Reportase World Association for Disaster and Emergency Medicine (WADEM) Congress ke-22

wadem persiapan 1

REPORTASE

Congress World Association on Disaster and Emergency Medicine
(WADEM) ke 22

Killarney, Irlandia 9-12 Mei 2023

Reportase oleh Madelina A


World Association for Disaster and Emergency Medicine (WADEM) Congress ke-22 akan berlangsung pada 9-12 Mei 2023 di Killarney, Irlandia. Kongres dengan tema “Kompleksitas dan Kontinuitas” bertujuan untuk memberikan program ilmiah yang inovatif dan dinamis. Program ilmiah ini menawarkan keragaman minat dan keahlian profesional yang mengeksplorasi inovasi dan praktik terbaik secara global dalam aspek kesehatan kesiapsiagaan darurat, manajemen bencana, dan bantuan kemanusiaan. Kongres akan mencakup lebih dari 30 pembicara internasional dan lokal terkenal, serta serangkaian sesi interaktif dan inovatif yang dirancang untuk mempublikasikan pengalaman tiap delegasi dalam penanganan bencana alam dan bencana non alam. FK KMK UGM dan PKMK FK-KMK UGM turut berpartisipasi mengikuti WADEM Congres dengan mengirimkan 3 orang dosen pengajar dan peneliti : dr. Bella Donna, MPH ; Madelina Ariani, MPH ; dan Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid. Terdapat 6 abstrak kajian ilmiah yang diterima dan akan ditampilkan melalui presentasi oral dan poster. Selain presentasi oral dan poster, momen ini juga akan dimanfaatkan tim untuk meeting inisiasi kerja sama antara AIDHM/AANDHM dengan WADEM. 

{tab title=”Persiapan” class=”red”}

Persiapan keberangkatan Staff ASEAN Institute for Disaster Health Management (AIDHM) ke WADEM Congress Irlandia

Bicara tentang WADEM, sepertinya sudah menjadi rutinintas tim Divisi Manajemen Bencana Kesehatan (MBK) PKMK FK-KMK UGM untuk berpartisipasi aktif dalam Congress dua tahunan ini. Kalau penulis sendiri, Congress WADEM di Cape Town, Afrika Selatan tahun 2015 lalu adalah pengalaman yang pertama. Namun, bagi konsultan senior Divisi MBK PKMK, mereka sudah terlibat sejak awal tahun 2000-an.

wadem persiapan 1

Dok. PKMK FK-KMK UGM: Sebelum pandemi di Congress WADEM 2019 di Brisbane

Kami merasakan kerinduan mendalam untuk dapat bertemu dengan rekanan bencana kesehatan di seluruh dunia saat WADEM Congress 2021 lalu ditangguhkan karena masih dalam situasi pandemi COVID-19. Namun, semacam reuni penggiat kebencanaan bidang kesehatan seluruh dunia saat WADEM Congress ke-23 diumumkan jadi dilaksanakan di Killarney Irlandia pada 2023. “Wow! di Benua Eropa,” teriak penulis dalam hati. Ini adalah pengalaman pertama menginjakkan kaki di Eropa bagi penulis. Oleh karena itu, sejak tahun lalu Divisi MBK PKMK sudah mempersiapkan abstract terbaik dari aktivitas dan penelitian yang dilakukan selama ini, berharap dapat dipresentasikan pada kelas oral ataupun poster di Congress WADEM.

Setelah penantian harap-harap cemas karena ada ribuan abstract yang diterima panitia WADEM, akhirnya pengumuman penerimaan abstrak di Desember 2022 menyatakan bahwa 5 abstract DIV MBK PKMK diterima presentasi oral dan 1 presentasi poster. Yeay, tim DIV MBK mulai mempersiapkan budget dan jadwal perjalanan sejak saat itu.

wadem persiapan 2

Dok. PKMK FK-KMK UGM: Awal ide kolaborasi AAN-DHM dan WADEM pada pertemuan Bangkok Januari 2023

Semesta mendukung, pada pertemuan ASEAN Academic Network on Disaster Health Management (AAN-DHM) pada awal 2023 di Bangkok, Thailand menyatakan bahwa ARCH Project akan menghubungi Komite WADEM untuk potensial kolaborasi DHM di ASEAN ke depannya. Otomatis, Indonesia (Kementerian Kesehatan dan FK-KMK UGM) sebagai host country Sekretariat ASEAN Institute for DHM harus berangkat juga ke WADEM Congress untuk inisiasi meeting dengan President dan Komite WADEM. Dengan demikian, semakin kuat alasan Indonesia untuk hadir pada WADEM Congress tahun ini.

Sejak itu, persiapan penyusunan proposal potensial kerjasama AAN-DHM dan WADEM serta diskusi dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Dekan FK-KMK UGM, Direktur PKMK FK-KMK UGM dan juga ARCH Project terus dilakukan. Di sela-selanya, tim DIV MBK yang juga pengurus AIDHM tetap sibuk dengan pengurusan visa, advokasi pendanaan ke Fakultas, PKMK dan Kementerian Kesehatan. Sayangnya, perwakilan Kemenkes mendadak tidak bisa berangkat sehingga rapat dengan Komite WADEM hanya diwakili oleh tim DIV MBK PKMK UGM.

wadem persiapan 3

wadem persiapan 4

Dok. PKMK FK-KMK UGM: Rapat, diskusi kegiatan AIDHM dan AANDHM yang selalu disisipkan juga agenda kolaborasi dengan WADEM pada Congress 2023.

{tab title=”Hari 0″ class=”blue”}

Perjalanan ke Kota Kastil: Killarney, Irlandia

wadem hari 0 1

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Siap berangkat Jakarta -Doha

Apa yang paling iconic ketika mendengar negara Irlandia? Anak-anak 90 -an seperti penulis pasti langsung jawab boyband Westlife, kemudian para penggemar film fiction langsung menjawab Star Wars. Sebagian lagi menjawab film-film kolosal dan kastil. Seratus persen tepat sekali jawabannya. Namun, ketika mendengar Killarney? Nol besar, tidak ada apapun yang tergambar dalam benak kami. Dalam pencarian kami di internet ternyata Killarney sebuah kota di County Kerry bagian selatan Irlandia. Di Killarney inilah WADEM Congress tahun 2023 diselenggarakan. Kami sempat bertanya, tumben kali ini WADEM Congress diselenggarakan bukan di pusat kota negara. Ada apa ya di Killarney?

Perjalanan dimulai pagi hari pukuL 07.00 WIB tepatnya6 Mei 2023. Saya, Bella, dan Gde berjanji bertemu di stasiun Tugu untuk sama-sama ke Yogyakarta International Airport. Pagi itu cerah sekali. Pesawat kami bertolak ke Jakarta sekitar pukul 09.00 pagi. Tiba di terminal domestik, kami tidak langsung ke terminal internasional karena pesawat kami baru akan check-in pukul 15.00 WIB. Kami putuskan untuk beristirahat di kedai kopi bandara Soekarno Hatta dulu.

wadem hari 0 2

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Transit di Doha

Proses check-in yang lancar, melalui imigrasi, sekitar pukul 18.00 kami menerima panggilan boarding. Dari Jakarta pesawat kami bertolak ke Doha, Qatar. Kami mengambil rute tercepat untuk sampai Dublin, alhasil satu jam transit di Doha hanya cukup untuk perjalanan dari turun pesawat, melalui pemeriksaan lagi, dan kemudian menuju pintu keberangkatan selanjutnya, hanya sempat untuk ke kamar mandi sebentar dan kami sudah harus boarding lagi. Waktu itu kami terbang saat tengah malam waktu Qatar. Pagi hari waktu Dublin kami sudah tiba dengan selamat tetapi cuaca dingin meniup kulit tropis kami, seketika kami kedinginan.

Kami harus transit di Dublin sehari karena fasilitas penjemputan dari panitia belum ada dan tidak ada jam pesawat domestik dari Dublin ke Killarney yang cocok dengan waktu kedatangan kami. Tidak ada tujuan, kami putuskan untuk ke kota saja. Paling aman adalah ke taman kota karena juga waktu check in hotel kami masih nanti siang. Alhasil, setelah mendapatkan saran, kami naik bus ke kota dengan tujuan Marrion Park.

wadem hari 0 3

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Naik bus ke pusat kota Dublin

Di Marrion Park, kami berjanji bertemu dengan ketua LPDP Irlandia, yaitu Anisa. Pertanyaan pertama yang kami tanyakan ke dia adalah, memang Kota Dublin sesunyi ini ya? Sepi ya? Setengah jam perjalanan dari bandara hingga ke tengah kota seperti melalui kota mati, toko tutup dan hanya beberapa orang berjalan kaki. Anisa tersenyum, di sini minggu pagi memang seperti kota mati. Hampir semua toko buka menjelang siang, dan orang-orang banyak menghabiskan waktu di rumah, diantaranya mungkin kelelahan setelah party hingga dini hari malam sebelumnya. Akhirnya kami paham dan benar saja menjelang siang, kota ini mulai ramai. Kami beranjak ke UCD, kampus Anisa dan akan bertemu dengan Diaspora Indonesia yang sedang berkumpul untuk berolahraga badminton. Apakah kami ikut main? Rasanya hal itu tidak mungkin karena lelah masih menjalar di seluruh tubuh kami.

Melepas lelah sambil menyemangati permainan badminton mereka, kami sempat membersihkan diri di fasilitas kamar mandi di area gedung olah raga UCD ini. Menjelang pukul 14.00 IST, Arik tangan kanan kedutaan Indonesia London yang ada di Irlandia dan istrinya Bunga mengajak kami makan siang bersama di resto Thailand di pusat kota. Sebelumnya, Lukman yang paling lama bekerja di Irlandia dibanding semuanya memberikan pilihan menu Vietnam, Malaysia atau Thailand. Rony dan kami lebih memilih menu Thailand, terbayang nyata hangat dan pedasnya Tom Yum di cuaca dingin ini serta gurihnya Pad Thai. Ada Wangi juga, asli orang Jogja tetapi harus pulang duluan karena ada janji lain.

wadem hari 0 4

Doc. PKMK FK-KMK UGM: bersama Anisa di depan Kastil Dablin dan The Temple Bar

Usai makan, Arik dan Bunga mengantarkan koper-koper besar kami ke hotel, sedangkan kami lanjut berkeliling pusat kota ditemani Anisa. Di sini pertokoan tutup pukul 19.00 IST dan berganti dengan pub-pub yang buka hingga dini hari. Oleh karena itu, kami terburu-buru untuk mendatangi toko oleh-oleh untuk menyempatkan membelikan cenderamata keluarga dan teman-teman terdekat di Indonesia. Beruntung, kami juga masih bisa menyempatkan ke Trinity College meski tidak ke perspustakaannya yang legendaris, sempat ke Dublin Castle, sebelum pulang ke hotel. Lelah? Pastinya. Tidak disangka hari ini kami berjalan lebih dari 10 km jika dilihat dari aplikasi penghitung langkah dan jarak di HP.

wadem hari 0 5

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Makan siang bersama dengan Diaspora Indonesia di Dublin

Anisa benar-benar menemani kami hingga kembali ke hotel, beberapa kali ia juga meminjamkan kartu busnya untuk kami. Di sini hampir semuanya tidak menggunakan uang tunai. Pukul 21.00 IST, tetapi belum juga waktu magrib tiba. Panjang sekali antara Ashar dan Magrib di sini padahal rasanya mata dan tubuh kami sudah tidak mau kompromi untuk sekedar membersihkan badan, benar-benar lelah rupanya. Akhirnya, malam yang panjang hanya terasa hitungan menit bagi kami. Pukul 05.00 IST kami sudah mulai bersiap karena harus ke bandara Dublin lagi pukul 07.00 IST. Bus panitia akan membawa kami ke Killarney tepat pukul 09.00 IST kurang lebih perjalanan sekitar 4-5 jam.

Busnya cukup besar, ada fasilitas kamar kecil di dalamnya. Saya duduk bersebelahan dengan Bella. Di belakang kami ada peserta dari Nepal, Jepang, dan Singapura. Sedangkan di depan kami ada dari Australia dan Amerika Serikat. Saling menyapa singkat dan kemudian hening. Sepertinya semua peserta juga kelelahan. Berulang kali saya juga tertidur, kemudian menonton film, atau sibuk mengambil video dan memfoto pemandangan ataupun rumah bergaya klasik dan beberapa kastil disepanjang jalan. Memang pilihan naik bus sepertinya tepat, meski pinggang rasanya mau putus.

wadem hari 0 6

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Menempel poster dan registrasi

Menjelang sore kami tiba di Killarney. Memutuskan untuk ke hotel terlebih dahulu, makan siang dan bersih-bersih, baru kemudian kami bersama-sama ke lokasi acara untuk melakukan registrasi dan memasang poster. Cuaca di Killarney ternyata lebih dingin dari pada di Dublin. Vibesnya seperti di desa tetapi sangat tertata bangunannya dan fasilitasnyas sama seperti di kota. Sepertinya kami betah hingga empat hari ke depan.

{tab title=”Hari 1″ class=”red”}

Pembukaan 22nd Edition of WADEM Congress

Complexity and Continuity: Caring, Coping and Overcoming in an Increasingly Challenging World

Selalu ada semangat dan pengetahuan baru pada setiap pembukaan WADEM Congress. Oleh karena itu, kami bertiga tidak boleh melewatkan momen pembukaan ini. Meski di luar hujan, tidak menyurutkan langkah kami berjalan sekitar 250 meter ke Gleneagle INEC Arena tempat Congress dilaksanakan. Beruntung apartemen kami tidak terlalu jauh dari tempat acara. Di tengah perjalanan beberapa pria berjas berjalan cepat sambil menempatkan tas di atas kepala, berharap air hujan tidak membasahi mereka. Cuaca pagi ini dingin dan berangin cukup kencang.

wadem hari 1 1

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Hujan menuju tempat conference

Benar saja, setibanya di ballroom kami sudah hampir kehabisan tempat duduk padahal sudah datang 30 menit sebelum acara pembukaan. Beruntungnya, ada saja yang enggan duduk di baris kedua paling depan, di situlah saya dan Bella duduk bersebelahan. Sedang Gde sepertinya memilih untuk mencari kursi di bagian belakang sisi atas. Ratusan penggiat bencana bidang kesehatan dan kemanusiaan telah berkumpul di ballroom ini, semuanya sibuk dengan saling menyapa, melakukan reuni dan entah apalagi yang mereka obrolkan. Kami semua seperti “kawanan burung yang telah lama terkurung dalam kandang besar dan kemudian dilepaskan”. Pandemi telah menahan langkah kami untuk berkumpul pada 2021 lalu.

Benar saja, President WADEM dan Chair Congress kali ini, Gregory Ciottone, seorang professor dari Harvard Medical School menyapa seluruh peserta dengan semangat yang membara, “Terimakasih karena sudah bertarung melawan pandemi COVID-19 dan telah menjadi tentara kemanusiaan di barisan depan dalam berbagai bencana dan krisis kesehatan selama 4 tahun ini”, katanya.

wadem hari 1 2

Doc. PKMK FK-KMK UGM: performa music, nyayian dan tarian di sesi pembukaan

Hiburan pada opening kali ini cukup berkesan bagi saya yang suka menonton film kolosal Irlandia and Inggris karena musik tradisional yang kerap dimainkan pada adegan pesta, tarian, ataupun sekedar pengantar sebuah adegan, kini dapat saya dengar dan saksikan langsung. Mereka juga menyajikan tarian khas Irish- Irish tap dancing. Ada yang memukau dari tarian ini, yakni kelincahan kaki para penarinya. Kaki bergerak dengan sangat cepat, mengetuk-ngetuk lantai dengan keras, secepat kilat kemudian mereka melompat sambil mengetukkan kedua belah sepatu sehingga menghasilkan bunyi yang khas lalu kemudian mendarat dengan hentakan yang senada dengan musik. Musik, tarian dan nyanyian yang memicu gairah dan semangat pagi ini.

wadem hari 1 3

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Chair Congress WADEM, Gregory Ciottone pada opening speech dan keynote address

Selanjutnya, opening keynote address. Inilah yang selalu kami tunggu, kira-kira ada ide dan gagasan baru apa dalam dunia disaster and emergency medicine? Gregory Ciottone mengumpamakan layanan kesehatan pada situasi bencana seperti layanan perbaikan mobil balap. Sepersekian detik ke menit, ketika mobil pembalap perlu diperbaiki maka staf yang Sudah ditugaskan sudah siap dengan tugasnya, peralatannya, dan keterampilannya untuk memperbaiki mobil tersebut, dan yang paling penting semuanya terintegrasi dan selesai bersamaan sehingga mobil balap dapat kembali ke arena balap untuk menyelesaikan pertandingan. Untuk mendapatkan performa yang seperti itu, maka kesiapsiagaan dan latihan harus terus dilakukan. Mungkin masing-masing kita handal dengan bidangnya tetapi jika tidak bisa bekerja bersama maka respon juga akan terhambat.

