Gunung Semeru Kembali Meletus dan Status Awas, Penanganan Dampak Bencananya?

Liputan6.com, Jakarta – Bencana alam berturut-turut terjadi di Indonesia pada November hingga Desember 2022. Mulai dari gempa bumi Cianjur disusul gempa Garut dan selanjutnya letusan Gunung Semeru.

Minggu, 4 Desember 2022, Gunung Semeru kembali meletus. Gumpalan awan raksasa keluar dari kawah gunung api yang terletak di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur.

Hingga hari ini Senin (5/12/2022), gunung Semeru masih mengeluarkan awan panas guguran dengan amplitudo 25 mm dan lama gempa 386 detik. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, Mukdas Sofian mengatakan, aktivitas Gunung Semeru pada periode pengamatan 5 Desember 2022 pukul 00.00-06.00 WIB mengalami satu kali awan panas guguran dengan amplitudo 25 mm dan lama gempa 386 detik.

“Hasil pengamatan kegempaan hari ini selama enam jam, Gunung Semeru juga mengalami 29 kali letusan atau erupsi dengan amplitudo 11-22 mm dan lama gempa 65-120 detik,” tuturnya.

Aktivitas Semeru juga terekam enam kali gempa guguran dengan amplitudo 1-8 mm dan lama gempa 50-140 detik, satu kali gempa vulkanik dalam, dan satu kali gempa tektonik jauh.

“Pengamatan visual, Gunung Semeru terlihat jelas, teramati asap kawah putih dengan intensitas tipis hingga sedang yang tingginya mencapai 500 meter dari puncak, kemudian angin lemah ke arah barat daya,” katanya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status Gunung Semeru di Jawa Timur pada Minggu 4 Desember 2022 sudah dinaikkan dari Level 3 atau Siaga menjadi Level 4 atau Awas terhitung mulai pukul 12.00 WIB.

“Status Gunung Semeru dinaikkan dari Siaga (Level 3) menjadi Awas (Level 4) terhitung hari Minggu 4 Desember 2022 pukul 12.00 WIB,” kata Kepala PVMBG Hendra Gunawan dalam keterangannya.

Ahli Vulkanologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Mirzam Abdurrachman mengatakan bahwa letusan gunung Semeru pada Minggu 4 Desember kemarin memiliki perbedaan dengan letusan-letusan sebelumnya, letusan Semeru tahun lalu itu berkaitan faktor eksternal (cuaca hujan). Namun, letusan kemarin dikarenakan faktor internal yaitu adanya pergerakan magma.

“Letusan sekarang berbeda dengan letusan tahun lalu, Kalau tahun lalu itu berkesamaan dengan hujan, Namun letusan kemarin itu karena ada pergerakan magmanya saja yang berpengaruh pada letusan,” kata Mirzam kepada Liputan6.com, Senin (5/12/2022).

Mirzam menjelaskan, bahwa Semeru merupakan gunung api dengan tipikal strato yang memiliki dua jenis erupsi, yaitu mengeluarkan lava dan atau abu vulkanik. Kendati demikian, Mirzam mengatakan abu vulkanik yang dimiliki Semeru memiliki perbedaan dengan gunung api lainnya.

“Yang agak berbeda dengan gunung api lainnya. Abu Semeru memiliki kemiripan dengan Abu yang ada di Bromo, yaitu memiliki abu yang lebih berat sehingga jika mengalami letusan abu tersebut tidak bisa terbang jauh dan hanya terbang beberapa radius kilometer kemudian turun,” kata Mirzam.

Lebih lanjut, kata Mirzam, fenomena Semeru hari ini juga mengajarkan kita hal baru bahwa ada tantangan yang lebih sulit untuk mendeteksi letusan gunung api khususnya Semeru dari tahun-tahun sebelumnya.

“Meskipun magmanya bisa dideteksi. Namun, letusan Semeru kemarin bersumber pada kedalaman yang langsung menyembur ke permukaan tanpa dia singgah di kedalaman yang dangkal. Sehingga hal itu sulit untuk dideteksi. Artinya, Semeru mengajarkan sesuatu yang baru,” Lanjutnya.

