Bencana Iklim ‘Terbesar’ Landa Filipina dan Malaysia

KUALA LUMPUR — Malaysia dan Filipina dilanda bencana iklim dengan skala yang lebih besar dari sebelumnya. Selain menyebabkan puluhan ribu warga mengungsi, bencana iklim di kedua negara tersebut merenggut korban jiwa. 

Hujan lebat yang menyebabkan banjir besar di Malaysia selama akhir pekan lalu tercatat menyebabkan lima korban jiwa dan membuat 41 ribu orang mengungsi. Banjir di Malaysia disebabkan curah hujan yang memiliki intensitas terbesar dalam 100 tahun terakhir. Terdapat tujuh negara bagian Malaysia yang terdampak banjir. 

Adapun di Filipina, jumlah korban jiwa akibat musibah topan Rai terus bertambah. Topan Rai melanda Filipina pada Jumat (17/12) lalu dan merupakan topan terkuat yang menghantam Filipina pada tahun ini.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Air Malaysia (KASA) menyatakan, hujan deras yang melanda pantai barat Semenanjung Malaysia merupakan peristiwa sekali dalam 100 tahun. Sekretaris Jenderal KASA Zaini Ujang mengatakan, curah hujan tahunan di Kuala Lumpur tercatat mencapai 2.400 mm dan telah melebihi rata-rata curah hujan selama sebulan. “Ini sesuatu yang di luar dugaan dan hanya terjadi setiap 100 tahun sekali,” kata Zaini. 

photo

Penampakan mobil yang terguling akibat bajir yang melanda wilayah Kuala Langat, Malaysia, Senin (20/12). Sejumlah wilayah di Malaysia terdampak banjir yang menewaskan delapan orang dan memaksa 41 ribu warga mengungsi. – (EPA-EFE/FAZRY ISMAIL)

Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Malaysia (NADMA), tujuh negara bagian dan satu wilayah federal terkena dampak banjir, yaitu Kelantan, Terengganu, Pahang, Melaka, Negeri Sembilan, Selangor, Perak, dan Kuala Lumpur. Tak sedikit warga yang sempat terjebak di kendaraan dan rumah mereka saat musibah banjir melanda. Mengutip Bernama, ada sekitar 41 ribu warga yang sudah dievakuasi ke tempat pengungsian pada Ahad (19/12). 

Kepala Kepolisian Shah Alam,  Baharudin Mat Taib mengatakan, korban meninggal ditemukan di Selangor, Pahang, Taman Sri Muda Shah Alam pada Senin (20/12). Dua di antaranya diyakini warga Shah Alam, sedangkan jenazah ketiga belum diketahui identitasnya. Kematian lainnya terjadi di Kuantan, Pahang. Jenazah pria 34 tahun ditemukan di Kampung Cempaka pada pukul 07.15 waktu setempat. 

Baharudin sebelumnya mengatakan bahwa jasad telah ditemukan oleh anggota masyarakat di dekat kondominium Alam Idaman di Shah Alam, Selangor, setelah permukaan air mulai surut sekitar pukul 19.50 pada Ahad. “Segera setelah diberitahu tentang panggilan darurat bahwa ada jasad yang ditemukan, personel segera dikirim ke tempat kejadian. Almarhum diyakini tenggelam,” ujarnya dikutip laman Channel News Asia, Senin (20/12).

Sementara itu, delapan orang dilaporkan hilang di Bentong, Pahang. Mereka diduga hanyut terbawa arus banjir. 

Saat ini, masjid-masjid di Kuala Lumpur dan Putrajaya diubah menjadi tempat pengungsian sementara bagi para korban banjir. Kantor berita Bernama melansir, Ahad (19/12), Menteri di Departemen Perdana Menteri (Urusan Agama) Idris Ahmad mengatakan dia telah menginstruksikan Departemen Pengembangan Islam Malaysia (Jakim) dan Departemen Agama Islam Wilayah Federal (JAWI) untuk mengoordinasikan masalah ini. 

“Masjid sudah siap dan juga akan memberikan bantuan yang sesuai. Masjid juga mengelola bantuan sembako melalui program Dapur It’am dan JAWI Food Bank,” ujar Ahmad.

