Kaleidoskop Kejadian Bencana Tahun 2017

29 kaleidoskop

29 kaleidoskopIndonesia merupakan salah satu negara dengan potensi bencana yang besar. Indonesia menduduki peringkat 5 besar kejadian bencana di Asia. Hal ini menunjukkan tingginya potensi bencana yang dihadapi oleh masyakarat di Indonesia. Sepanjang 2017, terdapat beberapa kejadian yang menjadi sorotan khalayak ramai. Dua diantaranya yaitu gempa Pidie Jaya hingga status terkini Gunung Agung. Gempa Pidie Jaya terakhir terjadi pada Februari lalu, mengingatkan kembali kejadian yang sama pada 7 Desember 2016 . Hingga saat ini, proses rehabilitasi dan rekonstruksi terus dilakukan. Bantuan hingga mencapai miliyaran rupiah disalurkan untuk mempercepat proses ini. kejadian terkini yang menjadi topik utama di berbagai media adalah Gunung Agung. Erupsi pertama yang terjadi pada 25 November 2017 lalu tidak hanya menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar gunung Agung namun juga masyarakat Bali. Pendistribusian masker juga akan dilakukan bagi masyarakat Lombok karena lokasinya yang dekat dengan Bali. Pemahaman masyarakat terkait dengan perubahan iklim dan faktor lainnya harus dipupuk melalui disaster risk reduction, sehingga dapat meminimalisir dampak kejadian yang berulang tersebut. Informasi selengkapnya Klik Disini

 

Kondisi Terkini Gunung Agung Bali

29 gunung agung

29 gunung agungKondisi terkini Gunung Agung menunjukkan adanya aktivitas erupsi yang mencapai ketinggian 3000 meter. Ketinggian ini berkembang dari erupsi awal yaitu 1500 meter dari puncak kawah dan 2000 meter pada erupsi kedua. Erupsi pertama terjadi pada 25/11/2017 pukul 17:30 WITA. Status Gunung Agung saat ini masih siaga (Level 3) dengan rekomendasi di dalam radius 6-7.5 km dari puncak kawah. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pada radius tersebut. Aktivitas vulkanik tidak mengalami peningkatan meskipun dengan terjadinya beberapa erupsi tersebut. Dilaporkan juga hujan abu yang melanda beberapa desa di Klungkung serta Gianyar. BPBD Provinsi NTB juga mulai bersiap dengan menganalisa dampak hujan abu di wilayahnya dan segera akan menndistribusian masker kepada masyarakat. Informasi selengkapnya Klik Disini

 

Pelatihan Peningkatan Kapasitas Petugas Teknis Pelanggulangan Bencana

29 pelatihan

29 pelatihanMenyadari banyak perubahan yang terjadi sejak gempa terakhir pada 2010 silam, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul menginisiasi kembali upaya peningkatan kapasitas untuk penanggulangan bencana di Bantul. Mengajak serta tim TRC Dinas Kesehatan dan Puskesmas-Puskesmas, bekerjasama juga dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM maka diselenggarakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Petugas Teknis Penanggulangan Bencana pada Selasa-Rabu 28-29 November 2017. Simak reportase kegiatan ini pada Klik Disini

 

Workshop Pendampingan Hospital Disaster Plan (HDP)

workshop hdp

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada mengadakan Workshop Pendampingan Hospital Disaster Plan (HDP) pada 12-14 Desember 2017 mendatang. HDP sebagai salah sattu bentuk kesiapan rumah sakit yang tersusun dalam bentuk dokumen tersebut berisikan rencana penanganan bencana baik internal maupun eksternal. Terdapat banyak rumah sakit yang telah memiliki dokumen atau draft HDP terutama yang telah mengikuti penilaian akreditasi. Namun, dokumen tersebut belum teruji operasionalisasinya bahkan ada yang belum disosialisasikan. Hal tersebut yang melatar belakangi pelaksanaan workshop ini. PKMK mengundang perwakilan atau tim penyusun HDP rumah sakit untuk mengikuti kegiatan ini. informasi selengkapnya Klik Disini

