Skip to content

Category: Berita

Banjir Rendam 1.000 Rumah Warga Sintang Kalbar

Warga menggunakan becak melintasi banjir di Jl Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (9/9). Banjir bandang juga terjadi di wilayah Solok Selatan

REPUBLIKA.CO.ID, SINTANG — Sekitar seribu unit rumah warga di Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, terendam banjir. “Kedalaman air dari sungai cukup tinggi, akibatnya sekitar 1.000 rumah warga terendam, bahkan air sudah mencapai atap ruko dan kios-kios pedagang pun tenggelam,” kata Camat Serawai, Oktavianus Harsumpeda di Sintang, Kalimantan Barat, Selasa (19/9).

Oktavianus mengatakan, untuk Desa Nanga Serawai, jumlah rumah yang terendam banjir mencapai 400 unit, Desa Batu Ketebung 320 rumah terendam. Sedangkan Desa Tanjung Raya sekitar 200 rumah terendam banjir.

Selain itu, sejumlah sekolah juga terendam banjir di antaranya SDN 2 Serawai, SDN 9 Batu Ketebung, SDN 10 Bedaha dan SMPN 6 Serawai. “Aktivitas belajar terhenti total,” kata Oktavianus.

Menurut Oktavianus, sejauh ini belum bisa melaporkan kerugian material akibat banjir tersebut. Namun, saat ini kondisi air sudah surut sekitar 50 cm.

Sebelumnya, Stasiun BMKG Mempawah menyatakan analisis curah hujan pada dasarian I bulan September 2017 di Kalbar berada pada kategori rendah hingga sangat tinggi dengan curah hujan antara 10-300 mm dengan mayoritas curah hujan dalam kategori menengah. “Curah hujan pada dasarian I bulan September cenderung meningkat dibanding normalnya,” kata Kepala Staklim BMKG Mempawah Wan Dayantolis.

Selain itu, menurut Wan Dayantolis, curah hujan pada bulan September 2017 dasarian II di Kalbar diprakirakan meningkat dibanding normalnya dengan curah hujan antara 50-200 mm. “Adapun suhu rata-rata diprakirakan akan berkisar antara 25.0 derajat Celsius hingga 27.0 derajat Celsius, dimana wilayah pesisir cenderung lebih hangat dibanding daerah hulu,” ujar dia.

Dengan kondisi curah hujan yang diprakirakan akan meningkat pada dasarian II bulan September 2017 itu, masyarakat diimbau waspada terhadap potensi terjadinya banjir sebagai dampak yang ditimbulkan akibat tingginya potensi hujan di wilayah Kalbar.

400 Kali Gempa, Gunung Agung Harus Steril dari Masyarakat dan Wisatawan

DENPASAR, (PR).- Tercatat 400 kali gempa bumi mengguncang Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali. Beberapa kondisi vulkanik aktif lainnya membuat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral merekomendasikan sterilisasi atau penghentian aktivitas masyarakat dan wisatawan di sana. Terutma pada radius 7,5 kilometer dari puncak Gunung Agung.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Gede Suantika, seperti dikutip dari Antara. “Belajar dari letusan tahun 1963, batu besar terlontar secara tiba-tiba dalam radius tersebut,” kata Gede di pos pengamatan gunung Agung di Desa Rendang, Kabupaten Karangasem, Selasa 18 September 2017.

Rekomendasi pelebaran kawasan larangan aktivitas itu meliputi kawasan utara, selatan, barat daya, dan tenggara. Termasuk juga kawasan ibadah umat Hindu terbesar di Bali, Pura Besakih, yang ada di radius tersebut.  Di Desa Rendang dalam dua hari terakhir bahkan terjadi gempa 400 kali. “Rekomendasi itu didasarkan pantauan pos pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang yang telah mencatat gempa vulkanik lebih dari 400 kali dalam 24 jam terakhir,” katanya.

