Banjir & Longor Terjang Lokasi Wisata Air Panas di Pidie Aceh

ACEH – Sebanyak sepuluh unit tempat usaha milik masyarakat di lokasi wisata air panas, berlokasi di Desa Beungga Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie, Aceh, rusak parah diterjang tanah longsor disertai banjir, Kamis 25 Maret 2021.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun sejumlah kios kecil milik masyarakat di sekitar lokasi usaha rusak parah akibat tertimbun material longsor dan banjir,” kata petugas Pusat Pengendalian Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Aceh Haslida Juwita, Jumat (26/3/2021).

Selain menerjang lokasi wisata, ruas jalan provinsi di kawasan Desa Blang Malo Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie Aceh, juga tertimbun material yang terbawa arus banjir.

Menurut Haslinda Juwita, terjangan longsor dan banjir yang melanda kawasan Tangse Kabupaten Pidie Aceh tersebut disebabkan akibat guyuran hujan lebat, yang melanda kawasan ini sepanjang hari.

Akibatnya, debit air sungai di kawasan wisata air panas tersebut meningkat sehingga menyebabkan air sungai meluap.

Selain itu, terjangan banjir yang melanda daerah ini juga menyebabkan longsornya tebing sungai sehingga menerjang kios milik masyarakat. “Hingga Kamis menjelang tengah malam, banjir berangsur surut,” kata Haslinda Juwita.

Ia juga mengakui arus lalu lintas di lintasan Tangse-Sigli Kabupaten Pidie Aceh pada Kamis malam juga sudah bisa dilintasi kendaraan bermotor, serta material banjir dibersihkan oleh petugas dari BPBD Kabupaten Pidie.

“Saat ini petugas juga melakukan pendataan terhadap korban terdampak banjir,” katanya.

Banjir Bandang, Puluhan Hektare Sawah di Sumedang Selatan Gagal Panen

Sumedang – Banjir bandang yang terjadi di wilayah Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, tidak hanya merendam pemukiman warga saja. Namun, banjir bandang ini juga mengakibatkan puluhan hektare sawah di Dusun Ciawi, Desa Gunasari, Kecamatan Sumedang Selatan gagal panen akibat tergerus derasnya banjir.

“Sekitar 40 hektare sawah gagal panen akibat terendam banjir,” ujar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Iwan Hermawan saat dihubungi melalui sambungan seluler, Kamis (25/3/2021) malam.

Menurut Iwan, sementara terdapat 5 unit rumah rusak berat dan satu unit tempat penggergajian kayu terendam akibat banjir bandang ini. Dalam catatan sementara yang di peroleh, ada 21 jiwa yang terdampak.

“Hingga kini, Pusdalops BPBD Kabupaten Sumedang tengah melaksanakan assesment, dan mengbimbau warga untuk tetap waspada apabila hujan kembali turun” ucap Iwan.

Iwan mengimbau warga Sumedang untuk tetap meningkatkan kewaspadaannya, terlebih saat ini tengah musim penghujan.

“Warga diimbau untuk waspada dan memantau informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan BPBD Sumedang,” ucapnya.

Bencana Terbesar Tahun 2020 Disebabkan Krisis Air

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktorat Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat sejumlah bencana yang terjadi di Indonesia, dipicu krisis air.

“Bencana alam yang terjadi di Indonesia ini umumnya didominasi oleh bencana yang disebabkan oleh air,” kata Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Sumber Daya Air (SDA) Firdaus Ali dalam diskusi virtual, Senin (23/03/2021).

Menurutnya, Direktorat SDA Kementerian PUPR mencatat, sepanjang tahun 2020 terutama pada periode Januari hingga Juli 2020 bencana alam didominasi krisis air berupa bencana banjir hingga abrasi.

“Dilihat dari persentasenya, 42 persen bencana alam di Indonesia tahun lalu itu didominasi krisis air seperti banjir, gelombang pasang, dan juga abrasi,” jelas Firdaus.

Sementara, 27,3 persen bencana lainnya berupa angin puting beliung, 21,3 persen tanah longsor, 9,1 persen kebakaran hutan dan lahan, 0,9 persen erupsi dan 0,06 persen  kekeringan.

Firdaus mencontohkan, bencana banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan pada Januari 2021 lalu yang disebabkan oleh krisis air, mengakibatkan 10 dari 13 kabupaten kota di wilayah tersebut terendam.

Karenanya, krisis air yang terjadi di Indonesia saat ini harus segera ditangani. Tak hanya oleh pemerintah, tetapi juga setiap masyarakat harus turut andil bertanggung jawab terhadap kondisi air di Indonesia.

Lebih jauh dia menilai fenomena pemanasan global hingga saat ini masih terus terjadi dan jika tidak dikelola dengan baik maka dapat mengakibatkan terjadinya bencana alam yang lebih dahsyat.

“Pemanasan global itu menyebabkan meningkatnya permukaan air dan perubahan iklim yang justru dapat membuat kekeringan pada saat kemarau, dan banjir pada musim hujan. Karena itu kita harus dapat menjaga lingkungan alam sekitar dan mengelola air dengan baik,” kata dia.

Palu Tanggap Bencana ajak Kerjasama Pemkot Siapkan Penanganan Kondisi Darurat

TRIBUNPALU.COM, PALU – Wakil Wali Kota Palu, dr Reny A Lamadjido menerima kunjungan tim dokter dan perawat dari Palu Tanggap Bencana (PATABA) di ruang kerjanya.

Tujuan kunjungan PATABA kali ini yakni menjalin kerjasama penanganan dalam kondisi darurat.

Penanganan keadaan darurat yang ditawarkan oleh tim dokter dan perawat dari beberapa tim ahli bedah anatesi salah satunya yakni Mobile Poka-poka.

Mobil itu dipersiapkan untuk tanggap menghadapi bencana alam serta bencana non alam yang berpotensi terjadi kapan saja.

