Plenary Meeting Emergency Medical Team (EMT)

agenda emt bencana1

agenda emt bencana1

Penurunan angka kematian dan pencegahan disabilitas jangka panjang dalam bencana dan wabah melalui tanggap darurat yang cepat dan koordinasi dari tim medis yang berkualitas merupakan hal yang mendasar ketika negara menghadapi kegawatdaruratan. Istilah Emergency Medical Teams (EMTs) mengacu pada kelompok professional kesehatan yang memberikan pelayanan klinis kepada populasi yang terdampak bencana atau wabah dan kegawatdaruratan sebagai lonjakan kapasitas yang didukung sistem kesehatan lokal. EMT dapat berasal dari pemerintah (sipil dan militer) dan swasta, serta dapat terdiri dari staf nasional dan internasional. EMT memiliki sejarah yang Panjang dalam merespon bencana yang tiba-tiba atau sudden onset disaster (SOD). SOD merupakan bencana alam yang muncul tanpa peringatan seperti gempa bumi, tsunami, angina topan dan banjir bandang, dimana dapat menyebabkan tingginya jumlah korban jiwa. Dalam situasi ini, diperlukan penanganan trauma segera untuk pasien yang terluka dan memulihkan pelayanan klinis dan pelayanan kesehatan publik sementara sampai sistem nasional pulih kembali.

Dalam merespon bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Sulawesi Tengah, pertemuan ini akan meninjau waktu respon, durasi pelayanan, upaya yang diberikan tim dan mendapatkan informasi kedepannya tentang program dan kegiatan tim relawan medis/ EMT untuk daerah. Selain itu, dalam pertemuan ini diharapkan dapat dirumuskannya pedoman/ formulir pada setiap bidang layanan yang diberikan pada saat bencana.

SELENGKAPNYA

Specific Architectural and Structural Design of an Earthquake Disaster Management Multi-Purpose Complex

https://www.wpmap.org/wp-content/uploads/2016/01/iran-map_8d3ce.gif Iran adalah salah satu negara seismik di dunia, banyak gempa bumi terjadi di Iran setiap tahun. Beberapa tindakan dan penelitian telah dilakukan tentang bidang Manajemen Risiko Bencana Gempa Bumi sejak tahun 1990 setelah gempa besar Manjil-Rudbar di Iran. Salah satu mata pelajaran utama Manajemen Risiko Bencana Gempa Bumi adalah Manajemen Risiko Bencana berbasis masyarakat (CBDRM). Makalah ini menyajikan gagasan Kompleks Multiguna Penanggulangan Bencana Gempa Bumi (EDMMC) dengan pendekatan lingkungan mandiri yang telah diusulkan untuk membuat CBDRM layak di setiap lingkungan kota besar seperti Teheran, Studi kasus adalah Youssef Abad-region6-Tehran. Selanjutnya, dalam Desain struktural, perilaku seismik Kompleks Gempa Bumi Multiguna Penanganan Bencana (EDMMC) dievaluasi menggunakan analisis nonlinier dinamis. Secara total, tiga struktur yang berbeda (bangunan kompleks pelatihan dengan pondasi tipikal (M1), bangunan baja kompleks pelatihan dengan LRB base-isolator (M2), dan bangunan baja kompleks pelatihan dengan sistem struktur goyang) (M3)) dipelajari menerapkan tiga gempa Northridge, Kobe, dan Chi-Chi. Beberapa parameter seismik juga dievaluasi termasuk riwayat waktu perpindahan (displacementtime), riwayat waktu geser dasar (force-time), dan diagram histeresis (force-displacement). Hasil menunjukkan fungsi yang sesuai dari model M2 dan M3 yang dipilih dalam mengendalikan dan mengurangi respon seismik struktur.

