Perkenalkan Manajemen Bencana, Prodi Langka dengan Prospek Karier Menjanjikan

Jakarta – Indonesia tergolong ke dalam wilayah yang cukup rawan bencana. Hal ini bisa terjadi karena Indonesia bermukim di kawasan tumbukan lempeng yang aktif dan wilayah beriklim tropis.

Pakar Geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr Amien Widodo menyampaikan sejumlah bencana bisa terjadi di Indonesia.

“Artinya kita bermukim di kawasan rawan gempa, tsunami, likuifaksi, letusan gunung. Pada saat yang sama kita bermukim di kawasan banyak hujan, angin, panas, air laut pasang, ombak besar, yang terjadi berbulan bulan per tahun, juga fenomena el nino, la nina, siklon,” papar Amien kepada detikcom.

Oleh karena itu, dengan kondisi ini, beberapa perguruan tinggi tergerak untuk berkontribusi aktif menanggulangi bencana melalui program studi (prodi) Manajemen Bencana yang disediakan.

Mengenal Prodi Manajemen Bencana

Melansir laman Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Prodi Manajemen bencana adalah bidang studi yang didedikasikan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang andal dalam manajemen bencana baik sebelum terjadi bencana, saat terjadi bencana, maupun pasca bencana.

Program studi ini memfokuskan diri dalam menciptakan SDM berbudi pekerti luhur yang memiliki kapasitas keilmuan kebencanaan yang komprehensif baik teori maupun praktis.

Harapannya prodi ini menghasilkan lulusan yang punya kemampuan manajerial berjiwa kepemimpinan baik, mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat pada saat kondisi krisis serta mampu merencanakan kegiatan pengurangan risiko bencana secara komprehensif.

Apa yang Dipelajari di Prodi Manajemen Bencana?

Nantinya mahasiswa akan mempelajari seputar sosiologi bencana, pemberdayaan masyarakat, kebijakan, dan kelembagaan dalam penanggulangan bencana serta pengelolaan multibencana.

Selain itu, mahasiswa juga belajar tentang penginderaan jauh dan sistem informasi manajemen bencana hingga monitoring sumber bencana dan peringatan dini.

5 Universitas yang Menyediakan Prodi Manajemen Bencana

Sejumlah universitas baik PTN maupun PTS yang memiliki prodi Manajemen Bencana yakni:

1. Universitas Gadjah Mada (UGM) – Program Pascasarjana
2. Universitas Airlangga (Unair) – Program Pascasarjana
3. Universitas Pembangunan Negara Veteran Yogyakarta (UPN VY) – Program Pascasarjana
4. Universitas Pertahanan RI (Unhan) – Program Pascasarjana
5. Universitas Budi Luhur – Program Sarjana

Dari semua kampus yang menyediakan prodi Manajemen Bencana, hanya Universitas Budi Luhur memiliki program di jenjang Sarjana (S1).

Prospek Karier Lulusan Manajemen Bencana

Dalam laman pasca.unair.ac.id dijelaskan, lulusan Manajemen Bencana bisa memiliki karier di berbagai posisi pekerjaan, antara lain:

– Pengamanan Negara (TNI, POLRI, TARUNA)
– Analisis tata kelola kebencanaan
– Konsultan kebencanaan
– Peneliti tentang kebencanaan
– Lembaga Swadaya Masyarakat bidang kebencanaan
– Ahli kebencanaan pada instansi kebencanaan (Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan lain-lain).
– Ahli kebencanaan di instansi terkait (instansi kesehatan, sosial, pendidikan, dan lain-lain).

Kerap Banjir dan Longsor, BNPB Ingatkan Jaga Ekosistem di Perbukitan Garut

JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menyampaikan kejadian bencana alam yang terjadi di Kabupaten Garut sepanjang tahun 2022 telah mengakibatkan 19.546 jiwa terdampak dan 1.239 jiwa mengungsi.

Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor merupakan jenis bencana langganan yang kerap terjadi di Kabupaten Garut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, bencana alam yang mengakibatkan korban jiwa paling tinggi terjadi pada tahun 2016.

“Dan itu kejadian bencana yang mengakibatkan kalau tingginya korban jiwa di tahun 2016 itu adalah tanah longsor 34 jiwa meninggal, 19 jiwa hilang, dan 6.361 jiwa mengungsi,” papar Aam saat konferensi pers secara daring, Senin (25/7/2022).

