Awas, Pemanasan Global Tingkatkan Risiko Kena Penyakit Jantung

https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/lt328a2mntTaG1GCTqUswkLr25k=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1087064/original/047381600_1450330153-20151217-Pemanasan_Global.jpg

Jakarta Dampak pemanasanglobal lebih mengerikan dari apa yang kita bayangkan. Sebuah penelitian menunjukkan masalah tersebut juga membuat pekerjaan seseorang menjadi tidak produktif, serta meningkatkan risiko masalah kesehatan terkait panas seperti heat stress dan sakit jantung.

Laporan The Lancet Countdown menunjukkan bahaya pemanasan global, salah satunya di negara yang dianggap memiliki masalah lingkungan hidup terparah di dunia yaitu India. Di negara tersebut, 40 juta orang terpapar gelombang panas dari 2012 hingga 2016. Peningkatan semacam ini bisa mengancam kesehatan.

Melansir Indiatimes pada Minggu (9/12/2018), jurnal The Lancet menyatakan bahwa semakin banyak orang di seluruh dunia yang menghadapi risiko kematian terkait panas akibat perubahan iklim. Penelitian itu dilakukan oleh 27 institusi akademis di dunia.

sumber: Liputan6.com

Badai Owen dengan Kecepatan 200 Km/Jam Terjang Queensland

Badai Owen dengan Kecepatan 200 Km/Jam Terjang Queensland

Badai topan tropis Owen dengan kecepatan angin mencapai hampir 200 km/jam hari Jumat (14/12/2018) terus bergerak menuju pesisir pantai Queensland utara, Australia.

Badai kategori tiga tersebut pada Jumat pagi masih berada di wilayah udara perairan Northern Territory dan diperkirakan meningkat menjadi kategori empat hari ini.

Karena kecepatan pergerakannya yang lambat, Badai Owen diperkirakan baru akan mencapai pesisir besok pagi.

Hasil pelacakan terbaru menunjukkan badai ini akan menerjang wilayah daratan antara Gilbert River Mouth dan Kowanyama.

Biro Meteorologi setempat (BOM) menjelaskan Badai Owen akan melemah dan bergerak ke tenggara di wilayah daratan sebelum melewati pesisir timur Queensland.

Kevin Walsh dari Dinas Pemadam dan Layanan Darurat setempat mengatakan badai ini juga akan membawa hujan yang sangat deras.

Curah hujannya di diperkirakan bisa mencapai lebih dari 400 milimeter.

“Bisa berapa saja, mulai dari 100, 200, bahkan 400 milimeter selama beberapa hari ke depan,” katanya.

Karena jenis hujan deras dalam waktu singkat ini, dia memperingatkan warga setempat agar bersiap menghadapi banjir bandang.

Sementara itu Jonty Hall dari BOM menjelaskan jalur pergerakan Badai Owen kini diperkirakan berubah.

“Tadinya diperkirakan bergerak lebih jauh ke selatan. Namun tampaknya kini lebih mungkin bergerak ke bagian tenggara Queensland,” katanya.

Dia memperkirakan badai ini akan berakhir di wilayah pantai tengah Queensland.

cyclone owen.jpg

Walsh memperingatkan warga untuk melakukan tindakan antisipasi karena badai ini disertai angin dengan daya rusak yang tinggi.

Waktunya masih cukup untuk bagi warga masyarakat untuk memasukkan barang-barang ke dalam rumah agar tidak diterbangkan angin.

Menteri Perhubungan Mark Bailey juga memperingatkan para pengguna kendaraan untuk waspada dengan kondisi jalan selama beberapa hari mendatang.

Saat ini di Australia merupakan musim liburan dan biasanya banyak warga bepergian.

Menteri Bailey mengatakan bagi mereka yang bepergian menempuh jarak jauh dalam tiga atau empat hari ke depan, perlu mendapatkan informasi jelas terlebih dahulu dari pihak terkait.

Diterbitkan oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC Australia.

sumber: detik.com

63 Rumah di Probolinggo Rusak Diterjang Banjir, 4 Jembatan Ambruk

63 Rumah di Probolinggo Rusak Diterjang Banjir, 4 Jembatan Ambruk

Probolinggo – 63 Rumah di dua desa Probolinggo rusak dampak banjir bandang yang menerjang Senin (10/12) malam. Dua desa yang diterjang banjir dan longsor itu yakni Desa Andang Biru dan Desa Tiris Kecamatan Tiris.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, Kabupaten Probolinggo, Teguh Kawiandoko membenarkan puluhan rumah rusak akibat terjangan banjir bandang.

“Rincian rumah yang rusak itu, 29 rumah di Dusun Lawang Kedaton dan 24 rumah di Dusun Kedaton Desa Andung Biru. Sedangkan 10 rumahnya lainnya berlokasi di Desa Tiris,” kata Teguh, Selasa (11/12/2018).

