6 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga

Bandung (ANTARA) – Sebanyak enam gunung api di Indonesia berstatus siaga atau level (III) dan pengawasan intensif dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

“Saat ini ada enam gunung api berstatus siaga atau level III, terakhir Gunung Anak Krakatau naik statusnya menjadi siaga sejak 30 September 2011,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Surono ketika dihubungi di Bandung, Selasa.

Continue reading

11 Orang Tewas dalam banjir di Vietnam

Hanoi – Banjir di delta Sungai Cuu Long, Vietnam Selatan telah menewaskan 11 orang, termasuk enam anak pada Selasa, sementara banjir di provinsi tengah Quang Binh menewaskan dua orang dan melukai lima orang lainnya.

Laporan awal Komite Sentral Pengendalian Badai dan Banjir (CCSFC) pada Selasa menyebutkan, hampir 30.000 rumah terendam, ribuan hektare sawah dan tanaman hancur dan peternakan pemeliharaan ikan kebanjiran, kata laporan itu.

Continue reading

Banjir Rendam Ratusan Rumah

Banjir Rendam Ratusan Rumah


KUTACANE – Banjir kiriman dari pegunungan Leuser menerjang dua kecamatan di Aceh Tenggara, Senin (3/10) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Sedikitnya ratusan rumah terendam banjir setinggi sekitar 1,5 meter yang juga menyebabkan puluhan hektare areal tanaman dan warga bersiaga terhadap kemungkinan banjir susulan.

Bencana alam itu terjadi saat sebagian warga sedang tertidur lelap, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Agara telah mempersiapkan bantuan masa panik untuk para korban banjir yang tetap bertahan di desanya masing-masing.

Desa yang terkena banjir yakni Lawe Ijo Metuah, Kuta Lesung, Lawe Ijo Ampera, Lawe Ijo Induk dan Setia Baru yang terletak di di Kecamatan Lawe Sumur dan Bambel, Agara. Dilaporkan, pada Selasa (4/10) pagi, banjir mulai menyusut sekitar 80 cm dan terus berangsung sampai sore kemarin.

Bupati Aceh Tenggara, Hasanuddin B MM bersama Ketua DPRK M Salim Fakhri, Kepala Dinas Pengairan M Husin, dan pejaba teras lainnya meninjau lokasi banjir. Bupati Agara dalam paparannya menyatakan banjir akibat jebolnya tanggul sepanjang 20 meter.

“Kami telah mempersiapkan bantuan darurat kepada para korban banjir, termasuk mengerahkan satu unit alat berat untuk memperbaiki tanggul yang jebol,” kata Hasanuddin. Dia mengungkapkan akan membangun bronjong permanen sepanjang 30 meter agar dua kecamatan itu tidak lagi tertimpa bencana banjir.

Sementara itu, Kepala Desa Setia Baru, Sabir, kepada Serambi mengatakan, banjir akibat luapan air sungai Kinga terjadi pada Senin malam, saat sebagian warga sedang tertidur. Menurut dia, paling sedikit mendapat bencana banjir lima kali setahun. Sedangkan lahan yang terendam sekitar 80 hektare, seperti coklat, padi dan tanaman lainnya.(as)

Aktivitas Anak Krakatau Semakin Aktif

Jakarta- Istana Kepresidenan melalui Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial Bencana terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang kini semakin aktif.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Senin malam, Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial Bencana Andi Arief menyebutkan bahwa saat ini kegempaan yang muncul akibat aktivitas gunung itu semakin tinggi.

“Lonjakan kegempaannya lebih dari 1.000 persen dalam tiga hari ini. Lebih dari empat ribu kegempaan yang muncul naik, gempa dangkal dan jauh, secara menerus,” katanya.

Continue reading

Kebakaran Hutan Karet Sampit Semakin Meluas

Sampit, Kalteng – Sedikitnya 90.000 pohon karet milik petani Desa Sei Delapa, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah ludes terbakar.

“Kebun karet tersebut milik puluhan petani dan ditanam di atas lahan seluar 40 hektare lebih,” kata salah seorang pemilik kebun karet, Arbit di Sampit.

