Pelatihan Dasar Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit

 

BATCH 2:  MATERI   REPORTASE   VIDEO_H-1    VIDEO_H-2

 

PENGANTAR

Apakah rumah sakit Bapak/Ibu sudah siap menghadapi bencana dan krisis kesehatan? Mungkin Bapak/ Ibu bisa mengatakan bahwa dari fasilitas sudah siap atau dari tenaga kesehatan sudah siap. Namun apakah cukup dengan kedua hal tersebut? Bagaimana dengan SOP, struktur pengorganisasian dan analisis risiko? Apakah rumah sakit Bapak/ Ibu sudah menyiapkannya?. Coba Bapak/ Ibu melihat kembali atau mempelajari kembali konsep disaster management cycle, PMK Nomor 75 Tahun 2019 tentang Krisis Kesehatan dan Hospital Safety Index (HSI). Ketiga hal tersebut bisa menjadi dasar yang kuat bagi bapak/ibu untuk mengetahui betapa pentingnya Rumah Sakit menyiapkan dokumen Hospital Disaster Plan (HDP) untuk meningkatkan kesiapsiagaan RS dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan.

Sejauh ini, hampir semua rumah sakit telah memiliki dokumen Hospital Disaster Plan (HDP), baik HDP sebatas dokumen tertulis maupun dokumen yang sudah pernah disosialisasikan, diuji coba di atas meja/ table top exercise (TTX), disimulasikan, direvisi dan dikembangkan. Perlu disadari bahwa memiliki dokumen HDP tidak serta merta membuat penanganan respons bencana menjadi mudah, lancar dan tidak ada masalah karena kekacauan atau chaos akan tetap terjadi di awal masa respons untuk setiap jenis bencana. Namun, durasi kekacauan akan menjadi lebih singkat dengan adanya perencanaan dan peningkatan kapasitas yang dipersiapkan saat sebelum terjadi bencana dibandingkan dengan rumah sakit yang tidak memiliki perencanaan sama sekali. Fungsi HDP lebih dari sekedar dokumen perencanaan, tetapi panduan yang operasional dan budaya kesiapsiagaan bencana.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kami dari Divisi Manajemen Bencana Kesehatan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FKKMK UGM mengajak Bapak / Ibu bergabung dalam Pelatihan Dasar Penyusunan HDP.

TUJUAN KEGIATAN

  1. Peserta memahami penyusunan rencana penanggulangan bencana di rumah sakit (HDP) harus menyesuaikan dengan karakteristik di tiap rumah sakit.
  2. Peserta mampu memahami komponen-komponen dokumen HDP berdasarkan template yang ada.

OUTPUT KEGIATAN

Peserta memahami dan menyusun komponen hospital disaster plan : struktur pengorganisasian, manajemen risiko bencana

TARGET PESERTA

Peserta berasal dari tim bencana rumah sakit yang masih aktif dan/ atau anggota baru yang meliputi unsur:

  • Unsur Manajemen (pengorganisasian/ sistem komando bencana rumah sakit; operasional, keuangan, perencanaan, sekretaris)
  • Unsur tim yang mengerjakan analisis risiko, HVA, dan HSI (*K3RS)
  • Unsur logistik, perencanaan, SDM, dan fasilitas

LINK PENDAFTARAN 

https://bit.ly/Registrasi-HDP2024


NARASUMBER

  1. dr. Hendro Wartatmo, SpB-KBD
  2. dr. Bella Donna, M.Kes
  3. Madelina Ariani, MPH
  4. Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
  5. Happy R Pangaribuan, MPH

WAKTU PELAKSANAAN

Pelatihan ini akan dilaksanakan sebanyak 5 Batch (Gelombang) selama tahun 2024 dimana dalam setiap batch terdapat 2 kali pertemuan. Peserta bebas memilih mengikuti pelatihan pada batch keberapa, dengan pembagian waktu sebagai berikut :


Batch I   : Rabu s/d Kamis/ 13 dan 14 Maret 2024


Batch II : Selasa-Rabu/ 21 dan 22 Mei 2024

MATERI      REPORTASE      VIDEO_H-1      VIDEO_H-2


Batch III : Rabu-Kamis/ 20 dan 21 November 2024


 

RUNDOWN KEGIATAN

Waktu JPL Materi/Kegiatan Narasumber
  T P L    
Pertemuan I
08.30 – 09.00       Registrasi dan Pre Test  
09.00 – 09.10       Pembukaan dan Pengantar dr. Hendro Wartatmo, Sp.B-KBD
09.10 – 09.55 1     Materi 1: Akreditasi dan Strategi Penyiapan HDP di RS dr. Bella Donna, M.Kes
09.55 – 10.40 1     Materi 2: Analisis Risiko, HVA, Hospital Safety Index Madelina Ariani, SKM, MPH
10.40 – 11.25 1     Materi 3 : Sistem Komando dan Pengorganisasian dr. Bella Donna, M.Kes
11.25 – 12.10 1     Materi 4 : Logistik Medik dan Manajemen Relawan apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
    3   Penugasan Mandiri  
Sub Total 4 3      
Pertemuan II  
09.00 – 09.45 1     Materi 5 : identifikasi fasilitas saat Bencana Happy R. Pangaribuan, SKM, MPH
09.45 – 10.30 1     Materi 6 : SOP saat Bencana Madelina Ariani, SKM, MPH
10.30 – 11.15 1     Materi 7 : Data Informasi dan Peta Respon apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid
11.15 – 12.00 1     Materi 8: Komponen HDP dan teknik penyusunan dr. Bella Donna, M.Kes
12.00       Penutupan dan Post Test  
    3   Penugasan Mandiri  
Sub Total 4 3      
Total 8 6

 

BIAYA KEPESERTAAN

Biaya kepesertaan Pelatihan dan Pendampingan sebesar Rp 3.500.000 / instansi. Peserta pelatihan dikenai biaya sebagai tim (Anggota tim maksimal 5 orang/institusi).

Peserta akan mendapatkan sertifikat ber-SKP Plataran Sehat

Pembayaran peserta dapat dilakukan dengan melalui transfer ke rekening panitia dengan Kode Unik 39, contoh  Rp.3.500.039. No. Rekening sebagai berikut:

No Rekening               : 9888807171130003
Nama Pemilik              : Online Course/ Blended Learning FK UGM
Nama Bank                 : BNI
Alamat                        : Jalan Persatuan, Bulaksumur Yogyakarta 55281 

Narahubung Pelatihan

Pendaftaran :
Hagung Putra/ +62 813-2611-6064 / [email protected]

 

Konten         :
Happy R Pangaribuan, MPH/ 085325546433 /  [email protected]

 

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan keperawatan
Universitas Gadjah Mada
Gedung Litbang FK-KMK Lantai 1, Jl. Medika Yogyakarta 55281
Website     : http://www.bencana-kesehatan.net/

 

Pelatihan Dasar Online Penyusunan Rencana Penanganan Bencana di Rumah Sakit

 

Kerangka Acuan Kegiatan

 

Latar Belakang

Amanat menyusun rencana penanganan bencana di rumah sakit tercantum dalam UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, pasal 29 yang salah satu poinnya menyatakan “Rumah sakit mempunyai kewajiban memiliki sistem pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana”. Selanjutnya pada peraturan Kepmenkes Nomor 1128 Tahun 2022 tentang Standar Akreditasi RS, disebutkan bahwa RS harus mampu melakukan Self Assesment terkait kesiapan menghadapi bencana. Hal tersebut dapat dilihat pada salah satu elemen penilaian Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK), khususnya MFK 9, dimana rumah sakit harus mampu mengidentifikasi bencana internal dan eksternal yang besar, seperti keadaaan darurat di masyarakat, wabah, dan bencana alam atau bencana lainnya serta kejadian wabah yang bisa menyebabkan terjadinya risiko yang signifikan.

Rumah sakit yang belum memiliki Hospital Disaster Plan (HDP) akan mengalami kesulitan untuk mengoperasionalkan manajemen penanganan bencana mulai dari pembagian tugas yang jelas, alur komunikasi dan rencana alternatif. Demikian juga akan terjadi bagi rumah sakit yang sudah memiliki HDP namun belum operasional. Sejauh ini hampir semua rumah sakit telah memiliki dokumen HDP baik yang sebatas dokumen tertulis maupun dokumen yang sudah pernah disosialisasikan, diujicoba di atas meja/ table top exercise (TTX), disimulasikan, direvisi dan dikembangkan. Melalui dokumen HDP, Rumah Sakit memahami bahwa dokumen HDP adalah bentuk kesiapan rumah sakit untuk menghadapi bencana alam dan bencana non alam. Artinya dokumen yang disusun harus seoperasional mungkin sehingga saat terjadi bencana, seminimal mungkin fungsi rumah sakit tidak terganggu serta memastikan layanan rutin sehari-hari tetap berjalan.

Dengan demikian, sudah saatnya rumah sakit memahami bahwa HDP ini sangat penting dipersiapkan sejak sekarang, HDP yang operasional dan yang mencakup semua rencana kebutuhan dan penanganan bencana alam dan non alam. HDP yang disusun dalam bentuk dokumen berisi potensi bencana yang dihadapi rumah sakit, aktivasi sistem komando, prosedur pengananan bencana, fasilitas saat bencana dan alur komunikasi. HDP ini merupakan dokumen yang bersifat hidup (update) dan menjadi satu sistem untuk memenuhi kebutuhan menuju Safe Hospital yang dapat digunakan dalam keadaan krisis kesehatan sehari-hari di rumah sakit.