Hingga Senin 18 September 2017 pukul 20.00 Wita, tercatat dua kali gempa Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 6 mm dan lama gempa 480 detik dan 18 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 2 mm hingga 10 mm dengan lama gempa 7 hingga 40 detik. Dari tanggal 14 September hingga 18 September 2017 pukul 20.00 Wita telah terjadi empat kali gempa yang berpusat di sekitar gunung dengan magnitudo Md 3.11 dan skala MMI II-III di Pos Pengamatan Gunung Agung di Rendang.

Beredar hoax

Pada Senin 18 September 2017 pukul 21.00 Wita, PVMBG menaikkan status aktivitas Gunung Agung dari waspada menjadi siaga atau level III terhitung. Gede Suantika mengatakan dinaikkannya status gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya. Akan tetapi, beredar banyak hoax bahwa gunung tersebut telah meletus di tengah kepanikan masyarakat.

“Gunung Agung belum meletus dan belum mengeluarkan hujan abu,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dihubungi Antara. Sutopo melanjutkan bahwa pantauan satelit Himawari dari BMKG juga menunjukkan bahwa belum terdeteksi adanya hujan abu di sekitar gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu.

Hasil analisis satelit Aqua dan Terra dari Lapan menunjukkan adanya tiga “hotspot” kebakaran hutan dan lahan di sekitar Kubu Kabupaten Karangasem atau sebelah utara-timurlaut dari kawah Gunung Agung dalam 24 jam terakhir. “Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya informasi hujan abu dan foto-foto yang beredar di media sosial adalah tidak benar hujan abu dari aktivitas vulkanik Gunung Agung,” tegas Sutopo.

Kemungkinan, lanjut dia, abu tersebut merupakan material abu dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sekitar gunung yang disucikan umat Hindu tersebut. Aktivitas gunung tertinggi di Bali itu terus dipantau intensif oleh PVMBG termasuk setiap informasi disampaikan kepada BNPB dan BPBD agar pemerintah terus mengambil langkah-langkah antisipasi.***

119 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Gempa 7,1 SR di Meksiko

119 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Gempa 7,1 SR di Meksiko

Jakarta – Meksiko diguncang gempa berkekuatan 7,1 Skala Richter (SR). Akibat gempa tersebut, dilaporkan 119 orang tewas.

Dilansir dari Reuters, Rabu (20/9/2017), korban meninggal paling banyak terdapat di negara bagian Morelos, tepat di sebelah selatan Mexico City. Di Moreles setidaknya ada 54 korban tewas akibat gempa.

Sirene berbunyi saat gempa terjadi di Meksiko. Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto mengatakan, 27 bangunan roboh akibat gempa.

Laporan awal menunjukkan daerah yang paling parah terkena adalah negara bagian Morelos, tepat di sebelah selatan Kota Meksiko. Sedikitnya 54 orang tewas di sana, menurut seorang pejabat negara bagian. Pihak berwenang melaporkan kematian lainnya di Mexico City, dan di negara tetangga Puebla dan Negara Bagian Meksiko.

Dilansir AFP dan Reuters, Badan Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut pusat gempa terletak 5 mil (8 km) sebelah tenggara Atencingo di negara bagian Puebla pada kedalaman 32 mil (51 km). Namun belum diketahui apakah gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami atau tidak.

Salah satu televisi Meksiko menggambarkan banyaknya mobil yang hancur karena terkena puing-puing bangunan yang hancur karena gempa. Warga pun berlarian ke jalanan untuk menyelamatkan diri. Selain itu, saluran listrik dan telepon juga mati karena gempa.

Presiden Enrique Pena sendiri saat gempa terjadi sedang dalam penerbangan ke Oaxaca. Melalui akun Twitter miliknya dia mengatakan akan segera kembali untuk menghadapi gempa di Meksiko City.

Gempa tersebut terjadi beberapa jam setelah warga berpartisipasi dalam latihan gempa di seluruh negeri pada peringatan gempa dahsyat yang menewaskan ribuan orang pada tahun 1985.