Selain itu, Dewan Agama Islam Wilayah Federal (MAIWP) akan memberikan bantuan yang diperlukan kepada para korban. Lembah Klang dilanda banjir yang menyebabkan sekitar 15 ribu penduduk dievakuasi ke lebih dari 100 pusat evakuasi sementara. 

photo

Foto dari udara menunjukkan banjir yang menggenangi desa di Shah Alam, Kuala Lumpur, Senin (20/12/2021). – (AP/Chan Yoke Poh/Lion Club International 308B) SHARE  

Banjir merendam pemukiman warga, fasilitas publik, sejumlah sekolah hingga menggenangi ruas jalan tol yang menghubungkan antar negeri atau provinsi. Banjir di Kuala Lumpur terjadi akibat membludaknya Sungai Gombak dan Sungai Klang yang bertemu di Masjid India. Akibatnya, bangunan di depan Dataran Merdeka yang merupakan ikon kota Kuala Lumpur tergenang hingga jalan ditutup untuk umum.

Banjir juga memasuki area parkir apartemen dan merendam belasan mobil penghuninya. Fasilitas umum seperti Jogging track yang berada di pinggir Sungai Gombak juga terendam. Binatang seperti ular ikut muncul di permukaan, sehingga warga memanggil petugas untuk menangkapnya.

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob telah memerintahkan Pasukan Bomba dan Penyelamat untuk memindahkan dan membantu penduduk yang terjebak pada sejumlah kawasan yang dilanda banjir. Ismail pun telah mengumumkan libur kepada semua pegawai yang terkena dampak banjir.

Sedangkan untuk pegawai swasta, dia menyarankan agar perusahaan memberikan pekerja cuti berbayar atau paid leave dengan tidak membatalkan cuti tahunan dan gaji mereka.Di Filipina, jumlah korban meninggal akibat topan Rai telah mencapai 208 jiwa hingga Senin (20/12). Terdapat pula 52 warga warga yang masih dinyatakan hilang. Data tersebut dirilis kepolisian Filipina. Namun badan bencana nasional masih berupaya memvalidasi angka-angka tersebut. Sebab, jumlah korban meninggal versi kepolisian lebih banyak 58 jiwa.

Lebih dari setengah kematian yang dicatat kepolisian Filipina berada di wilayah Visayas tengah, termasuk Provinsi Bohol. Provinsi tersebut merupakan salah satu yang paling parah terdampak topan Rai. Pada Ahad (19/12) lalu, Gubernur Bohol Arthur Yap melaporkan 74 kematian di wilayahnya.

Yap mengungkapkan, jumlah korban jiwa kemungkinan masih akan meningkat signifikan. Sebab, dari 48 wali kota di provinsinya, baru 33 yang dapat memberikan laporan terkait dampak topan dan kematian. Sisanya belum bisa melapor karena jaringan telekomunikasi terputus.

Yap telah memerintahkan para wali kota di Bohol mengerahkan kekuatan darurat guna mengamankan paket makanan dan minuman bagi masyarakat di masing-masing daerah. “Sangat jelas bahwa kerusakan yang diderita Bohol sangat besar dan mencakup semua,” ujar Yap setelah melakukan survei udara.

photo

Warga dievakuasi menggunakan perahu karet menyusul banjir akibat Topan Rai di Cagayan de Oro City, bagian selatan Filipina, Kamis (16/12/2021). – (AP/Aaron Favila/Philippine Goast Guard) SHARE  

Bohol memiliki populasi lebih dari 1,2 juta orang. Sekitar 780 ribu di antaranya diperkirakan terdampak hantaman topan Rai. Lebih dari 300 ribu warga juga harus mengungsi dari rumah mereka.

Selain Bohol, wilayah lain yang terdampak terjangan topan Rai adalah provinsi Cebu, Leyte, Surigao del Norte, Siargao, dan Kepulauan Dinagat. Juru bicara kepolisian nasional Filipina Roderick Alba mengungkapkan, pihaknya terus mengerahkan para personel ke lokasi-lokasi yang terdampak topan Rai. Selain membantu misi penyelamatan dan evakuasi, mereka ditugaskan menjaga ketertiban serta keamanan.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah mengunjungi beberapa lokasi yang terdampak topan Rai. Dia menjanjikan dana bantuan dua miliar peso untuk provinsi-provinsi yang terimbas.

Topan Rai yang melanda Filipina pada Jumat membawa angin berkecepatan 195 kilometer per jam pada kondisi terkuatnya. Sedikitnya 227 kota di Filipina kehilangan listrik. Topan pun merusak tiga bandara regional, termasuk dua bandara yang telah ditutup.

