Partisipasi Indonesia dalam Menanggapi Isu Pemanasan Global

Pemanasan global ditandai dengan meningkatnya suhu atmosfer, laut, dan daratan di bumi. Terjadinya pemanasan global akan menimbulkan serangkaian fenomena ekstrim di alam berupa perubahan cuaca dan iklim yang dapat menimbulkan ancaman bagi kelangsungan kehidupan. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki tingkat kerawanan iklim yang tinggi, sehingga sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim. Selain memiliki potensi besar untuk terkena dampak negatif perubahan iklim, Indonesia juga memiliki potensi besar untuk ambil bagian dalam mitigasi dan adaptasi dampak negatif perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar upaya yang telah dilakukan Indonesia untuk turut serta merespon isu pemanasan global. Penelitian ini menggunakan metode analisis DPSIR (Driving force, Pressure, State, Impact, and Response). Dengan analisis ini akan dipelajari apa yang menjadi pemicu isu pemanasan global, tekanan yang dihadapi, kondisi atau status lingkungan saat ini, dampak yang dirasakan, dan bagaimana upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk mengatasi permasalahan tersebut. Artikel ini dipublikasikan pada 2021 di Science and Environmental Journal for Postgraduate.

SELENGKAPNYA

Seluruh Indonesia Diprediksi Hujan, Delapan Provinsi Siaga Bencana Hidrometrologi

JAKARTA – Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa seluruh wilayah Indonesia akan diguyur hujan pada Senin (14/11/2022). Hal ini menyebabkan sebagian wilayah di delapan provinsi berstatus siaga bencana hidrometrologi.

Prakirawan BMKG, Cindy Indah Pratiwi menjelaskan, terjadi sirkulasi siklonik di wilayah barat hingga timur Indonesia, yang menimbulkan produksi awan-awan hujan.

“Sirkulasi siklonik terpantau di perairan barat Aceh, Samudra Hindia Barat Lampung, di laut Jawa, di Selat Makassar, di perairan Utara Papua dari Papua yang membentuk daerah pertemuan atau pelambatan kecepatan angin atau konvergensi yang memanjang di Laut Andaman hingga pesisir utara Aceh, di Kalimantan Selatan hingga pesisir utara Jawa, di laut Sulawesi hingga Selat Makassar, di Papua hingga Laut Arafuru bagian utara dan di perairan utara Papua,” kata Cindy membacakan prakiraan yang diunggah di Instagram BMKG @infobmkg, yang dikutip MNC Portal Minggu (13/11/2022).

Dari prakiraan cuaca berbasis dampak hujan lebat, Cindy menjelaskan bahwa telah ditetapkan status siaga bencana hidrometrologi pada hari Minggu (13/11) di sebagian wilayah Indonesia yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Cindy melanjutkan, status siaga bencana hidrometrologi juga telah ditetapkan pada tanggal 14 dan 15 November di sebagian wilayah di 8 provinsi di Indonesia.

“Selanjutnya untuk tanggal 14 dan 15 November 2022 status siaga potensi bencana hidrometrologi terdapat di sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur,” papar Prakirawan BMKG.  

Basuki Berbagi Pengalaman Tangani Bencana Air di Hadapan Delegasi G20

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian PUPR bersama the High-Level Experts and Leaders Panel (HELP) serta United Nations Department of Economic and Social Affairs (UNDESA) menyelenggarakan High Level Experts and Leaders Panel on Water and Disasters (HELP) Conference.

Tema yang diangkat adalah “Building Back Stronger from Impacts of COVID-19, Climate Change, and Disasters-Actions towards Quality Society”.

Kegiatan yang digelar pada Jumat (11/10/2022) di Conrad Hotel, Bali, merupakan salah satu G20 Special Event. Dalam rangka penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November 2022 mendatang.

Konferensi ini diselenggarakan untuk membahas strategi dan kebijakan dari para pemimpin dan delegasi G20 dari berbagai negara dalam upaya pemulihan ekonomi secara cepat serta efektif dari berbagai dampak pandemi COVID-19.

Kemudian yang dikaitkan dengan perubahan iklim, penanggulangan bencana serta upaya membangun dunia yang berkelanjutan, tangguh, dan inklusif.