Selain itu, ancaman bencana dan krisis kesehatan semakin kompleks. Mulai dari natural hazard, perubahan iklim hingga Artifical Intelligence. Pertanyaannya, mana yang menjadi prioritas kita? Oleh karena itu, skill untuk bisa menganalisis risiko dan memprediksi harus dimiliki oleh semua tenaga kesehatan. Terakhir, Gregory menyampaikan bahwa era disaster medicine saat ini ada di era digital sehingga tenaga kesehatan dan penggiat kemanusiaan harus bisa beradaptasi, termasuk bagaimana implikasinya ke pendidikan disaster medicine. Integrasi antara matematika, kimia, kedokteran kesehatan dan fisika harus bisa selaras dalam menghadapi berbagai risiko ancaman bencana dan krisis kesehatan ke depannya.

wadem hari 1 4

Doc. PKMK FK-KMK UGM: berswafoto dengan kolega

Selain kelas besar, kami juga sangat menanti sesi breaking pagi dan siang. Saat break inilah kita bisa saling menyapa dan bertemu dengan kolega lama dan baru dan di momen inilah kerap terjalin jejaring kerjasama. Pagi ini, kami berkenalan dengan Odeda, Ketua bidang Keperawatan WADEM. Break siang, satu meja dengan peserta Thailand, ARCH Project dan Amerika Serikat. Beruntung kami bertemu Deborah, penulis buku Komunikasi. Kami membeli bukunya dan bertukar jaringan dengannya.

wadem hari 1 5

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Kelas WHO Health-EDRM

Belum ada sesi presentasi oral maupun poster dari Indonesia hari ini. namun, kami memutuskan untuk mengikuti kelas Primary Care and Health Population, serta kelas WHO Health Emergency and Disaster Risk Management (H-EDRM). Di kelas H-EDRM kami bertemu kolega lama Prof Kubo dan rekan dimana pada 2019 kita menyelenggarakan Regional Collaboration Drill ASEAN ke-4 bersama di Bali. Jaringan WHO Health-EDRM yang juga diprakarsai oleh Virginia Murray dan Ryoma telah menghasilkan banyak penelitian dan kajian. Itu semua dipaparkan pada sesi ini. Beruntung, kami mendapatkan buku pedoman penelitian H-EDRM yang secara khusus ditandatangani dan diberikan untuk Divisi MBK, terima kasih telah menjadi perpanjangan tangan dan terus semangat mempromosikan kesiapsiagaan bencana dan krisis kesehatan di Indonesia.

wadem hari 1 6

Doc. PKMK FK-KMK UGM: mendapat cetakan buku pedoman penelitian Health-EDRM dari Virginia dan Ryoma

Meeting ARCH project dan ASEAN Academic Network on Disaster Health Management (AAN-DHM) dengan WADEM telah ditentukan esok sore (10/5) setelah sesi poster presentation. Oleh karena itu, sore ini hanya kami habiskan bercengkrama dengan tim JICA dan ARCH Project di area poster presentation Ms. Aono. Melalui posternya, Aono bercerita mengenai mekanisme DHM di ASEAN. Ada ASEAN Institute for Disaster Health Management (AIDHM) yang berlokasi di FK-KMK UGM juga disebutkan dalam posternya.

wadem hari 1 6

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Poster Session JICA dan ARCH Project

Kami pulang pukul 19.30 IST setelah menyempatkan ke welcome reception di area lobby Hotel Gleneagle. Pukul 19.30 IST di sini ternyata masih terang benderang seperti pukul 16.00 IST. Letih sekali rasanya dan dinner sepertinya adalah ide yang baik. Berjalan sebentar ke minimarket, kami menemukan menu makan malam yang enak. Menjelang pukul 21.00 IST matahari juga belum enggan tenggelam, meski senja sudah menampakkan batang hidungnya. Di sini waktu sholat Maghrib pukul 21.30 IST dan isya 22.30 IST. Tidak mengherankan jika kebanyakan warga muslim memilih sholat isya menjelang shubuh karena sudah tertidur lebih dulu sebelum waktu Isya tiba. Lanjut ke Reportase hari 2 ya.

{tab title=”Hari 2″ class=”green”}

Inisiasi Kolaborasi Penguatan Disaster Health Management di Kawasan ASEAN:

Meeting AIDHM/AANDHM, ARCH Project dan Komite WADEM

wadem hari 2 1

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Penutupan meeting AANDHM/AIDHM, ARCH Project dan WADEM

Menyanggupi dan ditunjuk sebagai host country untuk menjadi sekretariat ASEAN Academic Network on Disaster Health Management (AANDHM), ASEAN Institute (AIDHM) mempunyai tugas berat untuk memfasilitasi dan mendukung berbagai aktivitas akedemik manajemen bencana kesehatan di kawasan ASEAN, diantaranya mengelola jurnal, joint research dan biennial academic conference. Oleh karena itu, AANDHM/AIDHM membuka peluang kerjasama dengan WADEM, harapannya transfer pengetahuan dan kerjasama, serta upaya saling menguatkan kapasitas semakin terbuka ke depannya karena ASEAN juga termasuk kawasan yang tinggi risiko dan kerentanan terhadap bencana dan krisis kesehatan. Salah satu implementasi yang diinginkan berkolaborasi adalah dalam pengelolaan jurnal ASEAN dengan jurnal PDM.

Mr. Taro Kita dan Ms. Aono JICA/ ARCH Project mengabari bahwa meeting akan diselenggarakan selepas poster session pukul 18.30 IST di ruang suite 3. Selain itu, ada undangan foto bersama dengan Andre Lavelle, Executive Officer of WADEM pukul 13.00 IST di ballroom utama.

wadem hari 2 2

Doc. PKMK FK-KMK UGM : Diskusi sesi pagi

Cuaca pagi ini cukup hangat menyapa kami, meski hembusan angin tetap saja lembut menusuk kulit tropis kami, dingin. Setibanya di arena INEC Killarney, kami menggantungkan jaket. Ballroom utama sudah penuh dengan peserta, pembahasan mengenai Complexity of once in a lifetime disasters cukup panas dengan serbuan pertanyaan dan pernyataan yang membutuhkan tanggapan dari Chair, Gregory Ciottone dan narasumber dari rumah sakit, emergency medical services, fire department dan akademis. Narasumber menceritakan pengalaman mengevakuasi lebih dari 200 pasien rawat inap pada sebuah bencana kebakaran tanpa ada staf, pasien dan keluarga yang menjadi korban. Emergency care team dimana pun berada baik yang ada di layanan kesehatan dan yang ada di masyarakat merupakan harapan bagi korban. Sebab pada situasi emergency dan tanggap darurat bencana semua orang ingin menyelamatkan diri, sehingga bagi korban penyelamat yang kembali untuk membantu mereka merupakan sebuah harapan. Pertanyaan menarik datang dari peserta mengenai etik petugas yang tidak mau kembali bertugas di daerah bencana. masing-masing narasumber saling bertatapan dan kemudian menjawab bahwa feeling responsibility adalah kuncinya. Artinya, menjadi petugas kesehatan pada situasi bencana membutuhkan feeling responsibility, apakah ia harus kembali lagi bertugas setelah menyelesaikan tugasnya atau dia datang ke daerah bencana ketika sudah menyelamatkan keluarga dan orang terdekatnya terlebih dahulu. Semuanya butuh penyadaran dan latihan terus menerus.

wadem hari 2 3

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Presentasi Innovator: Prof Elhanan

Pukul 11.00 IST merupakan sesi presentasi Gde dengan tema besar Medical Assistance Teams/ Emergency Medical Teams 1. Chair kali ini adalah Falvio Salio. Kelas dimulai dengan paparan innovator Prof. Elhanan Bar-On dari Israel. Sangat menarik pengalaman dan lesson learned yang dipaparakan Elhanan dalam berbagai misi kemanusiaan di situasi bencana hingga konflik Ukraina. Mendengarkan paparannya saya jadi teringat dengan semua penjelasan dr. Hendro Wartatmo, Sp.BD mengenai rumus sebelum memberangkatkan tim ke lokasi bencana. Informasi yang sedikit tidak menjadi alasan untuk tidak mempersiapkan logistik dengan cermat. Menjadi EMT juga harus terbiasa dengan perubahan-perubahan situasi di lapangan yang tidak pasti. Meski demikian setiap EMT harus berpegang teguh pada tujuan atau misi keberangkatan. Menyatu dengan lokal setempat adalah skill yang diperlukan juga sebagai EMT.

wadem hari 2 4

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Oral presentasi oleh Gde

Gde mempresentasikan paper yang berjudul Activation of The Health Cluster Coordination Post in Lumajang District Health Office During the Management of Mount Semeru Eruption Disasters. Paper ini adalah aktivitas Academic Health System UGM dan Pokja Bencana FK-KMK UGM saat mendampingi manajemen di Health Emergency Operation Center di erupsi Semeru di Dinas Kesehatan Lumajang. Presentasi lain yang menarik mengenai gagasan penyelamatan hewan pada masa respon, meski kontropersi dimana skill dokter dan dokter hewan mungkin bisa dimanfaatkan bersama, tetapi gagasan mengenai one medice, one world and one health dapat diterima. Artinya penyelamatan tidak hanya untuk manusia tetapi juga untuk makhluk hidup lain seperti hewan.

wadem hari 2 5

Doc. Bella: Kastil Ross, Killarney Irlandia

Sesi break siang, saya dan Bella sempatkan ke pusat kota. Kami diberikan kontak WA taksi online di kota ini. Tujuan kali ini adalah kastil terdekat dan pusat kota. Kurang dari 15 menit kami sudah memasuki taman nasional Killarney, di tengahnya terdapat kastil Ross yang sudah berdiri sejak awal abad ke-15. Meski tidak utuh lagi bangunannya tetapi kastil ini masih terlihat sangat kokoh. Sejak diwariskan sebagai bentuk bangunan budaya oleh pewarisnya kastil ini resmi dibuka untuk wisata. Karena waktu yang mepet kami tidak sempat ikut tur ke semua lantai kastil. Cukup berfoto di depan kastil, sudah membuat saya dan Bella senang luar biasa meski menggigil karena angin dari danau bertiup sangat kencang.

wadem hari 2 6

Doc. Madel: Pusat Perbelanjaan Kota Killarney

Dari Kastil Ross kami lanjut ke pusat kota. Jika berkunjung ke Jatim Park di kawasan Little Eropa, ya kira-kira begitulah suasana pusat kota Killarney ini, atau perumpamaan yang lebih mudah adalah seperti jalan Malioboro. Kanan dan kiri adalah toko-toko yang menjual suvenir, pakaian, makanan, snack dan lainnya. Berfoto di tengah jalannya saja sudah instragramable sekali. Sayangnya kami harus kembali ke kelas oral.

Poster kami, yang berjudul Hospital Preparedness in Facing the COVID-19 Pandemic Based on the Command System: A Study in Jakarta and Yogyakarta, Indonesia. Poster ini menceritakan kegiatan kajian pada awal pandemi COVID-19 di rumah sakit-rumah sakit yang kami dampingi di kawasan Jakarta dan Yogyakarta. Hampir semua rumah sakit telah memiliki Hospital Disaster Plan dan tim bencana tetapi untuk mengaplikasikannya ke pandemi COVID-19, ternyata tidak mudah bagi rumah sakit. Bukan karena sistem ini tidak fleksibel tetapi akibat persepsi bahwa HDP adalah perencanaan untuk bencana alam. Oleh karena itulah, pendekatan Incident Command System dalam HDP coba kami advokasikan untuk bencana non alam juga seperti Pandemi COVID-19.

wadem hari 2 7

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Presentasi ARCH Project – AANDHM/ AIDHM

Saya dan Bella bergegas ke ruang meeting. Disana sudah berhadir Prof. Donals A Donahue (WADEM President Elect), Ms. Evelyn A Donahue (Member), Prof. Tatsuhiko Kubo (Board Member Elect), Dr. Mick Molly (Board Member), ARCH Project, JICA, dan juga Mr. Andrew Lavelle (Executive Officer). Sesi perkenalan diri selesai, dilanjut dengan paparan Mr. Taro Kita dan Ms. Aono mengenai ARCH Project dan ASEAN Academic Conference Oktober 2023 di Indonesia. Ada 5 usulan kerjasama, diantaranya kerjasama dalam pengelolaan jurnal ASEAN dan Jurnal PDM. Meski bukan dalam rangka mendapatkan kesepakatan, tanggapan WADEM cukup baik dan dengan tangan terbuka, WADEM bersedia memberikan dukungannya untuk penguatan disaster health management di kawasan ASEAN.

{tab title=”Hari 3″ class=”blue”}

Semua Sibuk Mempersiapkan Presentasi di Kelas Masing-Masing

wadem hari 3 1Kami baru menyadari bahwa semua presentasi oral Bella, Madel dan Gde berada di hari yang sama, bahkan presentasi Bella dan Madel ada di jam yang sama. Untuk pertama kalinya kami tidak saling mensupport di kelas yang sama pada Congress WADEM Kali ini. Biasanya kami dapat menambahkan informasi ataupun membantu memberikan tanggapan pada sesi diskusi. Kali ini kami harus siap dengan paper masing-masing. Kalau urusan dokumentasi foto, beruntungnya kami didukung oleh rekan dari ARCH Project dan Erasmus Mundus.

Pagi ini seperti biasa, Gde memulai aktivitasnya dengan jogging pagi. Bella dengan membuat sarapan. Madel dengan mobile phonenya, sesekali menggerutu karena meski di luar negeri tetapi kerjaan di Jogja seperti tidak bisa ditinggal. Dengan perbedaan waktu 6 jam, otomatis ketika bangun pagi di Killarney, di Indonesia sudah siang hari. Lebih gilanya ada beberapa hal yang perlu dikoreksi atau dikumpul sore, yang artinya itu tinggal hitungan jam. Namun hari ini, mereka bertiga mengabaikan itu semua dan fokus pada presentasinya.

Rintik kecil mengawali langkah mereka hari ini. Cuaca tetap menusuk dingin ke kulit seperti kemarin-kemarin. Gde dan Bella mengantarkan Madel ke ruang Ballroom Killarney Convention Center sebelum mereka menuju kelas Bella. Ruangannya cukup bagus untuk presentasi, luas, dan ada mimbar kecil. Bagus untuk dokumentasi saat presentasi. Berbeda dengan ruangan Bella yang hanya ruang meeting kecil di MoD Suite 1.

Masih setengah jam, peserta sudah mulai berdatangan. Sedangkan presenter ada yang sibuk dengan laptopnya menghapalkan slide dan skrip presentasi, ada yang baru menyerahkan file presentasi kepada panitia, ada juga yang sibuk dengan catatannya. Aku ikut saja duduk disebelah Mr. Taro Kita, Expert JICA yang juga presentasi di kelas ini. Kami saling menyapa dan kemudian tenggelam dengan persiapan presentasi masing-masing. Mr. Taro lebih dulu presentasi. Taro membicarakan tentang Regional Program for Knowledge Co-Creation on Disaster Health Management in ASEAN and Japan. Program pelatihan ini juga diikuti oleh perwakilan Indonesia tahun 2022 lalu. Dalam presentasinya, Taro juga menjelaskan mengenai Plan of Action ASEAN Leadership Declaration. Diantara prioritasnya mengenai Safe Hospital.

wadem hari 3 2

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Sesi presentasi Madelina

Selang satu presenter, tiba giliranku. Seperti janjian padahal tidak, materi presentasiku seperti melanjutkan paparan Mr. Taro mengenai program pendampingan Hospital Disaster Preparedness di Indonesia. Presentasi yang aku paparkan merupakan aktivitas Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK tahun 2021-2022 dalam menyelenggarakan pelatihan online Hospital Disaster Plan. Abstrak ini ditulis bersama oleh aku, Satrio, Happy, dan Bella. Satrio banyak mendukung dalam penulisan dan persiapan presentasi ini, termasuk menyederhanakan ide paparanku yang panjang padahal harus disampaikan dalam waktu 8 menit saja. Paparan mengenai Preparation of Hospital Disaster Plan in Indonesia: The Mentoring Challenges from Offline to Online Program berbicara tentang proses perubahan jam mengajar, teknik mengajar dan mendampingi rumah sakit dalam menyiapkan dokumen Hospital Disaster Plan. Tantangan yang ditemukan menjadi masukan untuk tim Divisi MBK dalam mengembangkan model pendampingan jarak jauh kedepannya.

wadem hari 3 3

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Bella bersama presenter lainnya

Di kelas MoD Suite 1. Di menit yang sama Bella juga memaparkan mengenai pengalaman mengirimkan tim EMT gabungan/ komposit untuk respon bencana gempa Mamuju tahun 2021 lalu. Berbeda dengan EMT yang saling berkolaborasi di lapangan, EMT Composite memang dibentuk dari dua atau lebih organisasi/institusi yang kemudian memiliki 1 tujuan yang sama. Saat itu, akses dari Yogyakarta cukup jauh ke Mamuju, tidak bisa cepat, dan biaya transportasi yang tinggi. Di satu sisi, provinsi tetangga Sulawesi Barat yakni Sulawesi Tengah sudah dilatih untuk siap merespon. Sehingga tenaga kesehatan dan mahasiswa dikerahkan dari Sulawesi Tengah yang bisa tiba di Mamuju kurang dari 10 jam perjalanan darat. Meeting online disiapkan, logistik dibagi mana yang dbawa dari Jogja dan dari Sulawesi Tengah, tim berkenalan secara online, dan siap menjadi satu tim saat bertemu di Mamuju. Abstrak Bella ini juga ditulis bersama oleh Madel, Happy, dan Gde dengan judul Deployment of Composite Emergency Medical Team (EMT) in West Sulawesi Earthquake during The Middle of the Covid-19 Pandemic.

wadem hari 3 4

Doc. PKMK FK-KMK UGM : Bella dengan lightening presentasinya

Masih di kelas yang sama, pukul 13.30 Bella kembali presentasi mengenai Development of Sub National Policies for Making Hospitals Safe from Disasters: Study in Yogyakarta Provinces, Indonesia. Abstract ini merupakan hasil kegiatan pendampingan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menyusun buku pedoman Safe Hospital untuk Provinsi DIY. Singkatnya pedoman safe hospital secara global pasti memiliki gap implementasi di tingkat nasional maupun sub nasional. Oleh karena itu, aktivitas kemarin merupakan upaya penyederhanaan serta identifikasi kebutuhan safe hospital yang cocok dan implementative untuk rumah sakit-rumah sakit di DIY.

wadem hari 3 5

Doc. PKMK FK-KMK UGM: Gde presentasi tentang peristiwa Kanjuruhan

Usai di kelas Bella, kami bergegas ke kelas Gde di ruangan KCC Ballroom. Di kelas Mass Gathering ini Gde akan mempresentasikan abstrak yang ditulis bersama Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes yang berjudul Football Stampede in Kanjuruhan Stadium from the Perspective of Disaster Preparedness on Mass Casualty Incident: A Case Study of Mass Gathering Event. Di kelas ini cukup menarik karena presenter lain juga mempresentasikan beberapa event MCI yang viral belakangan ini seperti MCI di hari Halloween di I-taewon, Korea Selatan dan Mass Gathering ibadah Haji di Arab Saudi.

wadem hari 3 6

Doc. Bella: Noodle Party di malam hari

Senang rasanya semua tugas presentasi dan meeting dengan WADEM diselesaikan dengan baik. Kami bertiga pulang ke apartemen dengan perasaan puas dan lega. Malam ini kami tutup dengan Noodle Party bersama rekanan Erasmus. Mie yang kami masak bukannya pasta atau mie yang spesial melainkan Indomie yang kami bawa dari Indonesia. Mungkin bagi kita Indonesia adalah makanan yang biasa tetapi bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri atau bagi orang yang baru merasakannya, Indomie adalah santapan yang lezat. Hingga pukul 21.00 kami terus mengobrol di depan perapian bersama rekanan Erasmus ini.