Sekitar 20 badai dan topan melanda Filipina setiap tahun. Sama seperti Indonesia, Filipina terletak di wilayah “Cincin Api” Pasifik yang aktif secara seismik. Hal itu membuat Filipina menjadi salah satu negara paling rawan bencana di dunia. 

Sumber : Reuters/Associated Press/Antara

Jateng Berpotensi Hujan Sejak Pagi, Waspada Bencana Hidrometeorologi!

Semarang – Sebagian Jawa Tengah berpotensi hujan sejak pagi. Potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi di daerah pegunungan antara siang dan sore atau awal malam.

BMKG stasiun meteorologi Ahmad Yani Semarang memperkirakan pagi ini umumnya berawan, Jawa Tengah bagian utara hujan ringan sedang. Kota Semarang yang ada di sisi utara Jateng saat ini dilanda hujan ringan sejak dini hari tadi.

“Siang/sore, awal malam hujan ringan sedang tersebar tidak merata dengan waktu bervariasi terutama di daerah pegunungan dan Jawa Tengah bagian Selatan. Hujan sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di daerah pegunungan,” kata prakirawan, Arif N dalam info cuaca, Selasa (20/12/2021).

 “Waspada bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan sambaran petir,” lanjutnya.

Berikut prakiraan cuaca Jateng berlaku pukul 07.00-19.00 WIB:

Hujan ringan-sedang
Cilacap, Kebumen, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Purwodadi, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Pemalang, Brebes, Solo, Semarang, Pekalongan, Tegal.

Hujan sedang-lebat
Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Ungaran, Temanggung, Kajen, Slawi, Magelang, Salatiga, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.

(alg/mbr)

 

Menkes Umumkan Varian Omicron Sudah Masuk ke Indonesia, Ini Sosok Pasien Pertama yang Terdeteksi

TRIBUNSOLO.COM – Pemerintah Idonesia mendeteksi adanya kasus Omicron di Indonesia.

Hal itu menyusul pengumuman adanya 5 kasus probable atau kemungkinan Omicron di Tanah Air.

Pengumuman ini disampaikan Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers, yang digelar Kamis, (16/12/2021).

“Di luar pasien terkonfirmasi positif ini, kemenkes juga mendeteksi 5 kasus probable Omicron. jadi belum pasti Omicron , tapi karena kita melakukan tes pcr dengan spesifikasi yg khusus, istilahnya SGTF (S gene target failure) kita mendeteksi ada 5 kasus yang probable Omicron,” kata Budi.

Adapun dari 5 kasus yang kemungkinan Omicron tesebut terdiri dari dua kasus warga negara Indonesia yang baru kembali dari AS dan Inggris.

Kedua WNI ini sekarang sedang diisolasi di Wisma Atlet. Sementara itu 3 kasus probable lainnya adalah WNA dari Tiongkok yang datang ke Manado.

“Sekarang sedang diisolasi, di karantina Manado,” katanya, dilansir dari Tribunnews.com.

Budi menegaskan bahwa ke lima kasus atau orang tersebut masih kemungkinan Omicron. Kepastian apakah mereka terinfeksi Omricon baru akan diketahui 3 hari ke depan.

“Karena baru dites PCR dengan marker khusus dan sampel PCRnya yang positif dari 5 kasus probable ini sudah dikirimkan ke badan Litbang kesehatan dan sekarang sedang kita run tes genome sequencingnya. diharapkan dalam 3 hari PCRnya ke depan kita sudah bisa mengonfirmasikan apakah benar ini Omicron atau tidak,” ujarnya.

Pasien Pertama Omicron di Indonesia: Pegawai Wisma Atlet,

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengumumkan satu pasien pertama di Indonesia yang terkonfirmasi positif Covid-19 varian baru Omicron.

Budi menyebut, Omicron terdeteksi berawal dari 3 pekerja kebersihan di Wisma Atlet, Kemayoran positif Covid-19.

Kemudian, pada 15 Desember 2021, satu di antara 3 pekerja itu terkonfirmasi varian Omicron, berinisial N.

�Kemenkes tadi malam telah mendeteksi ada seorang pasien inisial N terkonfirmasi Omicron pada tanggal 15 Desember 2021.”

“Kita lihat bahwa ada 3 pekerja pembersih di RS Wisma Atlet yang positif Covid-19 PCR.”