Potensi Bahaya

Mirzam menjelaskan, bahaya dari gunung api secara umum ada dua, yaitu primer dan sekunder. Bahaya primer berkaitan langsung saat gunung meletus dan bahaya sekunder yang tidak berkaitan langsung saat gunung api tersebut meletus.

“Misalnya, adanya lahar (Sebagai bahaya sekunder). Meskipun nanti erupsi Semeru dalam beberapa waktu kedepan itu berhenti. Namun, lahar itu masih berpotensi menyebabkan dampak, khususnya di wilayah-wilayah yang berdekatan dengan sungai,” kata dia.

Meski begitu, Mirzam menyatakan antisipasi bahaya letusan gunung Semeru kemarin sudah pada level yang baik. Mengingat, masyarakat dan pemerintah jauh lebih siap, sehingga antisipasinya lebih cepat.

“Saya pikir sekarang antisipasinya jauh lebih baik dari tahun lalu. Jadi masyarakat yang tinggal itu tidak lagi hanya menerima informasi melainkan sudah jadi subjek yang aktif,” Pungkasnya.

Sementara itu, Ahli Vulkanologi I Gusti Bagus Eddy Sucipta mengatakan bahwa letusan Gunung Semeru pada Sabtu lalu disebabkan oleh aliran lava yang sudah menumpuk sejak satu tahun lalu yang kemudian turun dan membentuk awan panas guguran (APG).

“Begitu dia magma, lavanya itu membeku di lerengnya. Kemudian gugur, itu akan membentuk Awan panas guguran (APG) dari lidah lavanya,” kata Bagus kepada Liputan6.com, Senin (5/12/2022).

Dosen Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, menambahkan bahwa peristiwa yang terjadi di Semeru kemarin bukan merupakan erupsi. Melainkan, awan panas guguran (APG) yang membuat aktivitas gunung Semeru meningkat.

“Saya tidak mengatakan erupsi, melainkan APG. Tadi saya lihat APG-nya masih ada, itu artinya kondisi Semeru masih belum stabil lidah lavanya,” Ujarnya

Lebih lanjut, kata Bagus, potensi adanya APG ini diperkirakan masih mungkin terjadi untuk beberapa hari kedepan.

“Mungkin beberapa hari kedepan masih. Awan panas itu gak pernah lama, yang kemarin ini lama. Normalnya sejam dua jam selesai,” kata Bagus.

Adapun terkait peringatan atau early waring system gunung api, Bagus menilai langkah PVMBG sejauh ini sudah baik dalam memberikan informasi seputar aktivitas gunung api. Terlebih, dalam memberikan peringatan bahaya dari aktivitas gunung api.

“Kalau yang saya lihat teman-teman di PVMBG itu sudah bagus. Jadi mereka punya peta potensi kemudian mereka juga punya early warning system yang bisa ditangkap secara visual,” Pungkasnya.

Implementasi Sistem Komando Insiden Rumah Sakit selama Pandemi COVID-19

Sistem Komando Insiden Rumah Sakit semakin populer (Hospital Incident Command System/ HICS) sebagai alat organisasi untuk manajemen rumah sakit dalam pandemi COVID-19. Kami secara khusus menggambarkan implementasi HICS di rumah sakit rujukan provinsi Isfahan (Isabn-e-Maryam) selama pandemi COVID-19 dan mencoba mengeksplorasi kinerjanya. Dalam pandemi COVID-19 saat ini, menetapkan HICS dengan beberapa pertimbangan tentang peristiwa yang sudah berlangsung lama dapat membantu meningkatkan komunikasi, penggunaan sumber daya, perlindungan staf dan pasien, dan pemeliharaan peran. Artikel ini dipublikasikan pada 2022 di jurnal Taylor and Francise Online