{tab title=”Hari 4″ class=”grey”}

Penutupan: Next Congress WADEM 2025 di Tokyo Japan

wadem hari 4 1 

 Dok. PKMK FK-KMK UGM: Pengumuman kongres selanjutnya di Tokyo Jepang

Masih bersemangat di hari keempat atau hari terakhir Congress WADEM tahun ini. Saat pagi menyempatkan jogging, kami melihat ada beberapa narasumber yang kami kenal memasuki bus yang siap mengantar mereka ke Dublin pagi ini. Kami sendiri baru berangkat ke Dublin nanti siang seusai acara penutupan.

wadem hari 4 2 

Dok. PKMK FK-KMK UGM: Paparan Prof. Tony Redmond

Masih di ballroom utama, peserta sudah berkumpul masih antusias saat pembukaan tiga hari lalu. Panel diskusi mengenai Working Conflict Zones disampaikan dengan sederhana oleh Prof. Tony Redmond dari UK-Med. UK-Med merupakan LSM internasional yang berbasis di UK. Tony menceritakan pengalaman dan perspektifnya mengenai pengiriman EMT ke daerah perang Ukraina di akhir 2022 lalu. Berlanjut dengan isu logistik, etik, dan keamanaan yang menjadi tantangan berat yang dihadapi pejuang kemanusiaan dan EMT di daerah konfilik perang seperti ini. Untuk memperjelas perbedaannya, Tony membandingkannya dengan pengalaman pengiriman EMT ke daerah bencana gempa bumi Turky/Syria awal tahun ini.

Sesi penyerahan amanah penyelenggaraan congress selanjutnya yang selalu dinantikan. Tokyo Jepang sudah ditentukan sebagai tempat penyelenggaraan tahun 2025. Mengutamakan kenyamanan peserta yang berasal dari seluruh dunia dan musim ini maka perhelatan WADEM Congress 2025 nanti juga diselenggarakan di akhir musim semi, 2- 6 Mei 2025. Acara selanjutnya adalah penghargaan dan pemberian sertifikat pada peserta workshop.

wadem hari 4 3 

Dok. PKMK FK-KMK UGM: penyerahan penghargaan dan sertifikat EMDM

Kami kembali ke apartemen, mengganti pakaian yang lebih nyaman untuk perjalanan, menyelesaikan packing dan kemudian menuju halaman parkir bus Killarney INEC Arena. Sekitar pukul 15.00 IST bus kami beranjak menuju Dublin. Melalui jalan yang sama dengan jalan berangkat pada Selasa lalu, kami memutuskan duduk di raw bus yang berbeda agar dapat menikmati pemandangan yang berbeda. Sekitar pukul 20.00 IST kami tiba di pemberhentian, yakni di Bandara Dublin. Dari sini kami beralih ke hotel di tengah kota. Tenaga yang tersisa hanya cukup untuk mencari makan malam, selebihnya kami bertiga tidur dengan lelap.

wadem hari 4 4 

Doc. Bella: berfoto di monument Luke Kelly, Dublin

Sabtu, 13 Mei 2023. Tidak ingin kehilangan momen di Dublin, kami bangun pagi dan menyempatkan bertemu Anisa lagi. Tujuan kali ini hanya ingin menikmati pusat kota pagi hari dan mencoba tram (LUAS Dublin). Dingin pagi ini sungguh menusuk tetapi perlahan menghangat karena obrolan dan langkah kami yang terus melaju. Pukul 10.30 IST kami kembali ke hotel. Check out pukul 11.00 IST dan langsung menuju bandara.

wadem hari 4 5 

Doc. Bella: mencoba tram dengan Anisa di pagi hari sebelum ke bandara

Penerbangan kami masih pukul 15.00 IST menuju Doha Qatar. Sampai di Doha tengah malam dan kami masih menikmati kebersamaan dengan rekan dari Thailand ARCH Project dan JICA. Waktu boarding yang hampir bersamaan di dini hari Minggu, mereka bertolak ke Bangkok dan kami bertolak ke Jakarta. Di pesawat kami hanya tertidur pulas, entah karena jetlag atau memang terlalu lelah, setiba di Jakarta pukul 15.00 WIB hari minggu, kami langsung ke penerbangan domestik. Bubur bebek menjadi pilihan utamaku bersantap siang hari ini. Tak lupa membalas Salted Caramel Praffucino yang gagal total waktu di Dublin kemarin, Bella langsung menyerbu Starbuck dan memesan yang sama dengan kopi. Menghayalkan pukul 22.00 WIB malam nanti kami sudah tiba di rumah, rasanya sudah tidak sabar.

Begitulah perjalanan dan reportase kami untuk WADEM Kongres 2023 ini, sampai jumpa pada persiapan dan reportase WADEM congress 2025 nanti ya.

{/tabs}

REPORTAGE PKMK UGM INVOLVEMENT IN FOCUS GROUP DISCUSSIONS (FGD) MINISTRY OF FOREIGN AFFAIRS FOR INDONESIA’S CHAIRMAN IN ASEAN

aidhm meeting

REPORTAGE
PKMK UGM INVOLVEMENT IN FOCUS GROUP DISCUSSIONS (FGD)
MINISTRY OF FOREIGN AFFAIRS FOR INDONESIA’S CHAIRMAN IN ASEAN

Wednesday, March 23rd 2023

aidhm meeting

FK-KMK UGM Documentation: Greetings FGD from Yuliana Bahar as Director of ASEAN Socio-Cultural Cooperation and Madelina Ariani, SKM, MPH as FGD moderator.

Focus Group Discussions by the Ministry of Foreign Affairs of Republic Indonesia with the theme “ASEAN Health Diplomacy: Development Manufacturing of Pharmaceuticals and Medical Devices towards Regional Independence and Resilience”. This activity began with forewords delivered by Yuliana Bahar as the Director of ASEAN Socio-Cultural Cooperation, Yuliana stated that one of the priorities of Indonesia’s chairmanship in ASEAN is increasing health capacity in view of public health risk readiness also Indonesia to be Epicentrum of Growth ASEAN.

First explanation delivered by drg. Grace Lovita Tewu, M.Sc from Indonesian Ministry of Health, with the discussion about ASEAN health cooperation priority Indonesia’s chairman 2023 period. Second explanation presented by dr. Ira Cyndira Tresna, M.I.Kom about ASEAN Cooperation Disaster Health Management which is detailed on AIDHM, Safe Hospital, and ASEAN Academic Conference that be held in Yogyakarta. Last explanation presented by M. Rahman Roestan as the Director of Operation PT. Bio Farma stated that challenges and opportunities from the use of drugs and vaccines, especially COVID-19.

Discussion responder was by Director of Center for Health and Policy Management Universitas Gadjah Mada Dr. dr. Andreasta Meliala, M.Kes. MAS. Various phenomena from a pandemic that has been conducted are regional AMS security cooperation internally. The basis is to do well at the national level, especially ASEAN, such as the PoA ALD safe hospital which requires mapping of actors at the national level and AMS, as well as the use of drugs and pharmaceuticals and medical devices. Thus, there is visible harmonization in maintaining ASEAN’s resilience and not competing with each other.

Discussion session included lots of input from all participants, primary from Indonesian Ministry of Industry, Indonesian Ministry of Cooperatives, MDMC, and Indonesian Ministry of Foreign Affairs. In the end of discussion, dr. Andre stated that his gratitude for PKMK UGM being involved in ASEAN and AIDHM activities.

 

Reporter: Gusti Sultan Arifin, S.Tr.T., S.S (AIDHM Secretariat)

Reportase Finalisasi Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Papua Barat

pelatihan hdp papbar h1

Reportase

Finalisasi Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Papua Barat

{tab title=”Hari 1″ class=”blue”}

Hari Pertama: Senin, 9 Maret 2023 | Swiss Bell Hotel Manokwari, Papua Barat

pelatihan hdp papbar h1

DOK. PKMK FK-KMK UGM: Sesi pembahasan bab analisis dampak dan rencana aksi sebagai bagian dari finalisasi rencana kontigensi sektor kesehatan di Provinsi Papua Barat

Sebagai tindak lanjut dari Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk sektor kesehatan di Provinsi Papua Barat yang didukung oleh UNICEF bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Pusat Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan FK-KMK UGM, Kembali melakukan pendampingan kepada tim penyusun Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat untuk menyelesaikan dokumen Rencana Kontijensi Dinkes Disaster Plan. Dalam waktu lebih dari satu bulan sejak workshop pertama telah dilakukan pendampingan online via grup Whatsapp sehingga sebagian dari dokumen telah disusun. Workshop kedua bertujuan untuk menyelesaikan bagian dokumen yang perlu diselesaikan dari regulasi yang ada secara konsisten dan sesuai skenario.

Mengawali kegiatan pagi hari, Madelina Ariani SKM.,MPH selaku fasilitator dari PKMK, Menyampaikan update terbaru progress penugasan dari Rencana Tindak Lanjut pada kegiatan Workshop 1 beberapa waktu lalu, menyampaikan susunan acara pada hari pertama dan terkait jalannya kegiatan berlangsung selama 2 hari, disertai menunjukkan template dokumen rencana kontijensi yang hampir rampung.

Kegiatan berikutnya ialah pengarahan dan motivasi dari Bakhtiar selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat yang menyampaikan update informasi terbaru mengenai kebijakan-kebijakan dan peraturan terkait krisis kesehatan agar tim bersungguh-sungguh untuk menyelesaikan dokumen tersebut yang nanti ke depannya jika terjadi kebencananaan dan krisis kesehatan akan mengikuti pedoman dan tim klaster kesehatan yang telah terbentuk akan dilantik melalui prosedur penandatanganan Surat Keputusan (SK) oleh Gubernur Provinsi Papua dan/atau Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat.

Diskusi pertama dimulai dengan membahas kesepakatan struktur organisasi klaster kesehatan, turut andil dalam berjalannya diskusi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Sekertaris Dinas, Kepala Bidang P2, staf BPBD, Staf Surveilans, setelah diskusi panjang hasil pembahasan adalah menyepakati struktur organisasi klaster kesehatan yang telah dibentuk sesuai bagan dengan menggunakan pendekatan ICS.

Diskusi berlanjut dengan membahas terkait pengembangan skenario, diawali oleh komentar dari Pihak BPBD Provinsi Papua Barat yang turut hadir dalam forum memberikan masukan dan saran terkait informasi awal saat bencana, lokasi terdampak, merevisi terkait jumlah pengungsi, populasi terdampak dan kerusakan fasilitas pada skenario yang dibuat bersama sebelumnya. Fasilitator menjelaskan terkait penugasan yang harus di isi oleh forum terkait pengisian pada tabel 1 terkait identifikasi masalah, kebijakan, dan strategi yang ada pada setiap sub-sub klaster kesehatan.

Setelah pengisian tugas pada tabel tadi, Fasilitator mengajak forum untuk berdiskusi dan menanyakan kesepakatan bersama pada tabel identifikasi masalah yang telah diisi oleh masing-masing penanggung jawab sub klaster kesehatan.

Fasilitator memberikan tugas selanjutnya kepada setiap sub-sub klaster kesehatan untuk mengisi penugasan berikutnya pada tabel 2 terkait strategi dan kegiatan, forum mengisi tabel hasil dari diskusi tersebut dan digabungkan ke dalam draft dokumen rencana kontijensi keseluruhan. Sebelum menutup kegiatan penyusunan dokumen pada hari pertama, Fasilitator memberikan informasi tambahan terkait rangkaian kegiatan pada hari ke-2 kepada forum dengan membahas rencana aksi pada tabel 3 terkait penganggaran pada penanggung jawab setiap sub-sub klater kesehatan

Reporter Faiz Pratama (PKMK FK-KMK UGM)

{tab title=”Hari 2″ class=”green”}

Hari Kedua: Selasa, 10 Maret 2023 | Swiss Bell Hotel Manokwari, Papua Barat

pelatihan hdp papbar h2

DOK. PKMK FK-KMK UGM: Sesi hari-2 pembahasan bab penentuan penganggaran tiap sub-sub klaster kesehatan dan Rencana Tindak Lanjut sebagai bagian dari finalisasi dokumen rencana kontigensi sektor kesehatan Dinkes Disaster Plan di Provinsi Papua Barat

Pada hari ke-2 melanjutkan rangkaian kegiatan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor kesehatan di Provinsi Papua Barat didukung oleh UNICEF bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM.

Madelina Ariani,SKM,MPH selaku fasilitator PKMK UGM, mengajak forum memulai diskusi dan mengisi tabel terkait penentuan anggaran sebagai acuan dalam rencana aksi, di dalam proses diskusi forum bertanya terkait honor petugas dan form RHA dengan total kebutuhan dengan jumlah ketersediaan dan perbandingan kesenjangan, forum mengisi dan menghitung jumlah total kebutuhan dengan anggaran yang ada dan langkah-langkah dalam upaya menyelesaikan masalah Selanjutnya fasilitator mengajak forum untuk segera menyelesaikan pengisian tabel penentuan penganggaran dan dikumpulkan dalam bentuk file word dan dikirimkan melalui grup WhatsApp untuk digabungkan dalam satu kesatuan dokumen yang utuh dan lengkap pada file yang telah disiapkan untuk dicetak nantinya.

Setelah pengerjaan tugas tabel penentuan penganggaran, fasilitator melanjutkan membahas terkait Rencana Tindak Lanjut untuk kordinasi dan penyempurnaan dokumen yang telah selesai melalui WhatsApp grup dengan kesepakatan bersama, untuk rencana sosialisasi dokumen disepakati Krisis Dinas Kesehatan sebagai pelaksanaan pada bulan April, rencana Pembentukan SK Klaster Kesehatan, SK Tim RHA,SK EMT,SK TGC ditujukan kepada Sekretariat sebagai penanggung jawab pada akhir Maret, dan teruntuk peningkatan kapasitas lain seperti Refreshment EMT, Sosialisasi RHA dan sosialisasi subklaster kesehatan dipilih kepala bidang P2 sebagai pelaksana pada saat sosialisasi TGC dan waktunya akan disepakati secara internal di dinas kesehatan provinsi Papua Barat.

