Medan – Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), meletus sebanyak 254 kali. Getaran gempa Hybrid gunung merapi itu sudah mencapai 9.403 kali. Guguran awan panas terjadi 643 kali.
DPD RI usulkan erupsi Sinabung bencana nasional
Medan – Anggota DPD RI utusan Sumatera Utara Parlindungan Purba berharap Pemerintah Pusat menjadikan bencana erupsi Gunung Sinabung menjadi bencana nasional.
Pengungsi Sinabung Capai 22.145 Jiwa

JAKARTA – Jumlah warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara hingga saat ini sudah mencapai 22.145 jiwa.
“Letusan yang terus menerus menyebabkan pengungsi bertambah,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Selasa (7/1). Saat ini jumlah pengungsi sebanyak 22.145 jiwa tersebar di 33 titik. Terdapat 1.204 lansia, 179 ibu hamil, dan 606 bayi.
OUTLOOK DIVISI MANAJEMEN BENCANA TAHUN 2014
Situasi bencana yang sering terjadi di Indonesia membuat RS tetap menjadi yang utama sebagai tempat yang didatangi oleh korban bencana. Hal ini mendorong kesiapan RS untuk tetap dan perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana. Pada tahun 2014, Divisi Manajemen Bencana masih mengembangkan pendampingan In House Training Hospital Disaster Plan (HDP) di beberapa Rumah Sakit di Indonesia. Kegiatan Perencanaan In House Training dan Pendampingan Hospital Disaster Plan antara lain:
- In HouseTraining di RSUD BanjarBaru, Kalimantan Selatan
- In House Training di RSUD Baddarudin Tanjung, Kalimantan Selatan
- In House Training Penyusunan HDP RSUD Malinau, Kalimantan Timur
- Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan HDP RSI Klaten
Berdasarkan seminar dan simulasi bencana yang dilakukan di Kabupaten Gunungkidul maka dibutuhkan adanya koordinasi dan komunikasi yang terpadu antar sektor. Regional Disaster Plan (RDP) atau Rencana Penanggulangan Bencana Daerah (RPBD) yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta sektor lainnya perlu dikuatkan kembali. Dengan sistem kewaspadaan terpadu maka diharapkan tiap daerah sudah siap dalam menghadapi bencana. Kegiatan Perencanaan Regional Disaster Plan antara lain:
- Disaster emergency Resilience for the most vulnerable
- Pelatihan Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan (Basic First Aid) di Masyarakat bagi Security dan Driver di lingkungan Fakultas Kedokteran UGM
- Pengembangan modul disaster preparedness atau kesiapsiagaan bagi masyarakat.
- Pelatihan Regional Disaster Plan BPBD DIY
- Pendampingan Regional Disaster Plan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul
- Pelatihan Community Mental Health Nursing (CMHN )
Divisi Manajemen Bencana memiliki website yang berfungsi sebagai media publikasi kegiatan divisi manajemen bencana, maka ditahun 2014 outlook kegiatan website akan menyesuaikan dengan kegiatan divisi manajemen bencana kesehatan dan kegiatan PKMK secara umum yang berkaitan dengan manajemen bencana kesehatan. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan oleh website bencana antara lain:
- Banyaknya agenda pertemuan dan seminar bencana baik dalam dan luar negeri akan menjadi masukan bagi rencana dan penyusunan agenda mendatang di website bencana kesehatan diantaranya:
-
- Call for Abstract : International Science Policy workshop 2014 : Ecosystem based disaster risk reduction and climate change adaptation guiding development policies in the 21st century by United nations University Institute for Enviromenment and Human Security www.ehs.unu.edu
-
Disaster resilience: safeguarding and securing society, including adaptating to climate change by European Commission www.ec.europa.eu
- Mengingat pada kegiatan ASM tahun 2013, divisi Manajemen Bencana dan Pokja Bencana FK UGM telah melakukan fundraising kepada alumnus FK UGM maka ditahun 2014, video dokumentasi kegiatan penanggulangan bencana kesehatan di Indonesia yang pernah dilakukan oleh FK UGM dan divisi manajemen bencana akan disusun dan ditambahkan ke website bencana kesehatan. Dengan adanya video ini di website bencana kesehatan, harapannya penggalangan dana untuk korban bencana dapat dilaksanakan sepanjang tahun dan terpublikasi dengan baik pada semua pembaca website bencana kesehatan.