Menurut Aam, sering terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Garut disebebkan oleh beberapa faktor. Salah satunya faktor geografis yang banyak dikelilingi oleh perbukitan, dengan tingkat kecuraman yang tinggi.

Sehingga, guna mengurangi resiko bencana, Aam mengimbau kepada pemerintah setempat dan masyarakat untuk bersama menjaga ekosistem di daerah perbukitan tersebut dengan baik.

“Maka poin penting kita di sini ekosistem di daerah perbukitan yang harus kita jaga dengan baik supaya daerah resapan air di hulu dan daerah aliran sungai yang terkonservasi dengan baik bisa mengurangi resiko bencana banjir,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, faktor cuaca juga sangat berpengaruh. Berdasarkan informasi curah hujan satu hari sebelum terjadinya bencana banjir pada Jumat (15/7/2022) lalu, curah hujan di Kabupaten Garut sangat tinggi, sehingga mengakibatkan debit air di hulu tidak tertampung dan menyebabkan banjir dan tanah longsor.

“Jadi kita lihat di sini memang curah hujan di Garut tanggal 14 Juli, 15 Juli itu sangat tinggi, mencapai 100 mm dalam 24 jam, 100 mm dalam 24 jam itu sangat tinggi,” tukasnya.

Percepat Tangani Bencana, BPBD Klaten Luncurkan Penamas

KLATEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten meluncurkan sistem aplikasi berbasis web, Pelaporan Bencana Masyarakat (Penamas). Aplikasi yang dapat diakses melalui bit.ly/pena-mas tersebut memudahkan masyarakat untuk melaporkan kejadian bencana yang berada di wilayah Kabupaten Klaten, sehingga mempercepat penanganan bencana.

“Penamas pelaporan bencana masyarakat dapat menggunakan HP (gawai) dan dapat mempercepat langkah evakuasi tim BPBD. Sehingga meminimalisasi terjadinya banyak korban dari bencana,” ujar Bupati Klaten Sri Mulyani saat peluncuran aplikasi.

Sri Mulyani mengatakan, aplikasi Penamas sangat bermanfaat, terlebih Kabupaten Klaten sesuai letak geografisnya merupakan daerah rawan bencana.

“Penamas dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Kabupaten Klaten untuk memberikan pelaporan bencana di manapun mereka berada. Untuk segera ditindaklanjuti penanganannya maupun memberikan bantuan logisitik, sehingga pelayanan publik dapat ditingkatkan kualitas dan kecepatannya,” jelas Sri Mulyani.

Sementara Kepala BPBD Klaten Sri Winoto menyampaikan, aplikasi Penamas dapat memberikan kemudahan tidak hanya bagi masyarakat Klaten, tetapi masyarakat luas yang saat terjadi bencana berada di wilayah Klaten.

“Saat masyarakat mengetahui ada bencana, dapat secara langsung saat kejadian (realtime) mengakses aplikasi berbasis web Penamas . Sehingga dengan adanya laporan masuk, maka akan direspon cepat oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD,” ujarnya.

Adapun bencana yang dapat dilaporkan antara lain bencana angin ribut, banjir, tanggul jebol, gempa bumi, tanah longsor, dan lainnya.

“Dengan mudahnya aplikasi Penamas, Harapan kami (BPBD) secepatnya merespon dan menangani bencana. Hal ini juga sebagai upaya kami dalam mewujudkan peningkatan pelayanan publik,” pungkasnya.

Secara daring, Deputi Bidang Pencegahan Pusat Badan Nasinonal Pengendalian Bencana (BNPB), Prashinta Dewi menyampaikan apresiasi kepada Kabupaten Klaten atas peluncuran aplikasi Penamas berbasis web.

“Aplikasi ini diharapkan bisa menjadi andalan dalam pelayanan saat ada bencana dan sebagai sarana edukasi kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat,” ujarnya.

Prashinta berharap, masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik aplikasi tersebut untuk memberikan informasi laporan kejadian bencana.

BNPB Pastikan Penanganan Bencana di Garut Berjalan Optimal

REPUBLIKA.CO.ID,GARUT — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengunjungi sejumlah wilayah terdampak bencana di Kabupaten Garut, Selasa (19/7/2022). Melalui kunjungan itu, ia ingin memastikan penanganan bencana di daerah itu berjalan optimal. 

“Saya datang ke sini atas perintah Bapak Presiden untuk memastikan tahap penanganan bencana, khususnya pada masa tanggap darurat bencana, ini bisa berhalan lancar, tertib, dan sebagaimana mestinya,” kata dia di Kabupaten Garut, Selasa.

