Integrasi Pengetahuan Pribumi untuk Praktek Pengurangan Risiko Bencana melalui Pengetahuan Ilmiah: Kasus dari Kepulauan Mentawai, Indonesia

https://i0.wp.com/www.otoritasnews.co.id/wp-content/uploads/2017/10/mentawai-1.jpg?resize=696%2C464&ssl=1

Studi ini mengeksplorasi pentingnya pengetahuan masyarakat adat dalam  pengurangan dan respons risiko bencana. Banyak penelitian yang  menyoroti kebutuhan untuk mengintegrasikan pengetahuan tersebut dengan sains modern. Berdasarkan penelitian etnografi di masyarakat adat di Kepulauan Mentawai Indonesia, penelitian ini mengeksplorasi kategorisasi pengetahuan asli dalam proses integrasi. Untuk itu, data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam sementara data sekunder dikumpulkan dari dokumen yang relevan, termasuk buku, artikel, situs website dan laporan pemerintah serta LSM. Temuan menunjukkan bahwa pengetahuan asli diperoleh melalui pengamatan panjang dan interaksi dengan bencana. Meskipun sebagian dari pengetahuan ini didasarkan pada keberhasilan di daerah lain, beberapa kearifan lokal sepenuhnya lokal, homogen dan dibagi di antara anggota masyarakat. Juga ditetapkan bahwa kearifan lokal dapat diorganisasikan secara bermakna ke dalam sejumlah kategori, dan bahwa kearifan lokal yang bersifat teknis lebih mungkin diintegrasikan dengan pengetahuan ilmiah. Penelitian ini bersifat eksploratif dan mendekati masalah pengetahuan masyarakat adat dari sudut pandang masyarakat adat itu sendiri. Pendekatan ini harus direplikasi dan diperluas di masyarakat adat lainnya. Artikel ini dipublikasikan pada 2019 di International Journal of Disaster Management.

Selengkapnya KLIK DISINI

Memori Banjir dalam Ketahanan Masyarakat

https://cdn-image.bisnis.com/posts/2020/01/01/1185972/banjir.jpg

Banjir yang dihadapi Jakarta bukanlah peristiwa baru. Pengalaman banjir di Jakarta seharusnya bisa menjadi pembelajaran untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap banjir. Namun beberapa media menunjukkan kritikan masyarakat terhadap pemerintah DKI, masyarakat menganggap pemerintah DKI Jakarta gagal menangani banjir. Kacaunya konsep penataan ruang karena banyaknya pembangunan infrastruktur yang tidak sejalan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan hidup juga disebut salah satu penyebab banjir Jakarta. Daerah yang rawan banjir seharusnya menjadikan banjir sebagai masalah rutin, terlepas dari kejadian banjir yang sebenarnya. Penelitian ini menekankan pentingnya pengetahuan banjir informal/ lokal/ awam, memori banjir dan sejarah banjir dalam mengembangkan ketahanan masyarakat terhadap banjir. “Memori banjir berkelanjutan” dipahami sebagai fokus masyarakat, arsip, mengintegrasikan pengalaman individu dan kolektif dan strategi penanganan untuk masa depan. Konsep memori banjir dan pengetahuan dapat dikembangkan di dalam masyarakat – melalui diskusi dimana berbagai pakar dan suara lokal dapat berpartisipasi. Pengetahuan lokal juga menawarkan prediksi dan keprihatinan tentang karakter dan dampak banjir di masa depan berdasarkan pengamatan sebelumnya dari segi geografis, ekonmis, kesehatan dan kebijakan pemerintah. Lebih jauh lagi, mengingat pola banjir masa lalu dapat menanamkan pemahaman tentang perubahan risiko residual dan persepsi terhadap perubahan lingkungan. Selengkapnya KLIK DISINI