Tanaman pohon karet yang terbakar tersebut rata-rata sudah berumur tiga tahun dan diperkirakan 1-1,5 tahun lagi siap dipanen.

Kerugian yang dialami puluhan petani akibat terbakarnya tanaman pohon karet tersebut mencapai ratusan juta rupiah.

Continue reading

Gunung Anak Krakatau ditetapkan pada level Siaga

Sejak Jumat 30 September 2011 lalu, Gunung Anak Krakatau ditetapkan pada level Siaga. Ini bukan kali pertama status itu disematkan. Namun, yang luar biasa adalah aktivitas kegempaannya yang sangat tinggi. Sampai ribuan kali.

“Gempa ini relatif mengejutkan karena sedemikian tingginya. Saya nggak pernah mengamati gunung sedemikian tingginya,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono kepada VIVAnews.com, Senin 3 oktober 2011.

Continue reading

Aktivitas Gunung Lokon masih diatas Normal

Gempa vulkanik dangkal yang terjadi sebanyak 16 kali di selang waktu enam jam sejak pukul 00.00 WITA-06.00 WITA Selasa (4/10), masih mendominasi kegempaan Gunung Lokon, di Provinsi Sulawesi Utara.

“Gempa vulkanik dangkal masih tinggi dibanding gempa vulkanik dalam selang beberapa hari ini,” ujar Yudi, Staf Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Tomohon, Selasa.

Continue reading

Gempa 5,1 SR Guncang NTT

Gempa 5,1 SR Guncang NTT

Waingapu, Radar Online
Gempa berkekuatan 5,1 skala richter (SR) mengguncang Waingapu, Nusa Tenggara Timut (NTT), Selasa (04/10) sekitar pukul 06.08 WITA atau 05.08 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan terjadinya gempa berkekuatan 5,1 SR dengan pusat gempa berada di 25 kilometer timur laut Waingapu, 9,43 LS-120,28 BT dengan kedalaman 67 kilometer.

Pusat gempa juga berjarak 94 kilometer barat daya Ruteng, NTT, 113 kilometer tenggara Labuhanbajo, NTT, 164 kilometer barat daya Ende, NTT, dan 1.537 kilometer tenggara Jakarta. Gempa 5,1 SR yang terjadi di Waingapu, NTT tersebut tidak berpotensi tsunami. (ant/yeni)

 
   

Aktivitas Anak Krakatau Terus Meningkat

Aktivitas Anak Krakatau Terus Meningkat

Dalam 6 jam terakhir terjadi 1.285 kali gempa

VIVAnews – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Dalam enam jam terakhir, telah terjadi lebih seribu kali gempa di gunung yang berada di Selat Sunda ini.

“Pada tanggal 4 Oktober 2011 ini, sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB telah terjadi 1.285 gempa. Itu hanya dalam waktu enam jam,” kata Kepala PVMBG, Surono kepada VIVAnews.com.

“Pantauan visual saat tidak tertutup kabut, tidak terlihat asap yang mengkhawatirkan.”

Menurut Surono, aktivitas anak krakatau ini belum menunjukkan adanya tanda-tanda penurunan  sejak statusnya ditingkatkan menjadi siaga pada Jumat 30 September yang lalu. “Intensitas kegempaan masih sangat tinggi,” kata dia.

Dia menambahkan, pada 30 September, dalam satu hari telah terjadi sekitar 6.528 gempa pada Gunung Anak Krakatau. Tanggal 1 Oktober terjadi 6.281 gempa, tanggal 2 terjadi 5.773 gempa, dan pada tanggal 3 September telah terjadi 6.806 kali gempa. “Belum ada tanda penurunan aktivitas Anak Krakatau,” kata dia.

Namun demikian, dia meminta masyarakat yang berada di sekitar gunung ini untuk tidak panik. Pemerintah akan terus menginformasikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau ini. “Kita terus melakukan pantauan dari dua titik, di Banten dan Lampung,”kata dia. (umi)

• VIVAnews