SELENGKAPNYA

Sistem Peringatan Dini Bencana Merupakan Kunci

Mampu mempersiapkan masyarakat dan pemerintah untuk banjir, kebakaran, dan bencana alam lainnya menyelamatkan nyawa, dan menjaga sistem kesehatan. Sebuah laporan baru PBB telah memperingatkan bahwa kurang dari setengah dari negara-negara tertinggal dan hanya sepertiga dari negara-negara berkembang pulau kecil memiliki sistem peringatan dini multi-bahaya (multi-hazard early warning systems / MHEWS) yang berharga untuk bencana. Memperingatkan publik, komunitas, dan pemerintah tentang ancaman yang akan datang adalah cara yang terbukti dan efektif untuk mengurangi risiko dan mencegah hilangnya nyawa. Para ahli menyatakan bahwa itu adalah sumber daya utama untuk menjaga kesehatan populasi. Ini menyelamatkan nyawa, membantu melindungi fasilitas perawatan kesehatan dan infrastruktur penting lainnya dan memberikan pengembalian investasi sepuluh kali lipat. Artikel ini dipublikasikan pada 2022 di jurnal The Lancet

SELENGKAPNYA

Paparan Banjir dan Kemiskinan di 188 Negara

https://www.wearewater.org/images/343713/default.jpgBanjir adalah salah satu bahaya alam yang paling umum, dengan dampak yang sangat berbahaya di negara-negara berpenghasilan rendah. Studi ini menyajikan perkiraan global jumlah orang yang terpapar risiko banjir tinggi dalam interaksinya dengan kemiskinan. Ditemukan bahwa 1,81 miliar orang (23% dari populasi dunia) secara langsung terkena banjir 1 dalam 100 tahun. Dari jumlah tersebut, 1,24 miliar berlokasi di Asia Selatan dan Timur, di mana Cina (395 juta) dan India (390 juta) menyumbang lebih dari sepertiga dari eksposur global. Negara berpenghasilan rendah dan menengah adalah rumah bagi 89% orang yang terkena banjir di dunia. Dari 170 juta orang yang menghadapi risiko banjir tinggi dan kemiskinan ekstrem (hidup di bawah $1,90 per hari), 44% berada di Afrika Sub-Sahara. Lebih dari 780 juta dari mereka yang hidup di bawah $5,50 per hari menghadapi risiko banjir yang tinggi. Dengan menggunakan data kemiskinan dan banjir yang mutakhir, temuan kami menyoroti skala dan wilayah prioritas untuk langkah-langkah mitigasi banjir guna mendukung pembangunan yang tangguh. Artikel ini dipublikasikan pada 2022 di jurnal Nature

SELENGKAPNYA

Update Progress Pendirian Sekretariat AIDHM oleh Indonesia

aidhm day1 1

aidhm day1 1

Bangkok, 6 September 2022, dr. Ina Agustina Isturini, MKM dari Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan mempresentasikan persiapan Indonesia sebagai Sekretariat AIDHM selama setahun ini pada forum Joint Meeting of Project Working Groups oleh ARCH Project yang dihadiri oleh ASEAN Secretary dan 10 negara anggota ASEAN.

SELENGKAPNYA

Table Top Exercise (TTX) Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit Online

TTX BANNER

TTX BANNERMelalui dokumen Hospital Disaster Plan (HDP), Rumah Sakit harus memahami bahwa dokumen HDP sebagai salah satu bentuk kesiapan rumah sakit untuk menghadapi bencana alam dan bencana non alam. Artinya dokumen yang disusun harus seoperasional mungkin sehingga saat bencana terjadi tidak mengganggu layanan rutin sehari – hari. Ketika RS menghadapi bencana tentunya banyak sektor dan lintas unit yang terlibat. Umumnya penyusunan dokumen HDP dikerjakan beberapa orang saja di rumah sakit sementara dokumen ini penting untuk diketahui seluruh staf RS. Setelah dokumen ini disosialisasikan kepada pihak internal maka dokumen disaster plan juga penting diuji keoperasionalannya, apakah dapat diimplementasikan, serta dipahami oleh semua petugas yang terlibat dalam struktur pengorganisasian. Salah satu cara yang dilakukan menguji keoperasionalan dokumen melalui Table Top Exercises (TTX). TTX dirancang untuk menguji kemampuan teoritis dan manajemen (berdasarkan dokumen) petugas rumah sakit untuk menanggapi situasi bencana yaitu bagaimana mereka memahami tugas dan fungsi mereka saat bencana. Kemudian meninjau dan mendiskusikan kembali tindakan apa saja yang perlu ditambahkan dalam dokumen.