Menurut dia, saat ini kondisi wilayah yang sempat diterjang bencanabanjir bandang pada Jumat (15/7/2022), sudah tak lagi digenangi air. Warga yang terdampak juga telah membersihkan rumahnya masing-masing.

Suharyanto menyebutkan, tak ada korban jiwa akibat bencana yang terjadi di Kabupaten Garut. Adapun adanya satu orang yang meninggal dunia, menurut dia, itu karena sakit stroke, bukan karena langsung terdampak bencana.

Kendati demikian, bencana itu membuat sejumlah infrasktuktur rusak, termasuk rumah warga. Berdasarkan data resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut per 18 Juli 2022, bencana yang terjadi pada Jumat malam itu berdampak terhadap 4.328 unit rumah, 17 unit fasilitas pendidikan, 36 unit fasilitas ibadah, tiga unit fasilitas kesehatan, 33 unit fasilitas umum, 23 unit kantor pemerintahan, 81 unit kios, 10.103 meter TPT, 43 unit jembatan, 14.241 meter jalan, 4 juta meter persegi lahan pertanian atau kebun, 5 hektare hutan, 225 unit peternakan, 17 ribu hektare kolam, dan 77 unit konstruksi irigasi.

“Kami akan melakukan penanganan,” kata Suharyanto. 

Ia mengatakan, Pemkab Garut telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari. Selama masa tanggap darurat bencana, kebutuhan pengungsi dan masyarakat terdampak dipastikan akan terpenuhi.

“Keselamatan masyarakat terdampak akan jadi prioritas utama,” kata dia.

Setelah masa tanggap darurat bencana berakhir, pihaknya akan melakukan kajian terkait kebutuhan yang masih diperlukan warga. Pemerintah setempat dibantu aparat TNI dan Polri disebur akan melakukan langkah pascabencana hingga tuntas.

Sebelumnya, bencana banjir bandang dan longsor terjadi di 14 kecamatan yang berada di Kabupaten Garut pada Jumat malam. Berdasarkan data terkahir, terdapat 6.314 KK atau 19.546 jiwa terdampak dan 242 KK atau 785 jiwa mengungsi akibat bencana tersebut.

Bos BNPB Terus Gaungkan Mitigasi Bencana Berbasis Ekosistem

Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengungkapan sederet permasalahan yang memicu bencana hidrometereologi basah berupa banjir, longsor, dan cuaca ekstrem. Hal itu diungkapkan Suharyanto dalam Green Economic Forum CNBC Indonesia, Senin (27/6/2022).

“Ada tiga hal, yaitu alih fungsi lahan, urbanisasi, dan kegiatan ilegal,” ujarnya.

Menurut Suharyanto, BNPB mengedepankan solusi berbasis ekosistem alam dalam konteks ekonomi hijau. Dalam upaya mitigasi bencana, green economy mendorong peningkatan kualitas manusia dalam jangka panjang tanpa mengurangi daya dukung lingkungan untuk mengurangi potensi bencana.

“Konsep ini selaras dengan mitigasi bencana berbasis ekosistem misalnya penanaman vegetasi di kawasan longsor,” kata Suharyanto.

Dia menambahkan, vegetasi yang ditanam pun bernilai ekonomis.

“BNPB akan terus menggaungkan konsep mitigasi berbasis ekosistem ini sebagai solusi mitigasi bencana hidrometeorologi basah,” ujar Suharyanto.

Pemprov DKI Gelar Koordinasi Mitigasi Kebencanaan, Wagub Ariza: Tanggung Jawab Bersama Mesti Dijaga

Warta Ekonomi, Jakarta – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menggelar rapat koordinasi daerah (Rakorda) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI selama tiga hari dengan tema Kolaborasi Menuju Jakarta sebagai Kota Global Tangguh Bencana.

Riza juga memaparkan bahwa kegiatan tersebut penting dilakukan mengingat bencana alam yang bisa datang kapan saja dan di mana saja. Dalam hal tersebut, Riza juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut berguna untuk meningkatkan mitigasi bencana yang terintegrasi dan terencana dengan baik.

Untuk itu, kata Riza, Rakorda PB ini diharapkan menjadi sarana untuk penguatan kolaborasi dan sinergitas lembaga-lembaga atau seluruh unsur pentahelix penanggulangan bencana di Kota Jakarta.

