Gunung Lokon di Sulawesi Utara, hingga Selasa masih memuntahkan debu vulkanik dari kawah Tompaluan sampai 11 kali. “Hingga kini letusan dengan kategori kecil masih terjadi. Ketinggian debu letusan diperkirakan mencapai 300 meter dari bibir kawah. Tercatat sudah terjadi 11 kali letusan hingga pukul 07.41 WITA,” ujar staf Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Yudi, di Tomohon.
Jumlah Korban Gempa India Bertambah Jadi 62 Orang!
Jumlah Korban Gempa India Bertambah Jadi 62 Orang!
Sembilan helikopter dimobilisasi dan 10 dokter juga dikerahkan ke bagian utara Provinsi Sikkim yang saat ini tidak dialiri listrik. Pasukan India juga mengerahkan 10 unit medis. Demikian seperti diberitakan CNN, Selasa (20/9/2011).
Menteri Dalam Negeri India RK Singh mengatakan, lebih dari 6.000 pasukan India dan kelompok paramiliter dikerahkan untuk membantu proses evakuasi.
Para regu penyelamat juga berjuang menyelamatkan para korban seiring dengan kondisi cuaca yang buruk. Tanah longsor pun muncul dan menyulitkan regu penyelamat untuk mengevakuasi para warga. Lebih dari 100 ribu perumahan juga dikabarkan rusak akibat gempa.
“Operasi penyelamatan saat ini terganggu cuaca buruk,” ujar Singh.
Tiga anggota regu penyelamat bahkan dikabarkan tewas saat melakukan operasi penyelamatan terhadap korban gempa di Kota Gangtok.
Gempa kuat ini juga mengguncang Tibet dan juga Bangladesh. Sementara itu, korban tewas juga berjatuhan di Nepal akibat gempa kuat ini.
Beberapa gempa bumi dikabarkan sudah mengguncang bagian utara dan timur India pada tahun ini, meski demikian, gempa sebelumnya tidak menyebabkan kerusakan atau menimbulkan korban jiwa.(rhs)
Guatemala City diguncang gempa 3 kali
Tiga gempa bumi mengguncang Guatemala selatan pada Senin dalam waktu 90 menit, menggetarkan bangunan-bangunan di ibu kota dan menewaskan tiga orang.
Gunung Marapai Kembali Keluarkan Debu Vulkanik
Gunung Marapai Kembali Keluarkan Debu Vulkanik

BUKITTINGGI – Gunung Marapi yang berlokasi di daerah Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengeluarkan debu vukalkanik, Selasa (20/9) sekitar pukul 06.45 WIB.
Dari Pantuan ANTARA terlihat dari jauh puncak Gunung Marapi mengeluarkan debu vulkanik, kumpulan asap hitam terlihat dari daerah Bukittinggi, Selasa (20/9). Andi warga Bukittinggi, mengatakan ketika mau berangkat kerja, dari dalam rumah mendengar ada suara letusan, mengira suara letuasan terus berasal dari kendaraan.
“Namun ketika keluar rumah melihat dari jauh, Gunung Marapi mengeluarkan asap hitam,” katanya. Dia menambahkan, aktivitas gunung Marapi yang mengeluarkan debu vulkanik sudah sering dilihat oleh masyarakat sekitar Bukittinggi dari jauh.
“Debu yang dikeluarkan tersebut belum membahayakan bagi masyarakat sekitar Bukittinggi,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan Arif warga Agam, mengatakan Gunung Marapi memang sering mengeluarkan debu vulknik “Bagi masyarakat debu vulkanik merupakan hal yang biasa yang sering dilihat, belum berdampak bagi kehidupan masyarakat sekitar Kabupaten Agam,” katanya.
Dia menambahkan, debu vulkanik yang dimuntahkan oleh Gunung Marapi tersebut sangat bermanfaat bagi pertanian. “Debu vulkanik bercampur belerang yang dimuntahkan dari Gunung Marapi dapat menyuburkan persawahan milik masyarakat,” katanya.
