Skip to content

Category: Berita

Kota Bogor Sempat Dilanda 31 Bencana Akibat Hujan Deras

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR — Badan PenanggulanganBencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Jawa Barat mencatat ada 31 bencana pohon tumbang, tanah longsor, bangunan roboh, dan angin kencang terjadi di wilayahnya saat hujan deras hingga ringan pada Ahad (4/9/2022) pukul 17.00 WIB hingga 19.00 WIB.

“Hingga saat ini, laporan yang kami data terdapat 31 bencana. Tadi bersama pak wali kota kami sudah tinjau beberapa lokasi pohon tumbang, petugas lain menyebar ke titik-titik lain,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Theofilo Patrocinio Freitas saat dikonfirmasi di Kota Bogor, Ahad.

Theofilo menyebutkan terdapat 15 kejadian pohon tumbang yang didominasi wilayah Kecamatan Bogor Barat, Kecamatan Bogor Tengah dan satu titik di Kemacatan Bogor Selatan. Lokasi pohon tumbang pun berada di depan Gedung Serbaguna sekitar Istana Bogor.

Theofilo bersama Wali Kota Bogor Bima Arya pun telah meninjau dua lokasi pohon tumbang yakni di area Istana Bogor dekat Balai Kirti di Jalan Ir H Djuanda, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah dan di Jalan Cidangiang, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah.

Sementara, untuk kejadian tanah longsor terjadi di satu titik di Wilayah Lebak sari, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah. Dua kejadian bangunan roboh berada di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat.

Kemudian sebanyak 12 kejadian angin kencang terjadi di tiga kecamatan. Enam kejadian berada di wilayah Kecamatan Bogor Selatan, empat kejadian di Bogor Tengah, dua kejadian di Kecamatan Bogor Barat. Akibat kejadian angin kencang, kata Theo, tower Diskominfo di dalam area Balai Kota Bogor roboh menimpa sebagian gedung Sekretaris Daerah (setda) dan atap masjid.

Sebelumnya, saat meninjau lokasi pohon tumbang di Jalan Cidangiang, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah bersama Theofilo, Wali Kota Bogor itu memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama lurah, camat dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) berkoordinasi untuk melakukan tindakakan darurat bagi warga terdampak bencana pohon tumbang hari ini.

Bagi bangunan warga yang terdampak kerugian pohon tumbang maupun korban luka ringan agar segera dapat ditangani petugas gabungan BPBD, aparat setempat dan Disperumkim.

BNPB: Periode Kering Sangat Singkat, Bencana Hidrometeorologi Basah Mendominasi

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan memasuki akhir Agustus 2022, bencana hidrometeorologi basah kembali mendominasi. Setelah selama tiga minggu di awal hingga pertengahan bulan Agustus kejadian bencana hidrometeorologi kering yang mendominasi.

Hal ini dikatakan oleh Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB , Abdul Muhari, dikutip dari keterangan resminya, Rabu (31/8/2022).

“Perlu menjadi perhatian kita di sini, di minggu pertama, minggu kedua, dan minggu ketiga Agustus, itu kita memiliki frekuensi kejadian bencana hidrometeorologi kering yakni kekeringan dan kebakaran hutan, khususnya kebakaran hutan dan lahan ini, ini lebih banyak dari hidrometeorologi basah,” kata Abdul Muhari.

Aam sapaan akrabnya menjelaskan, bencana hidrometeorologi ini ada dua yakni hidrometeorologi basah adalah banjir, banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem, abrasi pantai. Kemudian hidrometeorologi kering itu dominan kekeringan dan karhutla.

“Yang paling sering di kita itu karhutla, tetapi kekeringan juga di awal Agustus di Lani Jaya juga terjadi dan cukup signifikan dampaknya,” ucapnya.

“Setelah 3 Minggu berturut-turut kita memiliki frekuensi kejadian hidrometeorologi kering lebih dominan dibanding hidrometeorologi basah, masuk di minggu-minggu terakhir Agustus ini, ini menjadi kembali hidrometeorologi basah yang dominan,” tambah kata Aam.