Selengkapnya KLIK DISINI

Buku Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV)

buku pedoman kesiapsiagaan ncov corona virus 2019

buku pedoman kesiapsiagaan ncov corona virus 2019

Pedoman ini ditujukan bagi petugas kesehatan sebagai acuan dalam melakukan kesiapsiagaan menghadapi 2019-nCoV. Pedoman ini bersifat sementara karena disusun dengan mengadopsi pedoman sementara WHO sehingga akan diperbarui sesuai dengan perkembangan penyakit dan situasi terkini. Pada buku pedoman ini dijelaskan mengenai: Surveilans dan Respon, Manajemen Klinis, Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, Pengelolaan Spesimen dan Konfirmasi Laboratorium, Komunikasi Risiko dan Pemberdayaan Masyarakat.

Selengkapnya KLIK DISINI

Pengendalian Zoonosis

https://www.liberaldictionary.com/wp-content/uploads/2018/11/zoonosis-1.png

Pengantar website minggu ini membahas penyakit menular yang berasal dari hewan (zoonosis), dimana virus corona termasuk di dalamnya. Informasi terbaru terkait perkembangan wabah virus corona, Indonesia sudah melakukan evakuasi WNI dari Wuhan dan sedang menjalani karantina di Natuna. Sebelumnya WHO juga telah menyatakan wabah virus corona sebagai darurat kesehatan global karena sudah menyebar ke sejumlah negara di luar China. Setiap negara meningkatkan kewaspadaan penyebaran virus, memperkuat sistem pengendalian penyakit dan memperkuat koordinasi pihak – pihak terkait.

Indonesia memiliki arah kebijakan, strategi dan pelaksanaan pengendalian zoonosis yang tertuang dalam Peraturan Presiden RI Nomor 30 tahun 2011 tentang Pengendalian Zoonosis yang menginduk pada Undang – Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Pengendalian zoonosis merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi manajemen pengamatan, pengidentifikasian, pencegahan, tata laksana kasus dan pembatasan penularan serta pemusnahan sumber zoonosis. Arah kebijakan pengendalian zoonosis berpedoman pada rencana pembangunan nasional/daerah jangka menengah dan panjang. Strategi pengendalian zoonosis mengutamakan prinsip pencegahan penularan kepada manusia. Pengendalian zoonosis dilakukan oleh instansi pemerintah dengan mengikutsertakan peran serta masyarakat, dunia usaha, organisasi profesi, perguruan tinggi, dan pihak terkait lainnya. 

Selengkapnya KLIK DISINI

Kesiapan Indonesia Antisipasi Pandemik Virus Corona

https://static01.nyt.com/images/2020/01/21/us/china-wuhan-coronavirus-promo-1579641872730/china-wuhan-coronavirus-promo-1579641872730-articleLarge-v20.jpg

Penyebaran virus Corona meningkat cepat, tercatat jumlah korban mencapai 80 orang dan menginfeksi hampir 3000 orang. WHO menginformasikan beberapa tindakan untuk mengurangi risiko penularan dengan menjaga kebersihan tangan, pernapasan dan konsumsi makanan yang aman. Kementerian Luar Negeri meminta Indonesia yang hendak bepergian ke Cina supaya lebih waspada. Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kemenkes, Achmad Yurianto menyampaikan bahwa pengawasan ketat dilakukan kepada pelancong asal Cina. Pemerintah Indonesia telah berkoordinasi dengan pihak terkait di seluruh bandara untuk memperketat pemeriksaan penumpang. Penumpang maskapai penerbangan dari Cina yang diperkenankan mendarat di Indonesia adalah penumpang yang sudah dipastikan lolos dari karantina kesehatan negara tersebut. Dalam artikel BBC News berikut juga dikatakan bahwa Kemenkes sudah siap seandainya virus Corona menyebar sampai ke Indonesia. Pemerintah telah menyiapkan 100 rumah sakit rujukan untuk penyakit tersebut. Logistik seperti peralatan skrining, masker dan alat pelindung diri sudah disiapkan di seluruh pintu masuk Indonesia, terkhusus daerah yang menerima penerbangan langsung dari Cina.

