BMKG: Gempa Dangkal Magnitudo 6,9 Guncang Nias Selatan Akibat Subduksi Lempeng

Liputan6.com, Jakarta – Gempa dangkal Magnitudo 6,9 mengguncang Nias Selatan, Sumut, Senin (14/3/2022) pukul 04.09 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa tersebut terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa Nias Selatan yang baru saja terjadi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan Magnitudo 6,7

Terasa hingga Padang Pariaman

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,71° LS 98,50° BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 6 Km arah selatan Hibala, Nias Selatan, Sumatra Utara, pada kedalaman 25 km.

Gempa ini berdampak dan dirasakan di daerah Padang, Siberut, Nias Selatan, Gunungsitoli dengan skala intensitas IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Padang Panjang, Bukittinggi, Pasaman Barat, Tuapejat, Pariaman dengan skala intensitas III MMI (terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Lalu di Dhamasraya, Payakumbuh, Kerinci, Tapanuli Selatan, Pesisir Selatan, Batusangkar, Padang Pariaman, Solok dengan skala intensitas II MMI (benda-benda ringan yang digantung bergoyang ).

“Dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” katanya.

Gempa Susulan

Bambang juga mengatakan, hingga pukul 05.10 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya empat aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar Magnitudo 6,0.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” katanya menambahkan.

Antisipasi Gempa Bumi

Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.

Sebelum:

– Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempabumi.

– Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

– Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

– Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.

– Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

– Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi

– Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

– Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

– Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

Saat Terjadi Gempa Bumi:

– Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

– Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

– Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

– Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

– Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa Bumi:

– Jika Anda berada di dalam bangunan: keluar dari bangunan tersebut dengan tertib; jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa;periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K; telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

– Periksa lingkungan sekitar Anda: apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.

– Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa,karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

– Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

– Dengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

– Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

– Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.

Lokasi Gempa Nias Dekat dengan Lokasi Gempa Dahsyat 225 Tahun Lalu

KOMPAS.com – Gempa Nias Selatan, Sumatera Utara, terjadi pada Senin (14/3/2022) pukul 04.09 WIB.

Gempa magnitudo 6,9 itu berpusat di 161 kilometer tenggara Nias Selatan dengan kedalaman 25 kilometer.

Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan, gempa kuat yang mengguncang Pulau Siberut Kepulauan Mentawai-Kepulauan Batu pagi ini bersumber di zona megathrust berpotensi destruktif.

Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng di zona megathrust Mentawai-Siberut.

Dia juga mengatakan, gempa yang terjadi pagi ini terletak di zona seismic gap atau zona kekosongan gempa besar Kepulauan Mentawai bagian utara.

Daryono menyampaikan, zona gempa ini juga menjadi sumber gempa berkekuatan magnitudo 8,5 pada 10 Februari 1797 yang saat itu memicu tsunami dengan tinggi sekitar 5 meter di Pantai Padang Sumatera Barat.

Seperti apa gempa waktu itu?

Gempa Nias 1797

Dilansir laman BNPB, 10 Februari 2020, gempa bumi dahsyat pernah mengguncang pesisit barat Sumatera. Gempa itu diperkirakan berkekuatan M 8,4.

Gempa yang berkekuatan besar itu terjadi pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB.

Sumber gempa berasal dari wilayah Segmen Mentawai Megathrust, seperti yang terjadi pada gempa Nias pagi ini.

Tak hanya gempa, saat itu juga terjadi tsunami yang dipicu dari gempa besar itu. Namun, tidak banyak catatan yang tersisa dari dampak gempa.

Database tsunami global mencatat hanya dua pengamatan tsunami akibat kejadian tersebut.

Pengamatan pertama ada di Kota Padang yang berjarak 184 km dari sumber gempa dan yang kedua di Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan (antara Siberut-Nias) yang berjarak 60 km dari sumber gempa.

Dampak gempa dan korban jiwa

Di Padang, tsunami menghantam dengan dahsyat, lalu air laut surut sedemikian rupa hingga Sungai Batang Arau menjadi kering olehnya, sebelum kedatangan tsunami berikutnya.