“Terima kasih sebesar-besarnya, khususnya BPBD DKI Jakarta, atas kesungguhan dan kerja kerasnya selama ini bagi kemanusiaan, bersama berbagai pihak, seperti relawan, aparat, dan masyarakat. Sehingga, kinerja ini makin terasa. Kerja keras dan dedikasi itu akan menjadi tanggung jawab kita ke depan untuk terus meningkatkan penyelenggaraan penanggulangan bencana yang terbaik. Dengan total penduduk mencapai lebih dari 10 juta jiwa, Jakarta memiliki kerentanan terhadap berbagai jenis bencana,” papar Riza dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/7/2022).

Riza juga mengatakan bahwa Rakorda mestinya bisa mengidentifikasi berbagai hambatan dalam program penanggulangan bencana yang sudah berjalan di Jakarta. Dengan demikian, kata Riza, Rakorda diharapkan bisa merumuskan rencana dan menghadirkan integrasi rencana yang strategis.

“Pada akhirnya, kami mengajak kepada semua untuk bersama menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawab kita. Semoga apa yang kita lakukan seluruhnya akan memberikan manfaat bagi DKI Jakarta sebagai provinsi tangguh dalam menghadapi bencana, sekaligus membangun semangat kita untuk terus berjuang demi kemanusiaan,” ucap Riza.

Sementara itu, terdapat unsur koordinasi penanggulangan bencana di Kota Jakarta, di antaranya, pertama memperkuat integrasi penanggulangan bencana jangka menengah dan menjabarkannya ke dalam rencana strategis, terutama bagi BPBD dan organisasi perangkat daerah terkait.

Kedua, memastikan penyelenggaraan penanggulangan bencana dengan dukungan anggaran yang memadai secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Ketiga, terus berupaya meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia terkait penanggulangan bencana melalui penyelenggaraan pelatihan dan pendidikan, di berbagai titik wilayah Kota Jakarta, terutama daerah rawan bencana.Keempat, pelaksanaan pembentukan dan pengembangan kampung tangguh bencana di berbagai wilayah Kota Jakarta, dalam rangka mendidik masyarakat menjadi warga yang siap siaga dan memiliki kemandirian dalam menanggulangi bencana.

Kelima, meningkatkan kualitas data, informasi, pelaporan kejadian bencana melalui optimalisasi pemanfaatan perangkat teknologi informasi dan komunikasi, serta memanfaatkan kanal-kanal media sosial yang cepat dan efektif sampai ke masyarakat Kota Jakarta.

Ada dua hal yang menjadi prioritas bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan semua pihak dalam penanggulangan bencana, yaitu memastikan tidak ada korban Jiwa dengan mitigasi yang baik melalui Siaga, Tanggap dan Galang, kemudian pemulihan (recovery) dengan percepatan memulihkan kondisi kembali normal sehingga semua yang terdampak dapat kembali menjalani kehidupannya.

Adapun, respons cepat yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta adalah bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk penanganan genangan air di sejumlah wilayah di Jakarta, di antaranya menerjunkan petugas-petugas lapangan untuk melakukan penyedotan air agar cepat surut, yang dibantu oleh Dinas SDA, Dinas Damkar, dan PPSU setempat.

Selain itu, mendata lokasi-lokasi terdampak berikut kebutuhan yang diperlukan di lapangan. Lalu, mengevakuasi warga rentan yang membutuhkan pertolongan. Kemudian melakukan koordinasi intensif dengan BMKG dalam hal update informasi cuaca, dan stakeholder lain untuk antisipasi ke depan.

Langkah-langkah Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

KOMPAS.com – Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang diakibatkan oleh parameter meteorologi, seperti curah hujan, kelembapan, temperatur, dan angin.

Kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, el nino, la nina, tanah longsor, angin puyuh, putih beliung, gelombang panas, dan gelombang dingin adalah beberapa contoh hidrometeorologi.

Bencana-bencana tersebut termasuk bencana hidrometeorologi karena disebabkan atau dipengaruhi oleh faktor-faktor hidrometeorologi.

Dilansir dari Konservasi DAS Universitas Gadjah Mada (UGM), perubahan cuaca hanyalah pemicu, sedangkan penyebab bencana hidrometeorologi yang utama adalah kerusakan lingkungan yang masif akibat daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Pencegahan hidrometeorologi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk melakukan mitigasi sebagai upaya pencegahan hidrometeorologi.