Tujuan

  1. Peserta memahami penyusunan rencana penanggulangan bencana di rumah sakit (HDP) harus menyesuaikan dengan karakteristik di tiap rumah sakit.
  2. Peserta mampu memahami komponen-komponen dokumen HDP berdasarkan template yang ada.

Metode Kegiatan

Pelatihan ini akan dilaksanakan full melalui online, dimana dalam setiap pertemuan peserta akan mendapatkan materi penyusunan HDP dan penugasan penyusunan dokumen. Pada setiap pertemuan peserta diperbolehkan berdiskusi dengan fasilitator.

Hal yang Perlu dipersiapkan oleh Peserta:

Peserta berasal dari tim bencana rumah sakit yang masih aktif dan/atau anggota baru yang meliputi unsur:

  • Unsur Manajemen (pengorganisasian/ sistem komando bencana rumah sakit; operasional, keuangan, perencanaan, sekretaris)
  • Unsur tim yang mengerjakan analisis risiko, HVA, dan HSI (*K3RS)
  • Unsur logistik, perencanaan, SDM, dan fasilitas

Peserta memiliki pengetahuan yang baik mengenai rumah sakit serta membawa:

  1. Laptop
  2. Dokumen HDP saat ini       (*jika ada)
  3. Peta (Map) Rumah Sakit, termasuk peta wilayah kerja
  4. Profil rumah sakit
  5. Dokumen perhitungan HVA dan HSI

Output Kegiatan

Peserta memahami dan menyusun komponen hospital disaster plan : struktur pengorganisasian, manajemen risiko bencana

Tenaga Konsultan dan Asisten Konsultan

  1. dr. Hendro Wartatmo, SpB.KBD

  2. dr. Bella Donna, M.Kes

  3. Sutono, S.Kp, M.Sc, M.Kep

  4. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid, Apt

  5. Madelina Ariani, SKM, MPH

  6. Happy Pangaribuan, SKM, MPH

  7. dr. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B

  8. dr. Yudha Mathan Sakti, SpOT

Jadwal dan Materi Kegiatan

Hari/Tanggal              : Selasa, 11 dan 18 April 2023
Link Zoom                 : *akan diberikan menjelang pelatihan

Hari Pertama : Selasa, 28 Maret 2023
Pukul Materi/Kegiatan
09.00 – 09.10 WIB Pembukaan dan Pengantar
09.10 – 09.40 WIB Materi 1: Akreditasi dan Strategi Penyiapan HDP di RS
09.40 – 10.10 WIB Materi 2: Analisis Risiko, HVA, Hospital Safety Indeks
10.10 – 10.30 WIB Penugasan Analisis Risiko
10.30 – 11.00 WIB Materi 3 : Sistem Komando dan Pengorganisasian
11.00 – 11.20 WIB Penugasan Sistem Komando dan Pengorganisasian
11.20 – 11.50 WIB Materi 4 : Logistik Medik dan Manajemen Relawan
11.50 – 12.00 WIB Review penugasan dan arahan pertemuan II
Hari Kedua : Selasa, 4 April 2023
09.00 – 09.30 WIB Materi 5 : Pengorganisasian sub bab Tupoksi dan Kartu Tugas
09.30 – 10.00 WIB Penugasan Tupoksi
10.00 – 10.30 WIB Materi 6 : identifikasi fasilitas dan penyusunan SOP saat Bencana
10.30 – 11.00 WIB Penugasan identifikasi fasilitas dan penyusunan SOP saat Bencana
11.00 – 11.30 WIB Materi 7 : Data Informasi dan Peta Respon
11.30 – 12.00 WIB Materi 8 : Manajemen Penanganan Bencana non Alam (Penyakit Menular) dalam dokumen HDP
12.00 WIB Penutupan

BIAYA KEPESERTAAN

Biaya kepesertaan Pelatihan dan Pendampingan sebesar Rp 2.500.000 / instansi. Peserta pelatihan dikenai biaya sebagai tim (Anggota tim maksimal 5 orang/institusi)
Peserta akan mendapatkan sertifikat ber-SKP PAKKI, IDI dan IAKMI

Pembayaran peserta dapat dilakukan dengan melalui transfer ke rekening panitia:

No Rekening              : 9888807171130003
Nama Pemilik             : Online Course/ Blended Learning FK UGM
Nama Bank                : BNI
Alamat                      : Jalan Persatuan, Bulaksumur Yogyakarta 55281

Bukti transfer pembayaran tersebut di kirim melalui Whatsapp Messenger ke Nomor 082134116190 dengan diberi nama lengkap peserta.

Pendaftaran peserta dapat dilakukan online melalui google form Register Online

Penutup

Demikian Kerangka Acuan Kegiatan Pelatihan Dasar Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit (Hospital Disaster Plan). Kami mengharapkan apabila kerjasama ini terwujud, menjadi kerjasama yang saling menguntungkan. Bagi rumah sakit keuntungan yang didapat adalah tersusunnya draft dokumen HDP. Bagi Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (PKMK FK – KMK) UGM, sebagai lembaga riset dan konsultasi, terutama akan memberikan sumbangan pengembangan inovasi dalam dunia keilmuan di bidang kesehatan dan manajemen bencana di rumah sakit.

INFORMASI PENDAFTARAN

  • Konten : Happy R Pangaribuan/ 085325546433 

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Gedung IKM (sayap utara) Lt. 2
Fakultas Kedokteran UGM
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281

Telp/Fax      : 0274 – 549425
Website     : www.bencana-kesehatan.net  

 

Penyusunan Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana untuk Sektor Kesehatan di Daerah 2023

arsip finalisasi papua barat

Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Dinkes Kesehatan Provinsi Papua Barat

Bekerja sama dengan UNICEF dan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sejumlah daerah di Provinsi Papua, Papua Barat dan Maluku merupakan daerah rawan bencana alam. Begitu juga dengan pandemi COVID-19 menjadi pembelajaran bagi semua daerah untuk waspada terhadap bencana non alam. Tentunya bencana yang terjadi dapat berdampak pada krisis kesehatan. Oleh karena itu, peran Dinas Kesehatan sebagai leading sector di bidang kesehatan penting mempersiapkan kapasitas dalam menghadapi bencana dan harus menyiapkan dokumen rencana penanggulangan bencana. Amanat tersebut ditekankan melalui Permenkes Nomor 75 Tahun 2019 tentang Penanggulangan Krisis Kesehatan yang menyatakan Dinas Kesehatan berperan sebagai koordinator operasi Klaster Kesehatan.

Ketidakjelasan sistem komando kerap kali masih menjadi kendala utama pada saat pengaktifan. Hal ini akan membuat semakin sulit bagi dinas kesehatan yang belum memiliki dokumen perencanaan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. Kendala sistem komando mulai dari pembagian tugas yang kurang jelas, alur komunikasi yang belum optimal dan tidak ada rencana alternatif sangat menghambat kecepatan respon penanganan bencana. Dengan demikian, sudah saatnya Dinas Kesehatan memperkuat kapasitas penanganan bencana di daerah melalui satu perencanaan yang operasional, yang hidup dan mencakup semua rencana kebutuhan dan penanganan bencana alam dan non alam.

Berdasarkan hal tersebut, UNICEF bekerja sama dengan Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kementerian Kesehatan dan Pusat Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM menyelenggarakan peningkatan kapasitas untuk tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan dalam menyusun dan merevisi rencana penanggulangan bencana dan operasionalisasi klaster kesehatan.

Tujuan

Meningkatkan kapasitas menyusun rencana penangan bencana dan krisis kesehatan serta cara mengoperasionalisasikan klaster kesehatan.

Sasaran Program

Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku

Agenda Kegiatan

arsip finalisasi papua barat

arsip finalisasi pabar

arsip pelatihan bencana manokwari

pelatihan ddp maluku

pelatihan ddp papua

 

Table Top Exercise (TTX) Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit

Salah satu cara yang dilakukan menguji keoperasionalan dokumen melalui Table Top Exercises (TTX). Kegiatan table top exercise membutuhkan persiapan yang matang seperti pemahaman terhadap dokumen yang akan diuji coba, penyusunan skenario, dan penyusunan pemain. TTX ini dirancang untuk menguji kemampuan teoritis dan manajemen (berdasarkan dokumen) petugas rumah sakit untuk menanggapi situasi bencana yaitu bagaimana mereka memahami tugas dan fungsi mereka saat bencana. Kemudian meninjau dan mendiskusikan kembali tindakan apa saja yang perlu ditambahkan dalam dokumen

Tenaga Konsultan dan Asisten Konsultan

  • dr. Hendro Wartatmo, SpB.KBD
  • dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
  • Sutono, S.Kp, M.Sc, M.Kep
  • dr. Bella Donna, M.Kes
  • Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt
  • Madelina Ariani, SKM, MPH
  • Happy Pangaribuan, SKM, MPH

Waktu Pelaksanaan

Hari/Tanggal   : Rabu – Kamis / 27 – 28 Juli 2022
Tempat         : daring
Waktu           : 08.00 – 15.00 WIB (hari pertama)
                      09.00 – 12.00 WIB (hari kedua)

Hari Pertama
Waktu Materi/Kegiatan
08.00 – 08.10 WIB Pengantar dan Pembukaan
08.10 – 08.20 WIB Pemaparan skenario

08.20 – 12.00WIB

Pelaksanaan TTX :

Manajemen respon awal kejadian dan aktivasi tim bencana

12.00 – 13.00 WIB ISHOMA

13.00 – 14.00 WIB

14.40 – 14.45 WIB

Pelaksanaan TTX (lanjutan)

Manajemen penanganan korban, manajemen logistic dan relawan

14.45 – 15.00 WIB Rencana Tindak Lanjut dan Penutup
Hari Kedua
Waktu Materi/Kegiatan
09.00 – 11.00 WIB Evaluasi Kegiatan Simulasi (TTX) dan Revisi Dokumen
11.00 – 12.00 WIB Presentasi akhir dari hasil revisi dokumen

 

Biaya Kepesertaan

Biaya kepesertaan sebesar Rp. 3.000.000 per instansi RS (Anggota tim maksimal 10 orang/institusi untuk paket TTX online). Peserta akan mendapatkan sertifikat ber SKP PAKKI, IAKMI dan IDI.