- Mengingat salah satu kegiatan divisi Manajemen Bencana adalah melakukan pelatihan penyusunan rencana penanggulangan bencana di rumah sakit, maka tidak jarang rumah sakit juga membutuhkan peralatan yang berhubungan dengan penanganan bencana misalnya keamanan, penunjuk arah, alarm peringatan, dan sistem informasi. Berdasarkan hal ini, website bencana kesehatan berencana akan menyediakan ruang iklan untuk perusahaan terkait sistem informasi dan alat-alat safety seperti ini.
Pengantar 31 Desember 2013 – Januari 2014
Website ini akan update setiap Selasa pagi. Nantikan informasi terbaru setiap minggunya!
Tetap Waspada Bencana Meski Sedang Berlibur
Akhir tahun dan liburan sekolah seperti saat ini banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur. Wisata alam pun menjadi tempat yang ramai dikunjungi, seperti pantai, pengunungan, dan air terjun. Sayangnya, ancaman bencana tidak pernah berhenti apalagi ditambah dengan curah hujan tinggi dan musim tidak menentu seperti saat ini, silahkan ![]()
Sudah seharusnya pengelola tempat wisata memperhatikan hal ini dengan terus memantau perkiraan cuaca, ketinggian gelombang, kemiringan tempat, dan pergesaran tanah untuk memperkirakan bencana yang mungkin terjadi. Fasilitas di tempat wisata juga harus dilengkapi dengan jalur evakuasi dan tanda-tanda bahaya. Begitu juga dengan pengunjung, harus memperhatikan tanda keselamatan yang tersedia di tempat wisata dengan seksama. Berikut poster mengenai tanah longsor yang bisa di-download, silahkan ![]()
Artikel Minggu ini:
Indonesia bangkit! Transformasi Masyarakat Rentan Menjadi Tangguh Bencana dengan Dukungan
Buku ini memaparkan kegiatan pemulihan pasca bencana yang tantangan-tantangannya diungkap secara detail. Persaingan antara NGO, gejolak inflasi, dan konflik dengan regulasi serta penghentian program merupakan bagian dari kenyataan pahit. Buku yang ditulis berdasarkan pengalaman para profesional humanitarian sekaligus masyarakat umum pemerhati bencana ini baru saja dirilis dan bisa diperoleh di toko buku terdekat.
Engaging the Public in Critical Disaster Planning and Decision Making: Workshop Summary
Hasil workshop dan pertemuan para ahli bencana dan perencanaan bencana ini menghasilkan kerangka pikir yang operasional dalam melibatkan publik pada perencaaan kesiapsiagaan bencana. Buku ini mengulas mengenai awal kerangka keterlibatan publik dana perumusan keputusan dan bagaimana keterlibatan mereka. Hal ini diperkuat dengan praktiknya dalam melaksanakan kegiatan keterlibatan publik. Buku ini ditulis berdasarkan masukan dari berbagai ahli dan aktivis bencana maka buku ini juga diperkaya dengan pembelajaran dan pengalaman serta contoh sederhana bagaimana melibatkan publik dalam perencanan bencana. Untuk membaca buku ini selengkapnya silakan ![]()
Minggu lalu:
|
|
|
Kaleodoskop Bencana Kesehatan 2013
![]()
Pokja Bencana memiliki website bencana di alamat www.bencana-kesehatan.net. Website ini menjadi tempat bagi Divisi Manajemen Bencana mendokumentasikan kegiatan, promosi, dan publikasi. Di website bencana juga dilakukan penulisan artikel dan review penelitian mengenai kebencanaan guna memenuhi kebutuhan pengunjung website akan kajian kebencanaan.
Setiap selasa pagi website bencana kesehatan menerbitkan pengantar mingguan. Pengantar mingguan berisikan beberapa kegiatan antara lain:
- Publikasi agenda mendatang baik yang diselenggarakan oleh divisi manajemen bencana ataupun kegiatan dari luar yang berkaitan dengan bencana kesehatan.
