Aktivitas Gunung Lokon Masih Tinggi

Aktivitas Gunung Lakon hingga Senin (18/7) masih belum stabil. Akibatnya, status gunung tersebut belum diturunkan dari status Awas.

“Gunung Lokon belum stabil. Aktivitasnya masih tinggi sehingga status belum bisa diturunkan dalam waktu dekat,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, melalui pesan BlackBerry-nya kepada Republika.

Sejauh ini, jumlah pengungsi total sebanyak 4.146 jiwa dengan rincian yang terelokasi mencapai sebanyak 3.026 jiwa dan yang belum terelokasi sebanyak 1.120 jiwa. “Dari 23 titik pengungsian, hanya 18 titik saja yang digunakan karena lima titik lagi dirasa terlalu jauh oleh para pengungsi. Oleh karena itu, kami padatkan menjadi 18 titik saja,” tutur Sutopo.

Continue reading

Abu Vulkanik Tersembur setinggi 800 m

Sabtu (16/7/2011) sekitar pukul 02.47 Wita Gunung Lokon kembali menunjukkan aksinya dengan memuntahkan abu vulkanik sekitar 800 meter. Farid Bina, Kepala Pos Pemantau Gunung Lokon terjadinya letusan didahului dengan adanya gempa vulkanik. “Letusan hanya menghasilkan abu vulkanik, tak ada lontaran abu pijar,” ujarnya kepada Tribun Manado.

Jemmy Runtuwene, Petugas Pos Pemantau mengatakan abu vulkanik terbawa angin ke arah Barat. “Mungkin jatuh ke daerah Tateli,” tuturnya.

Awan Panas Gunung Lokon

VIVAnews – Hingga empat hari berstatus Awas, level tertinggi gunung api, Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara masih bergejolak. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono mengatakan, Rabu kemarin, Lokon dua kali meletus.

“Pada pukul 15.40 Wita dan 17.50 Wita dengan ketinggian 300 meter. Sudah keluar asap abu-abu,” kata Surono saat dihubungi VIVAnews.com, Rabu 13 Juli 2011 malam.

Continue reading

BNPB: Letusan Gunung Lokon

Jakarta (ANTARA News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan Gunung Lokon di Sulawesi Utara meletus pada Kamis pukul 22.45 WIB dengan lontaran material pijar, pasir dan hujan abu sekitar 1.500 meter.

“Telah terjadi letusan besar di Gunung Lokon,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho kepada ANTARA di Jakarta, Kamis malam. Sutopo menjelaskan, letusan besar tersebut mengakibatkan kebakaran hutan yang berlokasi di sekeliling Gunung Lokon.

Continue reading

Kebutuhan Pangan Untuk Pengungsi Letusan Gunung Lokon Cukup

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan kebutuhan pangan untuk warga yang mengungsi akibat meletusnya Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, cukupi untuk kebutuhan selama mereka ditampung di pengungsian.

“Makanan ada. Kementerian Sosial di setiap daerah memiliki buffer stock. Bupati bisa mengeluarkan 100 ton dari cadangan beras nasional. Jadi tidak boleh ada yang bilang tidak ada makanan,” kata Menteri Sosial (Mensos) di Bandung, Jumat (15/7).

Continue reading

Kebakaran Hutan di Kalimantan Barat Siaga I

kebakaran_hutan

Kalimantan Barat memberlakukan status siaga I akibat tingginya intensitas pembakaran lahan di Pontianak dan wilayah sekitarnya.

“Status siaga I telah ditetapkan sejak pekan lalu,” kata Kepala Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Mangga Agni) Daerah Operasional Pontianak Asmadi, Selasa (12/7).

Ia mengatakan pembakaran lahan tersebar di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Pontianak dan Kubu Raya. Lokasi tersebut, yakni di Kecamatan Sungaikunyit, Toho, dan Siantan, serta Kubu, Terentang, Rasau Jaya, Sungairaya, Telukpakedai dan Sungaiambawang. Kebakaran ini menghanguskan sekitar 62 hektare (ha) lahan.

Continue reading

Gempa berkekuatan 6,1 di Kepulauan Maluku

Gempa berkekuatan 6,1 pada skala Richter terjadi di perairan Laut Banda, Kepulauan Maluku, Rabu (13/7) pukul 02:06 WIT atau pukul 04:06 WIB. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rabu pagi, gempa yang berlokasi di 6.08 Lintang Selatan – 130.62 Bujur Timur itu tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa di kedalaman 142 km itu berada pada 223 km baratlaut Saumlaki, 240 km baratdaya Tual, 385 km tenggara Ambon (Maluku), dan 397 km baratdaya Fakfak (Papua Barat).

Sumber: MediaIndonesia.com

Kota Samarinda Terendam Banjir

SAMARINDA- Sebagian wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (11/7) terendam banjir. Air menggenangi sejumlah jalan protokol dan kawasan pemukiman akibat hujan deras yang berlangsung sejak sore hingga malam.

“Hujan disertai angin mulai berlangsung sekitar pukul 17. 00 WITA namun hingga malam belum juga reda. Beberapa jalan langsung tergenang dan  juga menggenangi kawasan perumahan,” ungkap seorang warga Samarinda, Herman.

Continue reading

Asap Kebakaran Hutan Sampai Malaysia

Kuala Lumpur – Sebagian besar wilayah Malaysia diselimuti kabut sepanjang hari kemarin. Penyebabnya tak lain adalah kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Api kebakaran hutan yang terjadi sejak Minggu (10/7) kemarin ini merambah hingga ke wilayah Malaysia yang berbatasan langsung dengan wilayah-wilayah Indonesia tersebut. Demikian seperti diberitakan The Star dan dilansir Straits Times, Senin (11/7/2011).

Continue reading

7 ribu penduduk dekat kaki Gunung Lokon akan dievakuasi

TOMOHON – Hari ini, Selasa (12/7/2011) sekitar 7 ribu jiwa yang berada dekat kaki Gunung Lokon yaitu di wilayah Kinilow dan Kakaskasen dijadwalkan dievakuasi seirig meningkatnya aktivitas vulkanik gunung tersebut.

Plt Sekkot Tomohon, Arnold Poli kepada Tribun Manado (Tribunnews.com Network), Senin malam mengatakan tindakan ini seperti yang direkomendasikan kepada Pemko Tomohon. “Ini semua jumlah warga yang berada dekat kaki gunung Lokon yang akan dievakuasi berdasarkan data yang kami terima,” ujarnya. Meskipun evakuasi baru akan dilakukan hari ini, tidak menutup kemungkinan warga Kinilow dan Kakaskasen melakukan evakuasi sendiri sejak Senin malam. “Mereka  juga sudah bisa melakukan evakuasi sendiri ke keluarga yang tinggal jauh dari kaki gunung Lokon,” jelasnya.

Pantauan Tribun di depan kantor bekas Rindam, Tomohon Senin malam (11/7/2011) puluhan mobil bus sekolah, mobil pemadam dan mobil-mobil dari badan SAR yang akan digunakan untuk evakuasi sudah siaga di depan kantor. Jajaran muspida Tomohon, SAR Kota Tomohon, termasuk Basarnas juga sudah siaga di lokasi ini untuk menunggu intruksi selanjutnya. Direncanakan mulai Selasa besok sudah akan mulai dibangun tenda-tenda di tiga titik lokasi evakuasi warga, yaitu di Walian, Kantor Walikota dan di Pineleng.

Source:tribunnews.com