Pembayaran peserta dapat dilakukan dengan melalui transfer ke rekening panitia:

                    

No Rekening               : 9888807171130003

Nama Pemilik              : Online Course/ Blended Learning FK UGM

Nama Bank                 : BNI

Alamat                        : Jalan Persatuan, Bulaksumur Yogyakarta 55281

 

Bukti transfer pembayaran tersebut di kirim melalui Whatsapp Messenger ke 082134116190 dengan diberi nama lengkap peserta. Pendaftaran peserta dapat dilakukan online melalui

DAFTAR PENDAMPINGAN

Pendampingan Online Hospital Disaster Plan

bimtek hdp bencana rev mei2

{tab title=”Kerangka Acuan” class=”green” }

Hospital disaster plan diamanatkan dalam UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, yang salah satu bunyinya: Rumah sakit mempunyai kewajiban memiliki sistem pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana. Namun, penyusunan hospital disaster plan (HDP) yang terkendala di rumah sakit akan menyebabkan sulitkan operasionalisasi manajemen penanganan bencana mulai dari pembagian tugas yang jelas, alur komunikasi dan rencana alternatif. Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK UGM menyelenggarakan Pelatihan dan Pendampingan HDP pada Mei hingga Juli 2022. Kegiatan ini intensif dilakukan secara online dengan biaya 5 juta Rupiah per instansi (5 orang/ instansi).

 bimtek hdp bencana rev mei2

 

TENAGA KONSULTAN DAN ASISTEN KONSULTAN

  1. dr. Hendro Wartatmo, SpB.KBD
  2. dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
  3. dr. Bella Donna, M.Kes
  4. Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt
  5. Madelina Ariani, SKM, MPH
  6. Happy Pangaribuan, SKM, MPH
  7. dr. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B
  8. dr. Yudha Mathan Sakti, SpOT

JADWAL DAN MATERI KEGIATAN

  • Pertemuan 1   : Rabu, 11 Mei 2022 pukul 09.00 – 12.00 WIB
  • Pertemuan 2   : Rabu, 8 Juni 2022 pukul 09.00 – 12.00 WIB
  • Pertemuan 3` : Rabu, 22 Juni 2022 pukul 09.00 – 12.00 WIB
  • Pertemuan 4   : Rabu, 29 Juni 2022 pukul 09.00 – 12.00 WIB
  • Pertemuan 5   : Rabu, 13 Juli 2022 pukul 09.00 – 12.00 WIB

 

BIAYA KEPESERTAAN

Biaya kepesertaan Pelatihan dan Pendampingan sebesar Rp.5.000.000 / instansi. Peserta pelatihan dikenai biaya sebagai tim (Anggota tim maksimal 5 orang/institusi)
Peserta akan mendapatkan sertifikat ber SKP PAKKI, IDI dan IAKMI

Pembayaran peserta dapat dilakukan dengan melalui transfer ke rekening panitia:

No Rekening    : 9888807171130003
Nama Pemilik    : Online Course/ Blended Learning FK UGM
Nama Bank      : BNI
Alamat            : Jalan Persatuan, Bulaksumur Yogyakarta 55281

Bukti transfer pembayaran tersebut di kirim melalui Whatsapp Messenger ke Nomor 082134116190 dengan diberi nama lengkap peserta.

Pendaftaran peserta dapat dilakukan online melalui google form

https://bit.ly/RegPendampinganHDP

{tab title=”Reportase” class=”green” }

{slider title=”Rabu, 11 Mei 2022″ class=”red”}

Reportase

Pelatihan dan Pendampingan Online
Penyusunan Rencana Penanganan Bencana di Rumah Sakit
(Hospital Disaster Plan)

Mei – Juli 2022 | Rabu, 11 Mei 2022

reportase pendampingan hdp1

Dok. PKMK FK – KMK UGM “Moderator, Narasumber dan Fasilitator Pelatihan HDP”

Pertemuan pertama pelatihan dan pendampingan penyusunan Hospital Disaster Plan dimoderatori oleh dr. Satrio Pamungkas. Rumah sakit yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 7 RS yaitu RSUD Bali Mandara, RS Keselamatan Kerja Jawa Barat, RSUD Kota Dumai, RSUD Jusuf Tarakan, RSUD Bridjen H Hasan Basri, RSKB Halmahera dan RSUD Zainal Abidin. Sesi pertama dr. Bella Donna, M.Kes memaparkan Komponen Disaster Plan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Sistem Komando dan Pengorganisasian. Komponen Hospital Disaster Plan mencakup profil singkat RS, sistem pengorganisasian saat bencana serta tupoksi, analisis risiko, SOP saat bencana, fasilitas saat bencana dan formular yang dibutuhkan. Seluruh komponen tersebut sesuai juga dengan penilaian akreditasi RS dalam kesiapan penanganan bencana. Dokumen HDP yang akan disusun diupayakan operasional, jelas sistem pengorganisasian dan komandonya, artinya melalui dokumen ini staf dapat memahami apa yang menjadi tugasnya Ketika terjadi bencana. Struktur pengorganisasian yang akan disusun bukannya satu organisasi baru namun disusunkan berdasarkan struktur sehari – hari di RS. Misalnya jika dalam sehari hari bertugas untuk bidang farmasi maka dalam struktur pengorganisasian saat bencana orang tersebut ditempatkan dalam bidang logistik. Perlu dipahami juga, struktur pengorganisasian ini diaktifkan saat bencana terjadi akan lebih mudah jika disusun dengan pendekatan Incident Command System.

Pada sesi diskusi RS Keselamatan Kerja (RSKK) Jawa Barat menanyakan bagaimana meningkatkan minat RS untuk memberikan perhatian prioritas kepada dokumen HDP. Risiko yang paling besar di RSKK adalah kebakaran. Rumah sakit dalam satu gedung. Tantangan RS Ketika melakukan simulasi adalah informasi terkait Penanggulangan Bencana masih terbatas, HDP ini belum menjadi prioritas bencana. Sehingga Ketika dilakukan simulasi banyak yang tidak ikut. Dr. Bella Donna merespon memang selama ini tugas K3 hanya berfokus pada keselamatan dan kecelakaan, sementara dalam HDP ini sudah masuk didalamnya fungsi dan peran K3. Pemahaman ini yang harus rutin disosialisasikan, bahwa peran K3 masuk dalam dokumen HDP. Sosialisasi harus melibatkan kepemimpinan, peran kepemimpinan ini yang membuat tim aktif.

reportase pendampingan hdp2

Dok PKMK FK – KMK UGM “Review Dokumen HDP RS H.Hasan Basri”

Pada sesi review, dr. Satrio bersama dengan Happy Pangaribuan, MPH menampilkan ceklist komponen HDP yang sudah ada dalam dokumen HDP peserta. Beberapa komponen tersebut sudah ada dalam dokumen, namun beberapa yang perlu dilengkapi detail tupoksi, fasilitas saat bencana dan analisis Risiko. Selanjutnya peserta dibagi ke dalam 3 room zoom untuk mengerjakan penugasan struktur pengorganisasian dan tupoksi. Masing – masing room didampingi oleh fasilitator, sehingga diskusi dapat dilakukan secara langsung. Beberapa RS menggunakan pendekatan Major Incident Medical Management Support (MIMMS) dalam struktur pengorganisasian dan ada juga RS yang sudah menggunakan pendekatan ICS.

Rencana Tindak Lanjut sekitar 3 minggu RS akan melanjutkan penyusunan struktur pengorganisasian dan tupoksi secara mandiri dan didampingi oleh fasilitator. Akan dibuat WAG khusus pendampingan penyusunan dokumen. Pertemuan kedua akan dilaksanakan pada Rabu, 8 Juni 2022 untuk membahas analisis risiko (HIS, HVA).

