BNPB Susun Analisis pada Pembangunan Berisiko Bencana

BOGOR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana Kedeputian Bidang Sistem dan Strategi, mengadakan rapat koordinasi penyusunan Panduan Pelaksanaan Analisis Risiko Bencana pada kegiatan / pembangunan berisiko tinggi bencana yang diselenggarakan di Bogor, Jawa Barat pada Selasa (13/9) dan Rabu (14/9).

Pembahasan kali ini menitikberatkan pada penyusunan panduan analisis risiko bencana untuk setiap pembangunan yang mempunyai risiko tinggi, yang dapat menimbulkan bencana, antara lain pengeboran minyak bumi, pembuatan senjata nuklir, pembuangan limbah, kawasan wisata yang berada di darah rawan bencana dan lain sebagainya.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati menyatakan, seiring dengan perkembangan zaman dan pemenuhan hidup manusia, perlu diadakan pembangunan. Perlu diperhatikan apakah akan menimbulkan risiko bencana di kemudian harinya.

“Kita tidak bisa menolak pembangunan, pembangunan akan mendorong investasi. Bila ada pembangunan yang mana akan menimbulkan risiko baru, perlu diperhatikan terkait pengurangan risiko bencananya,” Ucap Raditya saat membuka acara secara virtual, Selasa (13/9).

Bagi wilayah yang memilki risiko tinggi perlu disiapkan mitigasinya, termasuk wilayah pariwisata yang pernah dilanda bencana.

“Termasuk Kawasan Ekonomi Khusus, sangat penting bagaimana upaya mitigasi di wilayah tersebut. Beberapa wilayah pariwisata yang sempat diterjang tsunami dan bencana lainnya dapat dijadikan pembelajaran untuk melakukan antisipasi mitigasi dengan lebih baik,” Tuturnya.

Pada akhir sambutan, dirinya mengungkap analisis risiko bencana ini sebagai salah satu upaya pemerintah untuk melindungi aset dan keberlangsungan hidup masyarakat.

“Tujuan penyusunan ini sebagai upaya dalam melindungi aset pembangunan dan  meminimalisir risiko bencana yang akan terjadi dari dampak kegiatan pembangunan, ” pungkas Raditya.

Pada kesempatan yang sama, Udrekh selaku Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB, menjelaskan bahwa anaisis ini diharapkan sebagai rekomendasi bagi setiap pembangunan yang akan dilakukan wilayah berisiko tinggi.

“Analisis risiko bencana ini sebagai rekomendasi pembangunan dapat dilakukan dengan syarat adanya mitigasi bencna, asuransi bencana dan disosialisasikan kepada masyarakat,” tutup Udrekh.

Kegiatan ini dilakukan secara hybrid dihadiri oleh perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan, Badan Pengawas Tenaga Nuklir, Kementerian Perindustrian, dan Kementarian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional.

Abdul Muhari, Ph.D.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Perbaiki Sistem Manajemen Bencana, Kemenkes dan UGM Bentuk AIDHM

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kesehatan melalui Pusat Krisis Kesehatan bekerja sama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Universitas Gadjah Mada (PKMK-UGM) menggelar pertemuan pembentukan ASEAN Institute of Disaster Health Management (AIDHM) pada tanggal 2-3 Juni 2022, di Yogyakarta.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil The 15th ASEAN Health Ministrial Meeting (AHMM) Mei 2022 lalu di Nusa Dua, Bali yang menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah AIDHM.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Dr. dr. Eka Jusup Singka, M.Sc., mengatakan bahwa Kemenkes bersama PKMK-UGM akan membuat suatu proposal yang bertujuan untuk memperbaiki sistem manajemen bencana di Indonesia menjadi lebih baik lagi. Ia ingin mengubah julukan Indonesia, dari ‘laboratorium bencana’, menjadi ‘negara yang memiliki banyak pengalaman dalam manajemen bencana’.

“Ini adalah upaya kita, sehingga kita harus bekerja lebih bagus lagi, lebih terintegrasi lagi,” kata dr. Eka.

Dalam kesempatan ini dr. Eka juga menyebut bahwa Kemenkes dengan dunia pendidikan, yaitu UGM dan Unsrat, sebagai cikal bakal perkembangan pendekatan pentahelix dalam manajemen bencana.