Reportase Workshop Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana di Puskesmas (Primary Health Care Disaster Plan)

29 workshop

29 workshopWorkshop penyusunan rencana penanggulangan bencana di Puskesmas (Primary Health Care Disaster Plan) berlangsung selama 2 hari yaitu 20-21 November 2017. Kegiatan ini diikuti oleh tenaga Puskesmas, civitas akademika dan LSM yang bergerak di bidang bencana dari berbagai daerah. Pada hari pertama terdapat 4 materi yang disampaikan terkait dengan penanggulangan bencana di puskesmas (Primary Health Care Disaster Plan). Kegiatan pada hari pertama diakhiri dengan penyampaian SPO untuk puskesmas disaster plan. Hari kedua merupakan penyusunan rencana penanggulangan bencana di puskesmas (Primary Health Care Disaster Plan). Kegiatan diawali dengan review materi serta presentasi penugasan yang diberikan yang diwakili oleh peserta dari Puskesmas Seyegan serta Turi. Kegiatan diakhiri dengan penyampaian Kepala Divisi Manajemen Bencana PKMK FK UGM dr. Bella Donna, M.Kes agar Puskesmas menindak lanjuti hasil kegiatan workshop untuk PHCDP di tempatnya.

Informasi selengkapnya Klik Disini

 

Reportase Pameran Ilmiah Manajemen Bencana 2017 Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada

29 pameran bencana

29 pameran bencanaPameran Ilmiah Manajemen Bencana merupakan suatu kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Divisi Manajemen PKMK FK UGM. Tahun ini kegiatan tersebut diselenggarakan selama 3 hari yaitu pada 25-27 Oktober 2017 di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada bersamaan dengan agenda Forum Kebijakan Kesehatan Indonesia. kegiatan pameran ilmiah ini bertujuan sebagai media tambahan bagi mahasiswa dalam belajar dan memahami tentang manajemen bencana khususnya sektor kesehatan. Mahasiwa dapat melihat dan berinteraksi secara langsung dengan para penggiat bencana, melihat dokumentasi pengalaman penanganan bencana, dan diskusi mengenai konsep-konsep tentang bencana. Penggiat bencana yang turut mengikuti pameran ilmiah adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta, Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) FK UGM, dan Divisi Manajemen Bencana PKMK FK UGM. Mahasiswa banyak berdatangan dan sangat antusias mengunjungi booth pameran pada saat jam istirahat agar tidak mengganggu perkuliahan. Tidak hanya itu, perkuliahan mahasiswa Pendidikan Dokter pun dialihkan di venue diselenggarakannya pameran ilmiah baik dari kelas reguler maupun internasional untuk memaksimalkan hasil pembelajaran. Informasi selengkapnya Klik Disini

Kesiapsiagaan Individu di Daerah Pesisir dalam Menghadapi Kejadian Angin Puting Beliung

21 puting beliung 1

21 puting beliung 1Salah satu ancaman yang dihadapi oleh individu yang tinggal di daerah pesisir adalah angin puting beliung. Swiss Re membuat panduan kesiapsiagaan dalam menghadapi kejadian yang disebabkan oleh jenis hazard ini. individu harus mempersiapkan diri dan keluarganya telebih dahulu dalam menghadapi kejaidan ini. Tindakan yang dapat dilakukan adalah melakukan inspeksi bagian atap, jendela, pintu atau konstruksi bangunan yang kemungkinan dapat memperparah dampak kejadian pada keluarga. Memasuki masa ‘kemungkinan’ puting beliung terjadi, individu harus melakukan pengecekan terhadap perencanaan yang telah dibuat. Apabila pemerintah telah memberikan peringatan terjadinya  puting beliung, lakukan pengecekan terhadap energi yang dibutuhkan. Hal ini disebabkan karena pada kejadian ini, dampak yang sering dihadapi korban adalah terputusnya semua sumber enrgi seperti listrik. Tindakan lain yang dapat dilakukan apabila angin puting beliung telah terjadi atau pasca kejadian adalah pengkajian awal dan perencanaan, melakukan pembersihan dan memperbaiki fasilitas yang terkena dampaknya. Hal tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan yang harus dilakukan oleh individu. Informasi selengkapnya Klik Disini