Selain itu, Meksiko juga baru saja diguncang gempa berkekuatan 8,1 SR pada 7 September lalu. Akibat kejadian tersebut, 98 orang dikabarkan tewas.
(bis/dkp)

Digital Disaster Preparedness: 10 Apps to Download Before a Disaster Strikes

When nature unleashes it’s fury on your part of the world, it’s of course a fantastic idea to lay in all the emergency supplies recommended by the authorities. But sometimes when it comes to disasters, it’s not clean water or boarded up windows that will save you. It’s information.

As gargantuan and unpredictable hurricane Irma is illustrating so terrifyingly this week, the course of a disaster can shift rapidly, so that you and your loved ones’ survival may hinge on getting the most up-to-date information on where to go, what dangers to watch out for, and how to call for help if things really get hairy.

These apps can help and should be as much a part of your family’s disaster preparedness kit as a flashlight and first aid supplies.

1. Zello

This “digital walkie talkie app has become the top downloaded app as Hurricane Irma threatens Florida and the southern Atlantic seaboard,” reports the UK’s Daily Mail. Here’s a useful explainer of how to use the app to keep in touch during a disaster, courtesy of Business Insider.

2. ICE Standard

Another thoughtful suggestion from the Daily Mail, this app “allows the user to fill out their medical information, such as insurance information and blood type, so first responders know how to treat them.”

3. Nextdoor

“With floodwaters at four feet and rising, a family in Houston, Texas abandoned their possessions and scrambled to their roof during Hurricane Harvey to sit with their pets and await rescue. Unable to reach first responders through 911 and with no one visible nearby, they used their cellphones to send out a call for help through… Nextdoor,” reports The Conversation. “Within an hour a neighbor arrived in an empty canoe.”

“Harris County Sheriff’s Office and Houston Police Department have used Nextdoor to post mandatory evacuation orders, links to flood maps, lists of open shelters, instructions on connecting with first responders for rescues if needed and calls for volunteers with boats to help individuals who are stranded,” adds the blog.

4. GasBuddy

You can’t get out of the way of an impending disaster if your car runs out of gas, so consider downloading GasBuddy if you’ll be hitting the road. That way you’ll always be able to locate the nearest working gas pump despite the weather and the congestion.

5. Waze

Don’t have a car of your own? This carpooling app might be able to connect you with neighbors who have a free seat in theirs. It was used that way during Hurricane Harvey, the Daily Mail notes.

6. Red Cross Apps

The venerable relief organization offers a number of useful apps including one called First Aid that, you guessed it, offers basic first aid instructions, and Pet First Aid which does the same thing for furry family members. They also have specific apps for various types of disasters that will provide you with the latest alerts as well as advice on how to prepare.

“The Red Cross app also downloads vital information to your phone so you can access it even if cell towers are down,” points out The Dallas Morning News.

7. FEMA App

LIke the Red Cross, FEMA has a wealth of experience in dealing with all sorts of disasters. They share it with the public via their app, including information about shelter locations and a function that allows members of the public to post pictures that might be helpful to first responders.

8. Facebook Safety Check

Save your more distant friends and family a whole lot of stress by marking yourself safe on Facebook’s Safety Check feature. It can also help you keep tabs on nearby loved ones to make sure they’re riding out the disaster in safely.

9. Life360

Or, if you’re on the move and want to let a bunch of folks known when you’ve arrived somewhere safely, try Life360, which will track your movements and automatically send texts to those you’d like to alert when you reach your destination. Chances are great you’ll be exhausted after the ordeal of evacuating and won’t want to get in touch with a dozen people yourself.

10. Snapchat

Yes, really. “Snapchat is turning out to be a major resource for people trying to keep tabs on what’s happening on the ground in Houston,” writes Mashable’s Karissa Bell. “Snapchat users are turning to Snap Maps to keep tabs on flooding and other damage…. Introduced earlier this year, Snapchat’s Snap Maps overlays publicly-posted Snaps onto a map so others can view what’s happening.”

