Kaki bergerak dengan sangat cepat, mengetuk-ngetuk lantai dengan keras, secepat kilat kemudian mereka melompat sambil mengetukkan kedua belah sepatu sehingga menghasilkan bunyi yang khas lalu kemudian mendarat dengan hentakan yang senada dengan musik. Musik, tarian dan nyanyian yang memicu gairah dan semangat pagi ini.

wadem hari 1 3

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Chair Congress WADEM, Gregory Ciottone pada opening speech dan keynote address

Selanjutnya, opening keynote address. Inilah yang selalu kami tunggu, kira-kira ada ide dan gagasan baru apa dalam dunia disaster and emergency medicine? Gregory Ciottone mengumpamakan layanan kesehatan pada situasi bencana seperti layanan perbaikan mobil balap. Sepersekian detik ke menit, ketika mobil pembalap perlu diperbaiki maka staf yang Sudah ditugaskan sudah siap dengan tugasnya, peralatannya, dan keterampilannya untuk memperbaiki mobil tersebut, dan yang paling penting semuanya terintegrasi dan selesai bersamaan sehingga mobil balap dapat kembali ke arena balap untuk menyelesaikan pertandingan. Untuk mendapatkan performa yang seperti itu, maka kesiapsiagaan dan latihan harus terus dilakukan. Mungkin masing-masing kita handal dengan bidangnya tetapi jika tidak bisa bekerja bersama maka respon juga akan terhambat.

Selain itu, ancaman bencana dan krisis kesehatan semakin kompleks. Mulai dari natural hazard, perubahan iklim hingga Artifical Intelligence. Pertanyaannya, mana yang menjadi prioritas kita? Oleh karena itu, skill untuk bisa menganalisis risiko dan memprediksi harus dimiliki oleh semua tenaga kesehatan. Terakhir, Gregory menyampaikan bahwa era disaster medicine saat ini ada di era digital sehingga tenaga kesehatan dan penggiat kemanusiaan harus bisa beradaptasi, termasuk bagaimana implikasinya ke pendidikan disaster medicine. Integrasi antara matematika, kimia, kedokteran kesehatan dan fisika harus bisa selaras dalam menghadapi berbagai risiko ancaman bencana dan krisis kesehatan ke depannya.

wadem hari 1 4

Doc. PKMK FK-KMK UGM: berswafoto dengan kolega

Selain kelas besar, kami juga sangat menanti sesi breaking pagi dan siang. Saat break inilah kita bisa saling menyapa dan bertemu dengan kolega lama dan baru dan di momen inilah kerap terjalin jejaring kerjasama. Pagi ini, kami berkenalan dengan Odeda, Ketua bidang Keperawatan WADEM. Break siang, satu meja dengan peserta Thailand, ARCH Project dan Amerika Serikat. Beruntung kami bertemu Deborah, penulis buku Komunikasi. Kami membeli bukunya dan bertukar jaringan dengannya.

wadem hari 1 5

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Kelas WHO Health-EDRM

Belum ada sesi presentasi oral maupun poster dari Indonesia hari ini. namun, kami memutuskan untuk mengikuti kelas Primary Care and Health Population, serta kelas WHO Health Emergency and Disaster Risk Management (H-EDRM). Di kelas H-EDRM kami bertemu kolega lama Prof Kubo dan rekan dimana pada 2019 kita menyelenggarakan Regional Collaboration Drill ASEAN ke-4 bersama di Bali. Jaringan WHO Health-EDRM yang juga diprakarsai oleh Virginia Murray dan Ryoma telah menghasilkan banyak penelitian dan kajian. Itu semua dipaparkan pada sesi ini. Beruntung, kami mendapatkan buku pedoman penelitian H-EDRM yang secara khusus ditandatangani dan diberikan untuk Divisi MBK, terima kasih telah menjadi perpanjangan tangan dan terus semangat mempromosikan kesiapsiagaan bencana dan krisis kesehatan di Indonesia.

wadem hari 1 6

Doc. PKMK FK-KMK UGM: mendapat cetakan buku pedoman penelitian Health-EDRM dari Virginia dan Ryoma

