Letusan Gunung Lokon di Provinsi Sulawesi Utara selama September 2011 sebanyak 340 kali, atau terbanyak dibanding Juni-Agustus lalu. “Pola letusan Gunung Lokon sekarang ini agak berbeda dibanding pola letusan sebelumnya. Kali ini bentuknya ’open system’, di mana pada saat ada pasokan energi, langsung dikeluarkan dalam bentuk letusan,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Farid Ruskanda Bina di Tomohon, Senin (3/10/2011).
Banjir di Kamboja mengakibatkan 150 Tewas
Pemerintah Kamboja mengatakan, 150 warganya tewas dalam bencana banjir yang terjadi sejak Agustus lalu. Kondisi serupa juga dialami oleh negara tetangganya, Thailand.
Menurut juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Kamboja Keo Vy, bencana ini merupakan yang terburuk sejak banjir yang juga melanda tahun 2000 lalu. Saat itu, banjir telah menyebabkan 374 orang tewas.
Air yang meluap dari Sungai Mekong dan di beberapa tempat lainnya, membuat sekira 217.000 hektar lahan pertanian. Selain lahan pertanian, 904 sekolah dan 361 kuil Budha juga mengalami kerusakan. Demikian diberitakan Associated Press, Minggu (2/10/2011).
25 Hektar Lereng Gunung Selamet Terbakar
Kebakaran di kawasan hutan jati dan lereng Gunung Slamet, Pemalang Jawa Tengah, sejak dua bulan terakhir mencapai 25 hektar, diduga akibat membuang puntung rokok sembarangan, serta sisa api unggun yang ditinggal pendaki.
Humas Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pemalang Mudro Wiharjo di Pemalang, Minggu, mengatakan, selama September 2011 sekitar 20 hektare hutan jati di wilayah KPH Pemalang terbakar, seluas 17 hektare terbakar pada 16 September, sedangkan tiga hektar lainnya terbakar pada akhir September lalu.
Gempa 5.0 SR Guncang Nusa Dua
Gempa 5.0 SR Guncang Nusa Dua
Metrotvnews.com, Nusa Dua: Gempa bumi berkekuatan 5.0 skala richter mengguncang wilayah Nusa Dua, Bali, Jumat (30/9) dinihari tadi. Gempa terjadi pukul 00.25 WIB.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa yang mengguncang Nusa Dua itu berpusat di 242 kilometer barat daya Nusa Dua, dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa yang mengguncang Bali itu, tidak berpotensi menimbulkan Tsunami. BMKG merilis gempa berada di 10.60 derajat lintang selatan dan 113.99 bujur timur. Hingga kini, belum diketahui dampak dari gempa tersebut.(****)
Jumlah Korban Topan Nesat Bertambah Jadi 35
Jumlah Korban Topan Nesat Bertambah Jadi 35
Manila, CyberNews. Jumlah korban tewas akibat bencana topan Nesat di Filipina terus bertambah. Saat ini, korban tewas mencapai 35 orang.
Sementara pejabat Pertahanan Sipil Filipina Benito Ramos mengatakan, banjir yang disebabkan oleh angin topan sudah mereka. Tetapi menurut Ramos, beberapa wilayah dikabarkan masih tergenang air terutama wilayah pertanian.
“Dipastikan 35 orang tewas akibat bencana ini. Pihak regu penyelamat mengerahkan perahu untuk membantu warga yang terkena efek banjir,” ujar Ramos, Kamis (29/9).
Topan ini menyebabkan rumah sakit dan hotel bintang lima juga di landa banjir. Sekitar 5.000 warga yang tinggal di sekitar Sungai Marikina diperintahkan untuk meninggalkan rumahnya karena air sungai tersebut meluap.
Dikhawatirkan korban tewas akan terus bertambah, setelah pihak berwenang mengatakan masih ada beberapa warga yang dilaporkan hilang akibat angin kencang ini yang sudah melanda dua hari.
( OKZ / CN31 )
Lima Gunung Berapi Masih Berstatus Siaga
Lima Gunung Berapi Masih Berstatus Siaga
Rabu, 28 September 2011 13:27 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA – Setelah gempa bumi di Aceh tahun 2004 semua gunung api di Indonesia meningkat kegiatannya. Karena gempa bumi menyebarkan energi . Tetapi kalau tekanan gunung api itu tidak tinggi, gunung tersebut tidak meletus.