SELENGKAPNYA

An Emergency Decision Making Method Based on Prospect Theory for Different Emergency Situations

decision making

decision making

Emergency decision making (EDM) atau pengambilan keputusan darurat adalah cara yang efektif untuk menangani situasi darurat karena peran utamanya dalam mengurangi kerugian properti dan kehidupan yang disebabkan oleh peristiwa darurat. Ini telah menarik banyak perhatian dari pemerintah dan akademisi, serta menjadi topik penelitian penting dalam beberapa tahun terakhir. Studi menunjukkan bahwa para pengambil keputusan biasanya dipandu oleh rasionalitas terbatas di bawah kondisi risiko dan ketidakpastian. Perilaku psikologis mereka memainkan peran penting dalam proses pengambilan keputusan, dan masalah EDM biasanya ditandai dengan risiko tinggi dan ketidakpastian. Dengan demikian, perilaku psikologis pengambil keputusan telah dipertimbangkan dalam pendekatan EDM yang ada berdasarkan teori prospek. Peristiwa darurat mungkin berkembang menjadi situasi yang berbeda karena evolusi dinamisnya, yang merupakan salah satu ciri khas dari peristiwa darurat. Masalah penting ini telah dibahas dalam pendekatan EDM yang ada, di mana situasi darurat yang berbeda ditangani dengan merancang solusi yang berbeda. Namun, pendekatan EDM yang ada tidak mempertimbangkan perilaku psikologis pengambil keputusan bersama dengan situasi darurat yang berbeda dan solusi yang berbeda. Termotivasi oleh keterbatasan seperti itu, penelitian ini mengusulkan pendekatan baru berdasarkan teori prospek yang  mempertimbangkan situasi darurat, yang tidak hanya mempertimbangkan perilaku psikologis pengambil keputusan, tetapi juga situasi darurat yang berbeda dalam proses EDM. Dua contoh dan perbandingan terkait disediakan untuk menggambarkan kelayakan dan validitas pendekatan ini.

Selengkapnya

Jurnal: Integrated health education in disaster risk reduction: Lesson learned from disease outbreak following natural disasters in Indonesia

https://3c1703fe8d.site.internapcdn.net/newman/gfx/news/2018/japanhassuff.jpg

Seiring dengan hilangnya nyawa dalam skala besar, kerusakan infrastruktur, dan kerugian material, masalah kesehatan telah menjadi masalah yang sangat penting setelah bencana alam. Orang yang selamat harus menghadapi ancaman risiko kesehatan, terutama penyakit menular, sebagai akibat dari terbatasnya layanan dan fasilitas kesehatan. Pengetahuan yang terbatas tentang risiko kesehatan setelah bencana, di samping kurangnya kesadaran, berkontribusi terhadap terjadinya penyakit infeksi yang pada dasarnya dapat dicegah. Penelitian ini dilakukan untuk meninjau delapan bencana alam utama di Indonesia yang diikuti oleh wabah penyakit menular. Hasil menekankan pentingnya pendidikan kesehatan terpadu di sekolah dan rencana pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat, termasuk penyebaran informasi, untuk menciptakan masyarakat yang tangguh. Penyakit infeksi yang terbawa air dan udara adalah penyakit yang paling umum setelah delapan bencana alam besar sebagai akibat dari efek samping. Dalam menghadapi tantangan, sekolah dan pusat komunitas dapat menjadi agen untuk menyebarluaskan informasi promosi kesehatan sehingga orang menjadi lebih sadar akan risiko kesehatan dan melakukan praktik yang baik terkait dengan pencegahan, tanggapan, dan pemulihan. Pendidikan dan promosi kesehatan dapat diintegrasikan ke dalam program PRB berbasis kurikulum atau pelatihan sebagai modul, kursus singkat, latihan, dan media cetak dan visual.