Meeting ARCH project dan ASEAN Academic Network on Disaster Health Management (AAN-DHM) dengan WADEM telah ditentukan esok sore (10/5) setelah sesi poster presentation. Oleh karena itu, sore ini hanya kami habiskan bercengkrama dengan tim JICA dan ARCH Project di area poster presentation Ms. Aono. Melalui posternya, Aono bercerita mengenai mekanisme DHM di ASEAN. Ada ASEAN Institute for Disaster Health Management (AIDHM) yang berlokasi di FK-KMK UGM juga disebutkan dalam posternya.

wadem hari 1 6

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Poster Session JICA dan ARCH Project

Kami pulang pukul 19.30 IST setelah menyempatkan ke welcome reception di area lobby Hotel Gleneagle. Pukul 19.30 IST di sini ternyata masih terang benderang seperti pukul 16.00 IST. Letih sekali rasanya dan dinner sepertinya adalah ide yang baik. Berjalan sebentar ke minimarket, kami menemukan menu makan malam yang enak. Menjelang pukul 21.00 IST matahari juga belum enggan tenggelam, meski senja sudah menampakkan batang hidungnya. Di sini waktu sholat Maghrib pukul 21.30 IST dan isya 22.30 IST. Tidak mengherankan jika kebanyakan warga muslim memilih sholat isya menjelang shubuh karena sudah tertidur lebih dulu sebelum waktu Isya tiba. Lanjut ke Reportase hari 2 ya.

{tab title=”Hari 2″ class=”green”}

Inisiasi Kolaborasi Penguatan Disaster Health Management di Kawasan ASEAN:

Meeting AIDHM/AANDHM, ARCH Project dan Komite WADEM

wadem hari 2 1

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Penutupan meeting AANDHM/AIDHM, ARCH Project dan WADEM

Menyanggupi dan ditunjuk sebagai host country untuk menjadi sekretariat ASEAN Academic Network on Disaster Health Management (AANDHM), ASEAN Institute (AIDHM) mempunyai tugas berat untuk memfasilitasi dan mendukung berbagai aktivitas akedemik manajemen bencana kesehatan di kawasan ASEAN, diantaranya mengelola jurnal, joint research dan biennial academic conference. Oleh karena itu, AANDHM/AIDHM membuka peluang kerjasama dengan WADEM, harapannya transfer pengetahuan dan kerjasama, serta upaya saling menguatkan kapasitas semakin terbuka ke depannya karena ASEAN juga termasuk kawasan yang tinggi risiko dan kerentanan terhadap bencana dan krisis kesehatan. Salah satu implementasi yang diinginkan berkolaborasi adalah dalam pengelolaan jurnal ASEAN dengan jurnal PDM.

Mr. Taro Kita dan Ms. Aono JICA/ ARCH Project mengabari bahwa meeting akan diselenggarakan selepas poster session pukul 18.30 IST di ruang suite 3. Selain itu, ada undangan foto bersama dengan Andre Lavelle, Executive Officer of WADEM pukul 13.00 IST di ballroom utama.

wadem hari 2 2

Doc. PKMK FK-KMK UGM : Diskusi sesi pagi

Cuaca pagi ini cukup hangat menyapa kami, meski hembusan angin tetap saja lembut menusuk kulit tropis kami, dingin. Setibanya di arena INEC Killarney, kami menggantungkan jaket. Ballroom utama sudah penuh dengan peserta, pembahasan mengenai Complexity of once in a lifetime disasters cukup panas dengan serbuan pertanyaan dan pernyataan yang membutuhkan tanggapan dari Chair, Gregory Ciottone dan narasumber dari rumah sakit, emergency medical services, fire department dan akademis. Narasumber menceritakan pengalaman mengevakuasi lebih dari 200 pasien rawat inap pada sebuah bencana kebakaran tanpa ada staf, pasien dan keluarga yang menjadi korban. Emergency care team dimana pun berada baik yang ada di layanan kesehatan dan yang ada di masyarakat merupakan harapan bagi korban. Sebab pada situasi emergency dan tanggap darurat bencana semua orang ingin menyelamatkan diri, sehingga bagi korban penyelamat yang kembali untuk membantu mereka merupakan sebuah harapan. Pertanyaan menarik datang dari peserta mengenai etik petugas yang tidak mau kembali bertugas di daerah bencana. masing-masing narasumber saling bertatapan dan kemudian menjawab bahwa feeling responsibility adalah kuncinya. Artinya, menjadi petugas kesehatan pada situasi bencana membutuhkan feeling responsibility, apakah ia harus kembali lagi bertugas setelah menyelesaikan tugasnya atau dia datang ke daerah bencana ketika sudah menyelamatkan keluarga dan orang terdekatnya terlebih dahulu. Semuanya butuh penyadaran dan latihan terus menerus.

