Fukushima Diguncang Gempa

Fukushima Diguncang Gempa


NEW YORK – Gempa bumi berkekuatan 5,2 skala richter (SR) mengguncang prefektur bagian timur laut Jepang, Fukushima yang juga sempat dilanda bencana terburuk.

Gempa bumi tersebut mengguncang Prefektur Fukushima, Jepang pada pukul 02.00 waktu setempat, titik gempa berada di sebuah pesisir pantai di dekat Kota Iwaki yang terletak sekira 186 kilometer dari Tokyo. Belum ada informasi mengenai kerusakan atau pun korban dalam gempa bumi tersebut. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Rabu (26/10/2011).

Fukushima memang menjadi wilayah yang sering kali dilanda gempa. Pada 12 Agustus lalu, wilayah ini juga dilanda gempa berkekuatan 5,9 SR pada pukul 03.23.

Pada Maret lalu, Fukushima dilanda gempa bumi dan juga bencana tsunami yang menewaskan 21 ribu orang. Gempa yang disertai tsunami tersebut menimbulkan krisis nuklir saat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi mengalami kerusakan amat sangat parah.

Pascabencana tersebut, warga Jepang pun tampak sengsara karena radiasi tersebar di wilayah sekitar Fukushima yang merupakan area peternakan. Peternak sapi asal Fukushima bahkan mengalami kerugian karena daging-daging asal Fukushima dilarang beredar karena dikhawatirkan sudah tercemar dengan radiasi nuklir.(rhs)

Korban Gempa Turki Tercatat 279 Jiwa Meninggal

Tim penyelamat Turki diliputi putus asa untuk menemukan para korban yang masih hidup, Selasa (25/110). Setelah gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter (SR) mengguncang Turki sebelah timur pada Minggu (23/10), korban gempa Turki telah mencapai jumlah 279 jiwa. 

Harapan penolong semakin pudar untuk menemukan korban di antarareruntuhan. Namun mereka tetap bekerja dengan lampu sorot mengais-ngais puing-puing  bangunan. Para pekerja penyelamat masih bergegas untuk menemukan korban selamat saat warga mengungsi di tengah udara terbuka yang dingin membeku. 

Continue reading

Gempa Besar Ancam Kota Bandung

Gempa Besar Ancam Kota Bandung

BANDUNG–MICOM: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jawa Barat menyatakan patahan Lembang berpotensi memicu terjadi gempa besar.

“Kami mengkhawatirkan gempa besar bisa terjadi dari patahan Lembang, seperti gempa Yogyakarta pada 27 Mei 2006 yang pusat gempanya di darat yaitu di patahan Opak,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Jabar Dadang Abdulrahman Ronda, Senin (24/10).

Kekhawatiran Dadang muncul karena pusat gempa Yogyakarta pada 2006 berada di darat, tepatnya di patahan Opak. Menurut para ahli pergerakan patahan Lembang per tahun enam milimeter atau lebih besar dibanding patahan Opak.

“Prediksi para ahli pada 160 tahun lalu pun mengatakan patahan Lembang berpotensi mengguncang Kota Bandung dengan kekuatan gempa mencapai delapan skala Richter,” katanya.

Ia mengatakan akibat gempa Yogyakarta pada 2006 saja jumlah korban meninggal mencapai sekitar 6.000 orang. “Yang menjadi fokus kita saat ini, sejauh mana Pemerintah Kota Bandung dalam mengantisipasi dan mempersiapkan segalanya terhadap kemungkinan terjadi gempa dari patahan Lembang,” kata Dadang.

Menurut dia, keberadaan Kota Bandung di atas tanah endapan bekas danau purba menjadi kekhawatiran bahwa potensi jumlah korban gempa bisa sangat banyak, meski pusat gempa berada jauh dengan kekuatan kecil.

“Bandung itu dulunya bekas lumpur, sekali diguncang gempa, tanahnya pasti akan rapuh. Hal itu yang patut kita waspadai,” katanya.

Dengan demikian, ia berharap Pemkot Bandung segera menyiapkan semua itu. Salah satunya dengan segera membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kehadiran BPBD selain dibutuhkan untuk antisipasi dan penanggulangan, badan ini juga berfungsi untuk melakukan pendataan yang nantinya akan diserahkan ke pemerintah pusat sebagai bahan acuan Kementerian Keuangan untuk memberikan bantuan,” katanya.