“Tiga data pasien itu kita kirim ke Balitbang Kemenkes untuk diuji genome sequencing, satu dari tiga pasien positif Omicron. Yang duanya tidak,” ucap Budi dalam konferensi persnya, Kamis (16/12/2021)

Menkes Budi dalam konferensi pers virtual, Kamis (16/12/2021). (istimewa)

Menkes Budi dalam konferensi pers virtual, Kamis (16/12/2021). (istimewa)

Ketiga pasien ini menjalani karantina di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

Menkes menjelaskan ketiga pegawai kebersihan itu tidak menunjukan gejala Covid-19 alias OTG (orang tanpa gejala).

Termasuk pasien yang terpapar Omicron itu.

“Ketiga orang ini tanpa gejala, jadi mereka sehat, tidak ada demam, tidak ada batuk,” ujarnya.

Dikatakannya, kini ketiga pasien itu sudah dinyatakan negatif Covid-19.

“Mereka sudah di ambil PCR yang kedua dan semuanya hasilnya negatif,” kata dia.

5 Kasus Probable Omicron

Di luar itu, Kemenkes juga menemukan lima kasus probable positif Covid-19 Omicron.

Artinya, kelima pasien ini belum bisa dipastikan terpapar Omicron atau tidak.

“Jadi belum pasti Omicron karena kita melakukan tes PCR dengan spesifikasi khusus,” ucapnya.

Adapun lima kasus probable itu merupakan WNI dan WNA yang sempat melakukan perjalanan dari luar negeri.

Di antaranya, dua WNI sedang karantina di Wisma Atlet.

Sementara, tiga WNA menjalani karantina di Manado.

“Dua kasus WNI, baru kembali dari Amerika Serikat dan Inggris.”

“Tiga kasus lainnya adalah WNA dari Tiongkok yang datang ke Manado,” tuturnya.

Meskipun Omicron telah terdeteksi masuk ke Indonesia, Menkes minta masyarakat tetap waspada dan tidak perlu panik.

Dia meminta seluruh masyarakat untuk tetap patuhi protokol kesehatan.

Terlebih, penyebaran varian Omicron ini lebih cepat dibanding yang lain.

“Yang paling penting jaga kewqaspadaa protokol kesehatan jangan kemdor, terutama pakai masker dan menjaga jarak. Pastikan kita jangan terlalu berkerumun,” jelasnya, dikutip dari msn.com

Pencarian Korban Erupsi Gunung Semeru Diperpanjang, Tim SAR Sisir 30 Titik

KOMPAS.com – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih berusaha mencari para korban awan panas guguran (APG) Semeru, Lumajang, Jawa Timur.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Kantor SAR Surabaya I Wayan Suyatna, tim menemukan sejumlah titik diduga masih ada korban yang terjebak.

Dilansir dari Surya.co.id, setidaknya Tim SAR akan melakukan penyisiran 30 titik dalam tiga hari ke depan.

“Dalam masa perpanjangan waktu kami optimalkan pencarian yang diindikasi masih di daerah-daerah terdampak,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Titik pencarian

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Tim SAR gabungan melakukan proses pencarian korban di jalur material guguran awan panas Gunung Semeru di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (9/12/2021). Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal hingga Kamis hari ini berjumlah 39 orang dan 13 orang dalam proses pencarian, serta penyintas berjumlah 6.022 jiwa yang tersebar di 115 titik pos pengungsian.

Wayan menjelaskan, tim SAR saat ini memfokuskan pencarian di lima titik, yaitu area tambang di Dusun Curah Kobokan/Desa Supit Urang Kecamatan Pronojiwo.

Lalu, tiga Dusun yang berada di Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro. Ketiga dusun itu adalah Kamar Kajang, Kebondeli, dan Kampung Renteng.

Untuk titik terakhir yaitu kawasan tambang pasir Haji Satuhan.

 

“Kami berharap dalam kondisi apapun korban semua bisa ditemukan secepatnya,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) menjelaskan, jumlah korban jiwa akibat bencana alam ini hingga Selasa (14/12/2021), tercatat 48 orang.

Lalu, lebih kurang 2.000 warga terpaksa mengungsi. 

Memahami Gempa M 7,4 di NTT yang Picu 97 Kali Guncangan

Merdeka.com – Warga Larantuka, Nusa Tenggara Timur dibuat kaget dengan guncangan gempa berskala besar pada Selasa pagi. Besarnya mencapai magnitudo 7.4. Gempa tersebut sempat dikabarkan memicu potensi gelombang tsunami.

Sejumlah daerah di NTT yakni Flores Timur Bagian Utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata masuk status waspada tsunami. Bahkan, dampak kerusakan terjadi sampai ke Selayar, Sulawesi Selatan. Dua jam berselang, status waspada tsunami dicabut oleh BMKG.