wadem hari 2 3

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Presentasi Innovator: Prof Elhanan

Pukul 11.00 IST merupakan sesi presentasi Gde dengan tema besar Medical Assistance Teams/ Emergency Medical Teams 1. Chair kali ini adalah Falvio Salio. Kelas dimulai dengan paparan innovator Prof. Elhanan Bar-On dari Israel. Sangat menarik pengalaman dan lesson learned yang dipaparakan Elhanan dalam berbagai misi kemanusiaan di situasi bencana hingga konflik Ukraina. Mendengarkan paparannya saya jadi teringat dengan semua penjelasan dr. Hendro Wartatmo, Sp.BD mengenai rumus sebelum memberangkatkan tim ke lokasi bencana. Informasi yang sedikit tidak menjadi alasan untuk tidak mempersiapkan logistik dengan cermat. Menjadi EMT juga harus terbiasa dengan perubahan-perubahan situasi di lapangan yang tidak pasti. Meski demikian setiap EMT harus berpegang teguh pada tujuan atau misi keberangkatan. Menyatu dengan lokal setempat adalah skill yang diperlukan juga sebagai EMT.

wadem hari 2 4

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Oral presentasi oleh Gde

Gde mempresentasikan paper yang berjudul Activation of The Health Cluster Coordination Post in Lumajang District Health Office During the Management of Mount Semeru Eruption Disasters. Paper ini adalah aktivitas Academic Health System UGM dan Pokja Bencana FK-KMK UGM saat mendampingi manajemen di Health Emergency Operation Center di erupsi Semeru di Dinas Kesehatan Lumajang. Presentasi lain yang menarik mengenai gagasan penyelamatan hewan pada masa respon, meski kontropersi dimana skill dokter dan dokter hewan mungkin bisa dimanfaatkan bersama, tetapi gagasan mengenai one medice, one world and one health dapat diterima. Artinya penyelamatan tidak hanya untuk manusia tetapi juga untuk makhluk hidup lain seperti hewan.

wadem hari 2 5

Doc. Bella: Kastil Ross, Killarney Irlandia

Sesi break siang, saya dan Bella sempatkan ke pusat kota. Kami diberikan kontak WA taksi online di kota ini. Tujuan kali ini adalah kastil terdekat dan pusat kota. Kurang dari 15 menit kami sudah memasuki taman nasional Killarney, di tengahnya terdapat kastil Ross yang sudah berdiri sejak awal abad ke-15. Meski tidak utuh lagi bangunannya tetapi kastil ini masih terlihat sangat kokoh. Sejak diwariskan sebagai bentuk bangunan budaya oleh pewarisnya kastil ini resmi dibuka untuk wisata. Karena waktu yang mepet kami tidak sempat ikut tur ke semua lantai kastil. Cukup berfoto di depan kastil, sudah membuat saya dan Bella senang luar biasa meski menggigil karena angin dari danau bertiup sangat kencang.

wadem hari 2 6

Doc. Madel: Pusat Perbelanjaan Kota Killarney

Dari Kastil Ross kami lanjut ke pusat kota. Jika berkunjung ke Jatim Park di kawasan Little Eropa, ya kira-kira begitulah suasana pusat kota Killarney ini, atau perumpamaan yang lebih mudah adalah seperti jalan Malioboro. Kanan dan kiri adalah toko-toko yang menjual suvenir, pakaian, makanan, snack dan lainnya. Berfoto di tengah jalannya saja sudah instragramable sekali. Sayangnya kami harus kembali ke kelas oral.

