BPBD Cianjur siagakan alat berat di jalur mudik antisipasi bencana

Cianjur (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyiagakan alat berat di titik rawan bencana alam di sepanjang jalur mudik Cianjur, sebagai upaya penanganan cepat saat terjadi bencana.

Sekretaris BPBD Cianjur, Rudi Wibowo saat dihubungi Kamis, mengatakan berdasarkan informasi dari BMKG intensitas hujan hingga akhir bulan April masih tinggi disertai angin kencang, sehingga berpotensi terjadinya bencana alam.

“Karena sebagian besar wilayah Cianjur masuk dalam zona merah bencana, termasuk jalur yang akan dilalui pemudik mulai dari utara hingga selatan termasuk rawan terjadi bencana, sehingga kami imbau pemudik yang melintas untuk ekstra waspada saat melintas,” katanya.

Namun untuk penanganan cepat, pihaknya berkoordinasi dengan dinas terkait di Pemkab Cianjur, Pemprov Jabar dan pusat, untuk menyiagakan alat berat di wilayah utara dan selatan, sebagai upaya antisipasi ketika terjadi bencana, sehingga tidak sampai terisolir.

Untuk pengawasan dan pemantauan hingga saat ini, pihaknya masih menyiagakan sekitar 1.000 orang Relawan Tangguh Bencana (Retana) di masing-masing kecamatan dan desa. Bahkan mereka akan dilibatkan dalam pengawasan jalur rawan bencana di wilayah selatan menjelang dan setelah Lebaran.

“Kita akan siagakan relawan di titik rawan longsor yang dapat memutus akses mudik khusus di jalur selatan Cianjur seperti Sukanagara, Pagelaran, Cibinong hingga Naringgul. Mereka akan bertugas bersama TNI/Polri untuk mengimbau pengguna jalan atau pemudik untuk ekstra hati-hati,” katanya.

Pihaknya mengimbau warga di wilayah rawan bencana, segera melapor jika melihat tanda alam akan terjadi bencana ke aparat setempat atau langsung ke BPBD Cianjur dan segera melakukan evakuasi mandiri.

“Kita siagakan relawan termasuk melakukan tindakan evakuasi ketika terjadi bencana,” katanya.

Berbagai Strategi BNPB Mengantisipasi Bencana Saat Mudik

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersiap mengantisipasi bencana saat mudik Lebaran 2022. Persiapan dengan mengerahkan tim, relawan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“BNPB mengerahkan tim relawan dan BPBD untuk bersiap siaga di wilayah-wilayah yang rawan bencana,” kata Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto dikutip dari Antara, Kamis, 21 April 2022.

BNPB telah mengeluarkan peta mudik aman bencana disertai kontak BPBD terdekat. Hal tersebut diharapkan mempermudah masyarakat mengetahui potensi bencana saat mudik.

“Sudah terpetakan daerah mana yang rawan banjir, longsor, dan bencana lainnya. Peta ini dapat diakses di Inarisk BNPB,” kata Suharyanto.

Selain bencana alam, BNPB melakukan upaya pencegahan bencana nonalam covid-19. Masker dibagikan fasilitas publik dan pengawasan protokol kesehatan di pos pelayanan mudik hingga tempat wisata diperketat.

Di sisi lain, Suharyanto meminta pemudik yang belum vaksinasi covid-19 dapat mengakses posko vaksinasi di beberapa titik jaur mudik. 

“Jika ditemukan ada pemudik yang belum vaksin, pemudik tidak akan diputarbalikan ke rumah namun disiapkan pos-pos vaksinasi di beberapa titik jalur mudik untuk menyediakan vaksinasi di tempat bagi pemudik tersebut sebelum melakukan perjalanan,” kata dia. 

Dia mengimbau pemudik mengunduh aplikasi PeduliLindungi dan mengisi Electronic Health Alert Card (EHAC). Pihaknya bakal melakukan pengecekan acak ke pemudik.

“Pemudik diwajibkan mengisi EHAC di aplikasi PeduliLindungi dan yang diperbolehkan lewat adalah kategori hijau, jika kategori merah harus memiliki hasil PCR atau Antigen,” kata Suharyanto. 