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, PKMK FK – KMK UGM

{slider title=”Rabu, 8 Juni 2022″ class=”green”}

hdp peserta

Dok. PKMK FK – KMK UGM
“Peserta Pelatihan”

Pertemuan kedua dimoderatori oleh dr. Satrio Pamungkas, dimana pada perteman ini terdapat sesi pemaparan penugasan sistem komando, pengorganisasian dari masing – masing RS dan sesi materi analisis risiko melalui (HVA dan HSI). Ketujuh RS memaparkan penugasan sistem pengorganisasian berdasarkan diskusi tim, sesi pemaparan dipandu oleh Happy R Pangaribuan, MPH. RS ada yang menyusun pengorganisasian menggunakan pendekatan ICS dan pendekatan MIMMS. Fasilitator dr. Bella Donna, M.Kes dan Gde Yulian Yogadhita memberikan masukan terhadap sistem pengorganisasian RS. Penyusunan dalam pengorganisasian tidak masalah apakah menggunakan pendekatan MIMMS dan ICS, yang penting itu bagaimana bisa dilakukan supaya operasional. Terlihat RSUD Kota Dumai dalam menyusun sudah menyesuaikan dengan fungsi struktur organisasi sehari – hari. Fungsi sehari – hari dalam situasi normal harus sama dengan situasi kedaruratan. Jika sehari – hari berperan mengelola logistik maka dalam situasi darurat tetap logistk. Hal menarik lainnya ada RS yang sudah menyiapkan khusus mendampingi tamu kenegaraan, ini masukan yang bagus, karena memang hal semacam ini sering terjadi. Terdapat stakeholder engagement, dalam struktur bisa dimasukkan staf ahli untuk mendampingi tamu kenegaraan. Hal yang menjadi masukan untuk semua RS adalah menuliskan pelimpahan wewenang dalam tupoksi.

hdp diskusi

Dok. PKMK FK – KMK UGM
“Diskusi Hasil Penugasan (kiri) dan Pemaparan Materi Analisis Risiko (kanan)

Sesi selanjutnya Madelina Ariani menyampaikan materi Analisis Risiko dengan memperlihatkan contoh menggunakan tool Hazard Vulnerability Analysis (HVA) dan tool Hospital Safety Index (HSI). Secara umum terdapat 3 langkah melakukan analisis risiko yaitu (1) Menentukan kemungkinan potensi ancaman bencana; (2) Menilai dampak bencana dan (3) Menganalisis risiko. RS melakukan self assessment kesiapan menghadapi bencana dengan menggunakan tools HIS dari WHO agar RS mengetahui kekurangan yang harus dipenuhi untuk menghadapi bencana. Setelah risiko bencana, maka dapat dilakukan prioritas dalam penanganan bencana. Prioritas utama adalah bencana dengan risiko tinggi terhadap terjadinya risiko krisis kesehatan. Selanjutnya peserta dibagi ke dalam 3 breakout room untuk penugasan pengerjaan analisis risiko yang didampingi oleh fasilitator.

Rencana tindak lanjut sekitar 2 minggu RS akan mengerjakan revisi struktur pengorganisasian dan tupoksi, dilanjutkan mengerjakan analis risiko. Proses penugasanan tersebut dilakukan secara mandiri dan didampingi oleh fasilitator, peserta diperbolehkan berdiskusi kapanpun melalui WAG. Pertemuan ketiga akan dilaksanakan pada Rabu, 22 Juni 2022 untuk membahas Logistik Medik dan Manajemen Relawan.

 

Reporter : Happy R Pangaribuan

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, PKMK FK – KMK UGM

{slider title=”Rabu, 22 Juni 2022″ class=”red” } 

Pendampingan Hospital Disaster Plan

22 Juni 2022

hdp3 6 22

Pada Rabu (22/6/2022) diadakan pertemuan lanjutan pendampingan Hospital Disaster Plan (HDP) secara daring yang dimoderatori oleh Happy R. Pangaribuan, MPH. Sesi ini dihadiri 6 rumah sakit dari total 7 rumah sakit dikarenakan 1 RS ijin berhalangan hadir. Materi pertama disampaikan oleh Madelina Ariani, MPH tentang penugasan analisis risiko. Madelina menyampaikan analisis risiko rumah sakit dapat dihitung, salah satunya, dengan metode Hospital Safety Index (HSI) yang selanjutnya HSI membantu rumah sakit untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Penilaian HSI dilakukan secara mandiri, untuk itu petugas rumah sakit perlu belajar modul HSI guide for evaluators. Selanjutnya Madelina memandu para peserta untuk mengisi pertanyaan – pertanyaan yang ada di dalam form HSI.

hdp gde

Materi selanjutnya dipaparkan oleh Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid, dengan topik Implementasi Logistik dalam Dokumen Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit. Gde mengawali presentasinya dengan berpesan bahwa persiapan logistik sangat penting karena merupakan salah satu unsur pokok manajemen bencana. Persiapan logistik yang baik dapat menentukan berhasil atau gagalnya manajemen bencana. Secara konsep, manajemen logistik merupakan proses perencanaan, mengelola, dan mengontrol aliran bantuan untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak. Proses manajemen logistik ini sudah dimulai saat fase mitigasi dan persiapan bencana yang nantinya ketika terjadi bencana (memasuki fase respon), proses ini dapat berkesinambungan. Pada fase pra bencana, kita dapat memperkirakan kebutuhan yang nantinya akan melonjak pada saat memasuki fase respon. Gde mencontohkan terdapat metode kalkulasi dari WHO untuk menghitung kebutuhan suplai esensial penanganan pandemi COVID-19. Manajemen logistik tergabung dalam struktur organisasi Incident Commander System (ICS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya ICS, respon penanganan bencana terbukti lebih efektif. Gde melanjutkan materinya dengan penjelasan Berita Acara Serah Terima (BAST), peta risiko, peta respon, dan manajemen relawan.

Sesi berikutnya praktik BAST, praktik denah fasilitas RS untuk bencana, dan praktik manajemen relawan oleh para peserta. Fasilitator memberikan catatan bahwa tugas pokok organisasi yang dibuat para peserta masih secara umum, perlu dirancang lebih detil. dr. Bella Donna, M.Kes mengingatkan bahwa tugas tim logistik cukup berat, karena tim tersebut harus menyediakan kebutuhan operasional, melakukan pengecekan dan pendistribusian bantuan. Bella menyarankan tim logistik lebih baik dipisahkan dari tim keuangan dan perencanaan karena berdasarkan pengalaman di lapangan, tim logistik dapat bergerak lebih leluasa ketika terpisah dari tim yang lain sehingga sangat memudahkan saat kondisi darurat, selain itu perlu adanya pendamping warga lokal yang bisa menghubungkan antara korban bencana dan penolong, serta perlu adanya manajemen relawan dan bantuan. Acara ditutup dengan pengarahan untuk pertemuan berikutnya.

Reportase oleh dr. Satrio Pamungkas

Divisi Manajemen Bencana FK – KMK UGM

{slider title=”Rabu, 29 Juni 2022″ class=”green”} 

Pendampingan Hospital Disaster Plan

29 Juni 2022

pembicara

Pada Rabu (29/6/2022), diadakan pertemuan lanjutan pendampingan Hospital Disaster Plan (HDP) secara daring yang dimoderatori oleh Happy R. Pangaribuan, MPH. Sesi kali ini membahas tentang perencanaan surge capacity dan standard operating procedure (SOP) dalam HDP yang dihadiri oleh total 7 peserta rumah sakit. Materi diawali dengan laporan secara singkat perkembangan penugasan struktur pengorganisasian, HVA dan HSI oleh masing – masing rumah sakit. Selanjutnya topik perencanaan surge capacity disampaikan oleh dr. Bella Donna, M.Kes.

Bella menyampaikan bahwa surge capacity adalah kemampuan sistem pelayanan kesehatan menambah kapasitas untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat secara cepat. Surge capacity terdiri atas 4 komponen: Struktur (fasilitas), staf (SDM), logistik, dan sistem (kebijakan). Bella menyebutkan jenis struktur atau fasilitas yang bisa dimanfaatkan antara lain rumah sakit yang sudah tidak berfungsi seperti rumah sakit di pulau Galang, Batam, dalam penanganan pandemi COVID-19, memanfaatkan fasilitas yang dapat diubah menjadi rumah sakit, contohnya wisma atlit dan wisma haji yang diubah menjadi rumah isolasi/karantina, dan membuat fasilitas bergerak dan portabel seperti rumah sakit container dan rumah sakit lapangan tenda.

Staf atau sumber daya manusia yang perlu diperhatikan dalam pemenuhan surge capacity adalah jumlah personel yang dibutuhkan, jenis tenaga kesehatan, kemampuan atau kompetensi yang diperlukan, perlindungan/asuransi dan gaji/honor bagi staf baru. Dalam hal logistik, hal vital seperti alat dan ruang medis, alat pelindung diri, obat – obatan sangat dibutuhkan, selain itu perlu diperhatikan juga pengelolaan sampah dan pengolahan limbah. Komponen terakhir adalah sistem atau kebijakan yang mana terintegrasi dari organisasi incident commander system, didukung oleh pedoman, prosedur, sistem komunikasi, data dan informasi, serta pendanaan lalu berhubungan dengan pimpinan wilayah seperti pemerintah daerah, dinas kesehatan setempat yang diperkuat dengan nota kesepahaman.