Poster kami, yang berjudul Hospital Preparedness in Facing the COVID-19 Pandemic Based on the Command System: A Study in Jakarta and Yogyakarta, Indonesia. Poster ini menceritakan kegiatan kajian pada awal pandemi COVID-19 di rumah sakit-rumah sakit yang kami dampingi di kawasan Jakarta dan Yogyakarta. Hampir semua rumah sakit telah memiliki Hospital Disaster Plan dan tim bencana tetapi untuk mengaplikasikannya ke pandemi COVID-19, ternyata tidak mudah bagi rumah sakit. Bukan karena sistem ini tidak fleksibel tetapi akibat persepsi bahwa HDP adalah perencanaan untuk bencana alam. Oleh karena itulah, pendekatan Incident Command System dalam HDP coba kami advokasikan untuk bencana non alam juga seperti Pandemi COVID-19.

wadem hari 2 7

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Presentasi ARCH Project – AANDHM/ AIDHM

Saya dan Bella bergegas ke ruang meeting. Disana sudah berhadir Prof. Donals A Donahue (WADEM President Elect), Ms. Evelyn A Donahue (Member), Prof. Tatsuhiko Kubo (Board Member Elect), Dr. Mick Molly (Board Member), ARCH Project, JICA, dan juga Mr. Andrew Lavelle (Executive Officer). Sesi perkenalan diri selesai, dilanjut dengan paparan Mr. Taro Kita dan Ms. Aono mengenai ARCH Project dan ASEAN Academic Conference Oktober 2023 di Indonesia. Ada 5 usulan kerjasama, diantaranya kerjasama dalam pengelolaan jurnal ASEAN dan Jurnal PDM. Meski bukan dalam rangka mendapatkan kesepakatan, tanggapan WADEM cukup baik dan dengan tangan terbuka, WADEM bersedia memberikan dukungannya untuk penguatan disaster health management di kawasan ASEAN.

{tab title=”Hari 3″ class=”blue”}

Semua Sibuk Mempersiapkan Presentasi di Kelas Masing-Masing

wadem hari 3 1Kami baru menyadari bahwa semua presentasi oral Bella, Madel dan Gde berada di hari yang sama, bahkan presentasi Bella dan Madel ada di jam yang sama. Untuk pertama kalinya kami tidak saling mensupport di kelas yang sama pada Congress WADEM Kali ini. Biasanya kami dapat menambahkan informasi ataupun membantu memberikan tanggapan pada sesi diskusi. Kali ini kami harus siap dengan paper masing-masing. Kalau urusan dokumentasi foto, beruntungnya kami didukung oleh rekan dari ARCH Project dan Erasmus Mundus.

Pagi ini seperti biasa, Gde memulai aktivitasnya dengan jogging pagi. Bella dengan membuat sarapan. Madel dengan mobile phonenya, sesekali menggerutu karena meski di luar negeri tetapi kerjaan di Jogja seperti tidak bisa ditinggal. Dengan perbedaan waktu 6 jam, otomatis ketika bangun pagi di Killarney, di Indonesia sudah siang hari. Lebih gilanya ada beberapa hal yang perlu dikoreksi atau dikumpul sore, yang artinya itu tinggal hitungan jam. Namun hari ini, mereka bertiga mengabaikan itu semua dan fokus pada presentasinya.

Rintik kecil mengawali langkah mereka hari ini. Cuaca tetap menusuk dingin ke kulit seperti kemarin-kemarin. Gde dan Bella mengantarkan Madel ke ruang Ballroom Killarney Convention Center sebelum mereka menuju kelas Bella. Ruangannya cukup bagus untuk presentasi, luas, dan ada mimbar kecil. Bagus untuk dokumentasi saat presentasi. Berbeda dengan ruangan Bella yang hanya ruang meeting kecil di MoD Suite 1.

Masih setengah jam, peserta sudah mulai berdatangan. Sedangkan presenter ada yang sibuk dengan laptopnya menghapalkan slide dan skrip presentasi, ada yang baru menyerahkan file presentasi kepada panitia, ada juga yang sibuk dengan catatannya. Aku ikut saja duduk disebelah Mr. Taro Kita, Expert JICA yang juga presentasi di kelas ini. Kami saling menyapa dan kemudian tenggelam dengan persiapan presentasi masing-masing. Mr. Taro lebih dulu presentasi. Taro membicarakan tentang Regional Program for Knowledge Co-Creation on Disaster Health Management in ASEAN and Japan. Program pelatihan ini juga diikuti oleh perwakilan Indonesia tahun 2022 lalu. Dalam presentasinya, Taro juga menjelaskan mengenai Plan of Action ASEAN Leadership Declaration. Diantara prioritasnya mengenai Safe Hospital.