(ADN)

Catat Syarat Mudik Lebaran Terbaru, Tak Cuma Wajib Vaksin Booster

Jakarta – Satgas Penanganan COVID-19 mengeluarkan aturan perjalanan mudik Lebaran 2022 terbaru. Ada ketentuan tambahan mengenai perjalanan khusus untuk anak usia 6-17 tahun.

Bagi anak di bawah usia 18 tahun, mereka tak perlu tes COVID-19 baik PCR atau antigen sebelum melakukan perjalanan mudik. Namun, harus menunjukkan sertifikat vaksin kedua. Ketentuan ini berlaku di semua moda transportasi baik darat, laut, dan udara.

Berikut aturan lengkap terbaru perjalanan dalam negeri per 19 April 2022:

  • PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.
  • PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.
  • PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.
  • PPDN dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksinasi wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan, dan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.
  • PPDN dengan usia di bawah 6 tahun dikecualikan terhadap ketentuan vaksinasi dan tidak wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen, namun wajib melakukan perjalanan dengan pendamping perjalanan yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan COVID-19 serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
  • PPDN dengan usia 6-17 tahun dan telah menerima vaksin dosis kedua dikecualikan terhadap kewajiban menunjukkan hasil negatif rapid test antigen, namun wajib melampirkan kartu/sertifikat vaksin dosis kedua.

Selain vaksin booster, syarat wajib lainnya yang harus dipenuhi yakni mengisi e-HAC. Seluruh moda transportasi akan wajib melakukan pengisian e-HAC untuk melanjutkan perjalanan.

Petugas di seluruh moda transportasi akan memeriksa status kelayakan perjalanan melalui e-HAC yang telah diisi oleh para pemudik sehari atau sesaat sebelum melakukan perjalanan. Khusus bagi pelaku perjalanan dengan kendaraan pribadi, pemeriksaan akan diberlakukan sistem secara acak.

Aturan pengisian eHAC ini tidak diwajibkan bagi anak berusia 6 tahun ke bawah yang dibebaskan dari syarat vaksinasi dan tidak wajib melakukan tes antigen atau RT-PCR sebagai syarat perjalanan.

“Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, baik dengan moda transportasi darat, laut dan udara wajib mengisi eHAC sebagai syarat untuk melanjutkan perjalanan,” kata Chief of DTO Kemenkes RI, Setiaji.

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Lumajang, Warga Mengungsi

LUMAJANG – Hujan deras yang terjadi sejak Rabu 20 April 2022 sore hingga malam mengakibatkan debit Sungai Menjangan dan Bondoyudo di Lumajang, Jawa Timur meluap ke permukiman warga, para Rabu malam.

Akibat luapan ini, ratusan rumah warga di tiga desa terendam banjir hingga ketinggian 1 meter. Sejumlah warga mengungsi ke tempat aman karena khawatir ketinggian air terus meningkat.

Banjir merendam ratusan rumah warga di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Lumajang. Banjir mulai merendam rumah-rumah warga sejak menjelang buka puasa dan terus meningkat akibat hujan lebat juga terjadi di lokasi.

Bahkan, di sejumlah titik, ketinggian air terus bertambah hingga mencapai 1 meter yang membuat sejumlah warga terdampak memutuskan untuk mengungsi secara mandiri.

Sementara sejumlah petugas BPBD Kabupaten Lumajang terus menyisir lokasi banjir sambil membawa perahu karet sebagai upaya antisipasi untuk evakuasi warga. Sejumlah warga juga berusaha menyelamatkan perabotan ke tempat yang lebih tinggi karena khawatir ketinggian air terus meningkat.

Salah seorang warga, Dian Wulandari berharap, banjir akibat luapan sungai yang sudah jadi langganan ini segera surut. Sehingga mereka bisa kembali beraktivitas dan menjalankan ibadah puasa secara normal.

Berdasarkan data sementara, kata Camat Sukodono, Indriyono, tercatat ada tiga desa di Kecamatan Sukodono, Lumajang yang terendam banjir. Di antaranya Desa Kebon Agung, Desa Karang sari dan Desa Kutorenon.