Just don’t forget to charge your phone before the disaster strikes because none of these apps will help you much once you run out of battery. Portable and car chargers can be a great way to keep your phone juiced up even if the power goes out.

source: https://www.inc.com/jessica-stillman/10-apps-to-help-you-survive-a-natural-disaster.html

Proteksi Bencana Alam, Skema Asuransi Nasional Mendesak

Bisnis.com, JAKARTA – Keterlibatan pemerintah dalam menyiapkan skema asuransi bencana nasional dinilai mendesak direalisasikan di tengah masifnya peristiwa bencana alam yang menimpa sejumlah wilayah di dunia.

Yasris Y. Rasyid, Direktur Utama PT Reasuransi Maipark Indonesia, menilai sebagai antisipasi dari kondisi terburuk akibat bencana, yakni tidak adanya proteksi asuransi, diperlukan skema public private partnership (PPP) ataupun instrumen lain, yaitu CAT Bond atau surat utang yang diterbitkan dari tertanggung dan asuransi untuk mengantisipasi risiko katastropik.

Pasalnya, dia menjelaskan di Indonesia saat ini baru ada perluasan jaminan asuransi harta benda untuk risiko angin topan (taifun) atas setiap harta benda yang diasuransikan.

“Jadi belum merupakan auransi bencana yang bersifat katastropik,” ungkapnya kepada Bisnis, Senin (11/9/2017).

Yasril mengatakan saat ini Maipark tengah menawarkan konsep asuransi bencana alam nasional sebagai bagian dari disaster financial risk melalui asuransi bagi Indonesia. Asuransi ini, jelasnya, bersifat wajib yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur bangsa, yakni saling tolong menolong dan gotong royong untuk proteksi diri dari risiko bencana alam.

Jaminan utama asuransi ini ada pada risiko yang bersifat katastropik, seperti gempa bumi, tsunami, topan dan bencana alam lainnya. “Skema penggantianya berbentuk PPP, yaitu kerja sama pemerintah dengan swasta, dan tidak mengandalkan pada biaya pasca bencana yang dipastikan sangat besar”.

Yasril menilai di negara lain asuransi bencana alam serupa juga sudah dijalankan, seperti di Jepang dengan proteksi utama terhadap gempa bumi dan tsunami, di Turki untuk gempa bumi, dan negara-negara Karibia dengan perlindungan utama dari gempa bumi dan topan.

“Filipina juga sedang mengembangkan asuransi bencana alam nasional ini dengan risiko utama gempa bumi, tsunami dan taifun,” jelasnya.

Seperti diketahui, sejumlah bencana melanda wilayah Benua Amerika. Badai Irma menerjang wilayah Florida, Amerika Serikat, dan Karibia. Sebelumnya, Badai Harvey juga melanda wilayah Texas, Amerika Serikat.

Di Meksiko, gempa berkekuatan 8,1 Skala Richter mengguncang Mexico City hingga Guatemala. Sementara itu, bencana banjir besar melanda sejumlah negara di Asia, khususnya Bangladesh, India, dan Nepal.

NTB Terbitkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan

Seorang buruh mengangkat daun tembakau kering untuk disortir di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Praya, Lombok Tengah,NTB, Kamis (7/9).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, kekeringan melanda 318 desa di 71 kecamatan yang tersebar di 9 kabupaten/kota di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Kabupaten/kota yang terdampak kekeringan meliputi, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.

Dengan begitu, hampir seluruh kabupaten/kota di NTB, kecuali Kota Mataram, terdampak kekeringan. Berdasarkan data BNPB, sebanyak 640.048 jiwa atau 127.940 KK masyarakat di NTB terdampak kekeringan. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Muhammad Rum mengatakan, hampir seluruh bupati/wali kota di NTB telah mengeluarkan surat keputusan siaga bencana kekeringan.

“Yang sudah menerbitkan SK siaga ada tujuh kabupaten/kota. Sedangkan dua kabupaten yaitu Kabupaten Sumbawa dan Lombok Utara sedang dalam proses,” ujar Rum di Mataram, NTB, Ahad (10/9).

Rum menambahkan, BPBD NTB maupun BPBD Kabupaten/Kota terus menyalurkan distribusi air kepada wilayah yang terdampak kekeringan.  

