Kemenkes Afghanistan Peringatkan Wabah Kolera di Antara Korban Gempa

IHRAM.CO.ID, KABUL — Kementerian Kesehatan Afghanistan menyebut ada ribuan orang yang terkena dampak gempa bumi mematikan di Afghanistan Timur membutuhkan air bersih dan makanan dan berisiko terkena penyakit. Lembaga itu juga memperingatkan wabah kolera di wilayah tersebut.

Sedikitnya 1.000 orang tewas, 2.000 luka-luka dan 10 ribu rumah hancur dalam gempa pada Rabu lalu. Setelah itu kantor kemanusiaan PBB (OCHA) memperingatkan wabah kolera setelahnya menjadi perhatian khusus dan serius.

“Orang-orang sangat membutuhkan makanan dan air bersih,” kata juru bicara kementerian kesehatan Afghanistan Sharafat Zaman kepada Reuters, dilansir dari The New Arab, Ahad (26/6/2022).

Zaman juga menambahkan para pejabat telah mengelola obat-obatan untuk saat ini tetapi menangani mereka yang kehilangan rumah akan menjadi tantangan. “Kami meminta masyarakat internasional, organisasi kemanusiaan untuk membantu kami untuk makanan dan obat-obatan, yang selamat mungkin terkena penyakit karena mereka tidak memiliki rumah dan tempat tinggal yang layak untuk hidup,” katanya.

Bencana tersebut merupakan ujian besar bagi penguasa Afghanistan, Taliban yang telah dijauhi oleh banyak pemerintah asing karena kekhawatiran tentang hak asasi manusia sejak mereka menguasai negara itu tahun lalu.

Membantu ribuan warga Afghanistan juga merupakan tantangan bagi negara-negara yang telah memberlakukan sanksi terhadap badan-badan pemerintah Afghanistan dan bank, memotong bantuan langsung, yang mengarah ke krisis kemanusiaan bahkan sebelum gempa.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan beberapa negara lain telah mengirimkan bantuan ke daerah-daerah yang terkena dampak, dengan lebih banyak lagi yang akan tiba dalam beberapa hari mendatang.

Pemerintahan Taliban Afghanistan menyerukan pencabutan sanksi dan pencabutan pembekuan miliaran dolar aset bank sentral yang disimpan di lembaga keuangan Barat. Di Kabul, rumah sakit yang lebih dulu merawat korban perang telah membuka bangsal mereka untuk korban gempa, tetapi sebagian besar orang tetap berada di daerah yang hancur akibat gempa.

“Rumah kami hancur, kami tidak memiliki tenda ada banyak anak bersama kami. Kami tidak punya apa-apa. Makanan dan pakaian kami semuanya berada di bawah puing-puing,” kata Hazrat Ali, mengatakan kepada tim Reuters di Wor Kali, sebuah desa di distrik Barmal yang paling parah terkena dampaknya.

“Saya telah kehilangan saudara-saudara saya, hati saya hancur. Sekarang kami hanya berdua. Saya sangat mencintai mereka,” tambahnya. Alkhaledi kurnialama

Ini Langkah Pemprov DKI untuk Antisipasi Gempa akibat Sesar Baribis

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus bersiap mengendalikan bencana termasuk potensi gempa sesar baribis.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pengendalian itu meliputi regulasi dan penyiapan simulator untuk pelatihan menghadapi bencana.

“Upaya Pemprov kita terus mengupayakan dukungan dan regulasi terkait aksi-aksi pencegahan dan pengendalian termasuk menyiapkan simulator untuk pelatihan untuk bencana,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (28/6/2022).

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta M Insaf mengatakan akan melakukan sosialisasi mitigasi gempa bumi kepada masyarakat.

Hal itu dilakukan menyusul peringatan ancaman gempa akibat Sesar aktif Baribis yang dipublikasikan oleh para peneliti dalam Scientific Report Nature Journal, Kamis (16/6/2022).

“Dengan adanya ancaman gempa tersebut, BPBD Provinsi DKI Jakarta akan melakukan sosialisasi, memberikan edukasi dalam rangka mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi tersebut untuk masyarakat,” kata Insaf dalam keterangan tertulis, Senin (27/6/2022).