“Jadi ada NGO (Non-governmental organization) dan akademis. Ada unsur pentahelix dengan akademis. Jadi tidak hanya pekerjaan Kemenkes dan dinas kesehatan saja,” tutur dr. Eka.

Lebih lanjut, Ia menyebut bahwa Kemenkes juga telah membentuk koalisi dengan NGO seperti, Muhammadiyah Disaster Management Center, Pramuka, Nahdlatul Ulama (NU), Persatuan Katolik, Persatuan Protestan dan Buda Tzu Chi, yang jumlahnya mencapai 22, sebagai tenaga relawan saat bencana terjadi.

selengkapnya 

https://www.liputan6.com/health/read/4978447/perbaiki-sistem-manajemen-bencana-kemenkes-dan-ugm-bentuk-aidhm

Lewat Jambore Mitigasi Bencana, FPRB dan BPBD Kabupaten Kediri Ajak Kalangan Muda Cegah Bencana

Kediri, koranmemo.com – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kediri bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, sejak Sabtu (10/9/2022) hingga Minggu (11/9/2022) mengadakan Jambore Mitigasi Bencana di Alas Secang Jugo Mojo.

Jambore Mitigasi Bencana yang diadakan FPRB dan BPBD Kabupaten Kediri di Alasa Secang Jugo Mojo ini dihadiri Dodi Purwanto Ketua DPRD Kabupaten Kediri , dan Syaifudin Zohri Plt Kepala BPBD Kabupaten Kediri.

Sebanyak 300 peserta dari kelompok pecinta alam Kediri Raya, ikut dalam Jambore Mitigasi Bencana yang diadakan FPRB dan BPBD Kabupaten Kediri ini.

Baca Juga: KPUD Kabupaten Ponorogo Temukan Puluhan Nama Masuk Dalam 2 Parpol Berbeda

Ketua FPRB Kabupaten Kediri dr Ari Purnomo Adi mengatakan, kegiatan Jambore Mitigasi Bencana ini untuk memberi bekal pengetahuan tentang potensi bencana yang mungkin terjadi di sekitar Gunung Wilis, dan cara pencegahannya.

“Lereng Gunung Wilis dipilih karena kawqsan ini sedang mendapatkan tekanan yang luar biasa karena pembangunan dan alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian,” ujar Ari, Minggu (11/9/2022).

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari kelompok pecinta alam dengan FPRB Kabupaten Kediri dan BPBD Kabupaten Kediri. Rencananya giat ini akan menjadi agenda rutin dan digelar tiap bulan September,” imbuhnya.

Reporter : Bakti Wijayanto

Bima Arya Ingatkan Warga Bogor Waspada Bencana di Musim Hidrometeorologi

Liputan6.com, Jakarta Wali Kota Bogor, Jawa Barat, Bima Arya Sugiarto mengingatkan agar masyarakat waspada potensi bencana hidrometeorologi, seperti pohon tumbang, longsor dan banjir lintasan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Bima Arya menyebutkan, menurut laporan sementara, terdapat sembilan titik bencana pohon tumbang di berbagai lokasi wilayah Kota Bogor saat hujan deras pukul 17.00 hingga pukul 19.00 WIB, Minggu 4 September 2022 kemarin.

“Saya minta seluruh warga siaga ini cuaca tidak menentu. Jadi ketika hujan deras betul-betul hati-hati,” ujar Bima usai meninjau lokasi pohon tumbang di Jalan Cidangiang, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Minggu malam, seperti dilansir Antara.

Dia memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama lurah, camat dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) berkoordinasi untuk melakukan tindakan darurat bagi warga terdampak bencana pohon tumbang hari ini.

Juga soal bangunan warga yang terdampak kerugian pohon tumbang maupun korban luka ringan agar segera dapat ditangani petugas gabungan BPBD, aparat setempat dan Disperumkim.

Telah ada dua lokasi pohon tumbang yang langsung Bima Arya tinjau yakni di area Istana Bogor dekat Balai Kirti di Jalan Ir H Djuanda, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah dan di Jalan Cidangiang, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah.

selengkapnya

https://www.liputan6.com/news/read/5060819/bima-arya-ingatkan-warga-bogor-waspada-bencana-di-musim-hidrometeorologi

Kota Bogor Sempat Dilanda 31 Bencana Akibat Hujan Deras

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR — Badan PenanggulanganBencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Jawa Barat mencatat ada 31 bencana pohon tumbang, tanah longsor, bangunan roboh, dan angin kencang terjadi di wilayahnya saat hujan deras hingga ringan pada Ahad (4/9/2022) pukul 17.00 WIB hingga 19.00 WIB.