Dadang mengatakan pembentukan BPBD Kota Bandung bukan kehendak BNPB Jawa Barat, melainkan sudah sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 dan Permendagri Nomor 26 Tahun 2008 yang menyatakan setiap kota dan kabupaten di Indonesia harus memiliki BPBD. (Ant/OL-06)

Ratusan Korban Gempa Turki Masih Terperangkap

Ratusan Korban Gempa Turki Masih Terperangkap


Metrotvnews.com, Ankara: Ratusan korban gempa Turki berkekuatan 7,6 skala richter (SR) Ahad (23/10) lalu, masih terjebak dalam reruntuhan bangunan di kota Van, Turki. Hingga kini tim search and rescue (SAR) terus melakukan proses evakuasi penyelamatan korban.

Hari ini, Senin (24/10), regu penyelamat terus berjuang menggali puing-puing bangunan guna menemukan korban selamat. Warga yang terhindar dari gempa turut membantu proses pencarian meski tanpa peralatan memadai.

Sementara itu, suhu udara di kota Van terus menurun mendekati titik beku. Kondisi ini pun diperkirakan dapat menganggu proses percarian korban.

Selain mengevakuasi korban yang terperangkap, tim SAR juga membawa tenda untuk perlindungan, selimut, makanan, dan air bagi korban selamat.

Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, memastikan 200 orang tewas dan 350 lainnya terluka. Tim SAR memperkirakan korban masih akan bertambah mengingat masih banyak yang terjebak di puluhan gedung runtuh. Kebanyakan korban dilaporkan berada di kota Ercis, dekat perbatasan Iran, yang terkena dampak terparah gempa. (*)

Jembatan Darurat di Magelang Hanyut

Jembatan Darurat di Magelang Hanyut

MAGELANG, KOMPAS.com – Beberapa jembatan darurat terbuat dari bambu di Sungai Pabelan Kabupaten Magelang yang berhulu di Gunung Merapi hanyut akibat aliran air di sungai tersebut meningkat.

Berdasarkan pantauan di Magelang, Senin (24/10/2011), hujan deras yang terjadi di sekitar Gunung Merapi pada Minggu malam membuat aliran air di sejumlah sungai meningkat, mengakibatkan jembatan darurat di Tlatar, Gondosuli, dan Srowol hanyut.

Jembatan bambu atau sesek tersebut dibangun masyarakat secara swadaya untuk mengganti jembatan permanen yang putus akibat diterjang banjir lahar dingin Gunung Merapi. Akibat jembatan darurat hanyut para pengguna jalan khususnya pengendara sepeda motor terpaksa berbalik arah dan mereka harus memutar puluhan kilometer untuk ke tempat tujuan.

Seorang warga Desa Adikarto, Muntilan, Masdiyanto (27) terpaksa membalikkan arah sepeda motornya ketika mengetahui jembatan darurat di Srowol yang biasa dia lewati telah hilang. “Saya tidak tahu kalau jembatannya hanyut. Masalahnya untuk menuju Mungkid kalau harus memutar lewat Jalan Raya Muntilan cukup jauh,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, hal ini dialami oleh banyak warga yang ingin melintas dan belum mengetahui bahwa jembatan tersebut telah hanyut.

Warga Dusun Srowol, Desa Progowati, Kecamatan Mungkid, Daru (50), mengatakan jembatan darurat sebagian hanyut ketika ada aliran cukup deras setinggi sekitar satu meter di sungai tersebut. “Kalau tidak segera diambil malah hanyut semua, masalahnya airnya mencapai sekitar satu meter,” tuturnya.

Banjir Menerjang Bangkok Airport

Banjir di Bangkok telah mencapai Bandara Don Muang, merupakan salah satu dari dua ibukota Thailand. Banjir juga mencapai  bandara utama dan Kantor Komando Penganggulangan banjir, ini mungkin akan menyebabkan kantor komando harus pindah ke lokasi lain.

Selain Don Muang, warga di lima daerah lain harus mempersiapkan diri untuk banjir, mereka memindahkan barang-barang  ke lantai atas dan tinggal di pusat-pusat evakuasi, Gubernur Sukhumbhand Paribatra mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada hari Senin.

Continue reading

Diterjang Banjir Lahar, Lima Jembatan Darurat Rusak

Diterjang Banjir Lahar, Lima Jembatan Darurat Rusak

Muntilan, CyberNews. Sebanyak lima jembatan darurat yang dibangun swadaya oleh warga di alur Kali Pabelan rusak akibat diterjang banjir lahar, Minggu (23/10) sore, sehingga mengakibatkan warga harus memutar belasan kilo meter.

Kelima jembatan darurat yang terbuat dari bahan bambu tersebut adalah jembatan Tlatar di perbatasan Kecamatan Dukun-Sawangan, jembatan Gondosuli (Sawangan), jembatan Menayu (Muntilan), jembatan Sudimoro (Muntilan), dan jembatan Srowol di perbatasan Desa Progowati (Mungkid) dan Adikarto (Muntilan).

