Kapolres Karanganyar Pastikan Kesiapan Personel Antisipasi Bencana

Karanganyar, Jatengnews.id – Kapolres Karanganyar AKBP Danang Kuswoyo memastikan kesiapan personel Sat Samapta saat menghadapi bencana alam.

Kapolres juga memastikan seluruh peralatan SAR yang dimiliki dapat berfungsi dengan baik.

Hal tersebut dikatakan Kapolres Karanganyar AKBP Danang Kuswoyo usai melakukan pemeriksaan anggota dan peralatan SAR yang dimiliki oleh Polres Karanganyar di Lapangan Wirasatya, Senin (21/2/2022).

Peran Kearifan Lokal Sangat Penting Dalam Mitigasi Bencana

Merdeka.com – Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Dr Indra Permanajati menekankan pentingnya pemanfaatan kearifan lokal dalam upaya mitigasi bencana. Dia mengemukakan bahwa penguatan mitigasi bisa dilakukan dengan meningkatkan kapasitas komunitas dalam menghadapi potensi bencana melalui pembentukan desa tangguh bencana.

Koordinator Bidang Bencana Geologi Pusat Mitigasi Universitas Jenderal Soedirman tersebut mengatakan, program desa tangguh bencana akan mendorong desa atau kelurahan meningkatkan kemampuan dalam beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana.

Menurut dia, program desa tangguh bencana mencakup pembentukan relawan penanggulangan bencana berbasis komunitas serta penyusunan rencana aksi komunitas untuk mengurangi risiko bencana.

“Keberadaan relawan penanggulangan bencana di suatu desa menjadi salah satu indikator program desa tangguh sehingga pengembangan jumlah dan mutu relawan merupakan hal yang sangat penting,” katanya, dilansir Antara, Senin (24/1).

“Selain itu, guna mendukung desa tangguh bencana diperlukan sistem peringatan dini berbasis masyarakat. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam program pengurangan risiko bencana,” ia menambahkan.

Menurut dia, pemerintah daerah bisa memperkuat kemampuan mitigasi dengan menjadikan program pembentukan desa tangguh bencana sebagai prioritas.

“Tahun 2022 ini perlu menjadi program prioritas, terutama pada wilayah-wilayah yang rawan bencana,” katanya.

“Dengan demikian diharapkan akan dapat memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan jika suatu saat terdapat kejadian bencana,” katanya. [eko]

Pemkot Semarang Diingatkan Pentingnya Mitigasi dan Sosialisasi Kerawanan Bencana

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah, perlu melakukan mitigasi bencana dan menyosialisasikan secara masif kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan rawan bencana.

Langkah ini penting dilakukan guna mengantisipasi dan meminimalkan jatuhnya korban jiwa, sebagai dampak terjadinya bencana alam di sejumlah wilayah di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini.

“Upaya-upaya mitigasi harus diperkuat, agar jatuhnya korban jiwa akibat bencana dapat diminimalkan,” ungkap Ketua Pengurus Cabang (PC) Satria Kota Semarang, Rahyan Dhani Rahardian, di sela penyerahan bantuan kepada korban tanah longsor di Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Kamis (27/1/2022).

Menurutnya, Kota Semarang yang memiliki karakteristik permukiman di wilayah pesisir dan perbukitan, cukup rentan terhadap risiko bencana alam, terutama saat curah hujan meningkat dengan tajam. Dengan kondisi geografis tersebut, maka wilayah itu memiliki berbagai potensi bencana cukup besar.

Khususnya bencana alam banjir, tanah longsor, serta angin puting beliung. “Maka mitigasi dan sosialisasi pencegahan merupakan langkah penting yang mesti dilakukan agar kerawanan bencana dapat diantisipasi dengan baik oleh warga maupun seluruh stakeholder kebencanaan,” jelasnya.