Menurut BNPB, langkah-langkah pencegahan hidrometeorologi yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah:

  • Memangkas daun dan ranting pada pohon-pohon besar
  • Tidak membuang sampah sembarangan
  • Menjaga kebersihan lingkungan
  • Membersihkan saluran air hingga sungai
  • Selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca dari sumber yang kompeten

Sedangkan, upaya pencegahan hidrometeorologi jangka panjang yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah menanam pohon yang dapat mencegah terjadinya tanah longsor sekaligus mengikat air tanah sebagai persediaan saat kemarau panjang.

Contoh jenis-jenis pohon yang ditanam untuk mencegah tanah longsor dan memasok persediaan air tanah adalah pohon karet, matoa, jabon putih, sukun, mahoni, dan sebagainya.

Dampak bencana hidrometeorologi

Setiap bencana memiliki dampak bagi manusia maupun makhluk hidup lain. Berikut adalah beberapa dampak bencana hidrometeorologi:

  • Kerusakan sarana dan prasarana
    Bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin putih beliung, tanah longsor, dan sebagainya dapat merusak sarana dan prasarana, seperti jalan raya, jembatan, dan bangunan perkantoran.
  • Menyebabkan korban jiwa
    Tak jarang bencana hidrometeorologi menelan korban jiwa, terutama jika bencana terjadi di wilayah padat penduduk.
  • Penyakit pascabencana
    Dampak bencana hidrometeorologi yang juga dirasakan masyarakat adalah munculnya berbagai penyakit pascabencana, seperti diare, tifus, dan lain-lain.

Tanggap Darurat Bencana Banjir di Garut Selama 2 Pekan

TEMPO.CO, Jakarta –  Masa tanggap darurat pascabanjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat ditetapkan selama dua pekan.

“Langsung dua minggu ya,” kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman seusai memimpin rapat koordinasi penanganan banjir dan longsor di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Garut, Sabtu, 16 Juli 2022.

Dia mengatakan, setelah tanggap darurat akan ada masa rehabilitasi dan rekonstruksi. “Makanya tadi untuk pengusulannya (anggaran) juga kami pisahkan, untuk tanggap darurat berapa, untuk rehab rekonnya berapa,” kata Helmi.

Ia mengatakan, penetapan status darurat selama dua pekan itu diputuskan bersama oleh Bupati Rudy Gunawan, BPBD Garut, dan Provinsi Jawa Barat, serta perwakilan dari DPRD setempat.

Helmi menyampaikan, Pemkab Garut saat ini masih terus mengumpulkan data kerugian dan apa saja yang terdampak bencana banjir dan longsor, begitu juga mendata kebutuhan masyarakat yang menjadi korban bencana.

Ia menyebutkan, laporan sementara di lapangan ada 32 desa/kelurahan dari 14 kecamatan yang terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah perkotaan maupun daerah lainnya di Kabupaten Garut.

“Kami instruksikan pada kepala desa maupun RT dan RW untuk memberikan data yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan, karena data tersebut nantinya menjadi dasar penyaluran bantuan,” katanya.

Helmi menyampaikan, hasil peninjauan langsung ke daerah terdampak banjir kondisinya butuh perhatian dari pemerintah, untuk itu pemerintah menyiapkan program dan bantuan langsung kepada korban banjir.

Ia menyampaikan, bantuan yang sudah didistribusikan di antaranya penyediaan air bersih, kemudian makanan yang menjadi kebutuhan dasar bagi korban banjir.

Ia mengapresiasi masyarakat sekitar dengan bergotong royong turut membantu tetangganya yang menjadi korban banjir, sehingga bebannya lebih ringan untuk membersihkan rumah dan lingkungan sekitar.

“Saya ucapkan terima kasih warga di sini yang dari tetangganya sudah bantu, kemudian juga masyarakat di sini langsung bikin dapur umum, dan ada permintaan untuk dibikin dapur umum di sini, insya Allah di sini ada tanahnya, kita bikin dapur umum,” kata Helmi saat meninjau daerah banjir di Dayeuh Handap, Kecamatan Garut Kota.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut telah menyebabkan banjir melanda sejumlah kecamatan, termasuk daerah perkotaan Garut yang wilayahnya berada di sekitar bantaran Sungai Cimanuk.

Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa hanya menggenangi rumah dan penghuninya terpaksa mengungsi untuk menghindari bahaya dampak banjir.

