Banjir Hulu Sungai Tengah semakin parah

Barabai (ANTARA) – Banjir yang melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sejak Kamis (14/1) pukul 02.00 dini hari semakin parah akibat hujan yang terus menerus turun, kalaupun reda hanya sebentar, kemudian hujan lagi hingga pukul 21.00 Wita malam masih berlanjut.

Banjir terparah dalam sejarah Kabupaten HST ini makin dipersulit dengan aliran listrik yang padam di seluruh wilayah Barabai dan sekitarnya.

Air PDAM juga macet dan sinyal internet down atau tidak bisa diakses, sehingga membuat masyarakat kesulitan untuk berkomunikasi dan meminta bantuan.

“Dari pukul delapan tadi listrik sudah mati, leding tidak jalan dan internet tidak bisa digunakan,” kata Jamal, warga Barabai.

Beberapa wilayah yang parah terkena banjir adalah Desa Alat, Hantakan, Aluan, Barabai Darat dan Barabai Timur termasuk areal perkotaan dan berada di pinggiran sungai Barabai.

Fasiltas pemerintah yang biasanya aman dari banjir, tahun ini juga turut terendam yaitu kantor Bupati HST, kantor DPRD, rumah jabatan bupati dan wakil bupati, rumah jabatan Ketua DPRD, rumah Sekda dan fasilitas pemerintah lainnya.

Selain itu banjir juga merendam Mapolres HST, pasar Murakata Barabai, Pasar Keramat, Pujasera, Pasar Garuda serta Lapangan Pelajar dan Dwi Warna berubah bak lautan yang kedalamannya mencacapai 1,5 meter hingga 2 meter.

Banjir terparah, juga terjadi di Kecamatan Pandawan yaitu Desa Pajukungan, Palajau dan Mahang. Bahkan di Desa Jaranih dan Masiraan, ketinggian air sudah lebih 2 meter sampai atap rumah warga.

Di Kecamatan LAU juga tak luput terkena luapan air sungai seperti Walangku, Kasarangan Samhurang hingga desa Tabat dan beberapa desa di Kecamatan Haruyan.

Saat ini, para pengungsi di alihkan ke daerah-daerah tertinggi dan masjid. Namun masih kekurangan logistik dan perlu bantuan.

Pemkab HST juga telah mendirikan dapur umum di halaman Gedung Juang Barabai.

Sampai malam ini kegiatan evakuasi warga pun masih dilakukan oleh tim relawan dan TNI POLRI. Bahkan bantuan relawan penyelamatan dari beberapa Kabupaten tetangga juga berdatangan.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan warga terkait korban banjir.

Banjir yang cukup parah ini, menyebabkan banyak kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor, tidak sempat diselamatkan pemiliknya dan dibiarkan terendam banjir di jalanan.

Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Sosial Pemprov Kalsel, sebanyak 71.339 orang atau 19.502 kepala keluarga yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Selatan, terdampak banjir besar yang terjadi sejak Senin (11/1) 2021.

Berdasarkan data harian data bencana Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis, banjir merendam 26 kecamatan di tujuh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Tujuh kabupaten dan kota yang terendam banjir yaitu, Kabupaten Tapin, satu kecamatan yaitu Kecamatan Binuang, kemudian Kota Banjarbaru, tiga kecamatan, Kabupaten Tanah Laut, delapan kecamatan dan Kabupaten Banjar, enam kecamatan.

Selanjutnya, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, tiga kecamatan, Hulu Sungai Selatan, tiga kecamatan dan Kabupaten Balangan satu kecamatan.

Membantu para korban banjir, dinas sosial masing-masing daerah, telah mendirikan posko penanganan banjir dan dapur umum.

sumber: https://kalsel.antaranews.com/berita/227632/banjir-hst-semakin-parah-listrik-padam-dan-pdam-macet

Berita Banjir di Kalsel: Air Capai 2 Meter, Warga Butuh Pertolongan

tirto.id – Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan mengalami banjir yang cukup parah. Bahkan, pada Kamis, 14 Januari 2021 ini, debit air cukup tinggi dan mencapai 2 meter.

Akibatnya, seperti diwartakan Antara, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai masih terjebak banjir dan membutuhkan pertolongan.

Sejak Rabu, 13 Januari, curah hujan cukup tinggi sehingga menyebabkan sungai meluap dan air cepat naik, bahkan sampai menggenangi wilayah kota.

