Skip to content

Category: Berita

Banjir Pakistan Tewaskan 1.000 Orang, Bencana Terdahsyat dalam Sejarah Negara

Liputan6.com, Islamabad – Perdana Menteri Pakistan mengatakan “besarnya bencana” lebih besar dari yang diperkirakan, setelah mengunjungi daerah-daerah yang dilanda banjir di negara itu.

Shehbaz Sharif berbicara dari provinsi Sindh – yang memiliki hampir delapan kali curah hujan rata-rata Agustus.

Banjir telah menewaskan hampir 1.000 orang di seluruh Pakistan sejak Juni, sementara ribuan orang telah mengungsi – dan jutaan lainnya terkena dampak, demikian seperti dikutip dari BBC, Minggu (28/8/2022).

Melaporkan dari Sindh, BBC menyebut banyaknya orang-orang terlantar di setiap desa.

Skala penuh kehancuran di provinsi ini belum sepenuhnya dipahami – tetapi orang-orang menggambarkannya sebagai bencana terburuk yang mereka selamat.

Banjir tidak jarang terjadi di Pakistan, tetapi orang-orang di sini mengatakan hujan ini berbeda – lebih dari apa pun yang pernah terlihat. Seorang pejabat setempat menyebut mereka “banjir proporsi alkitabiah”.

Di dekat kota Larkana, ribuan rumah lumpur telah tenggelam di bawah air. Selama bermil-mil yang terlihat hanyalah puncak pohon. Di mana ketinggian air sedikit lebih rendah, atap jerami merayap keluar dari bawah air.

Di satu desa, orang-orang sangat membutuhkan makanan. Di tempat lain, banyak anak telah mengembangkan penyakit yang ditularkan melalui air.

Ketika sebuah truk bergerak menepi, puluhan orang segera berlari ke arahnya. Anak-anak yang membawa anak-anak lain berjalan ke antrian panjang.

Seorang gadis berusia 12 tahun mengatakan dia dan adik perempuannya belum makan selama sehari.

“Tidak ada makanan yang datang ke sini, tetapi saudara perempuan saya sakit, dia muntah,” kata gadis itu. “Saya harap mereka dapat membantu.”

Keputusasaan itu terbukti di setiap komunitas. Orang-orang berlari menuju jendela mobil untuk meminta bantuan – apa saja.

selengkapnya: https://www.liputan6.com/global/read/5053767/banjir-pakistan-tewaskan-1000-orang-bencana-terdahsyat-dalam-sejarah-negara

Potensi Gempa M 8,9 dan Tsunami, Gubernur Bengkulu: Bencana Kan dari Allah

Bengkulu – BMKG mengumumkan adanya potensi gempa berkekuatan magnitudo 8,9 dan tsunami di Bengkulu. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyebut wilayahnya memang kerap dilanda gempa sehingga orang akan menganggap biasa.

“Bagi orang Bengkulu, gempa itu memang sudah sangat biasa terjadi, bahkan pascagempa 6,5 magnitudo kemarin, gempa susulan dengan kekuatan 3,4 juga terjadi. Dengan kejadian seperti itu, sebagaimana analisis dari BMKG mengatakan sering terjadi gempa yang kecil-kecil, 3, 4, 5 pada skala Richter,” ujar Rohidin ketika dimintai konfirmasi, seperti dilansir detikSumut, Kamis (25/8/2022).

“Bagi orang Bengkulu itu akan biasa, kemungkinan terjadinya gempa besar menjadi kecil peluanganya,” lanjut Rohidin.

Rohidin menyebut, apabila gempa kecil sering terjadi, bisa saja gempa dengan kekuatan besar tidak terjadi lagi. “Gempa itu sudah sering terjadi dengan terjadinya energi potensial gempa itu menjadi melemah,” jelas Rohidin.

Rohidin meminta masyarakat tenang. Namun harus tetap waspada dan mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan kemungkinan terjadi.