Mitigasi, lanjut Rahyan, penting guna memetakan titik-titik atau kawasan mana saja yang berpotensi terhadap terjadinya bencana alam berdasarkan karakteristik wilayah serta lingkungannya. Termasuk apa saja yang harus dilakukan manakala gejala atau tanda-tanda alam (cuaca) akan memperbesar risiko ancaman bencana alam. “Data-data mitigasi tersebut juga harus diperbarui agar masyarakat semakin tanggap,” katanya.

Setelah itu, tambahnya, juga ada upaya-upaya untuk pencegahan, mekanisme penanganan darurat, hingga proses evakuasi. “Sehingga kasus jatuhnya korban jiwa seperti bencana longsor di lingkungan RT 05/RW 11 Delikrejo, Kelurahan Tandang, tidak terulang kembali,” tegasnya.   

Sedangkan langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah pembuatan atau renovasi talud yang dirasa sudah semakin membahayakan masyarakat. Kemudian juga dengan upaya pengecekan rutin pada wilayah yang rawan bencana. Dalam hal pengawasan tersebut, upaya pengecekan kawasan rawan dapat melibatkan warga di lingkungan setempat.

“Di samping sebagai upaya mitigasi, langkah itu sekaligus sebagai upaya edukasi kepada masyarakat terkait dengan potensi bencana di wilayah masing-masing, berikut cara-cara pencegahannya,” lanjut Rahyan.

Pada kesempatan ini, sejumlah pengurus organisasi sayap Partai Gerindra Kota Semarang tersebut menyerahkan bantuan kebutuhan bahan pokok serta santunan kepada warga terdampak bencana longsor. Seperti diketahui, dalam musibah tanah longsor di lingkungan Delikrejo, Rabu (19/1) lalu, mengakibatkan Andika Dewa Pratama (16) meninggal dunia dalam perawatan medis di rumah sakit.

Sebelumnya remaja ini harus dievakuasi dari bawah reruntuhan material longsor yang menimpa rumahnya. Selain korban jiwa, musibah ini juga mengakibatkan kerusakan rumah warga, masing-masing rumah milik Winarno, Widodo, dan Salmi yang disewa Yuliani.

Mitigasi Adalah Penanggulangan Risiko Bencana, Ini Penjelasannya

Dalam proses pengurangan dampak kerusakan lingkungan yang diakbatkan oleh bencana, muncul sebuah istilah yang disebut dengan mitigasi. Istilah mitigasi tidak berdiri sendiri, namun juga disertai oleh kesiapan, tanggapan, dan penormalan kembali. Dalam artikel ini akan dijelaskan secara detail mengenai arti mitigasi dalam proses pengendalian bencana.

Penjelasan Singkat Tentang Mitigasi

Mengutip situs Gramedia.com, bahwa mitigasi adalah upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak yang diakibatkan oleh bencana terhadap masyarakat di kawasan rawan bencana, baik itu bencana alam, bencana ulah manusia maupun gabungan dari keduanya dalam suatu negara atau masyarakat.

Ada empat hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses mitigasi bencana, antara lain: tersedianya informasi dan peta kawasan rawan bencana untuk tiap kategori bencana, sosialisasi dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana, mengetahui apa yang perlu dilakukan dan dihindari serta cara penyelamatan diri jika bencana terjadi sewaktu-waktu dan pengaturan, penataan kawasan rawan bencana untuk mengurangi ancaman bencana.Selain dalam proses pembuatan mitigasi bencana ada beberapa program yang harus dipertimbangkan, yaitu:

1. Mitigasi adalah bekerja dengan strategi demi menanggulangi bencana dengan efektif, sehingga mitigasi bencana harus memiliki integrasi dengan program pembangunan.

2. Fokus dalam mitigasi bencana juga beraneka ragam dari sektor pendidikan, pangan, tenaga kerja, perumahan bahkan kebutuhan dasar lainnya.
3. Adanya sinkronisasi terhadap situasi serta kondisi sosial, budaya serta ekonomi setempat.
4. Di dalam sektor informal , mitigasi bencana menekankan pada peningkatan kapasitas masyarakat untuk membuat keputusan, menolong diri sendiri dan membangun sendiri.
5. Mempelajari tata guna lahan untuk melindungi masyarakat yang tinggal di daerah rentan bencana dan kerugian, baik secara sosial, ekonomi, maupun implikasi politik.