Materi kedua oleh Madelina Ariani, MPH dengan judul standard operating procedure (SOP) dalam HDP. Madelina menyebutkan terdapat 16 SOP berdasarkan HSI yang harus dimiliki oleh rumah sakit dalam dokumen HDP. Dari 7 peserta rumah sakit ini, kebanyakan peserta baru memiliki beberapa SOP saja. SOP dalam HDP dibutuhkan untuk memenuhi standar yang diperlukan dalam penanggulangan bencana dan krisis kesehatan yang tidak terdapat pada aktivitas sehari – hari. Para peserta diajak untuk mengidentifikasi kegiatan apa yang ada di situasi bencana namun tidak ada dalam kegiatan keseharian melalui beberapa pertanyaan seperti bagaimana mengaktifkan tim bencana dan bagaimana mengirimkan/menugaskan tim ke daerah bencana. Prinsip penyusunan SOP adalah mudah, jelas, efisien, efektif, selaras, terukur, dinamis, dan terbaru. Tahapan menyusun SOP dalam HDP adalah persiapan, identifikasi kebutuhan SOP, penulisan & pelaksanaan, dan monitoring evaluasi.

foto bersama zoom hdp

Agenda pertemuan hari ini ditutup dengan tanya jawab oleh para peserta dengan narasumber. Para peserta antusias dalam sesi kali ini, mereka bertanya terkait kondisi yang ada di rumah sakit masing – masing. Acara ditutup dengan pemberian tugas untuk seluruh rumah sakit yang hadir yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya.

Reporter: dr. Satrio Pamungkas

Divisi Manajemen Bencana PKMK FK-KMK UGM

{slider title=”Jumat, 15 Juli 2022″ class=”green” open=”true”}

hdp 15 juli

Pada Jumat (15/7/2022), diadakan pertemuan kelima pelatihan Hospital Disaster Plan (HDP) secara daring. Pertemuan kali ini diikuti oleh 5 rumah sakit dan dimoderatori oleh Happy R. Pangaribuan, MPH. Sesi pertama yaitu pemaparan rangkuman dokumen HDP yang telah disusun oleh seluruh peserta. Presentasi RSUD Kesehatan Kerja (RSKK) Provinsi Jawa Barat disampaikan oleh Nurbaeti. Nurbaeti menyampaikan dokumen HDP RSKK terdapat tambahan HVA & HSI dan beberapa SOP. Nurbaeti mengatakan masih terdapat kekurangan pada bagian manajemen bencana dikarenakan penyusunan dokumen ini belum selesai dan belum disosialisasikan. Pihaknya sudah membuat beberapa SOP seperti aktivasi sistem komando, penanganan darurat saat memberikan bantuan di luar RS, persiapan kedatangan dan rencana penanggulangan darurat bencana, dan pengakhiran penanganan bencana eksternal. Selanjutnya, penjelasan HDP Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Halmahera Siaga oleh Wiwi. Penjelasan isi HDP oleh Wiwi disampaikan dari bab awal hingga akhir. Namun, terdapat SOP belum dibuat dikarenakan memerlukan proses lebih lanjut. Pemaparan terakhir dari RSUD Bali Mandara diwakili oleh Jaya yang menjelaskan dokumen HDP dari awal hingga akhir, namun masih terdapat kekurangan pada bagian SOP. Setelah para peserta menjelaskan dokumen mereka, acara dilanjutkan dengan pemberian masukan oleh para fasilitator yaitu Madelina Ariani, MPH, dr. Bella Donna, M.Kes, dan Apt. Gde Yulian Yogadhita, M. Epid.

Para fasilitator menyampaikan bahwa mereka mengapresiasi usaha para peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian sesi pelatihan dan sudah membuat dokumen HDP hingga dapat dipresentasikan di akhir sesi. Lalu, Madelina memberikan masukan berupa perlu adanya tugas pokok organisasi terkait alur pelaporan, memperbaiki penghitungan HSI dan HVA, dan memasukkan layanan yang ada di rumah sakit dan sarana dan prasarana yang ada di rumah sakit ke dalam dokumen HDP. Bella mengingatkan bahwa HDP merupakan dokumen yang hidup yang berarti akan ada revisi terus menerus sesuai kebutuhan kondisi. Harapannya masing – masing peserta membuat rencana tindak lanjut untuk me – review dokumen. Bella menambahkan perlunya SOP jika terjadi dua bencana yang terjadi bersamaan atau dalam satu waktu misalnya pada masa pandemi COVID-19 terjadi kasus keracunan makanan. Gde membagikan petunjuk teknis sebagai bahan acuan untuk para peserta membuat SOP. Gde juga menyampaikan perlu adanya pelimpahan SOP dan skenario.

Reportase oleh dr. Satrio Pamungkas – Divisi Manajemen Bencana Kesehatan, PKMK UGM

{/sliders}

 

{/tabs}

Pelatihan dan Pendampingan Online Penyusunan Rencana Penanganan Bencana di Rumah Sakit

Kerangka Acuan Kegiatan

Pelatihan dan Pendampingan Online

Penyusunan Rencana Penanganan Bencana di Rumah Sakit

(Hospital Disaster Plan)

Mei – Juli 2022

 

Latar Belakang

Bencana yang terjadi akan mengakibatkan korban massal di rumah sakit. Rumah sakit yang menjadi rujukan harus siap menangani peristiwa korban massal. Rumah sakit memegang peranan utama dalam kesiapan penanggulangan bencana dan dalam menangani korban bencana. Dua hal pokok yang harus dapat dilakukan oleh rumah sakit dalam kesiapsiagaan bencana adalah dukungan kemampuan teknis medis (Medical Support) dan dukungan kemampuan manajerial (Management Support).

Amanat menyusun rencana penanganan bencana di rumah sakit tercantum dalam UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, pasal 29 yang salah satu poinnya menyatakan “Rumah sakit mempunyai kewajiban memiliki sistem pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana”. Selanjutnya pada pembahasan akreditasi rumah sakit 2012, salah satu elemen penilaian Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) 6 adalah rumah sakit telah mengidentifikasi bencana internal dan eksternal yang besar, seperti keadaaan darurat di masyarakat, wabah, dan bencana alam atau bencana lainnya serta kejadian wabah yang bisa menyebabkan terjadinya risiko yang signifikan. Selain itu pada penilaian akreditasi RS menggunakan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi 1 Tahun 2018 dan SNARS Edisi 1.1 tahun 2019, disebutkan juga bagaimana RS harus mampu melakukan Self Assesment terkait kesiapan menghadapi bencana.

Rumah sakit yang belum memiliki Hospital Disaster Plan (HDP) akan mengalami kesulitan untuk mengoperasionalkan manajemen penanganan bencana mulai dari pembagian tugas yang jelas, alur komunikasi dan rencana alternatif. Demikian juga akan terjadi bagi rumah sakit yang sudah memiliki HDP namun belum operasional. Rumah sakit harus memahami bahwa HDP sebagai bentuk kesiapan rumah sakit untuk menghadapi bencana alam dan non alam. Seperti situasi sekarang dunia telah digemparkan dengan terjadinya bencana non alam pandemi COVID-19. Masalah yang dihadapi rumah sakit akan semakin kompleks karena rumah sakit harus memikirkan bagaimana memutuskan mata rantai penularan di rumah sakit dan bagaimana untuk menghadapi lonjakan pasien. Pada dasarnya konsep penanganan pandemi ini sama dengan penanganan bencana, perbedaannya terletak pada sifat agen kausatif virus.

Dengan demikian, sudah saatnya rumah sakit memahami bahwa HDP ini sangat penting dipersiapkan sejak sekarang, HDP yang operasional dan yang mencakup semua rencana kebutuhan dan penanganan bencana alam dan non alam. HDP yang disusun dalam bentuk dokumen berisi potensi bencana yang dihadapi rumah sakit, aktivasi sistem komando, prosedur pengananan bencana, fasilitas saat bencana dan alur komunikasi. HDP ini merupakan dokumen yang bersifat hidup (update) dan menjadi satu sistem untuk memenuhi kebutuhan menuju Safe Hospital yang dapat digunakan dalam keadaan krisis kesehatan sehari – hari di rumah sakit.

Tujuan

  1. Peserta memahami penyusunan rencana penanggulangan bencana di rumah sakit (HDP) harus menyesuaikan dengan karakteristik di tiap rumah sakit.
  2. Peserta mampu memahami dan menyusun HDP berdasarkan template yang ada.
  3. Peserta mampu membuat Plan of Action tentang penanganan bencana.

Metode Kegiatan

Pelatihan ini akan dilaksanakan full melalui online, dimana dalam setiap pertemuan peserta akan mendapatkan materi penyusunan HDP dan pendampingan penyusunan draft dokumen HDP. Setiap pertemuan akan diselingi penugasan mandiri untuk menyelesaikan komponen dokumen HDP. Selama penugasan mandiri, peserta diperbolehkan diskusi dan konsultasi dengan narasumber dan fasilitator. Proses penyusunan sekitar 3 bulan, pada pertemuan akhir masing – masing RS akan mempresentasekan draft dokumen HDP yang sudah disusun.

Hal yang Perlu dipersiapkan oleh Peserta:

Pengetahuan mengenai rumah sakitnya, seperti profil rumah sakit, organisasi RS, peta (Map) rumah sakit, termasuk peta wilayah kerja. Draft dokumen HDP/rencana penanggulanggan bencana di RS (*jika ada).

 

Output Kegiatan

Setelah melalui proses bimbingan teknis ini maka peserta mampu menyusun dokumen HDP rumah sakit masing – masing.