“Kita tetap berkeyakinan bahwa namanya musibah atau bencana itu Kan datangnya dari Allah subhanahu wata’ala dan kalau memang Allah subhanahu wata’ala tidak akan kita yakin bahwa tidak akan pernah jatuh selembar daun pun di atas pohon daun kering sekalipun ke atas bumi kalau tidak atas ketentuan dan ketetapannya apalagi dalam bentuk kejadian gempa sebesar itu,” harap Rohidin.

Peringatan BMKG: Siaga dan Waspada, 18 Provinsi Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi Esok Hingga Lusa

SEPUTARTANGSEL.COM – Sebanyak 18 provinsi di Indonesia harus siaga dan waspada menghadapi potensi bencana alam pada Senin, 15 Agustus 2022 hingga Selasa, 16 Agustus 2022.

Potensi bencana yang mungkin terjadi pada rentang waktu tersebut adalah bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang dan turunannya seperti longsor, sebagai dampak dari potensi hujan lebat.

Peringatan disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun Twitter @infoBMKG, Minggu 14 Agustus 2022.

Baca Juga: Terkini, 16 korban Tewas dalam Banjir ‘Epik’ di Kentucky Termasuk 6 Anak-anak

Dikutip SeputarTangsel.Com dari akun Twitter @infoBMKG, 18 provinsi tersebut esok hingga lusa berada dalam kategori “Siaga dan Waspada” terhadap potensi bencana hidrometeorologi. 

Berikut ini, daftar 18 provinsi yang perlu siaga dan waspada menghadapi bahaya bencana hidrometeorologi:

Kategori Waspada:

Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
Di Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara

Sulawesi Tengah

Maluku Utara
Papua Barat
Papua

BMKG menyebutkan, peringatan ini valid (berlaku) mulai Senin, 15 Agustus 2022 pukul 07.00 WIB sampai Selasa, 16 Agustus 2022 pukul 07.00 WIB.***

Siaga bencana, DSLNG latih Satgas Destana Uso hadapi kebakaran

Luwuk Banggai (ANTARA) – PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) terus menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya bagi warga desa di sekitar kilang di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Selain melakukan pelatihan penanggulangan bencana banjir dan tsunami di pusat belajar masyarakat DSLNG pada Selasa hingga Kamis (4/8), DSLNG juga memberikan pelatihan kepada Satgas Destana terkait kesiapsiagaan penanggulangan bencana kebakaran pada program desa tangguh bencana di Desa Uso.

Hal ini perlu dilakukan, mengingat hingga saat ini acap kali kebakaran terjadi di wilayah pedesaan tak bisa dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran milik pemerintah. Karena mobil pemadam kebakaran hanya terdapat di ibu kota Kabupaten Banggai.

Tak hanya pelatihan menghadapi bencana kebakaran saja, para peserta juga mendapatkan pelatihan bagaimana penanganan pertama dan evakuasi terhadap korban kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banggai.

Peserta yang terdiri dari Satuan Tugas Desa Tangguh Bencana (Satgas Destana), Kelompok Kerja (Pokja) Destana, dan Pemerintah Desa Uso juga dilatih menangani korban menggunakan peralatan medis yang tersedia di mobil ambulans PMI Banggai. 

Peserta juga dilatih bagaimana menangani korban kecelakaan lalu lintas yang baik dan benar dan bagaimana menangani korban yang kemasukan air di paru-paru karena tenggelam dengan memberi tekanan di dada korban. 

Di hari sebelumnya, peserta dilatih bagaimana menyelamatkan korban yang tenggelam di perairan.*

Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2022              

Perkenalkan Manajemen Bencana, Prodi Langka dengan Prospek Karier Menjanjikan

Jakarta – Indonesia tergolong ke dalam wilayah yang cukup rawan bencana. Hal ini bisa terjadi karena Indonesia bermukim di kawasan tumbukan lempeng yang aktif dan wilayah beriklim tropis.

Pakar Geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr Amien Widodo menyampaikan sejumlah bencana bisa terjadi di Indonesia.

“Artinya kita bermukim di kawasan rawan gempa, tsunami, likuifaksi, letusan gunung. Pada saat yang sama kita bermukim di kawasan banyak hujan, angin, panas, air laut pasang, ombak besar, yang terjadi berbulan bulan per tahun, juga fenomena el nino, la nina, siklon,” papar Amien kepada detikcom.