Insaf mengatakan, sosialisasi mitigasi bencana gempa bumi bukan kali pertama dilakukan BPBD DKI Jakarta.

Sebelumnya, BPBD aktif melakukan sosialisasi mitigasi gempa bumi, khususnya di instansi pendidikan seperti sekolah dan madrasah.

Temuan aktivitas Sesar Baribis menjadi perhatian khusus Pemprov DKI Jakarta dan terus dimonitor secara intensif.

“Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama karena wilayah Jakarta termasuk dalam lintasan Sesar Baribis, karena itu BPBD selalu memonitor juga peringatan dini gempa yang disampaikan oleh BMKG untuk disampaikan kembali (kepada masyarakat),” ucap Insaf.

Waspada Sesar Baribis, BPBD DKI Akan Sosialisasikan Mitigasi Gempa Bumi

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta M Insaf mengatakan akan melakukan sosialisasi mitigasi gempa bumi kepada masyarakat.

Hal itu dilakukan menyusul peringatan ancaman gempa akibat Sesar aktif Baribis yang dipublikasikan oleh para peneliti dalam Scientific Report Nature Journal, Kamis (16/6/2022).

“Dengan adanya ancaman gempa tersebut, BPBD Provinsi DKI Jakarta akan melakukan sosialisasi, memberikan edukasi dalam rangka mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi tersebut untuk masyarakat,” kata Insaf dalam keterangan tertulis, Senin (27/6/2022).

Insaf mengatakan, sosialisasi mitigasi bencana gempa bumi bukan kali pertama dilakukan BPBD DKI Jakarta.

Sebelumnya, BPBD aktif melakukan sosialisasi mitigasi gempa bumi, khususnya di instansi pendidikan seperti sekolah dan madrasah.

“Dan (juga) sosialisasi kepada pemilik gedung bertingkat di DKI Jakarta dan sebagainya,” tutur Insaf.

Dia juga menyebutkan, temuan aktivitas Sesar Baribis menjadi perhatian khusus Pemprov DKI Jakarta dan terus dimonitor secara intensif.

“Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama karena wilayah Jakarta termasuk dalam lintasan Sesar Baribis, karena itu BPBD selalu memonitor juga peringatan dini gempa yang disampaikan oleh BMKG untuk disampaikan kembali (kepada masyarakat),” ucap Insaf.

Sebagai informasi, gempa mengintai Jakarta dan sekitarnya dengan ditemukannya Sesar Baribis sebagai sesar aktif yang dapat memunculkan potensi gempa di Ibu Kota.

Temuan ini dilaporkan dalam Scientific Reports di jurnal Nature.

Dikutip dari Kompas.id, Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) Sri Widiyantoro menjadi penulis pertama laporan ilmiah ini dan P Supendi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi penulis kedua.

Penelitian juga melibatkan sejumlah peneliti ITB lain, selain peneliti dari Department of Earth Sciences di University of Cambridge dan PT Reasuransi Maipark.

Keberadaan Sesar Baribis sebelumnya telah diverifikasi oleh sejumlah penelitian lain, termasuk penelitian Simandjuntak dan Barber (1996), tetapi keaktifannya saat itu diperdebatkan.

Pemetaan geologis menggunakan data refleksi seismik oleh Koulali dan tim (2017) menemukan, Sesar Baribis, yang berjarak sekitar 25 kilometer selatan Jakarta, memang aktif dengan laju geser sekitar 5 milimeter per tahun.

Dalam kajian terbaru ini, Widiyantoro dan tim memasang tujuh buah seismometer lubang bor (borehole seismometers) di sekitar Sesar Baribis untuk merekam pergerakan seismik selama dua tahun terakhir.

Data ini kemudian digabungkan dengan pantauan yang dikumpulkan oleh stasiun BMKG selama periode perekaman yang sama.

Berdasarkan pantauan ini, ditemukan bahwa segmen timur patahan Baribis secara signifikan lebih aktif daripada segmen barat.

