Gempa 6,4 SR Guncang Tonga

Gempa 6,4 SR Guncang Tonga


Nukualofa, CyberNews. Gempa berkekuatan 6,4 skala Richter (SR) mengguncang Tonga, negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian selatan, Jumat (23/9).

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan, gempa yang mengguncang negara tetangga Selandia Baru ini terjadi pada pukul 12.07 waktu setempat. 

Gempa berpusat di 388 kilometer barat laut Neiafu, 412 kilometer tenggara Apia, pada kedalaman 9,8 kilometer. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban tewas ataupun kerusakan akibat gempa.

( xinhua / CN33 )

Gunung Marapi Masih Keluarkan Asap Hitam

alt

Gunung Marapi Masih Keluarkan Asap Hitam

alt

BUKITTINGGI – Gunung Marapi di Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, hingga Jumat (23/9) pagi masih mengeluarkan asap hitam.

Pantauan ANTARA di daerah Sungaipuar, Kabupaten Agam, pada pukul 08.15 WIB terlihat puncak Gunung Marapi mengeluarkan asap hitam tapi sudah relatif mulai menipis atau tidak seperti dua hari lalu yang berwarna hitam pekat dengan tekanan kuat.

Seorang warga Sungaipuar, Yulia Ningsih, mengatakan, asap hitam yang dikeluarkan gunung tidak lagi setebal dua hari lalu dan disertai debu vulkanik.

“Gumpalan asap hitam kali ini terlihat menipis dan tingginya juga telah berkurang dari biasa diperkirakan mencapai 50 meter,” katanya.

Dia menyebutkan, gumpalan asap hitam juga berlangsung tidak lama, hanya sekitar lima menit untuk kemudian disusul asap putih.

“Asap putih yang keluar dari gunung setelah asap hitam itu juga tidak begitu lama, hanya 5-7 menit,” katanya.

Gumpalan asap hitam disusul asap putih berasal dari kawah gunung, tidak lagi terlihat setelah puncak gunung itu tertutup kabut sekitar pukul 09.30 WIB.

Seorang warga Sungaipuar lainnya, Jon Badorai, mengatakan, warga setempat setiap pagi hari sering melihat gunung itu mengeluarkan asap bahkan disertai abu vulkanik.

“Sejak gunung meletus sebulan yang lalu, hampir tiap hari asap hitam menggumpal dari kawah gunung,” katanya.

Ia mengatakan, asap putih ataupun hitam yang keluar dari gunung terkadang terlihat sangat tinggi, namun kemudian hilang selama beberapa menit, lalu terlihat lagi.

“Warga yang tinggal di kaki gunung sudah terbiasa melihat asap hitam dan putih tebal itu. Kondisi seperti itu sudah menjadi hal yang biasa oleh warga,” katanya.

Petugas pengamatan Gunung Marapi, Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BGPVMB) Bukittinggi Warseno mengatakan, status aktivitas vulkanik gunung yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut itu hingga saat ini masih “Waspada”.

“BGPVMB tetap mengeluarkan larangan bagi masyarakat dan pendaki untuk tidak melakukan pendakian sampai tiga kilometer dari puncak,” katanya.

Gunung itu pada Selasa (20/9) pagi telah mengeluarkan debu vulkanik bercampur belerang sekitar 150 hingga 200 meter dari kawah.

Sebaran abu vulkanik menjangkau beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Barat seperti Agam, Tanahdatar, dan Padangpanjang.

Debu vulkanik yang disemburkan Gunung Marapi sejak Agustus 2011 sampai dengan saat ini telah lebih dari 15 kali. (Ant)

171 hektar hutan di Jawa Tengah terbakar.

SEMARANG – Sepanjang tahun ini, sudah 171 hektar hutan di Jawa Tengah terbakar. Faktor kelalaian manusia masih mendominasi penyebab kebakaran hingga 95 persen.

Menurut catatan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono, tahun ini kebakaran besar hutan pertama terjadi di kaki Gunung Slamet. “Peristiwa terjadi pada awal September,” ujarnya, Kamis (22/9). Sebanyak 5 hektar hutan musnah terbakar.

Continue reading

PVMBG Bandung mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai banjir

MANADO-Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai banjir lahar Gunung Karangetang di Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, bila sewaktu-waktu terjadi hujan deras.

“Banjir lahar harus diwaspadai karena kemungkinan musim penghujan mulai terjadi hampir di seluruh wilayah Sulawesi Utara, termasuk Kabupaten Sitaro, tempat Gunung Karangetang berada,” ujar Kepala Bidang Pengamatan Gunung Api Wilayah Timur Pusat PVMBG Bandung Kristianto di Manado, Kamis (22/9).

Continue reading

Diprediksi Gunung Lokon Sedang Membentuk Kubah Lava

MANADO – Gunung Lokon di Provinsi Sulawesi Utara sementara membentuk kubah lava di kawah Tompaluan. Hal itu diindikasikan dengan semakin sedikitnya asap kawah yang diembuskan ke permukaan. “Sejak Rabu (21/9) asap kawah semakin sedikit yang muncul ke permukaan,” ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina, di Tomohon, Sulut, Kamis (22/09/2011).

Continue reading

Gunung Anak Ranaka Siaga

Aktivitas kegempaan Gunung Anak Ranaka di perbatasan Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (21/9) kembali meningkat. Petugas Pos Pemantau Gunung Anak Ranaka Bernadus Taut mengatakan sejak dini hari hingga sore terjadi 30 gempa vulkanik. Namun kondisi itu belum bisa dijadikan alasan untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah mengevakuasi warga.