Oleh karena itu, dengan kondisi ini, beberapa perguruan tinggi tergerak untuk berkontribusi aktif menanggulangi bencana melalui program studi (prodi) Manajemen Bencana yang disediakan.

Mengenal Prodi Manajemen Bencana

Melansir laman Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Prodi Manajemen bencana adalah bidang studi yang didedikasikan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang andal dalam manajemen bencana baik sebelum terjadi bencana, saat terjadi bencana, maupun pasca bencana.

Program studi ini memfokuskan diri dalam menciptakan SDM berbudi pekerti luhur yang memiliki kapasitas keilmuan kebencanaan yang komprehensif baik teori maupun praktis.

Harapannya prodi ini menghasilkan lulusan yang punya kemampuan manajerial berjiwa kepemimpinan baik, mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat pada saat kondisi krisis serta mampu merencanakan kegiatan pengurangan risiko bencana secara komprehensif.

Apa yang Dipelajari di Prodi Manajemen Bencana?

Nantinya mahasiswa akan mempelajari seputar sosiologi bencana, pemberdayaan masyarakat, kebijakan, dan kelembagaan dalam penanggulangan bencana serta pengelolaan multibencana.

Selain itu, mahasiswa juga belajar tentang penginderaan jauh dan sistem informasi manajemen bencana hingga monitoring sumber bencana dan peringatan dini.

5 Universitas yang Menyediakan Prodi Manajemen Bencana

Sejumlah universitas baik PTN maupun PTS yang memiliki prodi Manajemen Bencana yakni:

1. Universitas Gadjah Mada (UGM) – Program Pascasarjana
2. Universitas Airlangga (Unair) – Program Pascasarjana
3. Universitas Pembangunan Negara Veteran Yogyakarta (UPN VY) – Program Pascasarjana
4. Universitas Pertahanan RI (Unhan) – Program Pascasarjana
5. Universitas Budi Luhur – Program Sarjana

Dari semua kampus yang menyediakan prodi Manajemen Bencana, hanya Universitas Budi Luhur memiliki program di jenjang Sarjana (S1).

Prospek Karier Lulusan Manajemen Bencana

Dalam laman pasca.unair.ac.id dijelaskan, lulusan Manajemen Bencana bisa memiliki karier di berbagai posisi pekerjaan, antara lain:

– Pengamanan Negara (TNI, POLRI, TARUNA)
– Analisis tata kelola kebencanaan
– Konsultan kebencanaan
– Peneliti tentang kebencanaan
– Lembaga Swadaya Masyarakat bidang kebencanaan
– Ahli kebencanaan pada instansi kebencanaan (Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan lain-lain).
– Ahli kebencanaan di instansi terkait (instansi kesehatan, sosial, pendidikan, dan lain-lain).

Kerap Banjir dan Longsor, BNPB Ingatkan Jaga Ekosistem di Perbukitan Garut

JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menyampaikan kejadian bencana alam yang terjadi di Kabupaten Garut sepanjang tahun 2022 telah mengakibatkan 19.546 jiwa terdampak dan 1.239 jiwa mengungsi.

Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor merupakan jenis bencana langganan yang kerap terjadi di Kabupaten Garut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, bencana alam yang mengakibatkan korban jiwa paling tinggi terjadi pada tahun 2016.

“Dan itu kejadian bencana yang mengakibatkan kalau tingginya korban jiwa di tahun 2016 itu adalah tanah longsor 34 jiwa meninggal, 19 jiwa hilang, dan 6.361 jiwa mengungsi,” papar Aam saat konferensi pers secara daring, Senin (25/7/2022).

Menurut Aam, sering terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Garut disebebkan oleh beberapa faktor. Salah satunya faktor geografis yang banyak dikelilingi oleh perbukitan, dengan tingkat kecuraman yang tinggi.