Rangkaian tsunami ini terjadi hingga 3 kali. Hal itu menyebabkan Kota Padang terendam, permukiman di Air Manis luluh lantak, kurang lebih 300 jiwa meninggal dunia.

Sebagian korban ditemukan bergelantungan tersangkut di cabang pepohonan dan ada kapal yang terbawa jauh ke daratan hingga 5.5 km.

Sementara di Pulau Batu, tidak disampaikan laporan detail dampak gempa bumi dan tsunami, selain bahwa tsunaminya “considerable”.

Survei kelautan pada 2008 mengindikasikan bahwa tsunami 1797 tersebut mungkin disebabkan oleh sumber lokal akibat longsoran bawah laut, atau dari back thrust.

Tsunami 1797 tersebut bukanlah satu-satunya tsunami yang melanda pesisir barat Sumatera pada malam hari.

Pada 1833, pukul 20.30 WIB tanggal 24 November, gempa terjadi di Segmen Enggano, dan menimbulkan tsunami di Sumatera Barat.

Gempa Nias Selatan Landa Permukiman di Kawasan Rawan Bencana dan Tsunami

KOMPAS.com – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa gempa bumi M 6,9 yang mengguncang Pantai Selatan Nias Selatan terjadi di Kawasan Rawan Bencana (KRB).

Sebagai informasi, gempa tektonik bermagnitudo M 6,9 mengguncang wilayah Pantai Selatan Nias Selatan, Sumatera Utara pada pukul 04.09 WIB, Senin (14/3/2022).

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 6,7 dan sudah terjadi 6 kali gempa susulan dengan magnitudo tertinggi M 6,0.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno MSi mengatakan, episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,71° LS ; 98,50° BT.

Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 6 kilometer arah Selatan Hibala, Nias Selatan, Sumatera Utara pada kedalaman 25 kilometer.

Sementara itu, menurut informasi dari The United States Geological Survey (ESGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 98,613 BT dan 0,658 LS dengan magnitudo (M 6,7) pada kedalaman 21,8 kilometer.

Sedangkan, data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 98,62 BT dan 0,59 LS, dengan magnitudo (M 6,7) pada kedalaman 19 kilometer.

Bambang menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi di Nias Selatan yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata dia.

Kendati berpusat di laut, hasil pemodelan BMKG tidak menunjukkan adanya potensi tsunami tetapi dirasakan di sejumlah daerah dengan skala intensitas getaran yang bervariasi.

Gempa Nias di permukiman di Kawasan Rawan Bencana

Berdasarkan catatan BMKG, gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Padang, Siberut, Nias Selatan, Gunungsitoli dengan skala intensitas IV MMI, di mana bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

Selanjutnya, daerah Padang Panjang, Bukittinggi, Pasaman Barat, Tuapejat, Pariaman juga merasakan getaran akibat dari guncangan gempa bumi ini dengan skala intensitas III MMI. Pada skala intensitas III MMI, umumnya getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Selain itu, daerah Dhamasraya, Payakumbuh, Kerinci, Tapanuli Selatan, Pesisir Selatan, Batusangkar, Padang Pariaman, Solok merasakan akibat guncangan gempa bumi dengan skala intensitas II MMI, yakni situasi di mana getaran gempa Nias Selatan dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi di Nias Selatan sebagian besar terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah dan sebagian terletak pada KRB gempa bumi tinggi.

“Daerah lokasi pusat gempa bumi tergolong rawan tsunami,” tulis Badan Geologi dikutip Kompas.com dari keterangan tertulis di laman resminya, Senin (14/3/2022).

Data juga menunjukkan bahwa potensi tinggi tsunami di garis pantai (tsunami height) Kepulauan Batu mencapai 5,7 meter dan Pulau Siberut mencapai 8,36 metermeter.

Berdasarkan atlas peta kerentanan likuefaksi yang diterbitkan Badan Geologi ESDM tahun 2019, daerah sekitar pusat gempa berada pada dua zona kerentanan likuefaksi yaitu zona kerentanan tinggi dan sedang.

