Mengenal La Nina di Wonogiri dan Prosedur Mitigasi Pra-Bencana

Solopos.com, WONOGIRI—Baru-baru ini bencana longsor dan banjir menerpa beberapa daerah di Wonogiri. Dalam catatan Solopos.com satu pekan terakhir, sampai Rabu (29/12/2021), terdapat dua data tambahan longsor di dua kecamatan berbeda.

Satu di Kecamatan Karangtengah, Kamis (23/12/2021), dan terbaru yang diterima BPBD Wonogiri bertambah satu pada Selasa (29/12/2021), di Kecamatan Tirtomoyo. Taksiran kerugian tak hanya material, tapi juga berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, menjelaskan jalan rusak hingga mengakibatkan lalu lintas lumpuh menyebabkan kerugian ekonomi bagi pengguna jalan.

“Misalnya ketika ada pengguna jalan yang menggunakan jalan itu untuk mengantar bahan pokok harus memutarbalik kendaraannya, menyebabkan penambahan biaya yang dikeluarkan untuk menempuh jalan lain,” tutur Bambang.

Bambang menambahkan bencana yang disebut sebagai hidrometeorologi, disebabkan oleh fenomena La Nina yang turut hadir di Wonogiri. Berdasarkan informasi yang didapat Solopos.com dari Bambang dan berbagai sumber di internet, La Nina merupakan fenomena peningkatan curah hujan yang tak normal.

“Biasanya kalau curah hujan tinggi dan terjadi dalam kurun waktu satu jam atau lebih, dapat diprediksi akan hadir bencana,” kata Bambang.

Merujuk pada Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kabupaten Wonogiri Tahun 2018-2023, dalam materi dokumen tersebut, dijelaskan mitigasi yang dapat dilakukan pada prabencana.

Penjabaran dokumen tersebut, jika situasi tidak terjadi bencana hal yang sebaiknya dilakukan dan dipersiapkan antara lain sosialisasi pengenalan di masyarakat, pengenalan dan pemantauan risiko bencana. Kemudian identifikasi dan pengenalan secara pasti terhadap sumber bahaya atau ancaman bencana, dan pemaduan dalam perencanaan pembangunan di kawasan rawan bencana.

Namun jika situasi potensi terjadi bencana, hal yang bisa dilakukan adalah kesiapsiagaan yang dipegang erat oleh Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) dan petugas lain yang terkait.

Peringatan dini atas serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin ke masyarakat, dan mitigasi bencana yang untuk mengurangi risiko bencana, bisa dilakukan dengan membuat check dam, bendungan, tanggul, sungai, peraturan perundang-undangan, pelatihan, dan lain-lain.        

Kota Kupang Tetapkan Status Siaga Bencana Antisipasi Siklon Tropis

KUPANG, Kompas.com – Pemerintah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur menetapkan status siaga bencana alam dalam menghadapi badai siklon tropis yang diprediksi melanda dalam beberapa hari ke depan.

Siklon tropis dapat berdampak hujan lebat, angin kencang, hingga kenaikan gelombang. 

“Kota Kupang saat ini dalam status siaga bencana alam dalam menghadapi badai siklon tropis yang juga berdampak hingga ke wilayah Kota Kupang,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Maxi Jemy D Didok dilansir dari Antara, Sabtu (25/12/2021).

Jemy mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTT terkait antisipasi suspect siklon tropis, termasuk upaya-upaya penanggulangan apabila terjadi dampak ikutannya.

Dia mengatakan, penetapan status siaga bencana di Kota Kupang sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan BNPB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Jemy menjelaskan, BPBD Kota Kupang telah menyiapkan posko dan layanan call center 24 jam dalam mengikuti perkembangan kemungkinan terjadinya badai siklon tropis dalam beberapa hari ke depan.

Ia mengatakan, BPBD Kota Kupang akan selalu mengupdate data informasi dari BMKG yang langsung diteruskan ke para camat dan lurah untuk disampaikan kepada RT dan RW guna menangkal adanya hoaks yang beredar di masyarakat sehingga tidak ada kepanikan warga.

Dia mengimbau warga Kota Kupang tetap tenang dan selalu mengikuti berbagai informasi dari pemerintah terkait perkembangan cuaca yang terjadi saat ini.

“BPBD tentu juga mulai menyiagakan berbagai dukungan logistik dalam mengantisipasi apabila terjadi peristiwa bencana selama cuaca buruk melanda daerah ini,” kata Jemy.

Kota Kupang Tetapkan Status Siaga Bencana Antisipasi Siklon Tropis

KUPANG, Kompas.com – Pemerintah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur menetapkan status siaga bencana alam dalam menghadapi badai siklon tropis yang diprediksi melanda dalam beberapa hari ke depan.

Siklon tropis dapat berdampak hujan lebat, angin kencang, hingga kenaikan gelombang. 

“Kota Kupang saat ini dalam status siaga bencana alam dalam menghadapi badai siklon tropis yang juga berdampak hingga ke wilayah Kota Kupang,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Maxi Jemy D Didok dilansir dari Antara, Sabtu (25/12/2021).

Jemy mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTT terkait antisipasi suspect siklon tropis, termasuk upaya-upaya penanggulangan apabila terjadi dampak ikutannya.

Dia mengatakan, penetapan status siaga bencana di Kota Kupang sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan BNPB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Jemy menjelaskan, BPBD Kota Kupang telah menyiapkan posko dan layanan call center 24 jam dalam mengikuti perkembangan kemungkinan terjadinya badai siklon tropis dalam beberapa hari ke depan.

Ia mengatakan, BPBD Kota Kupang akan selalu mengupdate data informasi dari BMKG yang langsung diteruskan ke para camat dan lurah untuk disampaikan kepada RT dan RW guna menangkal adanya hoaks yang beredar di masyarakat sehingga tidak ada kepanikan warga.

Dia mengimbau warga Kota Kupang tetap tenang dan selalu mengikuti berbagai informasi dari pemerintah terkait perkembangan cuaca yang terjadi saat ini.

“BPBD tentu juga mulai menyiagakan berbagai dukungan logistik dalam mengantisipasi apabila terjadi peristiwa bencana selama cuaca buruk melanda daerah ini,” kata Jemy.

662 Orang Meninggal dan 95 Hilang Akibat Bencana Alam di Indonesia Sepanjang 2021

JAKARTA, iNews.id – BNPB mencatat ribuan bencana alam dalam kurun waktu 1 Januari-26 Desember 2021. Ratusan jiwa meninggal dunia dan puluhan jiwa hilang akibat bencana alam di Indonesia.

“Meninggal dunia 662 orang, menderita serta mengungsi 8.393.273 orang, hilang 95 orang, dan luka-luka 14.113 orang,” tulis infografis dalam akun Twitter @BNPB_Indonesia dikutip Senin (27/12/2021).

Ribuan bencana alam tercatat oleh BNPB. Adapun yang mendominasi yaitu bencana banjir yang melanda seluruh wilayah Indonesia.

 “Total bencana tahun 2021 sebanyak 3.034,” ujarnya.

Adapun rincian dari 3.034 bencana di antaranya gempa bumi 31, erupsi gunung 1, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 265, kekeringan 15, banjir 1.279, tanah longsor 621, cuaca ekstrem 779, dan gelombang pasang serta abrasi 43.