Aneka Macam Mitigasi Bencana

Tujuan dari mitigasi adalah mengurangi kerugian pada saat terjadinya bahaya di masa mendatang, mengurangi risiko kematian dan cedera terhadap penduduk, mencakup pengurangan kerusakan dan kerugian-kerugian ekonomi yang ditimbulkan terhadap infrastruktur sektor publik. Berikut dua jenis mitigasi bencana yang dikutip dari situs Badan Nasional Penanggulangan Bencana, bnpb.go.id:

1. Mitigasi Struktural

Jenis mitigasi yang pertama adalah struktural. Mitigasi ini merupakan upaya dalam meminimalkan bencana dengan membangun berbagai prasarana fisik menggunakan teknologi. Misalnya dengan membuat waduk untuk mencegah banjir, membuat alat pendeteksi aktivitas gunung berapi, menciptakan sistem peringatan dini untuk memprediksi gelombang tsunami, hingga membuat bangunan tahan bencana atau bangunan dengan struktur yang direncanakan sedemikian rupa sehingga mampu bertahan dan tidak membahayakan para penghuninya jika bencana terjadi sewaktu-waktu.

2. Mitigasi Non Struktural

Secara non struktural, mitigasi adalah upaya dalam mengurangi dampak bencana melalui kebijakan dan peraturan. Contohnya, UU PB atau Undang-Undang Penanggulangan Bencana, pembuatan tata ruang kota, atau aktivitas lain yang berguna bagi penguatan kapasitas warga.

Hal yang harus Diketahui Saat Penanganan Bencana

Pemahaman penuh akan kondisi bencana menjadi bagian paling penting dalam proses mitigasi. Ilmu mitigasi juga sifatnya variatif karena kondisi setiap negara dan daerah, tipe bahaya-bahaya yang dihadapi juga akan berbeda-beda. Berikut hal-hal yang harus dipahami saat menghadapi bencana yang dikutip dari buku Pendidikan Lingkungan Hidup dan Mitigasi Bencana Sahabat Siaga yang ditulis oleh Adi Sukardi dan Suprijayanti:

1. Mitigasi adalah kegiatan sebelum bencana terjadi. Contoh kegiatannya antara lain membuat peta wilayah rawan bencana, pembuatan bangunan tahan gempa, penanaman pohon bakau, penghijauan hutan, serta memberikan penyuluhan dan meningkatkan kesadaran masyarakat yang tinggal di wilayah rawan tersebut.

2. Kesiapsiagaan, adalah bentuk perencanaan terhadap cara merespons kejadian bencana. Perencanaan dibuat berdasarkan bencana yang pernah terjadi dan bencana lain yang mungkin akan terjadi. Adapun tujuannya adalah meminimalkan korban jiwa dan kerusakan sarana-sarana pelayanan umum juga meliputi upaya mengurangi tingkat risiko, pengelolaan sumber-sumber daya masyarakat, serta pelatihan warga di wilayah rawan bencana.

3. Respon terhadap bencana, adalah upaya memperkecil bahaya yang ditimbulkan oleh bencana. Tahap ini berlangsung sesaat setelah terjadi bencana. Rencana penanggulangan bencana dilaksanakan dengan fokus pada upaya pertolongan korban bencana dan antisipasi kerusakan yang terjadi akibat bencana.

4. Pemulihan adalah usaha untuk memperbaiki kondisi masyarakat seperti semula. Pada tahap ini, fokus diarahkan pada penyediaan tempat tinggal sementara bagi korban serta membangun kembali saran dan prasarana yang rusak. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap langkah penanggulangan bencana yang dilakukan.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai mitigasi bencana. Pengetahuan ini teramat penting untuk diajarkan di Indonesia sebagai negara yang rawan kehadiran bencana, dan mengevaluasi proses mitigasi yang sudah diterapkan sebelumnya.