Artinya kata Aam, periode kering yang dialami di tahun ini sangat singkat. Biasanya, musim kemarau mulai Juni, Juli, Agustus, kemudian September, Oktober, November masuk peralihan dari kemarau ke hujan, dan pada Desember, Januari, Februari masuk puncak musim hujan.

“Tetapi saat ini di Juni, Juli, Agustus ini kita memiliki waktu kering di mana Karhutla itu dominan sangat-sangat singkat,” jelasnya.

“Di Minggu 22 hingga 28 Agustus ini kita udah balik lagi hidrometeorologi basah yang sangat dominan di mana kejadian banjir ini merata hampir di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh, Kalimantan Sulawesi sampai Papua Sorong tadi yang menjadi perhatian kita,” ungkap Aam.

Oleh karena itu Aam mengimbau, agar hal ini menjadi alarm bagi masyarakat bahwa bencana hidrometeorologi kering selama awal bulan kembali lagi ke bencana hidrometeorologi basah di akhir bulan Agustus ini.

“Peringatan dini buat kita, bahwa kita sudah mulai bergeser lagi ke hidrometeorologi basah, meskipun potensi kebakaran hutan dan lahan masih ada. Tetapi dominannya sudah bergeser kembali ke hidrometeorologi basah dengan intensitas yang cukup besar,” imbaunya.

Pemanasan Global Sebabkan Es Mencair di Greenland hingga Permukaan Air Laut Naik

PR DEPOK – Peristiwa pemanasan global telah menyebabkan es mencair terutama di Greenland dan menyebabkan kenaikan permukaan air laut.

Krisis iklim yang panjang dapat mengakibatkan banjir yang disebabkan kenaikan permukaan air laut.

Meningkatnya permukaan air laut ini sangat berdampak tidak baik bagi miliaran orang yang menggantungkan hidupnya di daerah pesisir laut.

Dikutip PikiranRakyat-Depok.com dari theguardian-com, kenaikan permukaan laut besar yang disebabkan oleh pencairan lapisan es Greenland saat ini tak terelakkan lagi. 

Penelitian menunjukkan pemanasan global hingga saat ini akan menyebabkan kenaikan permukaan laut minimum sebesar 27 cm (10,6 inci), dari Greenland saja berpotensi 110 triliun ton es mencair.

Dengan emisi karbon yang terus berlanjut, pencairan lapisan es lainnya dan ekspansi termal lautan, kenaikan permukaan laut beberapa meter tampaknya bisa terjadi.

Baca Juga: Indonesia Dipastikan Tidak Menggelar Kompetisi Domestik Piala Indonesia, Iwan Bule Buka Suara

Krisis iklim dalam jangka panjang mengakibatkan naiknya permukaan laut yang menyebabkan terjadinya banjir akan berimbas kepada miliaran orang tinggal di wilayah pesisir .

Para ilmuwan mengatakan, Jika rekor pencairan tahun 2012 di Greenland menjadi kejadian rutin di akhir abad ini, kemungkinan lapisan es akan menghasilkan kenaikan permukaan laut sebesar 78 cm.

Berdasarkan pemahaman keseluruhan para ilmuwan tentang bagaimana lapisan seperti Greenland kehilangan es ke laut, para peneliti mengatakan sebagian besar kenaikan akan relatif segera terjadi.

Bahkan pada tahun 2021, ilmuwan lain memperingatkan bahwa sebagian besar lapisan es Greenland berada di ambang titik kritis .

Gletser pegunungan di Himalaya dan Alpen sudah pada posisi kehilangan sepertiga dan setengah dari es mereka masing-masing, sementara lapisan es Antartika barat juga dianggap oleh beberapa ilmuwan telah melewati titik kritis.

Pemanasan lautan juga meluas, ini menambah kenaikan permukaan laut.Baca Juga: Login sso.bpjsketenagakerjaan.go.id untuk Cek Nama Aktif BPJS Ketenagakerjaan, BSU 2022 Segera Cair

Runtuhnya lapisan es Antartika timur yang sangat besar , yang akan menyebabkan kenaikan permukaan laut setinggi 52 meter jika semuanya mencair, dapat dihindari jika tindakan iklim yang diambil secara cepat.

Saat permukaan laut naik, orang yang tinggal di pesisir akan semakin rentan, dan mengancam sekitar $1 triliun kekayaan global.