”Itu merupakan hasil penelitian seorang ahli yang saya lupa namanya, Saya menemukan dokumen tentang hal itu baru sekitar seminggu yang lalu,” ,”kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono.
Dia mengungkapkan sekarang ada 23 gunung api di Indonesia yang aktif dan lima gunung api diantaranya dalam kondisi siaga sedangkan yang 18 dalam status waspada. ”Kalau gunung api tekanannya sudah tinggi saat terjadi gempa bumi, maka gunung tersebut langsung terganggu dan bahkan meletus karena ada tambahan energi dari gempa bumi seperti hanya Gunung Talang yang meletus tahun 2005,” jelas dia.
Setelah Gunung Talang Meletus, banyak gunung api lainnya yang meningkat kegiatanya walaupun tidak sampai meletus. Kelima gunung api di Indonesia yang kini kondisinya siaga adalag Gunung Lokon, Gunung Karangetan, Gunung Papandayan, Gunung Anakranaka dan Gunung Tambora.
Lebih lanjut dia mengatakan akibat gempa bumi di Aceh, gunung-gunung yang meletus gunung Kelud yang letusannya menjadi eksplosif, Gunung Bromo sampai sekarang masih terus meletus.. ”Gunung Sinabung yang sejak tahun 1600 tidak meletus tahu-tahu meletus,”ungkap dia.
Surono mengakui Gunung Merapi di Sumatera Barat masih terus-terusan meletus tetapi tidak membahayakan masyarakat di sekitarnya. Karena itu statusnya tidak pernah dinaikkan, masih tetap waspada hingga sekarang. Meskipun masih meletus, ekosistem di Gunung Merapi tidak terganggu, karena alam dengan alam akan cepat menyesuakan diri, kata dia
Status Papandayan Siaga 3
Status Papandayan Siaga 3
GARUT,(GM)-
Sampai saat ini, status Gunung Papandayan masih bertahan pada siaga level III dalam kondisi fluktuatif (kadang naik, kadang turun). Artinya, statusnya masih dalam keadaan aman sehingga tidak perlu dikhawatirkan.
Namun, tidak tertutup kemungkinan, sewaktu-waktu statusnya naik menjadi awas, kendati hal itu sangat tidak diharapkan berbagai pihak.
Untuk mengantisipasi terjadinya status awas yang menuntut tindakan tanggap darurat, Komando Resort Militer (Korem) 062/Tarumanagara melalui Komando Distrik (Kodim) 0611/ Garut menggelar Geladi Posko I Kodim 0611/ Garut bertempat di area perkantoran Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jabar Subunit Rumah Perlindungan Sosial Petirahan Anak, di Jalan Raya Cisurupan Km 19, Kec. Cisurupan, Kab. Garut.
Kegiatan yang diikuti berbagai elemen seperti kepolisian, Gerakan Pramuka, Taruna Bela Negara, Linmas, LSM, Orari, dll. itu akan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, dibuka Selasa (27/9) oleh Danrem 062/Tarumanaga, Kolonel Inf. Asrobudi dengan skenario meningkatkan kualitas mekanisme hubungan kerja antara komandan dengan staf, dilanjutkan dengan mengantisipasi keadaan tanggap darurat.
Menurut Asrobudi, kegiatan itu bertujuan untuk melatih prosedur hubungan komunikasi dalam penanggulangan bencana alam apabila Gunung Papandayan meletus. Kegiatan itu juga sebagai bentuk latihan bersahabat dengan alam.
“Saat ini status Gunung Papandayan masih bertahan pada siaga level III. Kendati status ini masih bisa dibilang aman, namun tidak tertutup kemungkinan sewaktu-waktu statusnya naik. Akan tetapi, tidak seorang pun bisa memastikan kapan Gunung Papandayan meletus. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita melakukan persiapan sebagai bentuk antisipasi sejak dini,” jelasnya.