“Pada Rabu sekitar pukul 23:00 Wita sudah ada info bahwa di Desa Alat dan wilayah Kecamatan Hantakan bahwa air sungai mulai meluap,” kata Warga Barabai, Rizky.

Oleh karena itu, jajaran TNI-POLRI melakuan patroli guna mengimbau masyarakat Kota Barabai untuk siaga dan waspada terhadap banjir. Para relawan dan TNI POLRI pun kewalahan mengavakuasi warga.

Menurut Rizky, hujan kala itu tidak berhenti sehingga air sungai cepat meluap, bahkan sekitar pukul 02.00 wita dini hari, banjir sudah mulai masuk ke kota Barabai.

“Karena tidak menduga separah ini, banyak warga yang masih terjebak banjir dan menyelematkan diri naik ke tas atap rumah,” kata dia.

Ia mengatakan, di wilayah dekat aliran sungai Barabai, ketinggian air bahkan lebih dari dua meter.

Dampak Banjir di Kalsel: Jalur Trans Kalimantan Terputus

Selain itu, banjir di Kalsel juga telah menyebabkan terputusnya jalur Trans Kalimantan karena sisi jembatan Astambul-Mataraman runtuh diterjang banjir pada Kamis, 14 Januari.

Akan tetapi, Pemerintah Kabupaten Tapin sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan tambang batu bara agar membuka jalur alternatif untuk menghubungkan hilir mudik kendaraan dari Hulu Sungai – Banjarmasin.

Terkait dengan hal itu, Kasat Lantas Polres Tapin, Iptu Guntur Setyo Pambudi, mengatakan, ada banyak lubang di jalur alternatif lintas tambang batu bara karena sedang ada perbaikan.

“Jalur alternatif, sedang dilakukan perbaikan. Saat ini masih berlangsung koordinasi pengalihan arus lalu lintas,” kata Guntur kepada Antara.

Ia menjelaskan, saat ini kondisi di jalur trans Kalimantan di titik Marabahan – Margasari masih memperihatinkan karena ada sekitar 5 km yang belum diaspal sehingga ada banyak mobil yang amblas dan masih terperangkap.

Kondisi jalur trans Kalimantan di titik Marabahan – Margasari di Kabupaten Tapin yang belum diaspal sekitar 5 km memperihatinkan, banyak mobil yang amblas dan terperangkap.

Polsek, Kantor Camat dan Batalion TNI Terendam Banjir

Banjir di Kalsel juga berdampak pada terendamnya sarana penting pelayanan publik, termasuk Polsek, Kantor Camat dan Puskesmas di di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, bahkan tinggi airnya mencapai 1,5 meter.

“Menurut keterangan Pak Camat Mataraman, kondisi banjir sekarang paling parah sejak tahun 2006,” kata Kapolres Banjar AKBP Andri Koko Prabowo seperti diwartakan Antara.

Selain itu, total ada sembilan desa yang ikut terdampak banjir, jumlahnya mencapai kurang lebih 3.000 Kepala Keluarga.

Koko mengatakan, polisi bersama SAR gabungan sudah mengevakuasi warga yang rumahnya diterjang banjir. Akan tetapi, sebagian warga masih belum mau mengungsi karena menduga banjir akan segera surut.

“Sudah kami sampaikan bahwa curah hujan masih tinggi dan belum ada tanda-tanda air akan surut dalam waktu dekat,” bebernya.

Walau demikian, Koko memastikan posko pengungsian dan tenda-tenda darurat sudah disiapkan. Selain itu, Polres Banjar dibantu oleh Polda serta Brimob bersama TNI, BPBD, Dinas Sosial dan relawan juga sudah mendirikan dapur umum untuk penyediaan makanan.

“Nasi bungkus setiap harinya juga kami bagikan dari rumah ke rumah untuk warga yang masih bertahan,” jelasnya.

Sejak Selasa kemarin, banjir juga mulai menyebar di Kecamatan Pengaron. Total, kata Koko, ada sekitar 1.500 Kepala Keluarga yang terdampak banjir tersebut. Namun, kini sudah berdiri dapur umum serta tenda darurat di samping Polsek Pengaron, Polres Banjar jajaran Polda Kalimantan Selatan.

“Kami terus monitor ketinggian air, dimana banjir tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Banjar dengan ketinggian air bervariasi,” ungkap Koko.