- Isu dan berita bencana nasional yang dapat diulas dan ditambahkan dengan materi dari jurnal nasional dan internasional.
- Ulasan mengenai artikel, buku, dan jurnal bencana baik nasional maupun internasional.
- Publikasi hasil kegiatan divisi manajemen bencana.
- Informasi lainnya yang berkaitan dengan manajemen bencana kesehatan.
Arsip pengantar mingguan dapat ditelusuri di halaman website bencana kesehatan. Kami mengupayakan antara pengantar minggu satu dengan yang lainnya saling berkaitan, terutama jika pengantar yang diangkat merupakan pembahasan mengenai pembelajaran manajemen bencana.
![]()
Selain pengantar mingguan, website bencana kesehatan juga mengembangkan publikasi informasi diantara jeda pengantar mingguan. Informasi ini kami masukkan dalam sebuah menu Hot News. Arsip hot news selama tahun 2013 dapat dilihat pada halaman website bencana kesehatan.
![]()
Semua kegiatan yang dipublikasikan oleh website bencana kesehatan didokumentasikan pada arsip tahun 2013. Berikut beberapa gambaran kegiatan pada tahun 2013:
![]()
Awal tahun 2013, Indonesia mendapat musibah bencana banjir yang meluas tepatnya di ibukota negara, Jakarta. Sejak ditetapkan sebagai masa tanggap darurat banjir pada tanggal 17 Januari maka Kelompok Kerja (Pokja) Bencana FK UGM yang terdiri dari Rumah Sakit Sardjito, Rumah Sakit Akademik, dan FK UGM mengirimkan tim untuk penanggulangan banjir Jakarta. Tim UGM Peduli Banjir Jakarta ini berkerjasama dengan Kementerian Kesehatan yaitu Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan untuk menolong korban banjir sejak tanggal 21-27 Januari 2013. Bencana banjir di Jakarta merupakan kejadian yang berulang kali terjadi tiap tahun. Tetapi banjir kali ini terjadi akibat kurangnya disiplin masyarakat tetapi juga pengaruh dari peningkatan suhu air laut sehingga angin Moonson membawa banyak uap air dari laut ke daratan Jakarta yang menyebabkan hujan ekstrim yang lama. Pembangunan dan aktivitas manusia telah berdampak pada pemanasan global. Kawasan hijau di Jakarta telah berkurang dalam lima puluh tahun ini sehingga menyebabkan hilangnya daerah resapan.
Masih terkait dengan kejadian tersebut, pada 21-25 Januari 2013, Tim Divisi Manajemen Bencana Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan, IKM FK UGM , Dinas Kesehatan DIY, dan tim dari Kabupaten Gunungkidul bertandang ke Umea University Sweden dalam rangka Lokakarya Mitigasi Perubahan Cuaca dan Adaptasi Kebijakan Disektor Kesehatan. Banyak hal yang dibahas dalam pertemuan ini terutama mengenai climate change yang berdampak pada kejadian bencana dan kesehatan, kebijakan kesehatan terkait hal ini, dan penerapan sistem informasi (e-health) di sektor kesehatan.
![]()
Pokja Bencana kedatangan kunjungan dari USAID. Dalam pertemuan ini kedua belah pihak saling bertukar informasi mengenai kegiatan penanggulangan bencana yang pernah dilakukan. Hal yang dibahas terutama kegiatan dan andil Pokja Bencana dalam penanggulangan bencana yang terjadi di Indonesia selama 10 tahun ini.
Pokja Bencana ikut terlibat dalam Dies Natalis FK UGM dengan mengadakan Pameran Ilmiah Kebencanaan di Indonesia dan Seminar Pengaruh “Perubahan Iklim (Climate Change)” pada Manajemen Bencana dan Dampaknya di Sektor Kesehatan Dengan kasus Penanggulangan Bencana Banjir di Jakarta. Dua kegiatan ini termasuk dalam rangkaian Annual Scientific Meeting FK UGM 2013.