Untuk diketahui, likuefaksi adalah fenomena hilangnya kekuatan lapisan tanah akibat getaran gempa. Lema ini berkategori nomina atau kata benda.

Peneliti dari Pusat Penelitian Geoteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Danny Hilman mengatakan, likuefaksi terjadi karena keadaan tanah yang tidak padat.

Akibat gempa Nias Selatan, air yang berada di dalam tanah naik dan bercampur dengan tanah.

  • Zona kerentanan likuefaksi tinggi umumnya berada di pesisir pantai Pulau Tanahbala, Bojo dan Mentawai bagian barat.
  • Zona kerentanan likuefaksi tinggi dapat mengalami likuefaksi secara merata dan struktur tanah umumnya menjadi rusak parah.

Adapun, tipe kerusakan struktur tanah yang dapat terjadi berupa likuefaksi aliran, pergeseran lateral, penurunan tanah dan semburan pasir.

  • Zona likuefaksi sedang berada pada daerah yang lebih jauh dari pantai dengan tipe endapan pasiran. Zona kerentanan likuefaksi sedang dapat mengalami likuefaksi secara tidak merata dan struktur tanah umumnya rusak.

Tipe kerusakan struktur tanah yang terjadi berupa pergeseran lateral, penurunan tanah dan semburan pasir.

Saran keselamatan gempa Nias Selatan

Dengan hasil analisis dampak gempa bumi yang melanda sekitar kawasan rawan bencana ini, Badan Geologi menegaskan agar masyarakat tetap tenang.

Namun, upayakan untuk mengikuri arahan serta informasi dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat), dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan.

“Kejadian gempa bumi ini berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan berupa likuefaksi, retakan tanah, penurunan tanah, dan gerakan tanah. Oleh karena itu penduduk agar waspada dengan gejala tersebut,” tegas Badan Geologi.

Waspadailah retakan tanah pada bagian atas perbukitan yang dapat berpotensi berkembang menjadi tanah dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat atau curah hujan tinggi.

Serta, bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan, disarankan agar mengungsi ke tempat aman dan waspada terhadap gempa bumi susulan yang dapat mengakibatkan kerusakan lanjut pada bangunan.

Sering Dilanda Bencana, Indonesia Dukung Penuh GPDRR

Indonesia selalu berperan secara aktif dalam konferensi kebencanaan internasional sejak tahun 2009. Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) adalah forum multi pemangku kepentingan dua tahunan yang diinisiasi oleh PBB untuk meninjau kemajuan, berbagi pengetahuan dan mendiskusikan perkembangan dalam Penanggulangan Risiko Bencana (PRB).


GPDRR memainkan peran penting dalam memobilisasi dan mendorong kolaborasi antara pemerintah, pemangku kepentingan dan sistem PBB untuk mempercepat pelaksanaan pengurangan risiko bencana.

GPDRR 7th akan diselenggarakan di Provinsi Bali. Direktur Jenderal Komunikasi dan Informasi (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Usman Kansong menjelaskan, dengan dipercayanya Indonesia sebagai tuan rumah forum internasional ini, menjadi momentum untuk memperkuat mitigasi dan penanggulangan bencana secara global dan nasional.

“Forum GPDRR menjadi ajang kolaborasi untuk tangguh bencana. Indonesia dan seluruh negara di dunia membahas pentingnya mitigasi dan pengurangan risiko bencana dalam upaya mencapai ketangguhan bencana dan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Usman dalam Temu Media Persiapan Indonesia Jadi Tuan Rumah GPDRR, Kamis (3/10/2022).

Di sisi lain, lanjut Usman, sebagai tuan rumah GPDRR juga secara langsung akan memberikan kontribusi kebangkitan ekonomi lokal, khususnya ekonomi di Pulau Dewata Bali.

Selama ini Bali sebagai provinsi yang mengandalkan sektor wisata untuk menggerakkan ekonomi sangat terdampak akibat pandemi Covid-19.