Para pemimpin politik harus dengan cepat meningkatkan pendanaan untuk adaptasi dan kerusakan iklim.***

Bencana Baru Kini Ancam China

Jakarta, CNBC Indonesia – China kembali mengalami bencana baru pasca wabah Covid-19. Kali ini, fenomena gelombang panas mulai melanda Negeri Tirai Bambu.

Bencana ini pun membuat buah-buahan seperti persik dan buah naga gagal dipanen oleh petani. Ini diakibatkan kekeringan yang masih merupakan dampak turunan gelombang panas.

“Ini benar-benar pertama kalinya dalam hidup saya menghadapi bencana seperti itu. Tahun ini adalah tahun yang sangat menyedihkan,” kata seorang petani dari wilayah Chongqing, Qin Bin, kepada AFP, Jumat (26/8/2022).

“Kita seharusnya memanen buah-buahan sekarang, tetapi semuanya hilang, mati karena terik matahari.”

Panas yang ekstrim juga telah memaksa Qin dan rekan-rekan petani untuk bekerja pada jam-jam yang tidak biasa. Mereka bekerja dari jam 10 malam sampai jam 4 pagi untuk menghindari cuaca panas.

“Tidak mungkin berolahraga di kebun, karena suhu tanah sekitar 60 derajat Celcius … kami mengukurnya kemarin,” jelasnya.

“Jika panas berlangsung hingga 4 September seperti yang dikatakan beberapa dari mereka (pemerintah), mungkin lebih dari separuh pohon yang kami upayakan siang-malam untuk menyelamatkan akan mati.”

Wilayah China utamanya bagian Selatan telah mencatat periode suhu tinggi terlama sejak pencatatan dimulai lebih dari 60 tahun yang lalu. Ini pun mendorong pemadaman listrik.

Selain itu, Pemerintah China juga telah memperingatkan bahwa fenomena ini menimbulkan ‘ancaman parah’ bagi panen musim gugur negara itu. Beijing pun telah menjanjikan miliaran yuan bantuan segar kepada petani.

Namun bagi petani seperti Qin, bantuan apa pun akan dianggap terlambat. Pasalnya, panen yang merupakan sumber utama penghasilannya, telah mengering

“Pada dasarnya semua mati. Pemerintah telah melakukan upaya besar untuk membantu kami, tetapi itu hanya dapat menghidupkan pohon, bukan buah-buahan,” katanya.

“Jika Anda berjalan-jalan di sekitar kota kami, Anda dapat merasakan skala bencana,” tambahnya.

Diketahui, gelombang panas ini juga membuat sungai di China mengering. Bukan hanya itu, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) juga tak mampu memnuhi pasokan listrik warga dan beralih ke batu bara.

Separuh Tiongkok Dilanda Kekeringan Akibat Gelombang Panas

Beijing, Beritasatu.com- Separuh wilayah Tiongkok dilanda kekeringan akibat gelombang panas. Seperti dilaporkan AFP, Kamis (25/8/2022), kekeringan juga mencapai Dataran Tinggi Tibet yang biasanya dingin.

Negara terbesar kedua di dunia ini telah dilanda gelombang panas, banjir bandang dan kekeringan, fenomena yang menurut para ilmuwan menjadi lebih sering dan intens karena perubahan iklim.

Menurut laporan Xinhua, Jumat (26/8), Kementerian Keuangan Tiongkok mengalokasikan 10 miliar yuan (sekitar US$ 1,46 miliar atau Rp 216 triliun) dana cadangan pusat untuk mendukung bantuan kekeringan dan produksi gandum musim gugur.

Sekitar 6,5 miliar yuan (Rp 14 triliun) dari dana Kemenkeu Tiongkok akan digunakan untuk pemeliharaan air dan bantuan kekeringan guna memastikan pasokan air minum bagi masyarakat dan air untuk irigasi pertanian.

Tiongkok Selatan telah mencatat periode suhu tinggi terlama sejak pencatatan dimulai lebih dari 60 tahun yang lalu, kata kementerian pertanian minggu ini.

Para ahli mengatakan intensitas, cakupan, dan durasi gelombang panas dapat menjadikannya salah satu yang terburuk yang tercatat dalam sejarah global.