“Saat terjadi bencana alam dan non alam, tim ini dapat bergerak dengan mobile menolong korban bencana,” kata Ketua Tim PATABA, dr Zulfikar, Selasa (23/3/2021).

“Semuanya kami siapkan untuk tanggap bencana alam dan non alam,” tambahnya.

Namun, Zufikar menuturkan, dalam mobile Poka-poka belum tersedia kamar untuk operasi.

Namun ke depan tim PATABA akan berusaha menyiapkan kamar operasi dalam mobile Poka-poka tersebut.

“Khusus kamar operasi dalam mobile Poka-poka ini belum ada,” tuturnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Palu dr Reny, sangat mengapresiasi kumpulan tim dokter dan perawat tersebut.

Ia mengatakan, ke depan tim PATABA dan perannya sangat diharapkan bisa bersinergi dengan Pemerintah Kota Palu.

“Semoga tim PATABA ini bisa sinergi dengan Pemerintah Kota Palu, khususnya saat ini menghadapi bencana non alam pandmi COVID-19,” Kata Wawali Selasa (23/3/2021).

Program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu periode Hadianto Rasyid dan dr Reny ialah pelayanan dasar, di antaranya bidang kesehatan.

Berikut program kerja Pelayanan Dasar :

1. Palu Kota Sehat
2. Transformasi Puskesmas menjadi klinik modern
3. Satu ambulance satu kelurahan
4. BPJS gratis bagi warga tidak mampu
5. Tunjangan kesehatan dan santunan duka RT/RW, petugas rumah ibadah.

sumber: https://palu.tribunnews.com

Deteksi Dini Bencana Alam, NOAA Akan Benahi Ramalan Cuaca

NEW YORK – Badan Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikiat (National Oceanic and Atmospheric Administration/NOAA), Senin (22/3/2021), mengumumkan akan memperbarui Sistem Ramalan Globalnya (Global Forcasting System/GFS), salah satu model komputer utama yang digunakannya untuk meramalkan cuaca di Amerika Utara dan di dunia.

Perubahan ini disiarkan secara langsung pada Senin (22/3) dan dirancang untuk meramalkan secara lebih akurat cuaca sampai dua minggu ke depan.

NOAA mengatakan peningkatan sistem itu ini akan mengarah pada ramalan yang lebih baik mengenai badai dan kondisi cuaca ekstrem lain, gelombang laut, serta sistem cuaca yang tinggi di atmosfer.

“Peningkatan substantif GFS ini, bersama peningkatan yang sedang berlangsung pada kapasitas supercomputing kami, menunjukkan komitmen kami untuk memajukan peramalan cuaca guna memenuhi misi kami untuk melindungi kehidupan dan properti,” kata Direktur NOAA Louis Uccellini dalam telekonferensi media pada Senin (22/3).

Peningkatan ini difokuskan pada fisika yang mendasari cuaca dan menyesuaikan bagaimana informasi cuaca terbaru dimasukkan dan diolah oleh sebuah model sementara mengintegrasikan data dari sumber-sumber lain seperti satelit dan pesawat.

Sistem Ramalan Global itu kini akan digabungkan dengan sebuah model gelombang global yang disebut WaveWatch III, yang akan memperpanjang ramalan gelombang sampai 16 hari dan memperbaiki prediksi gelombang samudra.

“Peningkatan ini merupakan bagian dari sistem prediksi global generasi berikut di dalam kerangka kerja Unified Forecast System atau UFS, yang merupakan prakarsa yang sedang berlangsung untuk memanfaatkan kepakaran masyarakat cuaca yang lebih luas, serta mempercepat penelitian,” kata Vijay Tallpragada, kepala bagian modeling dan asimilasi data pada Pusat Modeling Lingkungan di NOAA.

Perubahan Iklim Pengaruhi Tingkat Bencana Alam Terkait Air

Liputan6.com, Jakarta – Bahaya perubahan iklim berdampak pada peningkatan banjir dan kekeringan yang berkepanjangan.

Perubahan iklim juga mengubah pola curah hujan, mempengaruhi ketersediaan air dan memperburuk kerusakan akibat banjir dan kekeringan di seluruh dunia.

Badan Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan peningkatan banjir dapat menghancurkan titik-titik air dan fasilitas sanitasi serta mencemari sumber-sumber air.

Akibatnya, juru bicara WMO Clare Nullis mengatakan miliaran orang punya akses yang terbatas atau sama sekali tidak memiliki akses pada air bersih dan sanitasi, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Selasa (23/3/2021).

“Jadi, 39 persen populasi dunia tidak memiliki akses pada air minum yang aman. Diperkirakan masalah ini akan semakin parah karena perubahan sosial ekonomi, pertumbuhan penduduk, dan tentunya, perubahan sumber air, seperti gletser,” kata Nullis.

WMO menyebut gletser sebagai menara air dunia. Ini memperingatkan mencairnya lapisan es dan gletser menyebabkan lebih banyak bahaya sekaligus mengancam ketahanan air jangka panjang bagi ratusan juta orang.

Nullis menguraikan salah satu contoh perubahan iklim paling dramatis tentang bagaimana hal itu terjadi, dapat dilihat di Tajikistan, negara yang memiliki lebih dari 14.500 gletser pada abad ke-20.

“Saat ini, lebih dari seribu di antaranya telah mencair sepenuhnya dan volume total massanya berkurang sepertiganya. Hal ini dalam jangka pendek menyebabkan lebih banyak bahaya seperti longsoran salju, aliran lumpur, banjir — yang disebut ledakan glasial,” ujarnya.

Sistem Manajemen Air

Gletser adalah salah satu sumber air utama. Dalam jangka panjang, Nullis memperingatkan pencairan gletser dapat meningkatkan kelangkaan air bagi jutaan orang.

Ia menegaskan fenomena sama sedang terjadi di seluruh dunia.

WMO menyatakan lebih dari separuh dari seluruh negara di dunia tidak memiliki sistem manajemen kualitas air.