BNPB Mencatat 3.034 Bencana Alam Terjadi di 2021, Didominasi Banjir

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ribuan aktivitas bencana alam dalam kurun waktu 1 Januari-26 Desember 2021. Adapun yang mendominasi ialah bencana banjir yang melanda seluruh wilayah Indonesia.

“Total bencana tahun 2021 sebanyak 3.034,” tulis infografis dalam akun Twitter @BNPB_Indonesia dikutip, Senin (27/12/2021). Baca juga: MNC Peduli Kembali Bantu Korban Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Lombok Barat

Adapun rincian dari 3.034 bencana yakni gempa bumi 31, erupsi gunung 1, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 265, kekeringan 15, banjir 1.279, tanah longsor 621, cuaca ekstrem 779, dan gelombang pasang serta abrasi 43.

Kemudian dampak dari 3.034 bencana di Indonesia adalah meninggal dunia 662, menderita serta mengungsi 8.393.273, hilang 95, dan luka-luka 14.113.

Selain itu, bencana alam di Indonesia juga meluluhlantahkan bangunan dan fasilitas lainnya. 141.649 rumah rusak dengan rincian 19.117 rusak berat, 25.335 rusak sedang, 97.197 rusak ringan. Baca juga: Waspada Banjir dan Tanah Longsor saat Tahun Baru, BNPB Minta Warga dan Pemda Siaga

Sebanyak 3.687 fasilitas rusak dengan rincian 1.492 fasilitas pendidikan, 1.840 fasilitas peribadatan, 355 fasilitas kesehatan. “509 kantor rusak dan 438 jembatan rusak,” tambahnya.

Peringatan 17 Tahun Tsunami, Gubernur Aceh Minta Warga Siaga Bencana

Aceh – Gubernur Aceh Nova Iriansyah meminta masyarakat Tanah Rencong selalu siap siaga menghadapi bencana. Dia menyebut Aceh berada di depan patahan raksasa (megathrust) aktif.

Pernyataan itu disampaikan Nova dalam sambutannya pada peringatan 17 tahun tsunami melanda Aceh. Kegiatan dipusatkan di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Minggu (26/12/2021).

Peringatan tsunami dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Forkopimda Aceh, serta sejumlah masyarakat. Kegiatan digelar dengan peserta terbatas dan menerapkan protokol kesehatan.

Acara peringatan diisi dengan zikir, tausiah serta pemberian santunan ke anak yatim. Nova mengatakan peringatan terbatas dilakukan karena masih dalam situasi COVID-19.

“Kejadian tsunami 17 tahun lalu yang tidak kita sangka-sangka, telah membuka mata banyak pihak untuk terus mencari cara agar kita makin giat mengedukasi generasi penerus untuk bersiaga atas bencana yang mungkin timbul. Ikhtiar ini tak mungkin dilakukan hanya oleh Pemerintah Aceh saja,” kata Nova dalam sambutannya.

Menurutnya, hal terpenting dari peringatan 17 tahun tsunami itu adalah perlunya semua pihak memetik hikmah atas musibah yang telah berlalu. Nova meminta masyarakat selalu bersiap siaga atas risiko bencana yang mungkin terjadi.

“Selayaknya tetap kita simpan dalam kesadaran dan ingatan, bahwa negeri kita berada di Jalur Cincin Api dunia. Nanggroe Aceh yang bertuah ini, berada di depan sebuah megathrust (patahan raksasa) aktif, yang setiap saat dapat saja bergerak dan menimbulkan bencana,” kata Nova.

“Semoga kita kian mampu meyakinkan masyarakat, dan mengedukasi generasi muda, agar makin memahami makna ‘Siaga Bencana, Tangguh Bersama’,” tutur Nova.

Nova menjelaskan pada peringatan tersebut Nova mengajak semua pihak mengenang kembali peran masyarakat dari berbagai suku bangsa dan serta komunitas internasional dalam membatu Aceh. Dia menyebut sekitar 53 negara berkontribusi pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh setelah bencana.

“Kita yakin mereka paham, bahwa kita sangat berterima kasih dan senantiasa mengingat segala kebaikan mereka. Dan kita pun dengan tulus mendoakan agar mereka senantiasa dilindungi Allah dan menerima imbalan setimpal, sesuai amal dan perbuatannya,” ujar Nova.

sumber: detik.com

17 Tahun Tsunami Aceh, Mengingat Kembali Bencana di Ujung Banda

Jakarta, CNN Indonesia — Setiap 26 Desember Indonesia mengenang kembali bencana tsunami Aceh. Kini, 17 tahun telah berlalu sejak kejadian yang memakan korban jiwa dalam jumlah besar tersebut.

Tsunami Aceh pada 2004 masih menjadi pembahasan, mulai dari ketinggian gelombang air, gempa besar yang menjadi penanda, hingga total kerusakan dan korban jiwa.

Terjangan gelombang tsunami yang meluluhlantakkan sebagian wilayah pesisir Aceh, terjadi hanya dalam waktu 30 menit, dengan ketinggian hingga 30 meter dan kecepatan mencapai 100 meter per detik atau 360 kilometer per jam. Akibatnya, lebih dari 120 ribu orang meninggal dunia pada dalam bencana tersebut

Lebih dari 600 ribu orang harus mengungsi. Tercatat sekitar 139 ribu rumah rusak akibat bencana tersebut, 2.600 Km jalan rusak, dan 669 bangunan pemerintah dilaporkan rusak.

Total nilai kerugian ditaksir menyentuh angka US$4,5 miliar kala itu.

PBB menyatakan tsunami Aceh 2004 sebagai salah satu bencana kemanusiaan terbesar yang pernah terjadi. Komunitas internasional bergerak melakukan evakuasi dan pemulihan di provinsi Aceh.

Dengan demikian bencana ini membangun kesadaran pentingnya mitigasi bencana.

Peneliti BRIN, Wisyanto mengkaji lebih dalam bencana tersebut. Ia kemudian menuliskan dalam jurnal berjudul ‘Tsunami Aceh 2004 Sebagai Dasar Penataan Ruang Kota Meulaboh‘ beberapa waktu lalu.

Ia mengutip laporan USGS yang menjelaskan bahwa tsunami Aceh kala itu diawali dengan gempa tektonik pada 26 Desember 2004. Gempa terjadi pada pukul 07.59 WIB, berpusat di titik 3.316 derajat N, 95.854 derajat E dengan kekuatan 9,1 Mw.

Gempa tersebut memicu adanya gelombang tsunami yang masih diingat oleh sejumlah masyarakat sampai sekarang. Tak hanya dirasakan di Indonesia, gempa berkekuatan 9,1 Mw itu terasa hingga Sri Lanka, India, Bangladesh, Thailand, Maladewa, Malaysia, dan Somalia.

Gempa besar disebabkan adanya pergerakan lempeng bumi di bawah pulau Sumatera termasuk provinsi Aceh. Namun disebutkan ada tiga zona yang bisa menyebabkan gempa kuat di wilayah serambi Mekah itu.

Dalam jurnal yang berjudul ‘Melihat Potensi Gempabumi dan Tsunami Aceh‘ yang dipublikasikan pada 2017, disebutkan bahwa gempa bisa jadi karena adanya pertemuan lempeng Indo-Australia atau zona subduksi, zona patahan Sumatera, atau Investigator Fracture Zone (IFZ).