Reporter: Faiz Pratama (PKMK UGM)

{/tabs}

Reportase Finalisasi Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Papua

pelatihan hdp papua h1

Reportase

Finalisasi Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Papua

{tab title=”Hari 1″ class=”red”}

Hari Pertama: Senin, 6 Maret 2023 | Hote Suni Garden Lake Hotel, Sentani – Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua

pelatihan hdp papua h1

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Sesi pembahasan bab analisis dampak sebagai bagian dari finalisasi rencana kontingensi sector kesehatan di Provinsi Papua

Sebagai tindak lanjut dari Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Papua yang didukung oleh UNICEF bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Pusat Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan FK-KMK UGM, kebali melakukan pendampingan kepada tim penyusun dinkes disaster plan Provinsi Papua untuk menyelesaikan dokumen dinkes disaster plan. Dalam waktu lebih dari satu bulan semenjak workshop yang pertama telah dilakukan pendampingan online via grup WhatsApp sehingga 75% dari dokumen sudah berhasil disusun. Pada workshop yang kedua ini dimaksudkan untuk menyelesaikan 25% bagian dokumen yang perlu dilengkapi maupun yang kurang konsisten dengan skenario maupun regulasi yang ada. Ada beberapa nama baru yang berbeda dari workshop pertama, yaitu Angganitha Mandowen, SKM. Teriben Kogoya, S.Si., dari perwakilan krisis kesehatan regional Papua menggantikan dr. Berry I.S. Wopari, kemudian Happyarr Waramori, A.Md.Kep., dari pelayanan kesehatan rujukan, dan Ellen Kipaw, SKM., M.Kes., M.Si., dan Intan Agustina, A.Md.Keb., dari bidang kesmas menggantikan drg. Christine Siregar, M.Kes., melengkapi peserta dari yang sebelumnya sudah mengkuti workshop pertama seperti Kabid Yankes dr. Yokelyn Ch Suebu, M.Kes., dan Evelna Fransina, S.Gz., MPH., penanggung jawab gudang farmasi provinsi, apt. Dra. Lusia Ang. Dari lintas program Yunita Yakomina Rakhel Mirino, SKM., M.Ked.Trop perwakilan Balitbangkes dan Theresia Iriana Endrawati, S.K.M., dan juga dari lintas sektor Paminto Widodo, SKM., masih mendampngi dinas kesehatan provinsi untuk membersamai penyusunan dokumen ini.

Mengawali kegiatan, fasilitator dari PKMK, Madelina Ariani, SKM., MPH., dan apt. Gde Yulian, M.Epid., mengajak peserta untuk mengkaji lebih dalam di skenario dan asumsi dampak. Kemudian dr. Bella Donna, M.Kes., memberikan pendalaman bagaimana kemudian scenario ini menjawab alur dan mekanisme pelaporan dan pemanfaatan form-form terkait yang digunakan oleh HEOC, pengelolaan relawan dan penyampaian informasi terkait sub-subklaster. Setelah mengkaji langsung form RHA dan kemanfaatan PHSA-public health situation analysis atau infografis bencana maka kebutuhan SOP pengelolaan data sangat esensial untuk dimasukkan ke dalam dokumen dinkes disaster plan termasuk penyediaan papan informasi di pos koordinasi klaster kesehatan atau HEOC dan memberikan sedikit gambaran mengenai hal yang sebaiknya dilakukan pada saat rapat internal dinas kesehatan provinsi dan informasi apa yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan kegiatan-kegiatan subklaster yang telah disusun berdasarkan kebijakan dan strategi program terkait sesuai dengan skenaro yang disusun. Acara kemudian ditutup dengan finalisasi strategi dan kebijakan apa yang dibutuhkan terkait dengan peran dinas kesehatan provinsi terutama dalam membangun komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dalam soliditas informasi awal bencana hingga ke mobilisasi sumber daya. Direncanakan kegiatan esok hari untuk menyelesaikan penugasan terkait informasi kunci dari dokumen disaster plan, yaitu standar minimal pelayanan kesehatan sesuai dengan sub-sub klaster dan fungsi monitoring provinsi ke kabupaten/kota terdampak. PKMK FK-KMK UGM akan terus mendampingi dan mengadvokasi Dinas Kesehatan Provinsi Papua untuk memiliki SK Klaster Kesehatan dan dokumen yang 99% lengkap.

Reporter : apt. Gde Yulian, M.Epid.

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab title=”Hari 2″ ” class=”blue”}

Hari Kedua: Selasa, 7 Maret 2023  |  Hotel Suni Garden Lake Hotel, Sentani – Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua

papua h2

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Sesi penutupan acara finalisasi rencana kontingensi sector kesehatan di Provinsi Papua

Pada hari kedua pendampingan tim penyusun dinkes disaster plan Provinsi Papua dalam rangka finalisasi dokumen dinkes disaster plan, yang diselenggarakan sekitar satu bulan setelah workshop yang pertama telah dilakukan. Fasilitator dari PKMK, Madelina Ariani, SKM., MPH., dan apt. Gde Yulian, M.Epid., mengajak peserta untuk fokus menyelesaikan kebijakan dan strategi dinas kesehatan provinsi yang berorientasi lebih ke koordinasi dan kolaborasi sumber daya yang kemudian dikaitkan dengan skenario serta asumsi dampak. Ditambahkan oleh dr. Bella Donna, M.Kes., terkait pendalaman tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang agar juga lebih diperdalam sesuai dengan strategi dan kebijakan yang akan dilakukan dan merefleksikan struktur pengorganisasian krisis kesehatan yang sedikit banyak berbeda dengan struktur sehari-hari.

Setelah menyelesaikan kebijakan dan strategi, para peserta kemudian mempertajam dengan menyusun kegiatan yang terkait secara spesifik untuk mendukung strategi pada saat terjadi bencana. Kemudian dilanjutkan dengan pengisian lembar kerja berikutnya yaitu menginterpolasikan kegiatan-kegiatan dengan standard minimal yang harus diupayakan oleh daerah mulai dari kabupaten/kota dan provinsi dan penganggarannya. Acara kemudian ditutup dengan penyerahterimaan draft dokumen yang sudah sekitar 90% lengkap kepada perwakilan dinas kesehatan Provinsi Papua yakni apt. Dra. Lusi Ang, dengan sebelumnya melakukan sesi rencana tindak lanjut untuk menggali komitment institusi untuk sosialisasi internal dinkes dan penyelesaian SK Klaster Kesehatan dan peningkatan kapasitas terkait dengan dokumen dinkes disaster plan ini.

Reporter : apt. Gde Yulian, M.Epid.

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

 

{tab Hari 3}

{/tabs}

 

Reportase Webinar & Musyawarah Nasional Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia/ MUNAS KREKI II-2023

kreki 1

Sabtu, 25 Februari 2023

kreki 1

Dokumentasi FK-KMK UGM: Sambutan Webinar & Munas KREKI-II 2023 oleh Ketua Umum KREKI dan Ketua Panitia

Webinar dan Musyawarah Nasional Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI) dengan tema “Bangga menjadi relawan kesehatan, garda terdepan tenaga cadangan kesehatan”. Kegiatan ini diawali dengan pelantikan dan pengukuhan trainer Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan pertolongan pertama dalam gawat darurat sehari-hari oleh Ketua Umum KREKI, Dr. dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS. Dalam arahan dan sambutannya bahwa KREKI telah melakukan berbagai macam aktivitas dan kegiatan seperti pelatihan dalam bidang gawat darurat dalam kehidupan sehari-hari. KREKI telah melakukan kerja sama dengan instansi dan beberapa komponen daerah dengan harapan pemahaman masyarakat dalam membantu keadaan gawat darurat bantuan hidup dasar sebelum tenaga medis datang di lokasi kejadian. Kolaborasi dengan organisasi lain untuk melaksanakan pelatihan dalam diseminasi dan himbauan untuk membuat database bagi trainer pada aplikasi Help119.

SESI 1: Teknik Pertolongan Bantuan Hidup Dasar

Materi pertama disampaikan oleh dr. Widi Nugraha Hadian, SpJP selaku dokter di Rumah Sakit Al-Islam (RSAI) Bandung dengan materi mengenai Teknik Pertolongan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Bantuan hidup dasar atau basic life support merupakan serangkaian pertolongan pertama yang dilakukan untuk membantu orang yang sedang mengalami kondisi henti napas dan henti jantung. Prinsip pada bantuan ini didasarkan pada rantai kelangsungan hidup (chain of survival) dengan mendeteksi segera kondisi korban dan memanggil/meminta pertolongan (early access). Selain itu, bantuan ini menekankan pentingnya pertahanan sirkulasi dengan segera menjaga jalan napas, pernafasan dan dukungan sirkulasi tanpa menggunakan peralatan selain alat pelindung, serta penggunaan defibrillator eksternal otomatis (AED). Resusitasi jantung paru (RJP) mencakup pelayanan kesehatan yang mengembalikan kesadaran, resusitasi, atau pertahanan hidup seseorang yang mengalami henti jantung atau nafas. Sesi diskusi beberapa peserta menanyakan penanganan bantuan hidup dasar yang dapat dilakukan oleh masyarakat umum dengan identifikasi awal dengan melakukan pemeriksaan denyut nadi jantung. dr. Widi memberikan saran kepada masyarakat untuk melatih menilai denyut nadi dengan melakukan pemeriksaan dengan merasakan denyut nadi di leher/area jakun pada laki-laki. Selain itu, pertolongan bantuan dasar diberhentikan jika kondisi tidak aman, telah tersedia bantuan yang advance, penolong yang kelelahan (tidak ada konsensus, biasanya 20-30 menit), dan tidak ada respons dari kematian batang otak dengan beberapa teknik pemeriksaan.

SESI 2: Teknik Pertolongan Kegawatdaruratan Medis dalam Kehidupan Sehari-hari

Materi kedua disampaikan oleh dr. Fitriardi Sejati dr.,Sp.B FInaCS selaku staf pengajar ilmu bedah FK Unjani dan dokter di RS Karisma Cimare Bandung Barat mengangkat topik pembahasan “Teknik Pertolongan Kegawatdaruratan Medis dalam Kehidupan Sehari-hari”. Pertolongan pertama (first aid) sehari-hari adalah pemberian pertolongan segera kepada korban sakit atau cedera/kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar. Kasus yang membutuhkan first aid sering terjadi pada aktivitas rumah tangga seperti pendarahan, tersedak, terkilir dan luka bakar. Hal-hal yang harus dilakukan pada kejadian cedera dengan menentukan terlebih dahulu tingkat keparahannya. Jika cedera ringan lakukan pemantauan dalam 24 jam dan jika muncul gelaja yang semakin berat segera membawa ke rumah sakit dengan tujuan untuk mendapatkan perawatan dan pemeriksaan yang lebih intens seperti CT-Scan dan foto rongent. Selanjutnya, Fitriardi menjelaskan mengenai cedera pada leher, cedera kepala dan memberikan teknik dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan sehari-hari sesuai dengan prosedur dan sop first aid.

Sesi 3: Peran Relawan Kesehatan dalam Penanggulangan Kedaruratan Bencana

kreki2

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Data tingkat resiko bencana dan kapasitas kesehatan di 34 provinsi.

Narasumber 3 yaitu Mudjiharto, S.KM,MM selaku konsultan manajemen kesehatan dan Assesor Kompetensi Konsultan Manajemen dengan topik peran relawan kesehatan dalam penanggulangan kedaruratan/bencana bidang kesehatan. Kondisi emergensi tidak memerlukan bantuan yang besar maka dapat ditangani oleh sumber daya lokal, berbeda dengan disaster atau situasi bencana memerlukan support atau bantuan dari luar karena kapasitas lokal yang tersedia tidak mencukupi atau terbatas untuk melakukan penanganan. Peran relawan dalam penanggulangan bencana dan manajemen risiko kesehatan adalah mengelola risiko kesehatan dan membutuhkan persiapan diri. Pada situasi normal (belum terjadi bencana) relawan berperan dalam pemberdayaan masyarakat di daerah rawan bencana untuk siaga menghadapi bencana. Beberapa bentuk kesiapsiagaan adalah dapat memperkirakan akan terjadi bencana, mengetahui tindakan atau respon awal yang harus dilakukan, mengetahui terkait koordinasi dan komunikasi, serta kebutuhan sarana, prasarana dan fasilitas yang aman. Saat terjadi bencana, relawan harus siap ditugaskan sesuai dnegan bidangnya masing-masing dan sesuai dengan prosedur atau kode etik yang berlaku. Selanjutnya Mudjhito menjelaskan peta bencana terkait tingkat risiko bencana dan kapasitas kesehatan di 34 provinsi, dimana melalui peta tersebut ditekankan bahwa kapasitas dan fasilitas kesiapsiagaan menghadapi bencana sangat perlu ditingkatkan.

ARSIP VIDEO

Buku pedoman bantuan hidup dasar dan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan sehari-hari dapat diakses melalui : DOWNLOAD DOKUMEN

Reporter pembukaan dan sesi 1 : Gusti Sultan Arifin, S.Tr.T., S.S (FK-KMK UGM)

Reporter sesi 2 dan sesi 3 : Faiz Pratama (PKMK FK-KMK UGM)

Editor : Happy Pangaribuan dan Wiwid

Penanganan Respons Kesehatan Gempa Bumi Cianjur

Doc. Google Map Cianjur EarthquakeDoc. Google Map Cianjur Earthquake

Doc. Google Map Cianjur EarthquakeDoc. Google Map Cianjur EarthquakeWarga Kabupaten Cianjur dan sekitarnya dikejutkan dengan goncangan gempa bumi 5,6 M selama 10-15 detik yang terjadi sekitar pukul 13.21 WIB, Senin 21 November 2022. Korban meninggal dan luka-luka dilaporkan terus bertambah hingga 24 jam pasca kejadian. Gempa bumi juga berdampak pada aspek publik dan lingkungan. Dilaporkan lebih dari 13 ribu masyarakat terdampak.

Rapat daring koordinasi Emergency Medical Team (EMT) dan Klaster Kesehatan segera diinisiasi oleh Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan dan mengundang jejaring EMT, organisasi profesi kesehatan, serta praktisi bencana kesehatan lainnya termasuk Pokja Bencana FK-KMK UGM serta tim ahli Tenaga Cadangan Kesehatan dari Divisi Manajemen Bencana PKMK FK-KMK UGM. Di samping itu, Pokja Bencana FK-KMK UGM juga melakukan rapat koordinasi internal bersama SOBAT FK dan jejaring rumah sakit AHS UGM mengenai persiapan tim medis dan manajemen untuk mendukung penanganan krisis kesehatan di Kabupaten Cianjur.

Silakan simak informasi dan laporan harian kegiatan kami

     Laporan Kegiatan Pokja Bencana FK-KMK UGM

     Kebijakan/Aturan       

     Infografis

     Live Report

Reportase Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Maluku

unicef ddp makasar

Reportase  Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Maluku

{tab title=”TAHAP 1″ class=”red”}

{tab-ex title=”Hari 1″ class=”red”}

Hari 1: Senin 16 Januari 2023 |  Hotel Santika Premiere, Kebun Cengke – Kota Ambon

unicef ddp makasar

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Pembukaan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan (Dinkes Disaster Plan) oleh Sekertaris DInas Kesehatan Provinsi Maluku dihadiri oleh perwakilan UNICEF CFO Makassar dan PKMK FK-KMK UGM.

PKMK–Maluku. Provinsi kedua yang menjadi sasaran tindak lanjut UNICEF yang bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan dan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM dalam menyusun modul Operasionalisasi Klaster Kesehatan pada 2022 adalah Provinsi Maluku. PKMK FK-KMK UGM memfasilitasi peningkatan kapasitas untuk tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan dalam menyusun dan merevisi rencana penanggulangan bencana dan operasionalisasi HEOC-health emergency operation center sebagai bagian dari klaster kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Santika Premiere Ambon ini dilangsungkan selama lima hari yaitu 16-20 Januari 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas menyusun rencana penanganan bencana dan krisis kesehatan serta cara mengoperasionalisasikan klaster kesehatan.

Acara yang direncanakan berlangsung selama lima hari ini, pada pertemuan pertama atau hari ini (16/1/2023) dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Dr.Sc.Agr., Drh. Faradila Attamimi, MTAPSc, dalam sambutan Kepala Dinas, Faradila menyampaikan bahwa penyusunan Dinkes Disaster Plan ini sangat dibutuhkan oleh Provinsi Maluku karena Provinsi Maluku saat ini masih dalam fase tanggap darurat bencana gempa bumi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya. SK Klaster Kesehatan sudah disusun dan disahkan oleh Kepala Dinas pada 2023 ini dan sudah menjadi fondasi dalam upaya penanggulangan bencana di dua kabupaten tersebut di atas. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat memperluas cakupan informasi dan pemahaman staf dinas kesehatan untuk penanggulangan bencana yang mengakibatkan krisis kesehatan.

unicef ddp makasar 1

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Sesi penyampaian materi kebijakan nasional krisis kesehatan dan ketahanan kesehatan oleh Budiman, SKM, M.Kes., staff tim kerja tanggap darurat dan tim kegawatdaruratan medis, Pusat Krisis Kesehatan.

Sebelum pemaparan materi, fasilitator kegiatan dari PKMK FK-KMK UGM yaitu apt. Gde Yulian, M.Epid dan Madelina Ariani, SKM, MPH, menggali level pengetahuan peserta dengan survei singkat terkait substansi yang akan diberikan dalam pelatihan dengan tujuan agar materi yang diberikan di hari-hari selanjutnya akan lebih operasional dan implementatif.