“Hingga saat ini, laporan yang kami data terdapat 31 bencana. Tadi bersama pak wali kota kami sudah tinjau beberapa lokasi pohon tumbang, petugas lain menyebar ke titik-titik lain,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Theofilo Patrocinio Freitas saat dikonfirmasi di Kota Bogor, Ahad.

Theofilo menyebutkan terdapat 15 kejadian pohon tumbang yang didominasi wilayah Kecamatan Bogor Barat, Kecamatan Bogor Tengah dan satu titik di Kemacatan Bogor Selatan. Lokasi pohon tumbang pun berada di depan Gedung Serbaguna sekitar Istana Bogor.

Theofilo bersama Wali Kota Bogor Bima Arya pun telah meninjau dua lokasi pohon tumbang yakni di area Istana Bogor dekat Balai Kirti di Jalan Ir H Djuanda, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah dan di Jalan Cidangiang, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah.

Sementara, untuk kejadian tanah longsor terjadi di satu titik di Wilayah Lebak sari, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah. Dua kejadian bangunan roboh berada di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat.

Kemudian sebanyak 12 kejadian angin kencang terjadi di tiga kecamatan. Enam kejadian berada di wilayah Kecamatan Bogor Selatan, empat kejadian di Bogor Tengah, dua kejadian di Kecamatan Bogor Barat. Akibat kejadian angin kencang, kata Theo, tower Diskominfo di dalam area Balai Kota Bogor roboh menimpa sebagian gedung Sekretaris Daerah (setda) dan atap masjid.

Sebelumnya, saat meninjau lokasi pohon tumbang di Jalan Cidangiang, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah bersama Theofilo, Wali Kota Bogor itu memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama lurah, camat dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) berkoordinasi untuk melakukan tindakakan darurat bagi warga terdampak bencana pohon tumbang hari ini.

Bagi bangunan warga yang terdampak kerugian pohon tumbang maupun korban luka ringan agar segera dapat ditangani petugas gabungan BPBD, aparat setempat dan Disperumkim.

BNPB: Periode Kering Sangat Singkat, Bencana Hidrometeorologi Basah Mendominasi

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan memasuki akhir Agustus 2022, bencana hidrometeorologi basah kembali mendominasi. Setelah selama tiga minggu di awal hingga pertengahan bulan Agustus kejadian bencana hidrometeorologi kering yang mendominasi.

Hal ini dikatakan oleh Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB , Abdul Muhari, dikutip dari keterangan resminya, Rabu (31/8/2022).

“Perlu menjadi perhatian kita di sini, di minggu pertama, minggu kedua, dan minggu ketiga Agustus, itu kita memiliki frekuensi kejadian bencana hidrometeorologi kering yakni kekeringan dan kebakaran hutan, khususnya kebakaran hutan dan lahan ini, ini lebih banyak dari hidrometeorologi basah,” kata Abdul Muhari.

Aam sapaan akrabnya menjelaskan, bencana hidrometeorologi ini ada dua yakni hidrometeorologi basah adalah banjir, banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem, abrasi pantai. Kemudian hidrometeorologi kering itu dominan kekeringan dan karhutla.

“Yang paling sering di kita itu karhutla, tetapi kekeringan juga di awal Agustus di Lani Jaya juga terjadi dan cukup signifikan dampaknya,” ucapnya.

“Setelah 3 Minggu berturut-turut kita memiliki frekuensi kejadian hidrometeorologi kering lebih dominan dibanding hidrometeorologi basah, masuk di minggu-minggu terakhir Agustus ini, ini menjadi kembali hidrometeorologi basah yang dominan,” tambah kata Aam.

Artinya kata Aam, periode kering yang dialami di tahun ini sangat singkat. Biasanya, musim kemarau mulai Juni, Juli, Agustus, kemudian September, Oktober, November masuk peralihan dari kemarau ke hujan, dan pada Desember, Januari, Februari masuk puncak musim hujan.

“Tetapi saat ini di Juni, Juli, Agustus ini kita memiliki waktu kering di mana Karhutla itu dominan sangat-sangat singkat,” jelasnya.