Selain itu, banjir juga ikut menyebar ke komplek Batalion TNI-AD Barabai, di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Seperti dilaporkan Antara, banjir sudah masuk kesatriaan Batalion Infanteri di Barabai Darat tersebut.

Namun banjir yang masuk komplek Batalion TNI-AD di Desa Batali – Barabai tersebut belum setinggi lutut, tetapi warganya sudah waspada dan siap siaga kalau terjadi hal-hal terburuk dari dalam bencana itu.

Kronologi Banjir di Kab. Hulu Sungai Tengah, Prov. Kalimantan Selatan

Kronologis :
• Akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Rabu, 13 Januari 2021, Pukul 23.00 WITA

Update : Jum’at, 15 Januari 2021 Pukul. 08.10 WIB

Lokasi :
• Kec. Barabai
• Kec. Hantakan
• Kec. Batu Benawa
• Kec. Batang Alai Selatan
• Kec. Batang Alai Utara
• Kec. Pandawan

Korban Jiwa :
• Terdapat korban mengungsi (Pendataan)
• ±10.000 Jiwa terdampak

Kerugian Materil :
• ±10.000 unit rumah terdampak
• TMA ± 50 – 200 cm

Upaya :
• TRC BPBD Kab. Hulu Sungai Tengah melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait dan bersama tim gabungan melakukan evakuasi korban
• BPBD bersama Dinsos telah membuka dapur umum

Kondisi Mutakhir :
• Bupati menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir TMT 14 – 21 Januari 2021
• Pkl. 08.30 WIB Hujan intensitas ringan-sedang
• Banjir masih bertahan

Kebutuhan Mendesak :
• Logistik Pangan/Non Pangan
• Family Kits
• Perlengkapan Bayi
 
Sumber :
• Kalak BPBD dan Pusdalops BPBD Kab. Hulu Sungai Tengah

Diinformasikan Oleh :
PUSDALOPS-PB BNPB
Nomor Pengaduan / Call Center : 117 (Bebas Pulsa)
Instagram : pusdalops_bnpb
Twitter : @Bnpbpusdalops

Jakarta Butuh Sekitar 16 Juta Dosis Vaksin Covid-19 agar Tercipta Herd Immunity

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, Pemprov DKI Jakarta kebagian vaksin Sinovac untuk pelaksanaan vaksinasi tahap awal.

“Saat ini yang sudah sampai di Jakarta adalah jenis yang Sinovac,” kata Widyastuti dalam keterangan video YouTube Pemprov DKI Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Dia mengatakan, setiap penerima akan mendapat dua dosis vaksi. Setelah dosis pertama diberikan, dua minggu kembali disuntikan dosis kedua.

“Jadi, satu orang dengan jenis vaksin Sinovac akan mendapatkan dua kali suntikan,” kata Widyastuti.

Sedangkan untuk target herd immuity atau kekebalan kelompok, lanjut Widyastuti, sebanyak 7,9 juta orang di Jakarta harus menerima vaksinasi Covid-19.

DKI Jakarta membutuhkan antara 15 juta-16 juta dosis vaksin agar terciptanya herd immunity.

“Kalau semua nanti memakai vaksin Sinovac dengan dua dosis, berarti ada sekitar 15-16 juta dosis yang dibutuhkan di DKI Jakarta,” kata dia.

Adapun untuk kegiatan vaksinasi tahap awal akan dilaksanakan di 453 fasilitas kesehatan DKI Jakarta dengan jumlah dosis vaksin yang sudah diterima sebanyak 39.200 vaksin.

Untuk tahap awal direncanakan disuntikan kepada 119.145 orang yang diprioritaskan kepada tenaga kesehatan di DKI Jakarta.

Kegiatan vaksinasi akan dimulai pada Jumat (15/1/2021). Jadwal tersebut mundur satu hari karena pertimbangan banyak tokoh masyarakat yang akan divaksin menjalani ibadah puasa pada hari Kamis, sehingga dilakukan pada hari Jumat.

Sementara itu, pandemi Covid-19 di Ibu Kota semakin memburuk. Data Pemprov DKI, ada penambahan 3.476 kasus baru Covid-19 pada Rabu kemarin.

Jumlah itu diperoleh dari hasil tes pada Rabu dengan hasil 2.877 kasus, serta tambahan 599 kasus dari satu rumah sakit BUMN selama tujuh hari terakhir yang baru dilaporkan.