Dan rumah-rumah yang rusak parah, jelas dia, rata-rata yang lokasinya berdekatan dengan aliran Sungai Kedaton. Sedangkan 4 jembatan ambruk karena diterjang air bah.

“4 Jembatan ambruk. 1 Jembatan dari cor dan 3 jembatan kayu,” tegasnya.

Menurut Teguh, pihaknya telah berkoordinasi dengan PUPR untuk mendatangkan alat berat agar akses jalan menuju lokasi bencana, bisa cepat dibersihkan dan dilewati kembali.

“Kita sudah kirimkan bantuan ke lokasi mas, termasuk membangun tenda untuk tempat tinggal para korban,” jelas Teguh.

Saat ditanya upaya BPBD saat hujan turun kembali, Teguh menyebut pihaknya masih menunggu perintah untuk dilakukan pengungsian korban terdampak banjir dan longsor.

Sementara Camat Tiris Roby menjelaskan terjangan banjir bandang tidak hanya memporak-porandakan rumah warga. 4 Jembatan putus karena terjangan air bah. Rusaknya jembatan tersenut membuat akses menuju sejumlah titik bencana putus. Akses jalur hanya bisa dilalui, dengan jalan kaki dan jarak tempuh 5 Km.

“Sementara aksesnya terputus mas, ini terus kita upayakan pembersihan jalan. Semoga lekas bisa terbuka jalurnya, biar pasokan bantuan bisa masuk dan menjangkau daerah terdampak bencana,” jelasnya.

Banjir bandang menerjang perkampungan penduduk di Kabupaten Probolinggo. Kawasan yang diterjang banjir bandang yakni Dusun Kedaton dan Dusun Banjar Baru Desa Andung Biru, Kecamatan Tiris.

Bencana tersebut menyebabkan satu orang tewas dan satu orang dinyatakan hilang. Selain itu 7 rumah, 3 toko, 1 musala rusak.
(fat/fat)

sumber: detik.com

Mengintip Konsep Solusi Bencana dari Huawei

image_title

VIVA – Huawei mengeluarkan solusi kebencanaan dari hulu ke hilir yang menggunakan terminologi 2P2R. Pada fase 2P, Huawei melakukan pencegahan bencana (pre dan prevention). Mereka melakukan mitigasi bencana dalam waktu tersebut.

Pada tahap itu, Huawei akan mengumpulkan data-data terkait kebencanaan. Efek apa yang akan terjadi juga dicatat dalam kasus tersebut.

Sedangkan 2R yaitu respons dan recovery. Solusi akan seputar kepada model disaster management atau manajemen bencana. 

“Bagaimana solusi Huawei untuk manajemen bencana. 2P2R terminologi Huawei untuk disaster manajemen,” kata Executive Product Manager Huawei Indonesia, Arri Marsenaldi, di kantor Huawei Indonesia, Jakarta, Selasa, 11 Desember 2018. Sejauh ini solusi yang ditawarkan Huawei sudah digunakan untuk lebih dari 30 negara. Salah satunya Trinidad Tobago yang mengintegrasi semua solusi kebencanaan. 

Indonesia pun sudah melakukannya tapi baru pada pasca bencana, yaitu pemanfaatan jaringan e-LTE. Jaringan ini untuk membantu saat jaringan telepon putus dan bermasalah. 

Namun untuk ke depannya, Arri menyatakan bahwa tergantung pemerintah Indonesia akan menggunakan solusi yang mana.

2.374 Bencana yang Terjadi Tahun Ini Sudah Menelan 4.211 Jiwa, Sutopo: Puncak Hujan Hingga Februari

2.374 Bencana yang Terjadi Tahun Ini Sudah Menelan 4.211 Jiwa, Sutopo: Puncak Hujan Hingga Februari

SUBULUSSALAM – Bencana alam silih berganti melanda sejumlah wilayah Indonesia mulai dari gempa bumi, angin kencang, longsor dan banjir serta musibah lainnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis dalam kurun 1 Januari-10 Desember tahun ini, sebanyak 2.374 kejadian bencana alam di seluruh Indonesia.

Jumlah ini disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam akun twitternya yang diposting Selasa (11/12/2018) malam.

Dalam 2.374 bencana ini telah merenggut 4.211 jiwa dan korban hilang. Selain itu, tulis Sutopo, bencana alam juga menyebabkan 6.940 orang luka-luka, serta 9,95 juta jiwa mengungsi dan terdampak langsung bencana. Sementara kerugian ekonomi mencapai triliunan rupiah.”Maka waspadalah bencana,” cuit Sutopo

Berikut cuitan Sutopo yang diposting pukul 21.00 WIB. “Berapa jumlah bencana di Indonesia selama 1/1/2018 – 10/12/2018? Ada 2.374 kejadian bencana. Dampaknya: 4.211 orang tewas dan hilang, 6.940 orang luka, dan 9,95 juta jiwa mengungsi dan terdampak langsung bencana. Kerugian ekonomi puluhan triliun. Waspadalah bencana!