“Di Minggu 22 hingga 28 Agustus ini kita udah balik lagi hidrometeorologi basah yang sangat dominan di mana kejadian banjir ini merata hampir di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh, Kalimantan Sulawesi sampai Papua Sorong tadi yang menjadi perhatian kita,” ungkap Aam.

Oleh karena itu Aam mengimbau, agar hal ini menjadi alarm bagi masyarakat bahwa bencana hidrometeorologi kering selama awal bulan kembali lagi ke bencana hidrometeorologi basah di akhir bulan Agustus ini.

“Peringatan dini buat kita, bahwa kita sudah mulai bergeser lagi ke hidrometeorologi basah, meskipun potensi kebakaran hutan dan lahan masih ada. Tetapi dominannya sudah bergeser kembali ke hidrometeorologi basah dengan intensitas yang cukup besar,” imbaunya.

Pemanasan Global Sebabkan Es Mencair di Greenland hingga Permukaan Air Laut Naik

PR DEPOK – Peristiwa pemanasan global telah menyebabkan es mencair terutama di Greenland dan menyebabkan kenaikan permukaan air laut.

Krisis iklim yang panjang dapat mengakibatkan banjir yang disebabkan kenaikan permukaan air laut.

Meningkatnya permukaan air laut ini sangat berdampak tidak baik bagi miliaran orang yang menggantungkan hidupnya di daerah pesisir laut.

Dikutip PikiranRakyat-Depok.com dari theguardian-com, kenaikan permukaan laut besar yang disebabkan oleh pencairan lapisan es Greenland saat ini tak terelakkan lagi. 

Penelitian menunjukkan pemanasan global hingga saat ini akan menyebabkan kenaikan permukaan laut minimum sebesar 27 cm (10,6 inci), dari Greenland saja berpotensi 110 triliun ton es mencair.

Dengan emisi karbon yang terus berlanjut, pencairan lapisan es lainnya dan ekspansi termal lautan, kenaikan permukaan laut beberapa meter tampaknya bisa terjadi.

Baca Juga: Indonesia Dipastikan Tidak Menggelar Kompetisi Domestik Piala Indonesia, Iwan Bule Buka Suara

Krisis iklim dalam jangka panjang mengakibatkan naiknya permukaan laut yang menyebabkan terjadinya banjir akan berimbas kepada miliaran orang tinggal di wilayah pesisir .

Para ilmuwan mengatakan, Jika rekor pencairan tahun 2012 di Greenland menjadi kejadian rutin di akhir abad ini, kemungkinan lapisan es akan menghasilkan kenaikan permukaan laut sebesar 78 cm.

Berdasarkan pemahaman keseluruhan para ilmuwan tentang bagaimana lapisan seperti Greenland kehilangan es ke laut, para peneliti mengatakan sebagian besar kenaikan akan relatif segera terjadi.

Bahkan pada tahun 2021, ilmuwan lain memperingatkan bahwa sebagian besar lapisan es Greenland berada di ambang titik kritis .

Gletser pegunungan di Himalaya dan Alpen sudah pada posisi kehilangan sepertiga dan setengah dari es mereka masing-masing, sementara lapisan es Antartika barat juga dianggap oleh beberapa ilmuwan telah melewati titik kritis.

Pemanasan lautan juga meluas, ini menambah kenaikan permukaan laut.Baca Juga: Login sso.bpjsketenagakerjaan.go.id untuk Cek Nama Aktif BPJS Ketenagakerjaan, BSU 2022 Segera Cair

Runtuhnya lapisan es Antartika timur yang sangat besar , yang akan menyebabkan kenaikan permukaan laut setinggi 52 meter jika semuanya mencair, dapat dihindari jika tindakan iklim yang diambil secara cepat.

Saat permukaan laut naik, orang yang tinggal di pesisir akan semakin rentan, dan mengancam sekitar $1 triliun kekayaan global.

Para pemimpin politik harus dengan cepat meningkatkan pendanaan untuk adaptasi dan kerusakan iklim.***

Bencana Baru Kini Ancam China

Jakarta, CNBC Indonesia – China kembali mengalami bencana baru pasca wabah Covid-19. Kali ini, fenomena gelombang panas mulai melanda Negeri Tirai Bambu.

Bencana ini pun membuat buah-buahan seperti persik dan buah naga gagal dipanen oleh petani. Ini diakibatkan kekeringan yang masih merupakan dampak turunan gelombang panas.