KAK & REPORTASE  ||  MATERI

Gunung Semeru Tidak Pernah Berstatus Normal, Berikut Karakter Letusannya

KOMPAS.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan bahwa Gunung Semeru tidak pernah berstatus normal.

Koordinator Gunung Api PVMBG Oktory Prambada mengatakan, hal itu berkaitan dengan selalu tingginya aktivitas Gunung Semeru.

“Gunung ini (Semeru) tidak pernah mempunyai status Level I (Normal) karena selalu tinggi aktivitasnya,” ujar Oktory, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (6/12/2022).

Saat ini, lanjut dia, Gunung Semeru berada pada Level IV (Awas) yang merupakan tingkat tertinggi untuk aktivitas gunung api di Indonesia.

Karakter letusan Gunung Semeru

Ia menjelaskan, Gunung Semeru mempunyai karakter dengan eruption rate atau tingkat erupsi yang tinggi.

Instensitas erupsi Gunung Semeru bisa hampir setiap hari dengan rata-rata 10-30 kejadian dalam sehari.

Selain itu, Gunung Semeru juga mempunyai karakter letusan berupa awan panas guguran.

Awan panas guguran tersebut berasal dari penumpukan material di sekitar titik erupsi yang kemudian roboh.

“Untuk saat ini, (erupsi Gunung Semeru) terjadi beberapa jam sekali dengan tipe vulkanian dan strombolian,” tuturnya.

Erupsi Gunung Semeru

Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim).

Berdasarkan catatan PVMBG, Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Minggu (4/12/2022) pukul 02.46 WIB.

Gunung Semeru memuntahkan abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah tenggara dan selatan, setinggi kurang lebih 1,5 km di atas puncak.

Erupsi Gunung Semeru pada hari tersebut bertepatan dengan satu tahun bencana erupsi Semeru.

Sebagai gunung berapi aktif, Semeru memiliki catatan panjang sejarah erupsi yang terekam sejak 1818.

Letusan Gunung Semeru yang terekam pertama kali adalah pada 1818, tepatnya pada 8 November 1818.

Namun, rentang waktu 1818-1913, tidak banyak informasi yang terdokumentasikan.

Bupati Lumajang Minta Warga Waspada Banjir Lahar Dingin Usai Erupsi Gunung Semeru

TEMPO.CO, Lumajang – Bupati Lumajang Thoriqul Haq meminta masyarakat di sekitar daerah aliran sungai untuk mewaspadai banjir lahar dingin setelah erupsi Gunung Semeru.

“Hujan yang mengguyur kawasan Gunung Semeru menyebabkan banjir lahar dingin yang membawa material sisa erupsi,” kata Bupati Lumajang Selasa 6 Desember 2022.

Menurut dia erupsi Gunung Semeru yang disertai luncuran awan panas guguran (APG) sejauh 13 kilometer yang terjadi pada Minggu 4 Desember 2022 bisa menimbulkan sejumlah permasalahan. “Selain material yang menutupi sebagian besar wilayah Dusun Kajar Kuning, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, material yang terbawa lahar dingin juga mengalir ke arah Besuk Bang, wilayah Kecamatan Tempursari,” tuturnya.

Hal tersebut, kata dia, berbeda dengan kejadian erupsi pada tahun 2021 karena lahar dingin itu juga mengalir ke arah Kecamatan Tempursari, sehingga hal tersebut perlu diwaspadai karena belum pernah terjadi selama beberapa tahun terakhir.