wadem hari 3 2

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Sesi presentasi Madelina

Selang satu presenter, tiba giliranku. Seperti janjian padahal tidak, materi presentasiku seperti melanjutkan paparan Mr. Taro mengenai program pendampingan Hospital Disaster Preparedness di Indonesia. Presentasi yang aku paparkan merupakan aktivitas Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK tahun 2021-2022 dalam menyelenggarakan pelatihan online Hospital Disaster Plan. Abstrak ini ditulis bersama oleh aku, Satrio, Happy, dan Bella. Satrio banyak mendukung dalam penulisan dan persiapan presentasi ini, termasuk menyederhanakan ide paparanku yang panjang padahal harus disampaikan dalam waktu 8 menit saja. Paparan mengenai Preparation of Hospital Disaster Plan in Indonesia: The Mentoring Challenges from Offline to Online Program berbicara tentang proses perubahan jam mengajar, teknik mengajar dan mendampingi rumah sakit dalam menyiapkan dokumen Hospital Disaster Plan. Tantangan yang ditemukan menjadi masukan untuk tim Divisi MBK dalam mengembangkan model pendampingan jarak jauh kedepannya.

wadem hari 3 3

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Bella bersama presenter lainnya

Di kelas MoD Suite 1. Di menit yang sama Bella juga memaparkan mengenai pengalaman mengirimkan tim EMT gabungan/ komposit untuk respon bencana gempa Mamuju tahun 2021 lalu. Berbeda dengan EMT yang saling berkolaborasi di lapangan, EMT Composite memang dibentuk dari dua atau lebih organisasi/institusi yang kemudian memiliki 1 tujuan yang sama. Saat itu, akses dari Yogyakarta cukup jauh ke Mamuju, tidak bisa cepat, dan biaya transportasi yang tinggi. Di satu sisi, provinsi tetangga Sulawesi Barat yakni Sulawesi Tengah sudah dilatih untuk siap merespon. Sehingga tenaga kesehatan dan mahasiswa dikerahkan dari Sulawesi Tengah yang bisa tiba di Mamuju kurang dari 10 jam perjalanan darat. Meeting online disiapkan, logistik dibagi mana yang dbawa dari Jogja dan dari Sulawesi Tengah, tim berkenalan secara online, dan siap menjadi satu tim saat bertemu di Mamuju. Abstrak Bella ini juga ditulis bersama oleh Madel, Happy, dan Gde dengan judul Deployment of Composite Emergency Medical Team (EMT) in West Sulawesi Earthquake during The Middle of the Covid-19 Pandemic.

wadem hari 3 4

Doc. PKMK FK-KMK UGM : Bella dengan lightening presentasinya

Masih di kelas yang sama, pukul 13.30 Bella kembali presentasi mengenai Development of Sub National Policies for Making Hospitals Safe from Disasters: Study in Yogyakarta Provinces, Indonesia. Abstract ini merupakan hasil kegiatan pendampingan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menyusun buku pedoman Safe Hospital untuk Provinsi DIY. Singkatnya pedoman safe hospital secara global pasti memiliki gap implementasi di tingkat nasional maupun sub nasional. Oleh karena itu, aktivitas kemarin merupakan upaya penyederhanaan serta identifikasi kebutuhan safe hospital yang cocok dan implementative untuk rumah sakit-rumah sakit di DIY.

wadem hari 3 5

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Gde presentasi tentang peristiwa Kanjuruhan

Usai di kelas Bella, kami bergegas ke kelas Gde di ruangan KCC Ballroom. Di kelas Mass Gathering ini Gde akan mempresentasikan abstrak yang ditulis bersama Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes yang berjudul Football Stampede in Kanjuruhan Stadium from the Perspective of Disaster Preparedness on Mass Casualty Incident: A Case Study of Mass Gathering Event. Di kelas ini cukup menarik karena presenter lain juga mempresentasikan beberapa event MCI yang viral belakangan ini seperti MCI di hari Halloween di I-taewon, Korea Selatan dan Mass Gathering ibadah Haji di Arab Saudi.

wadem hari 3 6

Doc. Bella: Noodle Party di malam hari

Senang rasanya semua tugas presentasi dan meeting dengan WADEM diselesaikan dengan baik. Kami bertiga pulang ke apartemen dengan perasaan puas dan lega. Malam ini kami tutup dengan Noodle Party bersama rekanan Erasmus. Mie yang kami masak bukannya pasta atau mie yang spesial melainkan Indomie yang kami bawa dari Indonesia. Mungkin bagi kita Indonesia adalah makanan yang biasa tetapi bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri atau bagi orang yang baru merasakannya, Indomie adalah santapan yang lezat. Hingga pukul 21.00 kami terus mengobrol di depan perapian bersama rekanan Erasmus ini.

