Wasior Banjir, Puluhan Rumah Hanyut

JAYAPURA, KOMPAS.com — Puluhan rumah hanyut dan beberapa keluarga kehilangan sanak-saudaranya akibat banjir bandang yang terjadi di Wasior, ibu kota Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, Senin (4/10/2010) pagi. Warga hingga kini mengungsi ke tempat-tempat tinggi di perbukitan karena air dilaporkan telah naik hingga lebih dari dua meter.
Kepala Bagian Humas Pemkab Teluk Wondama, Titi Ningsih Wizer, Senin siang, mengatakan, semalaman Wasior dilanda hujan. Saat subuh, tiba-tiba air dari gunung turun dengan deras dan membanjiri sungai-sungai. Karena tak mampu menampung aliran, air meluap hingga ke permukiman dan pasar. “Rumah-rumah dari kayu hancur dan hanyut. Kami sekarang sedang mengungsi di tempat tinggi bersama ratusan warga lain. Banyak keluarga kehilangan anak-anaknya ini,” ucapnya.
Ia mengatakan, jalan yang menghubungkan antardistrik/kecamatan telah jebol sehingga tak bisa dilewati. Namun, belum tahu secara rinci berapa kerugian material dan korban jiwa karena dirinya masih mengungsi. Ia hanya mengharapkan Pemprov Papua Barat dan dari Jakarta segera turun tangan menangani banjir di Wasior.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Wachyono mengaku masih sulit mengumpulkan informasi dari Polres Teluk Wondama. “Semua saya hubungi tidak bisa. Mungkin gangguan akibat banjir ini,” ucapnya.

Banda Aceh Di guncang gempa 5.1 SR

Banda Aceh di guncang gempa 5.1 SR pada pukul 18.23.27 WIB. lokasi gempa berada pada 5.07 LU – 94.35 BT pada kedalaman 83 Km dan tidak berpotensi tsunami

Pusat gempa berada pada 120 km BaratDaya BANDAACEH-NAD , 141 km BaratDaya SABANG-NAD , 182 km BaratDaya SIGLI-NAD , 222 km BaratLaut MEULABOH-NAD , 1866 km BaratLaut JAKARTA-INDONESIA.

Sumber BMKG

Sering Gempa, Gunung Merapi Waspada

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Status aktivitas vulkanik Gunung Merapi (2.965 mdpl) di perbatasan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dinaikkan menjadi waspada, Kamis (23/9/2010). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menaikkan status Merapi dari aktif normal menjadi waspada, karena gempa multi phase (MP) atau gempa permukaan maupun gempa vulkanik menunjukkan peningkatan yang signifikan.

“Sejak 12 September 2010 data kegempaan Gunung Merapi menunjukkan peningkatan yang signifikan untuk gempa MP maupun gempa vulkanik,” kata Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTK Yogyakarta Sri Sumarti.

Kemudian, kata dia, pada 20 September 2010 dilakukan evaluasi data dan resume, yang ternyata memang meningkat signifikan, sehingga pihaknya mengambil langkah menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Merapi dari aktif normal menjadi waspada.

Continue reading

New Zealand earthquake

Major 7.4 earthquake strikes New Zealand 9_3_10

Video of massive damage after New Zealand earthquake

Almost two-thirds of the 160,000 homes in and around Christchurch have been damaged by Saturday’s earthquake, New Zealand’s prime minister has said.

John Key said many had been damaged beyond repair, and that it might take some time to discover the damage to the region’s underground infrastructure.

I was awe-struck by the power of the earthquake and the damage it has caused in the city”

End Quote John Key New Zealand Prime Minister

A state of emergency in Christchurch has been extended until Wednesday, and the city centre remains cordoned off.

Experts have warned a major aftershock could rock the area in the near future.

More than 80 aftershocks have been recorded since Saturday’s 7.0-magnitude tremor, the strongest of which had a magnitude of 5.1.

“It is still possible that we’ll have a magnitude 6 in the next week, and people ought to be aware of that, particularly if they are around structures which are already damaged,” Ken Gledhill of the Institute of Geological and Nuclear Sciences told the NZPA news agency.

“For a shallow earthquake like this, they will go on for weeks,” he added. “And if a building is badly damaged, it won’t take much shaking to push it over.”

Despite the widespread damage caused by the strong earthquake, no-one was killed and only two serious injuries were reported.

‘Miraculous’

Mr Key, who visited earthquake-stricken parts of the country’s South Island over the weekend, said 430 houses and another 70 buildings had already been earmarked for demolition by assessment teams.

About 100,000 of the 160,000 homes in the Christchurch, Selwyn and Waimakariri areas had sustained some damage, he added.

“I was awe-struck by the power of the earthquake and the damage it has caused in the city,” he told reporters. “It was miraculous that nobody was killed.”

 

Sinabung dan Manajemen Bencana

Gunung Sinabung yang kegiatannya meningkat beberapa hari terakhir walhasil meletus pada Sabtu, 28 Agustus, malam.

Fakta yang menarik adalah bahwa sampai beberapa jam sebelum gunung meletus, lembaga yang berwenang mengeluarkan status suatu gunung api bersikukuh bahwa kegiatan Sinabung tidak berbahaya. Berdasarkan informasi ini, otoritas lokal memutuskan tak mengeluarkan perintah mengungsi kepada penduduk yang tinggal di sekitar Sinabung.

