Kondisi Terkini Pasca Gempa di NTB maupun Bali

gempa lombok

gempa lombokMemasuki hari kedua pasca gempa yang berkekuatan & SR. Terdapat berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi dampak kejadian. diketahui berdasarkan laporan dari Posko BNPB bahwa terdapat 98 orang meninggal dunia, 236 orang luka-luka, ribuan rumah rusak serta ribuan pengungi yang tersebar di berbagai lokasi. Korabn meninggal terbanyak berasal dari Lombok Utara sebanyak 72 orang, diikuit oleh daerah lainnya. Proses evakuasi terhadap para wisarawan yang berada di Gili terawatan, Air serta Meno juga masih dilakukan. Masyarakat serta wisatawan dihimbau untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaanya.

SELENGKAPNYA

Program Hibah MFMC: Mempromosikan Upaya Perlindungan terhadap Lingkungan

gambar 1

gambar 1MFMC atau The Minor Foundation for Major Challenges memberikan kesempatan kepada seluruh pemerhati bencana di dunia untuk mendapatkan hibah pada program yang bertujuan untuk mitigasi perubahan iklim antropogenik. MFMC berusaha untuk memberikan dukungan kepada orang maupun kelompok dalam memfasilitasi strategi inovatif dalam mencegah bahaya perubahan iklim. Fokusnya ditujukan pada mempengaruhi opini publik, memberikan inspirasi, perubahan sikap, penyebaran informasi dan memberikan dampak dalam pengambilan keputusan masyarakat. Hal ini diharapkan dapat mengurangi dan membantu mencegah perubahan iklim global.

gambar2Area prioritas hibah ini untuk mendukung komunikasi yang mengedepankan perubahan, komunikasi yang berorientasi politik, pesan inovatif dan strategi lebih penting dibandingkan dengan penggunaan media yang inovatif maupun mendukung organisasi serta jaringan yang telah memiliki pengalaman. Deadline pengajuan program hibah adalah 17 Agustus 2018.

SELENGKAPNYA

 

Lomba Video – Foto Bercerita dengan tema “Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah”

gambar3

gambar3Kegiatan ini merupakan bagian dari lomba pengurangan risiko bencana 2018 yang diselenggarakan oleh BNPB. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara dalam menyebarluaskan informasi tentang pengurangan risiko bencana dan kesiapsiagan melalui berbagai media yang inovatif. Kegiatan ini dapat diikuti oleh berbagai kalangan yang memiliki ketertarikan pada tema tersebut. Tema yang diangkat adalah “Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah”. Deadline kegiatan ini yaitu 1 Juli – 31 Agustus 2018.

SELENGKAPNYA

Call for Papers: 2018 Southeast Asia Disaster Risk Governance Academic Seminar

call for papper

call for papperKegiatan ini diselenggarakan oleh The ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM), the International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) dan Thammasat University. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 24-25 September 2018. Tujuan dari seminar akademik ini untuk berbagi pengetahuan terkait dengan kerangka kerja resiko bencana pemerintah, kebijakan dan alat yang diimplementasikan dalam menangani perbedaan iklim. Pengetahuan yang dibagikan berdasarkan hasil ilmiah terbaik serta dapat memberikan kemanfaatan bagi pembuat kebijakan maupun stakeholders lainnya.

Para pemerhati bencana dapat mengikuti kegiatan dengan mengirimkan abstrak paper nya sesuai dengan tema maupun sub tema yang telah ditentukan oleh panitia. Sub tema dari kegiatan ini adalah iklim dan pembuatan kebijakan terkait dengan resiko bencana, gender dan perbedaan lainnya pada sistem manajemen resiko bencana, struktur institusional dan mekanisme untuk tata kelola resiko bencana serta mekanisme kerja sama regional terhadap sistem manajemen risiko bencana.

SELENGKAPNYA

 

Proses Pemulihan dari Tsunami: Pembelajaran dari Tsunami Aceh 2004 dan Jepang 2011

internasional journal of Disaster

internasional journal of Disaster

Dampak Tsunami terjadi tidak hanya di Indonesia, namun juga di Jepang. Berbagai pembelajaran disusun dari proses pemulihan yang telah berlangsung di kedua negara. Perbedaan konteks maupun latar belakang daerah Aceh maupun Tohoku akan memberikan perspektif yang menarik untuk diobservasi dan dipelajari. Terdapat aplikasi mobile yang dikembangkan untuk menjaga dan meningkatkan kesadaran komunitas. Aplikasi ini digunakan untuk berbagai kepentingan seperti pelatihan evakuasi, pendidikan bencana dan pengkajian future damage. Hal tersebut dapat dipelajari dari publikasi ini.

SELENGKAPNYA

Tangguh Award 2018: Lomba Kreativitas Kebencanaan

lomba foto bnpb

lomba foto bnpb

Budaya sadar bencana merupakan salah satu agenda prioritas dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dalam rangka memenuhi prioritas tersebut, BNPB menyelenggarakan kegiatan Lomba Kreativitas Kebencanaan. Hal ini diupayakan untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap bencana. Oleh karena itu, perlombaan ini dapat diikuti oleh masyarakat umum tanpa melihat latar belakang pendidikan maupun hal lainnya. Tema Tangguh Award 2018 yaitu “Kenali Bahayanya Kurangi Resikonya”. Jenis perlombaan yang dapat diikuti yaitu kategori foto, video, poster, feature radio, blog dan jingle berhadiah total puluhan juta rupiah. Perlombaan ini menggunakan 3 media daring/sosial yaitu Facebook, twitter, dan instagram. Setiap peserta diperbolehkan untuk mengikuti sebanyak mungkin jenis perlombaan (keenam kompetisi ini). Setiap jenis perlombaan memiliki ketentuan khusus yang dapat dipelajari oleh masyarakat.