{tab title=”Hari 4″ class=”grey”}

Penutupan: Next Congress WADEM 2025 di Tokyo Japan

wadem hari 4 1 

 Dok. PKMK FK-KMK UGM: Pengumuman kongres selanjutnya di Tokyo Jepang

Masih bersemangat di hari keempat atau hari terakhir Congress WADEM tahun ini. Saat pagi menyempatkan jogging, kami melihat ada beberapa narasumber yang kami kenal memasuki bus yang siap mengantar mereka ke Dublin pagi ini. Kami sendiri baru berangkat ke Dublin nanti siang seusai acara penutupan.

wadem hari 4 2 

Dok. PKMK FK-KMK UGM: Paparan Prof. Tony Redmond

Masih di ballroom utama, peserta sudah berkumpul masih antusias saat pembukaan tiga hari lalu. Panel diskusi mengenai Working Conflict Zones disampaikan dengan sederhana oleh Prof. Tony Redmond dari UK-Med. UK-Med merupakan LSM internasional yang berbasis di UK. Tony menceritakan pengalaman dan perspektifnya mengenai pengiriman EMT ke daerah perang Ukraina di akhir 2022 lalu. Berlanjut dengan isu logistik, etik, dan keamanaan yang menjadi tantangan berat yang dihadapi pejuang kemanusiaan dan EMT di daerah konfilik perang seperti ini. Untuk memperjelas perbedaannya, Tony membandingkannya dengan pengalaman pengiriman EMT ke daerah bencana gempa bumi Turky/Syria awal tahun ini.

Sesi penyerahan amanah penyelenggaraan congress selanjutnya yang selalu dinantikan. Tokyo Jepang sudah ditentukan sebagai tempat penyelenggaraan tahun 2025. Mengutamakan kenyamanan peserta yang berasal dari seluruh dunia dan musim ini maka perhelatan WADEM Congress 2025 nanti juga diselenggarakan di akhir musim semi, 2- 6 Mei 2025. Acara selanjutnya adalah penghargaan dan pemberian sertifikat pada peserta workshop.

wadem hari 4 3 

Dok. PKMK FK-KMK UGM: penyerahan penghargaan dan sertifikat EMDM

Kami kembali ke apartemen, mengganti pakaian yang lebih nyaman untuk perjalanan, menyelesaikan packing dan kemudian menuju halaman parkir bus Killarney INEC Arena. Sekitar pukul 15.00 IST bus kami beranjak menuju Dublin. Melalui jalan yang sama dengan jalan berangkat pada Selasa lalu, kami memutuskan duduk di raw bus yang berbeda agar dapat menikmati pemandangan yang berbeda. Sekitar pukul 20.00 IST kami tiba di pemberhentian, yakni di Bandara Dublin. Dari sini kami beralih ke hotel di tengah kota. Tenaga yang tersisa hanya cukup untuk mencari makan malam, selebihnya kami bertiga tidur dengan lelap.

wadem hari 4 4 

Doc. Bella: berfoto di monument Luke Kelly, Dublin

Sabtu, 13 Mei 2023. Tidak ingin kehilangan momen di Dublin, kami bangun pagi dan menyempatkan bertemu Anisa lagi. Tujuan kali ini hanya ingin menikmati pusat kota pagi hari dan mencoba tram (LUAS Dublin). Dingin pagi ini sungguh menusuk tetapi perlahan menghangat karena obrolan dan langkah kami yang terus melaju. Pukul 10.30 IST kami kembali ke hotel. Check out pukul 11.00 IST dan langsung menuju bandara.

wadem hari 4 5 

Doc. Bella: mencoba tram dengan Anisa di pagi hari sebelum ke bandara

Penerbangan kami masih pukul 15.00 IST menuju Doha Qatar. Sampai di Doha tengah malam dan kami masih menikmati kebersamaan dengan rekan dari Thailand ARCH Project dan JICA. Waktu boarding yang hampir bersamaan di dini hari Minggu, mereka bertolak ke Bangkok dan kami bertolak ke Jakarta. Di pesawat kami hanya tertidur pulas, entah karena jetlag atau memang terlalu lelah, setiba di Jakarta pukul 15.00 WIB hari minggu, kami langsung ke penerbangan domestik. Bubur bebek menjadi pilihan utamaku bersantap siang hari ini. Tak lupa membalas Salted Caramel Praffucino yang gagal total waktu di Dublin kemarin, Bella langsung menyerbu Starbuck dan memesan yang sama dengan kopi. Menghayalkan pukul 22.00 WIB malam nanti kami sudah tiba di rumah, rasanya sudah tidak sabar.