“Setelah GPDRR, event Presidensi G20 juga akan dilakukan di Bali. Berbagai event yang diselenggarakan di Bali akan memulihkan parisiwata Bali, menumbuhkan kembali perekonomian di Bali,” katanya.

Usman melanjutkan, pemerintah mengajak masyarakat untuk menyambut kegiatan GPDRR dan mengawal kegiatan ini hingga sukses.

Melalui kegiatan GPDRR, pemerintah dan masyarakat dapat membuat banyak program untuk mengurangi risiko bencana, agar dampak dari bencana dapat dikendalikan. Menurutnya, peran media sangat penting untuk mengedukasi masyarakat agar siap menghadapi bencana yang tidak bisa diprediksi kapan akan datang.

“Media kita harapkan bukan membuat panik masyarakat tapi mengedukasi masyarakat agar masyarakat siap menghadapi bencana. Kita hidup di ring of fire, wilayah rawan bencana. Karena itu kita harus siap menghadapi bencana,” ujar Usman.

Usman memberikan perbandingan mitigasi bencana saat gempa yang terjadi di Yogyakarta dan Jepang beberapa waktu lalu. Kekuatan gempa di Yogyakarta dan Jepang memiliki Skala Richter (SR) yang serupa. Namun korban jiwa yang berjatuhan antara Yogyakarta dan Jepang sangat timpang. Jepang disebut Usman lebih siap menghadapi bencana gempa bumi. Oleh karenanya, Usman berharap agenda GPDRR dapat diberitakan dengan baik oleh media agar masyarakat teredukasi dengan baik saat menghadapi bencana.

“Targetnya kita mendapatkan akseptabilitas atau penerimaan dari masyarakat, agar event ini bermanfaat bagi masyarakat, dalam konteks menghadapi bencana,” katanya.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Dr. Raditya Jati menambahkan, menjadi tuan rumah GPDRR memiliki nilai strategis global. Menjadi tuan rumah merupakan refleksi kepercayaan komunitas internasional atas kepemimpinan Indonesia di dalam isu kebencanaan.

“Indonesia menjadi tuan rumah GPDRR pertama di kawasan Asia Pasifik dan negara kedua di luar Jenewa, Swiss,” katanya.

“GPDRR diperkirakan akan berlangsung secara imperson (tatap muka) berlangsung dalam tataran normal baru. GPDRR adalah acara yang inklusi dengan kemungkinan partisipasi yang lusa dan beragam,” lanjutnya.

Sementara, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Widiarsi Agustina menjelaskan forum GPDRR adalah pertemuan kemanusiaan, membahas tentang perubahan perilaku masyarakat umum dalam hal memitigasi bencana alam.

GPDRR menurutnya menjadi momentum untuk membangun social movement, kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

“Hasil dari pembahasan di GPDRR menjadi roh untuk mencegah kerusakan (akibat bencana) yang akan terjadi di kemudian hari,” ujarnya.

https://sains.sindonews.com

Longgarkan Pembatasan, Singapura Siap Nyusul ‘Bye-bye’ COVID-19?

Jakarta – Pemerintah Singapura memutuskan membuka perbatasan negara bagi pelancong internasional tanpa harus menjalani karantina. Hal ini diumumkan langsung oleh Menteri Transportasi S. Iswaran.

Kebijakan pelonggaran pembatasan COVID-19 tersebut diambil setelah angka vaksinasi COVID-19 yang tinggi dan protokol manajemen pandemi kian membaik.

“Selama pelancong itu sudah divaksinasi dan dapat membuktikannya, mereka bisa masuk ke negara tanpa karantina,” kata S. Iswaran, dikutip dari CNBC, Jumat (11/3/2022).

Sebelumnya, pemerintah Singapura telah menerapkan jalur masuk tanpa karantina bagi pelancong beberapa negara. Persyaratannya adalah pelancong telah divaksin, menaiki penerbangan yang diberi status Vaccinated Travel Lane (VTL), dan menunjukkan hasil tes negatif COVID-19.

Selain Singapura, beberapa negara di Asia Tenggara lainnya juga mulai berencana berdamai dengan COVID-19. Seperti Malaysia akan menerapkan status endemi mulai 1 April mendatang sebagai upaya memulihkan kegiatan masyarakat.