Gempa bumi di Aceh 17 tahun lalu yang mengakibatkan tsunami tersebut memiliki periode berulang, artinya gempa disertai tsunami bisa kembali terjadi di masa depan. Hal itu mengingatkan kembali agar terus memperhatikan sifat periode ulang gempa.

Usai 17 tahun berlalu, bencana tsunami masih dalam ingatan sejumlah warga Aceh. Pemerintah Aceh memperingati bencana tsunami di Pelataran Parkir Pelabuhan Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Minggu (26/12).

Dalam acara peringatan itu ada beberapa rangkaian acara, di antaranya doa bersama dan ziarah kubur para syuhada dan syahid dalam musibah tsunami, dikutip Antara.

Table Top Exercise (TTX) Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan

logo caritas

logo caritas

Table Top Exercise (TTX) Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan

(Dinkes Kota Palu, Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe)

November 2021

 

{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”red”}

 

Pengantar

PKMK FK – KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan di Sulawesi Tengah. Pengembangan dokumen perencanaan penanggulangan bencana di tingkat puskesmas (Puskesmas Disaster Plan) masih sangat jarang dilakukan. Pada Maret 2021, lalu Dinkes Kota Palu, Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota, Puskesmas Tompe, Puskesmas Sangurara sudah menyusun dokumen disaster plan yang telah berproses selama 8 bulan untuk penyelesaian dokumen disaster plan. Penyusunan dokumen disaster plan ini didampingi oleh fasilitator lokal Sulawesi Tengah dan Tim dari PKMK FK – KMK UGM. Melalui dokumen ini dinas kesehatan, rumah sakit serta puskesmas harus memahami bahwa dokumen Disaster Plan adalah salah satu bentuk kesiapan untuk menghadapi bencana alam dan bencana non alam. Artinya dokumen yang disusun harus seoperasional mungkin sehingga saat bencana terjadi tidak mengganggu layanan rutin sehari – hari.

Dalam penanganan bencana dan krisis kesehatan tentunya banyak sektor dan lintas program yang terlibat artinya dokumen ini penting untuk disosialisasikan kepada pihak internal dan eksternal. Setelah dokumen ini disosialisasikan kepada pihak internal maka dokumen disaster plan penting diuji keoperasionalannya, apakah dapat diimplementasikan, serta dipahami oleh semua petugas yang terlibat dalam struktur pengorganisasian. Salah satu cara yang dilakukan menguji keoperasionalan dokumen melalui Table Top Exercises (TTX). Kegiatan table top exercise membutuhkan persiapan yang matang seperti pemahaman terhadap dokumen yang akan diuji coba, penyusunan skenario, dan penyusunan pemain. Pada tahap persiapan TTX, PKMK FK-KMK UGM akan mengundang dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, BPBD, dinas sosial, dan sektor lainnya untuk berdiskusi hal-hal yang perlu dipersiapkan pada kegiatan table top exercise. TTX ini dirancang untuk menguji kemampuan teoritis dan manajemen (berdasarkan dokumen) petugas dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas, serta lintas sektor untuk menanggapi situasi bencana yaitu bagaimana mereka memahami tugas dan fungsi mereka saat bencana. Kemudian meninjau dan mendiskusikan kembali tindakan apa saja yang perlu ditambahkan dalam dokumen.

Tujuan

  1. Menguji dokumen disaster plan apakah sudah operasional dan sesuai dengan kapasitas daerah.
  2. Menguji kemampuan teoritis dan manajemen (berdasarkan dokumen) personel dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas dalam memahami tugas dan fungsi mereka saat bencana.
  3. Meninjau dan mendiskusikan kembali tindakan apa saja yang perlu ditambahkan dalam dokumen.
  4. Merevisi dan finalisasi dokumen disaster plan.

Proses Kegiatan

Berikut rangkaian kegiatan TTX mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan TTX hinga evaluasi

  1. Persiapan TTX (online dan onsite) : menyusun skenario dan menentukan pemain
    1. Persiapan TTX secara daring sebanyak 2 kali pertemuan untuk mematangkan skenario dan menentukan pemain TTX. Dinkes Kota Palu, Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota, Puskesmas Tompe, Puskesmas Sangurara akan bergabung dalam tahap persiapan serta intitusi lintas sektor juga akan diundang mengikuti pertemuan ini.
    2. Persiapan TTX secara onsite (langsung) dilakukan sebanyak 1 kali. Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe bergabung di satu tempat. Dinkes Kota Palu, Puskesmas Sangurara serta Rumah Sakit di Kota Palu yang pernah mendapatkan pelatihan review Hospital Disaster Plan juga bergabung di saatu tempat. Peserta undangan lintas sektor yang mengikuti secara online diundang kembali untuk hadir dalam persiapan secara onsite.
  2. Pelaksanaan TTX terbagi menjadi 2 tempat yaitu :
    1. TTX Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe.
      Pelaksanaan TTX dokumen disaster plan Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe digabungkan di satu tempat. RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe datang ke Dinkes Kab. Donggala untuk pelaksanaan TTX. TTX akan dilaksanakan selama 1 hari penuh dan lintas sektor terkait seperti BPBD, KKP, Dinsos, Bidokkes dan sebagainya akan diundang turut hadir.
    2. TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara
      TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara akan digabungkan di satu tempat. Puskesmas Sangurara akan mendatangi Dinkes Kota Palu. TTX akan dilaksanakan selama 1 hari penuh dan lintas sektor terkait seperti BPBD, KKP, Dinsos, Bidokkes dan sebagainya akan diundang turut hadir. Rumah Sakit di Kota Palu yang pernah mendapatkan pelatihan review Hospital Disaster Plan juga akan dilibatkan dalam TTX.
  3. Evaluasi TTX
    Evaluasi TTX ini bertujuan untuk meninjau dan mendiskusikan kembali tindakan apa saja yang perlu ditambahkan dalam dokumen. Khusus kabupaten Donggala, Evaluasi akan dilakukan dimasing-masing instansi yaitu di Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe. Sementara evaluasi Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara akan digabungkan di satu tempat.

Peserta Kegiatan

I. Persiapan TTX

  1. Persiapan TTX online
    – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah
    – UPTP2KT Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah
    – Fasilitator Lokal disaster plan Sulawesi Tengah
    – Dinas Kesehatan Kota Palu
    – Dinas Kesehatan Kab. Donggala
    – RSUD Kabelota
    – RS di Kota Palu
    – Puskesmas Tompe
    – Puskesmas Sangurara
    – DVI Bidokkes Kota Palu
    – DVI Bodokkes Kab Donggala
    – BPBD Provinsi Sulawesi Tengah
    – BPBD Kota Palu
    – BPBD Kab. Donggala
    – KKP Kota Palu
    – KKP Kab. Donggala
    – Jejaring Universitas : FK Universitas Tadulako, FKM Universitas Tadulako, FK Universitas Alkhaeraat
  2. Persiapan TTX onsite (langsung)
Persiapan TTX Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe

Persiapan TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara

– Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

– UPTP2KT Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

– Fasilitator Lokal disaster plan Sulawesi Tengah

– Dinas Kesehatan Kab. Donggala

– RSUD Kabelota

– Puskesmas Tompe

– DVI Bodokkes Kab Donggala

– BPBD Provinsi Sulawesi Tengah

– BPBD Kab. Donggala

– KKP Kab. Donggala

– Jejaring Universitas : FK Universitas Tadulako, FKM Universitas Tadulako, FK Universitas Alkhaeraat

– Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

– UPTP2KT Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

– Fasilitator Lokal disaster plan Sulawesi Tengah

– Dinas Kesehatan Kota Palu

– RS di Kota Palu : RSUD Undata, RSU Sis Aljufri, RS Bhayangkara, RSU Universitas Tadulako, RS Anutapura, RS Woodward dan RS Budi Agung

– Puskesmas Sangurara

– DVI Bidokkes Kota Palu

– BPBD Kota Palu

– KKP Kota Palu

– Jejaring Universitas : FK Universitas Tadulako, FKM Universitas Tadulako, FK Universitas Alkhaeraat

 

II. Pelaksanaan TTX

TTX Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe

TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara

– Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

– UPTP2KT Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

– Fasilitator Lokal disaster plan Sulawesi Tengah

– Dinas Kesehatan Kab. Donggala

– RSUD Kabelota

– Puskesmas Tompe

– DVI Bodokkes Kab Donggala

– BPBD Provinsi Sulawesi Tengah

– BPBD Kab. Donggala

– KKP Kab. Donggala

– Jejaring Universitas : FK Universitas Tadulako, FKM Universitas Tadulako, FK Universitas Alkhaeraat

– Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

– UPTP2KT Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

– Fasilitator Lokal disaster plan Sulawesi Tengah

– Dinas Kesehatan Kota Palu

– RS di Kota Palu : RSUD Undata, RSU Sis Aljufri, RS Bhayangkara, RSU Universitas Tadulako, RS Anutapura, RS Woodward dan RS Budi Agung

– Puskesmas Sangurara

– DVI Bidokkes Kota Palu

– BPBD Kota Palu

– KKP Kota Palu

– Jejaring Universitas : FK Universitas Tadulako, FKM Universitas Tadulako, FK Universitas Alkhaeraat

 

III. Evaluasi

– Fasilitator Lokal disaster plan Sulawesi Tengah
– Dinas Kesehatan Kota Palu, Puskesmas Sangurara (digabung di 1 tempat)
– Dinas Kesehatan Kab. Donggala
– RSUD Kabelota
– Puskesmas Tompe

 

Waktu Pelaksanaan

I. Persiapan TTX

Persiapan TTX secara online
Pertemuan 1
Hari/Tanggal : Rabu, 10 November 2021
Pukul : 14.00 – 15.30 WITA
Link Zoom :
Meeting ID: 810 9782 3514
Passcode: 395074
Pertemuan 2
Hari/Tanggal : Jumat, 12 November 2021
Pukul : 14.00 – 15.30 WITA
Link Zoom :
Meeting ID: 810 9782 3514
Passcode: 395074

Persiapan TTX secara onsite (langsung)
Persiapan TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara
Hari/Tanggal : Senin, 15 November 2021
Pukul : 09.00 – 11.00 WITA
Tempat : Aula FK Untad

Persiapan
TTX Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe
Hari/Tanggal : Selasa, 16 November 2021
Pukul : 09.00 – 11.00 WITA
Tempat : Aula Dinkes Kab. Donggala

II. Pelaksanaan TTX

TTX Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe
Hari/Tanggal : Rabu, 17 November 2021
Pukul : 08.00 – 15.00 WITA
Tempat : Aula Dinkes Kab. Donggala 

TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara
Hari/Tanggal : Kamis, 18 November 2021
Pukul : 08.00 – 15.00 WITA
Tempat : Aula FK Untad

 III. Evaluasi

Dinas Kesehatan Kota Palu, Puskesmas Sangurara (digabung di 1 tempat)

Hari/Tanggal :Jumat, 19 November 2021
Pukul :09.00 – 12.00 WITA
Tempat : Aula Dinkes FK Untad

Dinas Kesehatan Kab. Donggala (mandiri)

Puskesmas Tompe
Hari/Tanggal : Rabu, 24 November 2021
Pukul : 09.00 – 12.00 WITA
Tempat : Aula Puskesmas Tompe

RSUD Kabelota
Hari/Tanggal : Rabu, 24 November 2021
Pukul : 09.00 – 12.00 WITA
Tempat : Aula RSUD Kabelota

 

Rundown Kegiatan

Waktu Kegiatan/Materi Narasumber/Fasilitator/Peserta

Persiapan TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara

Hari/Tanggal : Senin, 15 November 2021

09.00 – 09.10 Pengantar dan Pembukaan PKMK FK-KMK UGM
09.10 – 09.20 Pemaparan skenario PKMK FK-KMK UGM
09.20 – 10.50 Diskusi

Fasilitator :

– Sutono, S.Kp, M.Sc,

M.Kep

– apt.Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

10.50 – 11.00 Rencana Tindak Lanjut  

Persiapan TTX Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe

Hari/Tanggal : Selasa, 16 November 2021

09.00 – 09.10 Pengantar dan Pembukaan PKMK FK-KMK UGM
09.10 – 09.20 Pemaparan skenario PKMK FK-KMK UGM
09.20 – 10.50 Diskusi

Fasilitator :

– Sutono, S.Kp, M.Sc,

M.Kep

– apt.Gde Yulian Yogadhita, M.Epid

10.50 – 11.00 Rencana Tindak Lanjut  

TTX Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe

Hari/Tanggal : Rabu, 17 November 2021

08.00 – 08.10 Pengantar dan Pembukaan

PKMK FK-KMK UGM

Dinkes Kab. Donggala

08.10 – 08.20 Pemaparan skenario PKMK FK-KMK UGM

08.20 – 09.20

09.20 – 10.20

10.20 – 11.20

11.20 – 12.20

 

 

Pelaksanaan TTX :

  • Hari 1- 2 kejadian respon awal kejadian sesuai dengan bencana
  • Hari 2-3 kejadian Klaster kesehatan sudah mulai diaktifkan dan relawan sudah banyak yang datang
  • Hari 4 kejadian terdapat 2 kasus positif COVID-19 di pos pengungsian
  • Hari 5-6 kejadian Bantuan logistik menumpuk di Dinas Kesehatan

Evaluator :

  • Sutono, S.Kp, M.Sc, M.Kep
  • Madelina Ariani, SKM, MPH

 

Observer (Fasilitator Lokal)

  • Warihan Unok, S.Kep.Ns. M.Kep

 

 

 

12.20 – 13.00 ISHOMA

13.00 – 14.00

14.40 – 14.45

Pelaksanaan TTX (lanjutan)

  • Hari 7-14 kejadian mulai terdapat 5 penyakit besar yang dialami masyarakat pengungsi
  • Hari 15 kejadian (sudah memasuki masa transisi darurat)
14.45 – 15.00 Rencana Tindak Lanjut dan Penutup  

TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara

Hari/Tanggal : Kamis, 18 November 2021

08.00 – 08.10 Pengantar dan Pembukaan

PKMK FK-KMK UGM

Dinkes Kab. Donggala

08.10 – 08.20 Pemaparan skenario PKMK FK-KMK UGM

08.20 – 09.20

09.20 – 10.20

10.20 – 11.20

11.20 – 12.20

 

 

Pelaksanaan TTX :