Ditemukan sekitar 10 peristiwa yang dikaitkan dengan gerakan di sepanjang segmen timur patahan yang memperkuat argumen bahwa Sesar Baribis memang aktif.

Hal ini menyebabkan Jakarta bagian selatan dinilai sangat rentan terhadap gempa bumi cukup besar di masa depan ketika energi regangan yang terakumulasi ini akhirnya dilepaskan.

Alarm Bahaya Potensi Gempa, BMKG: Sesar Baribis di Selatan Jakarta Aktif

PIKIRAN RAKYAT – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi aktivitas di Sesar Baribis selatan Jakarta dengan laju geser sekitar 5 milimeter per tahun.

Pergerakan dari patahan ini tentunya berpotensi menimbulkan gempa bumi di sepanjang jalur sesar terutama sekitar Kota Bekasi, Bogor, Tangerang, Karawang, Purwakarta, dan Jakarta.

Ada pun aktivitas Sesar Baribis telah dirilis di jurnal bergengsi Scientific Reports (Nature) 2022 dan terbukti dari hasil monitoring peralatan sensor seismograf BMKG.

“Keaktifan sesar ini didukung hasil monitoring peralatan sensor seismograf BMKG di mana terdapat aktivitas gempa yang terpantau di jalur sesar, meskipun dalam magnitudo kecil 2,3 – 3,1,” ujar Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono.

Dengan terdeteksinya gerakan massa batuan di Sesar Baribis, warga diimbau untuk selalu waspada dan menerapkan upaya mitigasi sejak dini.

“Tentu saja, dengan keberadaan jalur sesar aktif ini maka berpotensi terjadi gempa. Jika mencermati data gempa hasil monitoring BMKG tampak segmen selatan Jakarta ini memang belum menunjukkan aktivitas gempa,” ucapnya sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara News.

Antisipasi yang dapat dilakukan seperti mewujudkan bangunan tahan gempa dengan struktur yang kuat serta perencanaan tata ruang berbasis risiko gempa.

Langkah mitigasi dirasa perlu mengingat potensi gempa yang ditimbulkan dari aktifitas Sesar Baribis dapat memicu kerusakan.

Update Terkini Peta Gempa Indonesia, Ini yang Akan Ditambahkan

TEMPO.CO, Jakarta – Pusat Studi Gempa Nasional tengah memutakhirkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017. Ketua tim pemutakhiran peta, Sri Widiyantoro, mengatakan, ada beberapa temuan sesar baru yang telah dan berpotensi memicu gempa kuat hingga merusak. 

“Kalau sudah ada di peta itu nanti akan mengikat untuk upaya mitigasi,” ujarnya kepada Tempo, Sabtu 25 Juni 2022.Sumber dan bahaya gempa Indonesia yang akan diperbarui dalam peta seperti sesar di Laut Flores. Gerakan geser mendatarnya menimbulkan lindu bermagnitudo 7,4 pada 14 Desember 2021.

Kemudian ada beberapa sesar baru di Sumatera, juga aktivitas Sesar Baribis yang laporan penelitiannya baru dipublikasi di jurnal ilmiah Nature. “Biasanya yang aktif meneliti kebaruan sesar itu dari peneliti geologi,” kata Widiyantoro menambahkan.

Dia menuturkan, pembaruan peta gempa nasional dilakukan setiap lima tahun sekali, dilakukan secara ilmiah dan harus dibuktikan lewat publikasi internasional. Menurut seismolog dari ITB ini, hasil pembaruan terkini ditarget meluncur tahun depan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Berbagai kejadian gempa dan penelitian baru terus menambah data Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia. Pada peta keluaran 2010, tercatat ada 81 sesar gempa. Selanjutnya pada peta keluaran 2017, jumlah sesar bertambah 214 hingga totalnya mencapai 295 patahan aktif. Penyusunan peta itu melibatkan tim dari kelompok geologi, geodesi, seismologi dan instrumentasi, katalog gempa, serta akademisi dan lembaga luar negeri.