Petugas hingga kini masih mendata dampak banjir luapan Sungai Karang Menjangan dan Sungai Bondoyudo ini untuk menyiapkan bantuan logistik jika banjir belum surut.

 
 

(Ari)

Banjir Rob Terjang Pesisir Medan, Warga Mengeluh Ibadah Puasa Jadi Terganggu

MEDAN – Banjir rob menerjang permukiman warga di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara. Banjir dari air pasang laut tersebut, sudah terjadi sepanjang bulan puasa Ramadhan, sehingga cukup mengganggu aktivitas warga saat berpuasa.


Air banjir biasa mulai naik dan merendam permukiman serta jalan, sekitar pukul 13.00 WIB. Kondisi tersebut akan terus terjadi hingga pukul 18.00 WIB, atau menjelang saat berbuka puasa air baru mulai

Ciliwung Meluap, 29 RT di DKI Jakarta Terendam Banjir

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, 29 rukun tetangga (RT) terendam banjir akibat luapan Sungai Ciliwung.

Titik banjir tersebar di Jakarta Timur sebanyak 28 RT, dan satu RT di Jakarta Selatan. Ini berdasarkan data per 19 April 2022 pukul 09.00 WIB.

“Update info genangan sampai dengan pukul 09.00 WIB saat ini 29 RT atau 0,095 persen dari 30.470 RT yang ada di DKI Jakarta,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI, M Insaf, dalam keterangan, Selasa (19/4/2022).

Insaf mengatakan, ketinggian banjir rata-rata di atas 40 sentimeter. Untuk wilayah Jakarta Timur, ketinggian banjir di 9 RT Kelurahan Cawang sekitar 50 sampai 130 sentimeter.

Kemudian di Kelurahan Kampung Melayu terdapat 19 RT dengan ketinggian banjir 50-125 sentimeter.

Selanjutnya, ketinggian banjir di satu RT Kelurahan Rawajati, Jakarta Selatan, mencapai 90 sentimeter.

Kendati demikian, kata Insaf, saat ini tidak ada warga yang mengungsi. “Kondisi genangan sedang ditangani oleh DSDA, Damkar dan PPSU Kelurahan. Genangan ditargetkan akan surut dalam waktu cepat,” tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Jadi Tuan Rumah GPDRR, RI Dorong Dunia Perkuat Mitigasi Bencana

Jakarta – Indonesia tengah mematangkan persiapan menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) tahun 2022. Ini merupakan forum dua tahunan yang digagas oleh Badan PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana atau United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR).

Bagi Indonesia, panduan pelaksanaan terhadap pengurangan risiko bencana sangat penting, apalagi Indonesia berada di ring of fire yang membuatnya lebih rentan terhadap bencana seperti gunung meletus dan gempa bumi.

Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Infokom PMK), Kementerian Komunikasi dan Informatika Wiryanta mengatakan dengan dipercayanya Indonesia sebagai tuan rumah menjadi momentum untuk memperkuat mitigasi, praktik baik pengurangan resiko bencana, termasuk penanggulangan bencana secara global dan nasional.

“Forum GPDRR menjadi ajang kolaborasi untuk tangguh bencana. Indonesia dan seluruh negara di dunia membahas pentingnya mitigasi, belajar praktik baik dan pengurangan risiko bencana dalam upaya mencapai ketangguhan bencana dan pembangunan yang berkelanjutan,” kata Wiryanta dalam keterangan tertulis, Selasa (19/4/2022).

Diketahui, GPDRR adalah forum multi pemangku kepentingan dua tahunan yang diinisiasi oleh PBB untuk meninjau kemajuan, berbagi pengetahuan dan mendiskusikan perkembangan dalam Penanggulangan Risiko Bencana (PRB).

Para delegasi yang telah berpengalaman dalam penanganan bencana dari seluruh dunia akan berkumpul dan merumuskan panduan strategis untuk pelaksanaan kerangka global pengurangan risiko bencana (Sendai Framework of Disaster Risk Reduction 2015- 2030).