  • Hari 1- 2 kejadian respon awal kejadian sesuai dengan bencana
  • Hari 2-3 kejadian Klaster kesehatan sudah mulai diaktifkan dan relawan sudah banyak yang datang
  • Hari 4 kejadian terdapat 2 kasus positif COVID-19 di pos pengungsian

Hari 5-6 kejadian Bantuan logistik menumpuk di Dinas Kesehatan

Evaluator :

  • Sutono, S.Kp, M.Sc, M.Kep
  • Madelina Ariani, SKM, MPH

 

Observer (Fasilitator Lokal)

  • Warihan Unok, S.Kep.Ns. M.Kep

 

12.20 – 13.00 ISHOMA  

13.00 – 14.00

14.40 – 14.45

Pelaksanaan TTX (lanjutan)

  • Hari 7-14 kejadian mulai terdapat 5 penyakit besar yang dialami masyarakat pengungsi

Hari 15 kejadian (sudah memasuki masa transisi darurat)

 
14.45 – 15.00 Rencana Tindak Lanjut dan Penutup  

Evaluasi dan Revisi Dokumen Dinas Kesehatan Kota Palu, Puskesmas Sangurara

Hari/Tanggal : Jumat, 19 November 2021

09.00 – 11.00 Revisi Dokumen Fasilitator :

  • Sutono, S.Kp, M.Sc, M.Kep
  • Happy R Pangaribuan

Evaluasi Dokumen RSUD Kabelota

Hari/Tanggal : Rabu, 24 November 2021

09.00 – 11.00 Revisi Dokumen Fasilitator :

  • Bella Donna, M.Kes
  • Happy R Pangaribuan

Evaluasi Dokumen Puskesmas Tompe

Hari/Tanggal : Rabu, 24 November 2021

09.00 – 11.00 Revisi Dokumen

Fasilitator :

Madelina Ariani, MPH

Penutup

Demikian kerangka acuan table top exercise dokumen perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan Dinkes Kota Palu, Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota, Puskesmas Tompe, Puskesmas Sangurara . Harapannya, kegiatan ini bermanfaat dalam peningkatan sistem manajemen penanggulangan bencana sektor kesehatan.

{tab title=”Reportase” class=”red”}

 Rangkaian kegiatan TTX mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan TTX hinga evaluasi. TTX ini dirancang untuk menguji kemampuan teoritis dan manajemen (berdasarkan dokumen) petugas dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas, serta lintas sektor untuk menanggapi situasi bencana yaitu bagaimana mereka memahami tugas dan fungsi mereka saat bencana. Kemudian meninjau dan mendiskusikan kembali tindakan apa saja yang perlu ditambahkan dalam dokumen.

{slider Persiapan TTX (online dan onsite)}

ttx palu 1

Persiapan TTX secara daring dilaksanakan pada Rabu 10 November 2021 dengan jumlah peserta 20 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk mematangkan skenario dan menentukan pemain TTX. Dinkes Kota Palu, Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota, Puskesmas Tompe, Puskesmas Sangurara akan bergabung dalam tahap persiapan serta intitusi lintas sektor juga akan diundang mengikuti pertemuan ini. Skenario yang disiapkan adalah gempa di tengah pandemi COVID-19. Peserta setuju dengan skenario adanya penambahan COVID-19 dan lebih baik jumlah kasus disebutkan dalam skenario. Peserta TTX adalah tim yang tertulis dalam dokumen, jika tidak memungkinan hadir diharapkan stand by karena sewaktu – waktu akan ditelepon. Pada kasus Kota Palu bisa ditambahkan di skenario bagaimana Dinkes memanggil/koordinasi dengan Puskesmas Pantoloan. KKP Kota Palu memiliki renkon pintu masuk untuk karantina COVID-19. Ini di skenario kita tekankan untuk masuknya relawan. Bagaimana peran dari lintas sectoral dan bagaimana koordinasinya perlu juga diujicoba pada TTX.

ttx palu 2

Dok. PKMK FK – KMK UGM “Persiapan TTX untuk Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara”

Persiapan TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara secara langsung dilaksanakan Senin, 15 November 2021 dengan jumlah peserta 45 di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Pada pertemuan ini hadir juga dari KKP Kota Palu dan Fasilitator lokal disaster plan. Peserta bersama dengan tim PKMK FK – KMK UGM mematangkan dan mendetailkan skenario serta gambaran besar yang akan ditanyakan pada kegiatan TTX. Disepakati skenario yang digunakan adalah gempa tanggal 28 september 20XX hari jumat pukul 19.21 WITA. Gempa terjadi di tengah pademi COVID-19. Terdapat 2 kasus positif di pos pengungsian dekat Puskesmas Pantoloan. Puskesmas Sangurara terdampak dan tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan sama sekali (rusak berat). Puskesmas Pantoloan terdampak tetapi tetap dapat memberikan pelayanan kesehatan (rusak ringan).

ttx palu 3

Dok. PKMK FK – KMK UGM “Diskusi Skenario”

Persiapan TTX Dinkes Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe secara langsung dilaksanakan Selasa, 16 November 2021 dengan jumlah peserta 55 di Aula Dinkes Kabupaten Donggala. Disepakati skenario pada 17 November pukul 20.00 WITA tahun 20XX terjadi banjir bandang di tengah pandemi COVID-19. Rumah Sakit Kabelota terdampak parah, terutama ruang perawatan semuanya terendam dan 100 Bed harus segera dievakuasi. Terdapat 6 puskesmas yang dimobilisasi Dinkes Kab. Donggala untuk membantu pelayanan, salah satunya Puskesmas Tompe.

Video Kegiatan

Reportase : Happy R Pangaribuan

 

{slider Table Top Exercises (TTX) Dokumen Disaster Plan}

ttx tompe 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Pelaksanaan TTX”

Pelaksanaan TTX dokumen disaster plan Kab. Donggala, RSUD Kabelota dan Puskesmas Tompe pada Rabu, 17 November 2021 dilaksanakan di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala dengan jumlah peserta 55 orang. Seperti yang sudah disepakati sebelumnya, skenario yang digunakan untuk menguji operasional dokumen disaster plan adalah bencana banjir di tengah pandemi. Pertanyaan pertama yang diajukan oleh evaluator adalah apa yang harus dilakukan tim bencana sebagai respon awal kejadian? Masing – masing bidang Dinkes Kabupaten Donggala merespon dengan melakukan penilaian awal, mengidentifikasi kelompok rentan dan mulai memetakan kebutuhan dasar penanganan bencana. RSUD Kabelota melalui satpam beserta dokter yang sedang bertugas pada saat segera melakukan evakuasi pasien ke IGD, ketua penanganan bencana sementara dipegang dokter jaga saat itu. Sementara Puskesmas Tompe sebagai puskesmas yang tidak terdampak namun memiliki kapasitas tim bencana untuk ditugaskan mulai mengumpulkan data dan informasi terkait kejadian awal bencana termasuk logistik.

ttx tompe 2

Dok PKMK FK – KMK UGM “Tim Puskesmas Tompe (kiri) dan RSUD Kabelota (kanan)

Pertanyaan selanjutnya adalah klaster kesehatan sudah mulai diaktifkan dan relawan sudah banyak yang datang, begitu juga bantuan logistik sudah mulai menumpuk, hal apa saja yang disiapkan oleh dinkes, RS dan puskesmas. Puskesmas Tompe sebagai relawan lokal yang siap ditugaskan akan registrasi ke Dinkes Kab. Donggala dan ketika ditugaskan akan membangun komunikasi dengan relawan yang sedang ditugaskan ditempat yang sama. Sementara RSUD Kabelota menyampaikan terkait dengan relawan yang akan ditugaskan di RS, tetap dijalankan sesuai dengan SOP, harus di skrining terlebih dahulu karena masih pandemi. Pertanyaan selanjutnya bagaimana memasuki masa transisi dan ketika masa tanggap darurat sudah berakhir. RSUD Kabelota dan Puskesma Tompe dari hasil evaluator menyampaikan bahwa peserta sudah memahami apa yang ditulis dalam dokumen. Ada beberapa catatan tambahan untuk dilengkapi pada saat evaluasi dan revisi dokumen. Khusus untuk Dinkes Kabupaten Donggala, pemahaman terkait dnegan dokumen ini masih perlu disosialisasikan kembali ke staf internal dan didorong supaya peserta tetap commit untuk perbaikan dokumen.