Ketua Tim Pemutakhiran Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 Masyhur Irsyam mengatakan, penambahan jalur sesar aktif itu kebanyakan berada di zona lautan. Menurut dia, peta yang menggambarkan kerawanan bencana itu juga menjadi standar perencanaan gedung dan infrastruktur tahan gempa di Indonesia.

Mengapa Begitu Banyak Gempa Bumi Terjadi di Afganistan? Ini Penjelasannya

KONTAN.CO.ID –  Sedikitnya 1.000 orang tewas dan 3.000 lainnya terluka dalam gempa bumi di Afghanistan timur yang terjadi belakangan ini. Ratusan rumah juga hancur dalam gempa yang terjadi di provinsi pegunungan Paktika tersebut.

Ini adalah gempa paling mematikan yang pernah melanda Afghanistan dalam dua dekade.

Mengapa ada begitu banyak gempa bumi di Afganistan?

Gempa bumi terjadi ketika ada gerakan tiba-tiba di sepanjang lempeng tektonik yang membentuk permukaan bumi. Fraktur disebut garis patahan terjadi di mana lempeng bertabrakan.

Afganistan sangat rawan gempa karena terletak di atas sejumlah jalur patahan tempat bertemunya lempeng India dan Eurasia. 

Dalam dua minggu terakhir saja, telah terjadi 10 gempa bumi berukuran sedang di dan sekitar Afghanistan dengan kekuatan 4 dan lebih.

Ada juga 219 gempa bumi kecil pada tahun lalu dengan kekuatan antara 1,5 dan 4.

Mengapa gempa bumi baru-baru ini begitu mematikan?

Gempa tersebut disebabkan oleh tekanan yang terbentuk dari tumbukan lempeng India dan Eurasia. Itu diukur 5,9 pada skala Richter, menurut Survei Geologi AS.

Ini kira-kira setara dengan 475.000 ton TNT, atau 37 kali energi yang dilepaskan oleh bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima, menurut Badan Manajemen Darurat Federal AS.

Getaran terasa hingga sejauh 500 km di Pakistan dan India.

Salah satu alasan mengapa itu sangat merusak adalah karena itu terjadi hanya 10 km (6 mil) di bawah permukaan bumi, menurut pengukuran Survei Geologi AS. “Bagian Afghanistan ini berisi kaki pegunungan Himalaya,” kata Dr Brian Baptie, seismolog di British Geological Survey.

“Di sini, lempeng tektonik tidak bertabrakan secara langsung, tetapi sebagian saling meluncur. Akibatnya, gempa di wilayah ini cenderung lebih dangkal, sehingga getarannya lebih dekat ke permukaan.

“Gempa ini hanya berukuran sedang tetapi dalam hal dampak, itu sangat merusak.”

Apa gempa bumi lain yang telah melanda Afghanistan?

Selama dekade terakhir lebih dari 7.000 orang telah tewas dalam gempa bumi di Afghanistan, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan melaporkan. Ada rata-rata 560 kematian setahun akibat gempa bumi.

Baru-baru ini, gempa bumi berturut-turut di barat negara itu pada Januari menewaskan lebih dari 20 orang dan menghancurkan ratusan rumah.

Afghanistan Khawatirkan Munculnya Wabah Penyakit di Antara Korban Gempa

KABUL – Ribuan orang yang terkena dampak gempa bumi mematikan di Afghanistan timur membutuhkan air bersih dan makanan serta berisiko terkena penyakit. Hal itu diungkapkan seorang pejabat Kementerian Kesehatan Afghanistan, Minggu (26/6/2022).

Kekahwatiran ini muncul beberapa hari setelah kantor kemanusiaan PBB (OCHA) memperingatkan adanya wabah kolera di wilayah tersebut.

“Orang-orang sangat membutuhkan makanan dan air bersih,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan Sharafat Zaman kepada Reuters. Ia menambahkan, para pejabat telah mengelola obat-obatan untuk saat ini, tetapi menangani mereka yang kehilangan rumah akan menjadi tantangan.