Selain Malaysia, Thailand juga berencana menjalankan kebijakan serupa pada Juli mendatang. Berdasarkan keterangan pemerintah, kebijakan tersebut diambil sebagai upaya pemulihan industri pariwisata yang hancur saat diterpa pandemi COVID-19.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia?

Untuk Indonesia, pemerintah masih belum berencana mengubah status pandemi menjadi endemi dalam waktu dekat. Tetapi relaksasi kebijakan pelonggaran pembatasan COVID-19, mulai diberlakukan.

Beberapa kebijakan yang diambil pemerintah yakni pelaku perjalanan domestik yang sudah divaksin lengkap atau booster, tidak perlu menunjukkan hasil tes antigen atau PCR. Selain itu, pemerintah juga sudah memulai uji coba tanpa karantina di Bali bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Cegah Kebocoran, WHO Peringatkan Ukraina Hancurkan Patogen Berbahaya di Lab

Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan Ukraina untuk segera menghancurkan patogen ancaman tinggi di laboratorium kesehatan. Hal ini untuk mencegah potensi ‘bocornya’ patogen yang memicu penyebaran penyakit di antara penduduk.

Patogen merupakan istilah medis dari organisme kecil penyebab infeksi, jenisnya beragam mulai dari virus, bakteri, hingga jamur yang bisa menyebabkan penyakit berbeda di manusia maupun hewan.

Pakar biosekuriti menilai pergerakan pasukan Rusia ke Ukraina dan serangan bom besar di sejumlah kota meningkatkan risiko lolosnya patogen penyebab penyakit, jika salah satu fasilitas itu rusak.

Dikutip dari Channel News Asia, seperti banyak negara lain, Ukraina juga memiliki laboratorium kesehatan masyarakat yang meneliti cara mengurangi ancaman penyakit berbahaya. Termasuk penyakit dari hewan ke manusia, seperti COVID-19.

Laboratorium Ukraina sebelumnya telah menerima bantuan dari Amerika Serikat, Uni Eropa, dan WHO untuk menganalisis patogen tersebut.

Sebelum terjadinya invasi Rusia, WHO berkolaborasi dengan laboratorium kesehatan masyarakat Ukraina selama beberapa tahun untuk mempromosikan praktik keamanan yang membantu mencegah pelepasan patogen yang tidak disengaja atau disengaja.

“Sebagai bagian dari pekerjaan ini, WHO telah sangat merekomendasikan kepada Kementerian Kesehatan di Ukraina dan badan-badan lain yang bertanggung jawab untuk menghancurkan patogen ancaman tinggi untuk mencegah potensi kebocoran,” kata WHO.

WHO tidak mengatakan secara spesifik tentang jenis patogen atau racun yang disimpan di laboratorium Ukraina. Pernyataan WHO juga tidak mengacu pada biowarfare atau perang ‘senjata biologis’.

WHO hanya mendorong semua pihak untuk bekerja sama dalam pembuangan yang aman dan terjamin dari setiap patogen yang mereka temui.

Sering Dilanda Bencana, Indonesia Dukung Penuh GPDRR

Indonesia selalu berperan secara aktif dalam konferensi kebencanaan internasional sejak tahun 2009. Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) adalah forum multi pemangku kepentingan dua tahunan yang diinisiasi oleh PBB untuk meninjau kemajuan, berbagi pengetahuan dan mendiskusikan perkembangan dalam Penanggulangan Risiko Bencana (PRB).

GPDRR memainkan peran penting dalam memobilisasi dan mendorong kolaborasi antara pemerintah, pemangku kepentingan dan sistem PBB untuk mempercepat pelaksanaan pengurangan risiko bencana.

GPDRR 7th akan diselenggarakan di Provinsi Bali. Direktur Jenderal Komunikasi dan Informasi (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Usman Kansong menjelaskan, dengan dipercayanya Indonesia sebagai tuan rumah forum internasional ini, menjadi momentum untuk memperkuat mitigasi dan penanggulangan bencana secara global dan nasional.