![]()

Pemeran Ilmiah Kebencanaan di Indonesia dilaksanakan pada 2 Maret 2013 yang bertepatan dengan pembukaan Dies Natalis FK UGM. Bertempat di Lobby Auditorium FK UGM dan berlangsung selama satu hari. Pameran ilmiah kebencanaan mendapat sambutan yang meriah karena mendokumentasikan kegiatan dalam keterlibatan penanggulangan bencana selama 10 tahun terakhir di Indonesia dari gempa dan tsunami Aceh tahun 2004 hingga Banjir Jakarta tahun 2013. Tidak hanya itu, keunikan dari pameran bencana ini adalah kepemilikan kurikulum bencana bagi mahasiswa S1 Pendidikan Kedokteran dan Keperawatan FK UGM, mahasiswa S2 minat Kebijakan Manajemen Pelayanan Kesehatan, dan keterlibatan Pokja Bencana dalam pembelajaran Magister Manajemen Bencana UGM. Bahkan sambutan diberikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia dengan bersedia memberikan tanda tangan pada salah satu poster penanggulangan bencana.
Di tahun ini, Divisi Bencana memiliki sebuah program baru yakni Program Alumnus Peduli Bencana. Dengan program ini, Pokja Bencana FK UGM akan melakukan penggalangan dana dari alumnus FK UGM secara rutin. Dana ini akan digunakan Pokja Bencana untuk keberangkatan tim ke daerah bencana ataupun kegiatan Pokja Bencana lainnya. Masih bertepatan dengan acara Temu Alumni Dies Natalis FK UGM maka pada 2 Maret malam, Pokja Bencana melakukan Fundraising untuk peluncuran program sekaligus penggalangan dana dari alumnus secara langsung pada malam Temu Alumni FK UGM. Menarik, dimana para alumnus baik secara perorangan ataupun kelompok tahun angkatan bersedia dan berkomitmen untuk menyumbang melalui Pokja Bencana.
Seminar Pengaruh “Perubahan Iklim (Climate Change)” pada Manajemen Bencana dan Dampaknya di Sektor Kesehatan Dengan kasus Penanggulangan Bencana Banjir di Jakarta dilaksanakan pada 6 Maret 2013. Bertempat di Gedung Pascasarjana lantai 2 FK UGM selama satu hari penuh. Pembicara berasal dari Umea University dan pembahas berasal dari UGM serta perwakilan tim UGM yang peduli banjir Jakarta. Seminar dihadiri lebih dari 60 peserta yang berasal dari mahasisa S1, S2, S3, umum, instansi pemerintah, LSM, rumah sakit pemerintah dan swasta, universitas lain, serta peneliti. Harapan dari terselenggaranya seminar ini ialah terdapat kesamaan pemikiran mengenai manajemen bencana terkait dampak climate change, selain itu guna membedah kasus banjir Jakarta dan pengalaman tim dalam penanggulangan bencana tersebut sehingga diperoleh poin-poin mengenai langkah selanjutnya yang harus dipersiapkan dalam masa bencana.
Dikesempatan yang sama, Prof. Laksono Trisnantoro selaku Board Advisory dari Pokja Bencana mensosialisasikan Pokja Bencana FK UGM kepada peserta. Pokja Bencana menyampaikan visi dan misi untuk andil sebagai yang terdepan dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Untuk itu, Pokja Bencana sangat membuka diri untuk bekerjasama dengan pihak luar dari FK UGM untuk bersama-sama melakukan penanggulangan bencana di Indonesia.