Satu grafik dari Pusat Iklim Nasional menunjukkan Rabu bahwa petak-petak Tiongkok selatan – termasuk Dataran Tinggi Tibet – mengalami kondisi kekeringan “parah” hingga “luar biasa”.

Daerah yang terkena dampak terburuk – lembah sungai Yangtze, membentang dari pesisir Shanghai ke provinsi Sichuan di barat daya Tiongkok – adalah rumah bagi lebih dari 370 juta orang dan berisi beberapa pusat manufaktur termasuk kota besar Chongqing.

Administrasi Meteorologi Tiongkok memperkirakan suhu tinggi terus berlanjut hingga 40 derajat celsius di Chongqing dan provinsi Sichuan dan Zhejiang pada hari Kamis.

Tetapi beberapa daerah mendapatkan bantuan dari gelombang panas. Bagian barat daya Sichuan diguyur hujan lebat semalam, menyebabkan evakuasi hampir 30.000 orang, lapor penyiar CCTV. Di tenggara, Topan Ma-on mendarat di pesisir provinsi Guangdong dan Hong Kong pada Kamis pagi.

“Suhu tinggi pada dasarnya telah berkurang di wilayah Tiongkok selatan, Jiangxi dan Anhui. Tetapi suhu tinggi akan berlanjut selama tiga hari ke depan di wilayah-wilayah termasuk lembah Sichuan dan provinsi-provinsi di sekitar Shanghai,” kata administrasi meteorologi.

Laporan Low Minmin CNA dari Chongqing mengatakan bahwa ketinggian air di seluruh Tiongkok sangat rendah sehingga beberapa rute pengiriman sungai pedalaman tidak lagi aman. CNA menambahkan bahwa “banyak komoditas pertanian yang diimpor melewati rute pengiriman ini yang sekarang akan diperpanjang lima hari yang akan mendongkrak biaya bisnis.

25 Bencana Hantam Kota Bogor dalam Semalam

BOGOR – Derasnya guyuran hujan disertai angin kencang yang melanda Bogor mengakibatkan sejumlah bencana kembali menghantam Kota Bogor, Sabtu, 27 Agustus 2022 malam. Tercatat dalam semalam sedikitnya terjadi 25 peristiwa, diantaranya banjir lintasan, pohon tumbang serta tanah longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Teofilo Patrocinio Freitas membenarkan hal itu. Dia menyebut, tercatat ada 11 titik yang dilanda banjir lintasan, kemudian terdapat 5 pohon tumbang dan 7 titik wilayah dilanda tanah longsor.

Dia merinci, banjir terjadi di Kecamatan Bogor Utara sebanyak empat titik, Kecamatan Bogor Timur satu titik, dan Kecamatan Bogor Selatan enam titik dimana sebagian besar terjadi di Kelurahan Cipaku.

“Kemudian, secara umum daerah rawan banjir berada di daerah sepanjang aliran Sungai Ciliwunh dan Cisadane. Serta di aliran Kali Ciheuleut, Kecamatan Bogor Utara,” ungkapnya saat dihubungi pada Minggu, 28 Agustus 2022.

Disamping itu, sambung dia, pihaknya telah memiliki peta risiko banjir, sehingga nanti daerah rawan banjir akan diprioritaskan untuk dipasang alat deteksi dini banjir yang diajukan untuk 2023.

“Titik-titiknya adalah daerah Cimahpar arah Tanah Baru, Cibuluh, Kampung Kramat, Kampung Bebek dan daerah lain yang ada aliran sungainya. Di daerah Kampung Cincau, Kelurahan Gudang juga kemaren banjir. Jadi hampir sepanjang aliran air semuanya rawan banjir,” jelasnya.

Sementara itu, tambah Theo, tanah longsor terjadi di Kecamatan Bogor Utara empat titik, kecamatan Bogor Timur satu titik, kecamatan Bogor Selatan satu titik dan kecamatan Bogor Barat satu titik. 

“Akibat hujan deras dan angin kencang, asbes di dua rumah warga di Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, terbang terbawa angin. Lalu ada lima pohon tumbang juga terjadi di Kecamatan Bogor Selatan dan Bogor Tengah,” terangnya.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor M Ade Nugraha menambahkan, pihaknya menerima beberapa laporan pohon tumbang di Kecamatan Bogor Selatan.