Selain pembahasan strategis tentang mitigas bencana alam, forum GPDRR juga diharapkan menjadi kesempatan untuk mencari solusi bersama dalam penanganan bencana non alam dalam konteks Pandemi COVID-19.

Badan Dunia berkolaborasi dengan pemangku kepentingan akan membahas studi kasus berbagai negara yang berhasil melakukan penanganan bencana non alam dalam kerangka pengendalian pandemi COVID-19.

Pembahasan di dalam forum GPDRR akan dibagi dalam empat klaster. Pertama adalah ancaman bencana alam klaster geologi dan vulkanologi seperti gempa bumi dan gunung berapi. Kedua yaitu klaster ancaman hidrometeorologi kering seperti kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

Klaster ketiga adalah klaster ancaman hidrometeorologi basah, yaitu banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, dan abrasi pantai. Klaster yang terakhir adalah ancaman bencana non alam, seperti pandemi COVID-19.

Siaga Bencana, BPBD DKI Tempatkan Tim Reaksi Cepat di Setiap Kelurahan

JAKARTA, iNews.id – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji menempatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) di setiap kelurahan. Hal tersebut dilakukan guna memetakan kembali potensi bencana yang ada di wilayah masing-masing.

 Isnawa mengatakan, diturunkannya TRC untuk memantau potensi bencana sejak dini di tiap kelurahan, sesuai dengan tupoksi BPBD yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 260 Tahun 2016.

“Kami menerjunkan pasukan TRC pada setiap kelurahan untuk mulai mendalami profil kelurahan dan menginventarisir setiap potensi bencana yang ada, seperti kebakaran, banjir, tanah longsor dan sebagainya,” kata Isnawa dalam keterangannya, dikutip Senin (18/4/2022).

 Tidak hanya itu, menurut Isnawa, TRC juga ditugaskan untuk mendata sarana, prasarana dan segala aspek pendukung yang dibutuhkan ketika terjadi bencana.

“TRC akan meninjau kembali lokasi-lokasi pengungsian yang sudah ditetapkan, untuk memastikan segala unsur pendukung siap dan layak ketika terjadi bencana, khususnya dalam aspek kesehatan, kedaruratan, dan logistik,” katanya.

Isnawa mengimbau masyarakat yang terkena atau melihat bencana di tiap-tiap daerah, bisa cepat menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112. Masyrakat juga bisa menggunakan tombol darurat pada aplikasi Jakarta Aman.

“Sinergitas ini sangat penting, sembari TRC mensosialisasikan layanan aduan kedaruratan Jakarta Siaga 112 kepada masyarakat” katanya. 

Editor : Reza Fajri

Bencana Chernobyl, Salah Satu Kecelakaan Nuklir Terbesar di Dunia

Berita tentang Chernobyl menjadi perbincangan banyak orang beberapa waktu terakhir. Hal ini berkaitan dengan keberhasilan pasukan rusia merebut pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah tersebut.

Pengambilalihan ini menyebabkan muncul api di pembangkit nuklir tersebut, sebagai akibat dari baku tembak antara pasukan Rusia dengan Ukraina. Walaupun api berhasil dipadamkan dan tidak ada pelepasan bahan radioaktif, namun baku tembak tersebut berisiko memicu ledakan.

Tentu saja ledakan yang terjadi di daerah pembangkit nuklir bisa mengancam keselamatan warga Rusia, Ukraina, dan negara-negara disekitarnya. Pasalnya, sebelumnya sudah pernah terjadi ledakan di wilayah tersebut yang memakan banyak korban jiwa.

Mengenal Chernobyl

Chernobyl adalah nama kota yang berada di utara Ukraina dekat dengan Belarusia. Sebagian besar wilayah Chernobyl telah ditinggalkan penduduk setempat akibat bencana di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl yang terjadi beberapa tahun lalu.

Ketika bencana tersebut terjadi, Ukraina masih menjadi bagian dari Uni Soviet. Namun, saat ini Chernobyl berada di Zona Pengecualian 30 km yang mengelilingi PLTN.

