A major eruption of Mount Fuji would displace 470,000 people due to ashfall while up to 238,000 residents at the foot of Japan’s tallest peak would be forced to flee from lava, officials warned.
Jika Meletus, Gunung Kelud Lebih Berbahaya Dibanding Sinabung
Sejak 2 Februari 2014 Gunung Kelud di Jawa Timur berstatus waspada. Jika meletus, diperkirakan akan lebih dasyat dari pada Gunung Sinabung di Sumatera Utara. Sebab, material yang ada dikandung lebih banyak.
Evacuees to be given psychological support
Yogyakarta-based Gadjah Mada University (UGM) will send more teams to provide psychological assistance to evacuees of Mount Sinabung, Karo regency, North Sumatra.
Kerugian Bencana di NTT Rp 2,3 Miliar

KUPANG – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur (NTT), Tini Thadeus mengatakan, kerugian akibat bencana yang terjadi di daerah itu mencapai Rp 2,3 miliar.
Program bantuan Sinabung diluncurkan

Pemerintah mulai menggarap sejumlah program bantuan untuk pengungsi Gunung Sinabung agar aktivitas warga kembali normal walau status wilayah masih tanggap darurat.
Perbatasan Semarang dan Kendal Banjir, Pantura Macet Parah
Semarang – Kemacetan panjang terjadi di Semarang tepatnya di pantura dari dua arah Semarang- Kendal. Kemacetan tersebut terjadi sejak malam kemarin karena di daerah Mangkang sekitar 2 km sebelum terminal terjadi banjir.
Banjir di Dekat Istana, Basuki Merasa Kecolongan
JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kaget setelah mengetahui bahwa kawasan Medan Merdeka kembali terendam banjir pada Rabu (5/2/2014) kemarin.
Peningkatan 19 Status Gunung Api, Sinyal Siaga Bagi semua Daerah

Minggu lalu kita telah membahas mengenai kerugian bencana dari sisi ekonomi. Tidak dapat dielakkan lagi bahwa dampak bencana alam dan perubahan iklim berdampak pada semua sektor. Maka, kita perlu melakukan perencanaan dan penanggulangan bersama. Awal minggu ini kita dikejutkan dengan berita terkait meningkatnya 19 status gunung api di beberapa tempat, padahal bencana hidrometeorologi masih terus terjadi. Tiga gunung api diantaranya malah berstatus siaga dan menimbulkan korban seperti Gunung Sinabung.
Di lain sisi, kegagapan penanggulangan bencana ternyata tidak hanya dirasakan oleh masyarakat melainkan juga terlihat pada pemerintah. Contohnya seperti penanganan relawan yang menjadi korban di Gunung Sinabung sampai terlambatnya pencairan dana bencana di Kabupaten Kudus. Keterlambatan ini disebabkan oleh pemerintah lebih terfokus pada penanganan korban sehingga lupa untuk menerbitkan surat keputusan tanggap darurat. Jika pemerintah siap sebelumnya, tentu hal seperti ini tidak akan terjadi.
Arah penanggulangan bencana kita masih berkutat pada tanggap darurat dan pemulihan, sehingga upaya mitigasi, adapatasi, dan kesiapsiagaan tidak begitu dipedulikan. Sinyal-sinyal bencana sudah bisa diprediksi dan seharusnya daerah beserta masyarakat sudah bisa mempersiapkan diri dalam mengantisipasi dan menghindari dampaknya. Atau setidaknya meminimalkan korban jiwa dan kerugian harta benda. Pada saat inilah sebenarnya koordinasi penanggulangan bencana daerah dibangun dan disiapkan karena kekacauan penanggulangan bencana bukan terjadi akibat kekurangan sumber daya namun lebih sering terjadi akibat lemahnya koordinasi. Contoh langkah yang bagus yaitu kesiapsiagaan bencana yang diambil pemerintah dan warga disekitar Gunung Kelud. Ketika Gunung Kelud statusnya menjadi waspada maka pemerintah mulai berkoordinasi dan mensosialisasikan kesiapsiagaan pada 60 desa di sekitarnya. Selain itu meniadakan aktivitas warga pada radius 2 km dari puncak gunung.
Selain langkah bagus tersebut, kita mendapat angin segar, yaitu mulai tahun ini kurikulum mitgasi bencana masuk pada kurikulum tahun 2013. Meteri mitigasi bencana diberikan mulai tingkat sekolah dasar hingga menengah. Meski tidak masuk pada mata pelajaran inti, kurikulum mitigasi bencana masuk pada ektrakurikuler wajib seperti pramuka sehingga siswa akan mendapat materi mengenai bagaimana cara mengenal tanda-tanda bencana dan bagaimana cara mengevakuasi diri yang benar.
Artikel minggu ini masih membahas mengenai cara perhitungan dampak bencana dalam ekonomi:
Assessing the Macroeconomic impact of Natural Disaster: Are There Any?
Why Economic Growth Dynamics Matter in Assessing Climate Change Damages: Illustration on Extreme Events
Gunung Sinabung Masih Berstatus Awas