Selengkapnya KLIK DISINI

2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV)

https://ec.europa.eu/health/sites/health/files/preparedness_response/pics/coronavirus_h3.jpg

Wabah 2019-nCoV mendapat perhatian dari semua negara. Artikel terkait virus 2019-nCoV juga semakin mudah untuk didapatkan. Informasi pencegahan virus 2019-nCoV menyebar dengan cepat, namun masih ada informasi yang keliru yang didapat oleh masyarakat khususnya tentang penularan virus 2019-nCoV. Coronavirus adalah keluarga besar virus yang umum di banyak spesies hewan yang berbeda, termasuk unta, sapi, kucing, dan kelelawar. Novel Coronavirus (2019-nCoV) adalah virus (lebih khusus, coronavirus) yang diidentifikasi sebagai penyebab wabah penyakit pernapasan yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, Cina. Penyebaran virus tidak hanya dari hewan ke orang namun penyebaran orang-ke-orang sedang terjadi. Artikel berikut menyajikan tentang 2019-nCoV, bagaimana proses transmisi, gejala dan komplikasi serta pencegahan dan perawatan

Selengkapnya KLIK DISINI 

Wabah Coronavirus

https://e3.365dm.com/20/01/2048x1152/skynews-wuhan-coronavirus_4897184.jpg

Penyakit menular menjadi tantangan besar kesehatan masyarakat pada abad ke – 21, salah satunya ialah virus zoonosis. Virus berpotensi mengakibatkan kesakitan, kematian dan gangguan ekonomi pada populasi manusia. Beberapa kasus virus yang muncul mengakibatkan wabah lokal yang membutuhkan intervensi kesehatan masyarakat, jika tidak diatasi skenario terburuknya akan berkembang menjadi epidemi besar atau pandemik global.  Analisis data kasus untuk melacak penyebaran penyakit menular akan membantu mengendalikan serangan virus tersebut. Artikel ini akan menggambarkan kunci pertanyaan dalam epidemiologi penyakit menular, dari awal deteksi dan karakter virus.

Selengkapnya KLIK DISINI

Peristiwa kemunculan virus selama dua dekade terakhir ini sangat banyak dan beragam, termasuk virus yang sebelumnya tidak ditemukan seperti coronavirus SARS dan MERS1-3. Seperti kasus yang terjadi baru – baru ini, coronavirus muncul di kota Wuhan, Cina. Coronavirus adalah kelompok virus yang menyerang manusia, merusak paru – paru dan dapat mengakibatkan kematian. Pihak berwenang Wuhan mengatakan sebanyak 136 kasus baru telah dikonfirmasi sepanjang akhir pekan. Pada periode tersebut orang ketiga telah meninggal dunia dan 170 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Meskipun pihak berwenang mengatakan penyebaran coronavirus masih dapat dicegah dan dikendalikan, Komisi Kesehatan Nasional memperingatkan bahwa diperlukan monitoring ketat. Sejauh ini sumber, transmisi dan metode mutasi virus belum diketahui.

Selengkapnya KLIK DISINI

Reportase Webinar Outlook Bencana Kesehatan 2020

outlook1

outlook1

Divisi Manajemen Bencana Kesehatan PKMK FK – KMK UGM mengadakan diskusi outlook bencana kesehatan 2020 dengan mengangkat isu rumusan penguatan dinas kesehatan dalam menghadapi bencana dan krisis kesehatan termasuk penguatan pembiayaan, koordinasi lintas program dan kerja sama perguruan tinggi di daerah. Kegiatan ini dilakukan juga melalui webinar dengan sasaran peserta dari dinkes provinsi/kabupaten/kota, rumah sakit, puskesmas, BPBD provinsi/kabupaten/kota, Fakutas Kedokteran/Kesehatan Masyarakat, peneliti, mahasiswa dan pemerhati bencana kesehatan. Dari hasil diskusi outlook terdapat dua poin penting yang menjadi perhatian khusus yaitu penguatan dinkes provinsi dan penguatan peran perguruan tinggi dalam penanggulangan bencana sektor kesehatan.