Selain itu, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi juga telah mengeluarkan surat keputusan siaga darurat bencana kekeringan provinsi NTB. Dalam keputusannya ini, siaga darurat bencana kekeringan di NTB ditetapkan berlangsung mulai 25 Agustus hingga 31 Desember 2017. 

“Status siaga darurat bencana dapat diperpanjang sesuai pelaksanaan penanganan darurat bencana di lapangan,” kata pria yang dikenal dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB).

TGB meminta para kepala daerah di kabupaten/kota mengambil langkah strategis dalam menangani siaga darurat bencana kekeringan ini.

Trump Tetapkan Badai Irma Bencana Besar

 Donald Trump

REPUBLIKA.CO.ID, FLORIDA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan peristiwa Badai Irma menjadi bencana besar. Badai Irma yang menerjang wilayah Florida pada Ahad (10/9) menimbulkan kerugian yang besar.

Melalui laporan Reuters, Gubernur Florida Rick Scott mengatakan, Trump menyetujui jika Badai Irma sebagai bencana besar. Penetapan itu sangat berpengaruh pada pemulihan Florida secara cepat.

Deklarasi tersebut akan memberi wewenang dana federal untuk membantu negara bagian. Dana tersebut dapat digunakan untuk membantu lembaga-lembaga lokal dan negara bagian untuk segera melakukan tanggapan dan pemulihan.

Meski Scott telah mengumumkan dukungan Trump untuk segera melakukan pemulihan terhadap bencana alam itu. Gedung Putih hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi.

Indonesians in Florida brace for Hurricane Irma

Indonesians in Florida brace for Hurricane Irma

Indonesians living in areas not designated as mandatory evacuation zones in Florida, United States, have made the decision to stay put despite the coming arrival of Hurricane Irma, which is predicted to strike a large area of Florida on Sunday morning local time.

Yusnita Oner, who lives in Tampa with her husband and her 16-year-old son, said they stocked up on supplies, such as food and bottled water, several days before the hurricane was predicted to strike.

“It is unlikely that we evacuate on Saturday because the roads have been crowded. The airport was closed too,” Yusnita told The Jakarta Post via text message.

Yusnita, who has lived in Tampa for 14 years, said she had experience dealing with hurricanes and always evacuated in the past.

Another Indonesian, Widyastri Atsary Rahmi, who lives in Gainesville, a city in northern Florida, said she immediately stocked up on food and water.

“I charged my cellphones and their portable battery packs, and secured my important documents and main electronic devices like my laptop,” she said via a mobile messaging platform.

The Indonesian Consulate in Houston, Texas, which oversees services for Indonesian citizens, including those living in parts of Florida, has told Indonesians to follow local authorities’ advice. It also provides a 24-hour hotline for any citizen that needs help.

There are around 2,617 Indonesian citizens currently living in Florida, according to the consulate. (ipa)

Still No Deal Between State and Feds on Disaster Food Aid for Harvey Victims

Some of Hurricane Harvey’s most vulnerable survivors could be benefiting from a food aid program specifically designed to help disaster victims, but inaction at the state and federal levels has kept help out of reach, experts say.

The Disaster Supplemental Nutrition Assistance Program (D-SNAP), a variant of the federal food stamp program, gives emergency SNAP benefits to victims of floods, wildfires, tornadoes and other disasters. Generally, the people who receive aid are not already enrolled in SNAP but are temporarily eligible for benefits because of property damage, unexpected medical expenses and other circumstances.

In the past, state and federal authorities have brokered deals to send big-time aid to people in disaster zones. Louisiana gave out $680 million in D-SNAP benefits after Hurricane Katrina, and New York and New Jersey distributed $43 million in benefits after Superstorm Sandy, according to the U.S. Department of Agriculture (USDA), the agency that oversees the program.   

“If you’ve lost your job, your house, that type of thing, you can apply for disaster SNAP,” said Rachel Cooper, a senior policy analyst at the Center for Public Policy Priorities. “It’s something the folks in these areas need really quickly.”