Petugas pengamatan Gunung Marapi Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BGPVMB) , Ujang mengakui, sekarang ini Gunung Marapi kembali mengeluarkan debu vulkanik yang bercampur belerang dari puncaknya.
“Ketinggian debu vulkanik bercampur dengan belerang yang dikeluarkan Gunung Marapi tersebut ada sekitar 150 hingga 200 meter,”katanya.
Menurutnya, sebarannya abu vulkanik waktu itu menjangkau beberapa kabupaten/kota di Sumatera Barat, seperti Agam, Tanahdatar, Padangpanjang. “Gunung Marapi mengeluarkan debu vulkanik sejak bulan Agustus hingga sekarang ini sudah lebih dari 15 kali terjadi,” katanya.
Dia menambahkan, masyarakat di berada di sekitar kawasan Gunung Marapi agar selalu meningkatkan kewaspadaan, mengingat adanya pergerakan Gunung Merapi melalui semburan debu vulkanik. Sekarang ini masih pada status Gunung Marapi waspada level II.
“BGPVMB masih menetapkan status gunung waspada level II. Masyarakat dan pendaki masih dilarang melakukan pendakian sampai tiga kilometer dari puncak,” katanya.(Ant)
Sumber: Sinar Harapan
Hujan Lebat Tewaskan 27 Orang di China
Hujan Lebat Tewaskan 27 Orang di China
Hujan lebat turun di pada Jumat pekan lalu dan menggenangi banyak bagian di Provinsi Sichuan China. Air sungai pun meluap akibat hujan lebat tersebut.
Para Pemerintah Provinsi Sichuan memerintahkan para regu penyelamat agar mengevakuasi lebih dari 600 ribu warga karena level ketinggian air di Sungai Yangtze mulai menunjukkan tanda-tanda bahaya. Demikian seperti diberitakan AFP, Selasa (20/9/2011).
Ketinggian air di Sungai Jialing juga meningkat dan hampir mencapai tujuh meter. Sejak Jumat pekan lalu, hujan lebat ini sudah menewaskan 13 orang dan saat ini korban pun bertambah menjadi 27 orang.
Banjir juga sudah menghancurkan 2.000 rumah dan merusak 10 ribu lainnya. Sementara itu, di Provinsi Shaanxi yang terletak di bagian utara Sichuan, hujan pun memicu terjadinya tanah longsor dan menghilangkan 18 orang.
China diserang oleh hujan lebat setiap musim panas tiba. Pada 2010 lalu, hujan lebat menyebabkan banjir di negeri panda ini dan menewaskan lebih dari 4.300 orang.(rhs)
Sumber: Okezone.com
Letusan Gunung Lokon Mulai Berkurang
Letusan Gunung Lokon di kota bunga Tomohon provinsi Sulawesi Utara terlihat menurun sepanjang hari Minggu kemarin. Sejak pukul 00.00 Wita tercatat empat kali gempa vulkanik yang terjadi. “Letusannya menurun dibanding dua hari belakangan ini,” ujar Kepala Pos Gunung Api Lokon dan Mahawu, Farid Ruskanda. Menurutnya, deretan letusan terjadi pukul 15.01 WITA, 17.41 WITA, 17.58 WITA dan 18.01 WITA. Letusan yang terjadi rata-rata dikategorikan kecil dengan tinggi letusan 200 meter lebih.
Korban Gempa India Bertambah Menjadi 36 Jiwa
Korban Gempa India Bertambah Menjadi 36 Jiwa
Provinsi Sikkim yang berdekatan dengan Nepal, Bhutan, dan juga Tibet diserang oleh bencana longsor setelah gempa kuat tersebut muncul. Saat ini, jumlah korban yang tewas akibat gempa meningkat dari 19 menjadi 36 orang.
Lebih dari 400 personel dari regu penyelamat dikerahkan ke Ibu Kota Provinsi Sikkim, Gathok untuk mengevakuasi para korban yang selamat, namun mereka terjebak tanah longsor dan hancurnya jalan raya.
“Warga masih sangat panik, kami menghabiskan malam hari di luar rumah kami,” ujar warga Kota Gathok Pawan Thapa, seperti dikutip Reuters, Senin (19/9/2011).