“The G20 Special Event HELP membuka kesempatan untuk dialog kebijakan secara kolektif. Hal ini sekaligus mempromosikan langkah aksi nyata untuk mengatasi masalah air dan bencana,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam rilis pers.

Sebagai hasil dari G20 Special Event HELP ini adalah rumusan rekomendasi mengenai isu air dan bencana dalam format HELP Message kepada Presiden Joko Widodo dan Pemimpin Negara anggota G20.

Rumusan tersebut merupakan seruan kepada negara-negara di dunia agar menyadari urgensi penyelesaian isu tentang air dalam kehidupan dan mempersiapkan rencana aksi yang lebih kuat terhadap peningkatan resiko bencana.

Basuki juga berbagi pengalaman Indonesia dalam penanggulangan bencana di Indonesia.

Selain melalui pembangunan infrastruktur, juga melakukan kolaborasi lintas sektor dengan para pemangku kepentingan strategis.

Menurut dia, untuk menghadapi bencana terkait air yang dipicu oleh perubahan iklim, maka investasi infrastruktur air harus dirancang dengan baik dan ditingkatkan untuk kepentingan jangka panjang.

“Hal ini penting dalam rangka meningkatkan kapasitas pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim,” tandasnya.

Bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, dan Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR menerapkan teknologi prediksi curah hujan dan ketinggian air.

Serta, mengoptimalkan kapasitas intake dan menyediakan pintu tambahan pada spillway bendungan untuk memungkinkan strategi pelepasan. Tujuannya untuk mengendalikan puncak debit hujan.

Chair of HELP Han Seung-soo menyampaikan, tantangan besar yang dihadapi oleh para pemimpin G20 dan dunia adalah krisis pangan dan energi, perang dan konflik, COVID-19, keadaan ekonomi dan pasar yang tidak terkendali, serta perubahan iklim.

“Semuanya bersumber dari masalah air. Apabila kita bisa mengubah perilaku, kita dapat memitigasi dan mencegah bencana, membantu pemulihan ekonomi global pasca pandemi COVID-19,” jelasnya.

The G20 Special Event HELP juga menyinggung rencana penyelenggaraan 10th World Water Forum 2024 di Bali, di mana World Water Council (WWC) dan Pemerintah Indonesia menjadi co-organizer.

World Water Forum merupakan platform bagi para stakeholders di bidang air untuk dapat berkolaborasi dan membuat kemajuan jangka panjang dalam menghadapi tantangan air global.

Ketua World Water Council Loic Fauchon yang juga anggota HELP mengatakan, terdapat dua pesan utama yang dapat disampaikan kepada para pemimpin G20.

Pertama, isu air tidak dapat dilepaskan dari urusan politik. Kami berharap para pemimpin dunia akan mulai memprioritaskan air melalui berbagai kebijakan.

Kedua, pengelolaan air bertujuan untuk mengurangi dampak dari bencana air, seperti banjir, kekeringan dan polusi lingkungan.

“Oleh karena itu selama G20, WWC dan HELP telah memohon Presiden Joko Widodo untuk menjadi Water Messenger kepada para pemimpin G20,” tutup Loic.

The G20 Special Event HELP ini diketuai oleh Dr. Han Seung-soo selaku Mantan Perdana Menteri Republik Korea, serta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sebagai Wakil Ketua.

Pada sesi pertama, diskusi berfokus pada strategi pemulihan dampak COVID-19, perubahan iklim dan penanggulangan bencana terkait air.

Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Ibu Kota Nusantara (IKN), yang diharapkan menjadi model atau percontohan dari kota yang tahan bencana dan berkelanjutan di masa depan.

Tujuh Daerah di Lampung Rawan Bencana

Bandar Lampung (Lampost.co) — Berdasarkan hasil monitoring Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, setidaknya ada 7 kabupaten/kota yang masuk dalam daftar wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

Kepala BPBD Lampung, Rudy Sjahwal Sugianto mengatakan, daerah itu antara lain Lampung Barat, Pesisir Barat, Lampung Selatan, Lampung Timur, Pesawaran, Bandar Lampung, dan Tulangbawang.

“Seluruh wilayah Lampung berpotensi terjadi bencana banjir dan tanah longsor. Namun berdasarkan kajian risiko bencananya dibedakan menjadi dua kelas, yakni kelas risiko bencana tinggi dan sedang,” kata dia, Senin, 14 November 2022.