But Texans trying to rebuild their lives in the aftermath of Hurricane Harvey can’t avail themselves of D-SNAP benefits until USDA and the state of Texas agree on how the program will be administered. The state’s Health and Human Services Commission (HHSC) and USDA have begun negotiations on how to enact the program, but so far aid has not been approved. Cooper says the longer the talks go on without a deal, the more people will go hungry.

“It could be tens of thousands or hundreds of thousands of people [who qualify for the program],” she said. “We’ve got damage from Corpus to Beaumont and people who are simply out of work.”

It’s unknown why Texas hasn’t launched the emergency program yet. In a news release, HHSC said the the state is “continuing discussions with the federal government about the possibility of a Disaster-SNAP waiver.” USDA Secretary Sonny Perdue wrote in a statement that “President Trump made it clear to his cabinet that helping people is the first priority, and that process and paperwork can wait until later.” But Perdue also offered this caveat: D-SNAP could be activated only “after commercial channels of food distribution have been restored and families are able to prepare food at home.”

D-SNAP approval has happened relatively quickly in the past. Ten days after eastern Louisiana was ravaged by prolonged flooding in 2016, state and federal authorities brokered a deal to activate the program, doling out $48.9 million in food assistance to 122,000 households. Authorities later agreed to extend the program, giving an additional $40 million in benefits. But sometimes the approval process lags, such as when New Jersey launched D-SNAP almost three weeks after Superstorm Sandy laid waste to the state in 2012.

Renee Treviño, an attorney at Texas RioGrande Legal Aid, said political ideology may be hindering negotiations to secure D-SNAP after Harvey. In his proposed budget for fiscal year 2018, Trump cuts more than $190 billion in federal spending from SNAP over 10 years. The budget also proposes levying a fee on retailers who accept food stamps, a move that drew concern from the grocery store industry and some members of Congress.   

“It’s a matter of the willingness of Texas and the federal government to take action on a program where it’s their intention to cut, not augment,” Treviño said. “In general, we’re in a period of time where those in control would rather cut assistance to low-income people than provide basic food, nutrition and medical care.”

Last week, Texas and the feds announced an agreement to waive some SNAP rules, such as one prohibiting enrollees from using food stamps to buy prepared foods and another to expedite the transfer of benefits to enrollees’ SNAP debit cards. Still, the government’s food aid response won’t be comprehensive until D-SNAP is approved.

“The longer this is delayed, the longer the people with the most need are affected,” Treviño said.

Pakar Cuaca Menyebut Badai Irma ‘Berpotensi Bencana’

Karibia dan Florida bagian selatan terletak dalam jalur Irma, yang menurut para pakar cuaca mungkin menjadi badai Kategori 5.

Badai Irma bergerak menuju kawasan disertai angin berkecepatan 297 kilometer per jam, angin paling kuat yang pernah dicatat untuk badai Atlantik.

Peringatan bahaya badai sudah dipasang di bagian-bagian Republik Dominika, Puerto Rico, dan Kepulauan Virgin.

Seorang pakar cuaca mengatakan kepada Associated Press kawasan yang disebut Kepulauan Leeward akan terkena dampak parah. Rangkaian pulau kecil, termasuk Antigua dan Barbuda, Montserrat, dan Guadeloupe – diperkirakan akan menjadi yang pertama merasakan dampak Irma Selasa malam atau Rabu pagi.

Pihak berwenang Puerto Rico telah menyatakan keadaan darurat dan memerintahkan evakuasi. Curah hujan sampai 50 sentimeter mungkin turun di tempat-tempat tertentu dengan gelombang pasang sampai setinggi 6 meter.

“Kami melihat Irma sebagai peristiwa yang sangat signifikan,” kata Ronald Jackson dari Badan Pengelolaan Bencana Karibia. Ia menambahkan, tidak pernah ada kerucut tropis berkembang begitu cepat menjadi badai sebelum tiba di Karibia.

Jalur persis Irma mustahil diramal, tetapi Florida tidak menunggu. Gubernur Rick Scott telah menyatakan situasi darurat, dan wisatawan telah diperintahkan untuk meninggalkan Florida Keys. [ds]