Pertama di Jalan Lawang Gintung, satu pohon besar diameter kurang lebih satu meter. Kemudian ada dua pohon tumbang demgan jenis pohon kedondong cina, dengan diameter kurang lebih sekitar 60 centimeter. Dua-duanya menimpa bangunan semi permanen.

“Saat kejadian kondisi cuaca tengah hujan deras disertai angin kencang selama kurang lebih dua jam. Mulai pukul 17.00 WIB hingga sekitar pukul 19.00 WIB. Besar sekali hujannya disertai angin kencang dannitu menyebabkan pohon pohon berusia tua rawan tumbang,” paparnya.

Beruntungnya tidak ada korban jiwa maupun luka dari kejadian pohon-pohon tumbang, meskipun ada satu mobil terserempet pohon namun masih beruntung terselamatkan.*(YUD) 

 

Banjir Pakistan Tewaskan 1.000 Orang, Bencana Terdahsyat dalam Sejarah Negara

Liputan6.com, Islamabad – Perdana Menteri Pakistan mengatakan “besarnya bencana” lebih besar dari yang diperkirakan, setelah mengunjungi daerah-daerah yang dilanda banjir di negara itu.

Shehbaz Sharif berbicara dari provinsi Sindh – yang memiliki hampir delapan kali curah hujan rata-rata Agustus.

Banjir telah menewaskan hampir 1.000 orang di seluruh Pakistan sejak Juni, sementara ribuan orang telah mengungsi – dan jutaan lainnya terkena dampak, demikian seperti dikutip dari BBC, Minggu (28/8/2022).

Melaporkan dari Sindh, BBC menyebut banyaknya orang-orang terlantar di setiap desa.

Skala penuh kehancuran di provinsi ini belum sepenuhnya dipahami – tetapi orang-orang menggambarkannya sebagai bencana terburuk yang mereka selamat.

Banjir tidak jarang terjadi di Pakistan, tetapi orang-orang di sini mengatakan hujan ini berbeda – lebih dari apa pun yang pernah terlihat. Seorang pejabat setempat menyebut mereka “banjir proporsi alkitabiah”.

Di dekat kota Larkana, ribuan rumah lumpur telah tenggelam di bawah air. Selama bermil-mil yang terlihat hanyalah puncak pohon. Di mana ketinggian air sedikit lebih rendah, atap jerami merayap keluar dari bawah air.

Di satu desa, orang-orang sangat membutuhkan makanan. Di tempat lain, banyak anak telah mengembangkan penyakit yang ditularkan melalui air.

Ketika sebuah truk bergerak menepi, puluhan orang segera berlari ke arahnya. Anak-anak yang membawa anak-anak lain berjalan ke antrian panjang.

Seorang gadis berusia 12 tahun mengatakan dia dan adik perempuannya belum makan selama sehari.

“Tidak ada makanan yang datang ke sini, tetapi saudara perempuan saya sakit, dia muntah,” kata gadis itu. “Saya harap mereka dapat membantu.”

Keputusasaan itu terbukti di setiap komunitas. Orang-orang berlari menuju jendela mobil untuk meminta bantuan – apa saja.

selengkapnya: https://www.liputan6.com/global/read/5053767/banjir-pakistan-tewaskan-1000-orang-bencana-terdahsyat-dalam-sejarah-negara

Potensi Gempa M 8,9 dan Tsunami, Gubernur Bengkulu: Bencana Kan dari Allah

Bengkulu – BMKG mengumumkan adanya potensi gempa berkekuatan magnitudo 8,9 dan tsunami di Bengkulu. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyebut wilayahnya memang kerap dilanda gempa sehingga orang akan menganggap biasa.

“Bagi orang Bengkulu, gempa itu memang sudah sangat biasa terjadi, bahkan pascagempa 6,5 magnitudo kemarin, gempa susulan dengan kekuatan 3,4 juga terjadi. Dengan kejadian seperti itu, sebagaimana analisis dari BMKG mengatakan sering terjadi gempa yang kecil-kecil, 3, 4, 5 pada skala Richter,” ujar Rohidin ketika dimintai konfirmasi, seperti dilansir detikSumut, Kamis (25/8/2022).