Tangani Banjir di Bandung, Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menambah kapasitas infrastruktur pengendalian banjir di Bandung. Saat ini telah dirampungkan pembangunan Kolam Retensi Andir dan empat polder sebagai tambahan tampungan pengendali banjir di Kawasan Bandung Selatan.

Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan yang juga Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan, pembangunan kolam retensi Andir dan empat polder menjadi bagian dari proyek penanggulangan banjir Kabupaten Bandung yang sudah direncanakan.

“Selain ini, kita juga telah menyelesaikan Sudetan Cisangkuy, Kolam Retensi Cieunteung dan beberapa normalisasi anak sungai Citarum yang lainnya” kata dia melalui siaran persnya, Senin (17/1/2022).

Endra bilang, pembangunan kolam retensi Andir dan empat polder tersebut telah digarap sejak Desember 2020 oleh kontraktor PT Adhi Karya dan konsultan supervisi PT Raya Konsult-PT Transka Dharma Konsultan, dengan nilai kontrak konstruksi Rp 141 miliar.

“Saya menekankan juga pentingnya perhatian pada aspek estetika. Untuk itu lansekap Kolam Retensi Andir harus dilengkapi dengan tanaman yang indah, rindang dan produktif, seperti pohon pulai, angsana, manggis, duren, mangga dan lain-lain,” saran dia.

Kolam Retensi Andir dirancang dan dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Ditjen Sumber Daya Air untuk mampu menampung genangan banjir kurang lebih 160.000 meter kubik (m3). Banjir yang biasa menggenangi wilayah Dayeuhkolot dan Baleendah nantinya bisa ditampung oleh kolam retensi, dan dipompa ke sungai setelah normal.

Kolam retensi Andir dibangun dengan luas daerah tangkapan air (catchment area) 149 hektare (ha), dilengkapi pompa 3 unit berkapasitas masing-masing 500 liter per detik. Selain itu juga telah dibangun empat polder, yakni Polder Cipalasari-1 dengan catchment area seluas 22 ha dan volume tampungan 1.250 m3, Polder Cipalasari-2 (catchment area 21 ha dan volume 1.250 m3), Polder Cijambe (catchment area 137 ha dan volume 1.250 m3), dan Polder Cisangkuy (catchment area 8 ha dan volume 450 m3).

Sebelumnya, Kementerian PUPR juga telah melakukan pembangunan Kolam Retensi Cieunteung dengan luas genangan 4,75 Ha dan volume tampung 190.000 m3. Tujuan pembangunan Kolam Retensi yang selesai pada 2018 lalu ini untuk mereduksi banjir seluas 91 Ha atau sekitar 1.250 bangunan/rumah dan memiliki potensi sebagai area wisata.

Selanjutnya juga telah dirampungkan pembangunan Sudetan (Floodway) Cisangkuy. Sudetan Cisangkuy akan mengalirkan debit banjir sebesar 230 m3 per detik yang semula bermuara ke Dayeuhkolot menjadi bermuara ke Pameungpeuk sehingga mengurangi lama genangan dan luas genangan di daerah Dayeuhkolot, Baleendah, Andir, dan sekitarnya.

Antisipasi Ancaman Hidrometeorologi, BPBD Bantul Aktifkan 29 Pos Banjir dan Longsor

BANTUL, KRJOGJA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Bantul melakukan kesiapsiagaan menghadapi ancaman Hidrometeorologi dengan aktivasi Pos Banjir Longsor di 29 titik di wilayah kalurahan rawan bencana di Kabupaten Bantul.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanto ST MT, Rabu ( 19/1), kesiapsiagaan tersebut menindaklanjuti prakiraan BMKG yang memprediksi pada bulan Januari 2022 ini masih bisa terjadi cuaca ekstrim, dengan turun hujan lebat. Selain itu juga mempertimbangkan sejarah kebencanaan di Kabupaten Bantul yang disebabkan oleh ancaman Hidrometeoroli , yakni Siklon Cempaka 2017 dan Siklon Savvana 2019.