Sehingga, guna mengurangi resiko bencana, Aam mengimbau kepada pemerintah setempat dan masyarakat untuk bersama menjaga ekosistem di daerah perbukitan tersebut dengan baik.

“Maka poin penting kita di sini ekosistem di daerah perbukitan yang harus kita jaga dengan baik supaya daerah resapan air di hulu dan daerah aliran sungai yang terkonservasi dengan baik bisa mengurangi resiko bencana banjir,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, faktor cuaca juga sangat berpengaruh. Berdasarkan informasi curah hujan satu hari sebelum terjadinya bencana banjir pada Jumat (15/7/2022) lalu, curah hujan di Kabupaten Garut sangat tinggi, sehingga mengakibatkan debit air di hulu tidak tertampung dan menyebabkan banjir dan tanah longsor.

“Jadi kita lihat di sini memang curah hujan di Garut tanggal 14 Juli, 15 Juli itu sangat tinggi, mencapai 100 mm dalam 24 jam, 100 mm dalam 24 jam itu sangat tinggi,” tukasnya.

Percepat Tangani Bencana, BPBD Klaten Luncurkan Penamas

KLATEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten meluncurkan sistem aplikasi berbasis web, Pelaporan Bencana Masyarakat (Penamas). Aplikasi yang dapat diakses melalui bit.ly/pena-mas tersebut memudahkan masyarakat untuk melaporkan kejadian bencana yang berada di wilayah Kabupaten Klaten, sehingga mempercepat penanganan bencana.

“Penamas pelaporan bencana masyarakat dapat menggunakan HP (gawai) dan dapat mempercepat langkah evakuasi tim BPBD. Sehingga meminimalisasi terjadinya banyak korban dari bencana,” ujar Bupati Klaten Sri Mulyani saat peluncuran aplikasi.

Sri Mulyani mengatakan, aplikasi Penamas sangat bermanfaat, terlebih Kabupaten Klaten sesuai letak geografisnya merupakan daerah rawan bencana.

“Penamas dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Kabupaten Klaten untuk memberikan pelaporan bencana di manapun mereka berada. Untuk segera ditindaklanjuti penanganannya maupun memberikan bantuan logisitik, sehingga pelayanan publik dapat ditingkatkan kualitas dan kecepatannya,” jelas Sri Mulyani.

Sementara Kepala BPBD Klaten Sri Winoto menyampaikan, aplikasi Penamas dapat memberikan kemudahan tidak hanya bagi masyarakat Klaten, tetapi masyarakat luas yang saat terjadi bencana berada di wilayah Klaten.

“Saat masyarakat mengetahui ada bencana, dapat secara langsung saat kejadian (realtime) mengakses aplikasi berbasis web Penamas . Sehingga dengan adanya laporan masuk, maka akan direspon cepat oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD,” ujarnya.

Adapun bencana yang dapat dilaporkan antara lain bencana angin ribut, banjir, tanggul jebol, gempa bumi, tanah longsor, dan lainnya.

“Dengan mudahnya aplikasi Penamas, Harapan kami (BPBD) secepatnya merespon dan menangani bencana. Hal ini juga sebagai upaya kami dalam mewujudkan peningkatan pelayanan publik,” pungkasnya.

Secara daring, Deputi Bidang Pencegahan Pusat Badan Nasinonal Pengendalian Bencana (BNPB), Prashinta Dewi menyampaikan apresiasi kepada Kabupaten Klaten atas peluncuran aplikasi Penamas berbasis web.

“Aplikasi ini diharapkan bisa menjadi andalan dalam pelayanan saat ada bencana dan sebagai sarana edukasi kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat,” ujarnya.

Prashinta berharap, masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik aplikasi tersebut untuk memberikan informasi laporan kejadian bencana.

BNPB Pastikan Penanganan Bencana di Garut Berjalan Optimal

REPUBLIKA.CO.ID,GARUT — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengunjungi sejumlah wilayah terdampak bencana di Kabupaten Garut, Selasa (19/7/2022). Melalui kunjungan itu, ia ingin memastikan penanganan bencana di daerah itu berjalan optimal. 

