Longsor di Bandung Barat, Tiga Orang Tewas

Longsor di Bandung Barat, Tiga Orang Tewas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  —  Bencana tanah longsor terjadi di Desa Cirawuga, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (14/11). Bencana tersebut menyebabkan korban jiwa sebanyak tiga orang.
 
Ketiga korban meninggal bernama Arifin (35 tahun), Lilis (35 tahun), dan Agil, seorang anak kecil berusia 4 tahun. Sedangkan korban dengan luka berat ada dua orang atas nama Mariah (40 tahun) dan Wawan (35 tahun).
 
“Para korban saat ini sudah dirawat di Rumah Sakit Umum Cibabat Cimahi. Satu di antaranya berada dalam keadaan kritis,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, melalui pesan Blackberry-nya.
 
Sementara itu kerugian materiil akibat bencana tersebut adalah satu uni rumah yang mengalami rusak berat.
 
Pagi ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat sudah berada di lokasi bencana serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan darurat bencana. “BPBD masih melakukan pendataan baik korban maupun kerusakan materiil,” kata Sutopo.
 
Bencana tanah longsor tersebut adalah bencana kedua yang terjadi Senin lalu. Beberapa jam sebelumnya gempa sebesar 6,4 SR terjadi di Barat Daya Labuha, Maluku Utara. Sejauh ini BPBD Maluku Utara masih melakukan koordinasi terkait dampak gempa yang tidak berpotensi tsunami tersebut.
 
Gempa tersebut sempat membuat warga di Kota Ternate panik dan keluar rumah. Meskipun demikian saat ini aktivitas warga Ternate sudah normal.
 

Sumber: Republik.co.id

Gempa Kembali Guncang Turki

alt

Gempa Kembali Guncang Turki

alt

ANKARA– Gempa kembali guncang Turki hari ini. Gempa berkekuatan 5,2 skala richter (SR) ini melanda Provinsi Van yang sebelumnya sudah hancur dilanda gempa.

Tidak ada korban ataupun kerusakan yang dialami dalam gempa terbaru. Sementara pusat gempa dilaporkan berada di Desa Mollakasim.
Sebelumnya gempa dahsyat melanda Turki bulan lalu dengan kekuatan 7,2 SR. Gempa tersebut menewaskan 644 jiwa di Provini Van. Pekan lalu, gempa berkekuatan 5,7 SR juga terjadi di kota yang sama dan hampir 30 orang.
Banyak warga yang selamat dari gempa keluar dari kota tersebut. Mereka takut untuk kembali ke rumah mereka, karena tingkat kerusakan yang parah.
“Kota itu seperti kota hantu. Hampir semua bangunan tidak dapat digunakan,” ucap Gubernur Provinsi Van Munir Karaloglu seperti dikutip Associated Press, Selasa (15/11/2011).
Saat ini, warga yang selamat pun dihadapkan pada cuaca dingin yang melanda. Menurut Kantor Berita Anatolia, cuaca di Turki saat ini mencapai minus 15 derajat celcius. Cuaca dingin itu melanda kota Ercis yang kerusakan akibat gempa dahsyat.
Sementara gempa susulan yang melanda 23 Oktober lalu dan menyebabkan sebuah hotel tempat para jurnalis dan regu penyelamat asing menginap.
Regu penyelamat yang dibantu oleh rekan jurnalis yang terperangkap di Hotel Bayram, terus menggali puing-puing hotel yang roboh akibat gempa. Korban tewas juga ditemukan di Hotel Aslan.
Pihak berwenang setempat sudah menghentikan proses pencarian korban di Hotel Aslan pada Jumat sore waktu setempat. Saat ini mereka lebih memfokuskan pencarian pada Hotel Bayram.
Tidak diketahui berapa orang yang terperangkap dalam hotel itu. Pekerjaan mereka makin dipersulit dengan turunnya salju di lokasi gempa.
(faj)

Sumber: Okezone.com

Gempa 6,4 Skala Richter Guncang Halmahera

Gempa 6,4 Skala Richter Guncang Halmahera

HALMAHERA–MICOM: Gempa bumi berkekuatan 6,4 skala Richter terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (14/11), sekitar pukul 13.05 Wita.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan pusat gempa berjarak 69 kilometer arah barat daya Labuha, Maluku Utara.

Pusat gempa itu berada pada kedalaman 10 kilometer dan berlokasi di 0.93 lintang selatan dan 126.91 bujur timur.

Kepanikan terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah Labuhan. Banyak pasien berhamburan ke luar rumah sakit. Hingga saat ini, mereka enggan kembali karena takut terjadi gempa susulan.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat masih memantau ke lokasi gempa. Belum dilaporkan soal korban jiwa dan kerusakan akibat bencana tersebut.(MTV/OL-11)

Maluku Utara Digoyang Gempa 6,4 SR

Maluku Utara Digoyang Gempa 6,4 SR

Jakarta – Gempa menggoyang kawasan Maluku Utara. Kekuatan gempa terdeteksi 6,4 Skala Richter (SR). Gempa dengan kedalaman 10 km ini tidak menimbulkan tsunami.

Informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan, gempa terjadi pada Senin (14/11/2011) pukul 11.05 WIB.

Lokasi gempa berada di 0,93 lintang selatan dan 126,91 bujur timur. Gempa ini terjadi di 69 km baratdaya Labuha Maluku Utara, 162 km Timurlaut Sanana Maluku, 196 km baratdaya Ternate Maluku Utara, 326 km Tenggara Bitung Sulawesi Utara, dan 2.305 km Timurlaut Jakarta.

Pusat gempa berada di laut 69 km barat daya Labuha. Gempa dirasakan pada skala IV-V MMI di Labuha, dan II-III MMI di Ternate

2.024 Desa di Jateng Rawan Longsor

2.024 Desa di Jateng Rawan Longsor

TRIBUNNEWS.COM– Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Teguh Dwi Paryono, meminta kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk waspada karena sudah mulai musim hujan.

“Masyarakat dan aparat yang ada di daerah longsor, harus waspada kemungkinan terjadinya bencana, terlebih pada tahun 2011 adanya siklus hujan musim lima tahunan,” kata Teguh, di Semarang, Minggu (13/11/2011).

Selain siklus musim hujan lima tahunan, berdasarkan pemetaan oleh Dinas ESDM pada 2010, menurut Teguh terjadi perubahan penambahan daerah rawan longsor yang sangat mencolok.

“Pemetaan kami pada 2002 ada 27 kabupaten dan kota, 117 kecamatan dan 538 desa yang rawan longsor, dan sedangkan pada 2010 ada 27 kabupaten atau kota, 280 kecamatan dan 2024 desa rawan longsor,” beber Teguh melalui pesan singkat, yang dikirim ke Tribun Jogja.

Perubahan tersebut, Teguh melanjutkan karena adanya perubahan tata guna lahan yang dilakukan oleh manusia dan iklim ekstrim di mana disertai curah hujan yang tinggi.

“Data kami, kejadian tanah longsor lima tahun lalu ada 109 kejadian dan menelan 74 korban jiwa, lalu faktor utama terjadinya tanah longsor adalan air dan kondisi geologi berupa batuan dan struktur tanah,” papar Teguh.

Pihaknya telah melakukan perbagai tindakan antisipasi, di antaranya adalah sosialisasi dan pemasangan patok monitoring tanah longsor. (*)


Sumber: Tribun Jogja
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

Persamaan Banjir Bangkok dan Banjir Jakarta

Persamaan Banjir Bangkok dan Banjir Jakarta

Jakarta – Banjir besar yang melanda Bangkok disebabkan oleh ekploitasi air tanah besar-besaran yang menyebabkan turunnya permukaan tanah. Diperkirakan air akan terus menggenangi kota untuk jangka waktu lama. Penduduk Kota Bangkok tinggal di tanah endapan (delta) yang dibentuk oleh Sungai Chao Phraya. Di bawah delta ini terdapat lapisan akifer yang menjadi tandon air raksasa bagi penduduk kota. Selama puluhan tahun terakhir penduduk Bangkok hanya menggunakan air tanah sebagai sumber air bersih.

“Padahal terdapat hubungan antara konsumsi air tanah dan penurunan permukaan tanah,” kata peneliti dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Robert M. Delinom dalam percakapannya dengan Tempo usai pengukuhan dirinya menjadi profesor riset di Jakarta, Jumat, 11 November 2011.

Menurut pria yang aktif meneliti delta Sungai Chao Phraya ini, penurunan permukaan tanah Kota Bangkok sampai posisi terendah Oktober lalu. Ketika itu permukaan air sungai lebih tinggi dari permukaan tanah, mengakibatkan air sungai meluap ke kota.

Banjir akibat penurunan permukaan tanah berdampak fatal. Berbeda dengan banjir umumnya, sangat sulit menguras air agar keluar dari kota. “Penanganannya butuh kerja luar biasa. Banjir bisa berlangsung hingga beberapa pekan bahkan beberapa bulan mendatang,” tutur dia.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membangun bendungan kuat di pinggir sungai. Cara ini berfungsi menahan bertambahnya air sungai masuk ke kota. Setelah itu barulah pemerintah menciptakan drainase baru untuk memompa air dari darat ke sungai atau laut.

Bangkok sendiri memiliki kemiripan dengan Jakarta. Kedua ibu kota negara ini sama-sama terbentuk dari tanah endapan sungai. Beruntung, Jakarta memiliki struktur geologi lebih kompleks sehingga penurunan permukaan tanah tak akan sehebat yang terjadi di Bangkok.

Meski tak akan mengalami banjir akibat penurunan tanah, banjir Jakarta berasal dari penyebab berbeda. Penyebab pertama datang dari air kiriman dari Bogor. Hal ini wajar terjadi mengingat terjadinya penurunan luasan daerah resapan air di Kota Hujan.

Penyebab kedua banjir Jakarta berasal dari kemunculan bendungan bawah tanah yang memanjang dari barat ke timur di selatan Jakarta. Bendungan ini terbentuk oleh struktur geologi kedap air yang menghalangi turunnya air tanah dari kawasan tinggi ke laut. Akibatnya, kawasan di atas bendungan alam seperti Cibubur, Depok, Pasar Minggu, dan Serpong lebih cepat mengalami kejenuhan dan air akan meluncur deras dari kawasan ini.