Karena itu BPBD Bantul melakukan kesiapsiagaan dan antisipasi menghadapi bencana alam, utamanya banjir dan tanah longsor, dengan mengenali ancaman yang ada di sekitar wilayah masing-masing untuk melakukan upaya pengurangan resiko seperti pengecekan saluran air, pemangkasan pohon yang sudah rapuh dan rawan tumbang, mengenali jalur evakuasi yang aman dan titik kumpul yang disepakati apabila terjadi kondisi darurat, serta melaporkan secara aktif kondisi kedaruratan di wilayah masing-masing kepada Pos Banjir Longsor terdekat atau ke BPBD Kabupaten Bantul.

Dikatakan, selain kesiapan menghadapi ancaman bencana Hidrometeorogi , masyarakat di Bantul juga tidak boleh lengah dengan ancaman bencana lain. Seperti dampak gemba bumi yang sering dirasakan di wilayah Bantul.

“Sebagai salah satu ancaman bencana yang tidak bisa diprediksi , masyarakat diimbau untuk tetap melakukan upaya peningkatan pengetahuan menghadapi ancaman gempa bumi. Seperti langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi gempa bumi, antara lain jangan panik, lindungi kepala, menghindari benda mudah pecah dan roboh, serta usahakan segera menuju ke area terbuka,” pungkasnya. (Jdm)

Antisipasi Banjir, JakPro Siapkan Bak Penampungan Air Hujan di JIS

Jakarta – Kawasan Jakarta International Stadium (JIS) tak terlepas dari ancaman penurunan muka tanah hingga banjir karena terletak di kawasan Jakarta Utara. Guna mengantisipasi banjir, PT Jakarta Propertindo (JakPro) selaku pemegang proyek JIS menyiapkan tempat penampungan air hujan di sejumlah titik.

“Untuk lintasan air hujan itu tidak menggenangi atau membanjiri kawasan sekitar itu, melainkan diresapkan ke dalam tanah dan juga kami menyediakan area-area untuk penampungan air hujan,” kata Manager Proyek JIS PT Jakpro, Arry Wibowo, kepada wartawan, Jumat (14/1/2022).

Arry mengatakan air yang terdapat dalam bak penampungan bisa digunakan untuk menyiram area landscape atau tanaman yang ada di JIS sehingga air hujan bisa diresapkan lagi ke tanah sehingga tidak membanjiri kawasan stadion bertaraf internasional itu.

“Jadi prinsip zero on off di JIS ini salah satu penilaian dari green building jadi air hujan itu diresapkan tidak membanjiri kawasan dan juga kita melakukan treatment kembali dari air hujan itu melalui bak-bak penampungan yang bisa dimanfaatkan kembali salah satunya untuk penyiraman area landscape atau tanaman,” ujarnya.

Arry mengakui kondisi muka tanah wilayah Jakarta Utara sempat menimbulkan kekhawatiran. Meski begitu, JakPro telah membangun JIS sesuai dengan standar ketinggian bangunan dari muka air laut yang ditetapkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Untuk lantai 1, lantai dasar bangunan ini posisinya sesuai ketentuan, ini minimal terus ada jarak atau elevasi setinggi kurang lebih 2 meteran dari muka air laut. Karena pembangunan ini tidak terlepas dari izin atau rekomendasi teknis dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui dinas-dinas terkait,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, soft launching JIS akan berlangsung pada Februari mendatang. Kegiatan itu akan ditandai oleh pertandingan tim muda klub sepakbola asal Spanyol, Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid melawan Indonesia All Star U-20.

“Mudah-mudahan Februari awal bisa soft launching dengan pertandingan international Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid U-20 atau U-19 itu. Iya, (laga) dibarengi sama soft launching,” kata Arry Wibowo.