“Lahar dingin ada yang mengarah ke Tempursari, kami mendapatkan kabar arah laharnya mengarah ke sana, tahun lalu tidak. Alirannya pecah jadi tiga, salah satunya Besuk bang, sehingga itu juga perlu diantisipasi,” katanya.

Thoriq menjelaskan bahwa material yang dimuntahkan Gunung Semeru pada 4 Desember 2022 juga berimbas pada bertambahnya material di jalur aliran lahar Gunung Semeru.

“Oleh karena itu, kami akan segera melakukan pembersihan dan normalisasi di titik yang dianggap penting untuk segera dibersihkan, salah satunya di jalan Dusun Kajar Kuning dan beberapa jembatan limpas yang sudah tertutup material lahar dingin,” ujarnya.

Ia mengatakan petugas akan segera bekerja pada Selasa ini, namun pihaknya juga akan mempertimbangkan keselamatan petugas karena material erupsi dan APG masih panas. “Kami mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan untuk tidak mendekat di area jalur lahar dingin, apalagi saat kondisi hujan deras mengguyur kawasan puncak,” katanya.

Gunung Semeru Meletus Pagi Ini, Ada 9 Letusan dan 5 Dentuman

LUMAJANG, KOMPAS.com – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi, Selasa (6/12/2022).

Erupsi terjadi pada pukul 05.02 WIB dengan mengeluarkan kolok abu setinggi 400 meter di atas puncak Semeru.

Pos Pantau Gunung Api Semeru di Gunung Sawur mencatat ada sembilan kali letusan selama periode pengamatan pada Selasa (6/12/2022) pukul 00.00-06.00 WIB.

Letusan itu mengeluarkan asap berwarna putih kelabu setinggi 300-500 meter di atas puncak mengarah ke barat laut, barat daya, utara, dan selatan.

Selain itu, petugas pos pantau juga mendengar lima kali suara dentuman yang berasal dari gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

Secara kegempaan, seismograf mendeteksi telah terjadi gempa letusan sebanyak 22 kali dengan amplitudo 10-23 mm.

Gempa guguran dengan amplitudo 3-12 mm terjadi lima kali dan gempa vulkanik dalam empat kali terjadi.

Untuk diketahui, gempa vulkanik bersumber dari bawah gunung api pada kedalaman 1-20 kilometer.

Penyebabnya adalah adanya magma yang naik ke permukaan dengan disertai rekahan-rekahan. 

Petugas Pos Pantau Gunung Api Semeru Mukdas Sofian mengatakan, sampai saat ini, status Gunung Semeru masih tetap di level IV (Awas).

Sofian mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 17 km dari puncak.

“Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 19 kilometer dari puncak,” tulis Sofian dalam laporan berkala PVMBG.

Adapun Bupati Lumajang menegaskan akan mengevakuasi masyarakat yang masih bersikeras bertahan di rumahnya, terutama masyarakat yang bertempat tinggal di pinggiran sungai aliran lahar.

“Semuanya harus pindah, harus dievakuasi, ini yang sedang jadi fokus kita sekarang,” tuturnya.

HARI RELAWAN INTERNASIONAL ke-37: DEKLARASI SIAP BERKOLABORASI & MENJADI BAGIAN DARI TENAGA CADANGAN KESEHATAN

hari relawan

Setiap 5 Desember diperingati sebagai hari relawan internasional oleh United Nations atau Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Peringatan tersebut dideklarasikan pada 1985, sehingga pada 2022 ini adalah peringatan hari relawan internasional sudah yang ke-37. Hari ini dibentuk untuk memperingati dan menghormati para sukarelawan di dunia yang merupakan salah satu mekanisme untuk transformasi sosial, lingkungan dan ekonomi. Gerakan ini juga salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran sosial untuk seluruh masyarakat di dunia, dimana menjadi relawan adalah memberi, berbagi, mendukung orang lain dan meningkatkan kepedulian. Namun demikian, meskipun tujuan peringatan Hari Relawan Internasional untuk meningkatkan kesadaran tentang dunia kerelawanan dan mengajak semua lapisan untuk terlibat langsung membantu daerah terdampak bencana, dan peringatan ini dibuat sebagai upaya mendorong pemerintah dan para relawan serta mengakui kontribusi relawan. Sudah saatnya, untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional, peringatan hari relawan tidak sekedar mengajak saja, tapi juga membangun sistim relawan yang berkelanjutan dan berkesinambungan sehingga sasaran pembangunan dan system Kesehatan itu sendiri dapat terwujud.