Continue reading

Gempa 5,5 SR Guncang Sumbawa

Gempa 5,5 SR Guncang Sumbawa

MATARAM, KOMPAS.com – Gempa berkekuatan 5,5 skala richter terjadi di Kabupaten Sumbawa, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kamis dini hari sekitar pukul 03.59 WITA.

Gempa dengan kedalaman 10 kilometer tersebut diumumkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan lokasi gempa 68 kilometer Tenggara Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Data yang dirilis BMKG juga menyebutkan lokasi gempa berada pada 9,92 derajat Lintang Selatan (LS), dan 117,79 derajat Bujur Timur (BT). Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Hingga berita ini disiarkan belum ada laporan mengenai adanya bangunan yang rusak atau korban jiwa akibat gempa tersebut.  Gempa tersebut juga dirasakan oleh warga di Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Salah seorang warga, Samsul Rizal, mengatakan, gempa yang dirasakan sekitar 25 detik membuat warga panik dan berhamburan ke luar rumah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Saya masih tertidur, tiba-tiba ada guncangan. Saya dan keluarga berhamburan keluar rumah. Di luar, saya melihat tetangga juga sudah berada di luar rumah,” katanya.

Longsor Tewaskan Empat Warga Temanggung

Longsor Tewaskan Empat Warga Temanggung


Laporan Wartawan Tribun Jogja, M Nur Huda

TRIBUNNEWS.COM, TEMANGGUNG – Empat orang tewas dan dua orang lainnya luka-luka akibat tanah berupa cadas longsor.

Bencana ini terjadi di tebing Sungai Kedung Manak, Dusun Cebong, Gandok, Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jateng, Rabu (21/9/2011) malam.

Empat korban meninggal adalah Santo (25) ditemukan pertama, kemudian Redi (17), Alfin (15), dan ditemukan terakhir adalah Maryanto (42).

Sedangkan dua korban mengalami luka-luka, Toni Siswanto (15) luka memar bagian tangan dan Matekur (16) patah tulang tangan. Mereka menjalani perawatan di RSUD Djojonegoro Temanggung untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sementara korban tewas dilakukan otopsi di rumah sakit yang sama.

Menurut Wahyu Setiawan (24), saksi mata di lokasi kejadian dan berhasil dihubungi, menerangkan, kejadian bermula pada Rabu (21/9/2011) sore sekitar pukul 16.00, sebanyak 28 orang tengah memancing di Sungai Kedung Manak yang cukup banyak ikannya.

Cuaca cerah di kawasan tersebut tak dinyana akan terjadi bencana longsor.

Setelah beranjak senja, beberapa orang mulai meninggalkan lokasi pemancingan. “Saya tidak ikut mancing, hanya duduk di pinggiran sungai sambil melihat mereka,” kata Wahyu.

Dikatakan, secara tiba-tiba tebing setinggi sekitar 30 meter dari batu cadas dan tanah keras runtuh. Empat orang yang tepat di bawah tebing tersebut langsung tertimbun, sementara satu orang yang berada tak jauh dari lokasi terkena serpihan reruntuhan hingga mengalami luka parah.
“Saya langsung lari karena kaget tiba-tiba saja ambruk,” imbuh Wahyu.

Wahyu kemudian mengabarkan kejadian tersebut kepada warga sekitar. Warga kemudian mengevakuasi korban dan membawanya untuk mendapat pertolongan medis.

“Yang selamat kami bawa ke RSUD untuk dirawat,” lanjut Wahyu.

Korban pertama yang ditemukan dalam evakuasi warga adalah Santo, yang menderita luka parah pada bagian wajah dan sekujur tubuhnya akibat tertimbun batu.

Kemudian Redi ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. “Kami sudah mendata semuanya. Dan kami terus lakukan pencarian sampai semua ditemukan,” imbuh Ketua RT 1 RW 5, Dusun Sembong, Desa Gandok, Kecamatan Kaloran, Joko Triyono.

Editor: Anwar Sadat Guna  |  Sumber: Tribun Jogja
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

Sumbawa diguncang gempa 5.5 skala Richter

Gempa berkekuatan 5,5 skala Richter terjadi di Kabupaten Sumbawa, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kamis (22/9) dini hari sekitar pukul 03.59 WITA. Gempa dengan kedalaman 10 kilometer tersebut diumumkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan lokasi gempa 68 kilometer Tenggara Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Continue reading

Gunung Merapi Kembali semburkan abu vulkanik

Gunung Api Marapi kembali meletus dan menyemburkan abu vulkanik dari mulut kawah sekitar pukul 07.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB, Selasa (20/9). Asap tebal dan pekat terlihat membubung tinggi hingga 500 meter dari kawah disertai hujan abu vulkanik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyebutkan, letusan kali ini lebih besar dibandingkan ketika status gunung api itu meningkat menjadi waspada pada 3 Agustus lalu.

Kondisi ini sempat membuat warga sekitar Gunung Marapi cemas. Namun, setelah memastikan kondisi Gunung Marapi aman, mereka kembali beraktivitas seperti biasa termasuk berkebun di lereng Marapi.

Yulnegsih, 26, warga Nagari Sungaipua, Kecamatan Sungaipua, Kabupaten Agam menyebutkan, letusan Gunung Marapi sempat mengeluarkan asap hitam pekat. “Setelah kira-kira satu jam kemudian, warga kembali beraktivitas seperti biasa,” ungkap Yulnengsih.

Continue reading