Perang Ukraina dan Rusia turut mengancam wilayah ini. Pasukan Rusia bahkan dikabarkan berhasil merebut PLTN Chernobyl. Pejabat Ukraina menyebut, perebutan tersebut merupakan ancaman serius bagi Rusia.

Sementara itu, sumber Rusia mengatakan bahwa penguasaan reaktor nuklir Chernobyl atas Rusia memberikan pesan kepada NATO agar tidak campur dalam urusan ini. Seolah mengamini pesan Rusia, Joe Biden (Presiden Amerika Serikat), menyampaikan bahwa NATO dan Amerika tidak akan mengirimkan tentara bantuan ke Ukraina.

Kronologi Peristiwa Bencana Chernobyl

Bencana Chernobyl merupakan peristiwa yang terjadi saat pembangkit listrik tenaga nulir di wilayah tersebut meledak. Mengutip dari tulisan di drive.batan.go.id, disebutkan bahwa pembangunan pembangkit ini sudah dimulai seak akhir 1970-an. Rencananya, PLTN ini akan memiliki empat reaktor nuklir yang masing-masing bisa menghasilkan 1000 megawat.

Pada 1983, empat reaktor tersebut selesai dibuat dan terdapat penambahan dua reaktor lagi di tahun-tahun berikutnya. Beragam metode pengujian dan pengamatan dilakukan pada keempat reaktor tersebut.

Setelah pembangunan selesai, teknisi mulai menguji rekator tersebut. namun, pengujian yang dilakukan tidak sesuai dengan harapan. Kecerobohan teknisi dalam mengecek turbin menyebabkan reaktor tidak stabil.

Hanya dalam hitungan detik saja, reaktor nomor empat mengeluarkan uap panas bersama dengan embusan radiaktif nuklir. Dan dalam hitungan detik, terjadi ledakan yang menyebabkan kebakaran di atas reaktor nomor tiga.

Sistem secara otomatis tidak bekerja maksimal. Petugas kebakaran tiba beberapa menit setelahnya dan mulai mencoba memadamkan api di tempat itu. Dari penjelasan tersebut kita bisa mengetahui bahwa penyebab bencana Chernobyl karena kelalaian manusia dalam hal ini yaitu teknisi.

Ledakan yang terjadi pada saat itu menyebar ke sepanjang perbatasan Ukraina, Rusia, Belarusia, dan negara Eropa Timur lainnya. Berdasarkan keterangan di situs dlhk.jogjaprov.go.id disebutkan bahwa ada sekitar 100 orang meninggal secara langsung akibat ledakan itu.

Sementara itu, PBB dan WHO melaporkan bahwa sekitar 4.000 korban Chernobyl meninggal dunia secara tidak langsung. Mereka umumnya terkena penyakit kanker dan penyakti kronis lainnya akibat paparan radiasi nuklir.

Banyaknya korban yang jatuh akibat peristiwa tersebut menjadikan bencana Chernobyl menjadi kecelakaan nuklir terbesar setelah kecelakaan nuklis di Fukushima, Jepang.

Hal tersebut disampukan oleh Statista, yang menyebutkan setidaknya ada 12 kecelakaan nuklir tersebut di seluruh dunia yang terjadi di periode 1957 – 2011. Di posisi pertama ada ledakan nuklir di Fukushima, Jepang dan yang kedua bencana Chernobyl di Ukraina.

Dampak Chernobyl

United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation (UNSCEAR) memperkirakan terjadi kontaminasi radiaktif akibat bencana Chernobyl yang memicu lebih dari 6000 kasus kanker tiroid pada remaja dan anak-anak di Rusia, Belarusia, dan Ukraina. Selain itu, terjadi pula peningkatan kasus leukimia dan katarak di wilayah tersebut.

Selain memakan banyak korban manusia, peristiwa Chernobyl juga berdampak pada lingkungan sekitar termasuk satwa yang tinggal di wilayah tersebut. Menurut keterangan di dlhk.jogjaprov.go.id, zona larangan yang berjarak 30 kilometer (km) dari pembangkit nuklir tersebut merupakan wilayah yang paling terkontaminasi radioaktif.