Untuk kelas tinggi risiko bencana, berdasarkan hasil monitoring ada di Way Kanan dan Tulangbawang Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat. Sementara 11 kabupaten/kota lainnya termasuk Bandar Lampung berada di kelas resiko sedang.

“Untuk wilayah rawan bencana tanah longsor tidak dapat dispesifikasikan. Berdasarkan kajian, wilayah itu tersebar di Lampung bagian barat, dan sebagian Lampung Tengah. Daerah-daerah dengan banyak lereng bukit itu pasti rawan longsor saat musim penghujan atau saat cuaca ekstrem seperti ini,” kata Rudy.

Untuk mengantisipasi bencana tersebut, BPBD Lampung menerapkan kesiapsiagaan bencana dengan membentuk tim gabungan. Tim itu ada di masing-masing kabupaten/kota se-provinsi Lampung.

“Tim gabungan itu dari Satpol-pp, Basarnas, TNI-Polri dan juga Palang Merah Indonesia (PMI),” kata Rudi.

Sementara itu berdasarkan website resmi Pemprov Lampung ada beberapa wilayah yang masuk dalam peta daerah rawan longsor.

Kabupaten Lampung Barat

Hampir seluruh wilayah Lampung Barat merupakan daerah rawan longsor. Beberapa titik yang paling tinggi tingkat kerawanan longsornya adalah

1. Kecamatan Balik Bukit sampai dengan Pesisir Barat (Jalur Lintas Barat Sumatera).

2. Kecamatan Sumber Jaya khususnya di Desa Sumbersari dan Tugu Sari

3. Kecamatan Suoh

Kabupaten Tanggamus

Beberapa kecamatan di Kabupaten Tanggamus yang paling tinggi tingkat kerawanan longsornya antara lain Kecamatan Kelumbayan, Cukuh Balak, Kotaagung Timur, Limau, Pematang Sawa, Semaka, Ulu Belu, dan Bandar Negeri Semoung.

Kecamatan lain yang memiliki risiko longsor yang cukup tinggi adalah Kecamatan Kotaagung, Air Naningan, Pulau Panggung, dan Sumberejo.

Kabupaten Pesisir Barat

Lokasi rawan longsor di kabupaten ini berada di sepanjang jalur lintas antara Krui–Liwa, dan sebagian Kecamatan Belimbing Bengkunat.

Kabupaten Pesawaran

Lokasi di Kabupaten Pesawaran yang paling rawan longsor berada di Kecamatan Padang Cermin.

Kabupaten Lampung Selatan

Kecamatan Bakauheni merupakan satu kecamatan yang paling rawan terjadi longsor di Lampung Selatan.

Kota Bogor Dilanda 7 Kejadian Bencana dalam Sehari

 REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat ada tujuh kejadian bencana alam yang melanda Kota Bogor pada Ahad (13/11/2022). Hal itu akibat Kota Bogor dilanda hujan deras dan angin kencang pada Ahad siang hingga sore.  

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas, menyebutkan kejadian bencana alam yang terjadi ialah tanah longsor, atap rumah terbawa angin, banjir lintasan, dan atap rumah ambruk. Dengan rincian tanah longsor di tiga titik, atap rumah terbawa angin satu titik, banjir lintasan dua titik, dan atap rumah ambruk satu titik.

“Jadi total kejadian Ahad (13/11) ada tujuh kejadian,” kata Theo dalam keterangannya, Senin (14/11/2022).

Theo mengatakan, ketiga kejadian tanah longsor terjadi di Kecamatan Bogor Tengah. Dengan satu titik di Kelurahan Paledang dan dua titik di Kelurahan Panaragan.

Lebih lanjut, Theo menjelaskan, peristiwa atap rumah terbawa angin terjadi di Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Dimana satu atap rumah terbawa angin akibat hujan dengan intensitas deras dan disertai angin kencang yang terjadi diwilayah tersebut. “Kejadian ini menyebabkan terbawanya atap bangunan rumah milik Ibu Mimi Kaesih. Atap rumah milik pihak terdampak ini terbawa angin kencang pada bagian ruang kamar tidur, ruang tengah dan ruang tempat menjahit,” ujarnya.