Gempa besar yang terletak pada koordinat 7,59 LS – 122,24 BT itu diikuti sebanyak 97 kali. Getaran gempa memang tak sekencang gempa pertama. BMKG mencatat gempa susulan terbesar mencapai M 6,8 sedangkan magnitudo gempa susulan terkecil M 2,9.

Koordinator Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono memaparkan, gempa di laut Flores Timur itu merupakan jenis gempa dangkal dengan kedalaman 10 kilometer. Penyebabnya adalah aktivitas sesar aktif di Laut Flores dengan mekanisme pergerakan geser atau mendatar (strike slip).

Sesar aktif tersebut belum terpetakan. Sehingga, kata Daryono, hal ini menjadi tantangan bagi para ahli kebumian untuk mengidentifikasi dan memetakannya. Tujuannya, guna melengkapi peta sumber dan bahaya gempa di Indonesia.

“Meskipun pusat gempa ini terletak dekat jalur sumber gempa sesar naik Flores (Flores Thrust) tetapi pembangkit gempa ini bukan Sesar Naik Flores. Sesar Naik Flores memiliki mekanisme naik, sedangkan gempa ini memiliki mekanimse geser/mendatar,” kata Daryono mengawali paparannya dikutip merdeka.com, Selasa (14/12).

Menurut dia, lokasi sumber gempa Laut Flores M7,4 tadi siang secara seismisitas sebenarnya jarang terjadi aktivitas gempa berdasarkan data seismisitas regional periode 2009-2021.

Sumber Gempa Tak Dikenali

Daryono menjelaskan, biasanya gempa gempa besar sudah ada sumbernya dan BMKG mengetahui sumber tersebut. Tetapi, pada gempa Flores, BMKG maupun ahli geologi belum mengetahui sumbernya atau bukan berada di jalur sesar.

“Nah selama ini hasil monitoring kita gempa gempa besar memang sudah ada sumbernya, ini yang ini benar benar-benar mengagetkan yang Flores,” ujar Daryono.

Ada beberapa cara mengenali sumber gempa yang belum dikenali. Pertama, untuk di daratan melakukan survei morfologi yang bisa mengenali jalur kelurusan, bentuk sungai dan relief.

Sedangkan, untuk di laut terbilang sulit lantaran harus ada pemetaan menggunakan teknologi sonar guna memotret dasar laut apakah ada kelurusan atau ada pola besar. Kemudian di cek dengan Gps geodetik apakah ada pergeseran atau tidak.

“Membutuhkan teknologi yang effort kalau di laut, kalau di darat kan bisa kita foto reliefnya, menggunakan satelit, kalau di dasar laut perlu ada survei batimetri,” ungkapnya.

Gempa Tak Terkait Aktivitas Semeru

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita menyatakan, gempa yang terjadi di NTT tidak berkaitan dengan erupsi sejumlah gunung Semeru. Serta tidak berkaitan dengan situasi gunung Awu dan Merapi.

“Jadi bahwa tidak ada kaitannya dengan aktivitas gunung api yang saat ini sedang aktif erupsi misalnya gunung semeru, gunung awu, dan gunung merapi itu tidak ada kaitannya,” katanya saat jumpa pers, Selasa (14/12).

“Saat ini kan ada Semeru sedang erupsi, kemudian Gunung Awu lalu kok tiba-tiba terjadi gempa (NTT), apakah itu ada kaitannya? jawaban kami adalah tidak ada kaitannya,” tambahnya.

Dwikorita menjelaskan, adanya gempa tektonik justru dapat memicu dan diikuti meningkatnya aktivitas gunung api. Namun, BMKG belum melihat hal itu terjadi.

“dan untuk aktivitas gunung api analisisnya dnegan pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi PVMBG yang saat ini sedang menangani gunung semeru dan gunung Awu,” jelasnya.

Sejarah Gempa & Tsunami di Laut Flores

Sejarah mencatat, Laut Flores pernah terjadi gempa super besar pada 29 Desember 1820. Gempa ini menyebabkan tsunami hingga ke Sulawesi Selatan. Sebanyak 500 orang menjadi korban dari tsunami dan gempa tersebut.

Kemudian, gempa besar M7,8 di Laut Flores kembali terjadi pada 12 Desember 1992. Guncangan ini membangkitkan tsunami setinggi 30 meter. Menyebabkan 2.500 orang meninggal dan 500 orang hilang.