 

Mengenal Karakteristik Meteorological Hazards

21 meteorological

21 meteorologicalBadai tropis, topan, cyclones, hurricanes dan typhoons walaupun memiliki nama yang berbeda; namun menjelaskan jenis bencana yang sama. Tipe bencana ini mengacu pada sistem sirkulasi tertutup yang besar di atmosfer yang bertekanan rendah dan angin kencang yang berputar berlawanan arah jarum jam. Jenis bencana atau kejadian ini dapat diprediksi beberapa hari sebelumnya. Pada serangan yang singkat, angin kencang umumnya diikuti oleh hujan deras dan banjir pada daerah pesisir. Banjir dapat terjadi di daerah pesisir karena daerahnya yang datar. Selain itu, kejadian ini juga diikuti oleh gelombang pasang. Kejadian ini dapat menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur dan perumahan, khususnya pada bangunan yang konstruksinya rapuh. 

Informasi selengkapnya Klik Disini

Tren Kejadian dan Penanganan Longsor di Asia

11 landslide

11 landslideAsia merupakan benua yang mengalami kejadian bencana dan mengalami dampak terbesar di dunia. Peningkatan jumlah populasi, industri, urbanisasi, maupun perkembangan ekonomi merupakan faktor-faktor yang memperburuk keadaan. Asia memiiki negara-negara dengan kondisi rawan bencana yang beragam. Salah satu kejadian yang sering terjadi adalah tanah longsor. Pengurangan resiko tanah longsor merupakan kebutuhan yang esensial bagi setiap negara di Asia, khususnya Asia Tenggara dan Selatan. Asian Disaster Preparedness Center (ADPC) akhirnya mengimplementasikan suatu program yang dinamakan Regional Capacity Enhancement for Landslide Impact Mitigation (RECLAIM). Program ini dilakukan untuk membantu dalam mengukur resiko terjadinya tanah longsor di Asia. Terdapat beberapa kegiatan terkait yang menjadi bagian dalam program ini meliputi pengembangan kapasitas institusi maupun stakeholder di tingkat nasional maupun lokal di negara-negara Asia. Kegiatan-kegiatan yang termasuk didalamnya yaitu pelatihan, berbagi pengalaman antar negara. Penggunaan sistem berbasis komunitas dalam peringatan tanah longsor merupakan salah satu inisiatif yang ditekankan pada program ini. informasi selengkapnya Klik Disini

 

Call for Abstract : Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-5 Riset Kebencanaan Tahun 2018

11 iabi 2

11 iabi 2

Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang diikuti oleh peneliti, akademisi, praktisi dan perekayasa kebencanann di Indonesia. PIT merupakan kegiatan yang diselenggarakan dibawah naungan IABI. Kegiatan ini telah terseblenggara sebanyak 4 kali. PIT terkahir yaitu ke-4 diselenggarakan di Universitas Indonesia, Jakarta.  Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-5 Riset Kebencanaan Tahun 2018 akan diselenggarakan pada 2-3 Mei 2018 di Universitas Andalas. Tema yang diangkat pada pertemuan tersebut adalah “Manajemen Bencana untuk Pembangunan yang Berkelanjutan”. Kegiatan ini memungkinkan setiap pihak yang tertarik maupun terlibat dalam kebencanaan dapat berpartisipasi dalam bentuk karya ilmiah yang dihasilkan. Adapun beberapa sub tema yang diturunkan dari tema umum tersebut adalah mitigasi bencana, tanggap darurat, dan pemulihan; pengurangan resiko bencana; penyelesaian konflik, kesehatan terkait kebencanaan; ketahanan bencana secara fisik, sosial, dan ekonomi; dan lain-lain. Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada kegiatan tersebut antara lain seminar nasional dan internasional tentang kebencanaan, pameran riset kebencanaan, serta field visit ke Geopark Sumatera Barat. Informasi selengkapnya  Klik Disini