Materi pertama disampaikan oleh perwakilan Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Budiman, SKM, M.Kes., yaitu Update kebijakan dan peraturan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan dimana dalam penyampaiannya Budiman sebagai anggota Tim Kerja Tanggap Darurat dan Tim Kegawatdaruratan Medis, menjelaskan transformasi sistem kesehatan dan bagaimana ketahanan kesehatan perlu lebih mendapatkan porsi dalam penyusunan DInkes Disaster Plan ini. Selanjutnya penyampaian materi oleh Dr.Sc.Agr., Drh. Faradila Attamimi, MTAPSc terkait kebijakan dan strategi penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerah Provinsi Maluku, dan sesi pertama ditutup oleh penyampaian materi dari Fretha Julian Kayadoe, ST., M.Si(Han), perwakilan dari BPBD Provinsi Maluku yang memberikan materi terkait rencana kontijensi versi 5.0 dan update dokumen rencana kontijensi yang dimiliki oleh Provinsi Maluku.

unicef ddp makasar 2

Pada sesi selanjutnya, fasilitator kegiatan dari PKMK FK-KMK UGM menjelaskan salah satu instrumen yang akan berguna untuk menjadi salah satu komponen kunci dalam penyusunan Dinkes Disaster Plan yaitu tabel perhitungan kapasitas maksimum berdasarkan SPM Kesehatan, dimana tabel ini disarikan dari empat regulasi: Permendagri 100 dan 101 Tahun 2018, Permenkes 4 Tahun 2019 tentang SPM Kesehatan dan Permenkes 75 Tahun 2019 terkait Krisis Kesehatan serta pedoman SPHERE dan Pedoman Tenaga Cadangan Kesehatan yang menjadi salah satu program kunci transformasi sistem kesehatan pada pilar 3b.

Ada beberapa feedback yang diberikan diantaranya tambahan kolom untuk memberikan kesamaan perspektif terkait definisi operasional substansi yang ditanyakan sebagai indikator serta perlu prioritisasi indikator kunci, karena kurang lebih 70 indikator dalam dokumen ini mungkin ada beberapa yang overlapping dengan indikator lain.

Reporter : apt. Gde Yulian, M.Epid.

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab-ex>{tab-ex title=”Hari 2″ class=”greem”}

Senin 17 Januari 2023 | – Hotel Santika Premiere, Kebun Cengke – Kota Ambon

DDP makasar h2 1

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Salah satu materi dalam Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan (Dinkes Disaster Plan) dalam menentukan analisis risiko yang difasilitasi oleh fasilitator dari PKMK FK-KMK UGM.

Di hari kedua kegiatan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Maluku yang didukung oleh UNICEF bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Fasilitator dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan FK-KMK UGM menginisiasi penyusunan struktur operasional penanggulangan bencana dengan menggunakan pendekatan incident command system dan diharapkan juga interoperable dengan struktur SKPDB-sistem komando penanggulangan darurat bencana milik BPBD, materi di sesi pertama diberikan oleh Sutono, Skep, M.Kep., M.Si ini yaitu penentuan analisis risiko yang kemudian dilanjutkan dengan penugasan parsipatoris memprioritaskan potensi-potensi ancaman yang mungkin terjadi di Provinsi Maluku. Materi selanjutnya dari dr. Bella Donna Tampubolon, M.Kes., dari Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, PKMK FK-KMK UGM terkait pengorganisasian. Pada penyusunan organisasi ini, Bella menggunakan metode crosswalk di mana menyandingkan struktur pengorganisasian Dinas Kesehatan Provinsi sehari-hari dengan struktur bencana yang diarahkan dalam Permenkes 75 tahun 2019 sehingga mengkombinasikan pendekatan ICS dengan sistem klaster kesehatan yang mengadaptasi konsep ketahanan kesehatan. Dalam menyusun struktur operasional penanggulangan bencana di dinas kesehatan ini juga digunakan pendekatan parsipatoris, sehingga nama-nama ataupun jabatan yang diproyeksikan untuk berada dalam struktur didiskusikan dengan dinamis menggunakan metaplan termasuk dengan kemungkinan atau potensi kolaborasinya dengan memperhatikan indicator-indikator standard minimum yang sudah diperkenalkan di hari sebelumnya.

DDP makasar h2 2

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Penentuan analisis risiko yang dilakukan oleh tim Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan lintas program yang hadir, beberapa ancaman yang dianggap prioritas yakni banjir dan gempa.

Pada sesi kedua, disampaikan materi Logistik dan Fasilitas HEOC dan Peta Respon oleh apt. Gde Yulian, M.Epid. Oleh Gde dbagikan pengalaman-pengalaman dan teori terkait pengelolaan logistic medis saat bencana dan penekanan di materi ini adalah perencanaan terkait pengadaan dan distribusi harus dilakukan oleh klaster kesehatan pada masa pra-bencana, sehingga ketika HEOC diaktifkan siapapun pengelola logistic yang ada sudah ada pedoman dan SOP pengelolaan logistic termasuk bagaimana menerima dan mendistribusikan kembali logistik serta mempersiapkan berita acara serah terima atau BAST.

Di sesi ke dua ini dilanjutkan dengan materi Fasilitas HEOC dan Peta Respon. Peserta diajak untuk secara parsipatoris mengidentifikasi peralatan dan fasilitas apa saja yang penting untuk disiapkan oleh klaster kesehatan di masa pra-krisis agar dapat segera digunakan untuk koordinasi klaster kesehatan di pos HEOC kelak. Dalam penyajian materinya Gde juga membagikan link berisikan peta-peta kerentanan di beberapa kabupaten di Provinsi Maluku yang pernah disusun oleh Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes pada tahun 2016 sebagai modal dasar untuk peserta menyusun peta respon. Diharapkan dalam waktu mendatang peta-peta ini dapat dimuktahirkan dengan bantuan stakeholder local, nasional maupun internasional.

https://drive.google.com/drive/folders/1uT9vN-DWB-234p1wGwwqbfyvIp5zqqrI?usp=share_link

Reporter : apt. Gde Yulian, M.Epid.
Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

 

{tab-ex title=”Hari 3″ class=”grey”} 

Hari 3: Rabu 18 Januari 2023 | Hotel Santika Premier Ambon, Kebun Cengke

DDP makasar h3 1

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Peserta dibagi menjadi dua kelompok dalam pembahasan scenario BPBD, sehingga selain diperkenalkan dengan renkon yang sudah disusun oleh BPBD, peserta juga diminta untuk mengembangkan scenario tersebut secara tematik dampak terhadap sektor kesehatan.

Pada hari ketiga, Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Maluku yang didukung oleh UNICEF bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Sesi dibuka dengan penyampaian materi pengembangan scenario oleh Sutono, S.Kep., M.Kep., M.Si. Selanjutnya peserta melakukan diskusi secara parsipatoris dipandu oleh apt. Gde Yulian, M.Epid. dan Madelina Ariani, SKM, MPH. terkait penugasan dari materi Pengembangan Skenario (Asumsi Dampak dan Asumsi Kebutuhan). Dari skenario yang sudah dimiliki oleh BPBD Provinsi Maluku pada 2016 yang digunakan untuk Ambon DiRex yang juga adaptasi dari bencana tsunami besar yang terjadi pada 1674, Peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk kemudian meringkas dan menganalisis dampak kesehatan skenario tersebut. Tim pertama memparafrasekan bab 4a dari dokumen renkon tersebut terkait gempa di sesar Seram Utara yang menyebabkan tsunami, kemudian tim kedua berisikan dari sub-sub klaster yang dibantu oleh fasilitator dari PKMK FK-KMK UGM untuk mengidentifikasi potensi masalah-masalah kesehatan tematik yang mungkin timbul pada saat bencana serta melakukan perhitungan populasi terdampak di enam pulau terdampak sesuai skenario.

DDP makasar h3 2

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Analisis risiko dampak dari scenario BPBD untuk gempa dan tsunami pada 2016, menggunakan peta kerentanan tsunami milik Pusat Krisis Kesehatan tahun 2016 untuk kabupaten Maluku Tengah (di layar), semua Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Provinsi diadvokasikan untuk memiliki peta risiko/kerentanan dengan resolusi tinggi untuk memperkuat renkon..

Pada sesi kedua, setelah peserta secara partisipatoris mengidentifikasi masalah, peserta kemudian melanjutkan dengan mengidentifikasi strategi dan kebijakan yang perlu diambil oleh sub-sub klaster di struktur klaster kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku untuk mengatasi masalah tersebut. Di sini, apt. Gde Yulian, M.Epid., fasilitator dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM, kembali melanjutkan materi mengisi lembar kerja kebijakan dan strategi. Beberapa sub klaster dapat dengan mudah menentukan strategi dan kebijakan saat bencana karena sudah memiliki pedoman, seperti pedoman pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan, pedoman PPAM-paket pelayanan awal minimum milik sub klaster kesehatan reproduksi maupun pedoman pelayanan gizi saat bencana.

DDP makasar h3 3

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Tim PKMK FK-KMK UGM melakukan kunjungan ke BPBD Provinsi Maluku dan berdiskusi terkait keterlibatan Dinas Kesehatan dalam proses penanggulangan bencana

Pada sore harinya tim PKMK FK-KMK melakukan kunjungan lapangan ke BPBD untuk berdiskusi terkait update dari renkon-renkon yang dimiliki BPBD dan kemungkinan advokasi lintas sektor yang dapat difasilitasi oleh PKMK FK-KMK UGM selama melakukan pelatihan. Hal ini diharapkan dapat menjembatani antara Dinkes Provinsi Maluku dengan lintas sektor agar renkonkes tidak hanya terintegrasi dan juga interoperable dengan renkon BPBD. Di BPBD Provinsi Maluku tim PKMK diterima oleh Syamsul Nandar Joisangadji, S.Pt, M.Si, selaku Sekretaris BPBD, John Marcus Hursepuny, AP, M.Si., Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Sandhy Hery Luhulima,SP, M.Si., sebagai Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik serta Penanggungjawab Pusdalops, Muhd. Jen Tomagola, S.Sos, M.Si., Kepala Bidang Rehabilitasi Rekonstruksi, dan

Reporter : apt. Gde Yulian, M.Epid.

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab-ex title=”Hari 4″ class=”red”}

Hari 4: Kamis 19 Januari 2023 |  Hotel Santika Premier Ambon, Kebun Cengke

ddp h4 1

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Sesi diskusi dagi, mereview kembali pentingnya memiliki peta respon dalam proses penyusunan dokumen DDP yang difasilitasi oleh fasilitator dari PKMK FK-KMK UGM.

Pada hari keempat Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Maluku yang didukung oleh UNICEF bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Fasilitator dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan FK-KMK UGM menginisiasi pengisian lembar kerja terkait strategi dan kebijakan dalam penanggulangan bencana. Madelina Ariani, SKM, MPH. merangkum komitmen dari peserta pelatihan untuk menjadi penanggung jawab komponen-komponen dokumen DDP dan di akhir pelatihan akan ditentukan timeline-nya. Pada hari keempat ini juga dilanjutkan penugasan pengisian lembar kerja kegiatan-kegiatan yang memiliki standar pelayanan minimum untuk mengidentifikasi kesenjangan terhadap kapasitas maksimum yang dimiliki dan dibutuhkan di wilayah kerja dinas kesehatan Provinsi Maluku yang berpotensi terdampak bencana atau krisis kesehatan di kemudian hari. Pada akhir sesi pagi, terdapat materi tambahan dari dr Widiana K. Agustin, MKM., selaku Ketua Tim Kerja Mitigasi dan Kesiapsiagaan di Pusat Krisis Kesehatan terkit operasionalisasi HEOC.

Pada sesi setelah makan siang, fasilitator dari PKMK FK-KMK UGM, apt. Gde Yulian, M.Epid menyampaikan materi tambahan dari yang telah diberikan oleh Pusat Krisis terkait operasionalisasi sub-subklaster kesehatan dan interoperabilitas dengan struktur komando yang ada baik di BPBD maupun di internal dinas kesehatan sendiri, pedoman pedoman yang mendukung sehingga dapat diformulasikan kebijakan dan strategi yang jelas, dan korelasi struktur ini dengan pencapaian indicator dan standard pelayanan minimum teknis di level kabupaten/kota dan provinsi.

ddp h4 2

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Komitmen dinas kesehatan Provinsi Maluku, di mana para penanggung jawab masing-masing bab dipetakan dan akan dilakukan pendampingan baik online maupun offline di kesempatan selanjutnya.

Di sesi selanjutnya, perserta melanjutkan penugasan pengisian lembar kerja kegiatan-kegiatan yang memiliki standar pelayanan minimum untuk mengidentifikasi kesenjangan terhadap kapasitas maksimum, kemudian dilanjutkan penugasan mengenai SOP dan fasilitas yang dibutuhkan oleh HEOC pada saat akan diaktivasi. Fasilitator dari PKMK FK-KMK UGM, dr Bella Donna Tampubolon, M.Kes. dan Madelina Ariani, SKM., MPH., memandu jalannya penugasan yang dikuti oleh peserta dengan partisipatif. Banyak feedback dari peserta terkait operasionalisasi HEOC terutamanya pada penentuan tempat dan form-form yang dibutuhkan. Fasilitator menggunakan pendekatan lembar kerja simulasi table-top exercise, dengan instrumen kesiapan klaster kesehatan dengan sekitar 60 pertanyaan untuk membantu peserta pelatihan mengurai permasalahan antar bidang yang bekerja di dinas kesehatan provinsi.

ddp h4 3

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Demonstrasi aktivasi HEOC dan pengiriman tim RHA oleh fasilitator

Simulasi ini juga kembali memperkenalkan Peraturan Menteri Kesehatan, Permenkes Nomor 75 Tahun 2019 terkait Krisis Kesehatan dan peserta ditunjukkan struktur yang diadvokasikan di regulasi tersebut, kemudian dibandingkan dengan struktur di Rencana Kontingensi Pandemi Nasional di mana di pedoman yang disebut terakhir sudah mengadaptasi ketahanan kesehatan dan pilar pilar penanganan pandemic milik WHO. Di sesi siang ini juga dilakukan demonstrasi bagaimana HEOC diaktifkan mengambil contoh gempa yang terjadi pada 10 Januari 2023 kemarin yang berdampak di KKT-Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan MBD-Maluku Barat Daya.

Reporter : apt. Gde Yulian, M.Epid.

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

 

{tab-ex title=”Hari 5″ class=”green”}

Hari 5: Jumat, 13 Januari 2023 | Hotel Horison, Kotaraja Papua

 ddp h5 1

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Sesi penutupan dari pelatihan penyusunan rencana kontingensi sector kesehatan di daerah oleh Sekertaris Dinas Kesehatan,

Pada hari kelima atau terakhir dari kegiatan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Maluku yang didukung oleh UNICEF bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Melanjutkan aktivasi HEOC dari hasil RHA di hari sebelumnya, fasilitator dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan FK-KMK UGM, apt.Gde Yulian, M.Epid., mempertajam dan memperdalam dengan materi terakhir terkait data dan informasi yang dibutuhkan oleh HEOC selama masa tanggap darurat bencana atau krisis kesehatan. Disampaikan lesson learnt dari Gempa Cianjur dimana dinas kesehatan tidak hanya sekedar mengumpulkan data untuk menjadi informasi saja tapi juga harus dilakukan analisis untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan baik dalam menentukan strategi maupun kebijagan operasi penanggulangan darurat kesehatan.

Khusus di Provinsi Maluku dimana penanggungjawab krisis diampu dua bidang yang harus saling bersinergi, disini lah pentingnya Sekertariat dengan penanggungjawab Ismail Angkotasan, SKM dan Masita Taher, SKM berkolaborasi dengan bidang Yankes Primer, yang digawangi Gusye Latuwael A.Md.Kep, dan Ramun Sufriani Waliulu, SKM. Ditambahkan Gde bahwasanya sangat penting bagi dinas kesehatan untuk memahami mengapa banyak orang berusaha mengumpulkan data dan informasi, hal ini disebabkan banyak stakeholder yang ingin mengisi gap dari system kesehatan yang terganggu selama bencana, dengan paham tujuan pengumpulan data dan informasi maka dinkes dapat memformulasikan system yang efektif dalam penyediaan informasi terkait kesehatan.

Salah satu contohnya memahami alur dan mekanisme pelaporan dan pemanfaatan form-form terkait yang digunakan oleh HEOC, pengelolaan relawan dan penyampaian informasi terkait sub-subklaster. Setelah mengkaji langsung form RHA dan kemanfaatan PHSA-public health situation analysis atau infografis bencana maka kebutuhan SOP pengelolaan data sangat esensial untuk dimasukkan ke dalam dokumen dinkes disaster plan termasuk penyediaan papan informasi di pos koordinasi klaster kesehatan atau HEOC.

 ddp h5 1

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Sesi kedua yaitu simulasi aktivasi HEOC, penggunaan peta respond an laporan sub-subklaster kepada komandan HEOC dipimpin oleh Sekertaris Dinas Kesehatan,

Acara dilanjutkan dengan demonstrasi simulasi rapat klaster kesehatan untuk aktivasi HEOC, kemudian laporan perkembangan HEOC hari ke-2 dan hari ke-7, yang melibatkan para Kabid dan PJ sub-subklaster yang hadir di pelatihan ini terutamanya Kabid Kesmas, Elvi Yana Tikupasang .SKM. M.Kes yang dalam struktur HEOC direncanakan sebagai operasional, dan Kabid Yankes drg. Mega Azizah, MKM., dan jajarannya yang akan mengelola relawan saat HEOC diaktivasi. Demonstrasi ini memberikan sedikit gambaran mengenai hal yang sebaiknya dilakukan pada saat rapat internal dinas kesehatan provinsi dan informasi apa yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan kegiatan-kegiatan subklaster yang telah disusun berdasarkan kebijakan dan strategi program terkait. Acara kemudian ditutup dengan katapenutup dari perwakilan PKMK FK-KMK UGM, dr. Bella Donna, M.Kes dan terakhir Sekertaris Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Dr.Sc.Agr., drh. Faradila Attamimi, MTAPSc, yang kembali memberikan dukungan semangat dan dukungan moril kepada peserta pelatihan bahwa penanggulangan bencana akan membutuhkan kesiapan dan keikhlasan dari para petugas kesehatan. Faradila berharap sharing ilmu dan pengalaman dari PKMK FK-KMK UGM yang difasilitasi oleh UNICEF ini dapat terus berlanjut dengan pertemuan offline berikutnya pada Maret 2023.