Danrem mengatakan, lebih baik mempersiapkan diri sejak dini namun Gunung Papandayan tidak meletus, daripada Gunung Papandayan meletus tapi sama sekali tidak ada persiapan. Ia juga berharap agar Gunung Papandayan tidak jadi meletus, sebab bencana ini sangat tidak diinginkan semua orang.
Dalam pelatihan itu juga ditentukan arah dan tempat pengungsian. Oleh karena itu, selaku direktur geladi yang bertanggung jawab penuh terhadap jalannya kegiatan, ia berharap agar peserta pelatihan memperhatikan titik pengungsian agar benar-benar aman dan nyaman.
Menurutnya, operasi tanggap darurat dilakukan apabila status Gunung Papandayan naik ke level awas. Kondisi ini diawali dengan pengumuman peningkatan kegiatan vulkanisme Gunung Papandayan. Memasuki status ini, penduduk yang bermukim pada radius 4 km harus dikosongkan. Begitu pun pada daerah yang dilintasi aliran lava pijar.
Sementara itu, Dandim 0611/ Garut, Letkol Arm. Edi Yusnandar, S.Ap. mengatakan, kegiatan Geladi Posko I merupakan persiapan peningkatan mekanisme hubungan kerja antara komandan dengan staf untuk melaksanakan penanggulangan akibat bencana alam.
Pelatihan itu juga merupakan upaya pemahaman dalam menanggulangi proses pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan di wilayah masing-masing dalam rangka operasi militer selain perang untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat. (aji)**
Sumber: Galamedia
Kebakaran Hutan Taman Nasional Gunung Merbabu Meluas
Kebakaran hutan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGM) di wilayah Kabupaten Boyolali meluas ke wilayah Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang.
Koordoinator Polisi Hutan TNGM, Kurnia Adi Wirawan, ketika dihubungi dari Magelang, Rabu, mengatakan, titik api pertama diketahui di daerah Jrakah Kecamatan Selo, Boyolali pada Selasa (27/9) siang, namun pada Selasa malam kobaran api terus meluas hingga ke wilayah Magelang dan Semarang, Jateng.
“Kobaran api terus meluas karena hembusan angin di puncak cukup kencang, apalagi yang terbakar berupa alang-alang sehingga cepat meluas. Untuk luasan kebakaran hingga sekarang masih kami identivikasi,” katanya.
Jumlah Korban Topan Nesat Bertambah Jadi 18
Jumlah Korban Topan Nesat Bertambah Jadi 18
Regu penyelamat melaporkan, 35 orang dinyatakan hilang setelah muncul hujan lebat, angin topan dan juga badai di Pulau Luzon.
“Saat ini kami memfokuskan diri untuk memulihkan aliran listrik dan sektor telekomunikasi. Para tim pekerja juga disebar untuk memperbaiki jalanan di Luzon yang rusak akibat tanah longsor, dan banjir,” ujar Kepala Perlindungan Sipil Benito Ramos, seperti dikutip AFP, Rabu (28/9/2011).
Topan Nesat menghantam Pelabuhan Manila Bay pada Selasa kemarin dan membanjiri rumah sakit serta hotel bintang lima. Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Filipina juga dilanda banjir.
Beberapa bagian di Luzon masih digenangi air yang setinggi pinggang dan dinding bendungan yang digunakan untuk irigasi dikabarkan juga rusak, dan membanjiri desa-desa di Provinsi Bulacan.
Setiap tahun, Filipina selalu dilanda sekira 20 badai dan beberapa di antaranya bersifat mematikan. Nesat merupakan salah satu bencana alam yang terbesar di negara ini, karena diiringi pula oleh hujan lebat.
Pemerintah Filipina juga memerintahkan setiap sekolah untuk menghentikan aktivitasnya sementara, begitu juga dengan kantor Bursa Efek Filipina yang terpaksa ditutup.(rhs)
Sumber: Okezone
3 Hektar Hutan di Imogiri-Bantul Terbakar
Hutan rakyat seluas tiga hektare di Dusun Nogosari, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa, terbakar.
“Saya tidak tahu persis penyebabnya, karena hanya diberitahu warga sekitar pukul 11.00 WIB, dengan begitu saya langsung menuju lokasi untuk membantu warga memadamkan api,” kata Kepala Dusun (Kadus) Nogosari Nardi Harjo Winoto di Bantul, Selasa.