Begitulah perjalanan dan reportase kami untuk WADEM Kongres 2023 ini, sampai jumpa pada persiapan dan reportase WADEM congress 2025 nanti ya.

{/tabs}

Mengenal Mitigasi : Jenis, Proses, dan Contohnya

Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengidentifikasi, menyiapkan, dan melakukan penormalan kembali terhadap masyarakat di kawasan rawan bencana.

Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mencegah risiko bencana dengan melakukan kesiapan, penyadaran, dan perencanaan penanggulangan. Mitigasi dibuat karena letak geografis di Indonesia yang rawan bencana alam.

Lalu, apa saja jenis-jenis mitigasi, proses, dan contohnya yang sudah diterapkan di Indonesia? Simak informasinya di bawah ini!

Pengertian Mitigasi

Dikutip dari e-paper yang berjudul Geographical Information System (GIS) untuk Mitigasi Bencana Alam Banjir di Kota Manado oleh Dennis F. Niode, dkk, mitigasi adalah tahap awal penanggulangan bencana alam untuk mengurangi dan menurunkan dampak bencana. Hal ini dilakukan sebelum bencana terjadi.

Jenis Mitigasi

Dimuat dari buku Pencegahan Mitigasi Bencana (Teori dan Praktik) oleh Dr. Selamet Jalaludin, mitigasi dibagi menjadi dua macam, yaitu mitigasi struktural dan mitigasi non-struktural.

  • Mitigasi struktural adalah upaya untuk meminimalkan bencana melalui pembangunan berbagai fasilitas menggunakan pendekatan teknologi, seperti pembuatan kanal khusus untuk pencegahan banjir, alat pendeteksi aktivitas gunung berapi, bangunan yang bersifat tahan gempa, ataupun Early Warning System untuk memprediksi terjadinya gelombang tsunami. Upaya ini bisa dilakukan dengan memperkuat bangunan dan infrastruktur yang berpotensi terkena bencana.
  • Mitigasi non-struktural adalah pencegahan bencana yang dilakukan dengan menghindari pembangunan dari lokasi bencana, pembuatan baru tata ruang kota, capacity building masyarakat, serta menghidupkan berbagai aktivitas lain yang berguna bagi penguatan kapasitas masyarakat. Contoh lainnya meliputi legislasi, perencanaan wilayah, dan asuransi.

Jika disimpulkan, kebijakan mitigasi struktural dan non-struktural harus saling mendukung satu sama lain. Pemanfaatan teknologi untuk membangun suatu fasilitas (struktural) harus disesuaikan dengan tata ruang dan peraturan lainnya (non-struktural).

Langkah/Proses Mitigasi

Dikutip dari situs kemhan.go.id, ada beberapa pentahapan dalam pelaksanaan pencegahan dan mitigasi bencana, antara lain:

  • Menerbitkan peta wilayah rawan bencana.
  • Memasang rambu-rambu peringatan bahaya dan larangan di wilayah rawan bencana. Atau memasang alat Tsunami Early Warning System (TEWS) untuk memberikan peringatan dini bagi masyarakat yang tinggal di kota/pantai yang memiliki potensi tsunami melalui siren, televisi, atau radio lokal.
  • Mengembangkan sumber daya manusia.
  • Mengadakan penyuluhan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
  • Membuat bangunan yang berguna untuk mengurangi dampak bencana.
  • Membentuk pos-pos siaga bencana.
  • Mengadakan pelatihan penanggulangan bencana kepada penduduk sekitar.
  • Mengevakuasi masyarakat ke tempat yang lebih aman.