Link dokumentasi kegiatan: https://drive.google.com/drive/folders/1-U90B4uVwCx7LELWwITge0PeuSZOjxwm?usp=share_link

Reporter : apt. Gde Yulian, M.Epid.

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{/tabs-ex}

{tab title=”TAHAP 2″ class=”red”}

{tab-ex title=”Hari 1″ class=”red”}

Reportase

Finalisasi Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Maluku Hari ke-1

Hari Pertama: Senin, 13 Maret 2023 | Hotel Santika Premiere – Kota Ambon , Provinsi Maluku

maluku h1

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Sesi pembahasan bab penembangan skenario sebagai bagian dari finalisasi rencana kontingensi sector kesehatan di Provinsi Maluku

Sebagai tindak lanjut dari Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Maluku yang didukung oleh UNICEF bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Pusat Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan FK-KMK UGM, kembali melakukan pendampingan kepada tim penyusun dinkes disaster plan Provinsi Maluku utuk menyelesaikan dokumen dinkes disaster plan. Dalam waktu lebih dari satu bulan semenjak kegiatan workshop yang pertama telah dilakukan pendampingan online via grup WhatsApp sehinga 85% dari dokumen sudah berhasil disusun. Pada workshop yang kedua ini dimaksudkan untuk menyelesaikan sekitar 15% bagian dokumen yang perlu dikurangi maupun yang kurang konsisten dengan skenario maupun regulasi yang ada, dikurangi karena sebaian besar isi dokumen dinkes disaster plan ini mengadopsi rencana kontingensi yang digunakan saat Ambon Direx yang lal, ada beberapa hal yang perlu disederhanakan dan dijadikan lebih operasional khususnya untuk bidang kesehatan.

Hal yang menjadi tantangan di proses penyusunan dinkes disaster plan Provinsi Maluku adalah sebagian besar peserta yang hadir berbeda dari workshop pertama. Mengawali kegiatan, fasilitator dari PKMK, apt. Gde Yulian, M.Epid., mengajak peserta untuk menyederhanakan skenario dan asumsi dampak, sekitar 76 halaman dikurangi dari draft dokumen yang sudah disusun di workshop pertama. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan beberapa komponen fundamental yang dibutuhkan seperti tabel 1, terkait strategi dan kebijakan, tabel 2 terkait kegiatan yang akan dilakukan dalam mendukung strategi dan tabel 3 yaitu standar minimal pelayanan kesehatan yang disesuaikan dengan penganggaran kebutuhan. Acara kemudian dilanjutkan dengan finalisasi strategi dan kebijakan apa yang dibutuhkan terkait dengan peran dinas kesehatan provinsi terutama dalam membangun komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dari awal bencana hingga ke mobilisasi sumber daya. Pada sesi siang, Madelina Ariani, SKM., MPH., menjelaskan pengisian tabel 3 terkait standar minimal pelayanan kesehatan yang disesuaikan dengan penganggaran kebutuhan dengan sub-sub klaster dan fungsi monitoring provinsi ke kabupaten/kota terdampak.

Reporter : apt. Gde Yulian, M.Epid.

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab-ex title=”Hari 2″ class=”green”}

Reportase

Finalisasi Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Maluku Hari ke-2

Hari Kedua: Selasa, 14 Maret 2023 | Hotel Santika Premiere – Kota Ambon , Provinsi Maluku

maluku h2

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Sesi penutupan acara finalisasi rencana kontingensi sector kesehatan di Provinsi Maluku

Pada hari kedua dari pendampingan tim penyusun dinkes disaster plan Provinsi Maluku dalam rangka finalisasi dokumen dinkes disaster plan, yang diselenggarakan sekitar satu bulan setelah workshop yang pertama telah dilakukan, fasilitator dari PKMK apt. Gde Yulian, M.Epid., memberikan sedikit pemahaman ulang kepada peserta untuk runut dalam menyelesaikan tahapan kegiatan, dimulai dari penyusunan kebijakan dan strategi dinas kesehatan provinsi yang berorientasi lebih ke koordinasi dan kolaborasi sumber daya yang kemudian dikaitkan dengan skenario dan asumsi dampak, Hal ini dikarenakan ada beberapa peserta yang tidak hadir seperti Urfani Tuarita dan Anna Paulus dari Sekretariat menggantikan Ismail, Rugaya Tutupotto, Hawa Kiat dan Maria Th Sarbunan menggantikan Minah dan dr. Mega dari Yankes Sementara Novha, Rosmas Malawy, Nurhayati, Wardah Ibrahim dan Naila Salampessy menggantikan Ellen dari Gizi KIA dan Promkes, dan ada tambahan dari bagian SDK Farmasi dan Alkes, Firda Mahulete dan Ilmih Maricar.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyusunan kegiatan terkait strategi dan yang terakhir penyusunan perencanaan anggaran terkait kebutuhan sesuai dengan standar. Dalam dokumen dinkes disaster plan Provinsi Maluku sudah memiliki pendalaman tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang. Setelah menyelesaikan keiatan terkait strategi, para peserta kemudian mempertajam dengan menyusun kegiatan yang terkait secara spesifik untuk mencapai standar pelayanan minimum dan melakkan kuantifikasi kasar dari kebutuhan saat bencana. Acara kemudian ditutup dengan penyerahterimaan draft dokumen yang sudah sekitar 96% lengkap kepada perwakilan dinas kesehatan Provinsi Maluku yakni Dr. sc.agr., drh. Faradilla Attamimi, MTAPSc, selaku Sekertaris Dinas Kesehatan Provinsi dengan sebelumnya melakukan sesi rencana tindak lanjut untuk menggali komitmen institusi untuk sosialisasi internal dinkes dan penyelesaian SK Klaster Kesehatan dan peningkatan kapasitas terkait dengan dokumen dinkes disaster plan ini.

 

Reporter : apt. Gde Yulian, M.Epid.

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{/tabs}

Reportase Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Papua Barat

papua barat 1

Reportase

Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Papua Barat

{tab title=”Hari 1″ class=”red”}

Hari 1: Senin 13 Februari 2023 | Swiss Bell Hotel Manokwari

papua barat 1

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Pembukaan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan (Dinkes Disaster Plan) oleh Sekretaris DInas Kesehatan Provinsi Papua Barat dihadiri secara online oleh perwakilan UNICEF CFO Papua-Papua Barat (dalam insert), PKMK FK-KMK UGM dan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI.

PKMK–Papua Barat. Provinsi ketiga dan yang terakhir yang menjadi sasaran tindak lanjut UNICEF yang bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan dan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM dalam menyusun modul Operasionalisasi Klaster Kesehatan pada 2022 adalah Provinsi Papua Barat. PKMK FK-KMK UGM memfasilitasi peningkatan kapasitas untuk tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan dan lintas sektor dalam menyusun dan merevisi rencana penanggulangan bencana dan operasionalisasi HEOC-health emergency operation center sebagai bagian dari klaster kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Swiss-Bell Manokwari ini dilangsungkan selama lima hari yaitu 13-18 Februari 2023. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas menyusun rencana penanganan bencana dan krisis kesehatan serta cara mengoperasionalisasikan klaster kesehatan.

Di pertemuan pertama (13/2/2023) dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, apt., drs. Bahktiar, M.Kes, setelah sebelumnya beberapa pengantar juga disampaikan oleh dr. Bella Donna, M.Kes sebagai Ketua Divisi Manajemen Bencana Kesehatan di Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM. DIlanjutkan pengantar oleh Aminuddin Muhammad Ramdhan, SIP., MA., selaku Chief Field Office (CFO) UNICEF Papua dan Papua Barat, dalam pengantarnya, Ramdhan mengingatkan agar rencana kontingensi yang akan disusun bersama oleh sektor kesehatan dapat terintegrasi dengan renkon-renkon yang disusun oleh lintas sektor lain seperti pendidikan, air bersih dan terutamanya renkon daerah yang disusun oleh BPBD. Ditambahkan pula oleh  Dr. Martha Gercelina Silaen, MPH., bahwa penyusunan Dinkes Disaster Plan ini sangat dibutuhkan oleh Dinas Kesehatan di Provinsi untuk memuktairkan terminologi dan kebijakan pusat dan disesuaikan dengan kebutuhan sektor kesehatan di daerah saat terjadi bencana. Perwakilan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Vanda Roza, SKM., MKM., merasa bangga dan terbantu dengan kegiatan ini. Dalam sambutan sekaligus membuka acara pelatihan ini, Bahktiar menyampaikan harapannya bagaimana fasilitator dari PKMK FK-KMK UGM dapat membantu perhitungan standar pelayanan maksimum terkait krisis kesehatan dan semoga setelah pelatihan ini anggaran sektor kesehatan tetap siap untuk kebencanaan.

papua barat 2

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Sesi penyampaian materi kebijakan nasional krisis kesehatan dan ketahanan kesehatan oleh Vanda Roza, SKM, MKM., staf Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI

Sebelum pemaparan materi, fasilitator kegiatan dari PKMK FK-KMK UGM yaitu apt. Gde Yulian, M.Epid dan Madelina Ariani, SKM, MPH, menggali level pengetahuan peserta dengan survei singkat terkait substansi yang akan diberikan dalam pelatihan dengan tujuan agar materi yang diberikan di hari-hari selanjutnya akan lebih operasional dan implementatif. Materi pertama disampaikan oleh perwakilan Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Vanda Roza, SKM, MKM., yaitu Update kebijakan dan peraturan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan dimana dalam penyampaiannya Vanda sebagai anggota Tim Kerja Mitigasi Kesiapsiagaan dan Ketahanan Kesehatan, menjelaskan transformasi sistem kesehatan dan bagaimana ketahanan kesehatan perlu lebih mendapatkan porsi dalam penyusunan DInkes Disaster Plan ini. Selanjutnya penyampaian materi oleh apt., drs. Bahktiar, M.Kes terkait kebijakan dan strategi penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerah Provinsi Papua Barat. Setelah break makan siang sesi materi dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang Komponen Dinkes Disaster Plan oleh dr Bella Donna, M.Kes dan dilanjutkan dengan pemaparan terkait rencana penanggulangan bencana (RPB) dari perwakilan Kepala BPBD Provinsi Papua Barat, Derek Ampnir, S.Sos, MM.

Reporter : apt. Gde Yulian, M.Epid.

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab title=”Hari 2″ class=”blue”}

Hari 2: Selasa, 14 Februari 2023 | Swiss Bell Hotel Manokwari

 

pelatihan hdp papbar 1

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Penentuan analisis risiko oleh peserta dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dan lintas program yang hadir difasilitasi oleh Madelina Ariani, SKM., MPH., Faiz Pratama, SKM., dan Hagung Putra Susila, S.Tr.Li., dari PKMK FK-KMK UGM

Pada hari kedua kegiatan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Papua Barat yang didukung oleh UNICEF bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Fasilitator dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM, Madelina Ariani, SKM., MPH., memberikan materi terkait analisis risiko kemudian memfasilitasi penugasan parsipatoris memprioritaskan potensi-potensi ancaman yang mungkin terjadi di Provinsi Papua Barat dengan dibantu oleh Faiz Pratama, SKM., asisten peneliti di Divisi Manajemen Bencana Kesehatan.

Pada sesi selanjutnya, fasilitator kegiatan dari PKMK FK-KMK UGM, apt. Gde Yuilan, M.Epid., menjelaskan salah satu instrumen yang akan berguna untuk menjadi salah satu komponen kunci dalam penyusunan Dinkes Disaster Plan yaitu tabel perhitungan kapasitas maksimum berdasarkan SPM Kesehatan, dimana tabel ini disarikan dari empat regulasi: Permendagri Nomor 100 dan 101 Tahun 2018, Permenkes Nomor 4 Tahun 2019 tentang SPM Kesehatan dan Permenkes Nomor 75 Tahun 2019 terkait Krisis Kesehatan serta pedoman SPHERE dan Pedoman Tenaga Cadangan Kesehatan yang menjadi salah satu program kunci transformasi sistem kesehatan pada pilar 3b. Ada beberapa feedback yang diberikan serta diskusi terkait penentuan standard dan kapasitas maksimum yang dibutuhkan dari Provinsi Papua Barat yang bermuara pada kesepakatan bahwa dokumen dinkes disaster plan yang akan diinisiasi untuk dihasilkan dalam pertemuan ini akan menjadi evidence based bagi stakeholder, BPBD utamanya sebagai komandan operasi penanggulangan bencana di daerah untuk melakukan advokasi terkait strategi intervensi dan kebijakan-kebijakan yang di ambil saat terjadi krisis kesehatan kepada mitra dan stakeholder lain.

pelatihan hdp papbar 2

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Beberapa pedoman dan regulasi yang direkomendasikan oleh fasilitator, apt. Gde Yulian, M.Epid., yang dapat membantu dalam menghitung kapasitas maksimum dan strategi kebijakan baik secara umum maupun spesifik untuk sub-subklaster kesehatan yang dibutuhkan dalam penyusunan dinkes disaster plan yang dapat diakses pada tautan:Selengkapnya

Pada sesi kedua, disampaikan materi Logistik dan Fasilitas HEOC dan Peta Respon oleh apt. Gde Yulian, M.Epid. Gde membagikan pengalaman-pengalaman dan teori terkait pengelolaan logistik medis saat bencana dan penekanan di materi ini adalah perencanaan terkait pengadaan dan distribusi harus dilakukan oleh klaster kesehatan pada masa pra-bencana, sehingga ketika HEOC diaktifkan siapapun pengelola logistic yang ada sudah ada pedoman dan SOP pengelolaan logistik termasuk bagaimana menerima dan mendistribusikan kembali logistik serta mempersiapkan berita acara serah terima atau BAST. Sesi ke dua ini dilanjutkan dengan materi Fasilitas HEOC dan Peta Respon. Peserta diajak untuk secara parsipatoris mengidentifikasi peralatan dan fasilitas apa saja yang penting untuk disiapkan oleh klaster kesehatan di masa pra-krisis agar dapat segera digunakan untuk koordinasi klaster kesehatan di pos HEOC kelak. Dalam penyajian materinya, Gde juga membagikan link berisikan peta-peta kerentanan di beberapa kabupaten di Provinsi Papua Barat yang pernah disusun oleh Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes pada 2016 sebagai modal dasar untuk peserta menyusun peta respon. Diharapkan dalam waktu mendatang peta-peta ini dapat dimuktahirkan dengan bantuan stakeholder lokal, nasional maupun internasional.

Kumpulan Peta Risiko Papua Barat: SELENGKAPNYA

pelatihan hdp papbar 3

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Tim PKMK FK-KMK UGM melakukan kunjungan ke BPBD Provinsi Papua Barat dan berdiskusi terkait keterlibatan BPBD dalam proses penanggulangan bencana kesehatan dan proses pendirian UPT serta keterlibatan sektor kesehatan dalam finalisasi draft rencana penanggulangan bencana (RPB) daerah Papua Barat sebagai koridor dinkes disaster plan

Pada sore harinya tim PKMK FK-KMK melakukan kunjungan lapangan ke BPBD untuk berdiskusi terkait update dari renkon-renkon yang dimiliki BPBD dan kemungkinan advokasi lintas sektor yang dapat difasilitasi oleh PKMK FK-KMK UGM selama melakukan pelatihan. Hal ini diharapkan dapat menjembatani antara Dinkes Provinsi Papua Barat dengan lintas sektor agar renkonkes tidak terlalu jauh dari koridor yang sedang disusun dalam dokumen rencana penanggulangan daerah Papua Barat serta akan terintegrasi dan juga interoperable dengan Renkon BPBD. Di BPBD Provinsi Papua Barat tim PKMK diterima oleh Kepala Pelaksana BPBD,  Derek Ampnir, S.Sos.,MM dan Luther Karababa, staff Bidang Pencegahan beserta jajaran staff UPT Pusdalops BPBD Papua Barat lainnya.

Reporter : apt. Gde Yulian, M.Epid.