Badan itu menyerukan tindakan yang lebih terpadu untuk melindungi sumber air dunia yang semakin berkurang dan upaya mengurangi perubahan iklim.

Pengambilan Keputusan Darurat untuk Bencana Alam

Dengan tren pemanasan global yang semakin meningkat, bencana alam yang sering terjadi membawa tantangan yang serius bagi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pengambilan keputusan darurat (EDM) bencana alam semakin berperan penting dalam meningkatkan kemampuan tanggap bencana. Dalam makalah ini, pertama-tama peneliti menguraikan konsep dan karakteristik EDM untuk bencana alam dan menjelaskan secara singkat isi keputusan darurat dalam berbagai tahapan bencana alam. Kemudian, gambaran umum diberikan untuk teori EDM dan metode bencana alam dari perspektif metodologis. Setelah itu, tim memberikan ilustrasi detail pembangunan sistem pendukung keputusan darurat. Akhirnya, peneliti meringkas kesimpulan utama dari makalah ini dan menunjukkan prospek penelitian di masa depan. Artikel ini dipublikasikan pada 2018 di Scopus Review

Selengkapnya


Model Berkelajutan PHEOC

vietnam map

vietnam mapPublic Health Emergency Operations Centre (PHEOC) dipandang sebagai komponen kesiapsiagaan darurat dan digunakan untuk koordinasi multi lembaga merespon bahaya termasuk bencana alam, tumpahan bahan kimia, insiden radionuklir, darurat kemanusiaan dan wabah penyakit. PHEOC berperan memantau kejadian dengan menggunakan berbagai data, meningkatkan komunikasi antar personal kesehatan dan manajemen darurat. Operasional PHEOC dalam keadaan darurat mengacu pada struktur organisasi berbasis Incident Command System (ICS). PHEOC akan terus beroperasi melalui pengawasan kegiatan rutin dalam melayani kebutuhan kesehatan masyarakat selama periode wabah dan non wabah. Dengan demikian, dapat dipastikan model keberlanjutan PHEOC dapat dilakukan melalui analisis rutin dan pengawasan data. Artikel berikut menggambarkan dua pendekatan tersebut dengan dua studi kasus di Vietnam dan Kamerun. Pengalaman yang diperoleh dari pengembangan kapasitas PHEOC di Vietnam dan Kamerun mendemostrasikan jalur keberlanjutan yang direkomendasikan untuk pengembangan PHEOC. Salah satunya adalah PHEOC harus menjadi pusat intelijen epidemi untuk menerima, menafsirkan, dan memvisualisasikan pengawasan data dari berbagai sumber

Selengkapnya

Training of Trainer (TOT) Dinkes Disaster Plan, Hospital Disaster Plan dan Puskesmas Disaster Plan – November 2020

logo caritas

logo caritas

Training of Trainer (TOT) Dinkes Disaster Plan, Hospital Disaster Plan dan Puskesmas Disaster Plan

November 2020


{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”blue”}

Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS Kota Palu, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal.

Peningkatan kapasitas sumber daya local dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana dan krisis keseahatan di daerah sangatlah penting. Pada project tahun sebelumnya PKMK FK-KMK UGM telah mendampingi Dinkes Provinsi Sulteng, Dinkes Kab. Sigi, RSUD Tora Bello dan Puskesmas Marawola untuk menyelesaikan dokumen disaster plan. Harapannya tim kecil atau peserta yang aktif dalam penyusunan tersebut mampu mendampingi untuk menyiapkan dokumen disaster plan di dinkes, rumah sakit dan puskesmas lainnya. Proses pendampingan ini juga akan diperkuat oleh peran universitas lokal yaitu dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat.

TOT ini merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian kegiatan Perluasan Program Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan ke Masyarakat di Sulawesi Tengah. Kegiatan TOT tidak hanya sebatas pemberian materi pada saat pelatihan. Kegiatan ini akan berkelanjutan dimana setelah mendapatkan TOT, peserta bersedia dan mampu menjadi Fasilitator dan Pendamping dalam meningkatkan kapasistas manajemen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas.

Tujuan

TOT ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Dinas Kesehatan dan Perguruan Tinggi untuk mendampingi kabupaten/kota di Sulawesi Tengah dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan.

Proses Kegiatan

Proses kegiatan ini lakukan dalam bentuk laring dan daring. Kelas TOT akan dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu :

  • TOT Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas (Puskesmas Disaster Plan)
  • TOT Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Rumah Sakit (Hospital Disaster Plan)
  • TOT Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan (Dinkes Disaster Plan)

PKMK FK-KMK UGM sudah membagikan terlebih dahulu link google form surat komitmen dan registrasi peserta TOT. Didalam formulir tersebut peserta memilih kelas TOT yang akan diikuti.

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan ini sekitar 20 orang yang berasal dari universitas, dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas.

 

Output Kegiatan

  • Peserta memahami konsep penyusunan disaster plan
  • Peserta mampu dan bersedia menjadi pendamping dan fasilitator penyusunan dokumen disaster plan di puskesmas, rumah sakit dan dinas kesehatan.

