VIVAnews.com – Baru setahun pasca erupsi akhir 2010 lalu, kini kantung magma Gunung Merapi sudah kembali terisi. Proses terisinya kembali kantung magma sangat cepat, lebih cepat dibandingkan pengisian magma sejumlah gunung api di Jepang.
Yang menjadi tanda tanya besar, akankah Merapi bakal kembali meletus?
Banjir lahar dingin telah menerjang Dusun Gempol, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Sebanyak 173 kepala keluarga yang tinggal di sepanjang aliran Kali Putih kehilangan harta benda karena tertimbun material merapi.
Sejatinya, Kali Putih lama telah dimatikan dan dibelokkan ke arah lain. Namun demikian saat banjir lahar dingin berlangsung, aliran material Merapi justru melewati aliran Kali Putih ini sehingga banjir lahar dingin menerjang rumah warga. Lahar dingin dari Kali Putih juga sempat memutus akses jalan Yogyakarta-Semarang.
KLATEN–MICOM: Sebanyak 485 personel dari berbagai instansi siaga apabila terjadi bencana di Kota Yogyakarta. Kesiapsiagaan tersebut ditampilkan dalam gelar apel siaga bencana di Balai Kota Yogyakarta, Selasa (8/11). Kota Yogyakarta memasuki musim hujan ini berpotensi mendapat limpahan banjir lahar dingin akibat erupsi Gunung Merapi 2010 yang lalu. Dari sungai-sungai yang ada, Sungai Code menjadi sungai yang rawan terjadi banjir lahar dingin.
“Apel siaga ini bukan berarti Kota Yogyakarta siaga 1,” terang Wakil Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Selasa (8/11).
Apel ini hanya mengonsolidasi dan mengordinasi kekuatan yang ada bersama pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat.
Manado (ANTARA News) – Gunung Lokon di Provinsi Sulawesi Utara kembali muntahkan debu vulkanis setinggi 400 meter, Senin.
“Letusan tersebut terjadi pukul 15.07 WITA. Letusannya kami kategorikan kecil,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina, di Manado.
Ia mengatakan, letusan yang terjadi sore itu rentetan letusan yang terjadi sebelumnya sejak subuh.
Gempa bumi berkekuatan 5,0 Skala Richter melanda Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) Selasa (8/11) pagi ini. Gempa ini dinyatakan tidak berpotensi tsunami.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa terjadi pada pukul 09:41 WIB. Lokasi gempa tercatat di 126 kilometer sebelah Tenggara Ende, NTT pada kedalaman 10 km.
Namun sejauh ini belum ada informasi kerusakan materi maupun jatuhnya korban akibat gempa.
Bangkok (ANTARA News) – Bencana banjir terburuk di Thailand dalam 50 tahun terakhir telah menelan korban tewas sebanyak 506 jiwa, kata pernyataan resmi Departemen Pencegahan Bencana dan Mitigasi Thailand, Ahad.
Seperti yang dilaporkan kantor berita Xinhua, banjir yang terjadi sejak akhir Juli itu telah melanda lebih dari sembilan juta orang di 64 propinsi, atau lebih dari empat-perlima dari wilayah negara tersebut. Selain itu, banjir telah menerjang puluhan ribu industri, sehingga lebih dari 600.000 orang terancam kehilangan pekerjaan mereka.
Xinhua juga melaporkan, meskipun banjir sudah mulai surut di beberapa provinsi bagian hulu, namun masih melanda di 25 provinsi di wilayah bagian timur laut dan pusat, termasuk ibu kota Bangkok. Banjir diperkirakan telah merendam 1,2 juta rumah atau 3,2 juta orang.
JAKARTA, KOMPAS.com– Kementerian Kesehatan akan memprioritaskan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat korban banjir di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Hal ini terutama untuk mengantisipasi kejadian luar biasa penyakit yang biasa ditemukan pascabanjir.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama menyampaikan hal itu melalui surat elektronik yang diterima Kompas, Senin (7/11/2011), di Jakarta.
Dalam pengumuman resmi pemerintah Thailand terbaru disebutkan lebih dari 500 orang tewas akibat banjir yang melanda negeri itu. Jumlah ini meningkat sebanyak 60 orang dari pengumuman sehari sebelumnya.
Sementara air kotor dari sungai dan tempat lain terus menggenangi Bangkok termasuk daerah-daerah yang sebelumnya diperkirakan akan aman dari terjangan bah.
Cuaca dilaporkan membaik, namun petugas kota masih berupaya keras menghalau luapan air yang menyerbu masuk ibukota dari arah utara Bangkok.
Meski demikian menurut pejabat resmi, hanya sekitar 20 persen dari wilayah ibukota yang terendam air meski warga tetap mengkhawatirkan akan munculnya wabah penyakit akibat tumpukan sampah, bangkai hewan serta limbah industri yang terbawa air.
kompas.com – Gunung Lokon di Provinsi Sulawesi Utara kembali meletus lima kali pada Senin (7/11/2011) dari pukul 00.00 hingga 06.00 Wita.
“Letusannya masih dipicu letusan yang terjadi tanggal 26 Oktober 2011,” ujar Farid, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu, di Kakaskasen, Kota Tomohon.
Lima letusan ini, dijelaskan Farid, terjadi pada pukul 00.09 Wita, 00.43 Wita, 00.57 Wita, 01.45 Wita, dan 05.51 Wita. Ketinggian debu letusan diperkirakan 250-300 meter dari kawah Tompaluan, Gunung Lokon.
“Debu letusannya jatuh ke arah barat. Kami memperkirakan hanya jatuh di areal perkebunan,” katanya.
TOMOHON–MICOM: Gempa embusan masih mendominasi aktivitas kegempaan Gunung Lokon di Sulawesi Utara (Sulut) sejak Jumat (4/11) hingga Sabtu (5/11).
“Sejak kemarin, kegempaan masih didominasi gempa embusan dibanding dengan gempa vulkanik yang frekuensi sebelumnya jauh lebih banyak,” kata Warno, staf Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Sulut, Sabtu (5/11).
Dia mengatakan amplitudo embusan yang terjadi kerap mencapai 45 milimeter mengindikasikan intensitas asap yang keluar dari kawah Tompaluan, Gunung Lokon, masih disertai debu vulkanik cukup banyak.