“Saya datang ke sini atas perintah Bapak Presiden untuk memastikan tahap penanganan bencana, khususnya pada masa tanggap darurat bencana, ini bisa berhalan lancar, tertib, dan sebagaimana mestinya,” kata dia di Kabupaten Garut, Selasa.

Menurut dia, saat ini kondisi wilayah yang sempat diterjang bencanabanjir bandang pada Jumat (15/7/2022), sudah tak lagi digenangi air. Warga yang terdampak juga telah membersihkan rumahnya masing-masing.

Suharyanto menyebutkan, tak ada korban jiwa akibat bencana yang terjadi di Kabupaten Garut. Adapun adanya satu orang yang meninggal dunia, menurut dia, itu karena sakit stroke, bukan karena langsung terdampak bencana.

Kendati demikian, bencana itu membuat sejumlah infrasktuktur rusak, termasuk rumah warga. Berdasarkan data resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut per 18 Juli 2022, bencana yang terjadi pada Jumat malam itu berdampak terhadap 4.328 unit rumah, 17 unit fasilitas pendidikan, 36 unit fasilitas ibadah, tiga unit fasilitas kesehatan, 33 unit fasilitas umum, 23 unit kantor pemerintahan, 81 unit kios, 10.103 meter TPT, 43 unit jembatan, 14.241 meter jalan, 4 juta meter persegi lahan pertanian atau kebun, 5 hektare hutan, 225 unit peternakan, 17 ribu hektare kolam, dan 77 unit konstruksi irigasi.

“Kami akan melakukan penanganan,” kata Suharyanto. 

Ia mengatakan, Pemkab Garut telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari. Selama masa tanggap darurat bencana, kebutuhan pengungsi dan masyarakat terdampak dipastikan akan terpenuhi.

“Keselamatan masyarakat terdampak akan jadi prioritas utama,” kata dia.

Setelah masa tanggap darurat bencana berakhir, pihaknya akan melakukan kajian terkait kebutuhan yang masih diperlukan warga. Pemerintah setempat dibantu aparat TNI dan Polri disebur akan melakukan langkah pascabencana hingga tuntas.

Sebelumnya, bencana banjir bandang dan longsor terjadi di 14 kecamatan yang berada di Kabupaten Garut pada Jumat malam. Berdasarkan data terkahir, terdapat 6.314 KK atau 19.546 jiwa terdampak dan 242 KK atau 785 jiwa mengungsi akibat bencana tersebut.

Bos BNPB Terus Gaungkan Mitigasi Bencana Berbasis Ekosistem

Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengungkapan sederet permasalahan yang memicu bencana hidrometereologi basah berupa banjir, longsor, dan cuaca ekstrem. Hal itu diungkapkan Suharyanto dalam Green Economic Forum CNBC Indonesia, Senin (27/6/2022).

“Ada tiga hal, yaitu alih fungsi lahan, urbanisasi, dan kegiatan ilegal,” ujarnya.

Menurut Suharyanto, BNPB mengedepankan solusi berbasis ekosistem alam dalam konteks ekonomi hijau. Dalam upaya mitigasi bencana, green economy mendorong peningkatan kualitas manusia dalam jangka panjang tanpa mengurangi daya dukung lingkungan untuk mengurangi potensi bencana.

“Konsep ini selaras dengan mitigasi bencana berbasis ekosistem misalnya penanaman vegetasi di kawasan longsor,” kata Suharyanto.

Dia menambahkan, vegetasi yang ditanam pun bernilai ekonomis.

“BNPB akan terus menggaungkan konsep mitigasi berbasis ekosistem ini sebagai solusi mitigasi bencana hidrometeorologi basah,” ujar Suharyanto.

Pemprov DKI Gelar Koordinasi Mitigasi Kebencanaan, Wagub Ariza: Tanggung Jawab Bersama Mesti Dijaga

Warta Ekonomi, Jakarta – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menggelar rapat koordinasi daerah (Rakorda) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI selama tiga hari dengan tema Kolaborasi Menuju Jakarta sebagai Kota Global Tangguh Bencana.