Kondisi paling parah dialami jembatan darurat di Tlatar yang hanyut dan jembatan Srowol yang hilang separo. Dari pantauan diketahui bahwa jembatan Srowol ini terdiri dari dua bagian untuk dua arah kendaraan. Jembatan di sisi selatan hilang tak berbekas sementara jembatan di sisi utara tinggal separuh.

Adapun banjir kali ini merupakan yang pertama selama awal musim ini. Menurut Dayat, salah satu petugas penjaga jembatan Srowol, banjir yang terjadi sebenarnya tidak terlalu besar. Namun karena ada bekas penggalian pasir dengan menggunakan alat berat maka aliran banjir terpusat.

“Banjir sebenarnya tidak besar. Apalagi ini masih awal musim hujan. Namun aliran air mengumpul sehingga bagian yang dilewati banjir rusak. Kami belum bisa memperbaikinya. Mungkin besok,” kata Dayat, Senin (24/10).

Akibatnya, ratusan kendaraan yang hendak melewati jembatan harus berbelok arah. Para pengendara bisa memutar lewat rute Muntilan-Palbapang-Borobudur atau Blongkeng (Ngluwar)-Jagalan (Kalibawang)-Candirejo-Borobudur.

Dayat mengatakan jika melewati jembatan para pengendara hanya akan menempuh jarak 4 km ke Borobudur namun karena harus memutar maka jarak menjadi lebih jauh 15 km. “Meski ini jembatan darurat namun manfaatnya sangat besar bagi warga,” kata dia.

Sejumlah warga yang tidak memiliki kendaraan bermotor terpaksa nekat menyeberangi jembatan darurat. Mereka meminta tolong para penambang pasir untuk membantu melewati aliran sungai Pabelan yang cukup deras.

Sementara itu, warga Desa Menayu langsung menggelar kerja bakti untuk memperbaiki jembatan yang rusak. Mereka memindah lokasi jembatan agar bisa aman dari terjangan banjir. “Kami kerja cepat agar bisa segera dilalui. Kasihan para pedagang ikan harus memutar jauh,” kata Rirodlin, salah satu warga.

BMKG: Tujuh Kecamatan di Banyuwangi Rawan Puting Beliung

BMKG: Tujuh Kecamatan di Banyuwangi Rawan Puting Beliung


BANYUWANGI | SURYA Online – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Banyuwangi memprediksikan tujuh kecamatan di kabupaten ini rawan terjadi angin puting beliung pada masa pergantian musim.

Prakirawan cuaca BMKG Banyuwangi Gigik Nurbaskoro, Senin (24/10/2011), mengatakan, tujuh kecamatan itu adalah Kabat, Singojuruh, Rogojampi, Pesanggaran, Tegaldlimo, Srono, dan Kecamatan Genteng.

“Pada masa pergantian musim dari kemarau ke hujan seperti saat ini, banyak sekali awan konvektif, sehingga menyebabkan terjadi angin kencang dan angin puting beliung di daerah-daerah terbuka seperti di tujuh kecamatan tersebut,” katanya.

Dari awan-awan konvektif itu, bisa terjadi angin kencang yang datang tiba-tiba, dan berlangsung hanya sebentar atau biasa disebut angin puting beliung yang bisa merusak bangunan.

“Apabila masyarakat melihat adanya awan yang menggumpal seperti bunga kol berwarna hitam maka segera menghindar karena ciri-ciri tersebut akan terjadinya angin puting,” imbuhnya.

BMKG mengimbau agar masyarakat bisa mengantisipasi angin puting beliung dengan memantau pergerakan dan bentuk awan. Bila awan berwarna hitam atau abu-abu menggulung, dan semakin lama semakin tinggi, maka itu tanda-tanda akan terjadi puting beliung.

Gempa di Turki Diperkiran Tewas Hingga 1000 Orang

Gempa di Turki Diperkiran Tewas Hingga 1000 Orang


JAKARTA (Pos Kota)-Korban tewas akibat gempa kuat di Turki sejauh ini telah mencapai 138 jiwa.Korban kemungkinan masih akan bertambah mengingat masih banyak korban yang terjebak di reruntuhan. Bahkan bisa mencapai 1000 orang.

Kebanyakan korban dilaporkan berada di kota Ercis, dekat perbatasan Iran, dimana lusinan bangunan runtuh akibat gempa berkekuatan 7,2 SR, Minggu (23/10).