![]()

Workshop Climate Change and Adaptation Policies in Health Sector yang diselenggarakan oleh PKMK FK UGM dan Umea University pada bulan April merupakan lanjutan dari workshop serupa yang dilaksanakan di Umea Swedia. Workshop kali ini langsung diarahkan untuk melihat keadaan Kabupaten Gunungkidul sebagai daerah yang akan menjadi model percontohan pemanfaatan sistem informasi kesehatan. Workshop ini bertujuan sebagai upaya penguatan adaptasi mitigasi di sektor kesehatan dalam menghadapi dampak climate change bagi kedua negara, Indonesia dan Swedia. Seperti yang diketahui bahwa Kabupaten Gunungkidul termasuk daerah yang rawan terhadap longsor bila terjadi musim penghujan, serta terjadi bencana kekeringan bila masuk musim kemarau. Pada proyek ini juga tim Swedia dan tim divisi Manajemen Bencana PKMK berkunjung ke puskesmas, dinas kesehatan dan RSUD di Kabupaten Gunungkidul guna melihat kesiapan Rumah Sakit dan pemda setempat terhadap kesiapannya dalam penanggulagan bencana serta kebutuhan sistem informasi di sektor kesehatan. Selain itu juga dilakukan kunjungan ke RS Sarjito yang juga melihat bagaimana kesiapan RS Sarjito dan pengalamannya dalam penanggulangan bencana yang sudah dilakukan selama ini.
Pada bulan yang sama tentara Amerika dan Tentara Nasional Indonesia bekerjasama dengan beberapa universitas dan salah satunya adalah UGM. Kegiatan ini disebut Pacific Angel yang bertujuan untuk mendekatkan militer kepada masyarakat dengan berbagai kegiatan sosial seperti pelayanan pengobatan gratis meliputi pemeriksaan mata, umum, fisiotherapi dan pemeriksaan gigi serta memberikan penyuluhan HIVAIDS, TBS, Hypertensi dan Gaya hidup sehat. Tim dari Pokja Bencana juga berkesempatan mengikuti latihan pengungsian Medik udara ( Aeromedical Evacuation). Disini tim Divisi melibatkan mahasiswa FK UGM dan RS Akademik serta RS Sarjito. Dalam situasi bencana maka tentara selalu terlibat dari mulai pendirian tenda maupun evakuasi , dan itu akan selalu bersinggungan dengan masyarakat, sehingga kegiatan Pacific Angel ini dianggap sebagai pendekatan TNI dengan masyarakat.
![]()
Divisi Manajemen Bencana PKMK membantu rumah sakit dalam menyusun dan mempersiapkan pelatihan Hospital Disaster Plan (HDP). HDP merupakan modul dan pelatihan bagi rumah sakit dalam mempersiapkan penanganan kejadian bencana di daerahnya. Tahun ini divisi Manajemen Bencana membantu RS Magetan dalam penyusunan HDP. HDP dirasa dibutuhkan dan sangat penting bagi RS mengingat banyaknya bencana di Indonesia dan RS merupakan tempat yang paling utama dan paling banyak didatangi korban bencana.
![]()
Fakultas Kedokteran memiliki kurikulum bencana untuk mahasiswa S1 dan S2. Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Divisi Manajemen Bencana PKMK adalah melakukan pameran ilmiah setiap tahunnya. Kegiatan ini dilakukan demi menunjang perkuliahan pada Blok 4.1 di kuliah kedokteran mengenai Manajemen Bencana (Disaster Management) dan Medikal Bencana (Disaster Medicine). Serta melakukan seminar strategi penyusunan Hospital Disaster Plan guna menunjang perkuliahan mahasiswa Magister Manajemen Bencana UGM, Kebijakan Manajemen Pelayanan Kesehatan dan mahasiswa MMR, tetapi juga mengundang rumah sakit yang ada di Indonesia sebagai kesiapan RS yang ada di Indonesia.
![]()

Pada akhir tahun, Divisi kembali mengadakan Internatonal Symposium on Climate Change and Health Mitigation and Adaptation in Health sector with focus on Research, Policy and Action. Ini merupakan penutup kegiatan yang dilaksanakan di Yogyakarta serta dilakukan pula simulasi di kabupaten Gunungkidul. Berbagai upaya untuk mengurangi kerentanan terhadap perubahan iklim dengan mengantisipasi, merencanakan dan menanggapi resikonya perlu dilakukan. Kemampuan adaptasinya berkaitan erat dengan kemampuan negara, akses teknologi, sumber daya politik, sosial dan ekonomi serta adanya kebijakan nasional dan instrumen untuk memandu para pengambil keputusan. Strategi adaptasi yang bertujuan untuk mengurangi kerentanan terhadap perubahan iklim idealnya harus berkelanjutan dan menghindari menyebabkan kenaikan lebih lanjut emisi gas rumah kaca. Di bidang kesehatan e-health merupakan strategi yang menarik untuk beradaptasi terhadap iklim dan memainkan faktor kunci dalam mitigai serta menjadi cara efektif untuk mengurangi kerentanan terhadap perubahan iklim.