Toko dan sektor usaha lainnya di Kota Gathok terpaksa ditutup. Listrik di kota yang dilanda gempa tersebut juga dipadamkan.
Beberapa pesawat jet Angkatan Udara India dikerahkan ke Provinsi Sikkim pascagempa. Personel angkatan bersenjata yang ada di perbatasan China juga dimobilisasi untuk membantu proses evakuasi.
Gempa kuat ini dikabarkan juga mengguncang Tibet dan juga Bangladesh. Sementara itu, korban tewas juga berjatuhan di Nepal akibat gempa kuat ini.
Beberapa gempa bumi dikabarkan sudah mengguncang bagian utara dan timur India pada tahun ini, meski demikian, gempa sebelumnya tidak menyebabkan kerusakan atau menimbulkan korban jiwa.(rhs)
19 Orang Tewas Akibat Gempa Kuat di India & Nepal
19 Orang Tewas Akibat Gempa Kuat di India & Nepal
Gempa kuat tersebut dirasakan oleh seluruh wilayah di India setelah mengguncang Negara Bagian Sikkim di wilayah Himalaya yang berbatasan dengan Nepal, Bhutan dan Tibet pada Minggu kemarin, pukul 18.10 waktu setempat.
Titik pusat gempa berada pada 60 kilometer dari Kota Gangtok yang merupakan Ibu Kota Provinsi Sikkim. Sekira 60 orang dikabarkan terluka dan listrik di kota tersebut terpaksa dipdamkan setelah terjadinya gempa.
“Listrik padam, semua warga lari ke jalan,” ujar salah seorang warga Gangtok, C.K. Dahal, seperti dikutip AFP, Senin (19/9/2011).
Sekira 1.000 narapidana yang ada di Negara Bagian Benggala Barat terpaksa dievakuasi dari sel mereka saat muncul gempa bumi tersebut.
Di Nepal, polisi mengatakan, sebanyak tiga orang tewas termasuk bocah perempuan berusia delapan tahun akibat tertimpa reruntuhan gedung kantor Kedutaan Besar Inggris di Kota Kathmandu. Kota tersebut terletak sekira 270 kilometer dari titik pusat gempa.
Perdana Menteri India Manmohan Singh langsung mengadakan rapat darurat setelah gempa kuat ini muncul dan memerintahkan pesawat militer agar segera menuju lokasi gempa untuk membawa bantuan.
Akhir-akhir ini, India dilanda bencana alam yang cukup mengerikan. Selain gempa, India juga dilanda banjir bandang yang menewaskan 26 orang pada Kamis pekan lalu. Sebanyak 19 distrik di Negara Bagian Orissa dilanda banjir dan 4.100 desa digenangi air.(rhs)
Gempa 6,8 SR Guncang India
Gempa 6,8 SR Guncang India
Internasional / Minggu, 18 September 2011 20:20 WIB
New Delhi: Gempa berkekuatan 6,8 skala Richter mengguncang India utara, Ahad (18/9). Tetapi belum ada laporan mengenai kerusakan dan korban jiwa akibat bencana tersebut.
Survei Geologi AS di lamannya melaporkan, gempa itu berpusat di 64 kilometer sebelah barat laut Gangtok, Sikkim, India. Sedangkan kedalaman gempa 10 kilometer.(MI/BEY)
Sumber: Metrotvnews.com
Gempa 6,9 skala Richter mengguncang India timur laut dan Nepal
Gempa bumi yang berkekuatan 6,9 skala Richter mengguncang India timur laut dan Nepal, Minggu (19/9/2011) malam, telah menewaskan sedikitnya 19 orang. Pusat gempa di negara bagian Sikkim di kawasan Himalaya yang berbatasan dengan Nepal, Butan, dan Tibet.
Gempa terjadi sekitar pukul 18.10 waktu setempat atau pukul 19.40 WIB dengan pusat gempa berlokasi sekitar 60 kilometer sebelah barat laut ibu kota Sikkim, Gangtok. Akibat gempa tersebut, aliran listrik mati dan warga keluar dari rumah.