hari relawan

Dok. FK-KMK UGM: Deklarasi siap berkolaborasi dalam program tenaga cadangan Kesehatan oleh 110 instansi relawan yang diikuti oleh PKMK FK-KMK UGM secara daring.

Dalam pilar ketiga transformasi sistem ketahanan kesehatan yang diharapkan dapat membenahi ketahanan kesehatan di Indonesia, Kemenkes berkomitmen untuk memperkuat ketahanan tanggap darurat menggunakan jejaring nasional surveilans berbasis laboratorium, tenaga cadangan tanggap darurat, table top exercise kesiapsiagaan krisis. Program tenaga cadangan inilah yang menjadi topik utama dalam peringatan hari relawan internasional ke-37 di Bali. Tema tahun ini, yaitu “solidarity through volunteering” yang artinya solidaritas melalui kesukarelaan, secara menyeluruh tidak hanya diartikan membantu mereka yang terdampak bencana saja, namun juga mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku saat memberikan bantuan. Dengan deklarasi tenaga cadangan Kesehatan yang dilakukan di Ballroom Hotel Harris Hotel and Convention Denpasar Bali, pada 5 Desember 2022 jam 09.00 WITA, diharapkan relawan yang datang memberikan bantuan lebih teroganisir dan terkoordinasikan dengan baik. Dengan meregistrasikan diri dan instansinya terlebih dahulu baik di Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan melalui tautan https://tenagacadangankesehatan.kemkes.go.id/ , maupun secara ad-hoc di Pos Pengendali Operasi Kesehatan atau Klaster Kesehatan di Dinas Kesehatan provinsi/kabupaten/kota terdampak bencana yang difasilitasi BNPB secara online di https://sim-deskrelawanpb.bnpb.go.id/ maupun offline di pos koordinasi klaster Kesehatan. Kontribusi PKMK FK-KMK UGM sebagai bagian dari Pokja Bencana AHS & FK-KMK UGM adalah penetapan dr Bella Donna Tampubolon, M.Kes, Madelina Ariani, SKM., MPH., dan apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid., sebagai tim ahli. SK tim Tenaga Cadangan Kesehatan di tautan ini

hari relawan

Dok. FK-KMK UGM: Penyerahan secara simbolis dukungan para relawan Kesehatan yang hadir secara luring maupun daring terhadap program tenaga cadangan yang secara resmi diperkenalkan oleh Sekretaris Jendral Kemenkes RI oleh Dr. dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS selaku perwakilan relawan kepada Dr. Sumarjaya, SKM, MM, MFP, C.F.A selaku plt.Kepala Pusat Krisis.

Berikut kami sampaikan juga beberapa tautan untuk memperkaya wawasan kerelawanan, berupa playlist Pemberdayaan Kader dan Relawan dalam Darurat Krisis Kesehatan oleh Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI: https://www.youtube.com/watch?v=7ZxGgP6z080&list=PL1dRIXGAGACLkCMe0s8e40hNgCuLvLV8K dan beberapa tautan untuk berpartisipasi memperingati hari relawan internasional dengan twibbon di media sosial:

  • https://www.twibbonize.com/hari-relawan-internasional
  • https://www.twibbonize.com/harirelawan2022
  • https://www.twibbonize.com/selamatharirelawansedunia
  • https://www.twibbonize.com/rhcvolunteerday2021
  • https://www.twibbonize.com/volunteercampaignfilantroops
  • https://www.twibbonize.com/volunteerdays

Reportase oleh apt.Gde Yulian, M.Epid (Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK UGM)

Editing oleh Wiwid