Sementara itu, kata dia, kejadian banjir lintasan terjadi di Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat serta di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal. “Terakhir ada satu atap rumah ambruk di Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat,” ujarnya.

Strategi BNPB Antisipasi Bencana Alam Saat KTT G20 Bali Berlangsung

Hal itu dilakukan Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto dengan meninjau aktivitas tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Minggu (13/11/2022). Peninjauan dimulai pada aktivitas monitoring prakiraan cuaca di wilayah Provinsi Bali.

“Hal ini menjadi informasi peringatan dini yang kami bagikan kepada BPBD kota/kabupaten di Provinsi Bali untuk selanjutnya personel dapat mengimplementasikan langkah-langkah kesiapsiagaan di lapangan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Made Rentin dalam keterangan tertulis, Senin (14/11/2022).

Kemudian, Kepala BNPB turut menyimak proses koordinasi melalui radio komunikasi digital antara tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Bali dengan BPBD kota/kabupaten setempat.

“Radio komunikasi digital membantu proses pemantauan, pelaporan data kejadian bencana serta kebutuhan di lapangan agar dukungan bantuan dari provinsi dapat disalurkan dengan cepat ketika teridentifikasi kejadian bencana,” ujar Made Rentin.

Kepala BNPB dan rombongan juga diperlihatkan monitoring data peringatan dini gempa bumi yang terintegrasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Aktivitas monitoring kami lakukan secara intens, terlebih dalam menyambut puncak perhelatan G20,” ucap Made Rentin.

“Kami pastikan keamanan dan antisipasi potensi bencana alam dengan turut mengerahkan personel serta peralatan pendukung pada area sekitar venue kegiatan di Nusa Dua,” kata Made menambahkan.

 

Perkuat Literasi Kebencanaan, BNPB Gelar Talkshow Budaya Sadar Bencana di Radio Majene

MAJENE – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Bidang Komunikasi Kebencanaan, Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan melakukan penguatan literasi, edukasi dan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat yang dikemas melalui Talkshow Radio Mammis 91.9 FM di Majene, Sulawesi Barat, Rabu (9/11).

Talkshow yang bertemakan ‘Resiliensi Berkelanjutan’ itu menghadirkan dua narasumber yakni Pranata Humas Ahli Madya Pusdatinkom BNPB Dra. Rita Rosita S dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Majene M. Ikhsan Welly. 

Dalam diskusi tersebut, Rita menyampaikan radio masih memiliki eksistensi hingga saat ini dalam penyampaian diseminasi informasi.

“Media radio memiliki eksistensi yang sampai saat ini masih dapat bertahan dan mampu bersaing dengan bertumbuhnya ragam media informasi yang lain serta mampu menjangkau lebih banyak masyarakat hingga ke penjuru daerah yang mungkin tidak dapat dicapai media lainnya,” ujar Rita.

Sementara itu, Welly sebagai Tokoh Masyarakat menceritakan bagaimana upaya penanggulangan bencana yang dialaminya. Diharapkan cerita baik penanggulangan bencana tersebut dapat diadopsi oleh para pendengar sebagai upaya kongkrit dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam kondisi darurat. 

Masyarakat juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dan menanyakan segala hal terkait kebencanaan melalui talkshow tersebut.

Disisi lain, pemilihan lokasi dalam kegiatan talkshow ini didasarkan pada hasil perhitungan Indeks Risiko Bencana Indonesia tahun 2021 yang menunjukan provinsi Sulawesi Barat menempati peringkat pertama dengan tingkat risiko paling tinggi. Sedangkan dalam tingkat Kabupaten/Kota, Majene masuk dalam peringkat dua dengan tingkat risiko tertinggi. Melihat kondisi ini, diperlukan penguatan literasi kebencanaan sehingga masyarakat khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan demi terwujudnya Resiliensi Berkelanjutan.

Sandiwara Radio

BNPB juga melakukan penguatan literasi dengan menyelenggarakan Budaya Sadar Bencana melalui Sandiwara Radio dengan judul “Ketika Alam Murka”.

Naskah sandiwara radio yang ditulis oleh Elsa Surya itu menceritakan kisah lika liku gejolak kehidupan yang tidak lepas dari filosofi amar ma’ruf nahi mungkar yakni perilaku kebaikan dan mencegah perilaku buruk.