Seperti diketahui, Sutopo yang dalam 2018 ini banyak menyabet penghargaan atas dedikasinya menyampaikan informasi bencana, kerap membuat postingan terkait bencana alam sehingga menjadi bahan bagi masyarakat, lembaga termasuk insan media.

Laporan terkini soal bencana diposting Sutopo dua hari lalu terkait putusnya jembatan yang menghubungkan Padang- Bukittinggi.

“Putusnya jembatan yang menghubungkan Padang-Bukit Tinggi, 10/12/2018 pukul 18.30 WIB. Waspadai banjir, longsor & puting beliung. Puncak hujan Januari-Februari 2018. Dampak bencana juga terus meningkat,” kata Sutopo melalui akun twitternya.(*)

http://aceh.tribunnews.com/2018/12/12/2374-bencana-yang-terjadi-tahun-ini-sudah-menelan-4211-jiwa-sutopo-puncak-hujan-hingga-februari.
Penulis: Khalidin
Editor: Taufik Hidayat

Teknologi air siap minum untuk daerah bencana

Teknologi air siap minum untuk daerah bencana

Jakarta (ANTARA News) – Sudah seharusnya penanggulangan bencana di Indonesia sebagai negara yang sangat rawan terhadap bencana alam mulai menyertakan teknologi dalam penanganannya.

Negara Indonesia yang berada di lingkaran cincin api memiliki risiko berbagai bencana mulai dari gempa bumi, longsor, erupsi gunung berapi, hingga tsunami.

Pada tahun 2018, Indonesia mengalami bencana gempa bumi besar, yakni yang terjadi di Lombok Nusa Tenggara Barat dan Palu Sulawesi Tengah hingga melumpuhkan kedua daerah tersebut.

Salah satu kebutuhan dasar yang sangat mendesak pada kedua daerah tersebut pascabencana ialah air minum. Gempa bumi magnitudo 6,9 di Lombok dan magnitudo 7,4 di Palu memadamkan sumber listrik dari PLN dan masyarakat kesulitan air minum.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menawarkan inovasi dalam memenuhi kebutuhan air minum di tengah bencana dengan teknologi penyaringan air baku menjadi air siap minum.

BPPT menamakan teknologi tersebut Mobile Arsinum (Air Siap Minum), yakni mesin yang bisa menyuling berbagai sumber air baku menjadi air siap minum yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat saat di kondisi darurat pascabencana.

Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT Rudi Nugroho menjelaskan Arsinum dirancang untuk memproduksi air siap minum dari berbagai air baku mulai dari air hujan, air sumur, air PDAM, air danau, air sungai dan bahkan air payau.

Mesin pengolah air baku tersebut ditempatkan di atas mobil dobel gardan untuk memudahkan menjangkau lokasi sulit saat terjadi bencana.

Untuk bisa mengoperasikan seluruh pipa Arsinum untuk bekerja memerlukan tenaga listrik maksimal 2.000 watt. Setiap satu jam pengoperasian Arsinum dapat menghasilkan air siap minum sebanyak 400 liter.

BPPT telah mengirimkan mobil Arsinum ke Lombok saat pascabencana pertengahan tahun 2018 dan menghasilkan 50 ribu liter air siap minum untuk kebutuhan masyarakat selama satu bulan. Mobil Arsinum yang berkeliling di Lombok menggunakan air baku dari sumur saat beroperasi.

“Jika satu orang butuh air minum dua liter per hari maka, maka 4.000 liter air siap minum bisa mencukupi kebutuhan 2.000 orang,” kata Rudi.

Rudi memaparkan teknologi yang digunakan pada Arsinum termasuk teknologi tinggi dengan penggunaan pompa air baku, filter bertekanan, filter mangan zeolit, filter karbon aktif, catridge filter, sterilisator ultra violet dan ozon generator. 

Mobil tersebut juga dilengkapi dengan panel surya sebagai sumber listrik alternatif apabila pasokan listrik dari PLN di daerah bencana belum pulih. Total listrik yang diserap melalui panel surya itu bisa mengoperasikan mesin selama enam jam.

Setelah Lombok, Mobil Arsinum juga diberangkatkan ke Palu pascabencana gempa dan likuifaksi yang melanda daerah Sulawesi Tengah akhir tahun ini hingga awal Januari 2019.

Rudi menjelaskan bahwa pengiriman Mobil Arsinum ke daerah bencana di Lombok dan Palu sekaligus menjadi uji lapangan bagi inovasi tersebut untuk kemudian diperkenalkan pada penggunaan yang lebih masif.

Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT Hammam Riza berpendapat penggunaan teknologi Mobil Arsinum bisa digunakan secara masif dalam penanggulangan di setiap kejadian bencana.

