Yogyakarta diguncang gempa sebesar 5 SR. BMKG memastikan gempa ini tidak menimbulkan gelombang tsunami.

Gambar: www.bmkg.go.id
Yogyakarta diguncang gempa sebesar 5 SR. BMKG memastikan gempa ini tidak menimbulkan gelombang tsunami.

Gambar: www.bmkg.go.id
Tanggul penahan lumpur Lapindo jebol sepanjang 200 meter di perbatasan Desa Ketapang dan Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Jebolnya tanggul sepanjang 200 meter ini tepatnya di titik 68 di Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin, terjadi pada Rabu malam (27/4).

Gambar: bencanaglobal2050.blogspot.com
Ulat bulu mulai menyerang tanaman padi, karena itu ratusan petani di Kecamatan Mereubo, Aceh Barat resah dengan serangan hama ulat bulu yang menyerang lahan persawahan mereka. Petani mengaku serangan hama ulat bulu telah terjadi sejak sepekan terakhir. Dua desa yang meliputi Desa Pasi Aceh Baroh dan Pasi Aceh Tunong merupakan desa terparah serangan hama ulat bulu.

Gambar: korannusantara.com
Banjir akibat meluapnya Sungai Citarum dan beberapa anak sungai lainnya kian parah, Kamis (28/4). Lebih dari 6.000 rumah di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, areal persawahan, dan pertanian terendam air banjir dengan ketinggian 1 hingga 1,5 meter.
Di Desa Baleendah dan Andir, Kecamatan Baleendah 5.417 rumah masih terendam setinggi 1,5 meter. Untuk menghindari banjir susulan, karena intensitas hujan di wilayah itu masih tinggi, 10.983 diungsikan ke lokasi aman, seperti sarana umum, dan tetangga terdekat.

Gambar: nasional.vivanews.com
Sejak pagi tadi masyarakat Kota Malang diganggu hujan abu yang diyakini berasal dari abu vulkanik Gunung Bromo. Serpihan debu itu terasa jika masyarakat berada di luar rumah. Petugas Pos Pengamatan Gunung Bromo Ahmad Subhan membenarkan jika hujan abu yang mengguyur Kota Malang disebabkan abu vulkanik dari Gunung Bromo.
“Ya benar dari Gunung Bromo. Abu vulkanik mengarah ke barat dan barat laut sejak pagi tadi. Wilayah Malang yang berada di sisi barat Gunung Bromo pasti terkena imbasnya,” kata Subhan saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Rabu (27/4/2011).

Gambar: www.arsipberita.com
Belasan rumah di Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara rata dengan tanah akibat gempa dengan kekuatan 6,0 SR pada Senin (25/4). Hingga pagi ini warga Kolono masih mengungsi di gunung-gunung. Lokasi yang rusak parah akibat gempa itu adalah Desa Anoniw, Kecamatan Kolono. Lima rumah warga roboh rata dengan tanah, selain di Desa Awoniw kerusakan rumah warga juga terjadi di 33 Desa.

Gambar: www.mediaindonesia.com
Empat kecamatan di Kab. Padanglawas Utara Sumatera Utara, diserang ulat grayak atau yang biasa disebut warga Paluta ulat tentara. Serangan ulat ini cukup membuat warga sengsara. Sebab, warga harus menanam kembali padi yang belum sempat dipanen. Empat kecamatan yang diserang ulat grayak, antara lain: Kecamatan Padang Bolak, Portibi, Halongonan, dan Padang Bolak Julu. Hama itu menyerang tanaman padi yang hampir berbulir.

Gambar: www.wikipedia.org
Gempa dengan kekuatan 6,0 SR di Kota kendari, Sulawesi Tenggara sekitar pukul 07.25 Wita pada lokasi 4,11 LS, 122 ,61BT ( 16 KM Tenggara Kota Kendari ) dengan kedalaman 20 km membuat warga panik dan berhamburan ke luar rumah. Warga BTN Kendari Permai Kecamatan Kambu Kota Kendari, Sulawesi Tenggara berteriak histeris saat gempa pertama yang terjadi sekitar 10 detik menggoyang Kota Kendari. Siswa SD Negeri 10 Poasi ikut berhamburan ke luar kelas. Orang tua siswa yang juga merupakan warga BTN Kendari Permai langsung berlarian menuju sekolah untuk menjemput anak mereka untuk menyelamatkan diri gempa susulan.

Gambar: bmkg.go.id
Belum hilang rasa trauma warga Pamekasan terhadap serangan ribuan ulat bulu di Kecamatan Larangan. Kini warga Kecamatan Kadur dikejutkan dengan munculnya ribuan ekor ulat aneh mirip cacing yang menyeruak dari dalam tanah. Meski tidak merusak tanaman, namun ulat sepanjang 2 cm itu, menggegerkan warga Dusun Tampak Desa Kadur, Kecamatan Kadur.
Dari anatomi tubuhnya, ulat aneh ini memiliki warna tubuh kemerahan mengkilap. Cara berjalan, menggeliat seperti cacing namun bergerombol. Ulat misterius ini, muncul dari dalam tanah yang permukaannya berlumut. Ada pula yang bergerombol di balik dinding rumah yang berlumut.

Bantuan bagi para korban bencana alam di Kecamatan Malaka, Kabupaten Belu sejak Senin (18/4) tidak bisa disalurkan akibat jalan menuju lokasi bencana putus total, menyusul ambruknya jembatan Wemasa, di Desa Lakekun, Kecamatan Kobalima. “Saat ini memang ada hambatan dalam pengiriman bantuan ke lokasi bencana karena jalur jalan menuju ke lokasi putus total,” kata Wakil Bupati Belu Lodovikus Taolin di Kupang, Kamis (21/4).