Dalam rangkaian simposium ini, kembali dilakukan pameran ilmiah untuk melihat sejauh mana tim kita melakukan kegiatan terkait penanggulangan bencana. Hal ini juga menunjang kegiatan simulasi yang dilakukan di desa Gedangsari dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunungkidul. Desa Gedangsari dipilih menjadi tempat simulasi karena desa tersebut riskan terhadap bencana tanah longsor dan sudah memiliki desa Tangguh Bencana, sekaligus menguji coba kesiapan desa tersebut jika terjadi bencana. Selain desa ini, RSUD Wonosari juga melakukan yang sama simulasi demi menguji coba dokumen HDP yang ada di Rumah Sakit tersebut, setelah sebelumnya dilakukan Table Top Exercise.
Hasil yang diperoleh dari simulasi kelihatan belum ada koordinasi secara terpadu baik dari BPBD setempat dengan masyarakat dan pihak Puskesmas maupun Rumah Sakit.
Pengantar Minggu ini 23-30 Desember 2013
Usai Simulasi, Bencana Benar-Benar Terjadi

Ketua Pokja Bencana FK UGM, dr.Handoyo Pramusinto, SpBS ketika mendapat kabar ini menyatakan keperihatinannya sembari bersyukur bahwa tidak ada korban jiwa. Selain itu, tim Pokja Bencana FK UGM bersyukur telah berkontribusi dalam mendidik masyarakat untuk dapat siap siaga dalam penanggulangan bencana tanah longsor di Gunung Kidul. Untuk melihat reportase simulasi penanggulangan bencana tanah longsor di Gedangsari, silahkan Klik di sini dan berita terkait, silakan ![]()
Artikel Minggu ini:
Engaging the Public in Critical Disaster Planning and Decision Making: Workshop Summary
Hasil workshop dan pertemuan para ahli bencana dan perencanaan bencana ini menghasilkan kerangka pikir yang operasional dalam melibatkan publik pada perencaaan kesiapsiagaan bencana. Buku ini mengulas mengenai awal kerangka keterlibatan publik dana perumusan keputusan dan bagaimana keterlibatan mereka. Hal ini diperkuat dengan praktiknya dalam melaksanakan kegiatan keterlibatan publik. Buku ini ditulis berdasarkan masukan dari berbagai ahli dan aktivis bencana maka buku ini juga diperkaya dengan pembelajaran dan pengalaman serta contoh sederhana bagaimana melibatkan publik dalam perencanan bencana. Untuk membaca buku ini selengkapnya silakan ![]()
Minggu lalu:
|
|
|
Banjir dan Longsor ‘Serang’ Sumbar
JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hujan deras yang terjadi sejak Sabtu (28/12) hingga Ahad pagi (29/12) di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) telah menyebabkan enam kabupaten atau kota di Sumbar mengalami banjir dan longsor.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, banjir menggenang di Jalan Bypass, Kota Padang, Sumbar. Kemudian pohon tumbang di daerah Gunung Pangilun.
12 Kecamatan di Bondowoso Rawan Longsor dan Banjir
BONDOWOSO – Sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur masuk daerah rawan bencana longsor dan banjir. Kecamatan dimaksud di antaranya Wringin, Pakem, Binakal, Tegal Ampel, Taman Krocok, Botolinggo, Prajekan, Klabang, Wonosari, Tapen, Tlogosari, dan Sempol.
Lack of disaster mitigation facilities still haunts Aceh
It has been nine years since the devastating Indian Ocean tsunami struck Aceh in 2004, but as of today the province still has a shortage of proper disaster mitigation infrastructure, including communications systems, disaster relief shelters and escape roads, to combat potential natural disasters in the future.