Lebih lagi, Mobil Arsinum diterapkan dapat digunakan tidak hanya sekadar pada penanggulangan bencana, melainkan untuk memenuhi kebutuhan air di daerah Indonesia yang kerap mengalami kekeringan.

Hammam berpendapat teknologi Mobil Arsinum bisa digunakan oleh instansi maupun kementerian-lembaga yang berkaitan dengan kebencanaan atau kebutuhan dasar air minum di daerah-daerah sulit air.

Rudi mengungkapkan biaya untuk membuat satu unit Mobil Arsinum mencapai Rp1,2 miliar. Angka tersebut sudah termasuk harga mobil sebesar Rp460 juta yang mengangkut mesin Arsinum.

“Diharapkan nanti kementerian bisa mengadopsi sistem yang kami kembangkan di bppt, jika nanti begitu ada bencana bisa tanggap membantu masyarakat yang terdampak bencana,” kata Rudi. 

sumber: antara

Kemenkeu: Pinjaman Bencana Alam Sifatnya Darurat

https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 10 20 1989357 kemenkeu-pinjaman-bencana-alam-sifatnya-darurat-brNxmmUXhQ.jpg

JAKARTA – Pemerintah meminta masyarakat tidak mengkhawatirkan atau mencurigai secara berlebihan terhadap tawaran pinjaman bagi bencana alam senilai hingga USD1 miliar atau sekitar Rp15 triliun dari World Bank (Bank Dunia).

Menurut Direktur Pinjaman dan Hibah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Schneider Siahaan pinjaman jangka panjang hingga USD1 miliar atau sekitar Rp15 triliun itu serupa pinjaman darurat atau siaga.

“Bentuk pinjamannya namanya Catastrophic Deffered Drawdown Option (Cat DDO). Jadi sifatnya standby loan yang ditarik ketika trigger atau pemicu terpenuhi yakni saat bencana alam terjadi. Jadi bisa ditarik ketika triggernya terpenuhi,” tuturnya, Senin (10/12/2018).

Bahkan, lanjutnya, meski terjadi bencana sekalipun tidak serta merta pinjaman tersebut harus diambil karena pemerintah menilai kas negara masih mampu menanggung ketersediaan dana akibat musibah bencana alam.

“Sekali lagi, sifat pinjaman ini serupa pinjaman darurat. Tidak menggunakan jaminan. Jika pinjaman tidak ditarik maka tidak menjadi utang baru bagi pemerintah Indonesia. Jadi tawaran pinjaman World Bank itu bukan komitmen utang baru,” tegas Schneider.

Kementerian Keuangan menegaskan ajang Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali yang sukses digelar beberapa waktu lalu tidak menghasilkan satu pun komitmen pinjaman baru bagi Indonesia.

rupiah

Tawaran pinjaman saat terjadi bencana alam bagi Indonesia menjadi perbincangan setelah disampaikan oleh CEO World Bank Kristalina Georgieva pada Pertemuan Tahunan IMF-World Bank. Tawaran pinjaman diberikan untuk membantu pemulihan dan rekonstruksi daerah yang terdampak bencana alam, termasuk bagi korban gempa di Lombok dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Bantuan pinjaman akan dicairkan sesuai permintaan pemerintah Indonesia. Bantuan pendanaan itu juga melengkapi hibah yang sebelumnya diberikan senilai US$5 juta atau sekitar Rp75 miliar untuk asistensi teknis dalam perencanaan terperinci untuk menjamin pemulihan pasca rekonstruksi dan melibatkan masyarakat.

Paket bantuan tersebut dapat mencakup dana transfer tunai (cash transfer) ke 150 ribu keluarga termiskin yang terdampak selama enam bulan hingga setahun. Penguatan sistem perlindungan sosial yang dirancang untuk mendukung perekonomian lokal dan penyerapan tenaga kerja selama fase pemulihan.

Selain itu, bantuan juga diberikan untuk menghindari kerusakan jangka panjang pada sumber daya manusia maupun program pemulihan darurat baru untuk membiayai pembangunan kembali fasilitas publik dan aset infrastruktur penting, seperti rumah sakit, sekolah, jembatan, jalan tol, dan infrastruktur untuk pasokan air.

Bantuan pinjaman ini juga dapat memperkuat upaya pengawasan dan sistem peringatan dini dan membantu pembiayaan untuk rekonstruksi perumahan serta infrastruktur dan fasilitas di lingkungan tempat tinggal.

6 Bencana Alam Terparah di Indonesia pada 2018, Gempa Lombok hingga Tsunami Palu

6 Bencana Alam Terparah di Indonesia pada 2018, Gempa Lombok hingga Tsunami Palu

“Masyarakat yang berada di zona merah sudah mengungsi sejak lama dan sebagian sudah direlokasi. Aktivitas vulkanik tetap tinggi dan berpotensi terjadi letusan susulan,” kata Sutopo, Jumat (6/4/2018).