Contoh Mitigasi

Lantas apa saja contoh-contoh mitigasi? Berikut penjelasannya yang dilansir dari buku Mitigasi Bencana: Inovasi Model DIFMOL Dalam Pendidikan Lingkungan oleh Prof. Dr. Henita Rahmayanti dan situs bpbd.bogorkab.go.id.

  • Pembangunan infrastruktur di lokasi terjadinya bencana abrasi atau pengikisan air adalah salah satu upaya mitigasi. Sebagai contoh di pantai Glagah, Yogyakarta yang dibangun pemecah ombak karena Laut Selatan terkenal memiliki gelombang besar.
  • Penyuluhan untuk masyarakat menghadapi gempa, dan memberikan bekal pengetahuan pada masyarakat untuk mengurangi ketakutan akan dampak bencana.
  • Pemanfaatan teknologi untuk menciptakan sebuah alat pendeteksi tsunami.
  • Mitigasi bencana gunung berapi dengan pemantauan aktivitas gunung api.
  • Mitigasi bencana gempa bumi dengan mendirikan bangunan yang tahan gempa, atau menghindari pembangunan wilayah yang rawan gempa seperti di dekat gunung atau pesisir pantai.
  • Mitigasi tanah longsor dengan menghindari daerah rawan bencana untuk membangun pemukiman, terasering dengan sistem drainase yang tepat, penghijauan dengan tanaman berakar dalam, serta mendirikan bangunan berpondasi kuat.

Kesimpulannya, mitigasi adalah upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk meminimalkan risiko bencana dengan menciptakan pembangunan atau peraturan baru sebagai pencegahan dini.

Itulah informasi mengenai mitigasi beserta jenis, proses/langkah, dan contoh mitigasi. Semoga bermanfaat untuk detikers yang ingin belajar lebih tentang mitigasi dan bagaimana mencegah bencana-bencana tersebut sebelum terjadi.

5 Kabupaten di Kalsel Diminta Siaga Karhutla, Mitigasi dengan Hujan Buatan

BANJARBARU – Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar meminta lima kabupaten untuk segera menetapkan status siaga bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Lima kabupaten itu adalah Barito Kuala, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah.

“Kami minta segera membuat surat keputusan bupati terkait penetapan status siaga,” pinta Roy saat memimpin rapat koordinasi mitigasi karhutla di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kemarin (2/5).

Ia mengungkap, penetapan status siaga karhutla menjadi dasar pemprov untuk menetapkan status yang sama.

“Kenapa penetapan status diperlukan? Agar mitigasi karhutla dari pemerintah pusat di daerah bisa segera dilaksanakan,” tambahnya.

Salah satunya adalah membuat teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan lebih awal. “Dilakukan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan bencana) bersama BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional),” kata Roy.

TMC diperlukan untuk pembasahan lahan lebih awal, dengan cara mengisi semua waduk dan embung dengan hujan buatan.

“TMC harus segera dilakukan, karena BMKG (Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika) menyebut awan untuk membuat hujan buatan hanya tersedia pada bulan Mei sampai pertengahan Juni,” tuturnya.

Syaratnya, daerah harus sudah menetapkan status siaga bencana. Roy menyampaikan, apabila status sudah ditetapkan, pemprov bisa mengirim surat permohonan ke pusat.

“Selain permohonan TMC, juga mengirim surat permintaan helikopter untuk water bombing dan patroli hotspot,” jelasnya.

Plh Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi mengungkap, dari informasi terakhir, Kalsel mendapat jatah 10 helikopter dalam penanganan karhutla tahun ini.

Dua heli patroli dan delapan heli water bombing. “Helikopter sangat penting untuk penanganan karhutla yang tidak bisa dijangkau satgas darat,” katanya.

Terkait kesiapan peralatan, Bambang menjamin semua sudah siap dan berfungsi dengan baik. “Sudah dicek semua. Yang rusak sudah diperbaiki,” ujarnya.

Sementara itu, BMKG memprakirakan kemarau tahun ini bakal lebih panas dibandingkan tiga tahun terakhir sebelumnya.

“Penetapan status siaga bisa pada pertengahan Mei hingga Juni, agar TMC bisa segera dilakukan,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Banjarbaru, Goeroeh Tjiptanto.

Kemudian pada Oktober nanti, Kalsel mungkin sangat memerlukan heli water bombing untuk mengatasi karhutla. “Karena pada bulan itu sudah memasuki puncak kemarau,” pungkasnya. (ris/gr/fud)