Melihat riwayat ini, Daryono mengingatkan gempa hari ini menjadi peringatan sumber gempa sesar aktif yang mampu memicu gempa kuat ternyata masih ada. Belum teridentifikasi dan terpetakan hingga sekarang. Setidaknya, sekitar 22 tsunami pernah terjadi di perairan NTT.

“NTT merupakan daerah rawan tsunami. Sejak tahun 1800-an di busur Kepulauan Sunda Kecil (Bali, NTB, NTT) sudah terjadi lebih dari 22 kali tsunami,” papar Daryono. [ray]

UNS Kirim Tim Stress Healing untuk Bantu Korban Erupsi Semeru

Merdeka.com – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali memberangkatkan sukarelawan untuk membantu masyarakat terdampak bencana erupsi Gunung Semeru. Sebanyak 13 relawan, tiga di antaranya tim stress healing akan bertugas selama 10 hari ke depan.

“Mereka kita berangkatkan Selasa (14/12) sore kemarin. Ini pemberangkatan yang kedua. Pada hari Minggu (5/12) lalu UNS juga memberangkatkan 15 sukarelawan ke Semeru. Mereka yang sudah bertugas selama 10 hari ditarik kembali ke kampus, dan digantikan oleh Tim Satgas Semeru sorti kedua,” ujar Wakil Rektor Riset dan Inovasi UNS, Prof. Kuncoro Diharjo, Rabu (15/12).

Menurut Kuncoro, operasi kedua ini merupakan dukungan medis, bukan operasi evakuasi. Ia menekankan kepada sukarelawan agar bertugas sesuai arahan pimpinan dari universitas.

“Tugas utama teman-teman adalah mendampingi tim kesehatan dan trauma healing. Tapi jika benar-benar dibutuhkan untuk evakuasi, tidak dimungkiri kalau nanti ada kemungkinan bergerak,” katanya.

Kuncoro menjelaskan, 13 sukarelawan yang diberangkatkan tersebut tiga orang dari VAGUS, tiga orang SAR UNS, dua orang dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS, dua orang dari KSR UNS, dan tiga lainnya dari Pusat Studi Bencana (PSB) LPPM UNS. Ketiga belas sukarelawan ini menyusul lima sukarelawan medis dari RS UNS yang sudah bertugas di lokasi.

“Pada pemberangkatan kali ini UNS melengkapi tim satgas dengan tim stress healing. Tim stress healing berasal dari PSB LPPM UNS yang dibantu oleh KSR UNS,” katanya.

Kuncoro mengaku sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Tengah. “Beliau mengutus satu tim untuk trauma healing dan sudah dikirim ke sana. Saya harap tim trauma healing UNS saling kontak dengan tim Polda Jateng supaya dapat berkolaborasi,” imbuh dia.

Komandan Tim Satgas Semeru sorti pertama, Agung mengemukakan, pengikutsertaan tim stress healing dilatarbelakangi dengan kebutuhan lapangan. Korban terdampak letusan Semeru mulai merasakan dampak sosial sehingga membutuhkan tim ini.

“Saat ini 10 hari setelah erupsi, kemungkinan karena situasi alam dan masyarakat terdampak, mungkin mereka mulai terjangkit sakit baik fisik maupun psikis. Makanya kita ada tim lengkap dari medis dan psikiatri,” katanya.

Menurut dia, Tim Satgas Semeru UNS sorti kedua diberangkatkan menuju posko kesehatan UNS di SMP 1 Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Posko kesehatan tersebut menampung 1.154 orang pengungsi korban erupsi Gunung Semeru. Tim Satgas Semeru UNS juga mendapat rumah aman di rumah warga setempat yang dijadikan rumah induk dalam berkoordinasi.

Selain pemberangkatan sukarelawan, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan donasi dari berbagai pihak. Yakni dari Lazis UNS dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebesar Rp25 juta, Dharma Wanita Persatuan (DWP) UNS sebanyak Rp20 juta, serta Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS sebanyak Rp5 juta. [cob]

Penjelasan Para Pakar terkait Letusan Gunung Semeru

Jakarta – Mengapa Gunung Semeru erupsi? Jawaban dari pertanyaan ini masih dicari-cari masyarakat. Hal ini lantaran beberapa waktu lalu terjadi erupsi Gunung Semeru, yaitu pada Sabtu (4/12/2021).