Sekitar 400-an hektar hutan pinus musnah seketika. Keanekaragaman hayati dan sumber air di lokasi tersebut juga sangat terkontaminasi zat berbahaya itu. Meski demikian, kini dikabarkan ekosistem di wilayah tersebut mulai pulih.

Hal tersebut bisa dilihat dari meningkatkan jumlah keanekaragaman hayati di wilayah tersebut. Para peneliti bahwa menemukan satwa langka seperti Lynx dan bison Eropa (Wisent) hampir punah di wilayah tersebut.

Salah satu faktor yang mendorong pulihnya populasi satwa liar dengan cepat di zona larangan yaitu tekanan pemburuna liar yang berkurang. Tidak adanya manusia di tempat tersebut membuat tumbuhan dan satwa bisa kembali pulih secara alami dengan cepat.

Meskipun demikian, para ilmuan yang meneliti tanaman pangan, masih menemukan gandum hitam dan haver yang memiliki kandungan isotop radioaktif level tinggi. Maka dari itu, makanan tersebut masih belum bisa dikonsumsi.

Jutaan Orang di Sudan Selatan Terancam Kelaparan, Imbas Bentrokan hingga Bencana Alam

PIKIRAN RAKYAT – Lebih dari 7,7 juta orang di Sudan Selatan terancam kelaparan.

Krisis pangan tersebut disebabkan banjir, kekeringan, hinggq bentrokan senjata yang kian memanas di Sudan Selatanm

Hal ini diketahui usai PBB dan pemerintah Sudan Selatan, menjelaskan bahwa cuaca ekstrim, dan bentrokan senjata yang terjadi beberapa tahun ini menyebabkan jumlah pengungsi mengalami peningkatan.

“Kami akan terus menghadapi situasi yang kami alami di Sudan Selatan jika kami tidak memulai transisi itu untuk memastikan perdamaian di tingkat masyarakat,” kata Koordinator Kemanusiaan PBB di Sudan Selatan, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Al Jazeera pada Minggu, 10 April 2022. 

Sementara itu, laporan yang dikeluarkan oleh PBB dan pemerintah Sudan Selatan mengatakan bahwa, populasi yang paling menderita kekurangan pangan terletak di negara-negara Unity, Jonglei, Upper Nile, Warrap, dan Equatorial Timur.

“Sampai konflik diatasi, kami akan terus melihat angka-angka ini meningkat karena itu artinya orang tidak memiliki akses yang aman ke tanah mereka untuk bercocok tanam,” kata Adeyinka Badejo, penjabat direktur negara Program Pangan Dunia di Sudan Selatan.

“Kami mengimbau para pemimpin negara untuk terus menuju jalan perdamaian,” tambahnya.

Dalam menghadapi situasi krisis ini, Presiden Sudan Selatan Salva Kiir dan wakil presidennya, Riek Machar, telah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan tentang mengintegrasikan pasukan saingan mereka di bawah komando terpadu setelah berminggu-minggu berkonflik.

Terlepas dari kesepakatan itu, pertempuran baru meletus pada hari Jumat antara pemerintah dan pasukan oposisi di Negara Persatuan yang kaya minyak.

Meskipun menandatangani kesepakatan damai pada 2018 yang mengakhiri perang saudara selama lima tahun, dan membentuk pemerintah persatuan dua tahun lalu, bentrokan antara pihak lawan Kiir dan Machar terus berlanjut di tengah ketidaksepakatan, tentang bagaimana mereka akan berbagi kekuasaan.

Diketahui, Sudan Selatan terus mengalami ketidakstabilan sejak merdeka pada 2011. Kedua pemimpin itu pun telah dikritik oleh PBB atas peran mereka dalam mengendalikan kekerasan, serta karena dianggap mencekik kebebasan politik dan telah menjarah uang kas negara.

Selain itu, konflik yang terjadi di Sudan Selatan pun telah banyak menelan korban. Tercatat hampir 400.000 jiwa telah mengungsi dan meninggalkan rumah mereka.***