 

Jadwal

TOT I : dilakukan via laring atau pertemuan langsung

Waktu : Selasa – Rabu / 17-18 November 2020
Pukul : 08.00 – 10.00 WITA
Tempat : Fakultas Kedokteran Untad

 

Selasa, 17 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
08.00 – 08.10 Pembukaan dan Pengantar

Dinkes Provinsi Sulteng

PKMK

08.10 – 08.20

Penugasan 1:

Peserta dengan stiky note, menuliskan apa saja kebutuhan Penyusunan rencana di RS, Puskesmas dan Dinas Kesehatan

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
08.20 – 08.50

Materi 1:

Program,aktivitas, misi dan visi

Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt
08.50 – 09.05

Penugasan 2:

Menuliskan misi dan visi dalam disaster plan dan program aktivitas

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta

09.05 – 09.35

 

09.35 – 09.50

Materi 2 :

Konsep Disaster Plan

Diskusi

dr. Bella Donna, M.Kes
09.50 – 10.00 Review hari 1 Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
Rabu, 18 November 2020
Jam Materi Penanggung Jawab
08.00 – 08.10 Pengantar hari ke-2 PKMK FK-KMK UGM

08.10 – 08.25

 

 

 

08.25 – 08.40

Penugasan 3:

Menuliskan aktivitas dari sebuah perencanaan penanggulangan bencana

 

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta

08.40 – 09.10

 

 

09.10 – 09.25

Materi 3 :

Komponen Disaster Plan

 

Diskusi

dr. Bella Donna, M.Kes

09.25 – 09.40

 

 

 

09.40 – 09.50

Penugasan 4:

Mencoba Menyusun alternatif organisasi penanggulangan bencana

 

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
09.50 – 10.00 Penutup  

 

TOT II : dilakukan via daring atau dalam jaringan

Catatan : peserta mengikuti TOT II berdasarkan kelas TOT yang dipilih. Misalnya peserta yang memilih TOT Puskesmas Disaster Plan, maka peserta tersebut hanya mengikuti kelas TOT Puskesmas Disaster Plan

1. TOT Puskesmas Disaster Plan

Waktu : Senin, 23 November 2020

Pukul : 09.00 – 12.00 WITA

Tempat : dari tempat masing-masing peserta

 

Senin, 23 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
09.00 – 09.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM

09.10 – 09.40

 

 

 

09.40 – 09.55

Materi 1 :

Sistem pengorganisasian berbasis Incident Command System (ICS) di Puskesmas

Diskusi

dr. Hendro Wartatmo

09.55 – 10. 25

 

 

10.25 – 10.35

Penugasan 1 :

Menyusun sistem pengorganisasian berbasis ICS di Puskesmas

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta

10.35 – 11.05

 

 

11.05 – 11.20

Materi 2 :

Analisis Risiko, HVA dan Manajemen Risiko

Diskusi

Madelina Ariani, MPH

11.20 – 11. 50

 

 

11.50 – 12.00

Penugasan 2 :

Melakukan perhitungan analisis risiko di Puskesmas

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
12.00 Pengarahan TOT III  

 

2. TOT Dinkes Disaster Plan :

Waktu : Senin, 23 November 2020
Pukul : 13.00 – 16.00 WITA
Tempat : dari tempat masing-masing peserta

Senin, 23 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
13.00 – 13.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM

13.10 – 13.40

 

 

 

13.40 – 13.55

Materi 1 :

Sistem pengorganisasian dan gugus tugas berbasis Incident Command System (ICS) di Dinas Kesehatan

Diskusi

dr. Hendro Wartatmo

13.55 – 14. 25

 

 

14.25 – 14.35

Penugasan 1 :

Menyusun sistem pengorganisasian berbasis ICS di Dinas Kesehatan

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta

14.35 – 15.05

 

 

15.05 – 15.20

Materi 2 :

Analisis Risiko, HVA dan Manajemen Risiko

Diskusi

Madelina Ariani, MPH

15.20 – 15. 50

 

 

15.50 – 16.00

Penugasan 2 :

Melakukan perhitungan analisis risiko di DInas Kesehatan

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
16.00 Pengarahan TOT III  

 

3. TOT Hospital Disaster Plan :

Waktu : Selasa, 24 November 2020
Pukul : 09.00 – 12.00 WITA
Tempat : dari tempat masing-masing peserta

 

Selasa, 24 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
09.00 – 09.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM

09.10 – 09.40

 

 

 

09.40 – 09.55

Materi 1 :

Sistem pengorganisasian berbasis Incident Command System (ICS) di Rumah Sakit

Diskusi

dr. Hendro Wartatmo

09.55 – 10. 25

 

 

10.25 – 10.35

Penugasan 1 :

Menyusun sistem pengorganisasian berbasis ICS di Rumah Sakit

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta

10.35 – 11.05

 

 

11.05 – 11.20

Materi 2 :

Analisis Risiko, HVA, HSI dan Manajemen Risiko

Diskusi

Madelina Ariani, MPH

11.20 – 11. 50

 

 

11.50 – 12.00

Penugasan 2 :

Melakukan perhitungan analisis risiko di Rumah Sakit

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
12.00 Pengarahan TOT III  

 

 

TOT III : dilakukan via daring atau dalam jaringan

Catatan : peserta mengikuti TOT III berdasarkan kelas TOT yang dipilih. Misalnya peserta yang memilih TOT Puskesmas Disaster Plan, maka peserta tersebut hanya mengikuti kelas TOT Puskesmas Disaster Plan

 

1.TOT Puskesmas Disaster Plan

Waktu : Rabu, 25 November 2020

Pukul : 09.00 – 12.00 WITA

Tempat : dari tempat masing-masing peserta

 

Rabu, 25 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
09.00 – 09.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM

09.10 – 09.40

 

09.40 – 09.55

Materi 1 :

Penyusunan Skenario di Puskesmas

Diskusi

Madelina Ariani

09.55 – 10. 25

 

10.25 – 10.35

Materi 2 :

Peta respon dan Peta Risko

Diskusi

Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt

10.35 – 11.05

 

 

11.05 – 11.20

Materi 3 :

Teknis Menyusun Puskesmas Disaster Plan

Diskusi

dr. Bella Donna, MPH

11.20 – 11. 50

 

11.50 – 12.00

Penugasan :

Penyusunan Puskesmas Disaster Plan

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
12.00 Penutupan dan Rencana Tindak Lanjut  

 

2. TOT Dinkes Disaster Plan :

Waktu : Rabu, 25 November 2020

Pukul : 13.00 – 16.00 WITA

Tempat : dari tempat masing-masing peserta

 

 

Rabu, 25 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
13.00 – 13.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM

13.10 – 13.40

 

 