Selengkapnya KLIK DISINI

Penyakit Akibat Banjir

https://i1.wp.com/suaraislam.id/wp-content/uploads/2020/01/banjir-cawang.jpg?fit=650%2C414&ssl=1

Korban banjir harus waspada terhadap berbagai penyakit akibat banjir. Banjir berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit melalui air maupun karena vektor. Air banjir yang berwarna coklat pekat bercampur dengan berbagai kotoran manusia, kotoran hewan, sampah dan bahan – bahan kimia mengakibatkan air tercemar. Kondisi ini tentu mengganggu ketersediaan air bersih khususnya di daerah – daerah yang terendam banjir parah. Curah hujan yang tinggi memperlambat surutnya air sementara masyarakat harus tetap bekerja, artinya mereka akan melewati banjir baik menggunakan perahu karet ataupun berjalan kaki. Beberapa risiko infeksi karena bersentuhan langsung dengan air yang tercemar diantaranya infeksi, dermatitis, conjunctivitis, infeksi THT, leptospirotis dan sebagainya. Beberapa penyakit lainnya yang menyebar melalui air seperti diare, tipes, kolera, tetanus, sampai hepatitis A. Sementara penyebaran penyakit melalui vektor juga meningkat misalnya banjir memungkinkan nyamuk berkembang biak akibatnya muncul penyakit DBD, malaria. Artikel berikut juga menyebutkan bahwa dampak banjir akan meningkat di masa depan karena perubahan iklim dan pergeseran populasi. Artikel ini mengkaji dampak kesehatan dari bencana banjir, termasuk infeksi kulit, jaringan lunak dan infeksi zoonosis.

Selengkapnya KLIK DISINI

Laporan Kegiatan Sosialisasi dan Persiapan Table Top Exercise Penanggulangan Bencana Sektor Kesehatan Sulawesi Tengah

tot 1

Laporan Kegiatan

Sosialisasi dan Persiapan Table Top Exercise Penanggulangan Bencana Sektor Kesehatan Sulawesi Tengah

tot 1

Berbagai kegiatan telah dilakukan dalam penguatan sistem manajemen dan kapasitas sumber daya sektor kesehatan dalam penanggulangan bencana Sulawesi Tengah. Salah satunya telah dilakukan kegiatan penyusunan dan pendampingan dokumen dinkes disaster plan (Dinkes Prov. Sulteng dan Dinkes Kab. Sigi), dokumen hospital disaster plan RSUD Tora Bello Sigi dan dokumen puskesmas disaster plan Puskesmas Marawola. Proses penyusunan dokumen tersebut didampingi oleh PKMK FK – KMK UGM dan sudah berproses selama kurang lebih 9 bulan. Tujuan penyusunan dokumen ini sama yaitu untuk meningkatkan koordinasi antar sektor dan lintas program yang terlibat dalam penanggulangan bencana baik pada fase pra bencana, saat bencana dan pasca bencana.

Banyak sektor dan lintas program yang terlibat saat pengaktifan klaster kesehatan dimana semua proses pengaktifan klaster kesehatan tersebut telah tercantum dalam dokumen. Dengan demikian dokumen ini penting untuk disosialisasikan kepada pihak – pihak yang terlibat dan diuji apakah dokumen sudah operasional. Salah satu cara yang dilakukan adalah table top exercise. Kegiatan table top exercise membutuhkan persiapan yang matang seperti pemahaman terhadap dokumen yang akan diuji coba, penyusunan skenario, dan penyusunan pemain. Kegiatan ini menjadi wadah bagi dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, BPBD, dinas sosial, dan sektor lainnya untuk berdiskusi hal – hal yang perlu dipersiapkan pada table top exercise.

Selengkapnya KLIK DISINI