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, yang mengunjungi kawasan Van, memastikan 138 orang meninggal, 45 di kota Ercis dan 93 di Van.

Dia menambahkan 350 orang lainnya luka-luka.”Kami bisa mendengar orang berteriak meminta tolong, kami butuh bantuan secepatnya,”kata PM Turki seperti dikutip dari BBC Indonesia.

Lebih dari 80 bangunan, termasuk asrama, runtuh akibat gempa di kota Van.
Bantuan cepat

Walikota Van Zulfikar Arapoglu mengatakan pihaknya membutuhkan bantuan secepatnya ”Kami butuh bantuan cepat, kami butuh bantuan medis,” katanya.

Kerusakan serius dan jatuhnya korban juga dilaporkan terjadi di kota Celebibag, dekat Ercis.”Ada banyak orang terjebak di bawah reruntuhan,” kata walikota Celebibag, Veysel Keser.

“Kami bisa mendengar orang berteriak meminta tolong, kami butuh bantuan secepatnya,” pintanya.

Kepala badan seismologi Turki memperkirakan ratusan orang kemungkinan tewas akibat gempa ini.

“Kami perkirakan sekitar 1.000 bangunan rusak dan perkiraan kami ratusan jiwa tewas, bisa 500 atau bahkan 1.000,” kata Mustafa Erdik, manajer umum Observatori Kandilli.

Saat malam tiba, warga kota Van dan Ercis memilih untuk tinggal di luar rumah dengan mendirikan tenda-tenda.

Sementara tim penyelamat masih melanjutkan pencarian dengan bantuan alat penerang, dan menggali dengan tangan dan sekop.

Suhu udara diperkirakan turun hingga mendekati titik beku pada malam hari sehingga bisa mengganggu pencarian korban.

Gempa juga menyebabkan saluran telepon putus dan aliran gas di sejumlah kawasan sengaja dihentikan untuk menghindari resiko kebakaran. “Kami perkirakan sekitar 1.000 bangunan rusak dan perkiraan kami ratusan jiwa tewas, bisa 500 atau bahkan 1.000?

Wartawan BBC di Instanbul melaporkan banyak tim penyelamat yang dikerahkan ke lokasi gempa.

Hakki Erskoy, dari Palang Merah Turki mengatakan bantuan dari kawasan utara dan timur Turki telah dikirim ke lokasi gempa.

Tim juga membawa tenda untuk perlindungan dan selimut, makanan dan air bagi korban.

Sampai saat ini Turki menyatakan belum memerlukan bantuan asing untuk menangani gempa ini.

Tuki merupakan salah satu negara yang rentan dengan gempa.

Dua gempa pada tahun 1999 dengan besaran lebih dari 7 Skala Richter menewaskan 20.000 orang. (BBC/b)

Gempa 7,3 SR di Turki Ancam 1.000 Orang Tewas

alt

Gempa 7,3 SR di Turki Ancam 1.000 Orang Tewas

alt

ANKARA I SURYA Online – Gempa dahsyat berkekuatan 7,3 skala richter mengguncang kota Van, Turki, Minggu (23/10/2011). Akibat gempa tersebut Sekitar 1.000 orang diperkirakan tewas tertimpa reruntuhan gedung yang rubuh.

“Diperkirakan 500 hingga 1.000 orang tewas akibat gempa,” ujar Kepala Institut Seismological Kandili di Istanbul, dalam jumpa pers.

Dalam laporan sebelumnya tidak disebutkan adanya korban tewas, namun hanya dikhawatirkan ada yang terperangkap dalam reruntuhan bangunan yang rubuh.

Akibat gempa tersebut, sekitar 50 gedung telah rubuh, termasuk sebuah asrama. “Kerusakan yang paling serius  terjadi di Ercis, sebuah distrik dengan jumlah penduduk sekitar 100.000 orang,” sebut Kandili.

Tayangan televisi memperlihatkan kepanikan para penduduk yang mencoba menggali hanya dengan menggunakan sekop dan alat gali lainnya untuk menolong orang-orang yang terperangkap dalam reruntuhan gedung bertingkat 8. Diperkirakan banyak orang harus bermalam di luar dengan suhu udara yang mencapai 3 derajat celcius. “Orang-orang panik. Layanan telekomunikasi putus. Kami tidak bisa berhubungan dengan orang lain,” ucap Wali Kota Van Bekir Kaya kepada stasiun televisi NTV.

Pemerintah Turki sendiri mengirimkan bantuan telepon satelit ke daerah yang banyak dihuni oleh suku Kurdi tersebut. Pasukan militer juga akan dikirim untuk melakukan pertolongan.