13.40 – 13.55

Materi 1 :

Penyusunan Skenario di Dinas Kesehatan

Diskusi

Madelina Ariani

13.55 – 14. 25

 

14.25 – 14.35

Materi 2 :

Peta respon dan Peta Risko

Diskusi

Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt

14.35 – 15.05

 

 

 

15.05 – 15.20

Materi 3 :

Rencana Operasional Penaggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinkes

Diskusi

dr. Bella Donna, MPH

15.20 – 15. 50

 

15.50 – 16.00

Penugasan :

Penyusunan Dinkes Disaster Plan

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
16.00 Penutupan dan Rencana Tindak Lanjut  

 

3. TOT Hospital Disaster Plan :

Waktu : Kamis, 26 November 2020

Pukul : 09.00 – 12.00 WITA

Tempat : dari tempat masing-masing peserta

 

Kamis, 26 November 2020
Waktu Materi Penanggung Jawab
09.00 – 09.10 Pengantar PKMK FK-KMK UGM

09.10 – 09.40

 

 

09.40 – 09.55

Materi 1 :

Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Infeksi (PPI) di Rumah Sakit

Diskusi

dr. Handoyo Pramusinto, SpB

09.55 – 10. 25

 

10.25 – 10.35

Materi 2 :

Logistik Kesehatan dan surge capacity

Diskusi

dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK

10.35 – 11.05

 

11.05 – 11.20

Materi 3 :

Teknik Penyusunan HDP

Diskusi

dr. Bella Donna, MPH

11.20 – 11. 50

 

11.50 – 12.00

Penugasan:

Penyusunan Dokumen HDP

Diskusi

Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
12.00 Penutupan dan Rencana Tindak Lanjut  

 

Penutup

Demikian Kerangka Acuan Kegiatan Training of Trainer (TOT) Dinkes Disaster Plan, Hospital Disaster Plan dan Puskesmas Disaster Plan. Kegiatan ini penting sebagai peningkatan kapasitas peserta dalam proses pendampingan penyusunan rencana penanggulangan bencana dan krisis kesehatan ke puskesmas, rumah sakit dan dinas kesehatan lainnya. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.

 

{tab title=”Reportase” class=”red”}

Reportase

Training of Trainer (TOT) Dinkes Disaster Plan, Hospital Disaster Plan dan Puskesmas Disaster Plan

November 2020

TOT ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Dinas Kesehatan dan Perguruan Tinggi untuk mendampingi kabupaten/kota di Sulawesi Tengah dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. Pada kegiatan sinkronisasi program tanggal 26 Oktober 2020, rencana kegiatan TOT ini sudah disampaikan kepada Dinas Kesehatan dan Pihak Universitas. Kemudian PKMK FK – KMK UGM membuat satu formulir melalui google form sebagai bentuk registrasi dan surat komitmen dari calon peserta TOT. Berdasarkan penjelasan di google form tersebut, Dinkes Provinsi Sulteng, Dinkes Kabupaten Sigi, FK Universitas Tadulako, FKM Universitas Tadulako dan FK Universitas Alhaeraat mengirimkan surat penugasan calon peserta TOT. Jumlah calon peserta TOT yang mendaftar ada sekitar 37 orang. Bentuk surat komitmen dan registrasi dapat diakses pada link http://bit.ly/TOTdisasterplan.

Sebelum peserta mendapatkan TOT, PKMK FK – KMK UGM membagikan undangan kegiatan pre fornas JKKI dengan topik workshop perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di puskesmas, rumah sakit dan dinas kesehatan kepada calon peserta TOT. Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini calaon peserta TOT sudah memiliki gambaran terkait dengan perencanaan penanggulangan becana dan krisis kesehatan. Penyelenggaraan TOT ini dilakukan engan dua metode yaitu Pertemuan Pertama secara laring (langsung) yang diselenggarakan pada 17 – 19 November di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako dan Pertemua kedua secara daring (online) yang diselenggarakan pada 24 – 26 November 2020.

{tab-ex 17 November 2020}

h2 tot caritas

Dok. PKMK FK-KMK UGM ”Penugasan kelompok penyusunan Program, Project, Vision, Mission“

Sesi ini diawali dengan penjelasan kembali terkait gambaran umum rencana pelaksanaan TOT disaster plan. Kegiatan ini akan berkelanjutan dimana setelah mendapatkan TOT, peserta bersedia dan mampu menjadi Fasilitator dan Pendamping dalam meningkatkan kapasistas manajemen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas. Selanjutnya pemaparan dari Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt terkait ”Program, Project, Vision Mission“. Melalui materi ini peserta bisa memahami apa yang dimaksud dengan program, visi dan misi dalam merencanakan sebuah kegiatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Program adalah proses yang terorganisir didisain secara sistematis dan strategis dengan dukungan proyek untuk mencapai tujuan yang ditetapkan sehubungan dengan visi. Sementara project adalah proses yang terorganisir didisain secara sistematis dan strategis terdiri dari kegiatan kegiatan untuk mencapai sasaran yang ditetapkan sehubungan dengan tujuan dan visi.