Drama sebanyak 15 episode itu memiliki alur cerita dialog antar tokoh yang secara tidak langsung menjelaskan tentang bagaimana tanda-tanda fenomena alam yang dapat berpotensi bencana, baik bencana alam maupun covid 19. Pemutaran serial drama ini disiarkan melalui 41 Radio Kabupaten/Kota yang tersebar di Indonesia.

Penggunaan media radio sebagai corong diseminasi literasi kebencanaan dipilih mengingat radio memiliki segmen dan konsumen tersendiri di tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk sinergi antara BNPB, BPBD, media radio dan masyarakat ini sekaligus menjadi wujud implementasi dari optimalisasi unsur ‘pentaheliks’ dalam hal penanggulangan bencana.

Abdul Muhari, Ph.D. 

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB 

Terjadi Tujuh Bencana di Kota Bogor Akibat Hujan Deras Kemarin, Ini Titik Terparahnya

POJOKSATU.id, BOGOR – Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan tujuh kejadian bencana di Kota Bogor, Minggu (13/11/2022).

Tidak ada korban jiwa atau luka-luka dari bencana bencana di Kota Bogor ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Teofilo Patrocinio Freitas mengatakan bencana tersebut tersebar di beberapa kecamatan.

Bencana di Kota Bogor terdiri atas tanah longsor, banjir lintasan, atap rumah ambuk dan atap terbawa angin.

“Paling banyak tanah longsor 3 kejadian” kata Teo dalam keterangannya.

Tanah longsor terjadi di Kampung Kampung Manggis, Kampung Panaragan Kidul dan Kampung Keramat.

Lalu, ada dua banjir lintasan yang terjadi di Kampung Pahlawan dan Kampung Bulak Santri.

Selanjutnya, satu atap rumah warga terbawa angin di Kampung Pangkalan Batu, Kecamatan Bogor Barat. Di lokasi ini angin menyapu atap ruang tengah, kamar tidur dan ruang menjahit.

“Yang terdampak 2 KK dengan 6 jiwa,” ujar Teo.

Bencana di Kota Bogor terakhir, yakni atap rumah warga ambruk di Kampung Bubulak, Kecamatan Bogor Barat. “Jadi total kejadian hari ini tujuh kejadian,” kata Teo. (Ipe)

Kota Bogor Dilanda 7 Kejadian Bencana dalam Sehari

 REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat ada tujuh kejadian bencana alam yang melanda Kota Bogor pada Ahad (13/11/2022). Hal itu akibat Kota Bogor dilanda hujan deras dan angin kencang pada Ahad siang hingga sore. 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas, menyebutkan kejadian bencana alam yang terjadi ialah tanah longsor, atap rumah terbawa angin, banjir lintasan, dan atap rumah ambruk. Dengan rincian tanah longsor di tiga titik, atap rumah terbawa angin satu titik, banjir lintasan dua titik, dan atap rumah ambruk satu titik.

“Jadi total kejadian Ahad (13/11) ada tujuh kejadian,” kata Theo dalam keterangannya, Senin (14/11/2022).

Theo mengatakan, ketiga kejadian tanah longsor terjadi di Kecamatan Bogor Tengah. Dengan satu titik di Kelurahan Paledang dan dua titik di Kelurahan Panaragan.

Lebih lanjut, Theo menjelaskan, peristiwa atap rumah terbawa angin terjadi di Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Dimana satu atap rumah terbawa angin akibat hujan dengan intensitas deras dan disertai angin kencang yang terjadi diwilayah tersebut. “Kejadian ini menyebabkan terbawanya atap bangunan rumah milik Ibu Mimi Kaesih. Atap rumah milik pihak terdampak ini terbawa angin kencang pada bagian ruang kamar tidur, ruang tengah dan ruang tempat menjahit,” ujarnya.

Sementara itu, kata dia, kejadian banjir lintasan terjadi di Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat serta di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal. “Terakhir ada satu atap rumah ambruk di Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat,” ujarnya.

Antisipasi Potensi Bencana Alam, Kepala BNPB Tinjau Kesiapan BPBD Provinsi Bali Jelang KTT G20

DENPASAR – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto meninjau aktivitas tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali guna mengantisipasi potensi bencana alam jelang perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Presidensi G20 di Nusa Dua pada 15 hingga 16 November mendatang.