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

 

{tab title=”Hari 3″ class=”grey”} 

Hari 3: Rabu, 15 Februari 2023 | Swiss Bell Hotel Manokwari

h3 pelatihan di papua

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Penentuan analisis risiko oleh peserta dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dan lintas program yang hadir difasilitasi oleh Madelina Ariani, SKM., MPH., Faiz Pratama, SKM., dan Hagung Putra Susila, S.Tr.Li., dari PKMK FK-KMK UGM

Pada hari ketiga kegiatan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Papua Barat yang didukung oleh UNICEF bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Fasilitator dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM, Madelina Ariani, SKM., MPH., memberikan materi lanjutan terkait analisis risiko kemudian meninjau ulang hasil dari penugasan parsipatoris memprioritaskan potensi-potensi ancaman yang mungkin terjadi di Provinsi Papua Barat sehingga didapatkan prioritas gempa yang berada di warna hitam atau sangat tinggi. Sesi pagi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari dr Widiana K Agustin, MKM., selaku Kepala Tim Kerja Mitigasi, Kesiapsiagaan dan Ketahanan Kesehatan, Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes. Materi terkait klaster kesehatan dan operasionalisasinya setelah HEOC diaktivasi kemudian diperkuat oleh materi dari dr Bella Donna, M.Kes., terkait pengorgansasian.

Sesi ini berlangsung sangat alot diskusi mengenai by name dan by jabatan. Akhirnya disepakati dua duanya saja tetapi dengan catatan sosialisasi berkala mengenai DDP dan renkon. Pada sesi setelah makan siang dilanjutkan materi pengorganisasian. Oleh dr Bella Donna, M.Kes dan Frans Abidondifu, S.KM.,M.Epid dari Dinas Kesehatan Papua Barat selaku PJ Krisis Kesehatan memfasilitasi untuk menuliskan draft sementara. Awalnya pengorganisasian hanya menggunakan komandan, tim dan sub klaster. Kemudian kemarin dijabarkan satu satu tupoksi sehingga akhirnya mau menggunakan ICS yang sudah diadvokasikan. Terdapat perdebatan menarik untuk menempatkan eselon 3 dan 4, yang paling kurang di sini adalah subklaster yankes yang berhadir di pelatihan dan selama ini memang tugas yankes dibantu banyak oleh Sekretaris Dinas, tim Logistik dan tim krisis.

h3 pelatihan di papua

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Fasilitator dari PKMK FK-KMK UGM: dr Bella Donna, MKes., Madelina Ariani, SKM., MPH., dan Faiz Pratama, SKM. Mendampingi Frans Abidondifu, S.KM.,M.Epid dari DInkes Papua Barat dan dr Yohan dari UNICEF dalam mengidentifikasi organisasi klister kesehatan

Pada sore harinya tim PKMK FK-KMK melakukan kunjungan lapangan ke rumah sakit, diterima oleh kabid SDM dan pengembangan dengan kasie SDM yang juga peserta pelatihan HDP yang diadakan oleh PKMK FK-KMK UGM, yakni dr. Agnes J. Arobaya. Tim diajak berkeliling rumah sakit. RSUP ini baru berdiri dua tahun, awal COVID-19 langsung berdiri untuk COVID-19 dan sekarang sudah beropreasi kelas C dan persiapan akre pertama. Belum ada perencanaan bencana di RS. RS sudah menerima rujukan dan menjadi rujukan utama. pengalaman menerima pasien banyak tahun lalu, sebuah kejadian kecelakaan truck yang membawa pasien ke rumah sakit cukup membuat kekecauan. Saat itu sistem rujukan antar rumah sakit sudah berjalan menggunakan media telpon dan WA group.

Reporter : apt. Gde Yulian, M.Epid. dan Faiz Pratama, SKM.

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab title=”Hari 4″ class=”red”}

Hari 4: Kamis, 16 Februari 2023 | Swiss Bell Hotel Manokwari

pelatihan di papua h4 1

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Pengembangan scenario kejadian gempa oleh peserta dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dan lintas program yang hadir sesuai dengan hasil analisis risiko yang difasilitasi oleh Madelina Ariani, SKM., MPH., dari PKMK FK-KMK UGM

Pada hari keempat, kegiatan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Papua Baratyang didukung oleh UNICEF bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Fasilitator dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan FK-KMK UGM menginisiasi pengisian lembar kerja terkait strategi dan kebijakan dalam penanggulangan bencana. Madelina Ariani, SKM., MPH merangkum komitmen dari peserta pelatihan untuk menjadi penanggung jawab komponen-komponen dokumen DDP dan di akhir pelatihan akan di tentukan timeline nya. Pada sesi ini juga dilanjutkan penugasan pengisian lembar kerja  kegiatan-kegiatan yang memiliki standar pelayanan minimum untuk mengidentifikasi kesenjangan terhadap kapasitas maksimum yang dimiliki dan dibutuhkan di daerah wilayah kerja dinas kesehatan Provinsi Papua Barat yang berpotensi terdampak bencana atau krisis kesehatan di kemudian hari. 

pelatihan di papua h4 1

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Komitmen dinas kesehatan Provinsi Papua Barat, dimana para penanggung jawab masing-masing bab dipetakan dan akan dilakukan pendampingan baik online maupun offline di kesempatan selanjutnya.

Di sesi selanjutnya, peserta melanjutkan penugasan pengisian lembar kerja kegiatan-kegiatan yang memiliki standar pelayanan minimum untuk mengidentifikasi kesenjangan terhadap kapasitas maksimum, kemudian dilanjutkan penugasan mengenai SOP dan fasilitas yang dibutuhkan oleh HEOC pada saat akan diaktivasi. Fasilitator dari PKMK FK-KMK UGM, dr Bella Donna Tampubolon, M.Kes. dan Madelina Ariani, SKM., MPH., memandu jalannya penugasan yang dikuti oleh peserta dengan partisipatif. Banyak feedback dari peserta terkait operasionalisasi HEOC terutamanya pada penentuan tempat dan form-form yang dibutuhkan. Fasilitator menggunakan pendekatan lembar kerja simulasi table-top exercise, dengan instrumen kesiapan klaster kesehatan dengan sekitar 60 pertanyaan  untuk membantu peserta pelatihan mengurai permasalahan antar bidang yang bekerja di dinas kesehatan provinsi. Simulasi ini juga kembali memperkenalkan Peraturan Menteri Kesehatan, Permenkes Nomor 75  Tahun 2019 terkait Krisis Kesehatan dan peserta ditunjukkan struktur yang diadvokasikan di regulasi tersebut, kemudian dibandingkan dengan struktur di Rencana Kontingensi Pandemi Nasional dimana di pedoman yang disebut terakhir sudah mengadaptasi ketahanan kesehatan dan pilar pilar penanganan pandemi milik WHO.

Reporter : apt. Gde Yulian, M.Epid. dan Faiz Pratama, SKM.

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab title=”Hari 5″ class=”green”}

Hari 5: Jumat, 17 Februari 2023  |   Swiss Bell Hotel Manokwari

pelatihan di papua h5

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Sesi penutupan dari pelatihan penyusunan rencana kontingensi sector kesehatan di daerah oleh Sekretaris Dinas Kesehatan

Pada hari kelima atau terakhir dari kegiatan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Papua Barat yang didukung oleh UNICEF bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Melanjutkan aktivasi HEOC dari hasil RHA pada hari sebelumnya, fasilitator dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan FK-KMK UGM, Madelina Ariani, SKM., MPH, mempertajam dan memperdalam dengan materi terakhir terkait data dan informasi yang dibutuhkan oleh HEOC selama masa tanggap darurat bencana atau krisis kesehatan. Ditekankan bahwa dinas kesehatan tidak hanya sekedar mengumpulkan data untuk menjadi informasi saja tapi juga harus dilakukan analisis untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan baik dalam menentukan strategi maupun kebijakan operasi penanggulangan darurat kesehatan. Salah satu contohnya memahami alur dan mekanisme pelaporan dan pemanfaatan form-form terkait yang digunakan oleh HEOC, pengelolaan relawan dan penyampaian informasi terkait sub-subklaster. Setelah mengkaji langsung form RHA dan kemanfaatan PHSA-public health situation analysis atau infografis bencana maka kebutuhan SOP pengelolaan data sangat esensial untuk dimasukkan ke dalam dokumen dinkes disaster plan termasuk penyediaan papan informasi di pos koordinasi klaster kesehatan atau HEOC.

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Sesi kedua yaitu simulasi aktivasi HEOC, penggunaan peta respon dan laporan sub-subklaster kepada komandan HEOC dipimpin oleh Sekretaris Dinas Kesehatan,

Acara dilanjutkan dengan demonstrasi simulasi rapat klaster kesehatan untuk aktivasi HEOC, kemudian laporan perkembangan HEOC di hari ke-2 dan hari ke-7, yang melibatkan para Kabid dan PJ sub-subklaster yang hadir di pelatihan ini . Demonstrasi ini memberikan sedikit gambaran mengenai hal yang sebaiknya dilakukan pada saat rapat internal dinas kesehatan provinsi dan informasi apa yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan kegiatan-kegiatan subklaster yang telah disusun berdasarkan kebijakan dan strategi program terkait. Acara kemudian ditutup dengan sambutan penutup dari perwakilan PKMK FK-KMK UGM, dr. Bella Donna, M.Kes dan terakhir Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, apt. Drs. Bakhtiar, M.Kes.,  yang kembali memberikan dukungan semangat dan dukungan moril kepada peserta pelatihan bahwa penanggulangan bencana akan membutuhkan kesiapan dan keikhlasan dari para petugas kesehatan. Andi berharap sharing ilmu dan pengalaman dari PKMK FK-KMK UGM yang difasilitasi oleh UNICEF ini dapat terus berlanjut dengan pertemuan offline berikutnya akan dilaksanakan Maret 2023.

Link dokumentasi kegiatan: https://drive.google.com/drive/folders/14zjBx0QvxGyuTwoel_eLvCy-tF7SundJ?usp=share_link

Reporter : apt. Gde Yulian, M.Epid. dan Faiz Pratama, SKM.

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

 

{/tabs}

Reportase Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Papua

penyusunan ddp

Reportase

Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Papua

{tab title=”Hari 1″ class=”red”}

 

Hari 1: Senin 9 Januari 2023  |  Hotel Horison, Kotaraja Papua

penyusunan ddp

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Pembukaan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan (Dinkes Disaster Plan) oleh Sekertaris DInas Kesehatan Provinsi Papua didampingi oleh perwakilan UNICEF Papua dan Papua Barat serta Pusat Krisis Kementerian Kesehatan RI dan PKMK FK-KMK UGM.

PKMK – Papua. Sebagai rencana tindak lanjut UNICEF yang bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan serta Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FKKMK UGM dalam menyusun modul Operasionalisasi Klaster Kesehatan pada 2022, di awal tahun ini kembali mempercayakan PKMK FK-KMK UGM untuk memfasilitasi peningkatan kapasitas untuk tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan dalam menyusun dan merevisi rencana penanggulangan bencana dan operasionalisasi klaster kesehatan. Kegiatan di – Hotel Horison, Kotaraja Papua, Abepura yang akan dilangsungkan selama lima hari yaitu 9-13 Januari 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas menyusun rencana penanganan bencana dan krisis kesehatan serta cara mengoperasionalisasikan klaster kesehatan

Acara yang direncanakan berlangsung selama lima, pertemuan pertama atau hari ini (9/1/2023) dibuka oleh Sekertaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum,M.Kes., dalam sambutannya Aaron menyampaikan bahwa penyusunan Dinkes Disaster Plan ini sangat dibutuhkan terkait dengan rencana pemekaran wilayah Papua menjadi enam provinsi, sehingga mereka harus menjadi leader yang baik untuk membimbing provinsi-provinsi muda maupun kabupaten-kabupaten yang ada di Papua nantinya. Menyoal kecukupan kapasitas tenaga kesehatan di daerahnya, Aaron menyampaikan bahwa karakteristik Provinsi Papua juga sangat berbeda dimana tenaga kesehatan terpusat di titik-titik yang padat penduduknya saja sehingga distribusi tidak merata. Serta ilmu dan pengalaman staf di dinas kesehatan juga bervariasi, diharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat memperluas cakupan informasi dan pemahaman staf dinas kesehatan untuk penanggulangan bencana yang mengakibatkan krisis kesehatan.

gde yulian

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Sesi survey singkat oleh fasilitator PKMK FK-KMK UGM.

Sebelum pemaparan materi, fasilitator kegiatan dari PKMK FK-KMK UGM yaitu apt. Gde Yulian, M.Epid dan Madelina Ariani, SKM, MPH, menggali level pengetahuan peserta dengan survei singkat terkait substansi yang akan diberikan dalam pelatihan dengan tujuan agar materi yang diberikan di hari-hari selanjutnya akan lebih operasional dan implementatif.

Materi pertama disampaikan oleh perwakilan Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, drg. Leny Juniarta, M.Kes., yaitu Update kebijakan dan peraturan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan dimana dalam penyampaiannya Leny sebagai anggota Tim Kerja Mitigasi Kesiapsiagaan dan Ketahanan Kesehatan, menjelaskan terkait transformasi sistim kesehatan dan bagaimana ketahanan kesehatan perlu lebih mendapatkan porsi dalam penyusunan DInkes Disaster Plan ini. Selanjutnya Paminto Widodo, SKM., Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, Evakuasi, Pengungsi dan Logistik di BPBD Provinsi Papua memberikan materi terkait rencana kontijensi versi 5.0 dan update dokumen rencana kontijensi yang dimiliki oleh Provinsi Papua. Selanjutnya sesi pertama ditutup oleh penyampaian materi dari dr. Aaron Rumainum, M.Kes. terkait kebijakan dan strategi penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di daerah Papua.

tabel spm

Pada sesi selanjutnya, fasilitator kegiatan dari PKMK FK-KMK UGM menjelaskan salah satu instrument yang akan berguna untuk menjadi salah satu komponen kunci dalam penyusunan Dinkes Disaster Plan yaitu tabel perhitungan kapasitas maksimum berdasarkan SPM Kesehatan, dimana tabel ini disarikan dari empat regulasi: Permendagri 100 dan 101 Tahun 2018, Permenkes 4 Tahun 2019 tentang SPM Kesehatan dan Permenkes 75 Tahun 2019 terkait Krisis Kesehatan serta pedoman SPHERE dan Pedoman Tenaga Cadangan Kesehatan yang menjadi salah satu program kunci transformasi sistem kesehatan pada pilar 3b.

Ada beberapa feedback yang diberikan beberapa diantaranya yaitu tambahan kolom untuk memberikan kesamaan perspektif terkait definisi operasional substansi yang ditanyakan sebagai indikator serta perlu prioritisasi indikator kunci, karena kurang lebih 70 indikator dalam dokumen ini mungkin ada beberapa yang overlapping dengan indikator lain.

Reporter : apt. Gde Yulian, M.Epid.

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

 

 

{tab title=”Hari 2” class=”blue”}

Hari 2: Selasa 10 Januari 2023 | – Hotel Horison, Kotaraja Papua

penyusunan dokumen dinkes disaster plan

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Salah satu materi dalam Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan (Dinkes Disaster Plan) dalam menentukan pengorganisasian HEOC/klaster kesehatan Provinsi yang difasilitasi oleh fasilitator dari PKMK FK-KMK UGM.

Di hari kedua kegiatan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Papua yang didukung oleh UNICEF bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Fasilitator dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM menginisiasi penyusunan struktur operasional penanggulangan bencana dengan menggunakan pendekatan incident command system dan diharapkan juga interoperable dengan struktur SKPDB-sistem komando penanggulangan darurat bencana milik BPBD, materi di sesi pertama diberikan oleh dr. Bella Donna Tampubolon, M.Kes., dari Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, PKMK FK-KMK UGM.

Pada penyusunan organisasi ini, dr. Bella Donna M.Kes menggunakan metode crosswalk di mana menyandingkan struktur pengorganisasian Dinas Kesehatan Provinsi sehari-hari dengan struktur bencana yang diarahkan dalam Permenkes 75 tahun 2019 sehingga mengkombinasikan pendekatan ICS dengan sistem klaster kesehatan yang mengadaptasi konsep ketahanan kesehatan. Dalam menyusun struktur operasional penanggulangan bencana di dinas kesehatan ini juga digunakan pendekatan parsipatoris, sehingga nama-nama ataupun jabatan yang diproyeksikan untuk berada dalam struktur didiskusikan dengan dinamis menggunakan metaplan termasuk dengan kemungkinan atau potensi kolaborasinya dengan memperhatikan indicator-indikator standard minimum yang sudah diperkenalkan di hari sebelumnya.

penyusunan dokumen ddp

Materi kedua di sesi yang pertama ini yaitu penentuan analisis risiko yang disampaikan oleh narasumber dari PKMK FK-KMK UGM, Madelina Ariani, SKM, MPH, yang kemudian dilanjutkan dengan penugasan parsipatoris memprioritaskan potensi-potensi ancaman yang mungkin terjadi di Provinsi Papua. Ada beberapa feedback yang diberikan beberapa diantaranya yaitu perbedaan psikis yang dirasakan oleh peserta pelatihan akibat seringnya gempa dirasakan baik di Maluku Selatan maupun Papua di beberapa hari terakhir hingga bahkan saat dilaksanakannya pelatihan ini juga gempa kecil masih dapat dirasakan. Sehingga prioritisasi ancaman ini menimbulkan bias penilaian.

Pada sesi kedua, disampaikan materi Logistik dan Fasilitas HEOC dan Peta Respon oleh apt. Gde Yulian, M.Epid. Namun penyampaian materi terhenti karena terjadinya kerusuhan di bandara Sentani dan berpotensi untuk merembet ke sekitar hotel tempat dilaksanakannya acara. Sehingga setelah mendapatkan informasi keamanan dari Sekretaris Dinas dan BPBD, pertemuan hari itu segera ditutup dengan didahului dengan berdoa dan peserta segera dipulangkan agar tidak terjebak oleh blokade jalan.