Selanjutnya peserta dibagi menjadi 3 kelompok yaitu (1) Kelompok Puskesmas Disaster Plan; (2) Kelompok Hospital Disaster Plan; (3) Kelompok Dinkes Disaster Plan. Masing – masing kelompok didampingi oleh fasilitator. Setiap kelompok mencoba menyusun program, project, vision, mission. Fasilitator telah menyiapkan template untuk pengisian penugasan tersebut. Adapun komponen yang harus diisi adalah visi-misi, program – goal, project – objective – activity -strategi. Masing-masing kelompok berproses dengan baik dan mereka dibebaskan untuk mengeluarkan pendapat. Hasil penugasan ini akan dikoreksi dan direview kembali pada TOT selanjutnya.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab-ex 18 November 2020}

h2 tot caritas 18

”Dok. PKMK FK-KMK UGM ”Diskusi pada pemaparan materi Disaster Plan (kiri) dan Review penugasan Program, Project, Vision, Mission“

Pada sesi hari ini peserta TOT mendapatkan materi pembelajaran dari dr. Bella Donna, M.Kes terkait dengan disaster plan. Perlu membangun kapasitas untuk mengelola keadaan darurat dan bencana serta mempersiapkan dalam menghadapi risiko ke depan, tepat waktu. Langkah kesiapan menghadapi bencana dimulai dari identifikasi risiko, menyusun perencanaan, menyiapkan sistem komando/klaster dan terakhir implementasi dan latih. Di dalam sistem klaster keseahtan akan terbangun koordinasi tim, kolaborasi bantuan dan integrasi sistem. Disaster Plan ini dibuat untuk menghadapi keadaan darurat yang masih bisa ditanggulangi oleh kapasitas lokal, disusun bersama pihak – pihak yang terlibat. Skenario dan tujuan disepakati bersama serta menetapkan peran dan tugas setiap pihak yang terkait. Dokumen perencanaan yang disusun oleh dinkes, RS dan puskesmas menjadi bagian dari dokumen renkon daerah yang dibuat oleh BPBD.

Dokumen perencanaan penanggulangan bencana dan kriris kesehatan harus sedetail mungkin dan sesuai kebutuhan sehingga dapat dioperasionalkan dalam rencana operasi tanggap darurat. Dokumen ini dikaji ulang secara periodik berdasarkan perubahan komponen risiko bencana yang berdampak terhadap kesehatan.

Selanjutnya peserta dibagi kembali dalam kelompok berdasarkan kelas TOT yang dipilih. Kelompok TOT Puskesmas Disaster Plan ada sebanyak 11 orang, TOT Hospital Disaster Plan ada sebanyak 16 orang dan TOT Dinkes Disaster Plan ada sebanyak 10 orang. Peserta kelompok melanjutkan review penugasan Program, Project, Vision, Mission. Setelah mendapatkan materi dari dr. Bella Donna, peserta lebih mudah me – review kembali hasil penugasan. Secara umum mereka sudah memahami bagaimana proses penyusunan rencana program sehingga muncul satu project yang dapat meningkatkan penanganan bencana dan krisis kesehatan.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab-ex 19 November 2020}

h2 tot caritas 19

Dok. PKMK FK-KMK UGM „Pemaparan Analisis Risiko (kiri) dan Prakter pembuatan peta respon (kanan)“

Sesi hari ini ada 2 materi yang disampaikan yaitu : (1) Analisis Risiko dan Pengembangan Skenario oleh Madelina Ariani, MPH dan (2) Peta Risiko oleh Gde Yulian Yogadhita, Apt, M.Epid. Madelina menekankan bahwa sektor kesehatan, untuk membuat perencanaan bencana membutuhkan pendekatan multidisiplin dan multi sektor. Melakukan identifikasi potensi hazard adalah langkah awal yang tepat untuk menyusun perencanaan/ kesiapsiagaan yang tepat. Perencanaan yang efektif dengan mengetahui serta menggunakan sumber yang ada untuk menghadapi bencana sangat penting untuk menentukan atau memprediksi kejadian yang nyata kedepannya dan bagaimana menyusun respon yang tepat terhadap ancaman tersebut. Pemaparan materi diselangselingi dnegan penugasan analisis risiko dan penyusunan skenario.

Pada pemaparan peta risiko Gde Yulian menyampaikan Peta Risiko Bencana merupakan gambaran Tingkat Risiko bencana suatu daerah secara spasial dan non spasial berdasarkan Kajian Risiko Bencana suatu daerah. Ini tercantum dalam Peraturan Kepala BNPB Nomor 2 Tahun 2012 tentang pedoman pengkajian umum risiko bencana. Sedangkan peta respon merupakan respon kapasitas daerah dalam merespon kedaruratan yang disajikan dalam bentuk peta yang berisi bahaya (single hazard), kapasitasm alur respon, dan jalur evakuasi. Peta respon diletakkan di tempat yang mudah dilihat, selalu diupdate berdasarkan hasil laporan perkembangan. Selanjutnya peserta kembali kemasing-masing kelompok dan melakukan praktek penyusunan peta respon.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab-ex 24 November 2020}

h2 tot caritas 3

Dok. PKMK FK-KMK UGM ” Diskusi Materi Sistem pengorganisasian berbasis Incident Command System (ICS)“

Penyelenggaraan TOT kali ini dilakukan via online dimanana sesi ini merupakan lanjutan dari kegiatan TOT yang sebelumnya dilaksanakan onsite. Materi pertama disampaikan oleh dr. Hendro tentang sistem pengorganisasian berbasi ICS. Sistem pengorganisasian ini penting untuk menetapkan bagaimana proses inisiasi atau mulai bekerjanya organisasi penanggulangan bencana dan siapa yang mempunyai kewenangan atas itu. ICS sebagai sistem komando untuk perintah, kontrol dan sumber daya selama suatu kegiatan berlangsung. Artinya struktur yang dibentuk hanya berlaku saat kejadian, misalnya saat tanggap darurat. Sistem komando itu bukan organisasi tetapi sistem yang mengatur komandonya. Fungsi komando membagi habis tugas personilnya, menetapkan prosedur komunikasi antar elemen pendukung dan membuat program cadangan untuk situasi darurat yang terjadi diluar rencana.