Tenaga Konsultan dan Asisten Konsultan

  1. dr. Hendro Wartatmo, SpB.KBD
  2. dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
  3. dr. Bella Donna, M.Kes
  4. Gde Yulian Yogadhita M.Epid, Apt
  5. Madelina Ariani, SKM, MPH
  6. Happy Pangaribuan, SKM, MPH
  7. dr. Wahyu Kartiko Tomo, Sp.B
  8. dr. Yudha Mathan Sakti, SpOT

 

Jadwal dan Materi Kegiatan

Hari/Tanggal

  • Pertemuan 1 : Rabu, 11 Mei 2022 pukul 09.00 – 12.00 WIB
  • Pertemuan 2 : Rabu, 25 Mei 2022 pukul 09.00 – 12.00 WIB
  • Pertemuan 3` : Rabu, 8 Juni 2022 pukul 09.00 – 12.00 WIB
  • Pertemuan 4 : Rabu, 29 Juni 2022 pukul 09.00 – 12.00 WIB
  • Pertemuan 5 : Rabu, 13 Juli 2022 pukul 09.00 – 12.00 WIB

 

Link Zoom :

Waktu Materi/Kegiatan

Pertemuan – 1

Rabu, 4 Mei 2022

  • Pendalaman Materi Komponen Hospital Disaster Plan
  • Pendalaman Materi Sistem Komando dan Pengorganisasian
  • Pembagian room zoom untuk pendampingan penugasan Sistem Komando dan Pengorganisasian
  • Pendampingan dan penugasan mandiri melengkapi komponen HDP : Pendahuluan, Profil RS, Sistem Komando dan Pengorganisasian

*pendampingan dilakukan melalui WAG grup dan diskusi sewaktu-waktu bisa melalui zoom

Pertemuan – 2

Rabu, 25 Mei 2022

  • Pendalaman Materi Analisis Risiko, HSI
  • Pendalaman Materi Manajemen Pengendalian Penyakit Infeksi di masa Darurat
  • Pembagian room zoom untuk pendampingan penugasan Analisis Risiko, HSI
  • Pendampingan dan penugasan mandiri melengkapi komponen HDP : Analisis Risiko dan mekanisme PPI

(*pendampingan dilakukan melalui WAG grup dan diskusi sewaktu-waktu bisa melalui zoom)

Pertemuan – 3

Rabu, 8 Juni 2022

  • Pendalaman Materi Logistik Medik dan Manajemen Relawan
  • Pendalaman Materi Data dan Informasi saat Bencana (Pengembangan Form)
  • Pembagian room zoom untuk pendampingan penugasan manajemen logistic medik dan relawan
  • Pendampingan dan penugasan mandiri melengkapi komponen HDP : mekanisme logistik medik dan manajemen relawan, mekanisme sistem pelaporan data dan informasi

Pertemuan – 4

Rabu, 29 Juni 2022

  • Pendalaman Materi Fasilitas dan SOP saat Bencana
  • Pembagian room zoom untuk pendampingan penugasan fasilitas dan SOP saat Bencana
  • Pendalaman Materi Pengembangan Skenario dan Penyusunan Peta Respon
  • Pendampingan melengkapi komponen HDP : Fasilitas saat Bencana, SOP dan Peta Respon

Pertemuan – 5

Rabu, 13 Juli 2022

  • Presentasi dokumen HDP
  • Review dan diskusi dengan narasumber
  • Revisi akhir

BIAYA KEPESERTAAN

Biaya kepesertaan Pelatihan dan Pendampingan sebesar Rp.5.000.000 / instansi. Peserta pelatihan dikenai biaya sebagai tim (Anggota tim maksimal 5 orang/institusi)

Peserta akan mendapatkan sertifikat ber SKP PAKKI, IDI dan IAKMI

 

Pembayaran peserta dapat dilakukan dengan melalui transfer ke rekening panitia:

No Rekening : 9888807171130003
Nama Pemilik : Online Course/ Blended Learning FK UGM
Nama Bank : BNI
Alamat : Jalan Persatuan, Bulaksumur Yogyakarta 55281

Bukti transfer pembayaran tersebut di kirim melalui Whatsapp Messenger ke Nomor 082134116190 dengan diberi nama lengkap peserta.
Pendaftaran peserta dapat dilakukan online melalui google form https://bit.ly/RegPendampinganHDP

 

Penutup

Demikian Kerangka Acuan Kegiatan Bimtek Rencana Penyusunan Penanggulangan Bencana di Rumah Sakit (Hospital Disaster Plan). Kami mengharapkan apabila kerjasama ini terwujud, menjadi kerjasama yang saling menguntungkan. Bagi rumah sakit keuntungan yang didapat adalah tersusunnya draft dokumen HDP. Bagi Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (PKMK FK – KMK) UGM, sebagai lembaga riset dan konsultasi, terutama akan memberikan sumbangan pengembangan inovasi dalam dunia keilmuan di bidang kesehatan dan manajemen bencana di rumah sakit.

 

INFORMASI PENDAFTARAN

  • Pendaftaran : Maria Lelyana/ 0821 3411 6190/ [email protected]
  • Konten : Happy R Pangaribuan/ 085325546433 /

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Gedung IKM (sayap utara) Lt. 2
Fakultas Kedokteran UGM
Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281
Telp/Fax : 0274 – 549425

Website :www.bencana-kesehatan.net

Sosialisasi Internal DokumenHospital Disaster Plan(HDP) RSUD Kabelota Donggala

logo caritas

logo caritas

Kerangka Acuan Kegiatan

Sosialisasi Internal Dokumen Hospital Disaster Plan(HDP) RSUD Kabelota Donggala

Jum’at, 22 dan 29 Oktober 2021
13.00 – 14.30 WITA

Pengantar

PKMK FK – KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Pengembangan dokumen perencanaan penanggulangan bencana di tingkat Rumah Sakit (HospitalDisaster Plan)sering disusun hanya sekedar pemenugan akreditasi rumah sakit. Pada Maret 2021 lalu, RSUD Kabelota Donggala sudah menyusun dokumenhospital disaster plandan berproses selama 6 bulan untuk penyelesaian dokumen. Penyusunan dokumenhospital disaster planini didampingi oleh fasilitator lokal Sulawesi Tengah dan Tim dari PKMK FK – KMK UGM. Melalui dokumen ini, rumah sakit harus memahami bahwa dokumen HDP sebagai salah satu bentuk kesiapan rumah sakit untuk menghadapi bencana alam dan bencana non alam. Artinya dokumen yang disusun harus seoperasional mungkin sehingga saat bencana terjadi tidak mengganggu layanan rutin sehari – hari.

Selama proses penyelesaian dokumenhospital disaster plan, terdapatwhatsapp group /WAG sebagai wadah untuk diskusi jika sewaktu-waktu tim penyusun kecil mengalami kendala. Isi dari dokumen ini masih diketahui oleh segelintir orang yang terlibat dalam penyusunan sementara dalam pengaplikasian dokumen seluruh staf di rumah sakit terlibat. Internal rumah sakit penting mengetahui kapan dokumen ini akan diaktifkan, apa yang menjadi peran masing – masing bidang, bagaimana alur komando dan komunikasi serta SOP yang digunakan saat bencana. Melalui kegiatan ini tim penyusun kecil dokumen HDP akan mensosialisasikan dokumen yang sudah disusun kepada staf internal rumah sakit.

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk sosialisasi dokumenhospital disaster plankepada internal Rumah Sakit Kabelota Donggala.

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan melalui virtual menggunakan aplikasi zoom. Sosialisasi dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan. Pertemuan pertama tim penyusun kecil akan mempresentasikan dokumen kemudian staf internal melengkapi atau memberikan masukan jika ada kekurangan dalam dokumen. Selanjutnya jeda 5 hari tim penyusun akan merevisi kembali dan pada pertemuan kedua disosialisasikan kembali.

Hal yang PerluDipersiapkan oleh Peserta

  • Peserta menyiapkan dokumen yang digunakan saat penanggulangan bencana baik itu SOP, formulir dan alur
  • Tim penyusun kecil HDP menyiapkan dokumenhospitaldisaster planyang sudah disusun dan siap dipresentasikan

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan ini adalah staf internal Rumah Sakit Kabelota Donggala khususnya SDM kesehatan yang terlibat dalam struktur organisasi saat bencana.

Output Kegiatan

Staf internal Rumah Sakit mengetahui dan memahami isi dari dokumen HDP.