Namun, beberapa jam berikutnya, kegiatan gunung api ini meningkat pesat hingga akhirnya meletus pada Sabtu malam. Untungnya, otoritas lokal dibantu sukarelawan berinisiatif mengungsikan warga. Beberapa jam kemudian, staf ahli presiden bidang bencana mengeluarkan pernyataan bahwa pemerintah mengakui telah salah prediksi dalam krisis Sinabung ini.

Gunung Sinabung adalah gunung api—istilah bahasa Indonesia baku untuk volcano—yang terletak di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Menurut sebuh situs di internet, gunung api dengan ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut itu masih tergolong stratovulkano. Contoh stratovulkano lain ialah Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Masih menurut situs yang sama, walau tak ada catatan sejarah mengenai letusan gunung ini, pada 1912 diketahui ada kegiatan solfatara di puncak dan lereng sekitar puncak Sinabung. Artinya, Gunung Sinabung sebenarnya hanya tidur panjang sembari mengumpulkan tenaga buat kegiatan seperti saat ini.

Continue reading

Laporan Pendampingan I RSUD Sidoardjo

Kegiatan pendampingan di RSUD Sidoardjo-Jatim dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2010, dengan jumlah peserta 18 orang. adapun hasil kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :

Kegiatan pendampingan dilaksanakan di ruang pertemuan RSUD Sidoardjo. Pembukaan disampaikan oleh dr. Budi mewakili pihak RS.Sidoardjo dan dr.Hendro Wartatmo mewakili tim PMPK. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama dan koreksi Dokumen HDP. Sebelumnya dilakukan pembagian checklist kelengkapan dokumen HDP kepada tim dari RS, fungsinya untuk mengetahui sejauh mana kelengkapan dokumen yang telah dibuat oleh Tim Bencana di RS. Metode penggunaan checklist ini pertama kali di lakukan di RS Sidoradjo. Hal ini bertujuan agar penyampaian materi lebih tertata dan langsung kepada topik pembahasan yaitu dokumen HDP. Dalam diskusi tersebut dilakukan pembahasan satu-persatu komponen HDP melalui checklist. Masing-masing komponen disertai contoh, serta apakah ada hambatan dalam penyusunan komponen tersebut. Adapun hasil dari diskusi tersebut adalah sebagai berikut :
Continue reading

Rencana Pendampingan I RSUD Sidoardjo

Tim Divisi Manajemen Bencana- MPK UGM akan berangkat ke RSUD Sidoardjo, Jatim untuk melaksanakan kegiatan pendampingan pertama pada tanggal 19 Agustus 2010. Pendampingan ini dilakukan dalam rangka penyusunan dokumen Hospital Disaster Plan (HDP) RSUD Sidoardjo. Dalam pendampingan ini nantinya akan dilakukan diskusi antara tim PMPK dan tim bencana RSUD Sidoardjo mengenai dokumen HDP. Sejauh ini pihak RSUD Sidoardjo telah mengirimkan hasil Plan Of Action (POA) mereka dan telah ter-upload dalam website.


Pendampingan di RSUD Panembahan Senopati Bantul

Satu minggu setelah kegiatan In-House Training, Tim PMPK datang ke RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk melakukan pendampingan penyusunan dokumen Hospital Disaster Plan (HDP), pendampingan sejauh ini sudah dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu sebagai berikut :

Continue reading

KONAS KE-XI IAKMI

Kongres Nasional Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia ke-XI (KONAS Ke-XI IAKMI) akan di selenggarakan pada tanggal 3 – 5 Agustus 2010 di Hotel Horizon Bandung. Dalam hal ini, PMPK-UGM akan memberangkatkan satu tim kerja yang berjumlah delapan orang untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Divisi Managemen Bencana PMPK-UGM, pada kesempatan tersebut akan mempresentasikan Hasil Kajian Ilmiah berujudul “Kolaborasi Lintas Sektoral Dalam Kesiapsiagaan Bencana Studi Kasus Di Kabupaten Aceh Tamiang” yang akan di sampaikan oleh saudara Azis Bustari, S.Kep.NERS.,MPH.

Di samping mempresentasikan hasil kajian ilmiah tersebut, Divisi Managemen Bencana Juga akan menyelenggarakan Pameran kegiatan Hospital Disaster Plan (HDP) dan Regional Disaster Plan (RDP) yang akan memberikan gambaran kepada kita bahwa dalam Upaya Kesiapsiagaan Bencana perlu adanya sebuah perencanaan strategis yang berbasis wilayah (Provinsi/Kabupaten/Kota) dan penguatan sumber daya Rumah Sakit dalam menghadapi kemungkinan dampak buruk akibat bencana.

Summer Course

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas GadjahMada Yogyakarta, dan dilaksanakan tanggal 11-23 Juli 2010 di Gedung Radio Putro FK-UGM. Peserta berasal dari berbagai negara. Proses pelatihan ini, peserta diberikan kuliah mengenai manajemen bencana dalam situasi kegawatdaruratan yang disampaikan oleh para pembicara yang berasal dari lingkungan Fakultas Kedokteran UGM, R.S. Sardjito, PPK Kementrian Kesehatan dan WHO. Selain kuliah, para peserta juga diberikan simulasi tentang keadaan bencana yang sebenarnya.

Continue reading