Pada sesi diskusi peserta menanyakan sebaiknya simulasi dilakukan berapa kali. Simulasi menunjukkan kemampuan yang dimiliki, demonstrasi menunjukkan apa yang idealnya. Simulasi dilakukan sekali setahun untuk melihat kekurangan dan yang perlu diperbaiki apa jadi bukan untuk sekedar syarat akreditasi. Setelah sesi diskusi, melalui aplikasi brakroom zoom peserta dibagi menjadi 3 kelas sesuai dengan kelompok TOT yang dipilih yaitu kelompok puskesmas disaster plan, hospital disaster plan dan dinkes disaster plan. Dalam kelompok terdapat fasilitator yang mengarahkan. Peserta mencoba menyusun satu struktur pengorganisasian saat bencana berdasarkan sistem komando. Selama penugasan peserta lebih mudah memahami karena sebelumnya pada kegiatan pre fornas mereka sudah mendapatkan materi ini apalagi ada fasilitator yang bisa memberi arahan dan masukan selama proses pengerjaan. Struktur organisasi yang dibangun saat bencana, harus sejalan dengan struktur organisasi sehari – hari. Artinya sebagian besar strukturnya menyerupai, bidang logistik saat sehari-hari menjadi penanggung jawab tim logistik di struktur tim bencana.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab-ex 25 November 2020}

h2 tot caritas 4

Dok. PKMK FK-KMK UGM ”Pemaparan materi Logistik saat Bencana (kiri) dan peserta TOT Hospital Disaster Plan (Kanan)

Pada awal kegiatan sesi hari ini semua peserta masih digabungkan dalam satu room untuk mendapatkan materi pembelajarand dari dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK tentang Logistik Medik dan Fasilitas saat Bencana.Kesiapan logistik medik ini ada dalam setiap fase bencana yaitu logistik medik pada fase pra bencana, fase respon dan pasca bencana. Penyimpanan logistik medik bencana tergantung pada fase bencana, tipe bencana, dampak bencana, lokasi bencana, komunikasi dan transportasi. Dalam mempersiapkan logitik medik pada saat respon, penting terlebih dahulu diketahui data informasi situasi di lokasi bencana, informasi ini didapatkan dari tim surveilans dan tim RHA. Dalam menyiapkan logistik medik untuk operasional (pelayanan) harus berdasarkan pedoman pengobatan.

Selanjutnya melalui aplikasi brakroom zoom peserta dibagi menjadi 3 kelas sesuai dengan kelompok TOT yang dipilih yaitu kelompok puskesmas disaster plan, hospital disaster plan dan dinkes disaster plan.Pada room kelompok puskesmas disaster plan terdapat 2 materi yang disampaikan yaitu data informasi oleh Madelina Ariani, MPH dan komunikasi risiko manajemen relawan oleh Gde Yulian Yogadhita, Apt, M.Epid. Pada Kelompok TOT Hospital Disaster Plan disampaikan materi Pengendalian dan Pencegahan Infeksi oleh dr. Handoyo Pramusinto, SpB dan materi Hospital Safety Index oleh Madelina Ariani, MPH. Pada kelompok TOT Dinkes Disaster Plan disampaikan materi Aktivasi Klaster Kesehatan dan materi Data Informasi oleh dr. Bella Donna, M.Kes. Seluruh materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan dari masing – masing kelompok TOT. Melalui materi data informasi dan manajemen risiko, puskesmas dapat memahami alur informasi dan formulir apa saja yang disiapkan di puskesmas dalam penanganan bencana dan krisis kesehatan. Pada materi pengendalian penyakit infeksi rumah sakit dapat memahami bagaimana tim PPI ini bekerja dan mampu mengendalikan penularan penyakit di rumah sakit. Pada materi aktivasi klaster kesehatan dinas kesehatan sebagai leading sektor dan koordinato klaster kesehatan dapat memahami sistem pengaktifan klaster kesehatan, bidang apa saja yang terlibat dan bagaimana membangun koordinasi dalam sistem klaster kesehatan.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab-ex 26 November 2020}

h2 tot caritas 5

Dok. PKMK FK-KMK UGM ”Presentase penugasan dari kelompok TOT Hospital Disaster Plan“

Pada pertemuan TOT hari ini berfokus pada teknis pengerjaan dokumen disaster plan. Peserta langsung dibagi melalui aplikasi zoom peserta (melalui break out room) berdasarkan kelompok TOT (kelompok puskesmas disaster plan, hospital disaster plan dan dinkes disaster plan). Proses teknis pengerjaan dokumen disaster plan di dalam kelompok didampingi oleh fasilitator dari PKMK FK – KMK UGM. Masing – masing kelompok berdiskusi mengisi draft dokumen disaster plan. Setelah pengerjaan selesai, peserta kembali digabungkan dalam satu room dan masing – masing kelompok mempersentasikan hasil penugasan.

Pada penugasasan kelompok TOT Dinkes Diasaster Plan, di latar belakang dokumen dimasukkan gambaran umum demografi, kebijakan, bencana dan analisis risiko. Dasar hukum diisi dengan kebijakan – kebijakan yang update serta keputusan – keputusan terkait yang mendukung dokumen perencanaan ini misalnya dari BPBD setempat. Untuk Bab 2, gambaran umum demografi dimasukkan, semua kapasitas masing-masing daerah yang didampingi dinkes mulai dari SDM dan fasilitas lainnya. Untuk bab 3 untuk pengorganisasian disesuaikan dengan struktur organisasi dinkes setempat. Dalam struktur komando disusun sesuai dengan ICS di dinkes. Tupoksi membagi habis tugas dari yang ada di struktur. Di analisis risiko akan menghasilkan bencana apa yang menjadi prioritas untuk disiapkan dari hasil perhitungan. Skenario yang disusun berdasarkan dari hasil analisis risiko tersebut. SOP untuk semua jenis bencana yang umum, misalnya pengaktifan klaster, sistem koordinasi, sistem data dan informasi, mobilisasi petugas kesehatan dan sebagainya.