“Bagi orang Bengkulu itu akan biasa, kemungkinan terjadinya gempa besar menjadi kecil peluanganya,” lanjut Rohidin.

Rohidin menyebut, apabila gempa kecil sering terjadi, bisa saja gempa dengan kekuatan besar tidak terjadi lagi. “Gempa itu sudah sering terjadi dengan terjadinya energi potensial gempa itu menjadi melemah,” jelas Rohidin.

Rohidin meminta masyarakat tenang. Namun harus tetap waspada dan mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan kemungkinan terjadi.

“Kita tetap berkeyakinan bahwa namanya musibah atau bencana itu Kan datangnya dari Allah subhanahu wata’ala dan kalau memang Allah subhanahu wata’ala tidak akan kita yakin bahwa tidak akan pernah jatuh selembar daun pun di atas pohon daun kering sekalipun ke atas bumi kalau tidak atas ketentuan dan ketetapannya apalagi dalam bentuk kejadian gempa sebesar itu,” harap Rohidin.

Peringatan BMKG: Siaga dan Waspada, 18 Provinsi Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi Esok Hingga Lusa

SEPUTARTANGSEL.COM – Sebanyak 18 provinsi di Indonesia harus siaga dan waspada menghadapi potensi bencana alam pada Senin, 15 Agustus 2022 hingga Selasa, 16 Agustus 2022.

Potensi bencana yang mungkin terjadi pada rentang waktu tersebut adalah bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang dan turunannya seperti longsor, sebagai dampak dari potensi hujan lebat.

Peringatan disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun Twitter @infoBMKG, Minggu 14 Agustus 2022.

Baca Juga: Terkini, 16 korban Tewas dalam Banjir ‘Epik’ di Kentucky Termasuk 6 Anak-anak

Dikutip SeputarTangsel.Com dari akun Twitter @infoBMKG, 18 provinsi tersebut esok hingga lusa berada dalam kategori “Siaga dan Waspada” terhadap potensi bencana hidrometeorologi. 

Berikut ini, daftar 18 provinsi yang perlu siaga dan waspada menghadapi bahaya bencana hidrometeorologi:

Kategori Waspada:

Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
Di Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara

Sulawesi Tengah

Maluku Utara
Papua Barat
Papua

BMKG menyebutkan, peringatan ini valid (berlaku) mulai Senin, 15 Agustus 2022 pukul 07.00 WIB sampai Selasa, 16 Agustus 2022 pukul 07.00 WIB.***

Siaga bencana, DSLNG latih Satgas Destana Uso hadapi kebakaran

Luwuk Banggai (ANTARA) – PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) terus menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya bagi warga desa di sekitar kilang di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Selain melakukan pelatihan penanggulangan bencana banjir dan tsunami di pusat belajar masyarakat DSLNG pada Selasa hingga Kamis (4/8), DSLNG juga memberikan pelatihan kepada Satgas Destana terkait kesiapsiagaan penanggulangan bencana kebakaran pada program desa tangguh bencana di Desa Uso.

Hal ini perlu dilakukan, mengingat hingga saat ini acap kali kebakaran terjadi di wilayah pedesaan tak bisa dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran milik pemerintah. Karena mobil pemadam kebakaran hanya terdapat di ibu kota Kabupaten Banggai.

Tak hanya pelatihan menghadapi bencana kebakaran saja, para peserta juga mendapatkan pelatihan bagaimana penanganan pertama dan evakuasi terhadap korban kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banggai.

Peserta yang terdiri dari Satuan Tugas Desa Tangguh Bencana (Satgas Destana), Kelompok Kerja (Pokja) Destana, dan Pemerintah Desa Uso juga dilatih menangani korban menggunakan peralatan medis yang tersedia di mobil ambulans PMI Banggai. 

Peserta juga dilatih bagaimana menangani korban kecelakaan lalu lintas yang baik dan benar dan bagaimana menangani korban yang kemasukan air di paru-paru karena tenggelam dengan memberi tekanan di dada korban. 

Di hari sebelumnya, peserta dilatih bagaimana menyelamatkan korban yang tenggelam di perairan.*

Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2022