“Forum GPDRR menjadi ajang kolaborasi untuk tangguh bencana. Indonesia dan seluruh negara di dunia membahas pentingnya mitigasi dan pengurangan risiko bencana dalam upaya mencapai ketangguhan bencana dan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Usman dalam Temu Media Persiapan Indonesia Jadi Tuan Rumah GPDRR, Kamis (3/10/2022).

Di sisi lain, lanjut Usman, sebagai tuan rumah GPDRR juga secara langsung akan memberikan kontribusi kebangkitan ekonomi lokal, khususnya ekonomi di Pulau Dewata Bali.

Selama ini Bali sebagai provinsi yang mengandalkan sektor wisata untuk menggerakkan ekonomi sangat terdampak akibat pandemi Covid-19.

“Setelah GPDRR, event Presidensi G20 juga akan dilakukan di Bali. Berbagai event yang diselenggarakan di Bali akan memulihkan parisiwata Bali, menumbuhkan kembali perekonomian di Bali,” katanya.

Usman melanjutkan, pemerintah mengajak masyarakat untuk menyambut kegiatan GPDRR dan mengawal kegiatan ini hingga sukses.

Melalui kegiatan GPDRR, pemerintah dan masyarakat dapat membuat banyak program untuk mengurangi risiko bencana, agar dampak dari bencana dapat dikendalikan. Menurutnya, peran media sangat penting untuk mengedukasi masyarakat agar siap menghadapi bencana yang tidak bisa diprediksi kapan akan datang.

Pasaman Barat Masuk Transisi Darurat Pemulihan Bencana selama 3 Bulan

Jakarta, Beritasatu.com – Status tanggap darurat bencana yang diberlakukan di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat, pascagempa bumi magnitudo (M) 6,1 sudah berakhir. Selanjutnya Pasaman Barat saat uni memasuki masa transisi darurat bencana atau status tanggap darurat ke pemulihan selama 90 hari atau tiga bulan, terhitung mulai tanggal 11 Maret hingga 8 Juni 2022.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan, penetapan status darurat pemulihan bencana tersebut ditetapkan berdasarkan keputusan Bupati Pasaman Barat Nomor 188.45/170/BUP-PASBAR/2022 tentang Penetapan Status Transisi Darurat Pemulihan Penanganan Bencana Alam Gempa Bumi di Kabupaten Pasaman Barat.

“Pada periode transisi ini, sistem komando penanganan darurat tetap melaksanakan fungsinya kepada warga terdampak, seperti pemenuhan kebutuhan dasar, pengendalian terhadap sumber ancaman bencana atau pun perlindungan kelompok rentan,” kata Abdul Muhari, Jumat (11/3/2022).

Upaya lain yang juga dilakukan selama status darurat pemulihan bencana di Pasaman Barat yakni pemerintah daerah memperbaiki fungsi prasarana dan sarana vital, perbaikan awal kondisi sosial ekonomi masyarakat korban dan pengungsi.

“Pemerintah setempat juga tetap melakukan kaji cepat perkembangan situasi dan penanganan darurat bencana,” kata Abdul Muhari.

Dikatakan, pemerintah daerah telah mulai membangun hunian sementara (huntara) sebanyak 25 unit. Huntara tersebut berada di Jorong Tanjung Beruang, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau. Pembangunan ini didukung oleh Palang Merah Indonesia (PMI) wilayah Pasaman Barat dan TNI.

Sebelumnya Pasaman Barat berstatus tanggap darurat bencana selama 14 hari, sejak tanggal 25 Februari 2022 hingga berakhir pada 10 Maret 2022, menyusul gempa bumi M 6,1 melanda wilayah tersebut.

Berdasarkan data terkini Pemkab Pasaman Barat hingga pukul 06.30 WIB, Jumat (11/9/2022), akibat bencana gempa bumi yang melanda wilayah tersebut tercatat 2.993 unit rumah rusak. Secara terperinci 1.240 unit rumah rusak berat (RB), 703 unit rumah rusak sedang (RS), dan 1.050 unit rumah rusak ringan (RR).