Selengkapnya

Laporan dari Palu – Donggala AHS UGM, Caritas Germany, dan Yogya Peduli Gempa Tsunami Palu – Donggala Sulawesi Tengah

tim ahs ugm

Laporan dari Palu – Donggala

AHS UGM, Caritas Germany, dan Yogya Peduli Gempa Tsunami Palu – Donggala Sulawesi Tengah

 tim ahs ugm

Sejumlah gempa terjadi secara beruntun di Donggala, pada Jumat, 28 September 2018 (pukul 13.50 WITA, 6 SR) lalu diikuti gempa pukul 17.02 WITA yang dirasakan warga Palu, Sulawesi hingga Kalimantan Timur pada hari yang sama. Gempa kedua yang menimbulkan tsunami ini berkekuatan magnitude 7,4. Gempa dan tsunami ini menimbulkan banyak korban jiwa dan gangguan kesehatan masyarakat, serta memutus jaringan komunikasi dan listrik yang menyulitkan komunikasi dan transportasi.

Hal ini kembali mendorong Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan keperawatan (FK-KMK UGM untuk mengirimkan bantuan ke Sulawesi Tengah, baik berupa SDM dan logistik kesehatan. Pengiriman tim dilakukan seperti biasanya yang melibatkan jejaring AHS UGM (RSUP Sardjito, RS UGM, RSUP Soeradji, RSUD Wates, RSUD Sleman) dan FK-KMK UGM. Namun, upaya memperluas kerjasama juga terus dilakukan, salah satunya dengan bekerjasama dengan Caritas Germany. Tidak hanya itu, koordinasI terus dilakukan dengan Pusat Krisis Kemenkes, Regional, serta dinas kesehatan di daerah. Keberangkatan tim melibatkan banyak pihak di atas termasuk DERU UGM dan Pusbankes 118 PERSI DIY.

Untuk menyimak kegiatan harian tim yang bertugas, silakan klik dibawah ini

Rapat Persiapan   Laporan Harian

Laporan Tim Academic Health System (AHS) UGM Peduli Gempa Lombok

1 peduli lombok

Laporan

Tim Academic Health System (AHS) UGM Peduli Gempa Lombok

(FK-KMK UGM, RSUP dr. Sardjito, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, RS UGM, RSPAU dr. S Harjolukito)

1 peduli lombok

Kejadian gempa Lombok Juli 2018 lalu telah membuat civitas akademik UGM berkoordinasi baik dari dalam maupun luar kampus, rumah sakit jejaring, maupun alumni serta pemerintah daerah terdampak.Namun, satu minggu setelahnya secara tidak terduga gempa besar kembali terjadi pada Minggu (5/8/2018) pukul 18.46 dengan kekuatan 6,8 SR yang belum berpotensi tsunami hingga kemudian gempa susulan di hari yang sama hingga 7 SR dan dinyatakan berpotensi tsunami – lalu dinyatakan potensi tsunami. Perkembangan berikutnya, peringatan dini tsunami segera berakhir 2 jam pasca terjadi gempa. Hal ini membuat Universitas serta Pokja bencana AHS UGM yang terdiri dari FKKMK, RSUP dr Sardjito, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RSPAU Hardjulukito, RSA UGM langsung melakukan rapat koordinasi dan memutuskan keberangkatan UGM ke Lombok.

Media ini akan kita gunakan untuk berbagi informas kegiatan harian tim UGM di Lombok. Harapannya informasi ini dapat kita gunakan untuk mengetahui kondisi di sana khususnya untuk sektor kesehatan.

SIMAK SELENGKAPNYA   Peta EMT/ Tim medis Gempa Lombok

Laporan Tim Academic Health System (AHS) UGM Peduli Gempa Lombok

1 peduli lombok

Laporan

Tim Academic Health System (AHS) UGM Peduli Gempa Lombok

(FK-KMK UGM, RSUP dr. Sardjito, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, RS UGM, RSPAU dr. S Harjolukito)

1 peduli lombok

Kejadian gempa Lombok Juli 2018 lalu telah membuat civitas akademik UGM berkoordinasi baik dari dalam maupun luar kampus, rumah sakit jejaring, maupun alumni serta pemerintah daerah terdampak.Namun, satu minggu setelahnya secara tidak terduga gempa besar kembali terjadi pada Minggu (5/8/2018) pukul 18.46 dengan kekuatan 6,8 SR yang belum berpotensi tsunami hingga kemudian gempa susulan di hari yang sama hingga 7 SR dan dinyatakan berpotensi tsunami – lalu dinyatakan potensi tsunami. Perkembangan berikutnya, peringatan dini tsunami segera berakhir 2 jam pasca terjadi gempa. Hal ini membuat Universitas serta Pokja bencana AHS UGM yang terdiri dari FKKMK, RSUP dr Sardjito, RSUP Soeradji Tirtonegoro, RSPAU Hardjulukito, RSA UGM langsung melakukan rapat koordinasi dan memutuskan keberangkatan UGM ke Lombok.