“Ini benar-benar pertama kalinya dalam hidup saya menghadapi bencana seperti itu. Tahun ini adalah tahun yang sangat menyedihkan,” kata seorang petani dari wilayah Chongqing, Qin Bin, kepada AFP, Jumat (26/8/2022).

“Kita seharusnya memanen buah-buahan sekarang, tetapi semuanya hilang, mati karena terik matahari.”

Panas yang ekstrim juga telah memaksa Qin dan rekan-rekan petani untuk bekerja pada jam-jam yang tidak biasa. Mereka bekerja dari jam 10 malam sampai jam 4 pagi untuk menghindari cuaca panas.

“Tidak mungkin berolahraga di kebun, karena suhu tanah sekitar 60 derajat Celcius … kami mengukurnya kemarin,” jelasnya.

“Jika panas berlangsung hingga 4 September seperti yang dikatakan beberapa dari mereka (pemerintah), mungkin lebih dari separuh pohon yang kami upayakan siang-malam untuk menyelamatkan akan mati.”

Wilayah China utamanya bagian Selatan telah mencatat periode suhu tinggi terlama sejak pencatatan dimulai lebih dari 60 tahun yang lalu. Ini pun mendorong pemadaman listrik.

Selain itu, Pemerintah China juga telah memperingatkan bahwa fenomena ini menimbulkan ‘ancaman parah’ bagi panen musim gugur negara itu. Beijing pun telah menjanjikan miliaran yuan bantuan segar kepada petani.

Namun bagi petani seperti Qin, bantuan apa pun akan dianggap terlambat. Pasalnya, panen yang merupakan sumber utama penghasilannya, telah mengering

“Pada dasarnya semua mati. Pemerintah telah melakukan upaya besar untuk membantu kami, tetapi itu hanya dapat menghidupkan pohon, bukan buah-buahan,” katanya.

“Jika Anda berjalan-jalan di sekitar kota kami, Anda dapat merasakan skala bencana,” tambahnya.

Diketahui, gelombang panas ini juga membuat sungai di China mengering. Bukan hanya itu, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) juga tak mampu memnuhi pasokan listrik warga dan beralih ke batu bara.

Separuh Tiongkok Dilanda Kekeringan Akibat Gelombang Panas

Beijing, Beritasatu.com- Separuh wilayah Tiongkok dilanda kekeringan akibat gelombang panas. Seperti dilaporkan AFP, Kamis (25/8/2022), kekeringan juga mencapai Dataran Tinggi Tibet yang biasanya dingin.

Negara terbesar kedua di dunia ini telah dilanda gelombang panas, banjir bandang dan kekeringan, fenomena yang menurut para ilmuwan menjadi lebih sering dan intens karena perubahan iklim.

Menurut laporan Xinhua, Jumat (26/8), Kementerian Keuangan Tiongkok mengalokasikan 10 miliar yuan (sekitar US$ 1,46 miliar atau Rp 216 triliun) dana cadangan pusat untuk mendukung bantuan kekeringan dan produksi gandum musim gugur.

Sekitar 6,5 miliar yuan (Rp 14 triliun) dari dana Kemenkeu Tiongkok akan digunakan untuk pemeliharaan air dan bantuan kekeringan guna memastikan pasokan air minum bagi masyarakat dan air untuk irigasi pertanian.

Tiongkok Selatan telah mencatat periode suhu tinggi terlama sejak pencatatan dimulai lebih dari 60 tahun yang lalu, kata kementerian pertanian minggu ini.

Para ahli mengatakan intensitas, cakupan, dan durasi gelombang panas dapat menjadikannya salah satu yang terburuk yang tercatat dalam sejarah global.

Satu grafik dari Pusat Iklim Nasional menunjukkan Rabu bahwa petak-petak Tiongkok selatan – termasuk Dataran Tinggi Tibet – mengalami kondisi kekeringan “parah” hingga “luar biasa”.

Daerah yang terkena dampak terburuk – lembah sungai Yangtze, membentang dari pesisir Shanghai ke provinsi Sichuan di barat daya Tiongkok – adalah rumah bagi lebih dari 370 juta orang dan berisi beberapa pusat manufaktur termasuk kota besar Chongqing.

Administrasi Meteorologi Tiongkok memperkirakan suhu tinggi terus berlanjut hingga 40 derajat celsius di Chongqing dan provinsi Sichuan dan Zhejiang pada hari Kamis.