Kabupaten Bogor Dilanda 21 Bencana Alam Didominasi Banjir

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR— Hingga Sabtu (16/7/2022) pagi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KabupatenBogor mencatat ada 21 kejadian bencana alam yang terjadi, mulai kemarin malam hingga pagi ini. Dari 21 kejadian, banjir merupakan kejadian yang paling banyak terjadi dengan total 11 kejadian.

Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin, mengatakan ada sejumlah kecamatan se-Kabupaten Bogor yang dilanda banjir mulai dari malam hingga pagi ini. Daerah yang dilanda banjir ialah, Kecamatan Dramaga, Kemang, Sukaraja, Rancabungur, Bojonggede, Gunung Putri, Cibinong, Cigudeg, dan Jasinga.

Menurut Jalaludin, setiap desa yang terdampak banjir memiliki ketinggian air yang berbeda-beda. Kendati demikian, satu per satu wilayah terdampak banjir kini sudah surut.

“Ketinggian air bervariasi setiap desa. Semua wilayah sampai pagi ini sudah mulai surut. Sisanya tinggal Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri yang masih dalam pengawasan,” kata Jalaludin kepada Republika, Sabtu (17/7/2022).

Saat ini, kata dia, rata-rata warga perlu menjemur peralatan rumah tangga yang basah dan terendam. Lantaran banjir yang melanda ada yang mencapai ketinggian dada orang dewasa.

Sedangkan, lanjut Jalaludin, untuk kejadian longsor tercatat ada sembilan kejadian di sejumlah kecamatan. Yakni Kecamatan Dramaga, Kemang, Cilebut, Cibinong, Gunung Putri dan Citeureup.

“Salah satu rumah di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, dikosongkan khawatir terjadi longsor susulan,” tambahnya.

Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Aris Nurjatmiko, mengatakan salah satu titik banjir di Perumahan Ambar Waringin, Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bojonggede mengalami banjir hingga setinggi dada orang dewasa.

“Iya benar di beberapa lokasi,” ujarnya.

Dari data BPBD Kabupaten Bogor, di perumahan tersebut 140 rumah terdampak banjir. Rumah tersebut diisi oleh total 140 Kepala Keluarga (KK) dengan 560 jiwa. Sementara itu, jika ditotal jumlah warga Kabupaten Bogor yang terdampak bencana alam sebanyak 4.084 KK dengan 16.240 jiwa.

Ibu Kota Pakistan Terendam Banjir usai Hujan Turun Tiga Jam

REPUBLIKA.CO.ID, KARACHI — Hujan deras menyebabkan banjir dan kerusakan yang meluas di ibu kota keuangan Pakistan, Karachi, pada Senin (11/7/2022). Air bahkan membanjiri kawasan bisnis kota tersebut. 

Kepala Menteri Provinsi Sindh Murad Ali Shah mengatakan sebagian besar underpass terendam banjir dan tidak ada tempat untuk memompa air. Dia mengatakan hujan 126mm yang belum pernah terjadi sebelumnya telah turun dalam tiga jam.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif menawarkan setiap dukungan yang mungkin untuk pemerintahan Karachi. “Sangat sedih dengan kerugian tragis akibat hujan deras di Karachi,” katanya di Twitter. 

Jalan-jalan di daerah mewah seperti kompleks Defense Housing Authority (DHA) dan Clifton terendam banjir, dengan air yang merendam rumah-rumah. Jalan-jalan utama Karachi yang menampung lembaga keuangan dan kantor pusat bank termasuk bank sentral Pakistan juga terendam banjir. Layanan penyelamatan menggunakan perahu untuk menjangkau orang-orang yang terdampar.

Jalan raya yang menghubungkan Kota Quetta ke Karachi juga ditutup untuk lalu lintas karena sebagiannya tersapu oleh banjir bandang. Di provinsi Balochistan barat daya, sekitar selusin desa di distrik Lasbela terendam saat Sungai Winder meluap dan air membanjiri rumah-rumah.

Angkatan Laut Pakistan juga mengambil bagian dalam operasi bantuan dan penyelamatan. Pejabat pemerintah Farhan Suleman Ranjho menyatakan Angkatan Laut dan pejabat setempat sejauh ini telah menyelamatkan sekitar 500 orang dan pemerintah daerah dari desa-desa yang terkena dampak.

Satu kematian telah dikonfirmasi dalam hujan monsun terbaru, menambah 29 yang dilaporkan sejak mulai terjadi bulan lalu. Pekan lalu 64 kematian terjadi di berbagai bagian provinsi Balochistan saat delapan bendungan jebol akibat banjir.