Erupsi Gunung Semeru mengakibatkan 46 orang tewas dan masih ada korban hilang. Ribuan orang mengungsi akibat bencana ini.

Lalu, mengapa Gunung Semeru erupsi? Simak informasinya yang sudah kami rangkum berikut ini.

Mengapa Gunung Semeru Erupsi? Ini Pernyataan Pakar Geologi

Menjawab pertanyaan mengapa Gunung Semeru erupsi, pakar Geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, M Haris Miftakhul Fajar mengungkapkan penyebab erupsi Gunung Semeru. Menurutnya, guguran material ini sebagian besar merupakan akumulasi hasil erupsi di hari-hari sebelumnya.

Erupsi merupakan proses alami yang berkaitan dengan proses endogenik dan disebabkan karena ketidakstabilan dapur magma. Sejak November lalu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat adanya peningkatan aktivitas vulkanik berupa gempa erupsi Gunung Semeru.

“Maka, bersamaan dengan adanya peningkatan aktivitas erupsi, terindikasi pula adanya peningkatan jumlah material vulkanik yang terkumpul di sekitar kawah,” papar Haris di Surabaya, Kamis (9/12/2021)

Haris menyebut rekaman aktivitas seismik Gunung Semeru saat itu diketahui tidak menunjukkan adanya gempa karena erupsi yang besar. Namun, memang terekam data seismisitas akibat aktivitas guguran yang meningkat tajam dan adanya gempa erupsi intensitas kecil.

Mengapa Gunung Semeru Erupsi? Ini Kata Ahli Vulkanologi ITB

Ahli Vulkanologi Institut Teknologi Bandung (ITB) Mirzam Abdurrachman juga mengungkapkan bahwa material aliran lahar yang terjadi di Gunung Semeru merupakan akumulasi dari erupsi di hari-hari sebelumnya. Mirzam mengatakan material abu vulkanik menutupi kawah gunung tersebut sehingga membuat Gunung Semeru Erupsi.

Mirzam menjelaskan lebih lanjut mengapa Gunung Semeru erupsi, Ada tiga hal yang menyebabkan sebuah gunung api bisa meletus, yakni:

  1. Volume di dapur magmanya sudah penuh
  2. Ada longsoran di dapur magma yang disebabkan terjadinya pengkristalan magma
  3. Ada longsoran di atas dapur magma.

Mirzam mengungkapkan Gunung Semeru erupsi karena faktor yang ketiga, yaitu adanya longsoran di atas dapur magma. Walaupun hanya ada sedikit material vulkanik yang berada di dalam dapur magma, Gunung Semeru tetap bisa erupsi.

“Faktor yang ketiga ini sepertinya yang terjadi di Semeru, jadi ketika curah hujannya cukup tinggi, abu vulkanik yang menahan di puncaknya baik dari akumulasi letusan sebelumnya, terkikis oleh air, sehingga gunung api kehilangan beban. Sehingga meskipun isi dapur magmanya sedikit yang bisa dilihat dari aktivitas kegempaan yang sedikit (hanya bisa diditeksi oleh alat namun tidak dirasakan oleh orang yang tinggal di sekitarnya), Semeru tetap bisa erupsi,” jelasnya pada Minggu (5/12/2021).

Mengapa Gunung Semeru erupsi juga disebut bukan karena curah hujan. Simak informasinya di halaman selanjutnya.

Update Korban Gunung Semeru Erupsi Bertambah Jadi 46 Orang

Liputan6.com, Surabaya Badan Nasioan Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Sabtu (11/12/2021) pukul 18.00 WIB, korban meninggal akibat awan panas guguran Gunung Semeru mencapai 46 orang.

“Dampak korban jiwa lainnya, sembilan jiwa masih dinyatakan hilang, sedangkan luka berat 18 jiwa dan luka ringan 11 jiwa,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi yang diterima di Surabaya, dilansir dari Antara.

BACA JUGA: Donasi Semeru Disdik Jatim Capai Rp1,5 Miliar, Segera Dikirim

Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) yang terdiri dari personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan warga dibagi ke dalam empat grup dimana tiga grup berfokus pada pencarian di tiga sektor sedangkan satu lainnya bersiaga mengevakuasi dan membantu pendataan warga terdampak bencana.

Grup sektor pertama melakukan pencarian di Dusun Kajar Kuning dan Curah Kobokan, grup kedua di daerah tambang Pasir H. Satuhan, dan grup ketiga di Dusun Kebondeli dan Kampung Renteng.