Jadwal dan Materi Kegiatan

Link Zoom setiap pertemuan

Meeting ID: 846 9529 6276

Passcode: 067260

Pertemuan 1

Waktu : Jumat, 22 Oktober 2021

Pukul : 13.00 – 14.30 WITA

Pertemuan 2

Waktu : Jumat, 29 Oktober 2021

Pukul : 13.00 – 14.30 WITA

 

Waktu Kegiatan/Materi Fasilitator
Pertemuan 1 : Jumat, 22 Oktober 2021
13.00 – 13.10 Pengantar dan Pembukaan

PKMK FK – KMK UGM

Direktur RSUD Kabelota Donggala

13.10 – 13.40 Presentasi dokumen HDP RSUD Kabelota Tim Penyusun Dokumen HDP RSUD Kabelota Donggala
13.40 – 14. 20 Diskusi Peserta dan Fasilitator
14.20 – 14.30 Rencana Tindak Lanjut
Pertemuan 2 : Jumat, 29 Oktober 2021
13.00 – 13.05 Pengantar PKMK FK – KMK UGM
13.05 – 13.45 Presentasi dokumen HDP RSUD Kabelota Tim Penyusun Dokumen HDP RSUD Kabelota Donggala
13.45 – 14.00 Diskusi
14.00 – 14.20 Rencana Table Top Exercise (TTX) atau simulasi dokumen HDP RSUD Kabelota PKMK FK – KMK UGM
14.20 – 14.00 Penutupan dan Rencana Tindak Lanjut

Sosialisasi Internal Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas Sangurara

logo caritas

logo caritas

Sosialisasi Internal Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas Sangurara

(Puskesmas Disaster Plan)

Jum’at, 22 dan 29 Oktober 2021
10.00 – 11.30 WITA

 

Pengantar

Disaster Plan)masih sangat jarang dilakukan. Pada Maret 2021, lalu Puskesmas Sangurara sudah menyusun dokumen puskesmas disaster plan dan berproses selama 6 bulan untuk penyelesaian dokumen. Penyusunan dokumen puskesmasdisaster planini didampingi oleh fasilitator lokal Sulawesi Tengah dan Tim dari PKMK FK – KMK UGM. Melalui dokumen ini puskesmas harus memahami bahwa dokumen PuskesmasDisaster Plansebagai salah satu bentuk kesiapan puskesmas untuk menghadapi bencana alam dan bencana non alam. Artinya dokumen yang disusun harus seoperasional mungkin sehingga saat bencana terjadi tidak mengganggu layanan rutin sehari – hari.

disaster plan, terdapatwhatsapp group /WAG sebagai wadah untuk diskusi jika sewaktu – waktu tim penyusun kecil mengalami kendala. Isi dari dokumen ini masih diketahui oleh segelintir orang yang terlibat dalam penyusunan sementara dalam pengaplikasian dokumen seluruh staf di puskesmas terlibat. Internal puskesmas penting mengetahui kapan dokumen ini akan diaktifkan, apa yang menjadi peran masing – masing bidang, bagaimana alur komando dan komunikasi serta SOP yang digunakan saat bencana. Melalui kegiatan ini tim penyusun kecil dokumen puskesmas disaster plan akan mensosialisasikan dokumen yang sudah disusun kepada staf internal puskesmas.

Tujuan

  • disaster plankepada internal Puskesmas Sangurara

Proses Kegiatan

Hal yang PerluDipersiapkan olehPeserta

  • Peserta menyiapkan dokumen yang digunakan saat penanggulangan bencana baik itu SOP, formulir dan alur
  • Tim Penyusun Kecil Puskesmas Disaster Plan menyiapkan dokumen puskesmas disaster plan yang sudah disusun dan siap dipresentasikan

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan ini adalah staf internal Puskesmas Sangurara khususnya SDM kesehatan yang terlibat dalam struktur organisasi saat bencana.

Output Kegiatan

Staf internal Puskesmas mengetahui dan memahami isi dari dokumen puskesmas disaster plan.

Jadwal dan Materi Kegiatan

Link Zoom setiap pertemuan
*menyusul

Pertemuan 1

Waktu : Jumat, 22 Oktober 2021
Pukul : 10.00 – 11.30 WITA

Pertemuan 2

Waktu : Jumat, 29 Oktober 2021
Pukul : 10.00 – 11.30 WITA

 

Waktu Kegiatan/Materi Fasilitator
Pertemuan 1 : Jumat, 22 Oktober 2021
10.00 – 10.10 Pengantar dan Pembukaan

PKMK FK – KMK UGM

Kepala Puskesmas Sangurara

10.10 – 10.40 Presentasi dokumen Puskesmas Disaster Plan Tim Penyusun Dokumen Puskesmas Disaster Plan Sangurara
10.40 – 11. 20 Diskusi Peserta dan Fasilitator
11.20 – 11.30 Rencana Tindak Lanjut
Pertemuan 2 : Jumat, 29 Oktober 2021
10.00 – 10.05 Pengantar PKMK FK – KMK UGM
10.05 – 10.45 Presentasi dokumen Puskesmas Disaster Plan Tim Penyusun Dokumen Puskesmas Disaster Plan Sangurara
10.45 – 11.00 Diskusi
11.00 – 11.20 Rencana Table Top Exercise (TTX) atau simulasi dokumen Puskesmas Disaster Plan PKMK FK – KMK UGM
11.20 – 11.30 Penutupan dan Rencana Tindak Lanjut

Sosialisasi Internal Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas Tompe

logo caritas

logo caritas

Kerangka Acuan Kegiatan

 Sosialisasi Internal Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Puskesmas Tompe

(Puskesmas Disaster Plan)

Jum’at, 22 dan 29 Oktober 2021
10.00 – 11.30 WITA

Pengantar

PKMK FK – KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany akan melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Pengembangan dokumen perencanaan penanggulangan bencana di tingkat puskesmas (Puskesmas Disaster Plan) masih sangat jarang dilakukan. Pada Maret 2021 lalu, Puskesmas Tompe sudah menyusun dokumen puskesmas disaster plan dan berproses selama 6 bulan untuk penyelesaian dokumen. Penyusunan dokumen puskesmas disaster plan ini didampingi oleh fasilitator lokal Sulawesi Tengah dan Tim dari PKMK FK – KMK UGM. Melalui dokumen ini puskesmas harus memahami bahwa dokumen Puskesmas Disaster Plan sebagai salah satu bentuk kesiapan puskesmas untuk menghadapi bencana alam dan bencana non alam. Artinya dokumen yang disusun harus seoperasional mungkin sehingga saat bencana terjadi tidak mengganggu layanan rutin sehari – hari.

Selama proses penyelesaian dokumen puskesmas disaster plan, terdapat whatsapp group / WAG sebagai wadah untuk diskusi jika sewaktu – waktu tim penyusun kecil mengalami kendala. Isi dari dokumen ini masih diketahui oleh segelintir orang yang terlibat dalam penyusunan sementara dalam pengaplikasian dokumen seluruh staf di puskesmas terlibat. Internal puskesmas penting mengetahui kapan dokumen ini akan diaktifkan, apa yang menjadi peran masing – masing bidang, bagaimana alur komando dan komunikasi serta SOP yang digunakan saat bencana. Melalui kegiatan ini tim penyusun kecil dokumen puskesmas disaster plan akan mensosialisasikan dokumen yang sudah disusun kepada staf internal puskesmas.

 

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk sosialisasi dokumen puskesmas disaster plan kepada internal Puskesmas Tompe

 

Proses Kegiatan

Kegiatan ini dilakukan melalui virtual menggunakan aplikasi zoom. Sosialisasi dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan. Pertemuan pertama tim penyusun kecil akan mempresentasikan dokumen kemudian staf internal melengkapi atau memberikan masukan jika ada kekurangan dalam dokumen. Selanjutnya jeda 5 hari tim penyusun akan merevisi kembali dan pada pertemuan kedua disosialisasikan kembali.

 

Hal yang Perlu Dipersiapkan oleh Peserta

  • Peserta menyiapkan dokumen yang digunakan saat penanggulangan bencana baik itu SOP, formulir dan alur
  • Tim Penyusun Kecil Puskesmas Disaster Plan menyiapkan dokumen puskesmas disaster plan yang sudah disusun dan siap dipresentasikan

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan ini adalah staf internal Puskesmas Tompe khusunya SDM kesehatan yang terlibat dalam struktur organisasi saat bencana.

Output Kegiatan

Staf internal Puskesmas mengetahui dan memahami isi dari dokumen puskesmas disaster plan.

 

Jadwal dan Materi Kegiatan

Link Zoom setiap pertemuan

Meeting ID: 827 0502 7756
Passcode: 090945

Pertemuan 1

Waktu : Jumat, 22 Oktober 2021
Pukul : 10.00 – 11.30 WITA

Pertemuan 2

Waktu : Jumat, 29 Oktober 2021
Pukul : 10.00 – 11.30 WITA

Waktu Kegiatan/Materi Fasilitator
Pertemuan 1 : Jumat, 22 Oktober 2021
10.00 – 10.10 Pengantar dan Pembukaan

PKMK FK – KMK UGM

Kepala Puskesmas Tompe

10.10 – 10.40 Presentasi dokumen Puskesmas Disaster Plan Tim Penyusun Dokumen Puskesmas Disaster Plan Tompe
10.40 – 11. 20 Diskusi Peserta dan Fasilitator
11.20 – 11.30 Rencana Tindak Lanjut
Pertemuan 2 : Jumat, 29 Oktober 2021
10.00 – 10.05 Pengantar PKMK FK – KMK UGM
10.05 – 10.45 Presentasi dokumen Puskesmas Disaster Plan Tim Penyusun Dokumen Puskesmas Disaster Plan Tompe
10.45 – 11.00 Diskusi
11.00 – 11.20 Rencana Table Top Exercise (TTX) atau simulasi dokumen Puskesmas Disaster Plan PKMK FK – KMK UGM
11.20 – 11.30 Penutupan dan Rencana Tindak Lanjut

Sosialisasi Internal Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Palu

logo caritas

logo caritas

Kerangka Acuan Kegiatan

Sosialisasi Internal Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Palu

(Dinas Kesehatan Disaster Plan)

Kamis, 21 – 28 Oktober 2021 | Pukul 09.00 – 10.30 WITA

 

{tab title=”Kerangka Acuan Kegiatan” class=”red”}

 

Pengantar

PKMK FK – KMK UGM bekerja sama dengan Caritas Germany melakukan program perluasan peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sistem dan pemberdayaan dalam menghadapi bencana dan krisis Kesehatan di Sulawesi Tengah. Pengembangan dokumen perencanaan penanggulangan bencana di tingkat Dinas Kesehatan (Dinkes Disaster Plan) masih sangat jarang dilakukan. Pada Maret 2021 lalu, Dinas Kesehatan Kota Palu sudah menyusun dokumen dinkes disaster plan dan berproses selama 6 bulan untuk penyelesaian dokumen. Penyusunan dokumen dinkes disaster plan ini didampingi oleh fasilitator lokal Sulawesi Tengah dan tim dari PKMK FK – KMK UGM. Melalui dokumen ini, dinas kesehatan harus memahami bahwa dokumen Dinkes Disaster Plan atau disebut juga dengan rencana kontingensi sebagai salah satu bentuk kesiapan Dinas Kesehatan untuk menghadapi bencana alam dan bencana non alam. Artinya dokumen yang disusun harus seoperasional mungkin sehingga saat bencana terjadi sistem komando sudah terkoordinir dengan baik.