Riza juga memaparkan bahwa kegiatan tersebut penting dilakukan mengingat bencana alam yang bisa datang kapan saja dan di mana saja. Dalam hal tersebut, Riza juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut berguna untuk meningkatkan mitigasi bencana yang terintegrasi dan terencana dengan baik.

Untuk itu, kata Riza, Rakorda PB ini diharapkan menjadi sarana untuk penguatan kolaborasi dan sinergitas lembaga-lembaga atau seluruh unsur pentahelix penanggulangan bencana di Kota Jakarta.

“Terima kasih sebesar-besarnya, khususnya BPBD DKI Jakarta, atas kesungguhan dan kerja kerasnya selama ini bagi kemanusiaan, bersama berbagai pihak, seperti relawan, aparat, dan masyarakat. Sehingga, kinerja ini makin terasa. Kerja keras dan dedikasi itu akan menjadi tanggung jawab kita ke depan untuk terus meningkatkan penyelenggaraan penanggulangan bencana yang terbaik. Dengan total penduduk mencapai lebih dari 10 juta jiwa, Jakarta memiliki kerentanan terhadap berbagai jenis bencana,” papar Riza dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/7/2022).

Riza juga mengatakan bahwa Rakorda mestinya bisa mengidentifikasi berbagai hambatan dalam program penanggulangan bencana yang sudah berjalan di Jakarta. Dengan demikian, kata Riza, Rakorda diharapkan bisa merumuskan rencana dan menghadirkan integrasi rencana yang strategis.

“Pada akhirnya, kami mengajak kepada semua untuk bersama menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawab kita. Semoga apa yang kita lakukan seluruhnya akan memberikan manfaat bagi DKI Jakarta sebagai provinsi tangguh dalam menghadapi bencana, sekaligus membangun semangat kita untuk terus berjuang demi kemanusiaan,” ucap Riza.

Sementara itu, terdapat unsur koordinasi penanggulangan bencana di Kota Jakarta, di antaranya, pertama memperkuat integrasi penanggulangan bencana jangka menengah dan menjabarkannya ke dalam rencana strategis, terutama bagi BPBD dan organisasi perangkat daerah terkait.

Kedua, memastikan penyelenggaraan penanggulangan bencana dengan dukungan anggaran yang memadai secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Ketiga, terus berupaya meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia terkait penanggulangan bencana melalui penyelenggaraan pelatihan dan pendidikan, di berbagai titik wilayah Kota Jakarta, terutama daerah rawan bencana.Keempat, pelaksanaan pembentukan dan pengembangan kampung tangguh bencana di berbagai wilayah Kota Jakarta, dalam rangka mendidik masyarakat menjadi warga yang siap siaga dan memiliki kemandirian dalam menanggulangi bencana.

Kelima, meningkatkan kualitas data, informasi, pelaporan kejadian bencana melalui optimalisasi pemanfaatan perangkat teknologi informasi dan komunikasi, serta memanfaatkan kanal-kanal media sosial yang cepat dan efektif sampai ke masyarakat Kota Jakarta.

Ada dua hal yang menjadi prioritas bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan semua pihak dalam penanggulangan bencana, yaitu memastikan tidak ada korban Jiwa dengan mitigasi yang baik melalui Siaga, Tanggap dan Galang, kemudian pemulihan (recovery) dengan percepatan memulihkan kondisi kembali normal sehingga semua yang terdampak dapat kembali menjalani kehidupannya.

Adapun, respons cepat yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta adalah bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk penanganan genangan air di sejumlah wilayah di Jakarta, di antaranya menerjunkan petugas-petugas lapangan untuk melakukan penyedotan air agar cepat surut, yang dibantu oleh Dinas SDA, Dinas Damkar, dan PPSU setempat.

Selain itu, mendata lokasi-lokasi terdampak berikut kebutuhan yang diperlukan di lapangan. Lalu, mengevakuasi warga rentan yang membutuhkan pertolongan. Kemudian melakukan koordinasi intensif dengan BMKG dalam hal update informasi cuaca, dan stakeholder lain untuk antisipasi ke depan.