Kerusakan lain yaitu pada fasilitas pendidikan dengan rincian 19 unit RB, 14 unit RS, dan 42 unit RR. Pada fasilitas kesehatan terdampak tercatat 6 unit RB, 5 unit RS, dan 7 unit RR. Kemudian pada fasilitas tempat ibadah ada 22 unit, 7 unit RS, 11 unit RR, serta fasilitas kantor pemerintah tercatat 9 unit RS dan 29 unit RR.

“Pada masa transisi masih memberikan pelayanan kepada warga terdampak karena sebanyak 3.979 orang masih mengungsi,” kata Abdul Muhari.

Disebutkan, Dinas Kesehatan Pasaman Barat secara rutin juga melakukan pengecekan kesehatan masyarakat korban gempa yang masih berada di pos pengungsian seperti di Nagari Kajai.

“BNPB terus memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah pada masa transisi ini, seperti sinkronisasi data kerusakan rumah dan fasilitas terdampak lainnya,” katanya.

Waspada! Cuaca Besok dan Lusa Diprediksi Ekstrem, Potensi Bencana Tinggi

jpnn.com, KUPANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca ekstrim di wilayah Nusa Tenggara Timur selama dua hari ke depan, Senin (21/2).

Pasalnya, saat ini wilayah NTT berada pada periode hujan dengan suhu muka laut yang cukup hangat disertai adanya gelombang equatorial Rossby serta sirkulasi siklonik di Laut Arafuru. 

Kepala Stasiun Meteorologi Klas II El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi mengatakan kondisi cuaca tersebut menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, banjir rob di wilayah pesisir, tanah longsor, pohon tumbang, jalan licin, dan sambaran petir.

Menurutnya, hujan ringan hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang, pada 21 hingga 23 Februari 2022 akan terjadi di wilayah NTT.

“Kondisi ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan,” kata Agung.

BMKG membeberkan wilayah yang berpotensi hujan ringan hingga lebat per 21 Februari 2022 terjadi di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Rote, Sabu, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya.

Kemudian, pada 22 Februari 2022, hujan ringan hingga lebat terjadi di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Belu, Malaka, TTU, TTS, Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Rote, Sabu Raijua, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya.

“Wilayah yang berpotensi angin kencang Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Belu dan Malaka,” tutur Agung.

BNPB Catat 638 Bencana Alam Sejak Awal Tahun 2022

Merdeka.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 638 bencana alam terjadi di berbagai provinsi di Indonesia dari Januari hingga 20 Februari 2022.

Berdasarkan data BNPB yang diterima di Jakarta, dari ratusan bencana alam tersebut, banjir, cuaca ekstrem dan tanah longsor merupakan kejadian yang paling dominan. Diansir Antara, Senin (21/2).

taboola mid article

Lebih rinci, bencana banjir terjadi sebanyak 249 kali, cuaca ekstrem 231 kali, tanah longsor 130 kali, kebakaran hutan dan lahan 20 kali, gelombang pasang dan abrasi lima kali serta gempa bumi tiga kali.

Jika dilihat dari peta sebaran kejadian, pada umumnya bencana alam paling banyak terjadi di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Akibat kejadian tersebut, BNPB mendata sebanyak 23 orang meninggal dunia, 96 luka-luka dan 982.946 orang menderita dan terpaksa mengungsi. Tidak hanya itu, bencana alam tersebut juga merusak 10,004 rumah warga dan berbagai fasilitas pemerintah maupun umum.

Sesuai tingkat kerusakan, sebanyak 1.074 rumah rusak berat, 1.628 rumah rusak sedang dan 7.302 rumah rusak ringan. Bencana alam tersebut juga mengakibatkan kerusakan terhadap 109 unit fasilitas pendidikan, 78 unit rumah ibadah dan 33 unit fasilitas kesehatan.

Di samping itu, 37 jembatan dan 14 gedung perkantoran yang tersebar di berbagai daerah juga rusak akibat bencana alam tersebut. [ray]