Tetapi beberapa daerah mendapatkan bantuan dari gelombang panas. Bagian barat daya Sichuan diguyur hujan lebat semalam, menyebabkan evakuasi hampir 30.000 orang, lapor penyiar CCTV. Di tenggara, Topan Ma-on mendarat di pesisir provinsi Guangdong dan Hong Kong pada Kamis pagi.

“Suhu tinggi pada dasarnya telah berkurang di wilayah Tiongkok selatan, Jiangxi dan Anhui. Tetapi suhu tinggi akan berlanjut selama tiga hari ke depan di wilayah-wilayah termasuk lembah Sichuan dan provinsi-provinsi di sekitar Shanghai,” kata administrasi meteorologi.

Laporan Low Minmin CNA dari Chongqing mengatakan bahwa ketinggian air di seluruh Tiongkok sangat rendah sehingga beberapa rute pengiriman sungai pedalaman tidak lagi aman. CNA menambahkan bahwa “banyak komoditas pertanian yang diimpor melewati rute pengiriman ini yang sekarang akan diperpanjang lima hari yang akan mendongkrak biaya bisnis.

25 Bencana Hantam Kota Bogor dalam Semalam

BOGOR – Derasnya guyuran hujan disertai angin kencang yang melanda Bogor mengakibatkan sejumlah bencana kembali menghantam Kota Bogor, Sabtu, 27 Agustus 2022 malam. Tercatat dalam semalam sedikitnya terjadi 25 peristiwa, diantaranya banjir lintasan, pohon tumbang serta tanah longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Teofilo Patrocinio Freitas membenarkan hal itu. Dia menyebut, tercatat ada 11 titik yang dilanda banjir lintasan, kemudian terdapat 5 pohon tumbang dan 7 titik wilayah dilanda tanah longsor.

Dia merinci, banjir terjadi di Kecamatan Bogor Utara sebanyak empat titik, Kecamatan Bogor Timur satu titik, dan Kecamatan Bogor Selatan enam titik dimana sebagian besar terjadi di Kelurahan Cipaku.

“Kemudian, secara umum daerah rawan banjir berada di daerah sepanjang aliran Sungai Ciliwunh dan Cisadane. Serta di aliran Kali Ciheuleut, Kecamatan Bogor Utara,” ungkapnya saat dihubungi pada Minggu, 28 Agustus 2022.

Disamping itu, sambung dia, pihaknya telah memiliki peta risiko banjir, sehingga nanti daerah rawan banjir akan diprioritaskan untuk dipasang alat deteksi dini banjir yang diajukan untuk 2023.

“Titik-titiknya adalah daerah Cimahpar arah Tanah Baru, Cibuluh, Kampung Kramat, Kampung Bebek dan daerah lain yang ada aliran sungainya. Di daerah Kampung Cincau, Kelurahan Gudang juga kemaren banjir. Jadi hampir sepanjang aliran air semuanya rawan banjir,” jelasnya.

Sementara itu, tambah Theo, tanah longsor terjadi di Kecamatan Bogor Utara empat titik, kecamatan Bogor Timur satu titik, kecamatan Bogor Selatan satu titik dan kecamatan Bogor Barat satu titik. 

“Akibat hujan deras dan angin kencang, asbes di dua rumah warga di Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, terbang terbawa angin. Lalu ada lima pohon tumbang juga terjadi di Kecamatan Bogor Selatan dan Bogor Tengah,” terangnya.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor M Ade Nugraha menambahkan, pihaknya menerima beberapa laporan pohon tumbang di Kecamatan Bogor Selatan.

Pertama di Jalan Lawang Gintung, satu pohon besar diameter kurang lebih satu meter. Kemudian ada dua pohon tumbang demgan jenis pohon kedondong cina, dengan diameter kurang lebih sekitar 60 centimeter. Dua-duanya menimpa bangunan semi permanen.

“Saat kejadian kondisi cuaca tengah hujan deras disertai angin kencang selama kurang lebih dua jam. Mulai pukul 17.00 WIB hingga sekitar pukul 19.00 WIB. Besar sekali hujannya disertai angin kencang dannitu menyebabkan pohon pohon berusia tua rawan tumbang,” paparnya.

Beruntungnya tidak ada korban jiwa maupun luka dari kejadian pohon-pohon tumbang, meskipun ada satu mobil terserempet pohon namun masih beruntung terselamatkan.*(YUD)