Arry menuturkan saat ini progres pembangunan stadion berstandar internasional itu mencapai 93,85%. Oleh karena itu, dia memperkirakan soft launching bisa dilakukan pada awal Februari mendatang setelah merampungkan sisa pengerjaan proyek.

Sejumlah Desa di Pasuruan Terendam Banjir

REPUBLIKA.CO.ID, PASURUAN — Sejumlah desa di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur terendam banjir akibat luapan Sungai Rejoso dan sungai-sungai kecil di Kecamatan Grati dan Winongan, Selasa (18/1/2022). Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris di Pasuruan, Selasa mengatakan, banjir yang melanda wilayah tersebut memiliki ketinggian bervariasi antara 40 centimeter sampai dengan 1,5 meter.

“Sedikitnya ada belasan desa yang banjir setinggi 40 centimeter sampai 1,5 meter. Banjir merendam rumah dan fasilitas umum,” katanya.

Ia mengatakan, di Kecamatan Grati, ada tujuh desa yang banjir yakni Kewadung Kulon, Kedawung Wetan, Trewung, Plososari hingga Kalipang. Di Kecamatan Winongan, banjir terjadi di Desa Winongan Lor, Winongan Kidul, Prodo dan Bandaran. Sedangkan di Kecamatan Rejoso, banjir terjadi di Desa Toyaning, Sadengrejo dan Patuguran banjir.

“Banjir juga menggenangi jalur pantura Jalan Raya Ngopak. Namun lalu-lintas dari Probolinggo-Pasuruan masih mengalir lancar,” ucapnya.

Ia mengatakan, pihaknya bersama Dinsos tengah menyiapkan nasi bungkus untuk didistribusikan ke warga terdampak banjir. “Kami siapkan 2.000 bungkus pagi ini,” kata Ridwan Harris. 

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan jika sejumlah wilayah di Jawa Timur masih berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan. Koordinator data dan informasiBMKG Juanda Teguh Tri Susanto mengatakan, waspadai hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat.

“Di antaranya wilayah Surabaya, Sidoarjo, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Jombang, Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Ngawi, Magetan, Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan,” katanya.

Oleh karena itu, masyarakat diminta supaya tetap waspada terhadap terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi. Seperti tanah longsor, banjir dan juga angin kencang, demikian Teguh Tri Susanto.

Sungai Meluap, Ribuan Rumah di Karawang Terendam Banjir

Jakarta, CNN Indonesia — Ribuan rumah di sejumlah desa di Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat terendam banjir akibat sungai dan saluran irigasi meluap di daerah tersebut.

“Banjir itu akibat aliran sungai dan saluran irigasi tersendat,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Yasin Nasrudin, saat dihubungi di Karawang, Rabu (19/1), dikutip Antara.

Ia menjelaskan hujan yang terjadi di Karawang selama beberapa hari terakhir mengakibatkan air di saluran irigasi meninggi. Begitu juga dengan aliran sungai buangan, kondisi airnya meningkat.

Akibat kondisi tersebut terjadi luapan air karena kondisi saluran air yang dipenuhi sampah.

“Kami sudah mengimbau agar di daerah itu dilakukan kerja bakti untuk bersih-bersih, agar sampah tidak menutup aliran sungai,” katanya.

Sementara itu, sesuai dengan pendataan yang dilakukan pihak kecamatan setempat, terdapat sekitar 6.000 rumah yang terdampak banjir akibat luapan sungai dan saluran irigasi. Untuk ketinggian air dilaporkan mencapai 10-30 centimeter.

Selain di wilayah Kecamatan Batujaya, banjir juga dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Rengasdengklok. Penyebabnya sama, meluapnya saluran irigasi dan sungai atau saluran pembuang.

BPBD berharap agar pada musim hujan seperti sekarang ini warga mengaktifkan gotong-royong atau kerja bakti untuk membersihkan saluran air yang ada di daerahnya masing-masing.