“Kami meminta masyarakat internasional, organisasi kemanusiaan untuk membantu kami untuk makanan dan obat-obatan, yang selamat mungkin terkena penyakit karena mereka tidak memiliki rumah dan tempat tinggal yang layak untuk hidup,” katanya.

Bencana tersebut merupakan ujian besar bagi para penguasa garis keras Taliban Afghanistan, yang telah dijauhi oleh banyak pemerintah asing karena kekhawatiran tentang hak asasi manusia sejak mereka menguasai negara itu tahun lalu.

Membantu ribuan warga Afghanistan juga merupakan tantangan bagi negara-negara yang telah memberlakukan sanksi terhadap badan-badan pemerintah Afghanistan dan bank, memotong bantuan langsung, yang mengarah ke krisis kemanusiaan bahkan sebelum gempa.

PBB dan beberapa negara lain telah mengirimkan bantuan ke daerah-daerah yang terkena dampak, dengan lebih banyak lagi yang akan tiba dalam beberapa hari mendatang.

Pemerintahan Taliban Afghanistan menyerukan pencabutan sanksi dan pencabutan pembekuan miliaran dolar aset bank sentral yang disimpan di lembaga keuangan Barat.

Di Kabul, rumah sakit yang lebih dulu merawat korban perang telah membuka bangsal mereka untuk korban gempa, tetapi sebagian besar orang tetap berada di daerah yang hancur akibat gempa.

“Rumah kami hancur, kami tidak memiliki tenda. Kami tidak punya apa-apa. Makanan dan pakaian kami semuanya berada di bawah puing-puing,” Hazrat Ali, 18, mengatakan kepada tim Reuters di Wor Kali, sebuah desa di distrik Barmal yang paling parah terkena dampaknya.

“Saya telah kehilangan saudara-saudara saya, hati saya hancur. Sekarang kami hanya berdua. Saya sangat mencintai mereka,” katanya.

Klinik Afghanistan Kewalahan Kedatangan Ratusan Pasien Usai Gempa

Jakarta – Jumlah korban meninggal dunia dalam gempa terburuk Afghanistan dalam dua dekade telah mencapai 1.000 orang, namun angka itu diperkirakan akan terus bertambah.

Seorang pekerja di satu-satunya klinik kesehatan di daerah pusat gempa menuturkan kepada BBC bagaimana mereka kewalahan lantaran ratusan orang datang dan memerlukan perawatan.

“Dari 500 pasien yang datang ke klinik sejak pagi, sebanyak 200 telah meninggal dunia.”

Demikian penuturan Muhammad Gul, seorang staf klinik kecil di Gayan, sebuah distrik di Provinsi Paktika, bagian timur Afghanistan.

Fasilitas kesehatan itu hanya punya lima ranjang, tapi gempa pada Selasa (21/06) membuatnya tak bisa digunakan.

“Semua ruangan klinik telah hancur,” kata Gul kepada BBC.

Menurutnya, sebuah helikopter telah mengangkut sejumlah pasien dari distrik terpencil itu ke beberapa kota untuk dirawat. Adapun dua dokter klinik berupaya merawat para korban terdampak gempa dengan fasilitas seadanya.

Generator yang memasok listrik pun tidak bisa menyala terus karena bahan bakarnya terbatas. Janji bantuan dari provinsi-provinsi lain belum kunjung terwujud.

Di tengah kondisi itu, korban terus berdatangan.

“Terdapat puluhan orang yang perlu bantuan medis darurat. Saya kira mereka tidak akan bisa bertahan hidup malam ini,” kata Gul.

Gayan Comprehensive Health Center

Bangunan Klinik Gayan rusak akibat gempa. (Gayan Comprehensive Health Center)

Gempa bermagnitudo 6,1 melanda kawasan timur Afghanistan, pada Selasa (21/06) pagi.

Rumah-rumah di area itu tidak dibangun dengan kokoh sehingga ambruk ketika terjadi getaran kuat. Akibatnya, ratusan rumah hancur dan diperparah oleh longsor.

Gayan adalah area yang paling parah terdampak gempa. Masyarakat di sana banyak yang terjebak reruntuhan bangunan ambruk.

