Peningkatan bencana alam yang terjadi serta dampaknya pada masyarakat dunia akan terus berlanjut. Faktor alam yang sulit untuk diprediksi menjadi salah satu alasannya. Pengurangan resiko bencana pada akirnya menjadi salah satu program utama yang dilakukan untuk mengurangi dampaknya bagi masyarakat. Berbagai disiplin ilmu terlibat dalam upaya ini, karena dampak bencana yang luas. Hal tersebut juga terefleksi dalam kegiatan penelitian yang dilakukan oleh berbagai disiplin ilmu pada pengurangan resiko bencana.
International Federation for Information Processing (IFIP) sebagai penyelenggara utama dalam konferensi Teknologi Informasi dalam Pengurangan Resiko Bencana atau ITDRR-2018 menyediakan forum bagi peneliti dan praktisi untuk memaparkan hasil penelitian terbarunya. Fokus utama konferensi ini adalah pada berbagai aspek teknologi informasi dan tantangannya dalam pengurangan resiko bencana. Kegiatan diskusi hingga pertukaran ide dalam berbagai level akademik, penelitian, bisnis maupun komunitas publik disediakan dalam konferensi ini. Konferensi ini akan dilaksanakan pada 20-21 September 2018 di Poznan, Polandia.



UNESCO menyelenggarakan konferensi dalam rangka memperingati International Literacy Day pada 7 September 2018 di Paris. Kegiatan ini dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara literasi dengan teknikal dan kemampuan vokasional pada kebijakan, praktik, sistem dan pemerintahan. Fokus utama pada kegiatan adalah posisi remaja serta orang dewasa dalam pembelajaran seumur hidup atau lifelong learning. Hal ini sesuai dengan salah satu bagian yang menjadi perhatian pada SDGs.
Seperti kita ketahui bersama, peristiwa bencana atau kejadian yang disebabkan oleh bahaya alam atau natural hazard dapat menyebabkan berbagai dampak. Salah satunya adalah menimbulkan bahaya lain dan memperparah dampaknya bagi penduduk setempat. Hazard atau bahaya Natech merupakan salah satu yang harus kita ketahui. Natech merupakan singkatan dari Natural Hazard-triggered Technological Accidents.
Penyakit virus Zika merupakan penyakit yang tersebar melalui perantara nyamuk. Dampak yang dapat disebabkan oleh penyakit ini adalah kecatatan yang parah pada bayi baru lahir serta komplikasi neurologis pada orang dewasa. OpenWHO menginisiasi kursus khusus terkait hal tersebut dan membuka kesempatan bagi seluruh pembaca untuk mengikuti pembelajaran yang diselenggarakan secara online ini. Tujuan dari kursus ini untuk memberikan dasar-dasar dalam mengkomunikasikan risiko transmisi virus Zika ini kepada masyarakat, terutama kepada pasien dan keluarganya. Terdapat 2 modul selama pembelajaran berlangsung dan setiap kali pembelajaran berdurasi 1 jam.
The Tree Fund mengundang partisipan dari seluruh dunia untuk mengikuti Jack Kimmel International Grant Program. Program ini ditawarkan kepada peneliti yang memiliki fokus pada bidang manajemen akar dan tanah, pengkajian risiko dan keselamatan pekerja, penanaman pohon, perawatan pohon, dan lain-lain. Ekspektasi penyelesaian program yang diharapkan adalah 1 hingga 2 tahun. Partisipan yang memiliki program terkait dengan arbokultural dan kehutanan dapat mengikuti program ini dengan mengirim email yang berisi ringkasan deskripsi tentang program yang akan dilaksanakan di negaranya atau oleh komunitasnya tidak lebih dari 100 kata. Deadline pengiriman email tersebut adalah 1 Oktober 2018.