Kebakaran hutan di Gunung Sindoro Meluas

Kebakaran hutan di Gunung Sindoro hingga Senin (26/9) siang belum berhasil dipadamkan. Kebakaran hutan justru meluas ke kawasan puncak di Temanggung. Semula titik api muncul dari petak 21 di wilayah Resort Pemangku Hutan (RPH) Anggrunggondok, Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Wonosobo, pada Sabtu (24/9) sekitar pukul 20.00 WIB. Di lokasi itu, api sudah menghanguskan sekitar 10 hektare (ha).

Kepala BKPH Perum Perhutani Temanggung Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, Juni Djunaedi, mengatakan kebakaran kemudian meluas ke hutan di petak 10 b. Luasan hutan yang terbakar sudah mencapai 1 ha.

Continue reading

11.400 Pohon Hangus Akibat Kebakaran Hutan di Banyumas

kebakaran-hutan

Sebanyak 11.400 pohon lebih hangus dalam kebakaran hutan yang terjadi selama musim kemarau di wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat dan Timur, Jawa Tengah. Dari pohon sebanyak itu, 11.000 lebih berada di wilayah KPH banyumas Barat, sedangkan 400 pohon lagi beara di KPH Banyumas Timur. Kerugian akibat peristiwa itu diperkirakan sebesar Rp85 juta lebih.

Administratur KPH Banyumas Barat Susilo Budi Wacono mengatakan sebanyak 11.000 pohon hangus dalam sembilan kali kebakaran sepanjang Agustus-September. Lokasi kebakaran berada di sejumlah titik, di antaranya di Bagian KPH Kawunganten, Bokol dan Lumbir.

Continue reading

Gempa 5,2 SR Goyang Ende

alt

Gempa 5,2 SR Goyang Ende

26/09/2011 10:53

alt

Liputan6.com, Jakarta: Gempa berkekuatan 5,2 pada skala Richter menggoyang wilayah Ende, Nusa Tenggara Timur, Senin (26/9) sekitar pukul 10:39 WIB. Menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, pusat gempa berada di 224 km arag timur laut kota Ende, pada kedalaman 565 km. Sejauh ini belum ada laporan kerusakan materi maupun korban akibat gempa. (BMKG/mla)

Sumber : Tim Liputan 6 SCTV

Marapi Terus Mengeluarkan Abu

Marapi Terus Mengeluarkan Abu

Nasional / Senin, 26 September 2011 10:43 WIB

alt

Metrotvnews.com, Agam: Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatra Barat, terus meletus. Hingga Senin (26/9) pagi ini, dua kali letusan cukup besar terjadi. Material abu vulkanik menyembur.

Sehari sebelumnya, kontributo Metro TV, Amfreizer sengaja melakukan pendakian siang untuk memastikan kawah mana yang terus mengeluarkan material vulkanik. Namun, upaya tersebut terhalang kabut gunung cukup tebal.

Gunung berketinggian 2.891 meter dari permukaan laut ini memiliki tiga kawah. Satu kawah utama yang berada di dekat puncak Merpati dan dua kawah kecil yang berada di belakang puncak Merpati. Kawah yang aktif terus mengeluarkan asap dan abu vulknik, yakni kawah utama.

Dari dekat kawah terlihat asap putih terus keluar. Namun, sesekali masih terjadi letusan kecil memuntahkan asap hitam dan abu vulkanik. Namun, kondisi ini tidak bisa terekam kamera dengan baik karena kabut gunung terus menutupi.

Pengambilan gambar letusan kawah gunung ini hanya berjarak sekitar seratus meter dari bibir kawah. Hingga saat ini, stsatus Gunung Marapi masih di level Waspda. Petugas pemantau gunung api masih melarang pendakian, namun siang kemarin terdapat empat orang pendaki lainnya yang juga sedang menikmati keindahan gunung Marapi dan letusan kawah.(Amfreizer/BEY)


Kebakaran Hutan Lereng Gunung Sindoro

Kawasan hutan di lereng Gunung Sindoro, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, tepatnya di petak 21 Resor Pemangku Hutan (RPH) Anggrugondok, terbakar. Kebakaran terjadi sejak Sabtu sore hingga Ahad (25/9) siang, api masih berkobar.

“Titik api pertama diketahui pada Sabtu sekitar pukul 17.00 WIB, namun di atas Sindoro turun kabut sehingga kebakaran tidak terpantau dengan jelas dan petugas Perhutani berupaya memadamkan api pada Minggu pagi,” kata Wakil Administratur Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara, Sukmono, ketika dihubungi, Ahad ini.

Continue reading

Gunung Marapi tidak Batuk-Batuk Lagi

alt

Gunung Marapi tidak Batuk-Batuk Lagi


alt

BUKITTINGGI–MICOM: Gunung Marapi di Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanahdatar, Sumatra Barat, sejak Sabtu hingga Minggu (25/9) tidak lagi mengeluarkan asap hitam ataupun putih.

Pantauan di daerah Sungaipuar, Kabupaten Agam, gunung yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut ini, tidak lagi menyemburkan asap hitam ataupun putih seperti hari-hari sebelumnya.  

Seorang warga Sungaipuar, Lembang, membenarkan gunung dari Sabtu pagi sampai Ahad sore terlihat tidak lagi menyemburkan asap putih atapun hitam.  “Dari jauh sangat jelas kelihatan gunung tidak menyemburkan asap hitam atapun putih. Ini menandakan aktivitas gunung telah menurun,” katanya.

Kata dia, dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya, gunung tiap pagi sekitar pukul 07.00 WIB – 09.00 WIB terlihat mengeluarakan asap hitam atapun putih.