Pada penugasan kelompok TOT Hospital Disaster Plan data dan sarana dimasukkan dalam dokumen. Tim – tim yang siap melakukan pelayanan dimasukkan juga dalam komponen ketenagaan. Semua tenaga kesehatan yang memiliki keahlian tertentu didata. Analisis risiko mulai dengan mengidentifikasi data – data empiris dari sekitar rumah sakit. Terdapat sistem komando dan kontrol khusus untuk skenario, kapasitas fungsionalnya seperti apa dan lebih baik jika dilengkapi tabel pengkategorian risiko bencana. Dalam sistem komando disusun orang – ornag yang bekerja saat bencana, komando ya jelas, dan ada pembagian tugas yang jelas. Untuk fasilitas.
Lampiran berupa SOP yang dilakukan dalam setiap tahapan penanggulangan bencana.

Pada penugasan Kelompok TOT Puskesmas Disaster Plan, mencoba menyusun dokumen disaster plan Puskesmas Kaleke. Daftar istilah disesuaikan dengan konten. Pada latar belakang dimasukkan gambaran geografis puskesmas, informasi umum bencana mulai sulteng sampai ke pkm dan pentingnya menyusus naskah disaster plan. Dasar hukum sudah ada, tapi ini penting untuk dicek kembali supaya dasar hukum yang disusun sudah update. Pada gambaran umum wilayah kerja dimasukkan profil kesehatan, vulnerability dan 12 standar SPM puskesmas. Struktur organisasi dan ketenagaan mengambil dari struktur puskesmas. Sama juga dengan ketenagaan sesuai dengan yg ada di puskesmas. Sistem komando akan membuat bagannya dan akan didiskusikan dan disepakati dengan pihak Puskesmas Kaleke. Terkait SOP disesuaikan dengan kebutuhan puskesmas.

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{/tabs-ex}

{/tabs}

Sosialisasi Rencana Kegiatan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit

logo caritas

logo caritas

Kerangka Acuan Kegiatan

Sosialisasi Rencana Kegiatan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit

(Dinkes Kab. Donggala, Dinkes Kota Palu, RS Kabelota dan RS di Kota Palu)


Jumat, 26 Februari 2021

Pengantar

PKMK FK-KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas kesehatan yang menjadi sasaran program ini adalah Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kabupaten Donggala, RS Kabelota, RS di Kota Palu, Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Tompe. Dalam pelaksanaan program ini PKMK FK-KMK UGM akan tetap melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah dan universitas lokal (Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, dan Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat).

Peningkatan kapasitas sumber daya local dalam menyusun perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerah sangatlah penting. Dalam peningkatan kapasitas sumber daya local tersebut, PKMK FK-KMK UGM telah menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan (Disaster Plan) pada November 2020 dan ujian interview peserta pada Desember 2021. Dari proses kegiatan tersebut dihasilkan sebanyak 25 orang peserta TOT yang bersedia dan mampu menjadi Fasilitator dan Pendamping dalam penyusunan dokumen perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas.

Melalui kegatan sosialisasi ini Tim PKMK FK-KMK UGM akan menyampaikan rencana penyusunan dokumen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit. Bagaimana persiapan, metode dan waktu pelaksanaan kegiatan akan disepakati pada pertemuan ini. Sosialisasi ini juga akan melibatkan Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kab. Sigi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat, dan RS Undata khususnya peserta TOT yang bersedia menjadi fasilitator dan pendamping dalam penyusunan dokumen.

Tujuan

Sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan rencana kegiatan :

  • Pelatihan aktivasi klaster kesehatan di Dinas Kesehatan Kab. Donggala dan Dinas Kesehatan Kota Palu
  • Pelatihan penyusunan dokumen perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Dinas Kesehatan Kab. Donggala dan Dinas Kesehatan Kota Palu
  • Pelatihan penyusunan dokumen perencanaan penanggulangan bencana di RS Kabelota
  • Review dokumen perencanaan penanggulangan bencana rumah sakit (Hospital Disaster Plan) di kota Palu

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan via daring (online) dengan menggunakan aplikasi zoom. Tim PKMK FK-KMK UGM akan menyampaikan rencana kegiatan kemudian akan disiskusikan bersama-sama dengan peserta.

Peserta Kegiatan

  1. Bidang terkait yang mengurusi bencana dan krisis kesehatan di:
    • Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah
    • Dinas Kesehatan Kab. Donggala
    • Dinas Kesehatan Kota Palu
    • Rumah Sakit Kabelota Kab. Donggala
  2. Tim penyusun atau bidang penyusun dokumen Hospital Disaster Plan RS di Kota Palu :
    1. Rumah Sakit Undata
    2. Rumah Sakit Woodward Palu
    3. Rumah Sakit Anutapura
    4. Rumah Sakit Bhayangkara
    5. Rumah Sakit Wirabuana
    6. Rumah Sakit Budi Agung
    7. Rumah Sakit Samaritan
    8. Rumah Sakit Madani
  3. Fasilitator dan Pendamping dari Dinkes Provinsi Sulawesi Tengah, Dinkes Kab. Sigi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, Fakultas Kedokteran Universitas Al-Khairat, dan RS Undata

 

Output Kegiatan

Peserta memahami dan bersedia bekerja sama dalam pelaksanaan rencana penyusunan dokumen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit.

 

Jadwal

Waktu : Jumat, 26 Februari 2021
Pukul : 13.00 – 14.00 WITA
Tempat : dari tempat masing-masing

 

Jumat, 26 Februari 2021
Waktu Materi Penanggung Jawab
13.00 – 13.10 Pembukaan dan Pengantar

Dinkes Provinsi Sulteng

PKMK

13.10 – 13.40 Sosialisasi Rencana Kegiatan Tim PKMK FK-KMK UGM dan Peserta
13.40 – 14.00 Diskusi dan Rencana Tindak Lanjut  
14.00 Penutupan Tim PKMK FK-KMK UGM

 

Penutup

Demikian Kerangka Acuan Kegiatan Training of Trainer (TOT) sosialisasi rencana penyusunan dokumen penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit. Kegiatan ini penting sebagai persiapan perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM sebagai penyelenggara program akan berkomitmen demi tercapainya tujuan program dan Caritas Germany sebagai mitra penyelenggara program akan mendapatkan laporan rutin terkait keberlangsungan program.