Abdul mengatakan kondisi cuaca hujan terkadang menghambat proses pencarian korban hilang. Di tengah cuaca yang kurang baik, Basarnas sebagai koordinator pencarian perlu memastikan keamanan tim SAR.

Kadin Lumajang minta ada perbaikan distribusi bantuan Semeru

Surabaya (ANTARA) – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Lumajang, Jatim, Agus Setiawan meminta ada perbaikan distribusi bantuan bagi pengungsi pascaletusan Gunung Semeru, sebab banyak bantuan menumpuk di sejumlah lokasi dan basi.

Agus dikonfirmasi di Surabaya, Selasa mengatakan kondisi pengungsi kini tersebar di beberapa titik, seperti di Balai Desa, Masjid dan Rumah Warga, bahkan ada juga yang mengungsi ke Kota Lumajang.

“Hal ini menyulitkan pendataan dan pendistribusian bantuan, sebab bantuan banyak yang menumpuk hanya di sejumlah lokasi saja,” katanya.

Ia mengatakan, diperlukan perbaikan penanganan bantuan, karena hasil evaluasi beberapa bantuan yang ada di Balai Desa menumpuk seperti makanan, nasi bungkus sampai basi.

“Sampai malam tidak bisa disebarkan karena menumpuk, dan bantuan terus mengalir tetapi penyaluran sangat lambat,” kata Agus.

Ia berharap, segera ada perbaikan manajemen pengungsian agar pendataan membaik, dan evakuasi korban dilakukan dengan cepat.

“Selanjutnya, tentunya penanganan pascabencana seperti akses antara Lumajang dan Malang. Tadi, kami sudah menyampaikan kepada teman dari PU Bina Marga dan BNPB, mohon jembatan Perak dipikirkan dulu, diperbaiki karena rekan di Pronojiwo dan Tempursari tidak bisa akses ke Lumajang langsung,” katanya.

Sementara itu, Agus meminta apabila ada yang ingin mengirimkan bantuan, diusahakan memastikan jenis bantuan apa saja yang bisa diberikan.

Untuk saat ini, kata dia, Kadin Lumajang bersama Pemuda Pancasila (PP) dan LaNyalla Academia juga telah membuka posko bantuan di Jalan Gajahmada, dan sudah aktif

“Kenapa kami bekerja sama dengan PP, karena Kadin Lumajang ingin setiap bantuan yang diterima otomatis disalurkan. Jangan sampai di sini ditumpuk terus tetapi di sana pengungsi sudah pada menunggu,” katanya.

Anak-anak Korban Erupsi Gunung Semeru Dapat Trauma Healing

Lumajang – Anak-anak korban erupsi Gunung Semeru di pos pengungsian Desa Penanggal, mendapat trauma healing. Tim DVI Polda Jatim bersama RS Bhayangkara Lumajang dan Bondowoso, memberikan trauma healing, di beberapa pos pengungsian.

Mereka diberi permainan ringan agar bisa mengobati trauma yang dialami anak-anak. Benar saja anak-anak tampak ceria mengikuti setiap permainan, meski nyawa nyaris terenggut ditambah rumah serta harta benda orang tuanya tertimbun material vulkanik dari gunung tertinggi di pulau Jawa.

Dinda, salah satu anak pengungsi dari Dusun Curah Kobokan, Desa Supit Urang, misalnya. Saat awan panas guguran mengguyur desanya, dia langsung lari bersama orang tuanya hingga dievakuasi.

“Senang dan bahagia diberi trauma healing, disuruh nyanyi, mengaji dan bermain, sedikit menghibur dan melupakan kejadian mencekam saat awan panas guguran Gunung Semeru datan dan sapu desanya,” jelas Dinda, saat ditemui di lokasi, Rabu (8/12/2021).

Salah satu petugas tim trauma healing menyebut, bencana alam erupsi Semeru membuat anak-anak mengalami trauma berat. Apalagi desanya sudah tertimbun material vulkanik Gunung Semeru.

“Semoga trauma healing ini bisa membantu kondisi psikologis anak-anak,” jelasnya.

Data dari BPNB hingga saat ini sebanyak 5 ribu lebih warga terdampak erupsi Gunung Semeru dan ada 1.300 warga mengungsi di beberapa tempat pengungsian. Sementara korban meninggal hingga kini berjumlah 34 orang, 22 jenazah sudah teridentifikasi. 18 Jenazah sudah diserahkan ke keluarganya, 8 lainnya belum teridentifikasi.

sumber: detik.com