Angka kasus baru tersebut merupakan yang tertinggi sejak awal pandemi pada Maret 2020.

Dengan penambahan tersebut, akumulasi kasus Covid-19 di Ibu Kota jadi sebanyak 214.728 kasus.

Saat ini, kasus aktif atau pasien yang masih dirawat atau menjalani isolasi mandiri mencapai 19.459 orang.

Sebanyak 191.635 orang telah dinyatakan sembuh dengan tingkat kesembuhan 89,2 persen.

Sementara 3.634 orang dilaporkan meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 persen.

Kemudian untuk persentase kasus positif atau positivity rate selama sepekan terakhir di Jakarta sebesar 15,1 persen.

Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 9,3 persen.

Standar persentase kasus positif menurut Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) tidak lebih dari 5 persen.

15 Juta Dosis Vaksin Sinovac Mendarat Lagi di RI

Jakarta

Sebanyak 15 juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac mendarat hari ini. Vaksin ini diangkut dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

“Baru saja kami bersama dengan Bapak Menteri Agama dan Dirut Garuda meninjau proses unloading vaksin Sinovac yang baru saja tiba Tanah Air dengan jumlah sebanyak 15 juta dosis,” kata Kepala BNPB Doni Monardo, Selasa (12/1/2020).

Doni mengatakan, vaksin ini merupakan tahap ketiga. Pemerintah terus menambah vaksin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.”Tentunya kita harus bersyukur karena untuk tahap ketiga ini pemerintah telah mendatangkan vaksin untuk menambah jumlah vaksin yang nantinya akan diberikan kepada masyarakat,” katanya.

Namun sebagaimana pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Doni menuturkan, masyarakat mesti tetap menjalankan protokol kesehatan kendati sudah ada vaksin.

“Vaksin harus diimbangi dengan kepatuhan kepada protokol kesehatan,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan 15 juta bahan baku vaksin Corona akan tiba hari ini. Vaksin tersebut akan diproses di Bio Farma. Nantinya, vaksin yang jadi sekitar 12 juta vaksin.

“15 juta bahan baku vaksin akan datang insyaallah besok (hari ini), dari Sinovac ini akan bisa diproses Bio Farma dalam jangka waktu satu bulan. Sehingga, nanti di awal Februari kita sudah punya 12 juta vaksin jadi dari 15 juta bahan baku ini,” kata Budi dalam teleconference, Senin kemarin (11/1/2021).

Dia mengatakan, Indonesia juga akan mendapat vaksin dari kerja sama multilateral dengan Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI). Budi belum menyampaikan secara rinci berapa vaksin yang akan didapat.

Namun, vaksin Corona yang diberikan kemungkinan minimal 54 juta dosis dan maksimal 108 juta dosis.

“Ada berita baik juga disampaikan Ibu Menlu kerja sama multilateral dengan GAVI juga kelihatannya akan menghasilkan putusan yang baik diharapkan bahwa minimal 54 juta dosis, maksimal bisa menjadi 108 juta vaksin gratis bisa kita dapatkan dari GAVI,” paparnya.

Perlu Tahu, Ini 4 Tahap Penyuntikan Vaksin COVID-19

Brebes – Puskesmas Tanjung Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/1/2021) melaksanakan simulasi pemberian vaksin kepada para tenaga medis. Simulasi ini bertujuan agar vaksinasi corona ini berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Simulasi ini bertujuan memberikan pembekalan teknis kepada tenaga kesehatan menjelang pelaksanaan vaksinasi corona dalam waktu dekat ini. Mengingat ada berbagai tahapan dan syarat sebelum orang diberikan suntikan vaksin.

“Karena ini sesuatu yang baru saya berharap semua tenaga kesehatan tahu dan paham (mekanisme vaksin corona) sehingga bisa terlaksana dengan baik. Tadi sudah disimulasikan dari awal sampai akhir,” kata Kepala Puskesmas Tanjung, drg Adhi Supriadi kepada wartawan usai menggelar simulasi di kantornya.

Dengan pengetahuan yang dimiliki, petugas kesehatan nantinya bisa memberikan sosialisasi kepada masryarakat, terutama mereka yang masih ragu. Mereka harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa vaksin ini akan melindungi diri dan orang lain dari penularan virus COVID-19.

“Mereka (nakes) harus bisa memberikan pemahaman soal vaksin ini. Bahwa vaksin corona akan melindungi diri dan orang lain. Ini terutama bagi yang masih ragu. Harapan kami tidak ada lagi yang takut maupun ragu,”ujar Adhi berharap.

Diteruskan Adhi, vaksinasi dilakukan sebanyak dua kali secara bertahap dalam waktu 14 hari. Proses pemberian vaksin pun tidak sama dengan vaksin lain, karena harus melalui empat tahapan.

“Setiap orang yang akan divaksin istilahnya harus melalui empat pos. Mereka akan diperiksa dan skrining sebelum disuntik,” terangnya.

Tahapan pertama, orang yang akan disuntik vaksin harus lolos verifikasi pendaftaran melalui aplikasi ‘Peduli Lindungi’. Kemudian ke pos dua untuk skrining dan anamnase. Di pos ini calon penerima vaksin akan diperiksa secara detail termasuk ada tidaknya penyakit penyerta (comorbid).

“Pos dua ini akan diberikan pertanyaan sebanyak 16 item termasuk ada tidaknya penyakit bawaan. Jika ada satu saja item yang tidak sesuai syarat, maka dia tidak boleh menerima vaksin,” ungkap Adhi.

Jika lolos di pos dua, maka tahapan berikutnya adalah pemberian vaksin corona yang berada di pos tiga. Usai disuntik, penerima vaksin akan menjalani masa observasi selama 30 menit di pos empat. Observasi ini untuk melihat gejala klinis yang muncul setelah pemberian vaksin atau KIPI (Kejadin Ikutan Pasca Imunisasi).

“Selama masa observasi ini, akan dipantau gejala klinis yang muncul pasca pemberian vaksin. Jika timbul efek samping dari vaksin berupa gejala klinis akan dimasukkan ke kamar KIPI,” sambungnya.

Kepala Puskesmas Tanjung ini menegaskan, efek samping yang muncul atau KIPI tidak membahayakan. Biasanya gejala yang muncul adalah faktor alergi seperti vaksin vaksin lain.

“Kita juga sudah praktikkan dalam simulasi bila muncul KIPI setelah disuntik. Biasanya karena alergi seperti vaksin lain. Ini bisa ditangani oleh petugas,” imbuhnya menandaskan.

Karena harus melalui empat prosedur, pelaksanaan vaksin ini akan memakan waktu 45 sampai 50 menit tiap orang. Sehingga nanti diperkirkan dalam sehari tiap puskesmas hanya bisa menyuntik 10 sampai 15 orang.

Program vaksin corona dimulai, pahami efek samping pasca vaksinasi

KONTAN.CO.ID – Jakarta. Pemerintah mulai menjalankan program vaksinasi virus corona hari ini, Rabu (13/1/2021). Suntik vaksin virus corona akan menimbulkan efek samping bagi tubuh. Namun, efek samping vaksin virus corona tersebut hanya bersifat ringan dan sedang.

Untuk pertama kali, vaksin virus corona akan disuntikkan kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Selanjutkan vaksin virus corona diberikan kepada tenaga medis yang menangani Covid-19.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah merilis izin penggunaan darurat vaksin virus corona alias izin emergeny Use Authorization atau EUA atas vaksin Sinovac, China dan Bio Farma.

Vaksin virus corona asal China Sinovac kini bernama CoronaVac. Pasca mengantongi izin darurat  EUA ini , vaksin virus corona Sinovac atau CoronaVac ini bisa beredar dan digunakan.

Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito dalam konferensi pers secara virtual, Senin (11/1) menjelaskan, berdasarkan data interim hasil uji klinis III di Bandung, “Hasil efficacy uji klinis di Bandung 65,30 persen,” kata Kepala BPOM Penny, Senin (11/1).

Selengkapnya

Suntik vaksin Covid-19 dimulai, tolak vaksinasi dihukum 1 tahun & denda Rp 100 juta

ONTAN.CO.ID – Jakarta. Pemerintah akan mulai menjalankan program suntik vaksin Covid-19 hari ini, Rabu (13/1/2021). Semua orang yang mendapat notifikasi suntikan vaksin Covid-19 harus patuh. Orang yang menolak vaksin Covid-19 akan mendapat hukum penjara dan denda hingga Rp 100 juta.

Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia akan diawali dengan penyuntikan kepada Presiden Joko Widodo. Selanjutnya, vaksin Covid-19 akan disuntikkan secara bertahap kepada tenaga medis, pejabat publik hingga tokoh agama.