Hal itu penting untuk mengatasi penumpukan sampah di aliran sungai, sehingga air sungai tidak meluap, demikian Yasin Nasrudin.

(Antara/fra)

Daftar Wilayah di Jakarta yang Terendam Banjir, Ketinggian Capai 70 cm

JAKARTA, KOMPAS.com – Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta sejak Selasa (18/2/2022) pagi menyebabkan munculnya genangan atau banjir di sejumlah titik pada Selasa sore. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, setidaknya ada 19 lokasi di ibu kota yang tergenang.

Berikut rangkumannya berdasarkan pantauan reporter kompas.com di lapangan dan sejumlah sumber lain.

Banjir Rendam Jalan Samping Monas

Di Jakarta Pusat, banjir terjadi di Jalan Medan Merdeka Timur. Ruas jalan tersebut terpantau terendam banjir setinggi sekitar 30 sentimeter.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, banjir tersebut menggenangi jalan sekitar Pintu Timur Stasiun Gambir yang terletak persis di samping Monas.

Terlihat sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil memaksa melewati banjir. Hingga pukul 13.59 WIB, terpantau air belum surut.

Akibatnya, terjadi kepadatan lalu lintas di sekitar wilayah Monas dan Stasiun Gambir tersebut. Kemacetan terjadi di jalan dari arah Tugu Tani menuju Medan Merdeka Utara.

Banjir di Depan PN Jakarta Pusat

Jalan Bungur Raya di Jakarta Pusat juga terendam banjir setinggi 20 sentimeter.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pukul 15.14 WIB, Satlantas Jakarta Pusat berkoordinasi dengan petugas penanggulangan kebakaran dan penyelamatan Jakarta untuk menyedot air banjir di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Volume air sudah mulai surut, tetapi masih terdapat genangan di sana. Jalur menuju Jalan Galur Raya yang sempat ditutup sementara oleh Satlantas Jakarta Pusat, kini telah bisa dilalui oleh pengendara roda dua maupun roda empat.

Arus lalu lintas di jalan tersebut terpantau ramai dan sedikit tersendat.

Banjir di Jalan Ahmad Yani

Jalan Ahmad Yani, Pulogadung, Jakarta Timur, juga terendam banjir setinggi sekitar 50 sentimeter, Selasa sore.

Pantauan di lokasi, banjir menggenangi ruas jalan di samping Waduk Pulomas, arah Tanjung Priok menuju Cawang, atau di dekat gerbang pintu tol Cempaka Putih.

Banjir terjadi karena aliran Kali Sunter yang berada di samping jalan meluap usai hujan deras melanda wilayah tersebut.

Akibat dari genangan tersebut, kendaraan yang hendak menuju Cawang dialihkan ke jalur bus atau busway. Beberapa kendaraan juga terlihat mogok akibat banjir tersebut.

Banjir di Jalan Letjen Suprapto

Banjir setinggi 60-70 sentimeter menggenang di jalur lambat Jalan Letjend R Suprapto arah menuju Simpang Lima Senen.

Hal ini diketahui berdasarkan keterangan akun Twitter @TMCPoldaMetro pukul 14.37 WIB.

Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat mengalihkan lalu lintas sementara untuk melewati lajur cepat dan lajur busway di sekitar jalan tersebut.

Banjir di WIlayah Jakarta Utara

Sejumlah wilayah di Jakarta Utara terendam banjir setelah hujan deras mengguyur Jakarta sejak pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, beberapa lokasi yang mengalami banjir di antaranya Sunter dan Muara Angke.

Di Sunter, tepatnya di Jalan Gaya Motor II, banjir menyebabkan menyebabkan kendaraan tidak bisa melintas. Kemudian, banjir juga terjadi di Jalan Yos Sudarso, tepat di depan Kwik Kian Gie School.

Selain itu, banjir terjadi di daerah Pademangan, Pluit, Marunda, dan Kelapa Gading.