Selama proses penyelesaian dokumen dinkes disaster plan, terdapat WhatsApp group / WAG sebagai wadah untuk diskusi jika sewaktu – waktu tim penyusun kecil mengalami kendala. Isi dari dokumen ini masih diketahui oleh segelintir orang yang terlibat dalam penyusunan sementara dalam pengaplikasian dokumen seluruh staf di dinas kesehatan terlibat. Internal dinas kesehatan penting mengetahui kapan dokumen ini akan diaktifkan, apa yang menjadi peran masing – masing bidang, bagaimana alur komando dan komunikasi serta SOP yang digunakan saat bencana. Melalui kegiatan ini tim penyusun kecil dokumen dinkes disaster plan akan mensosialisasikan dokumen yang sudah disusun kepada staf internal dinas kesehatan.

 

Tujuan

Kegiatan ini bertujuan untuk sosialisasi dokumen dinkes disaster plan kepada internal Dinas Kesehatan Kota Palu

 

Proses Kegiatan

Kegiatan ini akan dilakukan melalui virtual menggunakan aplikasi zoom. Sosialisasi dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan. Pertemuan pertama tim penyusun kecil akan mempresentasikan dokumen kemudian staf internal melengkapi atau memberikan masukan jika ada kekurangan dalam dokumen. Selanjutnya jeda 5 hari tim penyusun akan merevisi kembali dan pada pertemuan kedua disosialisasikan kembali.

Hal yang Perlu dipersiapkan oleh peserta

  • Peserta menyiapkan dokumen yang digunakan saat penanggulangan bencana baik itu SOP, formulir dan alur
  • Tim Penyusun Kecil Dinkes Disaster Plan Kota Palu menyiapkan dokumen dinkes disaster plan yang sudah disusun dan siap dipresentasikan

 

Peserta Kegiatan

Peserta kegiatan ini adalah staf internal Dinas Kesehatan Kota Palu khususnya SDM kesehatan yang terlibat dalam struktur organisasi saat bencana.

Output Kegiatan

Staf internal Dinas Kesehatan mengetahui dan memahami isi dari dokumen dinas kesehatan disaster plan.

 

Jadwal dan Materi Kegiatan

Link Zoom setiap pertemuan
Meeting ID: 879 2311 6304
Passcode: 325089

Pertemuan 1
Waktu              : Kamis, 21 Oktober 2021
Pukul               : 09.00 – 10.30 WITA

Pertemuan 2
Waktu              : Kamis, 28 Oktober 2021
Pukul               : 09.00 – 10.30 WITA

Waktu Kegiatan/Materi Fasilitator
Pertemuan 1 : Kamis, 21 Oktober 2021
09.00 – 09.10 WITA Pengantar dan Pembukaan

PKMK FK – KMK UGM

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu

09.10 – 09.40 WITA Presentasi dokumen Dinas Kesehatan Disaster Plan Kota Palu Tim Penyusun Dokumen Dinas Kesehatan Disaster Plan Kota Palu
09.40 – 10. 20 WITA Diskusi Peserta dan Fasilitator
10.20 – 10.30 WITA Rencana Tindak Lanjut  
Pertemuan 2 : Kamis, 28 Oktober 2021
09.00 – 09.05 WITA Pengantar PKMK FK – KMK UGM
09.05 – 09.45 WITA Presentasi dokumen Dinas Kesehatan Disaster Plan Tim Penyusun Dokumen Dinas Kesehatan Disaster Plan Kota Palu
09.45 – 10.00 WITA Diskusi  
10.00 – 10.20 WITA Rencana Table Top Exercise (TTX) atau simulasi dokumen Dinas Kesehatan Disaster Plan PKMK FK – KMK UGM
10.20 – 10.30 WITA Penutupan dan Rencana Tindak Lanjut  

 

{tab title=”Reportase” class=”blue”}

Sosialisasi Internal Dokumen Perencanaan Penanggulangan Bencana dan Krisis Kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Palu

(Dinkes Disaster Plan)

21 Oktober dan 1 November 2021

Isi dari dokumen ini masih diketahui oleh segelintir orang yang terlibat dalam penyusunan sementara dalam pengaplikasian dokumen seluruh staf di Dinas Kesehatan Kota Palu. Internal dinkes penting mengetahui kapan dokumen ini akan diaktifkan, apa yang menjadi peran masing – masing bidang, bagaimana alur komando dan komunikasi serta SOP yang digunakan saat bencana. Melalui kegiatan ini tim penyusun kecil dokumen dinkes disaster plan akan mensosialisasikan dokumen yang sudah disusun kepada staf internal dinkes. Kegiatan ini berlangsung sebanyak 2 kali pertemuan yang dihadiri oleh 25 orang staf internal Dinkes Kota Palu.

Kamis, 21 Oktober 2021

DDP kotapalu1

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Sosialisasi dokumen Dinkes Disaster Plan Kota Palu“

Tim penyusun dokumen diwakili oleh Jeranah memaparkan dokumen dinkes disaster plan. Setelah pemaparan ditanyakan kembali kepada peserta apa saja yang perlu dilengkapi dalam dokumen. Bidang Hukum dan SDMK melihat dari dasar hukum pengadan barang dan jasa sudah ada yang terbaru dan peraturan lainnya juga perlu perbaikan. Dokumen ini juga perlu dipertimbangkan supaya dokumen dinkes disaster plan tidak hanya fokus pada dampak bencana pada masyarakat saja namun mempertimbangkan bagaimana rencana kontijensi ini pada tenaga kesehatannya. Karena pada Permenkes Nomor 75 Tahun 2019 tentang krisis kesehatan, adanya kesiapan tenaga kesehatan khusunya kompetensi dan ketersediaan tenaga. Bagaimana kita bisa tau kompetensi dan kesediaan tenaga kesehatan pada saat bencana. Sebaiknya diawali dengan inventarisir ketersediaan kompetensi tenaga kesehatan yang dimiliki. Kemudian dalam rencana tindak lanjut bisa dituliskan pelatihan untuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.

Bidang Surveilans menyampaikan bahwa dalam dokumen ini belum tertulis tupoksi masing – masing bidang. Poin yang perlu dilakukan ialah menambahkan prosedur yang lebih mendetail, misalnya fungsi surveilans itu melakukan apa sehingga jelas siapa melakukan apa. Semua masukan dari peserta menjadi bahan bagi tim penyusun untuk melengkapi dokumen. Pada pertemuan selanjutnya hasi revisi dokumen akan dipaparkan kembali.

Senin, 1 November 2021

DDP kotapalu2

Dok. PKMK FK-KMK UGM “Sosialisasi Dokumen Dinkes Disaster Plan Kota Palu bagian Tupoksi“

Tim penyusun dokumen kembali memaparkan penambahan tupoksi struktur pengorganisasian dalam dokumen. Tupoksi yang disusun sudah sesuai dengan bidang atau jabatan yang ada dalam stuktur dan alur komunikasi disesuaikan dengan sistem komando. Tim kembali menanyakan kepada peserta apakah ada hal lainnya yang perlu direvisi kembali, dari bidang farmasi mengatakan bahwa tupoksi mereka sudah lengkap dituliskan dalam dokumen. Mungkin nanti penambahan dan penekanan dalam SOP. Kepala Puskesmas Pantoloan menyampaikan secara pengorganisasian, pukesmas yang ada di Kota Palu masuk dalam bagian Tim Reaksi Cepat (TRC). Dan disini tupoksi masih seputar pembagian wilayah namun tindakan apa yang dilakukan di lapangan belum tertulis. Tim penyusun merespon situasi yang terjadi menuntut puskesmas mau tidak mau harus tetap bekerja karena puskesmas dalam hal teknis langsung di lapangan. Dalam dokumen dinkes disaster plan ditulis tupoksi hanya pengkajian dan melaporkan hasil pelaksnaan. Akan di tambahkan terkait fungsi pelayanan di lapangan dalam dokumen dinkes disaster plan. Namun lebih teknis lagi fungsi TRC ini dicantumkan dalam dokumen puskesmas disaster plan.

Secara keseluruhan sosialisasi dokumen dinkes disaster plan Kota Palu berjalan dengan baik. Setelah pemaparan dokumen, Tim PKMK FK-KMK UGM menyampaikan rencana Table Top Exercises (TTX) dokumen dinkes disaster plan. TTX ini akan dilaksanakan secara onsite, bersama – sama akan diuji apakah dokumen ini sudah operasional dan apakah orang – orang yang terlibat sudah memahami isi dari dokumen.

Reportase : Happy R Pangaribuan
Div. Manajemen Bencana PKMK FK-KMK UGM

{/tabs}