“Aktivitas dari gunung sudah mulai menurun mudah-mudahan tetap seperti sekarang. Asap hitam pekat yang disertai debu vulkanik, apalagi letusan yang ditimbulkan diharapkan tidak terjadi lagi,” katanya.

Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BGPVMB) masih menetapkan status gunung waspada level II. “BGPVMB tetap mengeluarkan larangan bagi masyarakat dan pendaki untuk tidak melakukan pendakian sampai tiga kilometer dari puncak,” kata Warseno petugas BGPVMB. (Ant/OL-2)

Aktifitas Gunung Marapi Mulai Menurun

Aktivitas Gunung Marapi di Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, tampak mulai menurun dengan tidak lagi mengeluarkan asap hitam sejak Sabtu (24/9) pagi. Pantauan di daerah Sungaipuar, Kabupaten Agam, terlihat puncak Gunung Marapi hanya mengeluarkan asap putih relatif mulai menipis dengan tekanan melemah.

Continue reading

Letusan Gunung Lokon di Sulawesi Utara terus menurun

Frekuensi letusan Gunung Lokon di Sulawesi Utara terus menurun. Sabtu (24/9) gunung ini hanya tercatat mengalami empat letusan. “Letusan-letusan itu terjadi pada pukul 11.25 WITA, 13.19 WITA, 13.26 WITA dan 15.04 WITA. Abu vulkanik dari letusan-letusan tersebut diperkirakan ketinggiannya sekitar 200 meter dari bibir kawah,” kata staf Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Yudi di Tomohon.

Continue reading

Status Gunung Karangetang Masih Awas

Status Gunung Karangetang Masih Awas


MANADO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara kembali menegaskan Gunung Karangetang di Kecamatan Siau, Kabupaten Sitaro, masih dalam status awas atau dalam level III.

“Hingga kini belum terjadi penurunan status dari siaga level III kewaspada level II,” jelas Kepala BPBD Sulawesi Utara (Sulut), Hoyke Makarawung, di Manado, Sabtu (24/9).

Dikatakannya, merujuk pada catatan seismograf, aktivitas Gunung Karangetang masih tinggi. Gempa-gempa guguran masih terjadi, begitupun dengan gempa vulkanik masih terus terekam.

“Karena aktivitasnya masih berada di atas normal Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung masih menetapkan status Gunung Karangetang siaga,” katanya.

Dikatakannya, pemerintah masih memberikan kesempatan kepada warga yang bermukim di sekitar lereng melakukan aktivitas. Hanya saja kesiagaan harus diperhatikan.

“Luncuran awan panas atau guguran lava pijar masih mungkin terjadi. Kesiagaan juga penting dilakukan warga yang tinggal di bantaran Kali Batang, Batu Awang atau Kinali serta bantaran kali lainnya yang berhulu dari Gunung Karangetang,” ujarnya.

Hingga kini kata Makarawung, Pemerintah Kabupaten Siau, Tagulandang dan Biaro (Sitaro) masih menutup jalur pendakian yang biasa dilakukan warga karena membahayakan keselamatan jiwa pendaki.

“Jangan mendaki. Ini akan sangat berbahaya bila dilakukan. Sesekali ketika terjadi letusan bisa diikuti dengan awan panas yang bisa meluncur deras menuruni lereng gunung,” tegasnya.

Makarawung kembali berharap warga tetap menjauhi radius bahaya Gunung Karangetang yang ditetapkan pemerintah yaitu 2,5 kilometer dari puncak kawah.

“Hal ini penting diingatkan untuk semua warga yang bermukim di kaki Gunung Karangetang. Radius bahaya ditetapkan dengan mempertimbangkan potensi ancaman bila terjadi letusan, guguran awan panas atau bahkan guguran lava pijar,” kata Makarawung.

Imbauan-imbauan seperti ini hendaknya dipatuhi warga, kata dia. (Ant)

Sumber: Sinar Harapan

Gunung Lokon Berhenti Meletus

Gunung Lokon Berhenti Meletus

MANADO–MICOM: Gunung Lokon di Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (24/9), mulai berhenti meletus pascaletusan pada Jumat (23/9) yang mencapai 19 kali.

“Sejak pukul 00.00 WITA-06.00 WITA hari ini tidak ada letusan yang terjadi dari kawah Tompaluan, Gunung Lokon,” ujar staf Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Ferry, Sabtu (24/9).

Meski demikian, Ferry menjelaskan, masih tercatat dua kali gempa tektonik jauh, satu kali gempa vulkanik dalam dan 13 kali gempa vulkanik dangkal.

Gempa di periode enam jam itu masih didominasi gempa embusan yang terjadi sebanyak 14 kali. Sedangkan tremor yang terekam dengan amplitudo 0,5 milimeter.

Ferry juga memprediksi masih akan terjadi letusan-letusan skala kecil akibat adanya suplai energi dari dalam berbentuk gempa vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangkal.

“Suplai energi masih terjadi hingga hari ini sehingga potensi terjadinya letusan masih sangat memungkinkan,” imbuhnya.

Hingga kini status Gunung Lokon dijelaskan Ferry masih siaga level III. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung tidak menaikkan statusnya ke awas level IV meskipun telah terjadi peningkatan jumlah letusan sepanjang pekan ini.

Begitupun dengan radius bahaya Gunung Lokon. Dikatakan Ferry, jarak sejauh 2,5 kilometer dari kawah Tompaluan belum dicabut.

“Karena itu kami tetap berharap warga masih mematuhi radius bahaya Gunung Lokon. Apalagi dengan status siaga yang disandang Gunung Lokon keaktifannya masih di atas normal dan tetap berpotensi terjadi letusan,” harapnya. (Ant/OL-12)