Media ini akan kita gunakan untuk berbagi informas kegiatan harian tim UGM di Lombok. Harapannya informasi ini dapat kita gunakan untuk mengetahui kondisi di sana khususnya untuk sektor kesehatan.

SIMAK SELENGKAPNYA   Peta EMT/ Tim medis Gempa Lombok

International Day for Disaster Reduction 2018

unisdr

unisdr

Tema yang diangkat pada tahun ini merupakan tema yang berkesinambungan dari “Sendai Seven”. Sendai Seven merupakan 7 target yang dicanangkan oleh UNISDR dalam Sendai Framework. Fokus utama yang ingin disampaikan pada peringatan tahun ini adalah target C dalam Sendai Framework yaitu pengurangan kerugiaan dalam bidang ekonomi. Hal ini berkaitan dengan Global GDP 2030. GDP atau Gross Domestic Product secara sederhana merupakan pengukuran akhir nilai pasar dari semua barang dan pelayanan yang diproduksi pada periode tertentu. Nilai GDP ini biasanya digunakan untuk menilai ekonom suatu negara serta membuat perbandingan secara internasional dalam bidang ekonomi.

Sendai Seven dimulai sejak 2016 lalu oleh UNISDR. Penting untuk kita mengingat kembali target yang telah dilakukan sejak awal dikeluarkannya Sendai Seven ini pada masyarakat umum. Pada 2016 target utamanya untuk membentuk kesadaran masyarakat tentang aksi atau tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi angka kematian akibat bencana. Sedangkan target tahun lalu terkait dengan pencegahan, perlindungan dan pengurangan jumlah orang yang terkena dampak bencana. Pada tahun ini, targetnya terkait dengan pengurangan kerugian dalam bidang ekonomi. Diharapkan semua pihak dapat memberikan kontribusinya dalam menyukseskan target yang ingin dicapai pada tahun ini.

SELENGKAPNYA

Pengurangan Resiko Bencana dan Resiliansi

pengurangan resiko bencana

pengurangan resiko bencanaIngoe Expert mengadakan kursus secara online terkait dengan pengurangan resiko bencana dan resiliansi dengan adanya perubahan iklim saat ini. Tujuan dilaksanakannya kursus ini adalah memungkinkan profesi terkait untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam strategi dan perencanaan manajemen resiko bencana. Kursus ini ditujukan pada praktisi yang terkait dalam manajemen resiko bencana; administrator, manajer, perencana untuk menyiapkan rencana kesiapsiagaan, staf NGO lokal amupun nasional, human resource officers, dan lain-lain. Kursus akan diselenggarakan pada 1 Oktober – 12 November 2018.

SELENGKAPNYA

Perlindungan Hewan Pada Bencana

animal in disaster

animal in disaster

Hewan juga harus mendapatkan perlindungan yang sama dengan manusia apabila terjadi suatu bencana. MemahamI tentnag manajemen resiko dan pengurangannya, termasuk di dalamnya yaitu memahami dengan baik faktor-faktor yang dapat memicu terjadi kegawatdaruratan dan usaha untuk meminimalkan hilangnya atau meninggalnya hewan. World Animal Protection membuat suatu Kursus online dengan nama PrepVet Course ini memberikan pemahaman terkait dengan proteksi hewan saat bencana. Terdapat 3 topik utama yang akan diberikan yaitu disaster risk reduction dan manajemennya, adaptasi perubahan iklim serta perawatan dasar hewan saat kejadian kegawatdaruratan.

SELENGKAPNYA