Gunung Sinabung kembali meletus dengan tinggi kolom abu lebih dari 5.000 meter, Jumat (6/4/2018). (Kompas.com/(Handout Lap Sinabung))
Gunung Sinabung kembali meletus dengan tinggi kolom abu lebih dari 5.000 meter, Jumat (6/4/2018). (Kompas.com/(Handout Lap Sinabung)) ()

TRIBUNMANADO.CO.ID – Indonesia ditimpa beberapa musibah bencana alam sepanjang tahun 2018.

Letak geografis Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dan dikelilingi oleh lautan membuat negeri ini berpotensi dihantam banyak bencana alam.

 
Terhitung sejak awal tahun 2018, terjadi sejumlah bencana alam dengan dampak besar yang melanda beberapa wilayah di Indonesia.

Berikut rangkum sederet bencana alam yang melanda Indonesia selama tahun 2018 :

1. Gempa di Lebak Banten – Januari

Dikutip dari Kompas.com (grup TribunJatim.com), gempa bumi dengan kekuatan 6.1 SR terjadi di barat daya Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (23/1/2018).

Gempa bumi tersebut menyebabkan kerusakan yang cukup besar.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (26/1/2018), menyatakan sebanyak 2.760 rumah rusak akibat gempa tersebut.

Sebanyak  2.760 unit rumah rusak itu rinciannya 291 rumah rusak berat (RB), 575 rusak sedang (RS), dan 1.894 rusak ringan (RR).

Selain itu juga terdapat kerusakan bangunan lainnya meliputi 7 unit fasilitas peribadatan, 2 unit fasilitas kesehatan, 17 unit fasilitas pendidikan, 6 unit kantor atau gedung pemerintahan, dan 63 unit fasilitas umum.

Baca: Waspada 7 Penyakit Ini Menyerangmu Jika Sering Gerah dan Berkeringat di Malam Hari

BNPB menaksir kerugian mencapai ratusan miliar rupiah.

Selain menimbulkan kerusakan materi, gempa ini juga menyebabkan 1 orang tewas.

Korban bernama Nana Karyana (40), meninggal karena serangan jantung, yang mana saat gempa korban sedang memperbaiki atap genteng rumah.

“Korban kaget dan jatuh kemudian pingsan dan akhirnya meninggal dunia,” ujar  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho Jumat (26/1/2018).

Dua anak kecil sedang bermain di reruntuhan bangunan sebuah rumah yang hancur setelah guncangan gempa berkekuatan 6,1 Magnitudo yang berpusat di Lebak, Banten, terasa sampai ke Kampung Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Naggung, Kabupaten Bogor, Rabu (24/1/2018). Sebanyak 90 kepala keluarga diungsikan dan 204 bangunan rusak akibat guncangan gempa melanda kampung tersebut. ((KOMPAS.com / RAMHDAN TRIYADI BEMPAH))
Dua anak kecil sedang bermain di reruntuhan bangunan sebuah rumah yang hancur setelah guncangan gempa berkekuatan 6,1 Magnitudo yang berpusat di Lebak, Banten, terasa sampai ke Kampung Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Naggung, Kabupaten Bogor, Rabu (24/1/2018). Sebanyak 90 kepala keluarga diungsikan dan 204 bangunan rusak akibat guncangan gempa melanda kampung tersebut. ((KOMPAS.com / RAMHDAN TRIYADI BEMPAH)) ()

2. Longsor di Brebes – Februari

Dikutip dari Kompas.com (grup TribunJatim.com), sebanyak lima orang meninggal dalam bencana longsor yang menimpa petani di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah.

Data tersebut disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho berdasarkan laporan dari Bupati Brebes yang berada di lokasi longsor, Kamis (22/2/2018) sekitar pukul 14.30 WIB.

Bencana alam ini juga mengakibatkan 15 orang hilang dan 14 orang terluka.

Diketahui, lokasi longsor di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, termasuk kategori zona rawan sedang hingga tinggi longsor.

Pusat longsor dari perbukitan di hutan produksi Perhutani BKPB Salem Petak 26 PlRPH Babakan, longsor kemudian menimbun sawah di bagian bawah.

Kurang lebih, luas longsor mencapai 16,8 hektar, dengan panjang longsoran dari mahkota longsor sampai titik terakhir sekitar 1 kilometer.

“Lebar longsor di atas yang mahkota longsor 120 meter, sementara lebar bagian bawah 240 meter dengan ketebalan 5-20 meter perkiraan 1,5 juta meter kubik,” kata Sutopo.

Longsor melanda kawasan hutan produksi milik perhutani BKPH Salem petak 26 RPH Babakan di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (22/2/2018) (Kompas.com/(dok.BNPB))
Longsor melanda kawasan hutan produksi milik perhutani BKPH Salem petak 26 RPH Babakan di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (22/2/2018) (Kompas.com/(dok.BNPB)) ()

3. Gunung Sinabung – April

Dikutip dari Kompas.com (grup TribunJatim.com), setelah beberapa waktu mengalami penurunan aktifitas vulkanik, Jumat (6/4/2018) petang, gunung Sinabung kembali meletus dengan tinggi kolom abu lebih dari 5.000 meter.

Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) dan Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung melaporkan, terjadi luncuran awan panas sejauh 3.500 meter ke arah ke tenggara dan selatan.

“Terekam di seismik gempa erupsi terjadi mulai pukul 16:07 sampai 18:00 WIB, dan masih berlanjut,” kata Kepala Pemantau Gunung Api (PGA) Sinabung, Armen Putra, Jumat (6/4/2018).

“Kesimpulannya, tingkat aktivitas Gunung Sinabung masih di level IV atau Awas.”

Armen kembali mengingatkan agar masyarakat dan pengunjung tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menambahkan, letusan melontarkan abu vulkanik dan material piroklastik dengan tekanan kuat berwarna abu-abu gelap disertai awan panas. 

Hingga kini tidak ada korban jiwa karena di daerah zona berbahaya sudah kosong dari aktivitas masyarakat.

“Masyarakat yang berada di zona merah sudah mengungsi sejak lama dan sebagian sudah direlokasi. Aktivitas vulkanik tetap tinggi dan berpotensi terjadi letusan susulan,” kata Sutopo, Jumat (6/4/2018).

4. Gempa Lombok – Agustus

Dikutip dari Kompas.com (grup TribunJatim.com), gempa berkekuatan 7.0 SR mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8/2018).

Gempa tersebut terjadi sekitar pukul  18:46:35 WIB.

Titik gempa berada di 8.37 Lintang Selatan – 116.48 Bujur Timur tepatnya 18 kilometer barat laut Lombok Timur, NTB dengan kedalaman 15 kilometer.

Melalui laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofiska (BMKG) dijelaskan jika gempa tersebut diprediksi memicu tsunami.

Korban meninggal dunia akibat rangkaian gempa yang mengguncang Lombok pada Agustus 2018, tercatat mencapai 564 orang.

Selain itu, BNPB mencatat terdapat 42.239 rumah dan 458 unit sekolah yang mengalami kerusakan.

Keterangan dari Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, disebutkan jika korban meninggal dunia paling banyak berasal dari Kabupaten Lombok Utara, yaitu 467 orang.

“Jumlah korban jiwa meninggal dunia sebanyak 564 orang dengan rincian, yaitu Kabupaten Lombok Utara sebanyak 467 orang, Kabupaten Lombok Barat sebanyak 44 orang, dan Kabupaten Lombok Timur sebanyak 31 orang,” ujar Sutopo, melalui siaran pers, Senin (1/9/2018).

Selain itu, sebanyak  2 korban berada di Kabupaten Lombok Tengah, 9 korban berada di Kota Mataram, 6 orang di Kabupaten Sumbawa, dan 5 korban di Kabupaten Sumbawa Barat

Sutopo juga menyebutkan ada 1.584 korban luka-luka yang tersebar di beberapa tempat.

Daerah dengan korban luka-luka terbanyak berada di Lombok Utara dengan jumlah 829 orang.

Sementara, Lombok Barat sebanyak 399 orang dan Lombok Timur sebanyak 122 orang.

Kemudian, korban luka-luka di Sumbawa Barat berjumlah 115 orang.

Gempa 7 SR guncang Lombok, Minggu (5/8/2018). (BNPB)
Gempa 7 SR guncang Lombok, Minggu (5/8/2018). (BNPB) ()

5. Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala – September

Dilansir dari Tribunnews.com (grup TribunJatim.com) , gempa bumi dan juga tsunami terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).

Gempa pertama kali mengguncang Donggala pukul 14.00 WIB.

Gempa tersebut berkekuatan 6 SR dengan kedalaman 10 km dari permukan laut.

Setelah gempa pertama tersebut, terjadi kembali gempa pukul 17.02 WIB dengan kekuatan yang lebih besar, yaitu 7,4 SR dengan kedalaman yang sama, 10 km di jalur sesar Palu Koro.

Lima menit pascagempa, rangkaian bencana yang terjadi, ternyata belum berakhir.

Sekitar pukul 17.22 WIB tsunami terjadi dengan ketinggian mencapai 6 meter.

Sejak gempa dan tsunami terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, sejumlah gempa susulan terus terjadi di kawasan tersebut hingga Jumat malam.

Tercatat, setidaknya ada 13 gempa dengan kekuatan di atas 5 SR sejak pukul 14.00 WIB hingga 21.26 WIB.

Korban meeninggal akibat gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Sulawesi Tengah tercatat mencapai 2.073 orang.

“Korban meninggal terdiri dari Kota Palu 1.663 orang, Donggala 171 orang, Sigi 223 orang, Parigi Moutong 15 orang dan Pasangkayu, Sulbar,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat di BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (11/10/2018).