Sejauh ini bencana tersebut telah menewaskan sedikitnya 1.000 orang dan mencederai 1.500 lainnya, menurut seorang pejabat Taliban. Jumlah itu diperkirakan bakal bertambah karena hujan deras dan medan terjal menghambat operasi penyelamatan.

Tidak ada UGD

Klinik kesehatan di Gayan didirikan oleh sejumlah lembaga bantuan asing, dua tahun lalu.

Semula klinik itu dimaksudkan untuk menangani pasien dengan keluhan kesehatan ringan. Apabila ada pasien kondisi berat, klinik tersebut merujuknya ke kota-kota besar agar pasien bisa menjalani perawatan lanjutan.

Karenanya, tidak ada unit gawat darurat di klinik itu.

Gayan Comprehensive Health CenterGayan Comprehensive Health CenterSemula Klinik Gayan dimaksudkan untuk menangani kondisi kesehatan ringan. Apabila ada pasien kondisi berat, klinik tersebut merujuknya ke kota-kota besar agar pasien bisa menjalani perawatan lanjutan.

Sejak kelompok Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan sejak Agustus lalu, lembaga-lembaga bantuan internasional angkat kaki dari negara itu sehingga sistem layanan kesehatan kekurangan obat-obatan dan staf.

Kementerian Pertahanan pimpinan Taliban kini memimpin upaya penyelamatan menyusul gempa dan kelompok itu telah memohon bantuan internasional.

Lembaga kemanusiaan di bawah PBB mengatakan sedang mengirim tim medis dan suplai ke kawasan terdampak. Lembaga-lembaga bantuan di Pakistan juga membantu.

Akan tetapi, banyak negara yang hubungannya dengan Afghanistan memburuk setelah Taliban melengserkan pemerintahan dukungan Barat. Pun banyak negara yang menerapkan rangkaian sanksi ke sektor perbankan Afghanistan dan negara itu mengalami krisis ekonomi.

“Sayangnya pemerintah kini menjalani sanksi, sehingga tidak mampu secara finansial untuk membantu orang-orang yang memerlukan,” kata Abdul Qahar Balkhi, pejabat senior Taliban.

“Lembaga-lembaga bantuan internasional membantu, negara-negara tetangga, negara-negara di kawasan, dan negara-negara di seluruh dunia menawarkan bantuan, yang kami sambut dan apresiasi.

“Bantuan perlu ditingkatkan besar-besaran karena ini adalah gempa yang menghancurkan.”

Gayan Comprehensive Health Center

Tanpa kiriman bantuan, pasokan obat-obatan di klinik akan segera habis. (Gayan Comprehensive Health Center)

‘Taliban tidak mampu menangani bencana ini’

Ketika pejabat gubernur Taliban mengunjungi Gayan pada Selasa (21/6), orang-orang meneriakinya, menyuruh dia pergi, kata seorang relawan dari distrik tetangga kepada BBC.

Relawan tersebut, yang datang membantu upaya penyelamatan, menuturkan bahwa sang gubernur dan para pejabat Taliban dari Kabul berjanji mengirimkan lebih banyak bantuan dan sumber daya.

“Taliban tidak mampu menangani bencana ini. Tidak ada sistem yang terpasang.”

“Dan kami tidak bisa mengharapkan bantuan internasional. Dunia telah melupakan Afghanistan,” sambungnya.

Bahkan sebelum Taliban mengambil alih kekuasaan, kemampuan sistem layanan darurat Afghanistan di kota-kota besar amat terbatas untuk merespons bencana alam. Hanya sedikit pesawat dan helikopter yang tersedia.

Menurut sejumlah pejabat medis Paktika, daerah itu amat kekurangan obat penahan nyeri dan antibiotik.

Gayan Comprehensive Health Center

Kawasan Gayan sangat memerlukan bantuan daerah-daerah tetangga dan komunitas internasional. (Gayan Comprehensive Health Center)

Anak-anak tanpa orang tua

Salah satu dokter yang bertugas di klinik distrik Gayan, sengaja datang dari distrik Ghazni untuk menolong para korban.