JAKARTA, – Sampai saat ini aktivitas Gunung Sinabung, Sumatera Utara, berstatus Awas. Gunung tersebut masih mengeluarkan material erupsi, meskipun terus berkurang.
Handbook on Health Inequality Monitoring
Handbook on Health Inequality Monitoring

Masalah inequality dalam bidang kesehatan masih terjadi di seluruh dunia terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Secara jelas, masalah ini terwujud dalam ketidakadilan dalam akses terhadap pelayanan kesehatan yang berbeda tergantung pada tingkat pendapatan, jenis kelamin, status sosial, kelompok etnis, tingkat pendidikan, dan daerah. Dalam mengatasi inequality ini, dibutuhkan sistem monitoring yang efektif agar tercapai kemajuan yang berarti dan mampu meningkatkan akuntabilitas dalam penyusunan kebijakan publik. Untuk itu, WHO beserta tujuh agency lain, menyusun sebuah handbook untuk memonitor dan mengevaluasi kemajuan dan kinerja masing-masing negara dalam mengatasi inequality secara akuntabel dan transparan.
Handbook ini terdiri dari lima bab. Bab I tentang Overview MonitoringInequality Kesehatan. Bab II tentang Sumber-sumber Data. Bab III tentang Pengukuran Inequality Kesehatan. Bab IV tentang Pelaporan Inequality Kesehatan. Bab V tentang Langkah-langkah Menilai Inequality Kesehatan dengan studi kasus di Filipina. Selain itu, Handbook ini dilengkapi dengan ilustrasi tabel dan gambar untuk memperjelas uraian yang diberikan. Selengkapnya dapat disimak pada link berikut ![]()
Semua Pihak Harus Siap Hadapi Bencana

Belajar dari pengalaman bencana awal tahun 2013 lalu, daerah yang memang rawan bencana hidrometeorologi harus melakukan kesiapsiagaan sejak dini. Bencana banjir dan tanah longsor masih mendominasi hingga saat ini. Diprediksi untuk tahun 2014, banjir masih akan terus terjadi hingga April mendatang. Hal ini terkait dengan perubahan iklim yang semakin ektstrim sehingga daerah tropis dan bagian kutub menerima dampak perubahan yang terjadi. Di Indonesia, banyak wilayah mengalami banjir hebat sedangkan di Amerika sedang menghadapi bencana badai salju.
Banyak daerah di Indonesia telah menetapkan status siaga banjir dan bencana bahkan hingga pertengahan Februari mendatang. Jakarta misalnya yang telah menyiapkan sumur resapan dan relokasi Sungai Ciliwung dan Jawa Barat yang terkenal dengan daerah rawan bencana juga telah melakukan kesiapsiagaan dengan melakukan koordinasi dengan tim relawan bencana. Ambon baru saja melakukan perbaikan koordinasi bencana dengan menggelar simulasi besar pada akhir 2013 lalu. Daerah ini terpuruk karena banjir dan tanah longsor selama dua tahun. Kejadian bencana yang tidak terduga justru terjadi di Kotamadya Banjarbaru, Kalimantan Selatan dimana hujan dengan intensitas tinggi selama lima jam mampu menenggelamkan hampir 52 rumah warga, mematahkan jalur transportasi kota, dan merusak fasilitas air bersih warga.
Dilihat dari kebijakan yang diambil oleh kepala daerah sebenarnya kesadaran akan bahaya bencana sudah mulai baik, sayangnya kesadaran ini masih kurang dirasakan oleh masyarakat. Dari survei yang dilakuan oleh Climate Asia BBC Media Action mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki pengetahuan terendah tentang bagaimana mereka seharusnya beradaptasi menghadapi perubahan cuaca. Kesiapsiagaan terhadap bencana harus dilakukan dari masyarakat dengan mempertimbangkan kekayaan budaya yang dimiliki oleh masyarakat setempat.
Minggu, ini pembaca dapat menyimak beberapa artikel yang terkait dengan kesiapsiagaan bancana berbasis masyarakat:
Disaster Risk Management and Vulnerability Reduction: Protecting the Poor ![]()
Climate Change and Local Level Disaster Risk Reduction Planning: Need, Opportunities and Challenges ![]()
Monitoring and Reporting Progress on Community Based Disaster Risk Management in Philippines ![]()
Kaleidoskop 2013 dan Outlook 2014
Banyak kejadian bencana alam yang melanda Indonesia di tahun 2013, mulai dari banjir, tanah longsor dan sebagainya. Bencana yang datang tanpa diduga di hampir seluruh penjuru nusantara mendorong Divisi Manajemen Bencana PKMK FK UGM turut ambil bagian untuk mengedukasi warga melalui simulasi bencana, dan aktif dalam pengiriman personel ke sejumlah tempat yang terkena bencana. Berikut ini telah kami susun Kaleidoskop 2013
dan Outlook 2014 yang terkait dengan kebencanaan Silahkan ![]()
Minggu lalu:
|
|
|