Insiden Gempa & Tsunami Palu Donggala (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu) 

6. Banjir dan Longsor di Sumatera – Oktober

Dikutip TribunWow (grup TribunJatim.com) dari Kompas.com (grup TribunJatim.com), banjir dan juga tanah longsor terjadi di Sumatera, tepatnya di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada Kamis dan Jumat (11-12/10/2018).

Akibat banjir dan tanah longsor tersebut, sebanyak 22 orang meninggal dunia dan 15 orang dinyatakan hilang.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Utara dan Barat, korban tewas, hilang dan luka tersebar di 4 wilayah, yaitu di Kabupaten Mandailing Natal, Kota Sibolga, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pasaman Barat.

Banjir dan longsor tersebut diketahui melanda 9 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara yakni Kecamatan Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, Panyambungan Utara, Bukit Malintang, Ulu Pungkut, Kota Nopan dan Batang Natal pada Jumat (12/10/2018) pagi dan sore hari.

Sebanyak 11 murid madrasah di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, meninggal dunia tertimpa bangunan yang hancur diterjang banjir bandang pada Jumat (12/10/2018) sore saat jam pelajaran sedang berlangsung.

Banjir bandang dan longsor di Mandailing Natal juga menyebabkan 17 unit rumah roboh, 5 unit rumah hanyut, ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian 1 hingga 2 meter di Kecamatan Natal dan Muara Batang Gadis.

Kemudian bencana serupa juga terjadi di Kota Sibolga, Sumatera Utara pada Kamis (11/10/2018).

Hujan menyebabkan longsor di beberapa daerah di Kota Sibolga pukul 16.30 WIB. Longsor tersebut menyebabkan 4 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, dan 3 orang luka ringan.

Kerugian material meliputi 25 rumah rusak berat, 4 unit rumah rusak sedang dan sekitar 100 rumah terendam banjir dengan tinggi 60-80 centimeter.

Artikel ini telah tayang di dengan judul 6 Bencana Alam Terparah di Indonesia pada 2018, Gempa Lombok hingga Tsunami Palu, http://manado.tribunnews.com/2018/12/11/6-bencana-alam-terparah-di-indonesia-pada-2018-gempa-lombok-hingga-tsunami-palu?page=4.

Editor: Aldi_Ponge

Tak Ada Hujan, Banjir Bandang Hantam Desa di Gorontalo

Tak Ada Hujan, Banjir Bandang Hantam Desa di Gorontalo

Jakarta, CNN Indonesia — Sejumlah warga mengaku panik saat banjir bandang setinggi dua meter menerjang Desa Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Salah seorang korban banjir, Roman Antu mengatakan ia sedang tidur saat banjir menerjang rumahnya.

“Saat saya bangun dan membuka pintu, air langsung masuk ke dalam rumah,” ujarnya, Minggu (9/12) seperti dikutip dari Antara.

Ia mengungkapkan air bah datang secara tiba-tiba padahal di daerah itu tidak diguyur hujan.

“Biasanya kita waspada jika hujan, tapi ini tidak ada hujan dan airnya deras sekali, airnya mencapai dua meter,” ucap Roman.

Ia menjelaskan saat air masuk ke dalam rumah, ia langsung lari menuju jalan raya dan meninggalkan semua barang.

“Di rumah saya ini juga saya jadikan tempat usaha salon kecantikan, jadi barang-barang elektronik yang digunakan rusak, kerugian saya mencapai Rp30 juta,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Dungaliyo, Dedi Yasin menjelaskan pada kejadian banjir tersebut, satu rumah rusak dan 32 rumah terendam banjir. Ada 58 jiwa yang terdampak atas banjir bandang itu.

“Banjir ini airnya kiriman dari daerah pegunungan perbatasan Momala,” kata Dedi.

Akibat banjir bandang tersebut, puluhan warga pun terpaksa bermalam di pengungsian karena tempat tinggal yang sementara tidak bisa ditempati.


Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Erwan Tome menyatakan setidaknya seorang warga masih dinyatakan hilang karena diduga hanyut terseret air bah yang melanda Desa Dungaliyo kemarin.

“Informasi awal yang kami terima ada saksi yang melihat korban hanyut,” ujarnya.

Ribuan Makam di TPU Ini Jadi Langganan Banjir

Anak-anak memancing ikan pada genangan air di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (5/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ribuan makam di beberapa blok Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper, Cilincing, Jakarta Utara, terendam banjir setelah hujan besar mengguyur kawasan tersebut. Banjir terjadi di beberapa titik pemakaman unit Islam antara lain Blok A II Blad 41-49 dan Blok AA II Blad 50-58.

 

Berdasarkan pantauan Republika.co.id pada Kamis (6/12) siang, beberapa titik masih tergenang banjir dengan ketinggian yang bervariasi. Ada makam yang hanya tergenang saja tetapi ada juga makam yang sampai terendam dan hanya menyisakan batu nisannya saja. Seperti terjadi di makam-makam yang berada di Blok AA II Blad 50-58.