Video Kegiatan

Reportase : Happy R Pangaribuan

Div. Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

 

{slider Table Top Exercises (TTX) Dokumen Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara}

ttx sangurara 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Pelaksanaan TTX”

TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara dilaksanakan di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako pada Kamis, 18 November 2021 dengan jumlah peserta 45 orang. Skenario yang digunakan untuk menguji operasional dokumen disaster plan adalah gempa di tengah pandemi. Pertanyaan bahan evaluator dimulai dari respon awal bencana seperti apa, manajemen relawan dan logistik, manajemen penanganan COVID-19 di pengungsian, saat memasuki masa transisi dan sampai deaktivasi tim bencana. Pada awal kejadian gempa semua staf Dinkes Kota Palu yang bisa langsung berkumpul di Dinkes (aula depan kantor dinas) sesegera mungkin, kemudian langsung mengadakan rapat dadakan untuk koordinasi. Jika komandan bencana tidak berada di tempat maka komando sementara dipegang oleh sekretaris. Sementara Puskesmas Sangurara akan menyelamatkan korban bencana yang datang ke puskesmas sembari mengaktifkan tim bencana. Selanjutnya ketika memasuki hari-3 pasca gempa dan sistem komando sudah aktif maka masing – masing bidang di Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Aangurara melaksanakan peran dan fungsinya masing – masing. Tentu ini berdasarkan yang tercatat dengan memperhatikan SOP dan alur yang sudah disusun.

ttx sangurara 2

Dok. PKMK FK – KMK UGM “Penjelasan dari Peserta Puskesmas Sangurara”

Dinkes Kota Palu menerima registrasi relawan dan mendistribusikan relawan ke puskesmas terdampak dan pos pengungsian. Seluruh sistem pelaporan akan berpusat di Dinkes Kota Palu. Jika banyak jenazah diantarkan ke puskesmas maka puskesmas akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait dengan evakuasi korban dan meminta bantuan KKP untuk pengurusan jenazah. Khusus untuk kasus COVID-19 di pos pengungsian, puskesmas akan segera melakukan pemeriksaan pada korban yang diduga, melaporkan ke surveilans dinkes dan jika positif akan dirujuk pasien COVID-19 ke RS Madani. Untuk menghindari penumpukan bantuan logistik, Dinkes Kota Palu mengecek logistik yang ada apakah layak didistribusikan, obat yang layak disimpan di gudang dan didistribusikna ke puskesmas dan pos pengungsian yang membutuhkan. Setelah peserta menjawab pertanyaan evaluasi, seluruh jawaban akan di cross check apakah sudah tertulis dalam dokumen disaster plan Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara atau belum. Jika belum tertulis, menjadi catatan dinkes dan puskesmas untuk evaluasi dan revisi dokumen. Secara keseluruhan peserta Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara sudah memahami isi dokumen dan dokumen sudah operasional untuk dijalankan jika terjadi bencana.

Video Kegiatan

Reportase : Happy R Pangaribuan

Div. Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{slider Evaluasi TTX dan Revisi Dokumen}

 ttx h3

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Evaluasi dan revisi dokumen RSUD Kabelota (kiri) dan Dinkes Kota Palu (kanan)

Evaluasi TTX Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara terlaksana Jumat, 19 November 2021 dengan jumlah peserta 45 orang. Evaluasi RSUD Kabelota terlaksana Rabu, 24 November 2021 dengan jumlah peserta 20 orang. EValuasi Puskesmas Tompe terlaksana Rabu, 24 November dengan jumlah peserta 25 orang. Evaluasi TTX ini bertujuan untuk meninjau dan mendiskusikan kembali tindakan apa saja yang perlu ditambahkan dalam dokumen. Dinkes Kab. Donggala memilih melakukan evaluasi secara mandiri karena kesibukan program di Dinas Kesehatan. Sementara evaluasi RSUD Kabelota, Puskesmas Tompe, Dinkes Kota Palu dan Puskesmas Sangurara didampingi langsung oleh PKMK FK-KMK UGM dan fasilitator lokal. Beberapa tambahan untuk RSUD Kabelota setelah melakukan evaluasi adalah SOP Evakuasi Pasien, penambahan Bab Rencana Tindak Lanjut, dan fasilitas penempatan keluarga korban sementara komposisi tim lapangan (memperhatikan standard EMT tipe 1). Dinkes Kota Palu diantaranya menambahkan form BAST, mendetailkan kembali SOP titik kumpul awal setelah mendengar ada bencana, dan tentang komunikasi alternatif. Puskesmas Sangurara diantaranya menambahkan SOP terkait pelaporan data kesehatan, SOP hasil Swab Antigen relawan yang hendak jika dalam kondisi pandemic. Puskesmas Tompe menambahkan SOP penugasan tim bencana membantu bencana eksternal puskesmas (misalnya ketika bertugas membantu puskesmas lain yang terdampak bencana).
Dari hasil evaluasi ini, tim langsung revisi dokumen dan dikirimkan kembali kepada PKMK FK-KMK UGM. Selalu diingatkan kepada tim bahwa dokumen adalah dokumen yang hidup, artinya harus diupdate sewaktu-waktu ada perubahan. Dokumen disaster plan yang sudah disusun Dinkes Kota Palu, RSUD Kabelota, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe siap untuk disosialisasikan ke pihak eksternal dan dapat menjadi pembelajaran untuk fasilitas kesehatan lainnya. Dokumen ini akan di diseminasi bulan Desember, dipaparkan langsung oleh tim penyusun dan tim PKMK FK-KMK UGM.

Video Kegiatan

Reportase : Happy R Pangaribuan
Div. Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{/sliders}

{/tabs}

 

Penguatan Pengetahuan dan Pemahaman Bidan dan Kader Kesehatan Puskesmas Marawola tentang Promosi Family Disaster Plan

logo caritas

logo caritas

Penguatan Pengetahuan dan Pemahaman Bidan dan Kader Kesehatan Puskesmas Marawola tentang Promosi Family Disaster Plan

23 November 2021

 

{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”red”}

Latar Belakang

PKMK FK – KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. PKMK FK – KMK UGM telah melakukan pendampingan penyusunan perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Puskesmas Marawola pada 2019. Dari hasil pendampingan ini didapatkan satu dokumen perencanaan (puskesmas disaster plan) sebagai panduan kepada Puskesmas Marawola. Salah satu rencana tindak lanjut dari kegiatan tersebut adalah puskesmas memiliki program – program terkait penanggulangan bencana khususnya berbasis komunitas. Integrasi program kesehatan masyarakat di puskesmas terkait penanggulangan bencana akan diintegrasikan dengan rencana kegiatan penanganan bencana keluarga (family disaster plan).