Pemerintah Kota Jakarta bisa mencegah terjadinya banjir dengan menciptakan sistem drainase yang lebih bagus sehingga membantu air mengalir ke laut. Selain itu Pemerintah Jakarta diingatkan untuk menjadikan daerah resapan air sebagai bagian vital dalam manajemen kota.

Beberapa daerah resapan kini mengalami alih fungsi menjadi kawasan perkantoran dan perumahan, sehingga volume air yang masuk melalui daerah penyerap air berkurang drastis. Dari sinilah terbentuk genangan yang kemudian meluas menjadi banjir Jakarta. ANTON WILLIAM TEMPOINTERAKTI

Gempa 5,3 Skala Richter Guncang Tual

Gempa 5,3 Skala Richter Guncang Tual

AMBON–MICOM: Gempa tektonik berkekuatan 5,3 Skala Richter mengguncang Kota Tual dan kabupaten Maluku Tenggara pada Senin (14/11) pagi, sekitar pukul 08.14 WIT atau 06.14 WIB.

Kepala Stasiun Geofisika Ambon Benny Sipolo, Senin (14/11), mengatakan pusat gempa di 5.84 Lintang Selatan – 130.96 Bujur Timur.

Gempa yang mengagetkan warga di dua daerah itu berada di 199 KM arah Barat Daya kota Tual. Gempa terjadi pada kedalaman 140 km di bawah laut.

Benny memastikan gempa tersebut tidak  menimbulkan gelombang pasang atau tsunami.

Ketua DPRD kota Tual Rudolf Marthen Waremra mengakui gempa tersebut mengakibatkan warga di sana kaget dan berlarian keluar rumah, terutama di bangunan bertingkat.

Mereka khawatir terjadi gempa susulan maupun kemungkinan terjadi bangunan runtuh atau retak.

Gempa yang terjadi saat para PNS, swasta dan TNI maupun Polri bergegas hendak ke kantor itu mengakibatkan warga berlarian ke daerah ketinggian.

“Tidak ada gempa susulan, maka aktivitas kembali normal sebagaimana biasa,” tandas Waremra.

Benny mengatakan, Provinsi Maluku merupakan salah satu daerah rawan gempa dan tsunami karena terletak pada pertemuan tiga lempeng besar yakni Pasifik, Indo-Australia dan Eurasia.

“Lempeng Indo Australia masuk ke bawah Eurasia, bertemu dengan Lempeng Pasifik sehingga mengakibatkan patahan yang tidak beraturan,” katanya.

Daerah-daerah rawan gempa di Maluku di antaranya wilayah-wilayah bagian tenggara, Pulau Ambon, Seram dan Buru. Sedangkan pusat patahan di antaranya berada di Laut Ambon dan Seram Bagian Barat (SBB). (Ant/OL-12)

Korban Gempa Kedua Turki terus Bertambah

detik.com – Korban jiwa terus bertambah akibat gempa yang kembali mengguncang Turki pada Rabu, 9 November lalu. Sementara sekitar 100 orang masih tertimpa reruntuhan bangunan menyusul gempa berkekuatan 5,7 Skala Richter (SR) yang menggoyang wilayah Turki timur.

Menurut paramedis Turki, seperti diberitakan Reuters, Kamis (10/11/2011), sejauh ini 7 orang dilaporkan tewas. Sebanyak 23 orang berhasil diselamatkan dari puing-puing gedung namun sekitar 100 orang lainnya belum ditemukan. Mereka diyakini tertimpa reruntuhan gedung.

Continue reading

Gempa kembali Landa Turki Timur, 7 Orang Tewas

BELUM selesai duka akibat gempa 7,2 pada skala Richter (SR) yang menewaskan 600 orang tiga pekan lalu, rakyat Turki kembali dikejutkan gempa di bagian timur negara mereka. Kali ini gempa berkekuatan 5,7 SR mengguncang Distrik Edremit, sekitar 16 km di selatan Kota Van.

Wakil Perdana Menteri Turki Bersi Atalay menerangkan, gempa telah meruntuhkan 25 bangunan. Namun, ujar Atalay, hanya tiga bangunan runtuh yang di dalamnya terdapat banyak orang. “Dua hotel dan satu blok rumah runtuh,” kata Atalay saat meninjau Bayram Hotel, salah satu hotel yang rubuh.

Continue reading

Gempa 5,5 SR Juga Guncang Turki

Ankara, Seruu.com  – Gempa berkekuatan 5,5 skala Richter (SR) mengguncang Turki Timur, tepatnya di Desa Kaustuk, Kota Adilcevaz, Provinsi Bitlis, Rabu pagi, sekitar pukul 00:05 waktu setempat atau 05.05 WIB. Sejauh ini tak ada laporan korban jiwa. Pusat gempa berada pada kedalaman 9,40 kilometer. Semula gempa tersebut ditetapkan berada pada 38,7143 Lintang Utara dan 43,1330 Bujur Timur.