SELENGKAPNYA

Critical Infrastructure Protection and Resilience Asia 2018

critical infrasturuktur

critical infrasturukturPerubahan iklim memberikan dampak yang besar pada berbagai aspek kehidupan. Bertambahnya jenis bahaya/hazard hingga perubahan pada infrastruktur yang juga dapat membahayakan. Konferensi ini bertujuan untuk mendiskusikan tentang proteksi, managemen, keamanan yang dihadapi oleh industri, pemerintah, maupun sttakeholder lainnya. Kegiatan ini juga membahas tentang isu-isu cyber security serta tantangan yang dihadapai saat ini. Kegiatan Critical Infrastructure Protection and Resilience Asia 2018 merupakan kegiatan ketiga kalinya dan akan diselenggarakan pada 17-19 Juli 2018 di Waterfront Hotel, Kuching, Sarawak.

SELENGKAPNYA

Simposium Asia-Pasifik untuk Critical Care and Emergency Medicine Ke-25 di Bali

http://www.asiapacificccem.org/wp-content/uploads/2018/03/2nd-Annoucement-2018.jpgSimposium ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya. Kegiatan ini diselenggarakan pada 2-4 Agustus 2018 di Bali dengan tema  “25th Years of Advancements in Critical Care and Emergency Medicine”. Selama penyelenggaraan, hadir sekitar 300-1000 orang partisipan dari 24 negara yang tersebar di dunia. Simposium ini terbuka untuk setiap dokter, perawat, dan profesional kesehatan lain yang tertarik pada intensive care and emergency medicine. Pertemuan ilmiah ini juga memberikan kesempatan kepada setiap peneliti yang ingin memaparkan penelitiannya terkait dengan tema yang telah ditentukan. Time schedule untuk rangkaian kegiatan pada simposium dapat diperoleh pada laman website resmi kegiatan.

SELENGKAPNYA

Program maupun Pengetahuan Dasar Ebola Untuk Para Responder

Ebola merupakan salah satu penyakit yang harus diwaspadai. Ketidaktahuan mengenai penyakit tersebut serta penanganannya menjadi salah satu faktor yang membuat penyakit ini ditakuti. Responder sebagai orang yang akan menangani dan memberikan perawatan kepada penderita ebola pada kejadian kejadian luar biasa harus memiliki dasar pengetahuan dan kemampuan/skill yang baik untuk dapat memberikan respon yang efektif. OpenWHO mengembangkan pelatihan GO yang dikembangkan agar responder dapat memberikan atau bekerja secara aman dan efektif agar kejadian luar biasa dengan kasus ini dapat tertangani dengan baik.

Program ini terdiri dari 7 modul yang terdiri dari video lectures dan presentasi yang dapat di –download. Sumber-sumber pembelajaran tersebut telah akan di-update dengan informasi terbaru. Konten modul dimulai dari penjelasan tentang Ebola, strategi respon dan implementasinya melalui Incident Management System (IMS) hingga pencegahan ekspoitasi dan kekerasan seksual.

SELENGKAPNYA

Program lain yang disiapkan oleh Open WHO adalah ePROTECT 2018. Program atau kursus ini saling melengkapi dengan GO 2.0 yang telah dijelaskan sebelumnya. ePROTECT merupakan pelatihan yang dapat diikuti oleh responder agar dapat melindungi dirinya pada saat memberikan perawatan saat kejadian luar biasa Ebola terjadi. Proteksi diri dan anggota tim untuk mencegah penyebaran Ebola lebih lanjut.

SELENGKAPNYA

Setiap pengambil keputusan maupun responder dapat menggunakan berbagai informasi terkini yang disediakan oleh OpenWHO terkait dengan penyakit Ebola ini. Program atau kursus online ini dapat diakses oleh siapapun dan tidak berbiaya. Peserta kursus atau program juga akan mendapatkan sertifikat apabila memenuhi 80% penugasan yang ditentukan. Informasi terkait dengan sumber informasi tentang pengetahuan dasar Ebola untuk para responder dapat diperoleh melalui

SELENGKAPNYA

Kecelakaan Transportasi Laut pada 13-18 Juni 2018

http://cdn2.tstatic.net/medan/foto/bank/images/proses-pencarian-korban-hilang-dari-km-sinar-bangun-yang-tenggelam-di-danau-toba_20180621_203018.jpgKejadian tenggelamnya Kapal penumpang KM Sinar Bangun rute Tigaras-Simanindo di perairan Danau Toba pada 18 Juni 2018 menjadi salah satu sorotan minggu lalu. Terdapat 19 orang korban, dengan rincian 1 orang meninggal dan 18 lainnya selamat. Korban selamat mendapatkan perawatan di RSUD Hadrianus Sinaga, PKM Simarmata serta PKM Tigarus. Laporan hingga 20 Juni pukul 07.00 WIB dilaporkan terdapat 166 orang dinyatakan hillang. Korban hilang atau belum ditemukan disebabkan karena posisinya cukup jauh dari lintasaan kapal Fery serta cuaca yang buruk.

Kejadian serupa juga terjadi di perairan Gusung Makasar, Sungai Walennae Kabupaten Bone serta Pulau Satonda Kabupaten Dompu. Korban meninggal terbanyak pada kecelakaan di perairan Gusung dengan jumlah 17 orang. Pada kecelakaan di Sungai Walennae dan Pulau Satonda, jumlah korban meninggal yaitu 3 dan 1 orang. Kelebihan muatan maupun cuaca buruk menjadi penyebab terbaliknya atau tenggelamnya kapal-kapal tersebut. 

SELENGKAPNYA