Hal ini penting dilakukan untuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan masyarakat di puskesmas serta kader kesehatan. Kegiatan Training of Trainer (TOT) family disaster plan untuk tim puskesmas dan kader Puskesmas Marawola sudah dilaksanakan Juni 2021. Peserta mendapatkan pengetahuan terkait prinsip penanggulangan bencana di keluarga, peralatan sehari – hari yang perlu disiapkan, dan rencana evakuasi keluarga dalam satu paket Family Disaster Kit. Pemahaman terkait family disaster plan ini masih perlu dikuatkan khususnya bagi bidan dan kader kesehatan, karena mereka yang akan meneruskan promosi family disaster kit ke desa/dusun wilayah kerja Puskesmas Marawola.

 

Tujuan

Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bidan dan kader kesehatan Puskesmas Marawola terkait promosi family disaster plan

 

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan secara offline dimana tim PKMK FK – KMK UGM akan datang ke Puskesmas Marawola.

 

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan ini adalah bidan dan kader kesehatan di Puskesmas Marawola

 

Output Kegiatan

Bidan dan Kader Kesehatan Puskesmas Marawola mampu mempromosikan family disaster plan kepada masyarakat desa/dusun wilayah kerja puskesmas

 

Waktu dan Tempat Kegiatan

Waktu : Selasa, 23 November 2021
Pukul : 10.30 – 12.00 WITA
Tempat : *situasional

Narasumber dan Fasilitator

1. dr. Bella Donna, M.Kes
2. Madelina Ariani, MPH
3. Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt

 

Penutup

Demikian Kerangka Acuan Kegiatan Penguatan Pengetahuan dan Pemahaman Bidan dan Kader Kesehatan Puskesmas Marawola terkait dengan Promosi Family Disaster Plan. Kami mengharapkan apabila kerjasama ini terwujud, menjadi kerjasama yang saling menguntungkan. Puskesmas Marawola akan mendapatkan pemahaman terkait peningkatan program kesehatan masyarakat dalam penanganan bencana dan krisis kesehatan di puskesmas. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK – KMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

 

{tab title=”Reportase” class=”red”}

Awalnya sasaran kegiatan ini difokuskan untuk bidan dan kader kesehatan Puskesmas Marawola namun setelah melihat kondisi di lapangan, pengetahuan terkait family disaster plan ini juga disampaikan juga kepada relawan Nagasi Kota Palu dan mahasiswa FKM Universitas Tadulako yang akan melaksanakan KKN. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bidan, kader kesehatan serta masyarakat awam terkait family disaster plan. Bagaimana akhirnya keluarga mampu dan siap menghadapi bencana. Total peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 115 orang.

family disaster plan 1

Dok. PKMK FK – KMK UGM “Promosi family disaster plan di Desa Beka“

Pada Selasa, 23 November 2021 promosi family disaster plan dilaksanakan di Desa Beka wilayah kerja Puskesmas Marawola. Kegiatan ini bersamaan dengan vaksinasi Puskesmas Marawola di Desa Beka. Tim PKMK FK – KMK UGM diwakili oleh Happy Pangaribuan, MPH menyampaikan pemaparan singkat bagaimana kesiapsiagaan keluarga dalam bencana. Apa yang dimaksud dengan family disaster plan?, siapa saja yang bisa berpartisipasi dalam keluarga untuk kesiapsiagaan tersebut dan contoh kit yang disiapkan. Akhir paparan dan setelah peserta sudah divaksin, mereka mendapatkan hygiene kit.

Pada hari yang sama, promosi family disaster plan ini juga disampaikan kepada relawan Nagasi Kota Palu bertempat di Aula FK Universitas Tadulako. Dr. Rizqa sebagai koordinator tim relawan nagasi palu menyampaikan pengantar singkat terkait dengan kondisi relawan Nagasi Kota Palu. Relawan nagasi ini tetap ada, artinya grupnya tidak dibubarkan dan menjadi relawan yang siap bertugas jika terjadi bencana. Lonjakan kasus sudah menurun namun relawan Nagasi Kota Palu tetap harus siaga jika terjadi lonjakan.

family disaster plan 2

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Promosi family disaster plan kepada tim Relawan Nagasi Kota Palu“

Selanjutnya pemaparan materi family disaster plan oleh dr. Bella Donna. Family disaster plan artinya keluarga membuat sebuah rencana jika terjadi bencana. Setiap keluarga mempunyai tanggung jawab maisng – masing. Misalnya sebelum terjadi gempa ada tas yang disiapkan, di dalamnya ada makanan, kit, peluit, obat – obatan, dokumen penting dan lain – lain. Ketika keluarga sudah kuat maka desa juga sudah kuat. Dalam sebuah keluarga dan masyarakat pasti terdapat kelompok rentan. Dalam penilaian risiko yang pertama dilakukan adalah identifikasi kelompok rentan yang ada di rumah. Pertolongan dan informasi kepada kelompok rentan diutamakan dan menjadi titik fokus. Hal ini berarti kelompok rentan ini bisa mendapatkan informasi lebih cepat daripada kelompok lainnya. Keterlibatan/partisipasi masyarakat dan keluarga untuk kelompok rentan yang terlatih sehingga ada peningkatan kapasitas pada kelompok rentan.

apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid juga menyampaikan bagaimana komunikasi yang dibangun dalam keluarga sebagi bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana. Idealnya dalam keluarga selalu menjaga keharmonisan dengan memiliki komunikasi yang baik, paham terhadap kemungkinan bencana yang ada di sekitar. Diskusikan dengan keluarga inti dan keluarga bahaya bencana. pencegahan bagaimana terhindar dari dampak bencana. Kesiapsiagaan mengetahui apa yang harus dilakuakn jika banjir terjadi. Mitigasi sudah mengetahui event bencana akan terjadi, mengurangi dampak becana. Pastikan dan kalau perlu latih anggota keluarga agar paham apa yang harus dilakukan ketika bencana. Kemudian pada Jumat, 26 November 2021 materi yang sama juga disampaikan kepada mahasiswa FKM Universitas Tadulako.

Reportase : Happy R Pangaribuan

Div.Manajemen Bencana FK – KMK UGM

{/tabs}

Serah Terima Fasilitator Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan kepada Daerah Sulawesi Tengah oleh PKMK FK – KMK UGM

logo caritas

logo caritas

Serah Terima Fasilitator Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan kepada Daerah Sulawesi Tengah oleh PKMK FK – KMK UGM

22 November 2021

 

{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”red”}

Pengantar

PKMK FK – KMK UGM akan terus bekerja sama dengan fasilitator lokal dalam rangka melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Pengembangan kapasitas lokal ini juga menjadi salah satu program pengembangan kapasitas sumber daya di daerah dalam penanganan bencana dan krisis kesehatan. Peningkatan kapasitas fasilitator lokal sidah dilaksankan sejak November 2020, dimulai dari Training of Trainer (TOT) Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan. Fasilitator lokal sudah memilih materi yang mereka minati dan menjadi materi ajar ketika ada pelatihan penyusunan disaster plan. Harapannya fasilitator lokal tidak hanya sekedar mengetahui gambaran umum dari materi ajar tetapi benar – benar memahami konsep materi dan tujuan dari materi.

Materi perencanaan penanggulangan bencana ini terus berkembang dan perlu untuk diupade sesuai dengan potensi bencana yang sedang dan yang akan terjadi. PKMK sudah melakukan berbagai kegiatan untuk memperdalam pemahaman fasilitator melalui kegiatan pengayaan dan matrikulasi materi disaster plan. Awalnya yang mengikuti kegiatan Kegiatan Training of Trainer (TOT) Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan tercatat sebanyak 41 orang. Namun setelah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan untuk melihat komitmen dan kemampuan fasiltator maka ada sekitar 21 orang yang siap dan mampu menjadi fasilitator perencanan penanggulangan bencana dan krisis Kesehatan. Melalui kegiatan ini PKMK FK – KMK UGM akan menyerahkan fasilitator kepada daerah dan menyatakan bahwa fasilitator sudah siap dan mampu mendampingi dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas dalam penyusunan dokumen penanggulangan bencana dan krisis ke depannya. Sehingga ke depannya PKMK – FKM UGM dapat bekerja sama dengan fasilitator lokal Sulawesi Tengah dalam mengembangkan manajemen perencanaan penanggulangan bencana dan krisis Kesehatan di daerah lain.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk serah terima fasilitator Disaster Plan kepada Sulawesi Tengah dan menyatakan bahwa fasilitator sudah siap dan mampu mendampingi dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas dalam penyusunan dokumen penanggulangan bencana dan krisis ke depannya.

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan secara langsung. PKMK FK – KMK akan menyampaikan penjelasan singkat proses rangkaian kegiatan pengembangan fasilitator lokal. Kemudian peserta yang sudah dinyatakan mampu sebagai fasilitator akan mendapatkan sertifikat penghargaan.

Peserta Kegiatan

Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah fasilitator lokal yang sudah mengikuti rangkaian TOT disaster plan oleh PKMK FK – KMK UGM

Output Kegiatan

Fasilitator siap mendampingi dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas dalam penyusunan dokumen disaster plan.

Jadwal dan Materi Kegiatan

Hari/Tanggal : Senin, 22 November 2021
Waktu : 12.00 – 14.00 WITA

Senin, 22 November 2021
Waktu Materi/Kegiatan Narasumber/Fasilitator  
12.00 – 12.30 Makan siang bersama  
12.30 – 12.40 Pembukaan Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sulteng  
12.40 – 13.00 Flash Back Pelatihan dan Pendampingan Fasilitator dr. Bella Donna, M.Kes  
13.00 – 13.10 Sambutan dari Gubernur Sulawesi Tengah Gubernur Sulawesi Tengah  
13.10 – 13.20

Pembagian Sertifikat kepada Fasilitator

Gubernur Sulawesi Tengah  

13.20 – 13.50

13.50 – 14.00

Materi Upate Kebijakan Nasional Penanggulangan Krisis Kesehatan

Diskusi

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes  
14.00 Penutupan  

Penutupan

Demikian Kerangka Acuan Kegiatan serah terima fasilitator perencanaan penanggulangan bencana kepada Sulawesi Tengah. Ke depannya, Sulawesi tengah sudah memiliki fasilitator yang memiliki kapasitas mengembangkan manajemen perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerah lain. PKMK FK – KMK UGM khususnya Divisi Manajemen Bencana Kesehatan akan terus bergerak dan melakukan inovasi manajemen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan berdasarkan ilmu kajian ilmiah. Caritas Germany sebagai donor kegiatan ini juga dapat memperluas kerja sama dengan akademisi dan pemerintahan untuk memperbaiki sistem manajemen perencanaan penangananan bencana dan krisis kesehatan.

{tab title=”Reportase” class=”red”}

 

penyerahan fasilitator 1

Dok. PKMK FK – KMK UGM “Serah Terima Fasilitator Lokal di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah”

Kegiatan ini bertujuan untuk serah terima Fasilitator Disaster Plan kepada Daerah Sulawesi Tengah dan menyatakan bahwa fasilitator sudah siap dan mampu mendampingi dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas dalam penyusunan dokumen penanggulangan bencana dan krisis kedepannya. Penyerahan sertifikat yang pertama dilaksanakan pada Senin, 22 November 2021 diwakilkan oleh 5 orang fasilitator lokal di kantor Gubernur Sulawesi Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Kepala Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan BPBD. Sebelum penyerahan fasilitator lokal, dr. Bella Donna, M.Kes sebagai project manager menyampaikan bagaiamana proses penguatan sistem manajemen penanganan bencana sektor kesehatan melalui pengembangan kapasitas lokal. Awalnya terdapat 41 orang yang mendaftar dan bersedia mengikuri rangkaian kegiatan Training of Trainer (TOT) Fasilitator lokal, namun yang komitment sampai mampau menjadi fasilitator lokal sebanyak 21 orang.

Mereka didampingi mulai dari pelatihan TOT, dalam hal ini disampaikan pengetahuan dan pemahaman mengenai perencanaan penanggulangan bencana (disaster plan) di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas. Fasilitator loklal diberi kewenangan untuk memiliki materi terkait yang ingin dikuasai dan fasilitas kesehatan yang akan didampingi. Setelah pelatihan fasilitator lokal juga melakukan ujian tertulis dan wawancara langsung oleh PKK Kemenkes dan ahli manajemen bencana laiinya dari MDMC dan Universitas Brawijaya. Setelah mereka diuji, mereka menjadi narasumber pada pelatihan penyusunan disaster plan di Dinkes Kab. Donggala, Dinkes Kota Palu, RSUD Kabelota, Puskesmas Tompe dan Puskesmas Sangurara didampingi oleh tim dari PKMK FK – KMK UGM. Pemahaman fasilitator lokal diperdalam lagi dnegan kegiatanpengayaan dan matrikulasi materi disaster plan.

penyerahan fasilitator 2

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Arahan Wakil Gubernur Sulteng (kiri) dan penyerahan sertifikat oleh Kepala Dinkes Prov. Sulteng (kanan)

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dan Kepala Dinkes Sulawesi Tengah sangat mengapresiasi proses pendampingan yang sudah dilakukan oleh PKMK FK – KMK UGM. Disampaikan juga, mempersiapakn disaster plan ini diwajibkan dan penting bagi daerah Sulawesi Tengah yang masuk dalam zona merah rentan bencana. Harapannya fasilitator lokal mampu mendampingi daerah lain untuk penyusunan dokumen, seperti Kabupaten Banggai Laut ini rentan gempa. Tugas ini tentunya bisa diteruskan melalui program mitigasi dan perencanaan bencana Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng khususnya UPTP2KT. Terlebih terdapat dari akademisi juga yang menjadi fasilitator lokal, ini akan menjadi kolaborasi yang sangat baik. Setelah mendapatkan respon dan arahan dari Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, diserahkan sertifikat kepada 5 orang perwakilan fasilitator lokal. Serah terima fasilitator lokal lainnya dilanjutkan kembali pada Kamis, 25 November di ruangan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.

Reporter : Happy R Pangaribuan
Div. Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK – KMK UGM

 

{/tabs}