Saat dia datang, orang-orang mengerumuninya sambil memohon pertolongan.

Sang dokter memaparkan bahwa ada seorang ayah muda yang mengalami retak tulang pada bagian dada.

“Dia menangis dan meminta dipanggilkan anggota keluarganya yang lain. Dia meminta saya untuk membiarkannya meninggal jika mereka tidak hidup.”

Dari pengamatan dokter tersebut, sebagian besar pasien adalah laki-laki. Sedangkan para perempuan dan anak-anak kemungkinan tidak mampu menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan ambruk.

Dia mengatakan beberapa anak di klinik datang tanpa didampingi orang tua mereka. Salah satunya bocah delapan tahun dengan kondisi luka parah.

“Bocah itu memohon-mohon khalayak membantu orang tuanya dan saudara-saudaranya yang terjebak di rumah mereka.

“Dia kemudian mendengar seseorang memberitahu saya bahwa semuanya telah meninggal. Dia menangis dan jatuh pingsan.”

Gayan Comprehensive Health Center

Dokter di klinik mengatakan kepada BBC bahwa ada sejumlah anak yang datang tanpa orang tua. (Gayan Comprehensive Health Center)

BBC telah ditunjukkan foto-foto yang memperlihatkan sejumlah warga dengan luka terbuka. Mereka menunggu dirawat di klinik.

Sejumlah jenazah dilaporkan bergelimpangan di area tersebut.

Belum ada petugas resmi yang berada di sana, namun masyarakat dari daerah-daerah tetangga telah datang untuk membantu.

Salah satu relawan dari Kota Urgun membantu menarik orang-orang yang terjebak reruntuhan.

Dia mengaku telah menemukan 40 jenazah sejak pagi dan sebagian besar adalah anak-anak.

Kalaupun ada yang bisa keluar dari reruntuhan dalam keadaan hidup, masa depan tampak suram.

“Kami tidak punya akses ke air bersih untuk membasuh luka dan cuacanya luar biasa panas. Saya kira infeksi akan segera menyebar,” pungkas sang dokter relawan.

Gempa Afghanistan Tewaskan 1.000 Orang, Taliban Minta Bantuan Internasional

KABUL Taliban , pihak yang berkuasa di Afghanistan , telah meminta bantuan internasional setelah gempa bumi magnitudo 6,1 menghancurkan wilayah provinsi Paktika.

Pejabat setempat mengonfirmasi lebih dari 1.000 orang tewas dan sekitar 1.500 lainnya terluka.

PBB sedang berjuang untuk menyediakan tempat penampungan darurat dan bantuan makanan.

Upaya penyelamatan telah terhambat oleh hujan lebat dan hujan es.

Gempa ini paling mematikan yang melanda negara itu dalam dua dekade, menjadi tantangan besar bagi Taliban yang mendapatkan kembali kekuasaannya tahun lalu setelah pemerintah yang didukung Barat runtuh.

Getaran gempa bumi juga terasa hingga ke Pakistan dan India. Para saksi mata mengaku merasakan gempa di Ibu Kota Afghanistan; Kabul, dan Ibu Kota Pakistan; Islamabad.

“Sayangnya, pemerintah berada di bawah sanksi sehingga secara finansial tidak dapat membantu rakyat sejauh yang dibutuhkan,” kata Abdul Qahar Balkhi, seorang pejabat senior Taliban, seperti dikutip BBC, Kamis (23/6/2022).

“Badan-badan bantuan internasional membantu, negara-negara tetangga, negara-negara regional, dan negara-negara dunia telah menawarkan bantuan mereka yang kami hargai dan sambut baik,” ujarnya.

“Bantuan perlu ditingkatkan ke tingkat yang sangat besar karena ini adalah gempa bumi dahsyat yang belum pernah dialami dalam beberapa dekade.”

Jumlah orang yang terjebak di bawah reruntuhan belum diketahui. Pekerja kesehatan dan bantuan mengatakan operasi penyelamatan sangat sulit karena hujan lebat.

Di daerah terpencil, helikopter telah mengangkut korban ke rumah sakit.