Peninjauan dimulai pada aktivitas monitoring prakiraan cuaca di wilayah Provinsi Bali.

“Hal ini menjadi informasi peringatan dini yang kami bagikan kepada BPBD kota/kabupaten di Provinsi Bali untuk selanjutnya personel dapat mengimplementasikan langkah-langkah kesiapsiagaan di lapangan,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Made Rentin di Kantor BPBD Provinsi Bali, Denpasar, Minggu (13/11).

Kemudian Kepala BNPB turut menyimak proses koordinasi melalui radio komunikasi digital antara tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Bali dengan BPBD kota/kabupaten setempat.

“Radio komunikasi digital membantu proses pemantauan, pelaporan data kejadian bencana serta kebutuhan di lapangan agar dukungan bantuan dari provinsi dapat disalurkan dengan cepat ketika teridentifikasi kejadian bencana” ungkap Made Rentin.

Kepala BNPB dan rombongan juga diperlihatkan monitoring data peringatan dini gempabumi yang terintegrasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Aktivitas monitoring kami lakukan secara intens, terlebih dalam menyambut puncak perhelatan G20,” tutur Made Rentin.

“Kami pastikan keamanan dan antisipasi potensi bencana alam dengan turut mengerahkan personel serta peralatan pendukung pada area sekitar venue kegiatan di Nusa Dua,” tambahnya.

Kepala BNPB kembali menegaskan strategi penanggulangan bencana, khususnya pada saat pra bencana.

“Perkuat kapasitas personel dan selalu cek kesiapan peralatan pendukung,” tegas Suharyanto.

“Kesiapan personel dan peralatan menjadi indikator kekuatan dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.

Suharyanto turut menekankan kegiatan patroli rutin untuk melihat dan memonitor kondisi lapangan sehingga upaya pencegahan dan mitigasi dapat dilakukan sebelum terjadi bencana.

“Lakukan patroli secara rutin dan terus waspada, khususnya dalam mengantisipasi potensi bencana yang disebabkan oleh faktor cuaca,” tegasnya.

BNPB bersama BPBD Provinsi Bali telah menyiapkan alat peringatan dini bencana alam berbasis jaringan GSM, radio digital untuk berkomunikasi, mobil serbaguna di Posko Pemantauan dan Pengendalian Protokol Kesehatan Penanganan COVID-19 G20 Indonesia yang terletak di Puja Mandala, Nusa Dua, Provinsi Bali. 

Kepala BNPB Kunjungi Posko PMK di Pelabuhan Benoa

Sebelumnya Kepala BNPB turut mengunjungi Posko Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Pelabuhan Benoa, Kabupaten Badung. Kepala BNPB kembali mengingatkan untuk segenap petugas posko untuk terus perketat pengawasan dan perkuat strategi penanganan PMK di Provinsi Bali.

“Bali sudah sangat baik dalam pengendalian PMK, tetap pertahankan Bali sebagai area zero reported case,” ujar Suharyanto yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Penanganan PMK Nasional.

Suharyanto menegaskan kembali upaya strategi penanganan PMK, khususnya biosecurity untuk tetap memastikan kandang hewan ternak steril dan bebas dari virus PMK.

“Cegah penularan dan terjangkitnya kembali hewan ternak melalui biosecurity secara ketat dan berkala, pastikan kandang selalu steril dan bebas dari virus PMK,” tegasnya.

BNPB mendukung kesuksesan puncak acara Presidensi G20 melalui berbagai upaya, meliputi antisipasi terjadinya bencana alam ketika kegiatan berlangsung, pengendalian kasus COVID-19 serta pencegahan penularan PMK sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Untuk Posko Pemantauan dan Pengendalian Protokol Kesehatan Penanganan COVID-19 G20 Indonesia terletak di dua lokasi, yaitu Puja Mandala dan Hotel Mercure Nusa Dua.

Sedangkan Posko biosecurity untuk pengendaian PMK terletak di Pelabuhan Gilimanuk, Padang Bai dan Benoa, Pelabuhan Ketapang, Lembar dan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Abdul Muhari, Ph.D.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB