Mengenal 7 Virus Corona yang Jangkiti Manusia

Mengenal 7 Virus Corona yang Jangkiti Manusia

Jakarta, CNN Indonesia — Virus Corona makin menjadi perhatian banyak pihak pasca ratusan orang di Wuhan, China, meninggal dunia. Selain itu, ribuan orang lain di beberapa negara di dunia ikut terinfeksi virus ini. 

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Subandriyo menyebut virus corona yang muncul di Wuhan, China (2019-nCoV) merupakan virus corona ke-7 yang menginfeksi manusia.

Melansir Medical News Today, virus Corona bukan pertama kali ditemukan dan terjadi di Wuhan. Virus Corona sejatinya telah diidentifikasi pada 1937.

Saat itu peneliti menemukan virus Corona terdapat di tubuh unggas yang mengalami infeksi bronkitis. Virus Corona pertama itu memiliki kemampuan untuk menghancurkan stok unggas secara serius.

Setelah kejadian pertama, para ilmuwan telah menemukan bahwa virus Corona dapat menginfeksi tikus, anjing, kucing, kalkun, kuda, babi, dan hewan ternak.

Melansir Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, virus Corona yang menyerang manusia baru ditemukan pada tahun 1960-an. 

Sementara varian terbaru Corona, 2019-nCoV mewabah dan menjadi peringatan serius bagi dunia. Putusan ini diambil setelah jumlah pengidap terus bertambah dan terjadi penularan antarmanusia di luar China.

Nama virus ini sebenarnya adalah virus yang banyak ditemukan pada binatang. Tapi, kadang virus corona yang menginfeksi hewan bisa menular ke manusia dan menjadi virus corona manusia yang baru. Virus korona yang menyerang manusia pertama kali diidentifikasi pada pertengahan 1960-an.

Virus MERS ditularkan dari unta ke manusia. Sementara, virus corona yang baru ditemukan di China ditengarai ditularkan oleh ular atau kelelawar. SARS diyakini ditularkan oleh musang ke manusia.

Virus corona yang menginfeksi binatang ini terbagi menjadi empat sub-kelompok utama yang dikenal sebagai alfa, beta, gama, dan delta. Selama ini, virus corona yang menular dari binatang ke manusia adalah corona tipe alfa dan beta.

Sejauh ini tercatat ada empat corona alfa yang sudah menyerang manusia, yaitu HCoV-229E; HCoV-NL63; HCoV-OC43; dan HCoV-HKU1. Sementara untuk corona beta, sudah ada tiga yang diidentifikasi, SARS, MERS-CoV, dan 2019-nCoV.

Virus Corona alfa tidak seganas virus corona beta. Faktanya, banyak orang di seluruh dunia yang terinfeksi dengan virus corona jenis ini, seperti dilansir dari situs badan kesehatan (CDC) Amerika Serikat (AS).

Corona alfa hanya menyebabkan penyakit saluran pernapasan bagian atas ringan hingga sedang, seperti flu biasa. Virus Corona alfa pun biasanya hanya menginfeksi dalam waktu singkat.

Sedangkan SARS; MERS; dan 2019-nCoV merupakan virus Corona beta yang menyebabkan penyakit saluran pernapasan bawah seperti pneumonia atau bronkitis. Penyakit ini bisa merenggut nyawa lantaran ia menginfeksi paru-paru dan membuat penderita sulit bernapas.

Kesulitan bernapas ini membuat pasokan oksigen di tubuh berkurang hingga akhirnya bisa menyebabkan kematian.

Tujuh virus corona yang sudah diketahui dapat menginfeksi manusia adalah:

1. HCoV-229E (alpha coronavirus)

Virus ini pertama kali dilaporkan menginfeksi manusia pada pertengahan 1960-an. Mereka yang terinfeksi virus ini dilaporkan memiliki tanda-tanda flu biasa. Virus ini lebih mudah menyerang anak-anak dan lanjut usia. Sejauh ini, belum dilaporkan penularan virus ini sampai menimbulkan korban jiwa, seperti dilaporkan jurnal Hindawi.

2. HCoV-NL63 (alpha coronavirus)

Kasus manusia yang terinfeksi virus ini pertama kali diisolasi di Amsterdam pada 2004. Virus itu menginfeksi seorang bayi tujuh bulan. Ia menderita infeksi pernapasan mirip bronkhitis, seperti tertulis pada Institut Kesehatan nasional AS (NCBI). 

3. HCoV-OC43 (beta coronavirus)

Virus corona tipe ini adalah virus yang biasa menyebabkan flu. Ini adalah varian virus corona yang lebih umum di beberapa bagian dunia. Penelitian terbaru menunjukkan virus ini dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan bawah yang parah pada anak-anak.

Subtipe OC43 (HCoV-OC43) adalah virus corona manusia yang lebih umum di beberapa bagian dunia.Penelitian terbaru menunjukkan virus ini dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan bawah yang parah pada anak-anak, seperti dilaporkan NCBI.

4. HCoV-HKU1 (beta coronavirus),

Virus ini ditemukan pada 2005 pada pasien di Hong Kong. Mengutip Institut Kesehatan Nasional AS, saat itu virus ini menginfeksi kakek berusia 71 tahun yang baru kembali dari Shenzhen, China.

5. Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS),

SARS-CoV merupakan sindrom pernafasan akut yang parah dan pertama kali diidentifikasi di China pada November 2002. Para ilmuwan juga belum yakin hewan apa yang menjadi sumber penularan virus ini ke manusia.

Diperkirakan virus ini bermula dari kelelawar yang kemudian menyebar ke hewan lain, seperti musang. Manusia pertama yang terinfeksi virus ini berada di provinsi Guangdong, China Selatan, seperti tertulis di situs WHO.

Virus corona ini mengakibatkan wabah dengan 8.098 kemungkinan kasus termasuk 774 kematian pada 2002-2003, atau sekitar 9 persen pasien yang terjangkit SARS tewas.

6. Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV)

Alat pendeteksi panas tubuh digital untuk mengantisipasi virus corona. (ANTARA FOTO/David Muharmansyah)

MERS-CoV pertama kali diidentifikasi di Arab Saudi pada 2012. Hingga 1 Agustus 2013, terdapat 94 kasus MERSCoV dan 47 meninggal. Negara yang terjangkit: Saudi Arabia, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, Inggris, Jerman, Perancis, Italia dan Tunisia.

WHO menyebut bukti ilmiah saat ini menunjukkan bahwa unta dromedaris adalah inang penampung utama untuk MERS-CoV. Unta ini juga menjadi hewan penular infeksi MERS pada manusia. Namun, peran pasti unta dromedari dalam penularan virus dan rute penularan yang tepat masih belum diketahui.

7. 2019 Novel Coronavirus atau 2019-nCoV

Virus corona jenis baru, 2019-nCoV, dapat menular dari hewan ke manusia dan antar manusia. Gejala yang dialami orang ketika terjangkit virus ini antara lain batuk, flu, demam, sesak nafas, kesulitan pernafasan, gagal nafas, gagal ginjal, hingga mengakibatkan kematian.

Sampai saat ini, kemunculan virus corona jenis baru di pusat kota Wuhan, China, maupun laju perkembangan dan mutasi virus corona belum dikaitkan dengan dampak perubahan lingkungan seperti berkurangnya tutupan lahan dan perubahan iklim atau cuaca.

Untuk itu, perlu penelitian lebih lanjut untuk melihat ada tidaknya kaitan antara perubahan iklim dengan perkembangan mutasi virus tersebut

Mengutip Antara, Virus Corona 2019-nCoV resmi diumumkan WHO, Organisasi Kesehatan Dunia, pada 9 Januari 2020. Tanda-tanda virus ini sendiri sudah dilaporkan sejak pertengahan 2019.

Virus corona jenis baru ini dikaitkan dengan wabah pneumonia yang terjadi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Hingga Jumat (31/1) jumlah korban meninggal akibat wabah virus corona baru di China 213 orang. sementara mereka yang terjangkiti virus tersebut mencapai hampir 2.000 orang di China. Sementara total yang terjangkit virus itu mencapai 9.356 orang.

Sejumlah kasus terkait orang dengan positif terjangkit virus 2019-nCoV telah ditemukan di Vietnam, Thailand, Filipina, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Australia dan Amerika Serikat. (eks)

Virus corona: Wabah terus menyebar ke sejumlah negara di luar China, WHO nyatakan ‘darurat kesehatan global’

sebaran virus corona

sebaran virus corona

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, menyatakan wabah virus corona sebagai darurat kesehatan global, karena wabah terus menyebar ke sejumlah negara di luar China.

“Alasan utama penyataan ini bukanlah apa yang terjadi di China, tetapi apa yang terjadi di negara lain,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

WHO mengkhawatirkan wabah virus mematikan itu dapat menyebar ke negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah.

selengkapnya

Coronavirus declared global health emergency by WHO

The new coronavirus has been declared a global emergency by the World Health Organization, as the outbreak continues to spread outside China.

“The main reason for this declaration is not what is happening in China but what is happening in other countries,” said WHO chief Tedros Adhanom Ghebreyesus.

The concern is that it could spread to countries with weaker health systems.

At least 213 people have died from the virus in China.

The WHO said there had been 98 cases in 18 other countries, but no deaths. Most cases have emerged in people who have travelled from the Chinese city of Wuhan, where the outbreak began.

However, there have been eight cases of human-to-human infection – in Germany, Japan, Vietnam and the United States.

Speaking at a news conference in Geneva, Dr Tedros described the virus as an “unprecedented outbreak” that has been met with an “unprecedented response”.

Readmore

This map tracks the coronavirus in real time

The number of novel coronavirus cases is changing quickly. A real-time tracking map shows us just how quickly.

The map from Johns Hopkins University’s Center for Systems Science and Engineering follows coronavirus cases across the world.

The dashboard collects data from the US Centers for Disease Control and Prevention, the World Health Organization, the European Centre for Disease Prevention and Control, the Chinese Center for Disease Control and Prevention and the Chinese website DXY, which aggregates data from China’s National Health Commission and the CCDC. The results populate a worldwide view of coronavirus cases in real time.

See the map here The coronavirus case map updates in real time as global health agencies confirm more cases.

The clickable map pinpoints regions where patients have been diagnosed with coronavirus — the more cases in a region, the larger its dot on the map (right now, the largest dot belongs to the Hubei Province, where the outbreak originated).

The map tracks deaths, too, in total and by city.

Lauren Gardner, director of the Center for Systems Science and Engineering and a civil engineering professor at Johns Hopkins, said the map isn’t just a resource for the public — health officials can download the data, which will inform research on the coronavirus in the future.

“We built this dashboard because we think it is important for the public to have an understanding of the outbreak situation as it unfolds with transparent data sources,” she said. “For the research community, this data will become more valuable as we continue to collect it over time.”

The dashboard also puts the outbreak into perspective: There are already more than 6,000 confirmed cases in mainland China and fewer than 100 everywhere else in the world.

The CDC regularly updates its map of confirmed coronavirus cases, too, though it shows cases by country rather than by region or city.

sumber: cnn

Korban Meninggal akibat Virus Corona Naik Lagi Jadi 170 Orang

Jakarta, CNN Indonesia — Korban meninggal akibat virus corona di China bertambah menjadi 170 orang per Kamis (30/1).

Dikutip dari AFP, angka ini meningkat setelah Provinsi Hubei melaporkan 38 kematian baru dengan lebih dari 1.700 kasus yang dikonfirmasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan pemerintah China untuk segera mengambil langkah guna mengatasi wabah virus mematikan itu.

WHO akan mengadakan pertemuan pada Kamis ini untuk menentukan apakah akan menyatakan wabah virus corona masuk dalam keadaan darurat.

Virus yang menginfeksi saluran pernapasan akut seperti pneumonia itu menebar kekhawatiran dunia karena dinilai sangat mirip dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang pada 2002-2003 menewaskan ratusan orang di China dan Hong Kong.

Untuk mencegah penularan lebih luas, China telah mengisolasi Provinsi Hubei, khususnya wilayah Wuhan yang menjadi sumber virus corona.

Wuhan merupakan kota terbesar di kawasan tengah China dan menjadi salah satu titik penghubung transportasi.

Selain di China, kasus infeksi virus corona terdeteksi di sejumlah negara, yakni di Kanada, Amerika Serikat, Prancis, Sri Lanka, Thailand, Taiwan, Vietnam, Korea Selatan, Nepal, Singapura, Australia, Malaysia, Jepang, Kamboja, dan Jerman.

Kasus terbaru ditemukan di Finlandia dan Uni Emirat Arab.

Beberapa negara juga sudah mengevakuasi warganya keluar dari Wuhan. Sementara maskapai di seluruh dunia juga telah menangguhkan penerbangan dari maupun menuju China. (dea)

sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20200130071100-113-470012/korban-meninggal-akibat-virus-corona-naik-lagi-jadi-170-orang

Kriteria Penumpang dari China yang Diwaspadai Terkait Corona

Kriteria Penumpang dari China yang Diwaspadai Terkait Corona

Jakarta, CNN Indonesia — Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Bambang Wibowo, mengatakan sejauh ini di Indonesia masih belum memiliki satu pun suspect positif virus corona.

“Sampai hari ini tidak ada satu pun yang positif corona virus, namun kami (Kemenkes) akan selalu siap siaga,” ujar Bambang di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Rabu (29/1).

Pihaknya juga menegaskan masih tetap waspada terhadap wisatawan maupun WNI yang baru saja bepergian dari daerah endemik virus corona di China.

“Jadi, ketika ada yang pulang dari daerah endemik itu akan menjadi perhatian khusus, baik itu WNI maupun WNA,” katanya.

Di Jakarta, pasien yang menunjukkan gejala suspect virus corona itu dirawat isolasi di RSPI Sulianti Saroso.

Ketua Pokja Penyakit Infeksi New Emerging & Reemerging RSPI Sulianti Saroso, Pompini Agustina mengatakan, ada beberapa ciri utama yang menjadikan penanda virus corona.

Ciri-ciri tersebut menyerupai gejala influenza, serta memiliki riwayat bepergian ke daerah endemik.

“Ciri-ciri utamanya demam tinggi, sesak nafas, flu, batuk, terutama kalau baru bepergian dari daerah endemik,” ujar Pompini.

Di tempat yang sama Wakil Ketua Komisi IX, Emanuel Melkiades Laka Lena menginformasikan tingkat kematian akibat virus corona sejauh ini hanya 5 persen, berbeda dengan virus lain yang tingkat kematiannya tinggi.

“Perlu diingat ya, tingkat kematian akibat virus ini hanya sekitar 5 persen, berbeda dengan SARS, flu burung, H5N1, yang tingkat kematiannya 90 persen,” ujarnya.
Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Humas RSUD Kota Tangerang, Tintin Supriyatin, menyatakan pihaknya hanya menyediakan ruang isolasi di IGD yang memang yang sudah disediakan sebelumnya untuk penyakit infeksi.

“Ini sih kita belum ada pasien yang ada indikasi ke arah sana. Otomatis kalau persiapan rumah sakit sih ada. Cuma sebatas RSUD hanya pengawasan sampai ke IGD aja,” ujar Tintin kepada CNNIndonesia.com di RSUD Kota Tangerang, Rabu.

Tintin mewanti-wanti masyarakat agar tetap mewaspadai penyebaran virus ini. Hal itu bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan, makan teratur dan, istirahat yang cukup. Dengan menjaga pola hidup yang teratur, kata Tintin hal itu bisa cukup mencegah tubuh terjangkit.

Satu Lagi Pasien Diduga Terinfeksi Virus Corona Dirawat di RSPI Sulianti Saroso

JAKARTA, KOMPAS.com – Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, mengisolasi satu lagi pasien yang diduga terinfeksi virus novel Corona.

Hal itu disampaikan Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril pada Rabu (29/1/2020).

“Dirawat dari hari Senin (27/1/2020),” kata Syahril di RSPI.

Syahril mengatakan, pasien tersebut merupakan warga negara Indonesia dan berjenis kelamin perempuan.

Ia menyampaikan, pasien tersebut merupakan rujukan dari RS Pondok Indah.

Pasien tersebut mengalami gejala sesuai kriteria batuk-batuk, panas, dan sakit tenggorokan.

Pasien tersebut juga memiliki catatan baru kembali dari kota asal virus novel corona, yakni Wuhan, China.

“Itu orang Indonesia. Jadi orang Indonesia bepergian ke sana,” tutur Syahril.

Adapun pasien tersebut merupakan pasien kedua yang diduga terinfeksi virus novel corona dan diisolasi di RSPI Sulianti Saroso.

Pasien pertama berinisial R (35), telah dinyatakan negatif infeksi virus novel corona pada Jumat (24/1/2020).

Syahril menyebutkan pasien tersebut kondisinya membaik dan sudah dipulangkan dari rumah sakit.

Korban meninggal virus corona dilaporkan mencapai 132 orang, setelah China mengumumkan adanya kasus kematian baru.

Dalam angka yang dipaparkan oleh pemerintah Provinsi Hubei pada Rabu pagi, terdapat 25 angka kematian baru dalam 24 jam terakhir.

Kemudian angka baru muncul di luar Hubei, dan membuat korban meninggal akibat virus corona mencapai 132 orang, dilaporkan AFP.

Selain itu, Komisi Kesehatan Nasional China juga mengonfirmasi adanya 1.400 kasus baru, dan membuat orang yang terinfeksi mencapai 5.974.

Saat bertemu Sekretaris Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, Presiden Xi Jinping menyebut negaranya tengah menghadapi patogen yang sangat serius.

“Epidemi ini adalah iblis. Tentunya, kami tidak bisa membiarkan iblis ini bersembunyi,” kata Xi kepada Ghebreyesus di Beijing.

Presiden Xi Jinping pun menjanjikan pemerintahannya bakal lebih terbuka dan membagikan informasi berdasarkan waktu yang “tepat”.

Peneliti dari Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan sudah menemukan sumber dari virus China setelah melakukan penelitian.

Berdasarkan keterangan dari CDC, sumber itu berasal dari Pasar Seafood Huanan, di mana ada bagian yang menjual hewan liar dan eksotis.

Dalam keterangan CDC, sebanyak 31 dari 33 sampel positif diambil dari zona barat yang merupakan tempat perdagangan hewan liar.

Pertama di Timur Tengah, Satu Keluarga di Uni Emirat Arab Terkena Corona

Dubai

Virus corona telah sampai di Uni Emirat Arab (UAE). Satu keluarga di UAE yang baru tiba dari kota Wuhan, China telah didiagnosa positif terinfeksi virus corona yang tengah mewabah.

Ini merupakan kasus terkonfirmasi virus corona yang pertama di UAE. Dengan kasus ini menjadikan UAE sebagai negara Timur Tengah pertama yang terpapar virus ini.

Belum jelas berapa jumlah orang dalam keluarga tersebut yang terinfeksi virus mematikan coronavirus ini. Kementerian Kesehatan UAE hanya menyatakan bahwa mereka yang terinfeksi virus corona tersebut saat ini dalam kondisi stabil dan terus diobservasi. Demikian disampaikan kementerian seperti dilaporkan kantor berita pemerintah UAE, WAM dan dilansir Reuters, Rabu (29/1/2020).

Kementerian Kesehatan UAE tidak menyebutkan di mana keluarga tersebut dirawat.

Otoritas kesehatan China juga mengumumkan bahwa sejauh ini, 132 orang tewas akibat virus corona dan 5.974 kasus virus corona terkonfirmasi di 31 wilayah di China hingga Selasa (28/1) malam waktu setempat. Otoritas kesehatan China juga menyatakan bahwa mereka tengah memonitor lebih dari 9 ribu kasus suspect (diduga) virus mematikan ini.

Virus corona ini diyakini berasal dari sebuah pasar hewan di kota Wuhan, di mana hewan-hewan eksotik dan daging hewan liar diperdagangkan secara ilegal. Pasar hewan itu telah ditutup dan penyelidikan telah dilakukan otoritas setempat.

Muncul sejak Desember 2019, virus yang memicu gangguan pernapasan ini telah menyebar luas ke sebanyak 31 provinsi, wilayah otonomi dan kotapraja di China. Virus ini juga diketahui telah menyebar hingga ke belasan negara di dunia.

Selain China dan Uni Emirat Arab, negara-negara lain seperti Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Macau, Nepal, Sri Lanka, Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Prancis, Australia, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, dan Kamboja juga telah terpapar virus tersebut.

 

Korban Virus Corona Makin Banyak, Situasi ‘Darurat’ Global?

Australia, Eropa hingga Amerika

Jakarta, CNBC Indonesia – Virus corona semakin banyak memakan korban. Pemerintah China bahkan sudah mengumumkan tambahan korban tewas sebanyak 133 orang.

Meski demikian, pemerintah juga sempat mengklaim sudah ada pasien yang sembuh. Setidaknya, ada 126 orang yang dinyatakan kembali sehat dan dipulangkan dari rumah sakit.

Namun, corona tetap menjadi ancaman dunia. Bahkan dua negara baru saja mengonfirmasi penderita positif corona yakni Uni Emirat Arab dan Finlandia.

Berikut daftar lengkap sejumlah negara yang sudah mengumumkan kasus corona di negaranya:

China

China merupakan negara di mana virus corona pertama kali menyebar. Kota Wuhan, provinsi Hubei menjadi episentrum kasus.

Tak heran kalau jumlah penderita di negara ini mencapai ribuan. Per Rabu kemarin sebanyak 133 orang tewas sementara 6.165 kasus positif corona.

Bukan hanya China daratan, kasus corona ditemukan di Makau dan Hong Kong. Makau mengkonfirmasi tujuh kasus sementara Hong Kong 10 kasus.

Jepang

Jepang sudah mengkonfirmasi ada 7 kasus penderita penyakit karena virus corona. Termasuk, satu kasus penularan dari manusia ke manusia.

Seorang suspect dikatakan tidak pernah melakukan perjalanan ke Wuhan. Tapi terkena virus ini karena mengantarkan turis dengan kendaraannya.

Korea Selatan

Korsel melaporkan empat kasus. Tiga merupakan laku-laki sementara satu perempuan. Semuanya sempat melakukan perjalanan ke Wuhan.

Taiwan

Taiwan mengatakan menemukan 8 kasus corona di negara Formosa itu. Dua diantaranya memiliki kewarganegaraan China dan sampai di Taiwan sejak 22 Januari lalu.

Malaysia

Malaysia mengkonfirmasi 7 kasus. Semuanya merupakan warga China yang tengah berlibur ke negara itu, yang mendarat sebelumnya di Singapura.

Singapura

Singapura juga telah mengkonfirmasi adanya 10 kasus penderita penyakit akibat virus corona. Semuanya merupakan turis dari Wuhan.

Thailand

Thailand mengkonfirmasi 14 kasus. Negara ini menjadi negara terbesar yang mengkonfirmasi suspect virus corona di luar China.

Kamboja

Menteri Kesehatan Kamboja melaporkan kasus corona pertama Senin lalu. Seorang pria berusia 60 tahun mendarat dari Wuhan dan dinyatakan suspect corona.

Vietnam

Sejauh ini Vietnam mengakui ada dua kasus coronavirus di negaranya. Kedua korban merupakan orang tua dan anak.

Nepal

Nepal mengkonfirmasi satu kasus. Lelaki berumur 32 tahun tersebut baru saja sampai dari Wuhan, dan saat ini masih dikarantina di rumah sakit setempat.

Sri Lanka

Sri lanka juga mengkonfirmasi kasus corona. Seorang wanita asal China berumur 43 tahun yang masuk Sri Lanka sebagai pelancong.

Uni Emirat Arab (UEA)

Penyebaran virus corona sudah sampai ke Uni Emirat Arab. Negara tersebut mengumumkan kasus virus corona pertama yang disebut menjangkit sebuah keluarga yang baru kembali dari Wuhan.

“Kementerian Kesehatan Uni Emirat Arab mengumumkan sebuah kasus virus corona baru yang diderita orang dari sebuah keluarga yang datang dari Wuhan, China,” demikian pernyataan kantor berita WAM dilansir dari AFP, Rabu (29/1/2020).

Ini adalah kasus virus corona pertama di Timur Tengah. Namun tidak disebutkan lebih lanjut berapa orang yang terjangkit virus tersebut.

Australia

Negara ini mengkonfirmasi ada tujuh kasus. Semuanya melibatkan turis China yang datang dari Wuhan.

Saat ini pasien tengah dirawat di dua kota. Yakni Sydney dan Melbourne.

Kanada

Kanada mengkonfirmasi kasus pertama di Senin lalu. Namun kasusnya bertambah menjadi dua orang sehari setelahnya.

AS

AS mengkonfirmasi lima kasus. Para pasien rata-rata datang dari Wuhan. Kini dua pasien dirawat di California, sementara yang lain menyebar di Arizona, Chicago dan Washington.

Prancis

Prancis menjadi negara Eropa pertama yang melaporkan kasus ini. Negara tersebut melaporkan lima kasus, yang semuanya melibatkan turis China.

Jerman

Jerman melaporkan kasus pertama kemarin. Penderita tertular corona setelah seorang teman asal China mengunjunginya pekan lalu.

Finlandia

Finlandia mengatakan hal ini pada Rabu kemarin. Seorang turis dari Wuhan dikabarkan positif Corona.

Penularan 2019-nCov Sangat Cepat

RMOLSumsel. Masyarakat Indonesia diminta untuk tidak panik, namun harus waspada terhadap penularah Virus Corona. Sebab Virus Corona jenis  2019-nCoV penularannya sangat cepat.

2019-nCoV ini baru ditemukan pada akhir tahun lalu di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Tapi sekarang sudah lebih dari 2.000 orang di seluruh dunia  positif terinfeksi virus ini.  Catatan itu berdasarka data dari South China Morning Post yang dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (26/1).

Menurut sebuah studi yang dilakukan para ilmuan, cepatnya penyebaran epidemi ini dikarenakan rata-rata seorang yang terinfeksi corona dapat menularkannya kepada dua hingga tiga orang.

Studi tersebut juga menyatakan, untuk mengatasi epidemi ini, dibutuhkan langkah-langkah pengendalian dengan harus menghentikan penularan setidaknya sebanyak 60 persen.

 “Tidak jelas pada saat ini apakah wabah ini dapat ditahan di China,” kata spesialis penyakit menular di Imperial College London, Neil Ferguson.

Studi lain mengatakan, jika sebanyak 4.000 orang di Wuhan terinfeksi pada 18 Januari. Dan setiap orang bisa menularkan virus ke dua atau tiga orang lainnya, maka epidemi akan jauh lebih besar.

Hal yang sama juga diungkapkan dalam studi dari para peneliti di Universitas Lancaster, Inggris. Jika menghitung tingkat penularan ke 2,5 orang, maka pada Selasa (4/2), akan ada 190 ribu orang yang terjangkit virus ini.

“Jika epidemi terus berlanjut di Wuhan, kami memperkirakan (itu) akan jauh lebih besar pada 4 Februari,” tulis para ilmuwan.

“Infeksi akan terjadi di kota-kota Cina lainnya, dan impor ke negara lain akan lebih sering,” lanjut studi tersebut.

Dikatakan oleh Kepala Program Penelitian Biosecutity di Kirby Institute, Raina Maclntyre, dibutuhkan banyak hal untuk menangani epidemi tersebut.

 “Yang kami butuhkan adalah lebih banyak data yang akan dipublikasikan tentang faktor risiko, penularan, masa inkubasi, dan epidemiologi, sehingga kami dapat memahami tindakan pengendalian apa yang paling tepat,” kata MacIntyre.[*]