Suntik vaksin Covid-19 kepada tenaga medis, baik dokter dan perawat ditargetkan kelar hingga April 2021. Suntik vaksin Covid-19 gratis, tanpa biaya.

Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Prof Edward OS Hiariej menegaskan, mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan,  setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan atau menghalangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan bisa dipidana.

“Yakni penjara paling lama satu tahun atau denda maksimal Rp 100 juta,” ungkap Wamenkum dalam ‘Webinar Nasional: Kajian Hukum, Kewajiban Warga Negara Mengikuti Vaksinasi’ yang diselenggaran PB IDI, Senin (11/1).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyebut, setiap penerima SMS vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, hukumnya wajib. Menolak vaksin Covid-19 bakal menghadapi konsekuensi hukum sesuai UU Kekarantinaan kesehatan.

Lebih lanjut Wamenkum menjelaskan dalam  UU Kekarantinaan Kesehatan tersebut, ada kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan warga negara ketika masa wabah, salah satunya mengikuti vaksinasi.

“Ketika kita mengatakan vaksinasi ini kewajiban maka secara mekanisme maka jika ada warga negara tidak mau divaksin bisa kena sanksi pidana. Bisa denda, bisa penjara, bisa juga kedua-duanya,” tuturnya.

Sanksi lain dalam UU tersebut juga mengancam seperti tidak memakai masker, tidak menjaga jarak, pengambilan paksa jenazah COVID-19, lalu menghalangi pemakaman jenazah COVID-19, termasuk di dalamnya orang yang menolak untuk dilakukan vaksin terhadap dirinya.

Hanya, sanksi dalam UU ini adalah langkah terakhir saat sarana penegakan hukum lain tidak berfungsi. Termasuk sosialisasi dari tenaga kesehatan, dokter, para medis termasuk di dalamnya rekan-rekan IDI ini amat sangat penting,” jelas Wamenkum.

“Untuk menciptakan kesadaran masyarakat, dari sisi medis vaksin itu bisa bermanfaat bagi kesehatan dan sebagainya. Kalau sudah ada kesadaran, tanpa upaya paksa dalam konteks penegakan hukum dan pidana tidak perlu lagi diberikan,” ujar dia.

Ingat, suntik vaksin virus corona penting untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Namun, meski sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19, protokol kesehatan 3M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak harus tetap dilakukan.

Terima Sertifikasi Halal Vaksin Covid-19, Bio Farma: Kehalalan Jadi Isu Utama di Negara Kita

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Utama PT Bio Farma Persero Honesti Basyir mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 memberikan suatu pelajaran yang sangat berharga bagi semua pihak.

Kolaborasi dari semua pihak, kata Honesti, diperlukan untuk bahu-membahu keluar dari permasalahan pandemi tersebut.

Honesti berujar, pada saat melaporkan progress pengambangan vaksin kepada Presiden Joko Widodo, Menteri BUMN, dan Menteri Kesehatan, satu kata yang tidak pernah lupa dari mereka adalah tentang kehalalan.

“Karena memang masalah kehalalan ini juga menjadi isu utama di negara kita ini,” kata Honesti dalam Penyerahan Sertifikat Halal Vaksin Covid-19, Rabu (13/1/2021).

“Karena memang di Indonesia itu yang namanya vaksin itu harus bisa memberikan faktor safety-nya harus ada, khasiatnya harus ada, mutunya harus ada dan halal,” ucap dia.

Belajar dari pengalaman bagaimana tidak optimalnya program vaksinasi Rubella tahun 2018, juga menjadi pelajaran berharga untuk Bio Farma melakukan proses kehalalan.

“Kami sangat mengerti kondisi yang terjadi, sehingga memang kita lakukan proses ini dengan seksama dan Alhamdulillah dengan semua support dari Kementerian Agama dan MUI pada hari ini kita bisa mendapatkan sertifikasi tersebut,” ucap Honesti.

Lebih jauh Honesti mengatakan, sebelum menerima sertifikasi halal tersebut, ia melaporkan kepada Menteri dan Wakil Menteri BUMN serta Menteri Kesehatan.

Mereka, kata Honesti tidak bisa hadir karena mendampingi presiden Joko Widodo di Istana Negara untuk dilakukan Vaksin.

“Salam dari bapak-bapak tersebut karena pada hari ini mereka juga hadir di Istana bersama juga dengan Pak Menteri Agama,” ucap Honesti.