Berita terkait insiden:

https://www.tribunnews.com/nasional/2023/01/10/lukas-enembe-ditangkap-kpk-1-orang-tewas-dalam-kerusuhan-polisi-perketat-pengamanan-di-papua

https://nasional.tempo.co/read/1677807/pendukung-lukas-enembe-serang-markas-brimob-papua

https://papua.antaranews.com/video/3344169/rusuh-di-bandara-sentani-seorang-pendukung-lukas-enembe-tewas

Reporter : apt. Gde Yulian, M.Epid.

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

 

{tab title=”Hari 3″ class=”green”} 

Hari 3: Rabu 11 Januari 2023  |  Hotel Horison, Kotaraja Papua

bella dona sentani papua

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: dr. Bella Donna Tampubolon, M.Kes., memberikan penjelasan terkait interoperabilitas klaster kesehatan dengan SKPDB milik BPBD.

Di hari ketiga, kegiatan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Papua yang didukung oleh UNICEF bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Beberapa peserta, utamanya dari DInas Kesehatan Provinsi masih melakukan pemantauan situasi yang masih belum kondusif, fasilitator dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM, apt. Gde Yulian, M.Epid., kembali melanjutkan materi Logistik, Fasilitas HEOC dan Peta Respon yang terputus di hari sebelumnya.

Selanjutnya peserta melakukan diskusi secara parsipatoris dipandu oleh Madelina Ariani, SKM, MPH. terkait penugasan dari materi Pengembangan Skenario (Asumsi Dampak dan Asumsi Kebutuhan). Dari skenario yang sudah dimiliki oleh BPBD Provinsi Papua kemudian diadaptasi oleh Dinas Kesehatan dalam draft Dinkes Disaster Plan untuk dikembangkan secara naratif dan ditambahkan dampak-dampak pada masyarakat seputar masalah kesehatan. Peserta dibagi menjadi dua tim, satu tim berisikan dr. Aaron selaku Sekertaris Dinas Kesehatan, Kingkin W.E.Subroto, ST., MPH., selaku Perencanaan DInas Kesehatan, dan apt. Lusi Ang selaku Kepala Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan didampingi oleh drg. Leny Juniarta, M.Kes., dari Pusat Krisis Kemenkes RI untuk membuat parafrase kembali skenario banjir. Tim kedua dari sub-sub klaster yang dibantu oleh fasilitator dari PKMK FK-KMK UGM untuk mengidentifikasi potensi masalah-masalah kesehatan tematik yang mungkin timbul pada saat bencana.

penentuan analisis resiko

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Penentuan analisis risiko yang dilakukan oleh tim Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan lintas program yang hadir, beberapa ancaman yang dianggap prioritas yakni banjir dan gempa.

Setelah peserta secara partisipatoris mengidentifikasi masalah, peserta kemudian melanjutkan dengan mengidentifikasi strategi dan kebijakan yang perlu diambil oleh sub-sub klaster di struktur klaster kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua untuk mengatasi masalah tersebut. Di sini, narasumber dari PKMK FK-KMK UGM, apt. Gde Yulian, M.Epid., menjelaskan pentingnya Dinas Kesehatan untuk dapat memperhatikan regulasi dan pedoman yang ada, baik itu dari dalam atau internal sektor kesehatan maupun dari lintas sektor agar strategi dan kebijakan yang diambil dapat mudah disinergikan dan dikolaborasikan untuk membagi sumber daya yang dibutuhkan. Mulai dari pengenalan karakteristik bencana berdasarkan on set kejadian bencana dan klaster-klaster penanggulangan bencana yang diadaptasi oleh BNPB.

Beberapa sub klaster dapat dengan mudah menentukan strategi dan kebijakan saat bencana karena sudah memiliki pedoman, seperti pedoman pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan, pedoman PPAM-paket pelayanan awal minimum milik sub klaster kesehatan reproduksi maupun pedoman pelayanan gizi saat bencana. Peserta kemudian memformulasikan kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan saat bencana sesuai strategi dan kebijakan yang ada kemudian menentukan standar minimal serta potensi-potensi sumber daya yang tersedia.

Beberapa feedback datang dari peserta seperti dari drg. Christine Siregar, M.Kes dan Evan Stanley dari BPBD terkait pengadaan tenda untuk sub klaster kespro yang dapat diadvokasikan dengan lintas sektor terkait. Lintas sektor juga memiliki sumber daya yang dapat dikolaborasikan untuk mengakomodasi strategi dan kebijakan sektor kesehatan saat penanganan bencana

tim pkmk fk kmk ugm hosdip

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Tim PKMK FK-KMK UGM didampingi Paminto Widodo, SKM., dari BPBD Provinsi Papua melakukan kunjungan lapangan ke RSUD Provinsi Dok 2 dan audiensi dengan dr. George Yanes Rumborias,Sp.B, Kepala IGD dan dr. Donald Aronggear, SpB(K), Ketua IDI Wilayah Papua terkait Hospital Disaster Plan yang dimiliki oleh RSUD Provinsi Dok 2

Pada sore harinya tim PKMK FK-KMK bersama drg. Leny Juniarta, M.Kes., dari Pusat Krisis Kemenkes RI dan Paminto Widodo, SKM., dari BPBD Provinsi Papua melakukan kunjungan lapangan ke RSUD Provinsi Dok 2 untuk berdiskusi terkait update dari rencana penanggulangan bencana rumah sakit (HDP-hospital disaster plan) yang dimiliki RSUD dan kemungkinan dokumen tersebut untuk terintegrasi dan bahkan interoperable dengan dokumen Dinkes Disaster Plan Provinsi Papua maupun Renkon BPBD. RSUD Dok 2 sudah memiliki dokumen HDP namun sudah lama tidak dilakukan pemuktahiran, sehingga tim PKMK FK-KMK UGM mengadvokasi agar dokumen tersebut di-update sesuai dengan kondisi terkini sebelum disinergikan dengan dokumen milik Dinkes maupun BPBD.

Reporter : apt. Gde Yulian, M.Epid.

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{tab title=”Hari 4″ class=”red”}

Hari 4: Kamis, 12 Januari 2023  |  Hotel Horison, Kotaraja Papua

ddp papua h4 1

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Sesi diskusi proses penyusunan dokumen DDP dalam salah satu materi yang difasilitasi oleh fasilitator dari PKMK FK-KMK UGM.

Pada hari keempat kegiatan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Papua yang didukung oleh UNICEF bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Fasilitator dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM menginisiasi pengisian lembar kerja terkait strategi dan kebijakan dalam penanggulangan bencana. Madelina Ariani, SKM, MPH juga menanyakan komitmen dari peserta pelatihan untuk menjadi penanggung jawab komponen-komponen dokumen DDP dan di akhir pelatihan akan ditentukan timeline- nya. Di hari keempat ini, juga dilanjutkan penugasan pengisian lembar kerja kegiatan-kegiatan yang memiliki standar pelayanan minimum untuk mengidentifikasi kesenjangan terhadap kapasitas maksimum yang dimiliki dan dibutuhkan di wilayah kerja dinas kesehatan Provinsi Papua yang berpotensi terdampak bencana atau krisis kesehatan di kemudian hari.

Melengkapi sesi penugasan pagi, fasilitator dari PKMK FK-KMK UGM, apt. Gde Yulian, M.Epid menyampaikan materi terkait operasionalisasi sub-sub klaster kesehatan dan interoperabilitas dengan struktur komando yang ada baik di BPBD maupun di internal dinas kesehatan sendiri, pedoman-pedoman yang mendukung sehingga dapat diformulasikan kebijakan dan strategi yang jelas, dan korelasi struktur ini dengan pencapaian indikator dan standar pelayanan minimum teknis di level kabupaten/kota dan provinsi.

ddp papua h4 2

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Interoperabilitas struktur di sub-subklaster seperti subklaster gizi dan subklaster kespro dengan subklaster perlindungan di klaster perlindungan pengungsian milik Kemensos dapat diarahkan untuk berbagi sumberdaya dalam pemenuhan beberapa SPM kabupaten/kota

Pada sesi kedua melanjutkan penugasan pengisian lembar kerja kegiatan-kegiatan yang memiliki standar pelayanan minimum untuk mengidentifikasi kesenjangan terhadap kapasitas maksimum, kemudian dilanjutkan penugasan mengenai SOP dan fasilitas yang dibutuhkan oleh HEOC pada saat akan diaktivasi. Fasilitator dari PKMK FK-KMK UGM, Madelina Ariani, SKM, MPH, memandu jalannya penugasan yang dikuti oleh peserta dengan partisipatif. Terdapat banyak feedback dari peserta terkait operasionalisasi HEOC terutama pada penentuan tempat dan form-form yang dibutuhkan. Fasilitator menggunakan pendekatan lembar kerja simulasi table top exercise, dengan instrumen kesiapan klaster kesehatan dengan sekitar 60 pertanyaan untuk membantu peserta pelatihan mengurai permasalahan antar bidang yang bekerja di dinas kesehatan provinsi. Simulasi ini juga kembali memperkenalkan Peraturan Menteri Kesehatan, Permenkes Nomor 75 Tahun 2019 terkait Krisis Kesehatan dan peserta ditunjukkan struktur yang diadvokasikan di regulasi tersebut, kemudian dibandingkan dengan struktur di Rencana Kontingensi Pandemi Nasional dimana di pedoman yang disebut terakhir sudah mengadaptasi ketahanan kesehatan dan pilar-pilar penanganan pandemi milik WHO.

ddp papua h4 3

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Kunjungan lapangan ke RSUD Abepura

Pada sore hari tim PKMK FK-KMK UGM didampingi oleh Pusat Krisis Kesehatan melakukan kunjungan lapangan ke RS Abepura untuk melihat kemungkinan terintegrasinya Dinkes Disaster Plan milik Dinas Kesehatan Provinsi dengan Hospital Disaster Plan yang dimiliki oleh rumah sakit.

Reporter : apt. Gde Yulian, M.Epid.

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

 

{tab title=”Hari 5″ class=”blue”}

Hari 5: Jumat, 13 Januari 2023  | Hotel Horison, Kotaraja Papua

penyusunan dinkes disaster planh 5

Dokumentasi PKMK FK-KMK UGM: Sesi penutupan dari pelatihan penyusunan rencana kontingensi sector kesehatan di daerah oleh Sekertaris Dinas Kesehatan, dr. Aaron Rumainum, M.Kes.

Hari ini menjadi hari kelima atau pertemuan terakhir dari Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Provinsi Papua yang didukung oleh UNICEF bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan. Fasilitator dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM, apt. Gde Yulian, M.Epid, menyampaikan materi terakhir terkait data dan informasi yang dibutuhkan oleh HEOC selama masa tanggap darurat bencana atau krisis kesehatan. Disampaikan penekanan bahwasanya sangat penting bagi dinas kesehatan untuk memahami mengapa banyak orang berusaha mengumpulkan data dan informasi, hal ini disebabkan banyak stakeholder yang ingin mengisi gap dari sistem kesehatan yang terganggu selama bencana, dengan paham tujuan pengumpulan data dan informasi maka dinkes dapat memformulasikan sistem yang efektif dalam penyediaan informasi terkait kesehatan.

Salah satu contohnya memahami alur dan mekanisme pelaporan dan pemanfaatan form-form terkait yang digunakan oleh HEOC, pengelolaan relawan dan penyampaian informasi terkait sub-sub klaster. Setelah mengkaji langsung form RHA dan kemanfaatan public health situation analysis (PHSA) atau infografis bencana maka kebutuhan SOP pengelolaan data sangat esensial untuk dimasukkan ke dalam dokumen dinkes disaster plan termasuk penyediaan papan informasi di pos koordinasi klaster kesehatan atau HEOC. Acara dilanjutkan dengan demonstrasi simulasi rapat klaster kesehatan yang dipimpin oleh dr. Aaron Rumainum, M.Kes., melibatkan para Kabid dan PJ sub-sub klaster yang hadir di pelatihan ini. Demonstrasi ini memberikan sedikit gambaran mengenai hal yang sebaiknya dilakukan pada saat rapat internal dinas kesehatan provinsi dan informasi apa yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan kegiatan-kegiatan subklaster yang telah disusun berdasarkan kebijakan dan strategi program terkait.

Acara selanjutnya ialah sambutan penutup dari perwakilan UNICEF Papua dan Papua Barat, dr. Ratih Wulandaroe, perwakilan PKMK FK-KMK UGM, dr. Bella Donna, M.Kes dan terakhir Sekretaris Dinas dr. Aaron Rumainum, M.Kes, yang kembali menyampaikan meskipun banyak rekan yang diundang dalam pelatihan penyusunan rencana kontingensi sektor kesehatan dalam menghadapi bencana atau krisis kesehatan, namun memang hanya sedikit yang terpilih, dalam artian, penanggulangan bencana memang membutuhkan kesiapan dan keikhlasan dari para petugas kesehatan. Beliau berharap sharing ilmu dan pengalaman dari PKMK FK-KMK UGM yang difasilitasi oleh UNICEF ini dapat terus berlanjut dengan pertemuan offline berikutnya pada Maret 2023 dan semoga meskipun menjadi provinsi pertama diberikan pelatihan tidak menjadi provinsi terakhir yang menyelesaikan dinkes disaster plan ini. Agenda terdekat selain menyelesaikan penugasan terkait bab-bab komponen dari disaster plan, PKMK FK-KMK UGM akan terus mendampingi dan mengadvokasi Dinas Kesehatan Provinsi Papua untuk memiliki SK Klaster Kesehatan.

 

Reporter : apt. Gde Yulian, M.Epid.

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK-KMK UGM

{/tabs}

Pokja Bencana FK-KMK UGM Menandatangani Pakta Integritas Tenaga Cadangan Kesehatan

pakta integritas makasar

Reportase

21 Desember 2022

Pokja Bencana FK-KMK UGM Menandatangani Pakta Integritas Tenaga Cadangan Kesehatan

pakta integritas makasar

Dok. PKMK FK-KMK UGM

Ketua Pokja Bencana FK-KMK UGM menandatangai fakta integritas tenaga cadangan kesehatan

Makassar. Dalam rangkaian Pencanangan dan Sosialisasi Tenaga Cadangan Kesehatan oleh Kementerian Kesehatan, Ketua Pokja Bencana FK-KMK UGM – Sutono, SKp, M.Kep, MSc telah mendatangi pakta integritas mengenai komitmennya sebagai tenaga cadangan kesehatan yang siap dimobilisasi kapanpun pada situasi tanggap darurat bencana dan krisis kesehatan di seluruh Indonesia. Penandatanganan pakta integritas ini juga melibatkan organisasi profesi kesehatan, tim-tim medis, PSC 119, dan organisasi kemasyarakat lainnya. Kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh dinas kesehatan provinsi di Indonesia.

pakta integritas makasar menkes budi sadikin

Dok. PKMK FK-KMK UGM

Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU, Menteri Kesehatan Indonesia memberikan sambutan

Acara dilangsungkan di Ballroom Claro Hotel Makassar, Sekjen Kementrian Kesehatan melaporkan aktivitas tim kerja Tenaga Cadangan Kesehatan selama beberapa bulan ke belakang; bagaimana sistem registrasi disiapkan, bagaimana juknis tersusun dan rencana pembinaan. Disambut dan dibuka oleh Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU Menteri Kesehatan Indonesia, pihaknya menyampaikan hal-hal yang melatarbelakangi reformasi dan transformasi kesehatan. Salah satunya mengenai pilar ketahanan kesehatan yang didukung oleh program Tenaga Cadangan Kesehatan ini. Kegiatan ini juga menandai kerjasama antara BNPB dan BMKG dalam upaya mendukung ketahanan Indonesia dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan ke depannya.

Sosialisasi lebih jauh mengenai sistem tenaga cadangan kesehatan dijelaskan oleh Plt Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Dr. Sumarjaya, S.Sos., S.K.M., M.M., Mfp, Cfa. Jaya berharap akan semakin banyak instansi dan perorangan yang melakukan registrasi ke sistem tenaga cadangan kesehatan. Hadir juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur menyampaikan mengenai update penanganan gempa bumi sebulan ini dan pembelajarannya untuk penyempuranaan sistem tenaga cadangan kesehatan ke depannya. Terakhir, penyegaran mengenai bencana dan manajemen bencana disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Idrus Paturusi, Sp.B, Sp.OT (K).

pakta integritas makasar nakes cadangan

Dok. PKMK FK-KMK UGM

Tim Ahli dan Plt. Kepala Pusat Krisis Kesehatan (kiri) dan Ketua tim kerja (kanan) di akhir sesi

 

Tim ahli tenaga cadangan kesehatan, diantaranya dari PKMK FK-KMK UGM yaitu dr. Bella Donna, M.Kes; Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid dan Madelina Ariani, MPH serta tim kerja dari Pusat Krisis Kesehatan bersyukur dan merasa lega dapat mensosialisasikan kegiatan ini. Masih banyak pekerjaan rumah, seperti yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan pada sambutannya bahwa program ini masih perlu dikembangkan hingga 24 bulan ke depan. “Jika lebih cepat, itu lebih baik,” kata Budi.

 

Reportase oleh Madelina Ariani

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, PKMK UGM