Konsep penanganan pandemi COVID-19 ini pada dasarnya sama dengan konsep penanganan bencana. Perbedaannya hanya ada di prinsip dasar penanganan karena perbedaan sifat agen kausatifnya. Sudah saatnya rumah sakit mengaktifkan ICS yang sudah dibentuk untuk menangani pandemi COVID-19. ICS yang dibentuk dapat dikatakan sudah berjalan jika sudah memenuhi 3 fungsi yaitu what doing what (pembagian tugas), communication (alur komunikasi), dan what if (rencana cadangan).
Permasalahan yang sering dihadapi oleh rumah sakit adalah sudah memiliki SK satuan tugas penanganan COVID-19 beserta tugas dan fungsinya, namun belum memiliki alur komunikasi internal dan alur komunikasi eksternal. Misalnya bidang logistik sudah masuk dalam ICS dan sudah memiliki tugas fungsi yang jelas, namun ketika ada masalah kekurangan APD, bidang logistik tidak mengetahui kemana harus berkoordinasi, apakah langsung meminta ke pihak eksternal atau melalui komandan internal dulu. Alur komunikasi ini penting untuk dipahami oleh tim ICS untuk memudahkan koordinasi secara sistematis antar bidang (internal) dan diluar tim (eksternal). Dengan demikian semua informasi kebutuhan dan pelaporan kegiatan bisa terpenuhi dengan baik.



Pada 30 Januari 2020, WHO mengumumkan bahwa wabah COVID-19 adalah Perhatian Kesehatan Masyarakat Internasional. Pada 4 Maret 2020, kasus COVID-19 miliki telah dilaporkan di 77 negara. Sampai saat ini, sebagian besar kasus dilaporkan dari Tiongkok dengan kasus di beberapa negara lain diantara individu dengan riwayat perjalanan ke Cina. Pada Februari 2020, jumlah kasus di Cina menurun sedangkan jumlah kasus dan negara lain yang melaporkan kasus meningkat. Beberapa negara telah menunjukkan bahwa transmisi COVID-19 dari satu orang ke orang lain dapat diperlambat atau berhenti. Panduan sementara ini untuk mempersiapkan kedatangan COVID-19: ke sistem tanggap darurat; untuk meningkatkan kapasitas dalam mendeteksi dan merawat pasien; untuk memastikan rumah sakit memiliki ruang, persediaan, dan personel yang diperlukan; dan untuk mengembangkan intervensi medis yang menyelamatkan jiwa. Setiap negara harus segera mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memperlambat penyebaran lebih lanjut dan untuk menghindari sistem kesehatan mereka kewalahan karena pasien sakit parah dengan COVID-19. Harapannya dampak epidemi pada sistem kesehatan dapat diminalkan.