PBB dan badan-badan bantuan di negara tetangga Pakistan membantu upaya kemanusiaan, yang mencakup penempatan tim medis dan penyediaan pasokan medis.

Para warga di kota Sharan, ibu kota provinsi Paktika, mengantre untuk mendonorkan darah kepada korban gempa yang dirawat di rumah sakit.

Salah satu lembaga bantuan kemanusiaan, Intersos, menyatakan siap mengirimkan tim medis darurat yang terdiri dari dua ahli bedah, seorang ahli anestesi, dan dua perawat.

Sebagian besar korban sejauh ini berada di distrik Gayan dan Barmal di Paktika. Hal itu disampaikan seorang dokter setempat kepada BBC. Seluruh desa di Gayan dilaporkan telah dihancurkan.

“Ada suara gemuruh dan tempat tidur saya mulai bergetar,” kata salah satu korban selamat, Shabir, kepada BBC.

“Langit-langit [rumah] jatuh. Saya terjebak, tapi saya bisa melihat langit. Bahu saya terkilir, kepala saya sakit tapi saya keluar. Saya yakin tujuh atau sembilan orang dari keluarga saya, yang berada di ruangan yang sama dengan saya, sudah meninggal,” ujarnya.

sumber: https://international.sindonews.com/read/806203/40/gempa-afghanistan-tewaskan-1000-orang-taliban-minta-bantuan-internasional-1655942807/10

Gempa Kuat Afghanistan M 5,9 Tewaskan 1.000 Orang, Terasa hingga Pakistan dan Iran

KOMPAS.com – Afghanistan diguncang gempa kuat yang menewaskan sedikitnya 1.000 orang dan menghancurkan ribuan rumah. Gempa berkekuatan M 5,9 ini juga dirasakan hingga Pakistan dan Iran.

Seperti diberitakan Aljazeera, Rabu (22/6/2022), lebih dari 1.500 orang mengalami luka-luka. Gempa kuat ini mengguncang wilayah-wilayah terpencil di Afghanistan timur hingga negara tetangga, Pakistan.

Menurut Departemen Kebudayaan dan Informasi Taliban, saat tim penyelamat berusaha mencapai lokasi bencana di provinsi terpencil Paktika dan Khost, korban tewas akibat gempa kuat di Afghanistan ini mencapai 1.000 orang.

Berdasarkan laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa kuat ini terjadi pada Rabu dini hari waktu setempat. Lembaga ini merevisi kekuatan gempa yang awalnya diperkirakan bermagnitudo 6,1 menjadi M 5,9.

USGS mengatakan bahwa pusat gempa bumi di Afghanistan ini berada di sekitar 46 km dari kota Khost, dekat perbatasan Pakistan.

“Orang-orang menggali kuburan demi kuburan. Hujan juga turun, dan semua rumah hancur. Orang-orang masih terjebak di bawah reruntuhan,” kata Muhammad Amin Huzaifa, kepala Departemen Penerangan dan Kebudayaan di Paktika yang terpukul keras.

Baca juga: BMKG Curigai Gempa Kuat Jawa Timur sejak Akhir Tahun 2020, Kok Bisa?

Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Afghanistan ini diperkirakan akan meningkat, menurut pejabat kementerian dalam negeri Salahuddin Ayubi sebelumnya.

Sebab, beberapa desa berada di daerah terpencil di pegunungan dan membutuhkan waktu untuk dapat merinci data korban gempa tersebut.

Dilaporkan jurnalis Afghanistan Ali M Latifi dari Kabbul, orang-orang sejauh ibu kota Afghanistan, sekitar 200 km merasakan gempa susulan.

“Komite penyelamat internasional mengatakan mereka telah mengerahkan tim medis lokal untuk mencoba dan menanggapi bencana,”.

“Masalah terbesar adalah bagaimana mencapai lokasi karena jauh dari ibu kota provinsi, dan kondisi jalannya bisa sulit. Jadi sebenarnya masalahnya adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan mereka untuk sampai ke sana,” kata jurnalis Afghanistan itu.