Dua orang petugas makam yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, banjir memang selalu terjadi di pemakaman blok tersebut. Menurut mereka, makam-makam itu telah ada sejak sekitar tahun 1991-1993 yang berada di lahan lebih rendah.

Sementara, makam pada tahun 2000-an sudah berada di lahan yang lebih tinggi. Mereka menyebut, ketika hujan besar turun, banjir akan melanda sejumlah makam tersebut. Kemudian petugas Suku Dinas Kehutanan Jakarta Utara TPU Semper akan melakukan penanganan dengan menggunakan mesin pompa.

“Kalau hujannya gede pasti di sini kerendem karena lokasinya rendah kalau yang tinggi enggak banjir,” katanya ditemui Republika di TPU Semper, Jakarta Utara, Kamis.

Saat itu, ada enam pompa yang sedang dioperasikan untuk membuang air dari area pemakaman yang banjir ke saluran air di sekitar TPU. Kepala Seksi Pemakaman Suku Dinas Kehutanan Jakarta Utara, Syafdarifal mengatakan, total keseluruhan makam di TPU Semper ada sebanyak 90 ribu. Menurutnya, seperempat dari jumlah tersebut terdampak banjir.

“Yang terdampak banjir mencapai ribuan,” kata Syafdarifal.

Syafdarifal mengatakan, salah satu penyebab terjadinya banjir di lahan pemakaman karena kondisi tanah yang posisi berada di bawah permukaan air laut. Sehingga lanjut dia, kondisi tersebut membuat ada beberapa lahan di TPU yang lebih rendah daripada saluran air.

“Jadi memang kondisi tanah kita itu di bawah kondisi saluran air kalo enggak salah ya,” ujar Syafdarifal.

Syafdarifal menyebut, belum lama ini pihaknya menemukan adanya saluran air yang masuk ke wilayah TPU. Akan tetapi, hal itu baru temuan dan pihaknya sedang menelusuri itu. Menurut dia, saluran air itu menambah volume air yang masuk ke kawasan TPU sehingga meski hujan turun intensitas ringan genangan air tidak langsung terserap.

“Baru-baru ini juga kita temuin nih ada saluran yang masuk ke lokasi kita baru kemarin kita cari tahu tapi belum jadi kesimpulan juga sih baru kita cek aja mau kita telusuri dari mana air,” kata Syafdarifal.

Ia menambahkan, upaya penanganan banjir di TPU dengan luas 57 hektar itu dengan menyedot banjir itu menggunakan pompa. Syafdarifal mengatakan, pada tahun lalu pengerahan pompa alkon untuk menyedot genangan banjir telah digencarkan. Akan tetapi, menurut dia, hasilnya tidak signifikan.

“Enggak signifikan. Jadi, debit air yang masuk dengan yang keluar enggak sebanding gitu,” tutur Syafdarifal.

Syafdarifal menjelaskan, pemompaan genangan menggunakan pompa tidak bisa efektif ketika hujan. Ia mengatakan, genangan air muncul sangat cepat ketika hujan mengguyur kawasan TPU. Sehingga, mesin pompa belum selesai menyedot air yang membanjiri makam, air hujan sudah kembali menggenang.

“Kita menyedot selama dua hari untuk mengeluarkan mereka, tiba-tiba hujan cuma sehari saja, dalam setengah hari dari pagi sampai siang, airnya sudah masuk lagi, jadi itu kendalanya,” jelas Syafdarifal.

Ia juga mengatakan, pihaknya tengah meninggikan lahan di beberapa titik TPU Semper yang lebih rendah dari lahan yang lainnya. Ia menyebut, pengerjaan itu rencananya akan menjadikan lahan dengan ketinggian tanah lebih tinggi sekitar 80 sentimeter.

Namun, proses pengerjaan meninggikan tanah di lahan makam tersebut masih terkendala hujan. Nantinya, lahan-lahan yang sudah ditinggikan itu disediakan untuk makam-makam baru. Sementara Syafdarifal nengatakan, makam lama yang berada di lahan lebih rendah sebenarnya tidak akan dipindahkan. Hal itu tergantung persetujuan ahli waris untuk tetap di tempatnya semula atau tidak.

“Nanti akan ditimbun tanah lalu batu nisannya dinaikkan, jenazahnya enggak dipindah. Biasanya metodenya kita patok-patokin lagi sesuai titik semula, nanti kita tinggiin tanah, nisannya kita naikan,” jelasnya.

Sementara, pantauan Republika di lokasi saat itu, ada warga bernama Iwan yang sedang memancing di area makam yang kebanjiran. Bahkan ada pula warga Gang Lengkong yang memanfaatkan air banjir itu untuk mencuci sepeda motornya.